John Herdman, Mantan Guru SD yang Mengubah Wajah Sepak Bola Kanada

spot_img

Kesuksesan Kanada menembus putaran final Piala Dunia Qatar 2022 tak bisa dilepaskan dari peran John Herdman. Pelatih berusia 46 tahun itu sangat layak disebut sebagai pahlawan sepak bola Kanada.

Tak hanya sekadar pahlawan, Herdman juga sangat layak bila disebut sebagai legenda sepak bola Kanada. Pasalnya, ia jadi pelatih pertama dalam sejarah yang berhasil membawa tim sepak bola wanita dan pria suatu negara untuk lolos ke Piala Dunia. Hebatnya, prestasi tersebut sama-sama ia raih bersama dengan timnas Kanada.

Lalu, siapa sebenarnya John Herdman?

Gagal Sebagai Pemain, John Herdman Jadi Pelatih Sejak Berusia 17 Tahun

Lahir di kota kecil bernama Consett pada 19 Juli 1975, John Herdman dikenal sebagai pelatih, pengajar, dan seorang motivator handal. Namun, jauh sebelum itu, jalan yang ditempuh John Herdman untuk menjadi seorang pelatih hebat seperti sekarang ini tidaklah biasa.

Meski sempat bermain di Northern League, kompetisi semi-pro tingkat 7 di Inggris, John Herdman tak pernah jadi pemain profesional. Dirinya bahkan gagal saat menjalani trial di Notts County dan dianggap tak cukup berbakat.

Kegagalan itulah yang kemudian membulatkan tekadnya untuk fokus dalam dunia kepelatihan dan memulai kursus saat usianya baru 16 tahun. Di usia 17 tahun, John Herdman sudah mendapat lencana kepelatihan pertamanya.

Setelah itu, ia melanjutkan kuliah ke Leeds Trinity University, mengambil jurusan sport science dan bergabung ke dalam tim sepak bola universitas. Tak sekadar bermain, John Herdman juga menyalurkan ilmunya sebagai pelatih.

Setelah lulus, John Herdman kemudian kembali ke Consett dan menjadi seorang guru SD di St. Patrick, sekolahnya dulu semasa kecil. Ia kemudian melanjutkan karier sebagai pelatih akademi Sunderland dan dikabarkan sempat melatih Jordan Henderson semasa kecil.

Namun, ada skeptisisme di Inggris terhadap seorang pelatih yang tidak punya karier sebagai pemain profesional. Hal itulah yang membuat John Herdman sempat diragukan kredibilitasnya sebagai seorang pelatih akademi Sunderland. Ia juga menyadari bahwa masa depan kariernya di sepak bola Inggris yang konservatif sangatlah tipis.

“Ada mantan pemain timnas Inggris, dan saya melatih putranya di Sunderland. Dia menghentikan saya dan berkata: ‘Dengar John, Anda adalah guru-pelatih yang sangat baik. Saya berharap memiliki keterampilan mengajar yang Anda miliki, tetapi satu hal yang tidak akan pernah Anda miliki adalah pengalaman berdiri di lapangan di depan 60.000 orang. Itulah mengapa Anda tidak akan pernah mencapai level tertinggi’.” ujar John Herdman, dikutip dari inews.

Meski diragukan, John Herdman mampu bertahan selama 3 tahun hingga 2001 sebagai pelatih akademi Sunderland. Saat itu, ia juga nyambi sebagai dosen paruh waktu di Northumbria University. Di kampus inilah ia bertemu dengan Dr. Paul Potrac yang mengajaknya pindah ke Selandia Baru dan menawarinya pekerjaan sana.

Sukses di Selandia Baru, John Herdman Direkrut Kanada

Sebagai seorang yang rakus akan ilmu, John Herdman menerima tawaran tersebut dan pindah ke Selandia Baru pada tahun 2002. Pada awalnya, Herdman menjadi direktur sepak bola regional. Ia juga menjadi Manajer Pendidikan Pelatih di bawah asosiasi sepak bola Selandia Baru.

Setelah empat tahun bekerja dalam pengembangan sepak bola regional, John Herdman diangkat menjadi pelatih kepala timnas sepak bola wanita Selandia Baru pada tahun 2006. Selain tim senior, Herdman juga memimpin tim junior dan menjabat sebagai Direktur Pengembangan Sepak Bola Selandia Baru hingga tahun 2011.

Selama ditangani Herdman, sepak bola wanita Selandia Baru meraih prestasi terbaik mereka sejak tahun 1980-an. Timnas senior Selandia Baru berhasil dibawanya lolos ke Piala Dunia Wanita pada 2007 dan 2011, serta lolos ke Olimpiade Beijing 2008.

Herdman juga berhasil membawa Selandia Baru memenangi 2 kejuaraan Oseania dan menjadi runner-up Piala Siprus 2010. Sementara di level junior, John Herdman berhasil membawa anak asuhnya mencapai 2 Piala Dunia Wanita U-20 pada tahun 2006 dan 2008.

Rentetan prestasi itulah yang membuat Asosiasi Sepak Bola Kanada kepincut untuk merekrut John Herdman. Setelah 10 tahun bekerja dan merintis karier di Selandia Baru, pada 2 September 2011, Herdman resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala tim sepak bola wanita Kanada.

Berprestasi di Tim Wanita, John Herdman Juga Sukses di Tim Sepak Bola Pria Kanada

Bersama Kanada, John Herdman punya tantangan dan tanggung jawab besar. Bisa dibilang bahwa budaya profesionalisme belum terbentuk di sana. Ketika pertama kali datang, Herdman menemukan beberapa pemain tidak punya komitmen dan memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti masih mengkonsumsi wine dan tidak cukup tidur.

Selain itu, ia datang setelah Kanada gagal total di Piala Dunia Wanita 2010. Perubahan besar pun dilakukan John Herdman untuk membangunkan “raksasa yang tertidur”. Pelatih asal Inggris itu menggabungkan sains, teknologi, dan psikologi olahraga dalam metode latihannya.

Gerakan para pemain dilacak dengan sistem kamera khusus. Kebugaran para pemain juga dipantau dengan GPS. Yang lebih penting lagi, John Herdman mengajari anak asuhnya “senam otak”.

Para pemain akan menonton gambar di layar komputer yang dikendalikan dari jarak jauh oleh elektroda yang ditempelkan di kepala mereka. Gambar akan bergerak cepat atau lambat, tergantung pada tingkat stres para pemain. Setelah itu, Herdman akan memberi penilaian dan melatih pemainnya untuk mengontrol stres melalui latihan pernapasan dan berpikir positif.

Tujuan “senam otak” ini adalah untuk memicu gelombang otak alfa dan theta, yang hadir dalam relaksasi mendalam, meditasi, dan tidur ringan. Metode tersebut bermanfaat untuk membuat para pemain tetap tenang di bawah tekanan.

Hasilnya sungguh luar biasa. John Herdman berhasil membawa tim sepak bola wanita Kanada meraih medali emas di Pan American Games 2011 di Meksiko. Ia juga dua kali membawa tim sepak bola wanita Kanada meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Sejak dilatih John Herdman, timnas sepak bola wanita Kanada jadi salah satu yang terbaik di dunia. Mereka juga jadi tim yang ditakuti dan di akhir masa jabatannya pada tahun 2018, Herdman berhasil mengantar tim sepak bola wanita Kanada menghuni peringkat 4 dunia.

Kesuksesan itu yang membuat Asosiasi Sepak Bola Kanada mengangkat John Herdman menjadi pelatih kepala dan direktur timnas sepak bola pria Kanada pada 18 Januari 2018. Herdman juga diberi tanggung jawab untuk membina timnas kelompok umur Kanada.

Bawa Kanada Tembus Piala Dunia 2022, John Herdman Cetak Sejarah!

Keputusan tersebut memberi John Herdman tantangan lain. Pasalnya, di Kanada, tim sepak bola wanita jauh lebih populer, lebih unggul, dan lebih berprestasi dibanding tim sepak bola pria. Kontras dengan tim wanitanya, ketika Herdman ditunjuk sebagai pelatih, tim sepak bola pria Kanada hanyalah tim peringkat 94 dunia. Mereka juga hanya tim peringkat 10 di zona CONCACAF.

Sejak tampil di Piala Dunia 1986, Kanada juga belum pernah lolos lagi ke Piala Dunia. Meski begitu, John Herdman begitu optimis dan langsung mematok target tinggi. “Kami akan lolos ke Qatar 2022, dan meletakkan pondasi untuk 2026,” kata John Herdman pada konferensi pers pada Februari 2019, dikutip dari CBC.

Salah satu cara John Herdman mengangkat prestasi timnas Kanada adalah dengan merangkul para staff dan pemain senior. Kemampuan pelatih asal Inggris itu dalam berbicara dan memberi motivasi juga sukses mengubah mindset para pemainnya.

Filosofi atau pendekatan yang John Herdman pakai untuk membangun kekuatan timnas Kanada sebetulnya cukup sederhana. Ia menekankan sikap untuk saling percaya satu sama lain demi membentuk chemistry yang kuat.

“Ketika Anda mendapat kepercayaan dan orang-orang paham tentang apa yang harus mereka lakukan di lapangan, maka chemistry terbentuk. Di situlah orang-orang rela menutupi kelemahan satu sama lain dan menonjolkan kelebihan masing-masing. Bagian chemistry itu hanya bisa terbentuk ketika punya kepercayaan kuat dan ketika orang-orang paham tentang peran dan tanggung jawab kolektif,” kata John Herdman dikutip dari friends of football.

Yang lebih penting lagi, John Herdman juga rajin memberi kesempatan debut kepada bibit-bibit muda Kanada yang memiliki prospek cerah, seperti Alphonso Davies, Jonathan David, Liam Millar, hingga Tajon Buchanan. Hasilnya, perlahan tapi pasti, timnas Kanada mulai menuai prestasi manis.

“Sejak John mengambil alih, dia fokus untuk mengubah identitas sepak bola Kanada, dan selangkah demi selangkah, setiap kamp, kami menjadi lebih baik dan lebih baik. Kami merasa seperti kami mencapai puncak baru,” kata Kamal Miller dikutip dari CBC.

Pada 2021 kemarin, John Herdman membawa Kanada meraih penghargaan “Most Improved Side” setelah berhasil membimbing tim asuhannya naik 32 posisi dari peringkat 72 dunia ke peringkat 40 dunia. Namun, prestasi terbaiknya tentu saja mengantar timnas Kanada tampil luar biasa di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONCACAF.

Kemenangan 4-0 atas Jamaika pada 27 Maret lalu memastikan Kanada jadi wakil pertama CONCACAF yang lolos ke Piala Dunia 2022. Anak asuh John Herdman berhasil memuncaki klasemen dengan koleksi 28 poin, hasil dari 8 kali menang dan 4 kali imbang dalam 14 pertandingan.

Hasil tersebut membuat Kanada lolos lagi ke Piala Dunia setelah absen 36 tahun. Hebatnya, tak ada yang menyangka kalau penantian timnas Kanada untuk lolos kembali ke Piala Dunia berhasil dipecahkan oleh seorang mantan guru SD. John Herdman yang dulu diragukan saat masih menjadi pelatih di Inggris berhasil menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang sukses membawa tim sepak bola wanita dan pria suatu negara untuk lolos ke Piala Dunia.

John Herdman juga berhasil mengubah wajah persepakbolaan Kanada. Kini, tim berjuluk Maple Leafs itu bertengger di peringkat 38 dunia dan punya pondasi bagus untuk menatap Piala Dunia 2022 mendatang.

Itulah profil dari John Herdman yang begitu inspiratif. Apa yang ia tuai jadi bukti bahwa tak ada yang tak mungkin selama mimpi dan usaha bekerja berbarengan. Kini, namanya dielu-elukan publik Kanada yang bersuka cita setelah negaranya lolos kembali ke pentas Piala Dunia.

Pekerjaan John Herdman bersama timnas Kanada memang belum usai. Namun, apa yang sudah ia lakukan sejauh ini sudah sangat luar biasa dan kesuksesannya saat ini sangat patut dirayakan dan patut dijadikan contoh bagi siapapun untuk tidak takut bermimpi.
***
Referensi: The Globe and Mail, Stuff, The Guardian, The Telegraph, Inews, CTV, The Sportsman, CBC, Friends of Football.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru