Karim Adeyemi: Muda, Bertalenta, dan Jadi Incaran Banyak Klub Eropa

  • Whatsapp
Karim Adeyemi Muda, Bertalenta, dan Jadi Incaran Banyak Klub Eropa
Karim Adeyemi Muda, Bertalenta, dan Jadi Incaran Banyak Klub Eropa

Kiprah pemain muda di persepakbolaan Eropa kian merajalela. Setelah sebelumnya muncul nama Kylian Mbappe hingga yang teranyar Erling Haaland, kini, pemuda berkebangsaan Jerman bernama Karim Adeyemi mulai tunjukkan kualitas sebagai pemain yang bakal membuat banyak tim Eropa lirikan mata.

Karim Adeyemi merupakan pemain yang baru dilahirkan pada 2002. Dia bukan orang asli Jerman, setelah ayahnya merupakan seorang Nigeria sementara ibunya asli orang Rumania. Tapi, kecintaannya terhadap sepakbola kemudian membuatnya cinta kepada Negeri Jerman.

Tak butuh waktu lama baginya, Adeyemi langsung masuk ke sekolah sepakbola ketika usianya baru menginjak enam tahun. Sebagai langkah awalnya menimba ilmu sepakbola, tim muda TSV Forstenried nangkring dalam daftar riwayat perjalanannya. Sejak tahun 2008, Adeyemi hanya bertahan selama kurang lebih dua tahun disana, sebelum akhirnya, raksasa Jerman FC Bayern resmi ajukan tawaran untuk membawanya ke tim akademi.

Namun sayang, kesempatannya bisa tampil di FC Bayern tidak dimanfaatkan dengan baik. Adeyemi dianggap tampil angin-anginan. Bahkan, dia kerap enggan mengikuti latihan dan datang terlambat ketika tim akan melakoni sebuah pertandingan. Ketidakdisiplinan itu lalu membuat pihak Die Roten keberatan untuk memberikan tawaran kontrak.

Meski mereka sempat memberikan ultimatum, kesepakatan antara kedua belah pihak tidak pernah tercapai. Hanya bertahan selama dua tahun, Karim Adeyemi terbuang dan cuma menghabiskan waktu bermain di liga amatir.

Beruntung, sosok bernama Manfred Schwabl yang menjadi Presiden SpVgg Unterhaching melihat ada sesuatu yang berbeda dari Karim Adeyemi. Dia terus mengamati sang pemain ketika tengah melakukan pertandingan dalam kompetisi amatir.

“Saat pertama melihatnya, aku menyaksikan potensi yang amat besar dan parasnya yang tidak seperti bocah bengal,” kata Schwabl kepada Süddeutsche Zeitung.

“Soal potensi, aku benar. Namun, aku salah soal sikap. Ia adalah anak yang susah diatur.”

Ketika Schwabl sudah mengetahui betul sikap dan karakter Adeyemi, ada cara yang lantas dia gunakan untuk membuat sang pemain mau patuh terhadap aturan yang berlaku. Lalu, dikirimkan Adeyemi ke sebuah sekolah rekanan. Disana, Schwabl mengatakan kepada Adeyemi bila dia tidak mengerjakan tugas dan belajar dengan baik, maka jangan harap pelatih akan memanggilnya untuk mengikuti latihan.

Perlahan tapi pasti, sikap tidak disiplin Adeyemi mulai hilang. Dia mengerti apa itu arti disiplin hingga menemukan sebuah pembelajaran yang pada akhirnya membuatnya jadi pemain yang banyak disegani.

Karim Adeyemi disebut oleh Steffen Galm, mantan kepala pencari bakat Unterhaching, sebagai pemain yang memang benar-benar punya potensi hebat di usia muda. Dia bisa menunjukkan kualitas hanya dalam waktu 15 menit yang diberikan, karena memang di Jerman, persaingan pemain muda sangatlah ketat. Setiap pemain muda hanya diberi waktu kurang dari setengah jam untuk unjuk gigi. Bila gagal, maka mereka dianggap tidak punya kualitas yang diinginkan.

Sementara itu, Adeyemi punya hal tersebut.

Dari situ pula, ketika Adeyemi sudah mulai dipandang sebagai pesepakbola muda hebat, pencari bakat RB Salzburg datang untuk memberi tawaran kepada nya agar mau bergabung dengan klub.

Karir Bersama RB Salzburg dan Timnas Jerman

Namun meski diberi tawaran oleh RB Salzburg, Karim Adeyemi harus menjalani sejumlah tes terlebih dahulu untuk bisa masuk ke akademi tim. Beruntung, dirinya yang memang punya potensi besar resmi mendapat kontrak profesional pertama dalam karir sepakbolanya.

Adeyemi lebih dulu masuk ke tim RB Salzburg U19 dengan durasi kontrak selama tiga tahun, sebelum akhirnya “disekolahkan” ke klub feeder RB Salzburg, yakni FC Liefering.

Bermain di klub tersebut selama kurang lebih satu setengah musim, Adeyemi berhasil menunjukkan performa yang diinginkan semua orang. Torehan 15 gol dan 12 assist selama 35 pertandingan menjadi buktinya.

Menyusul penampilan impresifnya, tak butuh waktu lama bagi RB Salzburg untuk memulangkan Adeyemi ke Salzburg. Apalagi, klub tersebut sempat kehilangan nama andalan seperti Erling Haaland, Dominik Szoboszlai, Takumi Minamino dan yang terbaru Patson Daka.

Kedatangan Adeyemi ke Salzburg seolah membuat mereka tidak merasa kehilangan pemain bintang yang resmi hengkang. Bersama Patson Daka sebelum hengkang, keduanya bahkan sempat membentuk duet mematikan. Aksi Adeyemi dari sebelah kiri selalu berhasil dituntaskan oleh Patson Daka yang memang sempat jadi kunci kemenangan RB Salzburg.

Karim Adeyemi sendiri punya kelebihan sebagai seorang pemain muda. Dia dikenal sebagai pemain yang punya kecepatan dan insting tajam ketika berada di dalam kotak penalti lawan. Lebih dari itu, dia memiliki kekuatan yang cukup menggelegar pada kaki kirinya.

Dengan stamina yang terbilang tahan lama, Adeyemi juga tak jarang ikut membantu pertahanan. Apalagi RB Salzburg merupakan tim yang memang menerapkan skema permainan pressing ketat ketika kehilangan bola, dimana itu membuatnya harus bersedia turun ke bawah untuk membantu pertahanan tim.

Adeyemi yang kemudian bermain di sisa musim 2019/20 bersama RB Salzburg, memiliki catatan satu gol dan tiga assist dalam 10 pertandingan, dimana delapan diantaranya dimulai dari bangku cadangan.

Barulah di musim penuhnya pada 2020/21, kualitas Adeyemi sukses terlihat dengan sangat jelas. Dia tampil dalam 29 pertandingan Bundesliga, mencetak 7 gol dan membuat 7 assist. Di semua kompetisi, dia tampil dalam 38 laga dan mencatatkan sembilan gol serta 11 assist.

Belum cukup sampai disitu, kontribusi hebatnya juga mampu antarkan RB Salzburg mendapatkan gelar Bundesliga Austria dan UNIQA ÖFB Cup atau Piala Austria.

Di musim yang sama, Adeyemi pun berhasil berikan cukup kontribusi untuk timnas Jerman U19 dengan membawa tim tersebut menjuarai ajang Euro U19.

Pada musim ini sendiri, kontribusi Karim Adeyemi kepada RB Salzburg kian tak terbendung. Bermain dalam sebanyak 13 pertandingan liga, dia sudah mampu ciptakan 11 gol.

Bersama timnas Jerman sendiri, Adeyemi yang mendapat panggilan Hansi Flick untuk tampil dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Armenia awal September lalu, berhasil mencetak gol setelah mampu memanfaatkan Florian Wirtz pada menit ke 90.

Pada pertandingan debutnya bersama timnas Jerman itu, menurut Whoscored Karim Adeyemi yang bermain selama 19 menit telah catatkan satu shot dan satu gol. Selain itu, dia juga catatkan dua takel, satu intersep, dan mendapat rating sebanyak 7,40.

Sejauh ini, di usia 19 tahun, Karim Adeyemi sudah berhasil tampil dalam total 143 pertandingan, dengan catatkan 62 gol dan 37 assist.

Dengan torehan tersebut, wajar bila kemudian jadi incaran banyak klub Eropa.

Jadi Incaran Banyak Klub Eropa

FC Bayern, yang dulu sempat menjadi tempat bagi sang pemain meniti karir dilaporkan ingin memulangkan bakat mudanya itu ke Allianz. Kemudian masih ada nama Borussia Dortmund, klub yang ramah dengan pemain muda, juga sangat tertarik untuk datangkan Adeyemi ke Signal Iduna Park.

Lalu, raksasa Prancis Paris Saint Germain juga tak mau ketinggalan untuk ramaikan persaingan. Mereka ingin terus berusaha demi memperkuat skuad dengan kehadiran Karim Adeyemi ke ibukota Prancis.

Di kompetisi Liga Primer Inggris, Liverpool dan Chelsea pun terus arahkan pandangan. Mereka mengaku terus memantau perkembangan bintang muda Jerman itu. Bahkan, Jurgen Klopp berharap bila Liverpool bisa mendatangkan Karim Adeyemi pada bursa transfer musim dingin mendatang.

Dua raksasa La Liga, Atletico dan Real Madrid tak ketinggalan untuk turut menjadi dua tim yang paling sengit berebut mendapatkan Adeyemi.

Untuk harga sendiri, RB Salzburg diperkirakan mematok nilai sebesar 30 juta euro atau setara 493 miliar rupiah.

Menarik dinantikan, kemana Karim Adeyemi akan lanjutkan karir sepakbolanya yang masih terbilang dini, namun sudah menjanjikan ini.

Sumber referensi: First Time Finish, Libero, Libero 2, Si

Pos terkait