Kenapa Pemain Sepak bola Harus Memakai Nomor Punggung?

spot_img

Nomor punggung, bagi pemain sepak bola tak sekadar gaya-gayaan. Nomor yang tersemat di bagian punggung jersey pemain itu memiliki peran yang teramat krusial. Apalagi sepak bola tak jauh berbeda dengan olahraga-olahraga beregu lainnya, misalnya basket, cricket, sampai bola voli. Semua itu membutuhkan nomor punggung.

Tak seperti olahraga macam badminton atau tenis, dalam sepak bola nomor punggung jauh lebih krusial perannya daripada nama pemain. Itulah mengapa, kita sering melihat nomor punggung selalu tersemat di jersey pesepakbola, meskipun tanpa disertai namanya. Lantas, seberapa krusial sih nomor punggung bagi pemain sepak bola?

Mengidentifikasi Pemain

Mari kita mulai dari yang sederhana dulu. Setiap pertandingan sepak bola melibatkan banyak orang di lapangan. Ada 22 pemain dari dua tim yang berlaga. Belum lagi di tengah-tengah mereka mondar-mandir satu orang wasit. Lalu di tepi lapangan, ada lagi tiga wasit atau bahkan lebih.

Jangan lupakan juga pelatih, official tim, dan tentu saja pemain cadangan. Kita asumsikan dalam sekali pertandingan sepak bola melibatkan sekitar 50 orang. Siapa yang sanggup mengingat orang sebanyak itu? Salah-salah nanti kita tidak bisa membedakan mana pemain yang turun dan mana pemain yang dibangkucadangkan.

Itu masih mending. Nah yang paling kacau jika kita tidak bisa membedakan mana pemain sepak bola mana wasitnya. Bisa jadi yang kita soraki dan kita dukung itu wasitnya, bukan para pemainnya. Maka dari itu, pemain membutuhkan nomor punggung. Jadi penonton bisa mengidentifikasi mana pemain mana yang bukan. Mungkin karena itulah, pemain cadangan menutup jersey-nya dengan semacam kaos latihan untuk menandakan bahwa ia bukan pemain yang terlibat dalam permainan.

Membantu Wasit

Seorang wasit juga manusia. Jadi dia tidak bisa menghafal dan mengenali setiap pemain yang ada di lapangan. Apalagi jika wasitnya masuk kelompok manula. Nah, nomor punggung ini bisa memudahkan wasit untuk menandai setiap pemain. Kenapa nggak menggunakan nama pemain?

Sebab, wasit itu bukan seperti kawan kita yang lagi di jalan tiba-tiba memanggil “Hei, Yanto Selep!”. Begitu pula ketika di lapangan, misalnya De Light yang di Juventus memakai nomor 4, wasit tak mungkin memanggilnya “Hei, De Light. Kemari!”

Tidak semua wasit sanggup mengenali para pemain hanya dengan sekilas pandang saja. Maka alternatif yang dilakukan wasit ketika memanggil bek Juventus itu adalah “Hei number 4, come here!”

Nomor punggung juga memudahkan wasit untuk melacak setiap pemain. Manakala seorang pemain mendapat peringatan, katakanlah sebuah kartu kuning, wasit akan mencatat nomor pemain, tim pemain, dan menit di saat pemain itu memperoleh kartu.

Perlu diingat, dalam permainan sepak bola, pemain yang mendapatkan kartu merah otomatis harus ke ruang ganti tanpa diperbolehkan masuk lagi hingga laga usai. Sementara, jika seorang pemain kedapatan dihadiahi dua kartu kuning, itu artinya si pemain harus meninggalkan lapangan sebab terkena akumulasi kartu.

Nah, wasit akan lebih mudah mengingat nomor punggung pemain yang sudah mendapat kartu, daripada nama atau bahkan bentuk fisik si pemain. Keputusan yang diambil wasit pun tepat. Karena yang dicatat itu nomor punggung, bukan nama. Pemain pun tidak bisa mengelak dari keputusan wasit.

Berkaitan dengan Peran Pemain

Pada 1928, Arsenal di era Herbert Chapmann melakoni laga pembuka Divisi Satu Liga Inggris menghadapi Sheffield Wednesday. Kala itu, penonton dikejutkan saat pemain masuk ke arena dan memakai kostum dengan nomor punggung. Nomor punggung yang dipakai saat itu masih urut dari 1-11, dihitung dari lini belakang.

Chapmann menerapkan formasi 2-3-5 yang begitu fenomenal dengan istilah formasi WM ala Chapman. Penomoran pemain pun diurutkan, dan itu berarti penyerang atau yang berada di lini depan mengenakan nomor punggung antara 7-11. Namun seiring perkembangan sepak bola modern, selain formasi WM ala Chapmann yang kian langka, model penomoran pesepakbola juga berubah, tidak lagi disesuaikan dengan posisinya.

Kini, nomor punggung lebih sering diasosiasikan dengan peran para pemain. Misalnya, nomor punggung 10 yang identik dengan gelandang kreatif atau playmaker. Kita bisa melihat sosok pemain seperti Lionel Messi, Dennis Bergkamp, Diego Maradona, sampai Luka Modric memakai nomor punggung tersebut.

Lain halnya nomor 9 yang kerap dipakai para penyerang ganas. Sebutlah macam Robert Lewandowski dan Romelu Lukaku. Sementara pemakai nomor 8 biasanya seorang gelandang box-to-box, seperti Toni Kroos, Frank Lampard, Steven Gerrard, hingga Andres Iniesta.

Sedangkan, pemain yang mengenakan nomor 7 pastilah seorang sayap. Misal Cristiano Ronaldo, Richarlison, dan Son Heung-Min. Kalau kiper kerap menggunakan nomor 1, kecuali beberapa kiper seperti Donnarumma yang selalu mengenakan nomor 99, tahun lahirnya. Sedangkan bek sering memakai nomor 2,3,4, dan 5. Khusus bek tangguh, banyak yang memakai nomor 4, seperti Sergio Ramos dan Virgil Van Dijk.

Meski begitu, beberapa tim tidak selalu menaruh posisi pemain sesuai nomor punggungnya. Kendati memang keterkaitan antara nomor punggung dan peran pemain itu sudah melekat pada benak fans sepak bola.

Tidak Semua Pemain Bisa Memilih Nomor Punggung

Ngomong-ngomong soal nomor punggung, tentu tidak bisa terlepas dari pertanyaan fans sepak bola sejagat: apakah pemain sepak bola boleh memilih nomor punggungnya? Pertanyaan tersebut bisa dijawab dalam satu tarikan nafas: tidak.

Sangat jarang pemain yang baru masuk memilih nomor punggungnya. Apalagi sampai merebut nomor punggung pemain lain. Kita bisa melihat contohnya pada seorang Mesut Ozil.

Eks pemain Timnas Jerman Piala Dunia 2014 itu bermain apik saat membela Real Madrid. Bersama Los Blancos 2010-2013, Ozil seperti menemukan performanya. Hingga Arsenal pun tertarik untuk mendatangkan pemain berdarah Turki tersebut.

Saat datang ke Emirates Stadium, Ozil menginginkan nomor punggung 10, sama seperti saat ia bermain untuk El Real. Namun pada waktu itu Arsenal sudah memiliki pemain bernomor punggung 10, Jack Wilshere. Ozil pun urung memakai nomor 10 dan memilih 11 sebagai nomor punggungnya.

Barangkali, pemain yang boleh memilih nomor punggungnya adalah pemain bintang, seperti Cristiano Ronaldo dan Messi. Tapi belakangan, Messi konon tidak akan memakai nomor 10 di klub barunya nanti. Praktis hanya Ronaldo lah yang bisa memilih nomor punggung dan itu pasti nomor 7.

Hanya dua kali Ronaldo tak memakai nomor 7. Saat ia bermain untuk Sporting Lisbon dan musim pertama di Real Madrid. Musim pertama bersama Los Galacticos, Ronaldo memakai nomor 9, karena nomor 7 dipakai sang pangeran, Raul Gonzalez. Baru ketika Raul hengkang, Ronaldo memakai nomor 7.

Brand CR7 begitu melekat pada pemain Juventus tersebut. Nomor 7 dan Ronaldo seperti mempunyai kekuatan magis. Siapapun yang mewarisinya dari sang bintang, bakal bernasib sial. Seperti Alexis Sanchez, Di Maria, hingga Memphis Depay di Manchester United yang gagal tampil gemilang. Atau Eden Hazard yang bahkan sering diterpa cedera di Real Madrid.

Itulah pentingnya nomor punggung bagi pemain sepak bola football lovers. Jadi terjawab sudah kan keresahan selama ini?

Sumber referensi: Yoursoccerhome.com, Bola.com, Panditfootball.com.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru