Kenapa Kita Harus Percaya Timnas Indonesia Bisa Kalahkan China?

spot_img

Laga menghadapi Tiongkok bakal jadi laga yang krusial. Sebab, laga ini bisa jadi penentu apakah nafas Sang Garuda bisa lebih panjang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 atau tidak. Sialnya, China bukan lawan yang sembarangan. Mereka pernah mengalahkan kita di pertemuan pertama. 

China adalah negara dengan sejarah panjang di sepakbola Asia. Tapi ingat, sejarah tidak selalu menentukan masa depan. Sepakbola bukan soal siapa yang lebih kuat, tapi siapa yang hari ini lebih siap. Dan Indonesia asuhan Patrick Kluivert seakan ingin memperlihatkannya. 

Beberapa hari jelang laga, Skuad Garuda tebar aura positif. Itu seakan jadi tanda, bahwa Indonesia sedang berada dalam jalur yang tepat, yakni jalur kemenangan. Lantas, apa tanda-tanda tersebut? Berikut adalah tanda dan sinyal yang bikin kita makin percaya bahwa Indonesia bisa mengalahkan skuad asuhan Branko Ivankovic.

Ranking FIFA Udah Naik Duluan

Aura positif yang pertama adalah soal ranking FIFA. Belum juga ngelawan Timnas China, ranking FIFA Indonesia sudah naik duluan. Menurut laporan Sindonews Sport, Timnas Indonesia naik satu posisi dari peringkat 123 ke 122 dunia dengan total 1.142,92 poin. Kenaikan ini terjadi karena negara di atas Indonesia, Niger mengalami kekalahan dari Oman.

Oman menang dengan skor 4-1 atas Niger yang membuat tim Afrika tersebut mendapat pengurangan 1,67 poin. Niger kini mengoleksi 1.141.57 poin dengan menempati peringkat 123 ranking FIFA, bertukar dengan Indonesia. Perolehan poin Timnas Indonesia bisa terus bertambah untuk mendongkrak posisi ranking FIFA jika memperoleh hasil maksimal melawan China.

Menurut hitung-hitungannya, jika menang atas China di Stadion Gelora Bung Karno nanti, Indonesia akan mendapat tambahan poin sekitar 15,05 poin. Tambahan poin tersebut berpotensi membawa Indonesia ke peringkat 117 dunia dengan total 1.157,97 poin. Poin yang didapat Timnas Indonesia bisa lebih besar jika berhasil mengatasi raja Asia, Jepang lima hari kemudian.

Persiapan Lebih Lama

Sekarang kita akan membahas tentang kondisi tim asuhan Patrick Kluivert saat ini. Menurut Suara, jelang menghadapi China, Timnas Indonesia menjalani persiapan yang lebih panjang dan intensif dibanding biasanya. Timnas memulai pemusatan latihan di Bali United Training Center sejak 26 Mei hingga 31 Mei 2025. Selama hampir sepekan, Patrick Kluivert fokus pada peningkatan taktik, teknik, dan kondisi fisik pemain.

Setelah menyelesaikan TC di Bali, skuad Garuda bertolak ke Jakarta pada 1 Juni 2025. Latihan dilanjutkan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, hingga hari pertandingan. Di Jakarta, fokus latihan adalah mematangkan strategi dan adaptasi dengan kondisi lapangan pertandingan. Itu berarti, total persiapan hampir dua minggu.

Itu lebih lama dari biasanya yang cuma satu minggu atau bahkan beberapa hari saja. Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, mengatakan bahwa persiapan yang lebih panjang ini memberikan dampak positif bagi tim. Menurutnya, waktu yang cukup memungkinkan pemain untuk lebih memahami taktik pelatih dan membangun chemistry antar pemain.

Mood Sedang Bagus

Benar kata Jay Idzes, bahwa waktu kebersamaan yang lebih lama bisa membangun chemistry antar pemain dengan baik. Apalagi, kemarin ada acara rahatan dalam rangka merayakan ulang tahun Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Para pemain dan tim pelatih Timnas Indonesia kompak mengenakan kemeja putih, berjoget, bernyanyi dalam pesta ulang tahun tersebut.

Dalam video yang tersebar di media sosial, sejumlah pemain juga ikut bernyanyi dan joget, seperti Mees Hilgers, Joey Pelupessy, hingga Nadeo Argawinata. Namun, dari beberapa pemain, Hilgers jadi yang paling lincah. Meski mengakui bahwa dirinya tak begitu tahu lagu Gemu Fa Mi Re yang dinyanyikan, Hilgers tetap mantap bergoyang. 

Ini agak berbeda dari kebiasaan Hilgers yang banyak diem, cool, dan cuma bisa cengar-cengir. Di malam itu, para pemain seakan jadi diri sendiri dan melebur dengan staf, pelatih, dan seluruh elemen tim nasional. Acara ini membuat pemain terlihat santai, meningkatkan mood, dan makin semangat jelang laga melawan China pada 5 Juni mendatang.

Angkernya GBK

Salah satu faktor yang bikin kita yakin kalau Indonesia akan membabat habis China adalah karena Skuad Garuda akan bermain di kandang sendiri, yakni Stadion Gelora Bung Karno. Stadion sarat akan sejarah itu bukanlah tempat yang ramah bagi tim tamu. Bahkan, media China pun mengakui itu.

Salah satu media China bernama Titan Sports, kabarnya menggambarkan atmosfer di stadion berkapasitas lebih dari 77.000 penonton itu sebagai “neraka” yang mampu mengintimidasi lawan. “Tekanan dari puluhan ribu suporter tuan rumah begitu masif. Suara bising dan dukungan tak henti-hentinya dari suporter Indonesia bisa memecah konsentrasi pemain mana pun,” tulis Titan Sports.

Lebih lanjut, analisis tersebut menyoroti bagaimana dukungan fanatik suporter Indonesia di GBK seringkali menjadi pemain ke-12 yang sangat efektif. Aura “angker” yang menyelimuti GBK saat Timnas Indonesia bermain penuh seringkali membuat tim lawan kesulitan untuk mengeluarkan permainan terbaik mereka.

Keangkeran GBK bukan cuma takhayul yang dipercayai oleh kalangan masyarakat saja. Keangkeran sudah teruji di beberapa laga. Selama ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia baru kalah sekali di laga kandang. Sisanya, imbang atas Australia, menang atas Bahrain, dan menang dari Arab Saudi.

Komposisi Pemain yang Menarik

Secara komposisi pemain, Indonesia juga banyak mengalami perubahan. Namun, perubahan ini justru disambut positif oleh Patrick Kluivert. Seperti yang sudah banyak diberitakan, Indonesia akan tanpa Maarten Paes, Marselino Ferdinan, Eliano Reijnders, Septian Bagaskara, dan Sandy Walsh saat menjamu China.

Dengan begitu, Coach Patrick memanggil beberapa nama baru yang sebetulnya sih nggak baru-baru banget ya. Seperti kembalinya Yance dan Yakob Sayuri. Serta kembalinya Asnawi Mangkualam. Selain itu, ada si anak hilang, Stefano Lilipaly, satu-satunya wakil Persib Bandung, Beckham Putra. Dan Reza Arya di posisi penjaga gawang.

Dilansir Antara News, Patrick Kluivert kabarnya puas dengan nama-nama baru yang dipanggil untuk dua laga pamungkas kualifikasi Piala Dunia 2026. Tak cuma itu, kehadiran pemain-pemain itu bisa jadi sinyal mengenai tak ada jaminan tempat di tim Garuda, bahkan untuk pemain yang sudah langganan sekalipun.

DNA Juara

Selain komposisi yang kian beragam, skuad Indonesia saat ini sedang kebanjiran DNA juara. Selain ada Beckham Putra yang membawa DNA juara Liga Indonesia secara back to back bersama Persib Bandung, ada Dean James dan Kevin Diks yang juga siap menularkan DNA juara ke teman-teman satu tim.

Kevin Diks baru saja meraih gelar di musim terakhirnya membela FC Copenhagen. Bukan cuma satu, calon pemain Borussia Monchengladbach itu berhasil mengawinkan gelar Liga Denmark dan Piala Denmark di musim 2024/25. Total, tiga trofi Liga Denmark dan dua gelar Piala Denmark sudah diraih Kevin Diks bersama FC Copenhagen sejak 2021.

Di sisi lain, Dean James juga jadi bagian penting dalam kebangkitan Go Ahead Eagles musim ini. Ia mengantarkan klubnya jadi kampiun KNVB Cup. Ini menjadi trofi mayor pertama yang dimenangkan Go Ahead Eagles sejak 1933. Kesuksesan ini juga mengantarkan mereka lolos ke Europa League untuk pertama kalinya dalam sejarah.

China Sedang Dalam Tekanan

Ada juga faktor eksternal yang bisa bikin kita makin yakin kalau tim nasional Indonesia bisa mengalahkan China. Faktor ini datang dari China itu sendiri. Dilansir CNN Indonesia, jelang menghadapi Indonesia, para punggawa Timnas China mengalami stress berlebih. Sebab, di dua laga tersisa, termasuk melawan Indonesia, akan jadi penentu nasib China di Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026.

Posisi juru kunci dengan 6 poin membuat China wajib meraih kemenangan jika ingin bertahan. Kekalahan dari Timnas Indonesia bisa berarti akhir dari mimpi mereka. Kondisi ini menciptakan tekanan mental yang besar bagi para pemain China. Bahkan, federasi sepakbola China sampai mendatangkan psikolog untuk membantu menenangkan skuad The Dragons

Mau lawan Indonesia aja sampe segitunya ya? Masih untung yang jadi laga penentu adalah Indonesia. Gimana kalau Jepang? Bisa-bisa ngompol tuh pemain China.

____

Sumber: Jawa Pos, CNN Indonesia, Tribunnews, Suara

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru