Bocah 1 TRILIUN! Sejago Apa Dean Huijsen Sampai Bikin Real Madrid Kepincut?

spot_img

Baru-baru ini, Real Madrid merampungkan deal dengan darah muda 20 tahun yang naik daun di Premier League. Yap, dialah Dean Huijsen. Bocah blasteran Spanyol-Belanda ini didatangkan dengan mahar yang menyentuh angka 50 juta poundsterling atau kalau dirupiahkan sekitar Rp1 triliun lebih. Busyet! 

Padahal secara ketenaran, doi baru-baru ini saja muncul ke permukaan. Bahkan dia hanya bermain di klub seperti Bournemouth. Klub yang prestasinya musim ini cuma unggul dari Manchester United di papan klasemen Liga Inggris.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya apa keistimewaan dari Huijsen, sampai-sampai Real Madrid dibuat terpedaya dengan pesonanya, sehingga tak ragu mengeluarkan kocek segede itu? Emangnya dia ini cocok untuk proyek Galacticos Jilid 3 yang digembar-gemborkan itu?

Awal Perjalanan Karier Huijsen

Terlahir menjadi putra seorang pemain sepak bola bernama Donny Huijsen, Dean awalnya adalah orang Belanda. Dean lahir di Amsterdam, 14 April 2005 dan namanya pun kelihatan Belanda banget, yaitu Dean Donny Huijsen Wijsmuller. Namun, Dean memantapkan hatinya untuk beralih paspor menjadi Spanyol pada 2024 kemarin. Peralihan status warga negara itu bermula saat Dean dan keluarga pindahan ke Marbella, Andalusia pada 2010. 

Di sinilah Dean memulai perjalanannya sebagai insan sepak bola dengan bergabung klub lokal bernama Costa Unida CF de Marbella saat berusia 5 tahun. Melihat bakat Dean yang terus meningkat, kedua orang tuanya memindahkan buah hatinya ke wadah yang lebih besar. 

Dipilihlah Malaga yang menjadi sekolah baru bagi Dean sejak 2015. Bersama akademi Los Boquerones, Dean tampil di berbagai level kompetisi junior, sebelum datang tawaran menggiurkan dari Juventus pada 2021. 

Melihat reputasi dan nama besar Juve, Dean tak perlu pikir panjang untuk mengiyakan pinangan Bianconeri. Pada musim pertamanya di Turin, pemuda setinggi 197 cm bermain dengan tim U-17, dan langsung mencetak tujuh gol dari 20 penampilan. Padahal posisinya pemain belakang. 

Dengan cepat, Dean mempesona pelatih-pelatih di tim muda Juve, hingga beberapa kali akselerasi ke tim yang lebih tinggi. Dari Juventus U-19, hingga Juventus Next Gen atau tim lapis kedua Juve yang setingkat di bawah tim utama. 

Panggilan Laga Profesional Pertama 

Usai mengemas 40 penampilan dan sepuluh gol bersama Juve U-19 dan Juve Next Gen sepanjang musim 2022/23, Dean Huijsen menemukan jalannya untuk mencicipi laga profesional perdana. Massimiliano Allegri yang menerima rekomendasi dari pelatih Juve Next Gen untuk memberi Dean kesempatan debut di tim senior. Maka, tibalah kesempatan itu pada 22 Oktober 2022. Dean tampil di laga Serie A pertamanya versus AC Milan saat masuk dari bangku cadangan pada menit ke-78 menggantikan Federico Gatti. Hari itu, Juve menang tipis 1-0. 

Selepas laga itu, Juve memutuskan untuk memasukkan Dean bersama Kenan Yildiz sebagai anggota tetap tim senior di sisa musim 2022/23. Kendati demikian, pada musim berikutnya, Dean dipinjamkan ke AS Roma dengan harapan mendapat pengalaman dan menit bermain yang banyak. Proses peminjaman itu dilakukan pada bursa transfer musim dingin Januari 2024.

Penampilan perdananya bersama pasukan serigala ibukota terjadi saat melawan Atalanta di Olimpico pada 8 Januari 2024. Dean yang dipasang sebagai bek tengah oleh Danielle De Rossi bermain selama 45 menit di babak pertama, sebelum ditarik dan digantikan Diego Llorente. Hasil akhirnya, Roma ditahan imbang 1-1. 

Menurut catatan Transfermarkt, hingga ditutupnya musim 2023/24, Dean Huijsen mendapatkan 14 kali kesempatan bermain, masing-masing 13 laga di Serie A dan sekali tanding di Coppa Italia. Masa peminjaman pun usai, tapi Dean ternyata tidak masuk dalam rencana jangka panjang Juventus selanjutnya. Alhasil, ia perlu mencari tempat bernaung yang baru. 

Naik Daun Berkat Andoni Iraola 

Datanglah Bournemouth, tim dari pantai selatan Inggris yang mengajukan tawaran 12 juta pounds kepada Juventus untuk mengangkut Dean Huijsen musim ini. Semua proses berjalan lancar, dan sang pemain pun mendarat di Vitality Stadium dengan kontrak panjang berdurasi hingga 2030 .

Awalnya, Bournemouth sempat ragu untuk mendatangkan Dean sebagai rekrutan baru. Namun, The Cherries perlahan menyadari kalau sang pemain mempunyai bakat yang istimewa dan memancarkan kualitas tersendiri. Nyatanya, keyakinan manajemen Bournemouth itu benar terjadi. Sentuhan tangan ajaib Andoni Iraola bisa menyulap Dean menjadi bek tengah yang paling diandalkan Bournemouth di pentas Premier League. 

Tak hanya menjalankan tupoksinya menjaga daerah pertahanan, Dean pun mampu membantu menyarangkan bola ke jaring lawan. Salah satunya saat mengemas gol ke gawang Andre Onana di Old Trafford. Keren banget kan bisa jebol gawang Onana yang jago itu? 

Berkat kontribusi Dean, Bournemouth memiliki rekor pertahanan kandang terbaik keempat di Premier League musim ini.  Belum lagi performa Bournemouth yang menjadi Giant Killer, dengan menumbangkan tim-tim ternama. Tak heran kalau bek tengah termuda Premier League musim ini, seketika melejit namanya. Media-media sepak bola di Inggris acap kali menempatkan berita Dean sebagai tajuk depan. 

Digoda Tim-Tim Inggris, Dibeli Madrid 

Dari yang awalnya dipandang remeh, sampai akhirnya mengumpulkan 30 penampilan dan tiga gol, Dean Huijsen pun mulai dilirik oleh sejumlah tim Inggris, termasuk Liverpool, Arsenal, dan Chelsea. Tapi Bournemouth tak akan begitu saja melepas Huijsen. Kesepakatan 12 juta poundsterling di awal berpotensi naik menjadi 15 juta poundsterling atau bahkan lebih.

Menariknya, The Cherries tidak menaikkan harga. Mengutip Sky Sports, Bournemouth justru memagari sang pemain dengan klausul pelepasan senilai 50 juta poundsterling setelah 12 bulan didatangkan dari Juventus. Jadi siapapun yang mau membeli Dean sebelum kontraknya habis mesti mengaktifkan klausul pelepasan.

Lalu, datanglah Real Madrid yang tanpa fafifu-wasweswos ingin mengaktifkan klausul pelepasan itu. Bournemouth mungkin terkaget-kaget setelah keputusannya itu. Mereka mengira, dengan memagari Dean Huijsen dengan klausul pelepasan, tidak ada tim yang berani untuk mendekatinya. Tampaknya mereka lupa kalau ada tim bernama Real Madrid.

Los Blancos pun datang demi mengaktifkan klausul pelepasan itu. Cerdiknya, Madrid tahu bahwa klausul pelepasan itu bisa dibayar tidak secara kontan, melainkan bisa diangsur selama tiga kali angsuran. Boleh jadi Los Galacticos berpikir ini adalah kesempatan emas untuk memboyong anak muda yang satu ini.

Di saat tim-tim Inggris lain cuma modal omong dan hanya sekadar minat, Real Madrid memilih langsung mengaktifkan klausul pelepasan. Namun belum ada informasi pasti apakah Real Madrid membayarnya secara mencicil atau kontan. Melihat strategi baru Florentino Perez, boleh jadi Los Blancos memilih opsi untuk mengangsurnya.

Melihat ada yang berani mengaktifkan klausul pelepasan itu, The Cherries pun memasrahkannya kepada Dean, apakah ia ingin pindah atau tidak. Ndilalah, Dean sangat-sangat terbuka untuk mengenakan jersey putih Madrid yang fenomenal itu. Selain orang Spanyol, usut punya usut, Dean begitu mengidolakan Sergio Ramos yang sangat dihormati publik Bernabeu, dan menjadikannya sebagai role model. Saking mengidolakannya, Dean ingin mengikuti jejak Ramos berbaju Los Galacticos

Kelebihan Dean Huijsen 

Mungkin kebanyakan dari football lovers sekalipun fans Madrid sendiri masih bertanya-tanya, emang apa hebatnya sih Dean Huijsen ini?

Meski baru 20 tahun,  penampilan impresif Dean Huijsen membuatnya sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan sejauh ini. Kemampuan dalam membaca permainan adalah hal yang membuatnya menonjol. Terutama kelihaiannya melihat peluang intersepsi dan mengeksekusi gerakan. 

Huijsen dikenal memiliki kemampuan yang apik dalam menguasai bola dan membangun serangan dari belakang. Lihatlah caranya yang kerap kali melepaskan umpan panjang yang akurat atau mengalirkan bola ke depan secara progresif. 

Urusan tugas utamanya sebagai bek, Huijsen punya kualitas sapuan bola yang setara dengan bek ternama Premier League musim ini. Fisiknya pun boleh diadu untuk duel badan, atau bola-bola udara. 

Dengan kesepakatan ini, apakah keputusan Madrid untuk belanja Dean Huijsen senilai 50 juta pounds adalah keputusan tepat, seperti kata Xabi yang mengharapkannya menjadi pengganti sepadan Eder Militao dan David Alaba? Atau ujung-ujungnya Madrid akan kena scam dari pembelian ini? 

goal.com, bbc.com, skysports.com, theguardian.com, realmadridconfidencial.com, transfermarkt.com

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru