Kejadian Langka! Saat Jepang Lolos Fase Grup Piala Dunia Berkat Kartu Kuning

  • Whatsapp

Tim nasional Jepang menjadi salah satu kekuatan terbesar sepakbola Asia. Tercatat, tim dengan kebesaran warna biru ini telah empat kali menjuarai Piala Asia. Selain itu, sejak 1998, Jepang juga tak pernah absen dalam setiap gelaran piala dunia. Dari enam kali tampil di putaran final piala dunia, tiga kali Jepang berhasil lolos dari fase grup. 

Pertama terjadi pada 2002 saat mereka berstatus tuan rumah. Kedua, pada 2010 di Afrika Selatan, dan ketiga terjadi pada 2018 di Rusia. Tidak seperti saat di piala dunia 2002 dan 2010, di mana kelolosan Jepang dari fase grup ditentukan lewat perhitungan poin, pada 2018, tim samurai biru lolos dari fase grup berkat kartu kuning. Ya, kartu kuning kala itu menjadi penyelamat tim asuhan Akira Nishino. 

Timnas Jepang sendiri tampil di piala dunia 2018 dengan berada di grup H bersama Polandia, Kolombia dan Senegal. Di atas kertas, ketiga tim tersebut memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda. Jepang membuka turnamen dengan berhasil mengalahkan Kolombia dengan skor 2-1, lalu di pertandingan kedua mereka bermain imbang dua sama melawan Senegal. 

Di laga terakhir grup, Jepang menelan kekalahan dari Polandia dengan skor tipis 1-0.

Akan tetapi, meskipun kalah, Jepang berhak lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up dengan nilai 4 poin. Mereka mendampingi Kolombia yang di laga terakhir menang atas Senegal.

Padahal, jika dilihat dalam klasemen akhir grup H, Jepang mengoleksi poin dan selisih gol sama persis dengan Senegal, yang berada di urutan ketiga. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dengan selisih gol yang sama persis pula, memasukkan empat sekaligus kebobolan empat.

Lantas, mengapa Samurai Biru bisa lolos fase grup?

Ternyata alasan mengapa saat itu Jepang berhak lolos, disebabkan oleh koleksi kartu kuning tim Samurai Biru lebih sedikit dari Senegal. Selama tiga pertandingan fase grup, Jepang memang hanya mendapatkan empat kartu kuning. Masing-masing satu dari laga melawan Kolombia dan Polandia, sedangkan sisanya dari pertandingan saat melawan Senegal. 

Adapun Senegal memperoleh enam kartu kuning. Dua kartu kuning didapat saat bertemu Polandia, tiga kartu kuning saat melawan Jepang, dan sisanya saat bertemu Kolombia.

Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh FIFA, jika jumlah poin, selisih gol, jumlah gol memasukkan, dan duel head to head antara dua tim atau lebih dalam keadaan berimbang, maka untuk menentukan siapa yang berhak lolos fase grup ditentukan dengan menggunakan aturan fair play.

Dalam hal ini, nilai kartu kuning adalah -1, lalu untuk kartu kuning kedua -3, dan kartu merah -4. Namun, jika mendapat kartu kuning dan merah sekaligus nilainya adalah -5.

Di sinilah tim negeri matahari terbit mengungguli Senegal, yang mereka imbangi 2-2 saat bertemu langsung di laga kedua grup.

Kejadian langka itu pun menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah perhelatan piala dunia, saat ketidaklolosan sebuah tim ditentukan oleh catatan fair play. 

Jepang sendiri memang bermain cukup baik dalam fase grup itu. Mereka bermain ‘bersih’ ketimbang wakil asal Afrika tersebut. Statistik mencatat Jepang hanya membuat 28 pelanggaran dalam tiga partai grup,  paling sedikit di antara seluruh kontestan Piala Dunia 2018 yang telah menuntaskan babak penyisihan waktu itu.

Jepang menjadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar. Sayangnya, di babak 16 besar, Jepang gagal membendung perlawanan tim kuat Belgia setelah secara dramatis takluk dengan skor 3-2. Perjalanan mereka di Rusia 2018 pun terhenti saat itu juga.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *