Era Rivalitas Sengit Perebutan Gelar Antar Klub Di Premier League

spot_img

Sepakbola Liga Inggris sejak rebranding ke Premier League pada 1992 menciptakan beberapa cerita. Cerita tentang rivalitas antar kedua tim yang menjadi penanda era atau periode tertentu di Premier League.

Rivalitas murni timbul dalam persaingan sengit merebut sebuah gelar. Pada era tertentu biasanya akan muncul dua tim besar yang mendominasi dan saling bersaing memperebutkan mahkota Premier League. Siapa saja mereka?

Arsenal vs Manchester United 1996-2004

Persaingan pertama paling sengit di akhir 90an dan awal 2000-an tersaji antara Arsenal dan Manchester United. Rivalitas itu tumbuh ketika Arsene Wenger tiba di Inggris sebagai pelatih Arsenal pada September 1996.

Arsenal asuhan Wenger baru membuktikan kekuatan mereka di awal musim 1997/98. Di mana persaingan ini benar-benar dimulai. Awalnya rivalitas keduanya dimulai ketika Arsene Wenger mengomentari Alex Ferguson karena perubahan aturan kalender liga yang membuat United perkasa dari tahun ke tahun.

Hal itu langsung ditanggapi Ferguson yang terusik dengan kedatangan orang asing dari Liga Jepang yang lama kelamaan menunjukan progres bagi skuad Arsenal. Ferguson merasa akan mendapat saingan baru. Dan Fergie pun mulai show off di depan media dan menyentil Wenger. “Dia tidak tahu apa-apa tentang sepakbola Inggris dan dia coba-coba untuk mengatur kami,” kata Fergie.

Musim 1997/98 membuktikan bahwa apa yang dirisaukan Fergie tentang Wenger benar. Arsenal secara mengejutkan tampil konsisten dan keluar sebagai juara Premier League. Gelar pertama bagi Wenger sekaligus mengalahkan Fergie.

Persaingan dan perselisihan Arsenal dan MU berlanjut di musim berikutnya. Di mana MU bersama Ferguson merespon dengan gelar Premier League yang diraihnya dari Wenger. Bahkan United bersama Fergie pada periode 1999 menunjukan keperkasaanya terhadap Wenger ketika United meraih treble winner.

Wenger tak tinggal diam, bersama pemain andalannya macam Henry, Campbell dan Pires, pada musim 2001/02 Arsenal bangkit dan merebut gelar juara dari MU. Arsenal finish di puncak klasemen mengungguli MU. Ini adalah mahkota kedua Arsenal selama bersama Wenger.

United bersama Fergie tak mau kalah. Mereka menyiapkan strategi untuk kembali mencuri gelar dari Wenger sebagai gengsi tersendiri di musim 2002/03, dan berhasil. Fergie sukses merampok gelar dari Wenger dengan selisih 5 poin di klasemen.

Puncak rivalitas hadir ketika Arsenal pada musim 2003/04 mampu menciptakan rekor yang dikenal dengan “invincibles” karena tak terkalahkan dalam satu musim. Tak jarang juga selama rivalitas berlangsung dengan diselingi bumbu -bumbu dan intrik di lapangan.

Misal seperti apa yang terjadi ketika pertengkaran antara Van Nistelrooy dengan para pemain Arsenal seperti Martin Keown di Old Trafford. Kemudian percekcokan antara dua kapten tim, Roy Keane dan Patrick Vieira di lorong stadion. Dan ada juga tragedi “Pizzagate” yang menimpa Ferguson dan Wenger.

Chelsea vs Manchester United 2004-2011

Era rivalitas Arsenal dengan MU dilanjutkan dengan rivalitas baru antara Chelsea dengan United. Chelsea yang pada 2003 kedatangan taipan asal Rusia, Roman Abramovich langsung menggeber dengan pembelian beberapa pemain bintang. Chelsea disulap Abramovich menjadi klub papan atas yang akan merusak dominasi Arsenal maupun MU.

Benar saja, Fergie kembali terusik dengan kedatangan Mourinho pada musim 2004/05. Mantan bos Porto itu datang mengejutkan Fergie dan Wenger. Chelsea mendadak jadi lawan yang merepotkan Manchester United. Dan Chelsea pun akhirnya tampil menjadi juara untuk pertama kalinya di musim itu bersama Mou.

Chelsea kembali mendominasi liga semusim kemudian, yaitu musim 2005/06. Hal ini yang benar-benar memaksa Ferguson berbenah agar nama besar mereka tidak luntur karena dominasi Chelsea. Para pemain senior seperti Van Nistelrooy dan Roy Keane mereka lepas. Fergie merekrut Michael Carrick serta memberikan jam terbang kepada Rooney dan Ronaldo.

Buah kesabaran Fergie sukses dipetik pada musim kompetisi 2006/07. Dominasi Chelsea sukses mereka akhiri. Fergie dan MU keluar sebagai kampiun musim itu dengan selisih 6 poin dari pasukan Mourinho.

Chelsea bersama Mourinho tak jarang berkonfrontasi dengan Sir Alex selama rivalitas perburuan gelar terjadi selama paling tidak sebelum Mourinho keluar dari Chelsea pada 2007. Selama Mourinho pergi, Fergie makin nyaman dengan kembali menguasai gelar Premier League atas Chelsea. United berturut-turut meraih gelar pada musim 2007/08 dan 2008/09.

Namun, ketika Chelsea kedatangan Carlo Ancelotti pada musim 2009/10 peta persaingan keduanya kembali berkobar. Pasalnya, kekuatan Chelsea bersama Don Carlo kembali ganas. Chelsea dibawanya kampiun Premier League merebut dominasi gelar 3 kali berturut United.

Fergie kembali marah dan berbenah di musim berikutnya. Lewat mesin golnya Dimitar Berbatov ketika itu, United kembali merebut gelar dari Chelsea. Musim 2010/11 pun menjadi akhir dari perseteruan kedua klub dalam meraih gelar.

Manchester City vs Manchester United 2011-2016

Dari Arsenal, kemudian Chelsea, kini muncul lagi penguasa baru yang akan menjadi penantang gelar bagi United dan Fergie. Klub itu ternyata adalah tetangga sendiri yakni Manchester City. City setelah diakuisisi oleh investor asal Uni Emirat Arab menjelma menjadi kekuatan baru di Liga Inggris pada musim 2011/2012.

Beberapa bintang didatangkan seperti Aguero dan Balotelli. Pelatih-pelatih handal pun datang seperti Mancini, Pellegrini sampai Pep. Label “tetangga berisik” akhirnya menyeruak ketika United direbut mahkota gelarnya oleh tetangganya sendiri lewat drama di akhir babak musim 2011/12.

Fergie kembali geram, ia langsung membajak Van Persie dari Arsenal untuk musim berikutnya demi gengsi merebut gelar dari tetangga berisiknya itu. Dan akhirnya berhasil, Van Persie menjadi top skor pada musim itu dan membawa United merebut mahkota Premier League dari City.

Musim tersebut tampaknya akhir dari petualangan Fergie di Old Trafford. Ia memilih pensiun dan posisinya diberikan kepada orang Skotlandia lainnya, David Moyes. United bersama Moyes menuju keterpurukan. Alhasil, City yang dengan materi melimpah serta pelatih baru Pellegrini mampu kembali menjadi kampiun di musim 2013/14. Gelar kedua bagi City di era taipan Uni Emirat Arab.

Manchester City vs Liverpool 2018 – Sekarang

Kedatangan Pep Guardiola pada musim 2016/17 menjadi kekuatan baru City di Premier League. Di samping racikan strateginya yang oke juga didukung pembelian pemain yang tepat. Namun kali ini perseteruan tidak lagi dengan tetangga sebelah, melainkan klub kota lain yakni Liverpool yang kedatangan pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp pada 2015.

Liverpool yang selama 30 tahun puasa gelar, membangun mimpi barunya bersama Klopp. Kedatanganya membangun Liverpool dari awal berbuah hasil selama kurang lebih 4 tahun.

Sementara itu, Pep bersama City menemukan rival baru terberatnya pada diri Klopp sejak musim 2018/19. Ketika itu City yang tampil sebagai juara selisihnya sangat tipis dengan pasukan Klopp yakni 1 poin.

Semusim setelahnya, Liverpool mencoba merebut Premier League, usai bersaing dengan City yang berstatus juara bertahan. Liverpool juara dengan selisih jauh 18 poin atas City. Namun di musim 2020/21 City bersama Pep mampu kembali merebut juara dari Liverpool. Pasukan Klopp tercecer di peringkat 3 karena badai cedera yang menimpanya.

Rivalitas itu kembali timbul di musim 2021/22. Kini mereka kembali tampil dominan dan menguasai perebutan gelar liga. Mereka hingga April 2022 sekarang masih berada di dua besar klasemen Premier League.

https://youtu.be/0agtpsdRgJM

Sumber Referensi : fourfourtwo, talksports, thesun, skysports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru