Mengulas Jesus Navas, Yang Namanya Diabadikan Menjadi Stadion Akademi Sevilla

  • Whatsapp
Mengulas Jesus Navas, Yang Namanya Diabadikan Menjadi Stadion Akademi Sevilla
Mengulas Jesus Navas, Yang Namanya Diabadikan Menjadi Stadion Akademi Sevilla

Banyak cara dilakukan sebuah klub untuk menghormati salah satu pemain yang dinilai sangat berjasa. Seperti halnya Sporting Lisbon yang mengganti nama akademi mereka menjadi akademi Cristiano Ronaldo, atau Ajax Amsterdam, yang menamai stadion mereka dengan Johan Cruyff Arena. Nama tersebut digunakan tentu saja sebagai bentuk penghormatan untuk salah pemain terbaik yang pernah mereka miliki.

Selain Sporting dan Ajax, Sevilla juga menerapkan hal yang sama. Klub asal Spanyol itu memberi nama stadion akademi dengan mengambil nama salah satu pemain lulusan terbaik akademi mereka. Akademi Sevilla sendiri merupakan salah satu yang terbaik di Spanyol. Dikenal sebagai Sevilla Atletico, akademi itu menghasilkan banyak pemain hebat Spanyol maupun luar Negeri Matador.

Bacaan Lainnya

Salva Balesta, Carlos Marchena, Sergio Rico, Alberto Moreno, Jesus Navas, Antonio Puerta, Sergio Ramos, Jose Antonio Reyes, Diego Capel, hingga Luis Alberto adalah beberapa produk lokal Spanyol lulusan Sevilla. Mayoritas sempat mencicipi bermain untuk tim nasional Spanyol.

Sementara Diego Perotti dan Federico Fazio (Argentina), Laureano Bisan-Etame Mayer (Kamerun), hingga Teemu Pukki (Finlandia) adalah beberapa nama internasional yang lulus dari akademi Sevilla. Mereka adalah pemain yang bersinar bersama negara masing-masing.

Dari nama-nama tersebut ada satu pemain yang dianggap sebagai produk terbaik akademi Sevilla. Di adalah Jesus Navas. Bagi klub berjuluk Los Nervionenses, Navas dianggap lulusan akademi yang spesial. Navas adalah orang yang paling sering merumput bersama Sevilla dengan 522 laga semua ajang. Dari total penampilannya bersama Sevilla, Navas menyumbang 39 gol.

Selama karirnya, Navas menghabiskan semua waktunya di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, kecuali 4 musim di Liga Inggris bersama Manchester City. Dalam segi prestasi, Navas telah menyumbangkan 6 trofi untuk klub Andalusia tersebut, termasuk yang terakhir adalah gelar Liga Eropa musim 2019/20.

Namun, yang membuat manajemen bangga adalah status Navas sebagai lulusan Sevilla yang mampu menjuarai Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2010 bersama timnas Spanyol.

Meski Sergio Ramos juga memenangkan ajang yang sama plus piala eropa 2008, Sevilla tetap menilai Navas yang terbaik. Sebab, Ramos hanya menghabiskan satu musim di Sevilla B dan tiga musim di tim utama Sevilla. Dia lebih dikenal sebagai pemain, kapten, dan maskot Real Madrid.

Kebanggaan manajemen Sevilla terhadap Navas ditunjukkan dengan nama Stadion di akademi dan markas latihan klub di Ciudad Deportiva Jose Ramon Cisneros Palacios. Ada sebuah stadion mini yang biasa digunakan Sevilla B dan tim junior lain untuk bertanding yang dibanggun pada 1987. Sebelum 17 Oktober 2018, stadion itu dikenal sebagai Viejo Nervion. Kini, tempat itu bernama Estadio Jesus Navas.

Menurut presiden Sevilla, Jose Castro Carmona, penamaan stadion itu diputuskan Dewan Direksi Sevilla dengan suara bulat dengan alasan Navas adalah pemain terbaik dalam sejarah klub. “Kami menyadari bahwa nama yang tepat untuk stadion ini adalah Estadio Jesus Navas,”.

 

Sumber : SEVILLA FC, LIBERO.ID

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *