Ini adalah musim ketujuh Jurgen Klopp menangani Liverpool. Manajer asal Jerman tersebut bisa dibilang jadi yang tersukses dalam dua dekade terakhir. Pasalnya, Klopp berhasil mengembalikan kejayaan The Reds dengan kembali menghadirkan gelar juara Liga Inggris setelah 30 tahun lamanya.
Namun, musim ini jadi musim terberat bagi Klopp. Memulai liga dengan rangkaian hasil buruk, membuat Liverpool sempat terdampar di papan tengah bersama klub-klub medioker. Setelah Piala Dunia, barulah mereka bangkit.
Melihat performa Liverpool yang inkonsisten, Jurgen Klopp kembali jadi perbincangan. Meski kini Liverpool tak segahar dulu, jasa-jasa Klopp patut diapresiasi. Termasuk melakukan beberapa transfer yang membawa Liverpool ke jalur kesuksesan. Lantas, bagaimana ya kabar tujuh transfer pertama Klopp di Liverpool sekarang?
Daftar Isi
Marko Grujic
Marko Grujic menjadi rekrutan pertama Jurgen Klopp sebagai manajer Liverpool pada Januari 2016. Pemain berkebangsaan Serbia itu bergabung dengan The Reds dalam kesepakatan senilai 7 juta euro atau setara dengan Rp114 miliar dari klub Serbia, Red Star Belgrade.
Didatangkan sebagai salah satu gelandang berprospek cerah, Grujic nyatanya kesulitan menembus skuad utama. Hanya mendapat sedikit menit bermain, Grujic menghabiskan sebagian besar waktunya di Liverpool sebagai pemain pinjaman ke beberapa klub seperti Cardiff, Hertha Berlin, dan FC Porto.
Nah, ketika dipinjamkan ke Porto lah Grujic menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Porto bahkan memperpanjang masa peminjamannya untuk memastikan kualitas sang pemain. Akhirnya, pada Juli 2022 Porto resmi mengikat Grujic dengan kontrak permanen. Kini pemain kelahiran Belgard itu berstatus sebagai punggawa Porto hingga 2026 mendatang.
Loris Karius
Kiper berkebangsaan Jerman ini jadi salah satu penandatanganan penting Jurgen Klopp di masa-masa awalnya. Bergabung dari Mainz pada tahun 2016, Loris Karius diharapkan bisa memperkokoh performa lini bertahan Liverpool saat itu.
Awalnya, harapan tersebut terpenuhi. Sang pemain mulai mengamankan satu tempat di skuad utama setelah penjaga gawang Liverpool saat itu, Simon Mignolet mengalami penurunan performa. Namun, semuanya berubah saat ia tampil di final Liga Champions 2017/18.
Ia melakukan blunder fatal yang berujung cemoohan tiada henti. Karius melakukan kesalahan tak terlupakan pada proses gol Karim Benzema dan Gareth Bale. Setelah kekalahan itu, Liverpool tak pernah menjadikan Karius pilihan utama. Ia menjalani beberapa musim sebagai pemain pinjaman dan kini berseragam Newcastle. Sialnya, status Karius di St James Park pun hanya sebagai kiper cadangan ketiga.
Sadio Mane
Selanjutnya ada Sadio Mane. Didatangkan pada awal musim 2016/17 dari Southampton, pemain asal Senegal ini termasuk salah satu transfer tersukses Jurgen Klopp selama menukangi Liverpool. Bagaimana tidak? Kecepatan dan gaya bermainnya benar-benar meningkatkan kualitas lini serang Liverpool.
Mane berkembang jadi salah satu penyerang terbaik selama enam tahun berseragam merah-merah khas Liverpool. Pemain yang memeluk agama Islam itu mengemas 120 gol dalam 269 penampilannya untuk The Reds. Selama kurun waktu itu pula Mane telah membantu Liverpool keluar dari kekeringan trofi dengan menjuarai Liga Inggris, Liga Champions, dan beberapa trofi bergengsi lainnya.
Kini Mane memutuskan hijrah ke Bundesliga untuk membela Bayern Munchen sejak awal musim 2022/23. Bayern mendatangkan Mane dengan maksud untuk mengisi pos lini serang yang ditinggalkan oleh Robert Lewandowski yang bergabung dengan Barcelona.
Mohamed Salah
Transfer sukses Jurgen Klopp bukan hanya Sadio Mane, ada juga Mohamed Salah. Pemain asal Mesir tersebut juga termasuk dalam pemain-pemain yang didatangkan di masa awal kepemimpinan Jurgen Klopp di Anfield. Ketika ia diboyong dari AS Roma pada tahun 2017, tak ada yang tahu bahwa dampak yang ia berikan akan sebesar ini.
Mo Salah langsung moncer di musim perdananya untuk Liverpool. Ia langsung nyetel dengan rekan-rekan satu tim lainnya dan skema permainan yang diusung oleh Klopp. Salah bahkan langsung menyabet sepatu emas dengan mencetak 32 gol musim 2017/18. Performa apiknya itu pula yang mengantarkan Salah jadi pemain terbaik Liga Inggris dan pemain terbaik Benua Afrika tahun 2018.
Pemain berusia 30 tahun itu masih berseragam The Reds hingga sekarang. Sempat mengalami penurunan performa di awal musim, akhir-akhir ini Salah mulai kembali konsisten berkontribusi dalam setiap gol yang dicetak Liverpool.
Georginio Wijnaldum
Georginio Wijnaldum juga tergabung dalam generasi yang mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun lamanya bersama Mo Salah dan Sadio Mane. Ketika didatangkan dari Newcastle pada tahun 2016 dengan bandrol 27 juta euro atau Rp440 miliar, Gio langsung mengemban peran vital di lini tengah skuad Jurgen Klopp.
Lima tahun lamanya Gio membela Liverpool. Ia membantu skuad menjuarai Liga Inggris, Liga Champions dan UEFA Super Cup. Pemain berkebangsaan Belanda itu meninggalkan Anfield dengan status bebas transfer dan bergabung dengan PSG pada tahun 2021. Namun, performanya menurun drastis kala bermain di kota Paris.
Kini ia bermain untuk AS Roma dengan status pinjaman dari PSG. Tapi cara tersebut tak bisa mengembalikan sentuhan terbaiknya. Ia justru kian terpinggirkan di Roma. Hingga saat ini, Gio tak pernah menjadi pilihan utama di skuad Jose Mourinho.
Joel Matip
Selanjutnya ada bek jangkung, Joel Matip. Pemain asal Kamerun ini didatangkan Jurgen Klopp secara gratis dari Schalke pada tahun 2016. Di awal kedatangannya, Matip sempat diganggu cedera engkel. Namun, setelah itu posisinya tak tergantikan. Ia membangun koneksi yang baik dengan Dejan Lovren di lini pertahanan The Reds.
Ia juga memainkan peran vital saat Liverpool menyabet gelar juara Liga Champions musim 2018/19. Matip bahkan jadi pemain yang memberikan assist untuk gol Divock Origi di partai puncak. Kala itu The Reds berhasil menundukan Spurs dengan skor 2-0.
Kini di usianya yang sudah menginjak 31 tahun, Joel Matip masih bertahan di Liverpool. Namun, performanya sudah tak stabil. Sejak Liverpool mendatangkan Ibrahima Konate, posisi Matip jadi tergantikan. Meski masih sering bermain, ia bukan lagi pilihan utama Jurgen Klopp di lini pertahanan Liverpool.
Ragnar Klavan
Terakhir ada Ragnar Klavan. Didatangkan dari Augsburg pada tahun 2016, pemain berpaspor Estonia ini tak berumur panjang di Liverpool. Ia didatangkan Jurgen Klopp untuk jadi pelapis duo Dejan Lovren dan Joel Matip. Dalam mengemban tugas tersebut, Klavan selalu tampil memuaskan.
Menjalani dua musim sebagai bek pilihan ketiga sudah membuat Klavan putus asa. Alih-alih menjadi pilihan utama, di musim dingin tahun 2018 Liverpool justru mendatangkan Virgil Van Dijk dari Southampton. Kedatangan bek asal Belanda itu membuat posisi Klavan kian terpinggirkan.
Oleh karena itu, Klavan pun meninggalkan Anfield. Ia meninggalkan Liverpool dengan catatan 53 penampilan untuk klub. Setelah itu, ia bergabung dengan klub Serie A, Cagliari. Ia bermain untuk Cagliari selama tiga musim sebelum akhirnya pulang kampung ke Estonia untuk membela klub lokal, Paide tahun 2021. Namun, pada Januari 2023 kemarin, Paide tak memperpanjang kontrak Klavan. Kini ia berstatus tanpa klub di usia 37 tahun.
Sumber: Squawka, Planetfootball, AS, Liverpoolfc, Mirror


