Kenapa Liga Champions Eropa Ditandingkan di Malam Hari?

  • Whatsapp
Kenapa Liga Champions Eropa Ditandingkan di Malam Hari-
Kenapa Liga Champions Eropa Ditandingkan di Malam Hari-

Liga Champions Eropa sudah mulai digelar. Kompetisi yang paling bergengsi di tanah Eropa ini selalu menyita perhatian para penggemar sepak bola. Sebab di ajang inilah kejutan demi kejutan akan munucul.

Seperti Paris Saint-Germain yang dihuni pemain kelas dunia dan tentu saja mahal harus imbang saat menghadapi wakil Belgia, Club Brugge. Di sisi lain, tim debutan Liga Champions asal Moldova berhasil menaklukkan perwakilan Ukraina, Shakhtar Donetsk 2-0. Sementara soal kekalahan Manchester United dari wakil Swiss, Young Boys kita lupakan saja. Toh kekalahan Setan Merah tidak terlalu mengejutkan.

Bacaan Lainnya

Well, karena tiap-tiap pertandingan Liga Champions Eropa selalu dipenuhi kejutan yang tak terduga, maka menontonnya, bagi fans sepak bola menonton pertandingan Liga Champions utamanya saat tim kebanggan bertandingan hukumnya fardhu ain. Namun pernahkah kamu menyadari bahwa pertandingan Liga Champions Eropa selalu dihelat pada malam hari?

Jika di Indonesia kita bisa menonton Liga Champions saat malam sudah sangat gelap, nah di tempat pertandingan yang sesungguhnya memang sama-sama sudah gelap. Hanya saja yang membedakan adalah di Eropa sana matahari baru saja tenggelam. Lalu kenapa sih Liga Champions Eropa selalu digelar di malam hari? Kenapa enggak di sore atau siang harinya saja?

Menghargai Orang-Orang yang Bekerja

Sebetulnya, tidak hanya UCL yang selalu main di malam hari. Hampir semua pertandingan di liga-liga Eropa yang bertanding di tengah pekan pasti memilih digelar di malam hari. Mengapa? Sebab hal ini untuk menghargai para pekerja di Benua Eropa secara khusus.

Sangat jarang bagi masyarakat Eropa yang mau mengambil cuti atau bolos hanya karena untuk menonton UCL. Maka dari itu, ditandingkannya malam hari bertujuan agar diharapkan pada waktu malam hari itulah para pekerja bisa menonton pertandingan UCL sepulang kerja, atau dengan kata lain saat sedang berada di rumah.

Para pekerja juga bisa memilih untuk menonton di stadion. Kalau jadwal bertanding di malam hari kemungkinan kapasitas stadion bakal terpenuhi. Itu juga sangat menguntungkan bagi klub tuan rumah.

Kenyamanan Siaran

Penyelenggara UCL tentu akan menyesuaikan jadwal agar tercipta kenyamana siaran langsung. UCL telah diatur agar tayang di malam hari dan jamnya sudah diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu dini atau terlambat di luar Eropa. Misalnya ketika kick off pada pukul 21:00 CET (Centeral European Time), itu artinya di Sydney adalah pukul 05:00 di hari berikutnya.

Warga yang tinggal di Sydney atau berhimpitan dengan waktu di sana, bisa memilih untuk tidur lebih dulu saat ada pertandingan UCL yang hendak akan ditonton. Lalu kemudian bisa bangun pagi untuk menonton UCL terlebih dahulu sebelum berangkat kerja.

Sementara para penggemar sepak bola Eropa di San Francisco, Amerika Serikat bisa menonton saat jam makan siang. Sebab pada saat di Eropa jam 21.00, di Amerika sudah pukul 12:00 siang di hari berikutnya. Hal itu dilakukan agar pemegang hak siar, entah itu televisi maupun layanan streaming juga mendapatkan keuntungan karena penontonnya banyak. Apalagi kalau pas laga-laga krusial atau Big Match.

Namun lantaran jadwal pertandingan Liga Champions Eropa malam hari, tidak begitu menguntungkan bagi pencinta sepak bola Eropa di Indonesia. Sebab itu artinya masyarakat Indonesia yang hendak menonton UEFA Champions League harus rela begadang.

Terlebih, jadwal UCL yang ditandingkan malam hari di Eropa akan tayang waktu tengah malam atau dini hari di Indonesia, sekitar pukul 23:45 WIB atau 02:00 WIB. Ini sangat merugikan bagi fans-fans AC Milan, Manchester United, sampai Chelsea di Indonesia yang ingin menonton klubnya berlaga. Khawatir esok harinya bakal bangun kesiangan atau tidak fit dalam bekerja.

Akan tetapi, bagi yang betul-betul penggemar sejati, untuk menyiasati hal itu tidak lah serumit nembak gebetan. Mereka sering kali memilih buat tidur lebih awal alias gasik demi bisa bangun tengah malam buat nonton UCL, ya syukur-syukur sekalian tahajud atau meditasi. Setelah pertandingan selesai kemudian dilanjutkan lagi tidurnya. Dengan harapan masih tetap bisa bangun pagi dan nggak telat berangkat kerja.

Sumber referensi: quora.com, givemesport.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *