Era sepakbola modern menuntut semua lini bekerja sama membentuk kombinasi yang solid dalam tim. Tak terkecuali gelandang bertahan. Dulu, gelandang bertahan dianggap kuno dan hanya bercitra keras sebagai tukang jagal.
Namun tidak di era sepakbola modern. Gelandang bertahan dituntut mampu membaca permainan, passing akurat, dan tak hanya bermodal sangar doang. Nah maka dari itu, kini stok gelandang bertahan modern banyak dicari. Jumlahnya pun terbatas, sehingga harganya pun cenderung mahal. Itulah tren yang kini menjangkiti liga nomor satu dunia, Liga Inggris.
Daftar Isi
Fenomena Rodri Di Manchester City
Manchester City sudah sejak lama menggunakan Fernandinho sebagai gelandang bertahan. Ketika Pep Guardiola datang, semuanya diubah perlahan. Pep mulai menyiapkan seorang penerus Fernandinho yang sudah mulai menua.
Tepatnya musim 2019/20, Pep berani menyuruh manajemen menebus mahal gelandang bertahan asal Atletico Madrid bernama Rodri. Nilai tebusannya bahkan menjadi pembelian termahal City pada musim itu yakni sekitar 63 juta pounds.
Manchester City signed Rodri #OnThisDay in 2019! 😮💨🔥 pic.twitter.com/9kg0xEeGKd
— mcfc lads (@mcfc_lads) July 3, 2023
Pep perlu seorang gelandang bertahan yang bisa mengerti skemanya. Rodri menurutnya adalah pemain yang mirip dengan Busquets, ketika dirinya dulu melatih Barca. Pep juga berharap, Rodri bisa beradaptasi sesuai apa yang ia minta.
Hasilnya, Rodri perlahan memahami apa yang diharapkan Pep. Ketenangannya membaca permainan, umpannya yang akurat, serta intersepnya yang ciamik, semakin berpengaruh dalam tim. Rodri kini bahkan ibarat “ruh” bagi City dalam menyerang dan bertahan.
Di musim lalu saja, ia tercatat sebagai pemain yang tak tergantikan. Tentu golnya di Liga Champions melawan Inter, jadi momen yang membuktikan bahwa kini adalah masa jayanya gelandang bertahan modern.
FT! Manchester City 1-0 Inter
— Guardian sport (@guardian_sport) June 10, 2023
Rodri scores the only goal as City win the Champions League for the first time and secure historic treble https://t.co/td36Td3dD8 #UCLfinal pic.twitter.com/bGbSgdL18H
Klopp Menemukan Fabinho
Tapi sebelum fenomena Rodri, sebenarnya Liverpool dan Jurgen Klopp sudah memulainya terlebih dahulu. Liverpool di zaman awal Klopp kita tau masih gunakan skuad seadanya. Termasuk gelandang bertahannya yang hanya tersisa Lucas Leiva maupun Emre Can.
Maka dari itu, Klopp berpikir mendatangkan seorang gelandang bertahan modern yang bisa menjadi jembatan antara menyerang dan bertahan bagi Liverpool. Pilihan itu jatuh pada pemain AS Monaco, Fabinho.
📅 On this day in May 2018, Fabinho signed for Liverpool FC
— Liverpool FC News (@LivEchoLFC) May 28, 2022
The rest is glorious history 🏆 pic.twitter.com/wkCBNj3yRb
Gelandang Brazil itu ditebus mahal senilai 45 juta pounds. Klopp yakin dalam wawancaranya di web resmi Liverpool, bahwa Fabinho adalah gelandang “Nomor 6” yang cerdas. Klopp yakin apa yang diinginkannya akan dapat mudah diaplikasikan oleh gelandang cerdas sepertinya.
Terbukti, nilai mahal itu sepadan dengan kualitasnya. Fabinho datang, Liga Champions dan Liga Inggris dalam pelukan Liverpool. Nama Fabinho tak dipungkiri adalah salah satu bagian dari aktor yang mewarnai kesuksesan The Reds tersebut.
Klopp Cari Gelandang Bertahan Lagi
Kini usia Fabinho sudah tak muda lagi. Isunya yang santer, ia pun akan segera dilego ke klub Liga Arab. Maka dari itu, Klopp kini dipusingkan dengan mencari penggantinya. Hal ini membuktikan bahwa begitu pentingnya posisi gelandang bertahan.
Incaran mereka kini yakni gelandang muda Southampton, Romeo Lavia. Berkat adanya tren gelandang bertahan dengan harga mahal, pemain bau kencur seperti Lavia pun ditawar 37 juta pounds masih ditolak. Southampton hanya ingin 50 juta untuk seorang Lavia.
How much do you think Romeo Lavia is worth?#SaintsFC | #LFC pic.twitter.com/anODrJzHe8
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) July 25, 2023
MU Selamat Dapat Casemiro
Sesudah tren Fabinho dan Rodri muncul, kini giliran MU yang ikut-ikutan. MU seperti kita tau tak lagi punya gelandang bertahan hebat macam Roy Keane, maupun Carrick. MU hanya punya pemain toxic macam Fred maupun McTominay.
Maka dari itu, dalam transfer senyapnya Ten Hag pintar mendapatkan jasa Casemiro dari Real Madrid. Casemiro rela ditebus dengan mahar sekitar 60 juta pounds di saat usianya sudah 30 tahun.
👊🏼🗞 Casemiro has agreed to join Manchester United! HERE WE GO! pic.twitter.com/B4EUATERRl
— United Radar (@UnitedRadar) August 19, 2022
Seperti dikatakan Manchester Evening News, transfer ini murni membuktikan bahwa Ten Hag menganalisis dengan benar sektor mana yang mesti diselamatkan. Transfer itu juga membuktikan bahwa tren gelandang bertahan masih sangat dibutuhkan, meski harganya mahal.
Buktinya, Casemiro langsung beri pengaruh berarti bagi skuad United di musim pertamanya. Gelar pun langsung diraih, meski hanya Piala Carabao. Bagi fans MU, setidaknya kini lebih aman melihat timnya berlaga kalau ada Casemiro.
MU Mau Tambah Gelandang Bertahan Lagi
Kini Red Devils ketagihan memburu gelandang bertahan. MU menyadari Casemiro saja tidak cukup. Kalau cedera, atau absen akumulasi kartu seperti yang pernah terjadi, bagaimana? Maka dari itu, pelapis maupun partnernya Casemiro kini masih dicari Ten Hag.
Amrabat, dikabarkan salah satu incaran potensial Ten Hag. Keberadaan Eriksen juga dinilai tak bisa diharapkan setiap saat, karena usia dan fisik. Sedangkan duo toxic Fred dan McTominay kini sudah masuk daftar jual.
Fiorentina CEO Barone on reports of bid from Manchester United for Amrabat: “We have not received any proposal for Sofyan. I told him to stay focused on our club”. 🇲🇦 #MUFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 20, 2023
Man United, focused on Højlund deal as new midfielder will be discussed later. Amrabat, in the list. pic.twitter.com/SsqfdoQsqe
Rekor Enzo Fernandez
Setelah MU, giliran Chelsea yang kepincut tren mencari gelandang bertahan. Tak main-main, di bawah pemilik baru The Blues langsung ciptakan rekor dengan menebus Enzo Fernandez dari Benfica dengan mahar 106 juta pounds.
Chelsea have agreed a deal to sign Benfica midfielder Enzo Fernandez for a British record £105m! 🤯
— BBC Sport (@BBCSport) January 31, 2023
The Argentine is now having his medical.
More to follow ⏬#BBCFootall #DeadlineDay pic.twitter.com/NXoJD0PIf4
Enzo dibeli mahal The Blues untuk menjadi penerus Jorginho dan Kante yang tak akan dipertahankan. Penampilannya yang cemerlang di Piala Dunia, membuat daya tawar Enzo sebagai seorang gelandang bertahan, meningkat.
Graham Potter yang doyan pemain muda, ketika itu mengaku senang dengan hadirnya Enzo. Menurutnya, Enzo bisa jadi metronom lini tengah The Blues untuk beberapa musim kedepan.
Chelsea Rela Tebus Mahal Lagi
Tak cukup hanya Enzo, di saat eksodus besar-besaran pemain Chelsea musim ini, The Blues kembali menaruh minat besar pada gelandang bertahan lain bernama Moises Caicedo. Niatnya, Chelsea besutan Pochettino ini akan menduetkan Enzo dan Caicedo sebagai double pivot Chelsea musim depan,
Namun hingga tulisan ini ditulis, tawaran Chelsea yang mencapai 70 juta masih ditolak Brighton. Kalaupun mau transfer Caicedo terwujud, Brighton minta tak kurang dari 100 juta pounds.
🚨 Chelsea have had a second bid for Moises Caicedo REJECTED by Brighton. ❌
— Transfer News Live (@DeadlineDayLive) July 18, 2023
Latest offer was for £70m with no add-ons. 💰
(Source: @David_Ornstein) pic.twitter.com/UTGRHotq1l
Sandro Tonali, Kejutan Transfer Newcastle
Tak ingin ketinggalan tren, klub kaya baru yang akan bermain di Liga Champions musim depan Newcastle United, juga sudah membeli gelandang bertahan. Bak kejutan, nama Sandro Tonali muncul sebagai incaran. Dan benar saja, Tonali ditebus dengan harga mahal yakni sebesar 70 juta pounds.
Sandro Tonali to Newcastle, here we go! Agreement for €70m fee with add-ons. Milan will also have sell-on clause. 🚨⚪️⚫️ #NUFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) June 23, 2023
Documents are being prepared.
Tonali will sign contract until 2029 for €7m per year and €2m add-ons.
It’s record sale ever for an Italian player. pic.twitter.com/w7Ixt07bJt
Eddie Howe seperti dikutip Themag menjelaskan, kenapa ia berani menebus gelandang bertahan semahal itu. Ia mengatakan bahwa pengalaman Tonali di kancah Eropa maupun domestik sudah tak diragukan lagi. Menurutnya, Tonali adalah gelandang bertahan modern yang diperlukan bagi skuadnya. Ia juga bisa membawa kedalaman skuad yang tangguh bagi Toon Army musim depan.
Kita tahu selama ini mereka hanya punya Bruno Guimaraes di posisi itu. Maka dari itu, dibutuhkan sosok gelandang bertahan yang mirip dengan tipe Bruno, yang bisa saling mengisi kedalaman lini tengah The Magpies.
Arteta Butuh Declan Rice
Kemudian ada Declan Rice yang dibayar mahal Arsenal dengan mahar 105 juta pounds. Padahal, The Gunners masih memiliki gelandang bertahan macam Jorginho, maupun Partey. Tapi menurut Arteta, transfer Rice adalah sebuah kebutuhan.
Declan Rice to Arsenal, here we go! Deal in place between Arsenal & West Ham and Gunners sign their top target. 🚨🔴⚪️ #AFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 4, 2023
£100m plus £5m add ons. It’s the most expensive signing ever for Arsenal and most expensive English player ever.
Arteta & Edu, crucial to make it happen. pic.twitter.com/w0OApXoTwD
Skema permainan Arteta yang direncanakan untuk musim depan, butuh seorang holding midfielder seperti Rice. Ibaratnya, Arteta ini ingin meniru role model Rodri di City. Jadi, Rice ini rencananya akan dijadikan “Rodri”-nya Arsenal.
Dengan beberapa transfer tadi, paling tidak membuktikan bahwa tren transfer gelandang bertahan mahal makin meningkat. Ya, seiring vitalnya posisi gelandang bertahan di sepakbola modern seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin fenomena transfer ini akan berlanjut terus hingga beberapa musim ke depan.
Sumber Referensi : manchester evening news, metro.uk, liverpool.com, independent, themag, theathletic


