Setelah mengakuisisi Manchester United, Sir Jim Ratcliffe tak mau membuang waktu untuk berbenah. Ia merevolusi hampir keseluruhan tim. Mulai dari urusan di dalam lapangan, staf di balik layar, hingga rencana membangun stadion baru yang konon, berkapasitas 100 ribu penonton.
Namun, di balik rencana pembangunan ulang Manchester United, kebusukan Sir Jim Ratcliffe terungkap. Di balik gemerlap kedatangan pemain yang terkesan sat-set, Ratcliffe ternyata berambisi menjadikan Manchester United kendaraan bisnis dan politiknya.
Selain mengeruk uangnya seperti yang dilakukan Keluarga Glazer, Ratcliffe juga memanfaatkan Manchester United untuk memperbesar pengaruhnya di Inggris. Seberapa busuk rencana Ratcliffe itu? Mari kita membedahnya.
Daftar Isi
Mengubah Peran di Balik Layar
Sir Jim Ratcliffe menuju Manchester United. Ia berhasil membujuk Glazer yang kepalanya lebih keras dari batok kelapa itu, untuk menjual sebagian kecil saham Manchester United padanya. Kendati kecil, Ratcliffe diberikan keleluasaan untuk mengurusi bidang sepak bola.
Para penggemar Manchester United, dari Stockport hingga Purwokerto menyambut Ratcliffe bak dewa yang akan menyelamatkan klub. Ia dianggap lebih tahu sepak bola ketimbang Glazer. Lagi pula salah satu orang terkaya di Inggris ini mengaku fans berat The Reds Devil.
Sir Dave Brailsford and Sir Jim Ratcliffe already at Old Trafford ahead of Man Utd v Arsenal 👔🔴 pic.twitter.com/c9Yu1cRISf
— Sky Sports News (@SkySportsNews) May 12, 2024
Seperti presiden yang baru terpilih, ia langsung bekerja. Ratcliffe melihat fasilitas yang dipunya United begitu usang. Kebocoran atap saat menghadapi Arsenal menjadi buktinya. “Ganti, bangun ulang,” begitu titah Ratcliffe. Selain meminta Old Trafford dibangun ulang, Ratcliffe juga cawe-cawe di bagian staf.
Omar Berrada, yang konon otaknya Manchester City direkrut. Terkesan mengagumkan merekrut Berrada. Meski sebetulnya semua orang tahu, otaknya City bukan Berrada, melainkan Txiki Begiristain, Ferran Soriano, dan tentu saja Josep Guardiola. Kepala perekrutan Newcastle United, Dan Ashworth yang terkenal jitu mengendus bakat juga diboyong, dijadikan direktur olahraga.
🚨Manchester United Welcomes New Coaching Staff
Manchester United has welcomed new coaching staff members to assist Erik ten Hag. Ruud van Nistelrooy and René Hake have joined on two-year contracts.#ManchesterUnited pic.twitter.com/RR0SbzNbqo
— Thetable_online (@Thetable_onlin) July 11, 2024
Staf kepelatihan juga banyak yang berubah. Mitchel van der Gaag yang lama menemani Ten Hag, pergi untuk mencari kursi pelatih kepala. Benni McCarthy juga angkat kaki. Posisi asisten Ten Hag digantikan oleh Rene Hake dan Ruud van Nistelrooy. Entah bujuk rayu seperti apa yang bikin van Nistelrooy mau turun dari pelatih kepala menjadi asisten.
Darren Fletcher bertahan, namun ia ditarik ke staf kepelatihan menjadi pelatih teknik. Posisi direktur teknik digantikan Jason Wilcox yang pernah bekerja di Southampton. Kepala perekrutan? MU memilih Christopher Vivell. Soal reputasinya, tak perlu dijelaskan lagi.
Gesit Mendapat Pemain
Setelah merombak staf kepelatihan dan balik layar, Ratcliffe menjadikan Setan Merah salah satu tim tersibuk di bursa transfer. MU tak lagi klemar-klemer dan kurang tegas dalam membeli pemain. Ada yang berbakat, langsung disikat. Lihat saja, United sukses memenangkan perebutan Leny Yoro dari Real Madrid.
🇫🇷🗣️ Leny Yoro: “Manchester United is the biggest club in the world. For me, it was a dream to play for this club!”. pic.twitter.com/HZiS4aIHcf
— CentreGoals. (@centregoals) July 22, 2024
Mengalahkan Real Madrid di bursa transfer, bisalah dibanggakan. Kalau menangnya di pertandingan, kan sulit, ya nggak? MU juga berhasil merebut Joshua Zirkzee dari sergapan tim raksasa seperti AC Milan. Menariknya, Manchester United kini menerapkan strategi yang berbeda.
Demi mendapatkan Joshua Zirkzee, misalnya. MU tidak membayar kontan biaya transfer, melainkan dicicil. Ini sebetulnya bukan hal baru. Tim doyan ngutang seperti Barcelona sering memakai cara ini. Chelsea juga sudah melakukannya musim lalu. Namun, bagi Setan Merah, membeli pemain mahal dengan cara mengangsur adalah gaya baru.
Tidak hanya membeli dan mengincar pemain. Manchester United juga mendapatkan uang dari penjualan para pemainnya. Setidaknya, MU berhasil menguangkan Mason Greenwood, Alvaro Carreras, Willy Kambwala, dan Donny van de Beek. MU juga menyingkirkan pemain-pemain seperti Omari Forson, Anthony Martial, dan Raphael Varane.
🚨 OFFICIAL:
Donny van de Beek has completed a permanent move to Girona. #mufc pic.twitter.com/CPImrxWFsS
— UtdXclusive (@UtdXclusive) July 11, 2024
Mem-PHK 250 Karyawan
Melihat pergerakan United di bursa transfer berikut strateginya, juga perubahan di balik layar, keyakinan tim akan maju di tangan Ratcliffe berkecambah. Ratcliffe seolah-seolah memiliki tangan midas. Padahal Manchester United belum terbukti ganas. Dan padahal yang kedua, tangan Ratcliffe adalah tangan besi, bukan tangan midas.
Banyak karyawan Manchester United di-PHK, atau akan di-PHK. Kabar ini mencuat sebelum Manchester United menjalani tur pra-musim di Amerika Serikat. Sejumlah 125 staf, termasuk pemain Manchester United dibawa ke Paman Sam. Namun, ratusan lainnya, yang jumlahnya diperkirakan bakal mencapai 250 karyawan, terancam kehilangan pekerjaannya.
🚨 Around 250 jobs at Manchester United are likely to be at risk as part of Sir Jim Ratcliffe’s plans to streamline operations at the club. [@TelegraphDucker] #MUFC pic.twitter.com/IgPPq54acn
— United Update (@UnitedsUpdate) February 19, 2024
PHK akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Pihak klub menilai, ini perlu karena untuk efisiensi. Dari sudut pandang pebisnis seperti Ratcliffe, kebanyakan karyawan akan membuat ongkos membengkak.
Tapi mem-PHK ratusan karyawan sekaligus, yang mereka sudah membantu Manchester United bertahun-tahun, memperlihatkan betapa owner yang satu ini tak tahu diuntung. Dia kira cari kerjaan di Manchester itu mudah apa? Jonny Evans bahkan sedih mendengar kabar ini. Bek senior tersebut menyayangkan PHK massal yang seenak perut.
Kesempatan Meraup Uang Publik dan Memperbesar Pengaruh
Ihwal rencana membangun ulang Old Trafford terkesan hebat. Namun, untuk mewujudkan rencananya itu, Ratcliffe ingin pendanaannya bukan berasal darinya, tapi dari publik. Merujuk laporan Barney Ronay di The Guardian, Ratcliffe akan memanfaatkan kesempatannya sebagai pemilik baru Manchester United untuk memperbesar pengaruhnya di Inggris.
Itu demi rencananya mengusulkan pembangunan “Wembley di Utara.” Maksudnya, Ratcliffe akan membangun stadion yang semegah Wembley di Utara Inggris. Stadion itu direncanakan akan dibangun di sebidang tanah yang baru saja dibelinya. Namun, sekali lagi, dananya berasal dari dana publik.
Sir Jim Ratcliffe and Manchester United are set to construct the new “Wembley of the North” 🏟️#MUFC‘s upcoming £2 billion stadium will be the largest in Europe, boasting a seating capacity exceeding 100,000. pic.twitter.com/Btahj2Bwap
— Fondre (@UTDFondre) March 22, 2024
Apabila stadion itu dibangun dari uang publik, itu akan menguntungkan Ratcliffe maupun Glazer. Karena kelak stadion itu juga akan memperbesar nilai aset yang dimiliki oleh kedua pemilik MU tersebut. Lho, memangnya semudah itu memakai uang publik?
Ratcliffe adalah orang yang bisa mempengaruhi kepala Tony Blair dan David Cameron demi urusan pribadinya. Blair mantan perdana menteri, sedangkan Cameron sekarang menjabat anggota dewan Britania Raya. Ratcliffe juga seolah bisa menjadi orang kepercayaan Keir Starmer, perdana menteri Britania Raya terpilih.
🚨🥇| Sir Jim Ratcliffe has met with Labour leader Keir Starmer to discuss Manchester United’s plans for a potential new stadium and regeneration of the wider Trafford Park area. #MUFC [@TelegraphDucker] pic.twitter.com/o205TjbnEH
— UtdPaper (@UtdPaper_) May 12, 2024
Pernah Mengakali Pajak Inggris
Starmer sendiri sebelumnya adalah kandidat yang memang didukung Ratcliffe. Keduanya sama-sama mendukung ide pemisahan Inggris Raya dari Uni Eropa alias Brexit. Starmer dan Ratcliffe juga sosok altruistik dan sering mengkampanyekan nilai-nilai primordialisme. Klop sudah.
Ratcliffe memang mendorong Inggris Raya berpisah dari Eropa. Namun, pasca Brexit, Ratcliffe malah minggat ke Monako. Mengutip The Guardian, pada 2020 lalu, ia memutuskan berdomisili di Monako demi menghindari pajak Inggris. Lumayan, Ratcliffe bisa menghemat uang pajak sekitar 440 ribu hingga 4 miliar poundsterling (Rp9,2 miliar-Rp83,7 triliun).
Selain itu, Ratcliffe juga memilih tidak mendanai perawatan kesehatan dan infrastruktur di negara ini. Dengan kata lain, ia yang berkampanye Brexit, ia pula yang tak mau membantu negaranya. Yang lucu, Ratcliffe malah meminta dana publik untuk proyek Old Trafford baru. Hal itu justru makin memperlihatkan betapa kecil nilai investasinya.
Sit Jim Radcliffe.
In Sept 2020, Ratcliffe officially changed his tax residence from Hampshire to Monaco, a move that is estimated will save him £4 billion in tax ❌
Feb 2024 purchased shares in Manchester United ❌
Today, he wants the UK tax payer to pay for Manchester… pic.twitter.com/iV5pP6MAmu
— Lea (@Lea_EFC) May 13, 2024
INEOS Perusak Lingkungan
Belum selesai. Kebusukan Ratcliffe masih ada lagi. Tahu dong kalau dia adalah pemilik INEOS? Nah, perusahaan kimia multinasional milik Ratcliffe ini ternyata sumber penyakit di London. The Athletic mengurai betapa perusahaan yang dananya turut mengalir ke MU ini merupakan salah satu perusak lingkungan.
INEOS adalah konsumen utama bahan bakar fosil yang merupakan penghasil gas rumah kaca atau karbon dioksida. Perusahaan ini juga kerap menimbulkan masalah. Masih dari The Athletic, tahun 2008, lembaga swadaya masyarakat Food and Water Watch dan Food and Water Action Europe menyebut bahwa kebakaran fasilitas INEOS di Cologne menimbulkan gas beracun yang mengakibatkan pekerja harus dirawat di rumah sakit.
21.11.22 – Cut The Ties multiple actions this morning in #London.
First pics in from protests outside BAE, BEIS, BP, EACOP, Eversheds, IEA, INEOS, JP Morgan, Ontario & Schlumberger. #protest #climate pic.twitter.com/twHK4huIN0
— Cityintel (@Cityintel1) November 21, 2022
Kebakaran itu juga merusak lautan dengan menyumbang butiran plastik. Di Skotlandia, pabrik INEOS menghasilkan 3,2 juta ton karbon dioksida pada tahun 2019, menjadikan perusahaan tersebut penyumbang emisi terbesar di Skotlandia.
Ratcliffe juga pendukung metode fracking atau ekstraksi minyak dan gas dari batuan serpih melalui penyuntikkan cairan, pasir, dan bahan kimia dengan tekanan tinggi. INEOS memiliki lisensi untuk mengeksplorasi gas serpih di lebih dari satu juta hektar lahan di Inggris. Metode fracking ini kontroversial.
Metode ini pernah dilakukan di Blackpool oleh perusahaan Cuadrilla, namun terpaksa berhenti karena memicu gempa bumi. Fracking juga memakai volume air yang berlebihan dan sebetulnya dilarang di Inggris. INEOS pernah dan terus didemo soal ini. Namun, si Ratcliffe hanya bergeming. Pabriknya tetap jalan, meski dampak kerusakan lingkungannya, sulit dihentikan.
https://youtu.be/OCT9x44RjBw
Sumber: Sigma, TheGuardian, TheAthletic, Mirror


