Jatuh Miskin Hingga Mengemis, Kisah Nelangsa Benjamin Mendy

spot_img

Roda kehidupan itu pasti berputar. Nasib manusia di dunia ini juga tak ada yang tau, kawan. Seperti apa yang dialami oleh seorang anak jalanan dari Kota Paris bernama Benjamin Mendy.

Karier sepakbola Mendy bak roller coaster. Musibah demi musibah ia dapatkan. Sampai-sampai ia jatuh miskin hingga mengemis. Tak sampai di situ, kisah nelangsa Mendy masih berlanjut hingga akhirnya ia dicampakan. Mau tahu bagaimana kisah lengkapnya?

Dari Jalanan

Benjamin Mendy adalah pria kelahiran Longjumeau yang tumbuh besar di Paris. Trotoar dan jalanan di daerah Paris menjadi saksi tempat Mendy kecil mendribel bola. Dari situlah, mimpi Mendy menjadi pesepakbola handal, seperti Henry maupun Zidane mulai tumbuh dalam benaknya.

Mendy memulai karier sepakbola pertamanya bersama tim muda Le Havre pada tahun 2007. Namun pada saat itu, Mendy adalah anak yang susah diatur. Ia jarang mematuhi instruksi pelatihnya ketika di Le Havre.

Beruntungnya, bek kiri tersebut lalu direkrut oleh Marseille pada tahun 2016. Ia bertemu dengan pelatih kawakan yang bisa mengaturnya, yakni Marcelo Bielsa. Mendy direkrut atas permintaan langsung Bielsa, karena dianggap memiliki bakat. Benar saja, performa dan sikap Mendy pun mulai berkembang dengan baik bersama Marcelo Bielsa.

Gelar Di Monaco Dan Dibeli City

Perkembangan Mendy bersama Bielsa akhirnya diendus oleh klub LIgue 1 lainnya, AS Monaco. Benar saja, hanya setahun di Marseille, Mendy akhirnya direkrut oleh AS Monaco asuhan Leonardo Jardim. Nah, di Monaco-lah ia kemudian banyak meraih prestasi.

Bayangkan, di musim pertamanya, Mendy dan Mbappe cs langsung meraih gelar Ligue 1 dan bisa tembus hingga babak Semifinal UCL. Saat itu, di UCL Monaco berhasil mengandaskan langkah klub tajir Manchester City di 16 besar.

Nama Mendy pun sontak meroket dan menjadi perbincangan sebagai bek kiri potensial. Tim yang dikalahkan di 16 besar UCL, Manchester City pun sampai kesengsem pada Mendy. Mereka sengaja menerjunkan pemandu bakat untuk melakukan pendekatan kepada Mendy. Akhirnya Mendy pun direkrut oleh The Citizens pada tahun 2017.

Kasus Pemerkosaan

Namun selama di City, gaji yang diterima Mendy hingga Rp 1,7 miliar per pekan telah membuat gaya hidup Mendy berubah. Mendy terbuai dengan hartanya yang berakibat hidupnya makin tak terkontrol.

Walaupun seorang muslim, ia mulai sering bergaul di klub malam. Gaya hidup tersebut akhirnya membuat fisiknya terganggu, dan berakibat pada penampilannya di lapangan yang tak stabil. Di City ia sering keluar masuk meja perawatan. Dari data Transfermarkt, hampir ratusan laga ia lewatkan bersama City karena cedera.

Dari gaya hidupnya yang tak terkontrol tersebut, ia lalu tersangkut kasus. Mendy dituduh melakukan aksi pemerkosaan anak di bawah umur, serta penyerangan seksual. Ia akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian Cheshire pada bulan Agustus 2021.

Malang benar nasib Mendy. Ia akhirnya mendekam di balik jeruji besi yang paling menyeramkan di Inggris yakni Altcourse di Liverpool. Saat ia dipenjara, pihak Manchester City mengatakan akan mematuhi proses hukum yang sedang berjalan. Pihak City lalu membekukan sementara Mendy dari tim. Namun, yang lebih kasihan lagi, The Citizens juga tak menggaji Mendy selama dalam penjara.

Jatuh Miskin Dan Mengemis

Tidak digajinya Mendy membuatnya jatuh miskin selama mendekam dalam penjara. Ia tak mampu lagi menghidupi keluarga yang ia tinggalkan. Sampai-sampai, ia meminta bantuan rekan-rekannya di City untuk open donasi.

Mendy rela mengemis demi sesuap nasi bagi keluarganya di rumah yang tak bisa lagi ia nafkahi. Rekan-rekannya di City yang merasa iba lalu bersedia menolongnya. Bernardo Silva, Riyad Mahrez, hingga Raheem Sterling memberikan bantuan uang pada Mendy untuk membayar biaya hukum dan menghidupi keluarganya.

Mendy merasa berterima kasih dan berhutang budi pada rekan-rekannya tersebut. Mendy justru jengkel dengan sikap dari pihak Manchester City yang tidak menolongnya sama sekali saat terjerat kasus ini.

Tak Bersalah

Sikap City tersebut dianggap banyak pihak sebagai upaya lepas tangan. City seakan tak tahu rasanya bersimpati pada salah satu pemainnya yang masih terikat kontrak. Toh secara hasil persidangan, gugatan yang dilayangkan kepada Mendy belum tentu dikabulkan.

Dan terbukti, setelah dilangsungkan dua kali persidangan, Mendy dinyatakan tidak bersalah. Mendy lolos dari semua gugatan yang menjeratnya. Ia pun dibebaskan dari penjara pada bulan Juli 2023.

Setelah menghirup udara bebas, Mendy ingin segera membalaskan dendamnya pada pihak City yang sengaja lepas tangan. Mendy memberanikan diri menggugat mantan klubnya tersebut ke pengadilan ketenagakerjaan atas kerugian jutaan pounds gajinya yang belum terbayarkan selama dua tahun. Mendy menuntut City membayarkan gajinya sebesar 11,5 juta pounds.

Menurut Mendy, pemutusan gaji yang dilakukan City tidak sah, karena ia telah dianggap tidak bersalah oleh persidangan. Dalam sebuah pernyataannya di BBC, pengacara Mendy, Nick De Marco mengklaim bahwa kasus gugatan Mendy kepada City tersebut diperkirakan akan disidangkan pada tahun 2024.

Mendapat Klub Baru

Belum juga dipenuhi gajinya, pihak City lantas memutus kontrak Mendy akhir Juni 2023. Padahal kontraknya baru akan habis di bulan berikutnya. Apes benar Mendy ini. Di saat baru saja bebas dari penjara dan ingin merumput lagi, ia malah tak punya klub. Namun akhirnya, keinginan Mendy untuk merumput lagi di lapangan hijau terwujud di pertengahan bulan Juli 2023.

Klub Ligue 1, FC Lorient bersedia menampung pemain yang sempat dicap sebagai “predator seks” tersebut. Sang pelatih Lorient saat itu, Legis Le Bris menerima Mendy karena dianggap bisa menambah amunisi skuadnya untuk bisa bertahan di Ligue 1. Setelah melalui pemeriksaan medis, Mendy pun resmi dikontrak oleh Lorient selama dua tahun.

Dicampakan Lorient

Meski sempat bermain 15 kali di musim 2023/24, tak lantas membuat perjalanan karier Mendy mulus-mulus saja di Lorient. Cederanya mulai kumat lagi. Penampilannya juga tak maksimal.

Alhasil, Mendy tak bisa membawa Lorient lolos dari jeratan degradasi. Tak hanya timnya terdegradasi, beberapa kecaman pun kembali menghujam Mendy. Di laga terakhir Lorient musim 2023/24 melawan Clermont, Mendy dihujat habis-habisan oleh fans Lorient. Mendy hanya bisa terdiam ketika disuruh menjauh dari klub, dan diejek sebagai “predator seks” saat meninggalkan stadion Stade du Moustoir.


Puncaknya pada musim baru 2024/25, Mendy akhirnya dibekukan oleh klub atas persetujuan pelatih barunya, Olivier Pantaloni. Meski kontrak Mendy masih tersisa hingga tahun 2025, Pantaloni tidak mendaftarkan Mendy dalam skuad Lorient yang akan mengarungi Ligue 2 Prancis. Pantaloni beralasan, kehadiran Mendy yang sudah tak diinginkan oleh fans tersebut akan mengganggu kondusifitas timnya.

Ya, apa boleh buat. Karier sepakbola Mendy kini terlunta-lunta setelah dicampakan Lorient. Belum ada lagi klub yang mau menerimanya. Sempurnalah penderitaan Mendy. Dari yang dulu pernah dipenjara, jatuh miskin sampai mengemis, kini ia dicampakan. Betapa malang nasibmu Mendy. Semoga Tuhan selalu menolongmu.

Sumber Referensi : theguardian, goal, dailymail, bbc, goal, transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru