Kecam MU, Dean Henderson Merasa Dikhianati

spot_img

Pepatah “Hasil tidak akan mengkhianati usaha” sama sekali tidak pas dengan dadu nasib Dean Henderson di Manchester United. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Sepenuhnya ia curahkan untuk Manchester United. Namun, yang terjadi Setan Merah justru mengkhianatinya.

Iming-iming menjadi kiper utama menggantikan De Gea bikin Dean Henderson semangat. Musim demi musim ia jalani di Manchester United. Namun, MU justru mengecewakannya. Alih-alih memberikan posisi penjaga gawang utama, MU justru melepas Henderson ke Nottingham Forest.

Pemain 25 tahun itu pun tak terima. Kendati ia sudah menandatangani kontrak pinjaman dengan Nottingham Forest, tapi bara kebenciannya terhadap United masih berkobar. Ia menaruh kecewa pada Setan Merah.

Ole Memberi Harapan

Sebelum hal mengecewakan itu terjadi, Henderson kembali ke skuad Setan Merah pada musim 2020/21. Ketika itu, ia pulang dari masa peminjaman di Sheffield United. Henderson kembali ke Manchester United dengan keyakinan, bahwa ia akan menjadi penjaga gawang nomor satu.

Keyakinan itu bukan sekadar omong kosong Henderson. Karena pihak Manchester United menjanjikan itu padanya. Berbicara dengan TalkSPORT, Dean Henderson mengatakan, pihak Manchester United telah meyakinkan dirinya, bahwa dia akan menjadi penjaga gawang nomor satu.

Apalagi ketika masih dilatih Ole Gunnar Solskjaer, Henderson bermain setidaknya 13 pertandingan Manchester United di Premier League musim 2020/21. Ole membuat Henderson sebagai salah satu alternatif yang tepat. Pria Inggris itu tampil gagah di bawah mistar.

Dean Henderson selalu berteriak ke empat bek Manchester United, memberikan instruksi pada rekan-rekannya. Dan itulah kualitas yang dibutuhkan seorang kiper. Selain tentu saja menguasai area kotak penalti. Henderson juga tidak gagap ketika Manchester United menerapkan jebakan offside.

Karena kesempatan yang diberikan, Henderson yakin bakal menjadi pilihan utama Manchester United. Akan tetapi, yang terjadi justru tidak seperti itu. Ia yang berharap akan turun di final Europa League saat menghadapi Villarreal ternyata tidak diturunkan.

Ole Gunnar Solskjaer lebih memilih De Gea untuk terbang ke Gdansk, Polandia. Kelak kita semua tahu saat mendapat kesempatan, tendangan De Gea diselamatkan kiper Villarreal, Geronimo Rulli dan membuat MU gagal meraih trofi.

Dari laporan The Athletic, ketika itu rekor penyelamatan penalti Dean Henderson lebih baik daripada De Gea. Semua orang pun berpikir, kenapa waktu itu tidak memakai Henderson saja? Toh, pada waktu itu Henderson sangat fit. Bahkan terdaftar dalam skuad Gareth Southgate untuk EURO.

Berjuang Keras

Henderson sempat duduk di bangku cadangan ketika Timnas Inggris menghadapi Kroasia di fase grup EURO 2020. Namun, pada 15 Juni 2021, Asosiasi Sepakbola Inggris mengumumkan Dean Henderson mengalami masalah pinggul, yang membuatnya tidak bisa meneruskan EURO.

Ia pun kembali ke Manchester United untuk mendapat perawatan. Posisinya di Timnas Inggris digantikan Aaron Ramsdale. Ramsdale akan jadi pelapis Jordan Pickford dan Sam Johnstone. Cedera membuat Henderson harus berjuang lebih keras lagi.

Akan tetapi, jalan Henderson memang sangat terjal. Ia beberapa kali melewatkan latihan intensif bersama Manchester United. Peluangnya menjadi kiper utama pun makin tertutup ketika David De Gea kembali dari tugasnya di Timnas Spanyol.

De Gea tampil gemilang di musim 2021/22. Selain itu, De Gea menjadi sosok penting di balik kemenangan leg pertama Piala Carabao melawan West Ham pada September 2021. MU ketika itu menang 2-1, dan De Gea berhasil menepis penalti Mark Noble.

Seminggu berselang, karena sudah unggul, Ole mencoba menurunkan Henderson. Namun, Henderson justru seperti kehilangan kekuatannya. Manchester United takluk 1-0 atas West Ham.

Ole kembali percaya pada Henderson di Piala FA, tetapi ia menelan kekalahan adu penalti melawan Middlesbrough. Hal itu membuat kita berpikir bahwa tidak ada jaminan jika Henderson turun pada final Europa League, ia akan menyelamatkan United.

Tak Terpakai Rangnick

Sebab itulah, Ole Gunnar Solskjaer masih memilih De Gea sebagai kiper nomor satu. Namun, masa bakti Ole tidak penuh di musim 2021/22. Performa yang empot-empotan, membuat Manchester United harus mendepak sang allenatore.

Ole pun berpamitan dengan skuad MU, dan Ralf Rangnick masuk sebagai manajer ad interim. Namun, pergantian juru taktik tak membuat nasib Henderson membaik. Tidak ada alasan bagi Rangnick untuk menyingkirkan David De Gea. Penjaga gawang yang sudah sering jadi cadangan di Spanyol itu, justru masih jadi pilihan utama Rangnick.

Keadaan itu membuat Henderson frustrasi. Lebih-lebih bapak gegenpressing itu tidak meliriknya sama sekali. Ketika klub lain memakai penjaga gawang cadangan untuk pertandingan-pertandingan sepele di Piala FA, Rangnick justru tidak.

Dilaporkan Mirror, Rangnick justru tetap menggunakan David De Gea di kompetisi seperti Piala FA. Kenyataan pahit itu, tentu saja, membuat Henderson naik pitam. Ia bahkan mangkir dari latihan menjelang laga Piala FA kontra Aston Villa.

Henderson memilih mangkir karena bukan ia yang akan diturunkan, melainkan De Gea. Itulah yang bikin frustrasi. Apalagi Henderson ingin tampil reguler di Premier League untuk bisa masuk lagi skuad Inggris di Piala Dunia.

Keinginan itu tidak satu lintasan dengan visi Rangnick. Maka dari itu, Henderson meminta angkat kaki dari Old Trafford. Namun, Rangnick justru melarangnya. Rangnick tak ingin kehilangan pilihan ketika De Gea cedera, atau sedang tidak dalam performa terbaik.

Sungguh malang nasib Henderson. Saat pemain lain tampil melawak, di skuad Rangnick, De Gea lah salah satu yang bersinar. Maka, pilihan untuk menggeser De Gea dari posisi kiper utama adalah pilihan yang konyol.

Henderson bertambah frustrasi. Legenda MU, Paul Scholes mengerti apa yang dirasakan Henderson. Sumber dari saluran Youtube Webby & O’Neill, yang juga dikutip Mirror menyebut, Scholes pernah mengatakan lingkungan di MU beracun. Manajer menjanjikan Henderson pilihan pertama saat melawan Aston Villa di Piala FA, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Henderson: MU Melakukan Tindakan “Kriminal”

Karena merasa dikhianati, kemarahan Henderson meluap. Dilaporkan Daily Mail, Dean Henderson bahkan mengecam perlakuan Manchester United terhadap dirinya. Tak hanya itu, sampai-sampai Henderson mengatakan bahwa MU telah melakukan tindakan “kriminal” dengan janji-janji palsu.

Ia pun memaksa MU untuk segera menendangnya saja, kalau memang tidak dibutuhkan. Henderson tidak mau menaruh harapan lagi, walau kendali Manchester United sudah beralih ke Erik ten Hag. Laporan Daily Mail tadi menyebut, bahkan Henderson tidak mau berbicara dan berlatih bersama Erik ten Hag.

Henderson sudah kepalang frustrasi dengan Manchester United. Janji manis yang dilontarkan itu ternyata pepesan kosong. Henderson sudah berusaha semaksimal mungkin. Ia bahkan sampai menolak tawaran pinjaman dari klub-klub potensial musim 2021/22 demi Manchester United.

Namun, MU justru membuat 18 bulan Dean Henderson penuh dengan kemalangan. Oleh karena itu, pindah ke Forest adalah solusi untuk bermain reguler. Akan tetapi, sepertinya penderitaan Henderson belum berakhir.

Nottingham Forest tidak sanggup memenuhi opsi pembelian di akhir musim. Itu artinya, ketika musim ini tuntas, Henderson mesti kembali ke Manchester United. Sementara, David De Gea akan tetap jadi pilihan utama, dan United masih memiliki Tom Heaton yang bisa jadi pelapis.

Sumber: DailyMail, Mirror, TheAthletic, Sportsmole, TalkSport

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru