FC Schalke hancur-hancuran musim ini. Mereka sulit sekali untuk mentas dari zona degradasi. Kesulitan semacam itu sudah terjadi selama tiga musim belakangan. Klub berjuluk Die Knappen tersisih dari pembicaraan Bundesliga.
Padahal tim yang juga berjuluk The Royal Blues itu merupakan tim yang luar biasa. Tim yang tak sedikit pernah mempunyai bakat hebat. Raul Gonzalez yang kini melatih Real Madrid Castilla hanyalah salah satunya. Sayang, kejayaan Schalke ambruk sejalan dengan penjualan banyak pemain pilarnya.
Tak bisa dibayangkan apabila pemain-pemain berikut ini masih membela Die Knappen. Barangkali Schalke tidak akan sehancur sekarang. Omong-omong, ada yang masih ingat pemain-pemain berikut pernah bermain di Schalke?
Daftar Isi
Manuel Neuer
Manuel Neuer menghabiskan masa mudanya bersama Schalke. Bahkan pemain yang sejatinya pilar utama di bawah gawang Die Roten itu berseragam Die Knappen sejak usia lima tahun. Pemain yang satu ini bertahan selama kurang lebih 20 tahun di klub yang berbasis di Gelsenkirchen tersebut.
“I am Manuel Neuer, your third-choice goalkeeper,” said Neuer, straight faced as ever.
— 〽️𝐮𝕟𝕚ᵏ ⚡️ (@MuNikFCB) December 18, 2020
Manuel Neuer made his debut for Schalke at 20 years old. On the 19th August 2006, deputising for veteran Frank Rost. The rookie played a good game, of course keeping a clean sheet. pic.twitter.com/w1DmGZqQcl
Neuer bahkan menyumbangkan trofi DFB Pokal pada musim 2010/11 untuk klub masa kecilnya tersebut. Sayang sekali, Neuer tidak memperpanjang kontraknya usai musim itu tuntas. Bahkan klub terpaksa melegonya.
Schalke yang dililit hutang tidak bisa menahan Neuer lebih lama. Dengan mengizinkan kiper itu pergi ke Bayern Munchen sebelum musim 2011/12 mulai di tengah minat dari para raksasa Inggris. Kiper yang pernah merepotkan Manchester United di semifinal Liga Champions itu telah bermain sekitar 200 laga bersama Schalke.
Neuer masih berstatus penjaga gawang terbaik Jerman. Hanya saja, cedera membuat posisinya di Bayern Munchen digantikan oleh Yann Sommer.
Joel Matip
Joel Matip adalah sosok enerjik di posisi bek tengah Schalke. Tempatnya tak tergantikan. Matip setidaknya mencatatkan 258 kaps bersama Die Knappen. Pemain berkebangsaan Kamerun itu berkembang di tim muda Schalke.
Matip menjalani debutnya di Bundesliga pada musim 2015/16. Sebagai bek yang tangguh, tidak ada alasan baginya untuk tidak dilirik tim lain. Jurgen Klopp yang tengah membutuhkan bek pun tak kuasa mengalihkan perhatiannya pada Matip.
BREAKING: Sky Sources: Schalke defender Joel Matip to join Liverpool on free transfer at end of season #SSNHQ pic.twitter.com/PvrMbDWt57
— Sky Sports News (@SkySportsNews) February 15, 2016
Schalke awalnya tak ingin menjualnya. Die Knappen bahkan bakal membayar tinggi gaji Matip. Ia akan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub dengan kontrak baru, mengalahkan Klaas-Jan Huntelaar.
Upaya itu pupus karena Matip menerima rayuan Klopp. Matip tak memperpanjang kontraknya di Veltins Arena dan hijrah ke Merseyside. The Reds tak perlu biaya untuk mendatangkannya. Sangat disayangkan. Itu murni karena keinginannya mencari tantangan baru.
Happy Friday Reds!
— Anything Liverpool (@AnythingLFC_) October 18, 2019
Joel Matip has signed a new five-year contract with Liverpool 🎊🔥 #Liverpoolfc pic.twitter.com/TyziclkOfk
Sergio Escudero Palomo
Berbeda dari dua nama sebelumnya yang berkembang di tim muda, Sergio Escudero Palomo datang ke Schalke saat usianya 21 tahun. Masih cukup muda. Ia didatangkan dari klub Spanyol, Real Murcia. Escudero disebut-sebut pemain potensial.
Tapi malang sekali. Selama masanya di Jerman, Escudero mengalami kesulitan. Bahkan selama tiga tahun berseragam Schalke, Escudero hanya bermain 9 kali dan mengemas 1 gol saja. Ia bahkan sempat dibekap cedera.
Tal día como hoy pero de 2010 (11 años), se hacía oficial el traspaso de Sergio Escudero al Schalke 04. El club grana ingresó cerca de 2,5 millones de euros por él, lo que lo convirtieron en el traspaso más alto recibido hasta esa fecha en toda su historia.#EfemérideGrana pic.twitter.com/3ZHecb0nZY
— NumerosGrana (@NumerosGrana) August 2, 2021
Escudero akhirnya dipinjamkan ke Getafe. Ia kemudian dipermanenkan Getafe. Hal yang bisa jadi membuat Schalke menyesal adalah ketika Escudero merapat ke Sevilla pada 2015. Ia menjadi bek kiri dengan penampilan paling konsisten di La Liga.
Dua trofi Liga Eropa menjadi buktinya. Sayang, namanya tidak sementereng Marcelo dan Jordi Alba. Tapi ia tetap menjadi salah satu bek dahsyat selama berseragam Sevilla.
Pues se fue Sergio Escudero. Se marcha con un récord que muchos laterales Top no tendrán nunca: 2 Copas de UEFA Europa League. GRACIAS SERGIO. pic.twitter.com/PMoerfOjIO
— Javi V. González 🇪🇦🇪🇺 (@calvo_sideral) May 23, 2021
Leon Goretzka
Schalke pernah punya gelandang serba bisa yang mengalir dalam diri Leon Goretzka. Ia merapat ke Schalke dari FC Bochum pada tahun 2013. Leon tampak sebagai bakat paling segar dan matang saat usianya masih 18 tahun.
According to the Corriere dello Sport, #Milan would have entered into contact with the entourage of Leon #Goretzka (Schalke 04), an offer of 15M€ to redeem the last six months of the player's contract.
— Goalline News (@GoalineNews) November 12, 2017
Schalke 04 since 2013
👕 128
⚽️ 19
Germany since 2014
👕 12
⚽️ 6 pic.twitter.com/mEeny7sZ4T
Gelandang tersebut mengemas 116 laga di Bundesliga selama berseragam Schalke. Mencetak 14 gol dan mengemas 13 asis. Minat dari tim besar pun bermunculan. Apalagi ia terlibat dalam kemenangan Piala Konfederasi tahun 2017 bersama Timnas Jerman.
Barcelona dan Bayern Munchen menginginkan jasa Goretzka. Schalke sebelumnya sempat bertaruh pada Goretzka. Die Knappen tidak ingin memperpanjang kontrak sang pemain. Dengan kata lain, Schalke membiarkan Goretzka pergi tanpa sepeser pun uang masuk ke rekening klub.
Kelak kepergiannya ke Bayern Munchen pada 2018 terasa tidak adil. Sebab Goretzka pindah ke rival sesama Bundesliga. Selain itu, bersama Bayern Munchen, Goretzka justru makin bertumbuh sebagai gelandang hebat. Ia bisa bermain di belakang striker, sebagai gelandang box-to-box, atau mengambil peran keduanya sekaligus.
Leon Goretzka :
— FCB_Naruto (#MbappeToBayern) (@FCB_Naruto) November 15, 2022
Blessé en début de saison, Goretzka depuis son retour est absolument monstrueux. Son entrée contre Barcelone a renversé le match et depuis il a repris son niveau de 2020 dans le double Pivot avec kimmich. Box to box avale les espaces. Un monstre.
7.5/10 pic.twitter.com/ytSniYiBnn
Ivan Rakitic
Pemandu bakat FC Schalke cerdas dalam menemukan Ivan Rakitic. Sebelum ditemukan Die Knappen, orang Kroasia itu berkembang di klub Swiss, FC Basel. Penampilan bagusnya di Basel, Rakitic pun dikontrak Schalke pada tahun 2007.
ON THIS DAY: Eight years ago, Schalke signed Ivan Rakitic, who hadn't broke onto the European football scene yet. pic.twitter.com/avjlHUYJ1V
— The Continental Zone (@ContinentalZone) June 22, 2015
Ketika itu biaya untuk memboyong Rakitic ke Veltins Arena ‘hanya’ 5 juta euro atau sekira Rp81 miliar kurs sekarang. Dalam sekejap Rakitic membayar lunas kepercayaan itu. Ia menjadi gelandang box-to-box yang turun dalam 135 laga.
Rakitic tidak hanya bermain, tapi mencetak 16 gol dan 29 asis. Performa impresifnya menjadikan Schalke tim yang digdaya di Liga Jerman. Minimal keberadaannya memastikan Schalke tidak absen di Liga Champions Eropa selama beberapa musim.
Sebagaimana para pemain lainnya, cedera menjadi musuh bebuyutan. Saat membela Royal Blues, Rakitic diterpa cedera ligamen di pergelangan kakinya. Die Knappen pun ogah mengambil resiko.
Schalke sudah mempersiapkan calon pengganti ketika Rakitic memilih untuk hengkang ke Sevilla. Tahun 2011, Rakitic pergi ke Sevilla. Pemain Ghana, Anthony Anna menggantikan perannya. Namun, tak disangka setelah tidak dari Schalke, karier Rakitic menemui titik terbaiknya.
Apalagi usai moncer di Sevilla, raksasa Barcelona tertarik untuk mengangkutnya pada tahun 2014. Di Barcelona inilah Rakitic menjelma salah satu playmaker terbaik di belantika sepak bola.
BREAKING: We interrupt this drubbing to tell you that Ivan Rakitic has signed for Barcelona on a five-year deal. pic.twitter.com/DJ9OUqnKj2
— Squawka (@Squawka) June 16, 2014
Mesut Ozil
Sosok Mesut Ozil begitu aduhai sebagai perancang serangan. Bakatnya unik. Meski dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Ozil adalah pemain yang ‘ditolak oleh zaman’. Pemain ini meniti karier dari Schalke, klub tanah kelahirannya pada tahun 2005.
Once upon a time, Manuel Neuer and Mesut Ozil at Schalke pic.twitter.com/RTSqSHDd3j
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) October 27, 2014
Ozil berkembang kian pesat, sehingga hanya butuh satu tahun baginya untuk mendapat kontrak di tim senior. Dua musim sang playmaker bermain untuk Die Knappen. Namun masalah menghampirinya. Perselisihan dengan manajemen Schalke sulit dihindari.
Pada saat itu, Ozil dikeluarkan oleh tim. Kontrak baru yang disodorkan Schalke ditolaknya. Ozil memilih hengkang ke klub Bundesliga lainnya, Werder Bremen. Schalke barangkali menyesal kehilangan gelandang terbaiknya itu.
Mesut Ozil for Werder Bremen.
— Arsenal 1886 (@WeAreOzil) April 10, 2019
108 Apps, 16 goals, 46 Assists.
Bundesliga: 13 goals, 26 assists.
Cups: 2 goals, 4 assists
Europa: 1 goal, 13 assists
UCL: 3 assists.
He was just 21.🐐🔝 pic.twitter.com/PC7WaX7jY6
Selama berseragam The Royal Blues, Ozil bermain dalam 39 laga dan mencetak 1 gol serta 3 asis. Kelak nasib Ozil menyedihkan. Ia tak bisa selamanya berlindung di bawah Unai Emery ketika di Arsenal. Sementara Arteta yang realistis tidak menginginkannya. Ozil sempat dikabarkan ingin kembali ke Schalke, tapi kabar itu lenyap.
Leroy Sane
Leroy Sane bergabung ke tim muda Schalke tahun 2005. Sepuluh tahun kemudian ia meneken kontrak profesional bersama tim utama. Saat itu usianya baru 25 tahun, tapi sudah bermain dalam 57 pertandingan Schalke. Selama bermain untuk Schalke, 13 gol serta 8 asis sudah dikemas.
-THREAD-
— 𝐌ø𝐡🃏 (@mohhbl) October 10, 2022
Les plus beaux buts de Leroy sane inscrits avec Schalke 04, Manchester City et le Bayern Munich ! 🇩🇪 pic.twitter.com/vPDyXTN3a6
Penampilan moncer itu bikin tim lain tertarik mendatangkannya. Pada 2016, Manchester City masuk. Menawar Sane dengan banderol yang sangat tinggi. Schalke terdesak. Die Knappen tidak bisa menolak tawaran itu. Apalagi sang pemain tengah naik daun.
Uang 37 juta poundsterling melayang ke Veltins Arena. Schalke pun kehilangan bakat hebatnya. The Royal Blues memang mendapatkan fulus, tapi kelak makin mampus. Schalke menjual pemain pilarnya, tapi di sisi lain finansial dan sumur bakatnya tak cukup jadi sumber penghidupan.
Sumber: Reuters1, Independent, ESPN, Yahoo, Skysports1, Skysports2, Squawka, Reuters2


