Hari itu akhirnya tiba juga. Setelah menyatakan mundur pasca gelaran Euro 2020, bintang sepak bola Makedonia Utara, Goran Pandev akhrinya secara resmi mengumumkan gantung sepatu pada 22 September 2022. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pandev di akun instagram pribadinya.
Pandev memutuskan pensiun tak lama setelah kontraknya habis bersama Parma di akhir musim lalu. Jauh-jauh hari, ia memang sudah lama mengutarakan niatnya untuk gantung sepatu di akhir musim 2021/2022.
Pensiunnya Pandev jelas membuat sepak bola kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Sejauh ini, Goran Pandev adalah pesepakbola terbaik yang pernah dilahirkan Makedonia Utara. Sebelum gantung sepatu, Pandev telah menjalani karier sepak bola yang begitu hebat.
An incredible career, an incredible player & an incredible person. The Greatest Macedonian Player of all Time.
Happy retirement to a legend, Goran Pandev. 👑 🇲🇰 pic.twitter.com/smTYnL3FWQ
— Football Macedonia (@MacedonianFoot_) September 22, 2022
Goran Pandev, Menggila di Lazio, Melegenda Bersama Inter Milan
Lahir pada 27 Juli 1983 di Kota Strumica yang saat itu masih menjadi bagian dari Yugoslavia, Goran Pandev memulai karier sepak bolanya bersama tim akademi FK Belasica, klub sepak bola terbesar di Kota Strumica. Setelah merangkak dari tim akademi, Pandev akhirnya promosi ke tim utama di musim 2000/2001.
Akan tetapi, ia hanya semusim berlaga di Prva Liga atau Liga 1-nya Makedonia Utara. Pasalnya, di musim panas 2001, Goran Pandev yang masih berusia 18 tahun memutuskan hijrah ke Italia setelah dirinya menekan kontrak dengan klub raksasa Italia, Inter Milan.
Namun, Pandev bukan pilihan utama di Inter. Setelah sama sekali tidak merumput di musim pertamanya, Pandev kemudian menghabiskan dua musim berikutnya sebagai pemain pinjaman di Spezia dan Ancona sebelum akhirnya dilepas ke Lazio di musim 2004/2005 sebagai bagian dari kesepakatan transfer Dejan Stankovic dari Lazio ke Inter.
Bersama Elang Ibukota, Pandev menggila! Di bawah asuhan Delio Rossi, Pandev diduetkan dengan Tommaso Rocchi. Keduanya kemudian sukses membentuk duet maut di Serie A dengan sumbangan 116 gol untuk Lazio dari musim 2004 hingga 2009.
Goran Pandev, North Macedonia’s greatest ever player, celebrates a goal for Lazio, 2004. #EURO2020 #MKD pic.twitter.com/xkQTsYvu3D
— 2000s Football (@FootballFrom00s) June 13, 2021
Bersama Lazio, Pandev juga sukses memenangkan Coppa Italia di musim 2008/2009. Saat itu, Pandev juga keluar sebagai top skor dengan raihan 6 gol.
Sayangnya, karier gemilang Pandev bersama Aquilotti harus berakhir tragis. Terlibat perselisihan dengan presiden Claudio Lotito, kontrak Pandev diakhiri lebih cepat pada Desember 2009.
Kondisi itu tak disia-siakan oleh mantan klub Goran Pandev, Inter Milan. Pandev akhirnya kembali ke Giuseppe Meazza di musim dingin 2010.
Di bawah asuhan Jose Mourinho, Goran Pandev mencapai titik prestasi tertingginya. Meski kontribusi golnya menurun, Pandev memainkan peran vital sebagai shadow striker di bawah arahan Jose Mourinho. Pandev yang tak pernah mengeluh dimainkan di berbagai posisi dan peran juga salah satu bagian vital dari keberhasilan Inter keluar sebagai klub Italia pertama yang meraih titel “trebel winner” di tahun 2010.
Goran Pandev has announced his retirement from the game, after 266 goal contributions & 766 pro appearances.
The 39-year-old said: “I look back and it doesn’t feel real. It’s been an amazing trip with fantastic emotions.” 🇲🇰✨pic.twitter.com/WitDsXjCb6
— EuroFoot (@eurofootcom) September 22, 2022
Setelah memenangkan 6 trofi prestisius dalam 2 musimnya berseragam Inter, Pandev kemudian pindah ke Napoli di musim panas 2011. Tiga musim dihabiskan Pandev di Napoli. Selama periode tersebut, ia berhasil mempersembahkan 2 trofi Coppa Italia.
Sempat semusim merumput di Super Lig Turki bersama Galatasaray di musim 2014/2015, Goran Pandev kembali ke Italia dengan membela Genoa. Tujuh musim Pandev habiskan bersama Genoa sebelum berlabuh ke Parma dan memutuskan pensiun di usianya yang ke-39 tahun.
Berdasarkan catatan transfermarkt, sebelum pensiun Goran Pandev telah mencetak 139 gol dan 75 asis dalam 644 penampilannya di semua kompetisi. 101 gol di antaranya Pandev buat dalam 493 penampilan di Serie A.
Pandev adalah orang Makedonia Utara pertama yang berhasil mencetak 100 gol di salah satu dari lima liga top Eropa. Sepanjang kariernya, Pandev tercatat sudah memenangkan 11 trofi, dengan rincian 6 trofi bersama Inter, 2 trofi bersama Napoli dan Galatasaray, serta 1 trofi bersama Lazio. Dengan catatan seperti itu, maka wajar bila Goran Pandev sangat layak disebut sebagai pemain terbaik Makedonia Utara sepanjang masa.
“Saya melihat ke belakang dan itu masih tidak tampak nyata. Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Sebuah bab yang indah berakhir. Saya membawa beban emosi yang luar biasa. Saya senang telah membaginya bersama,” tulis Pandev di Instagram pribadinya, dikutip dari France24.
Goran Pandev, Pahlawan Makedonia Utara
Pandev bukan hanya sekadar pemain terbaik Makedonia Utara sepanjang masa. Ia juga bukan hanya sekadar peraih 5 kali penghargaan pemain terbaik Makedonia. Bagi negaranya, Pandev juga merupakan seorang pahlawan.
Pada 24 Maret 2009, Pandev dianugerahi Medali untuk Pelayanan kepada Negara oleh Presiden Branko Crvenkovski sebagai pengakuan atas prestasi olahraganya dan kontribusinya untuk mengembangkan dan mempopulerkan olahraga di Makedonia serta mempromosikan negara ke luar negeri.
Namun, jasa terbesar Goran Pandev untuk negaranya adalah saat dirinya memimpin Makedonia Utara ke turnamen besar pertama mereka sepanjang sejarah sebagai sebuah negara merdeka. Usia Pandev saat itu bahkan lebih tua dari negaranya. Pandev lahir pada 1983, sementara Makedonia Utara baru memperoleh kemerdekaan dari Yugoslavia pada tahun 1991.
Sebelum mengantar Makedonia Utara ke ajang Euro 2020, Pandev sempat terlibat perselisihan dengan federasi sepak bola Makedonia Utara. Pandev yang kecewa bahkan sempat menyatakan pensiun pada 2015 silam.
Pandev baru mau kembali membela timnas Makedonia Utara setelah dibujuk pelatih Igor Angelovski. Sebuah keputusan yang sangat tepat, sebab berkat Pandev Makedonia Utara sukses menembus Euro 2020.
🇲🇰 The moment Goran Pandev made history ⚽️
First ever goal at a major finals for North Macedonia ✅#EURO2020 pic.twitter.com/mZYEoaJfLW
— UEFA Nations League (@EURO2024) June 13, 2021
Satu-satunya gol yang dicetak Goran Pandev ke gawang Georgia dalam laga play-off Euro 2020 sukses mengantar Makedonia Utara lolos ke turnamen internasional besar pertama mereka sepanajang sejarah. Pandev pula yang jadi pencetak gol pertama Makedonia Utara di ajang tersebut. Golnya ke gawang Austria saat itu bahkan membuatnya tercatat sebagai pencetak gol tertua kedua di Piala Eropa setelah Ivica Vastic melakukannya di Euro 2008.
“Impian masa kecil saya untuk bermain dengan Makedonia di kompetisi besar telah terpenuhi. Perasaan untuk mencetak gol penentu tidak dapat dijelaskan, itu adalah sesuatu yang harus dirasakan secara pribadi. Adalah kehendak Tuhan bagi saya untuk menjadi seorang penentu dan saya adalah orang yang paling bahagia di Bumi pada saat itu,” ujar Pandev dikutip dari Macedonian Football.
Euro 2020 juga jadi ajang perpisahan Goran Pandev dengan timnas Makedonia Utara. Ia menjalani laga terakhirnya di pertandingan terakhir Grup C melawan Belanda. Di laga itu, Belanda ikut memberi penghormatan kepada Goran Pandev dengan memberinya jersey timnas Belanda bernomor punggung 122.
Pandev adalah pencetak gol dan pengoleksi caps terbanyak sepanjang masa bagi timnas Makedonia Utara. Dalam 20 tahun kariernya, Pandev sudah mempersembahkan 38 gol dalam 122 penampilan bersama timnas Makedonia Utara.
Classy stuff from the Netherlands as they gift Goran Pandev a personalized shirt on his 122nd and final match for his country 👏🧡 pic.twitter.com/ZsRQoe8eIg
— ESPN FC (@ESPNFC) June 21, 2021
Proyek Akademija Pandev, Warisan Goran Pandev untuk Sepak Bola Makedonia
Warisan Goran Pandev kepada Makedonia Utara tak hanya prestasinya di klub dan timnas. Yang membuat Pandev jadi ikon bahkan dianggap manusia setengah dewa oleh sebagian orang Makedonia Utara adalah peran penting Pandev memajukan sepak bola di negaranya.
Pada 2010 silam, Goran Pandev mendirikan sebuah tim akademi bernama Akademija Pandev. Akademi tersebut didirikan di kota kelahirannya, Strumica untuk menampung dan mengembangkan bakat-bakat lokal yang kekurangan sumber daya. Pandev bahkan mendanai langsung 50% anggaran operasional Akademija dari kantong pribadinya.
“Saya ingin menggunakan uang yang membuat saya kaya dan memasukkannya ke dalam sepak bola, kota saya, anak-anak kami dan negara saya,” kata Pandev dikutip dari Football Paradise.
Keseriusan Goran Pandev dalam mengembangkan tim tersebut juga terlihat pada pembangunan Pandev Sports Center. Mulai dibangun pada 2014 silam, pembangunan kompleks olahraga yang menelan biaya sekitar 4,6 juta euro itu diperuntukkan bagi tim muda dan senior Akademija Pandev.
Diinisiasi langsung oleh Goran Pandev, Pandev Sports Center dilengkapi dengan berbagai fasilitas multi-fungsi untuk menunjang kebutuhan pemain, seperti gym, sauna, restoran, hingga apartemen. Terus dibangun dari tahun ke tahun, Pandev Sports Center kini jadi kandang tetap Akademija Pandev.
Vardar and Pandev Academy played one final friendly before the domestic season resumes next weekend. Two halves of 60 minutes each were played.
Pandev Academy won 6:1 (3:1 in first half, 3:0 in second half). The friendly took place at Sports Center Pandev in the city of Strumica pic.twitter.com/J0UhRAkCgV
— Macedonian Football (@MacedonianFooty) February 10, 2019
Perkembangan tim tersebut di atas lapangan juga sangat pesat. Pada tahun 2014, Akademija Pandev membentuk tim senior yang bersaing di liga Makedonia. Lalu, pada tahun 2017, tim tersebut sukses menjuarai Liga 2 dan menembus Prva Liga alias Liga 1 Makedonia Utara untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kini, Akademija Pandev jadi salah satu tim papan atas di Makedonia Utara. Diperkuat oleh sang adik, Sashko Pandev, Akademija Pandev berhasil menjuarai Piala Makedonia di musim 2018/2019. Sementara di musim lalu, Akademija Pandev keluar sebagai runner-up Liga 1 Makedonia Utara.
View this post on Instagram
Gol, asis, dan raihan prestasi Goran Pandev di atas lapangan hijau mungkin perlahan akan dilupakan seiring dengan keputusaanya pensiun sebagai pemain. Namun, lewat proyek Akademija Pandev, sang legenda telah meninggalkan sebuah warisan besar. Akademija Pandev adalah bentuk nyata keikutsertaan Goran Pandev untuk memajukan sepak bola di negaranya.
Berkat karier hebat Goran Pandev, seluruh dunia juga jadi tahu tentang negara Makedonia Utara. Membicaran Makedonia Utara berarti membicarakan Goran Pandev. Ia adalah ikon sekaligus pahlawan Makedonia Utara. Jika ada seorang pemain sepak bola yang lebih besar dari negaranya, maka salah satu orang yang pantas menyandang label tersebut adalah Goran Pandev.
https://youtu.be/K_RDOY8rs40
***
Referensi: France24, Transfermarkt, Football Italia, Macedonian Football, Talksport, Football Paradise, Pandit Football, Gol.


