Kenapa Semua Klub Serie A Harus Takut Sama Como Musim Depan?!

spot_img

Di balik tenangnya permukaan air danau Como, ada sebuah badai yang diam-diam sedang dipersiapkan. Badai itu menjelma dalam bentuk klub sepakbola, FC Como 1907. Tahun lalu, mereka hanya penghuni kasta kedua. Hari ini, mereka adalah ancaman nyata bagi para raksasa Serie A. 

Musim depan, Serie A tak lagi cuma soal Inter Milan, AC Milan, Atalanta, atau Juventus. Semua pasang mata diprediksi akan terfokus pada klub bernuansa biru-putih, Como. Mereka datang dengan uang, otak, dan rencana besar. Apabila kamu berpikir mereka cuma tim yang numpang lewat, maka kamu salah besar. 

Como siap melakukan invasi besar-besaran kepada klub-klub papan atas. Namun, publik juga bertanya. Bagaimana caranya?

Sumber Kekayaan

Faktor pertama yang bisa membuat Como menjelma jadi tim yang ditakuti oleh kontestan Serie A lain adalah kekuatan finansial mereka. Como mempunyai sumber kekayaan yang bisa dibilang tak terbatas dari pengusaha asal Indonesia, Hartono Bersaudara. Melalui PT Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono siap menyuntikan dana segar untuk tim. 

Bahkan, Starting Eleven pernah membahas bahwa konglomerat asal Indonesia ini memiliki kekayaan gabungan yang sangat besar. Sampai-sampai menjadikan mereka pemilik klub sepakbola terkaya di Italia. Bangga nggak tuh ada warga Indonesia yang menduduki peringkat pertama dalam urutan pemilik klub terkaya di negeri orang.

Selain dukungan dari Hartono bersaudara, Como juga memperoleh pendapatan dari sponsor dan kemitraan strategis. Untuk musim 2024/25, klub ini menjalin kerjasama dengan perusahaan investasi global Neuberger Berman yang tersemat di belakang jersey mereka. Selain itu, klub juga memiliki sponsor utama seperti Uber dan sponsor lengan dari Polytron.

Kemitraan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga memperkuat posisi klub dalam komunitas dan pasar global. Tak cuma itu, dengan munculnya sponsor-sponsor ternama di jersey Como, tandanya pemilik klub tidak hanya kaya. Namun pandai membangun manajemen yang baik, berbisnis dengan baik, sehingga memiliki relasi yang sangat luas.

Manajemen Bertabur Legenda

Menjadi orang yang teramat kaya membuat Hartono Bersaudara tak punya banyak waktu untuk mengelola klub sendirian. Mereka meminta orang-orang ternama dan berpengalaman di bidangnya untuk mengelola klub berjuluk Lariani tersebut. Ternama dalam arti yang sebenarnya ya. Karena belakang layar Como memang bertabur legenda sepakbola dunia.

Dari mulai pelatih dulu deh. Di situ sudah ada Cesc Fabregas. Siapa yang nggak tahu orang ini? Yang nggak tahu bisa dipastikan bukan subscribe Starting Eleven nih. Karena kalau udah subscribe pasti tahu tentang sepak terjang dari pria asal Spanyol ini. Di dunia kepelatihan, Fabregas memang nooby, tapi di dunia sepakbola profesional, Fabregas adalah salah satu yang terbaik di posisinya.

Selain Fàbregas, Thierry Henry, legenda Arsenal dan tim nasional Prancis, juga terlibat dalam proyek FC Como. Mantan pemain Barcelona itu mengemban peran sebagai pemegang saham minoritas. Henry bergabung dengan Como pada tahun 2022. Menurutnya, Como adalah tim yang memiliki ambisi besar dan nilai-nilai yang sejalan dengannya.

Tak cuma itu, kini ada sosok Raphael Varane yang menjabat sebagai anggota dewan direksi. Didatangkan sebagai pemain, Varane nyatanya bermasalah dengan cedera. Kini, eks Real Madrid itu tidak lagi bermain, tetapi tetap berkontribusi dalam pengembangan klub. Khususnya di area akademi, pendidikan, dan inovasi produk.

Sebelumnya, Como juga pernah memiliki sosok Dennis Wise, legenda Chelsea sebagai direktur teknik dan CEO olahraga. Namun, kini Wise berfokus pada program Garuda Select yang juga masih berada dalam payung PT Djarum. Kehadiran tokoh-tokoh ini tidak hanya memberikan kredibilitas dan daya tarik internasional bagi Como, tetapi juga menunjukkan komitmen klub untuk membangun fondasi yang kuat, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Fasilitas dan Lokasi Geografis

Faktor selanjutnya adalah soal fasilitas yang memadai dan letak geografis yang bisa dibilang cukup strategis. Como kabarnya memanfaatkan keadaan sekitar sebagai media promosi sepakbola mereka. Seperti contohnya mereka mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup berbagai inisiatif, seperti menggabungkan kampanye sepakbola Como dengan paket wisata di Danau Como.

Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang terletak di tepi Danau Como, menawarkan pemandangan yang memukau dan atmosfer unik. Meskipun kapasitasnya lebih kecil dibandingkan stadion klub Serie A lainnya, suasana intim dan lokasi yang indah dapat menciptakan pengalaman menarik bagi para pelancong tapi tetap menakutkan bagi tim tamu.

Selain itu, lokasi Como yang dekat dengan perbatasan Swiss dan berada di kawasan wisata populer memberikan peluang untuk menarik wisatawan dan penggemar internasional, memperluas basis pendukung klub. Namun, soal akses transportasi masih harus sedikit ditingkatkan lagi. Karena sejauh ini, cukup terbatas. 

Lantas, bagaimana dengan fasilitas yang dimiliki Como? Fasilitas latihan klub ini juga telah mengalami peningkatan signifikan. Pusat pelatihan Como dirancang untuk mendukung perkembangan bakat muda dengan lingkungan yang inspiratif dan mendukung.

Sebagai bukti kualitas fasilitas mereka, Antara News melaporkan bahwa Timnas Indonesia U-20 memilih untuk berlatih di markas Como 1907 sebagai persiapan untuk turnamen Toulon tahun lalu. Di sana, Garuda Muda mendapat porsi latihan yang maksimal karena mendapat full akses layaknya skuad utama Como. 

Soal pengembangan usia dini, Como juga telah menggelontorkan dana yang tak sedikit. Akademi Como mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari U-8 hingga tim Primavera. Fokusnya pada pengembangan keterampilan teknis, taktis, dan karakter pemain muda. Dengan kombinasi fasilitas yang canggih dan program akademi yang komprehensif, FC Como menunjukkan komitmen mereka untuk menjadi pusat pengembangan bakat sepakbola yang unggul

Strategi Transfer

Yang makin bikin Como terlihat bahaya tuh strategi transfernya. Mereka agresif, tapi tetap cermat. Como nggak ngoyo buat ngejar pemain-pemain berbanderol mahal, meski mereka punya saldo yang tak masuk akal. Mereka justru lebih mengedepankan pemain yang cocok dengan skema permainan, ketimbang pemain bintang yang doyan ngontrol permainan.

Como memanfaatkan pasar bebas transfer untuk merekrut pemain berpengalaman tanpa biaya transfer. Unik kan? Klub tajir melintir tapi ngerekrut pemain masih banyak mikir. Meski terkesan ngirit, strategi ini yang justru bikin laju Como di Serie A makin gesit. Pemain senior gratisan diharapkan membawa pengalaman dan stabilitas di lini lapangan serta ruang ganti.

Klub juga fokus pada pengembangan jangka panjang dengan merekrut talenta muda potensial. Contohnya, Nico Paz dari Real Madrid Castilla. Paz menunjukkan performa impresif dengan mencetak enam gol dan sembilan assist di Serie A. Di usia muda, jika Paz terus berkembang, maka ia bisa dijual dengan harga tinggi di kemudian hari.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat skuad, Como kabarnya telah menunjukkan ambisi di bursa transfer musim panas ini. Mereka akan mencoba merekrut pemain-pemain berkualitas tinggi demi mencapai target baru. Nama-nama seperti Theo Hernandez dan Kevin De Bruyne bahkan muncul sebagai opsi transfer Como musim panas 2025.

Apa Target Musim Depan?

Jika sudah begini, lantas apa target Como selanjutnya? Target musim ini sudah tercapai. Petinggi klub enggan menjadikan Como sebagai tim yang numpang lewat. Dan kini, mereka jadi tim promosi terbaik musim ini dengan bercokol di posisi sepuluh klasemen sementara. Secara keseluruhan, performa Como tak bisa dibilang standar. Justru di luar ekspektasi.

Mereka sempat mengalahkan tim-tim raksasa macam Napoli, AS Roma, Udinese, hingga Atalanta. Como benar-benar memberikan perlawanan yang setara saat melawan tim papan atas. Di musim depan, targetnya akan ditingkatkan. Bukan lagi finis di papan tengah, mereka ingin memperebutkan satu tiket ke kompetisi Eropa. Tampil di Eropa adalah langkah konkret untuk menunjukan kekuatan Como yang sesungguhnya.

____

Sumber: Talksport, The Sun, Independent, Jakarta Globe

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru