Kenangan Paling Pahit AS Roma Yang Pernah Mereka Alami

spot_img

Dalam sejarah olahraga sepakbola, pertandingan yang berakhir dengan skor besar kerap kali tercipta. Beberapa tim terhebat di dunia pun pernah merasakan bagaimana rasanya dikalahkan dengan skor yang sangat memalukan.

Ambil contoh ketika Paris Saint Germain harus menyerah dari Barcelona dengan skor 6-1 di Camp Nou pada ajang Liga Champions. Lalu Arsenal yang pernah dibantai Manchester United dengan skor 8-2 pada tahun 2011. Dan yang paling mengejutkan, kekalahan Brasil dari Jerman di Piala dunia 2014 dengan skor 7-1.

Selain beberapa tim tersebut, AS Roma juga menjadi salah satu tim yang pernah merasakan kekalahan besar tersebut. Klub yang jadi kebanggaan warga ibukota itu sebenarnya merupakan salah satu kekuatan terbesar di persepakbolaan negeri Pizza.

Tidak berlebihan memang, selain kerap nangkring di klasemen papan atas Serie A, AS Roma juga punya berbagai trofi yang layak dibanggakan.

3 Scudetto, 9 gelar coppa Italia, 2 title piala super Italia,  dan sebiji trofi piala Fairs sudah terpampang rapi di lemari klub berjuluk I Lupi tersebut. Akan tetapi jika dibandingkan dengan klub besar lainnya di Italia, seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, koleksi trofi AS Roma memang kalah jauh dari ketiga tim tersebut.

Scudetto terakhir yang Serigala Roma raih juga terjadi pada musim 2000/01. Sementara, trofi bergengsi terakhir yang mereka rengkuh terjadi pada musim 2007/08, saat Roma menjuarai ajang Copa Italia.

Pada dekade pertama tahun 2000-an, memang bisa dibilang sebagai salah satu masa terbaik AS Roma. Tercatat selama rentang tahun 2000 hingga 2010, AS Roma berhasil mengumpulkan 5 trofi yakni satu Scudetto, dua Coppa Italia, dan dua piala super Italia.

Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap masa yang bisa dibilang terbaik sekalipun, pasti terselip satu momen yang tak pernah bisa terlupakan sepanjang masa.

Ya, tepat di musim 2006/07, musim di mana AS Roma menggondol trofi Coppa Italia, mereka juga mengalami salah satu kekalahan terburuk dalam sejarah berdirinya klub. Saat itu, AS Roma dihajar Manchester United di Old Trafford dengan skor fantastis 7-1.

AS Roma dan Manchester United kala itu bertemu di babak perempat final Liga Champions. Untuk menuju ke fase tersebut, kedua kesebelasan harus menjalani laga babak penyisihan grup terlebih dulu.

Di Babak grup, Manchester united sukses menghuni peringkat pertama dengan mengumpulkan 12 poin. Hasil dari 4 kemenangan plus dua kali kekalahan. Sedangkan AS Roma yang tergabung di Grup D lolos ke babak berikutnya dengan status runner up dibawah Valencia.

Di babak 16 besar, Setan Merah dipertemukan dengan lawan mudah, yakni Lille. Dua kemenangan dalam dua leg sukses mengantarkan Manchester United ke perempat final. Klub yang kala itu ditukangi Sir Alex Ferguson sudah ditunggu AS Roma yang di babak sebelumnya mengandaskan wakil Prancis lainnya, Lyon.

Di pertandingan perempat final, AS Roma berkesempatan menjadi tuan rumah terlebih dahulu. Hasilnya, AS Roma mampu memanfaatkan laga kandang tersebut dengan mengalahkan Manchester United 2-1.

Roma terlebih dulu memimpin lewat Rodrigo Taddei pada menit ke 44. Namun, setelah itu Wayne Rooney menyamakan kedudukan pada menit 60. Mirko Vucinic yang turun dari bangku cadangan akhirnya berhasil membawa kemenangan bagi AS Roma.

Manchester United memang kalah di leg pertama, tetapi mereka punya tabungan satu gol tandang. Artinya, kemenangan dengan skor tipis 1-0 di Old Trafford sudah cukup membuat mereka melaju ke fase semifinal.

Pertandingan yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba tepat pada 10 april 2007. Roma datang ke Inggris dengan percaya diri karena kemenangan 2-1 pada laga sebelumnya. Pangeran sekaligus kapten AS Roma, Francesco Totti sempat mengatakan bahwa laga ini lebih penting daripada final piala dunia.

“Sebagai pendukung Roma, pertandingan ini lebih penting bagi saya daripada final Piala Dunia di tahun sebelumnya” Ucap Totti (Dikutip Planet Football).

Saat pertandingan berlangsung, tim tuan rumah tak dapat menurunkan Paul Scholes yang terkena kartu merah dilaga sebelumnya. Absennya Scholes memaksa Ferguson menurunkan Darren Fletcher berduet dengan Michael Carrick di lini tengah setan merah.

Untuk mendobrak pertahanan AS Roma, MU menurunkan Alan Smith dan Wayne Rooney sebagai striker, kedua pemain mendapat sokongan oleh Ryan Giggs dan Cristiano Ronaldo dari lini kedua.

Sementara di kubu I Giallorossi, pelatih Luciano Spalletti masih mempertahankan skuad terbaiknya, dengan mengandalkan nama-nama seperti Cristiano Doni, Christian Chivu, Daniel De Rossi, Claudio Pizarro dan Francesco Totti.

Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Lubos Michel asal Slovakia tersebut, tim Setan Merah langsung ambil inisiatif serangan. Manchester United tahu bahwa mereka harus mencetak gol cepat untuk setidaknya meruntuhkan mental AS Roma.

Dan benar saja, hanya butuh 11 menit bagi Setan Merah untuk mendapatkan gol itu, Michael Carrick melepaskan tendangan dari jarak jauh yang membuat kiper Roma, Doni hanya terpana.

Beberapa menit kemudian, Manchester United menambah keunggulan.  Bahkan, sebelum menit ke-20 MU sudah unggul 3-0 lewat tambahan gol dari Alan Smith dan Wayne Rooney.

Alih-alih menyerang untuk mengejar ketertinggalan, pertahanan Serigala Roma malah diobrak-abrik Setan Merah. Cristiano Ronaldo menambah keunggulan timnya menjadi 4-0 pada penghujung babak pertama. Sontak saja hal itu membuat penghuni peringkat kedua Serie A musim itu benar-benar terguncang. Gol itu sendiri menjadi yang pertama bagi Ronaldo di Liga Champions.

Setelah jeda istirahat, Ronaldo kemudian menambah satu gol di awal babak kedua. Tidak ingin kalah dari peraih 5 gelar Ballon D’or tersebut, pada menit ke-60 Michael Carrick menyarangkan gol keduanya yang sangat indah.

Dalam laga yang disaksikan 75 ribu penonton di Theatre of Dreams tersebut, AS Roma baru bisa pecah telur ketika sang gelandang Daniele De Rossi menjebol gawang Edwin van der Sar lewat sontekan cantik di menit ke-69.

Namun, Manchester United belum merasa cukup. Pesta gol anak asuh Ferguson malam itu dipungkasi oleh Patrice Evra lewat sepakan mendatar yang gagal dijangkau Doni.

Hasil itu membawa Manchester United lolos ke semifinal Liga Champions berkat keunggulan agregat 8-3 atas AS Roma. Skor besar MU tersebut menjadi kemenangan terbesar di perempat final Liga Champions sejak Real Madrid mengalahkan Sevilla 8-0 pada 1957/58. Sebaliknya, hasil itu menjadi kekalahan terparah yang pernah dialami oleh AS Roma.

Belum lama ini, Pelatih legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson membuat pengakuan bahwa kemenangan telak atas AS Roma di Liga Champions itu adalah laga terbaiknya di kancah eropa.

“Tanpa ragu, kemenangan 7-1 atas AS Roma di Old Trafford di perempat final Liga Champions 2006/07 adalah yang terbaik. Itu adalah rekor skor untuk perempat final (Liga Champions)” Ujar Ferguson.

Meski meraih kemenangan luar biasa atas AS Roma di laga perempat final, Manchester United tak bisa melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Sebab, mereka harus mengakui keunggulan wakil Italia lainnya AC Milan di babak semifinal. Di babak empat besar, tim setan merah kalah agregat 3-5 dari AC Milan, yang di musim tersebut sukses keluar sebagai sang pemenang.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru