Kartu Merah & Tindakan Bodoh Beckham Yang Membuat Dirinya Dibenci Seluruh Rakyat Inggris.

spot_img

Bukan Piala Dunia namanya kalau tidak memberikan kenangan. Ajang empat tahunan itu akan selalu dinantikan publik sepak bola. Selain tidak digelar tiap tahun, gelaran Piala Dunia pasti menjamin momen-momen seru nan menghibur. Oleh karena itu, wajar bila memenangkan trofi paling prestisius ini menjadi sebuah kebanggaan besar.

Dalam sejarahnya, Piala Dunia 1998 di Prancis boleh dibilang sebagai salah satu yang paling dramatis. Banyak momen tertentu yang layak diperbincangkan.

Yang pertama tentu keberhasilan Perancis memanfaatkan banyak keuntungan sebagai tuan rumah untuk menjadi juara dunia. Di final, tim Ayam Jantan asuhan Aime Jaquest, dengan bintang Zinedine Zidane, menghempaskan juara bertahan, Brasil, 3-0, tanpa perlawanan yang berarti. Ini merupakan antiklimas Brasil di final karena pemain utamanya, Ronaldo, terkena penyakit misterius, yang juga belum terungkap hingga sekarang.

Lalu, yang tak boleh dilupakan adalah momen perseteruan David Beckham versus Diego Simeone. Insiden tersebut terjadi pada pertandingan Argentina melawan Inggris di babak 16 besar. Jika boleh sedikit berlebihan, pertandingan itu merupakan salah satu yang paling seru, paling ketat, paling panas, dan paling dibicarakan hingga kini.

Seperti diketahui, pertandingan Inggris vs Argentina juga banyak menyimpan cerita. Rivalitas keduanya selalu menarik untuk dibahas, dan bahkan pemain sekaliber Maradona pernah mengakui bahwa melawan Inggris pada Piala Dunia 1986 merupakan “pertempuran” paling historis dalam kariernya.

Saat itu, Beckham benar-benar menjadi pecundang. Media Inggris banyak memberitakannya, bahkan saat ia kembali bermain untuk Manchester United.

Di partai tersebut, saat laga baru berjalan enam menit, Argentina berhasil membuka keunggulan berkat gol penalti Gabriel Omar Batistuta. Berupaya mengejar ketertinggalan, Inggris menyamakan kedudukan di menit 10 lewat cara yang sama. Alan Shearer berhasil melakukan tugasnya sebagai algojo tendangan penalti.

Kemudian, Inggris berhasil menyamakan kedudukan lewat pemain yang mereka anggap sebagai bocah ajaib, Michael Owen. Gol solo run Owen mengantarkan Inggris berbaik unggul. Akan tetapi, Argentina tak tinggal diam, melalui Javier Zanetti mereka berhasil menyamakan skor menjadi 2-2.

Babak pertama ditutup skor sama kuat. Dibabak kedua, bukannya semangat, wajah para pemain Inggris malah terlihat muram. Diawal-awal babak kedua, Diego Simeone menekel Beckham.

Tingginya tekanan membuat Beckham tak mampu memikul beban, dia mengintip Simeone berjalan dibelakangnya, dan spontan mengayunkan kakinya untuk menendang Simeone.

Sebenarnya, ayunan kaki Beckham tak terlalu keras. Namun Simeone seolah memanfaatkan keadaan dengan mengerang kesakitan. Celakanya, wasit melihat tendangan Beckham dan langsung mengganjarnya dengan kartu merah.

Karena skor masih sama kuat, pertandingan pun pada akhirnya berlanjut ke babak adu penalti.

Inggris yang sudah terbiasa kalah di babak adu pinalti pun tak mampu berbuat apa-apa. Terlebih, penendang spesialis mereka diusir wasit karena tindakan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Ya apa yang telah dilakukan Beckham memang seharusnya tidak perlu dilakukan. Sampai-sampai, publik dan media mengecam tindakan konyol Beckham sebagai biang kekalahan. “10 singa pemberani dan satu anak bodoh”, begitulah kira-kira yang ditulis salah satu media setempat.

Inggris menyingkir dari Prancis setelah Argentina menyegel kemenangan 4-3 di babak adu penalti.

Beberapa tahun setelah kejadian, Simeone akhirnya buka suara soal kartu merah Beckham. Mantan pemain yang saat ini membesut Atletico itupun mengakui kalau dirinya memang berakting. Atau dalam bahasa yang lebih sopan, Simeone memanfaatkan keadaan saat itu.

“Aku menekelnya, kami berdua pun terjatuh ke tanah. Saat aku mencoba untuk bangkit, ia menendangku dari belakang. Tentu aku mengambil keuntungan. Dan aku pikir, setiap orang juga akan mengambil keuntungan dengan cara yang sama,”

“Bukankah wajar bila kita mengambil keuntungan dalam setiap kesempatan yang datang dalam hidup? Kalau kalian tidak jeli mengambil kesempatan, maka kalian akan kehilangan banyak hal di sepanjang hidup,” tegas Simeone. (dikutip dari The Guardian)

Setelah beberapa tahun pula, eks kapten Timnas Inggris itu ikut berkisah tentang momen terburuknya selama menjalani karir sebagai pesepakbola. Beckham mengakui ajang Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi yang paling ia ingat.

“Momen terburukku bisa jadi adalah pada 1998, saat aku menerima kartu merah untuk Inggris di Piala Dunia. Itu masa yang sulit,” kata Beckham (dikutip dari The Guardian)

Cerita tentang hujatan yang diterima Beckham setelah Piala Dunia itu bukan omong kosong belaka. Beckham bahkan menjelaskan, keluarganya pun merasa terancam selepas gelaran itu. Saking sulitnya masa-masa itu untuk Beckham, ia sempat berpikir untuk pensiun dini.

Namun berkat Ferguson yang terus meyakinkannya, Beckham bertahan. Benar saja, setahun setelahnya, Beckham menjadi bagian dari skuat yang mengantarkan United kepada treble winners. Namanya bahkan menduduki posisi runner up Pemain Terbaik FIFA tahun 1999, dan hanya kalah dari Rivaldo.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru