Jangan Remehkan Kiper Cadangan, Mereka Bisa Diandalkan!

spot_img

Tak selamanya hangatnya bangku cadangan membuat betah pemain. Apalagi kalau bernasib sebagai kiper cadangan, wah..tambah suram lagi nasibnya. Jarang-jarang ada pelatih gonta-ganti kiper tiap pekannya. Bisa jadi kiper “nomor dua” hanya akan jadi cadangan mati klub.

Mereka hanya akan dimainkan di piala domestik, atau disaat kiper utama berhalangan. Disitulah kiper cadangan biasa membuktikan kualitasnya. Dari situ, kita bisa melihat apakah kiper cadangan yang bisa diandalkan?

Caoimhin Kelleher

Termasuk yang terbaru ada Caoimhin Kelleher, kiper nomor dua Liverpool. Ketika Alisson Becker absen, Klopp tampaknya tak akan terlalu cemas mencari penggantinya. Pasalnya kiper muda Irlandia tersebut bisa juga kok dipercaya dan tak kalah jago mengawal mistar gawang The Reds..

Hal menarik dari sosok kiper cadangan Liverpool ini adalah, dulunya ketika bermain di klub Ringmahon Rangers, ia adalah seorang penyerang. Lalu, empat tahun digembleng di akademi Liverpool sejak tahun 2015, kiper kelahiran Cork ini akhirnya bisa merasakan debutnya di skuad senior The Reds di ajang Carabao Cup melawan MK Dons. Kelleher mampu peroleh clean sheet di laga itu. Tak hanya soal clean sheet, beberapa penyelamatan pun banyak dilakukannya.

Sementara itu, debut kiper Irlandia ini di Liga Inggris baru terjadi pada Desember 2020 saat melawan Wolves. Saat itu Alisson sedang cedera. Alih-alih memasang Adrian yang berstatus sebagai kiper cadangan kedua, Klopp malah memilih memasang Kelleher yang saat itu statusnya masih jadi kiper ketiga Liverpool. Pada laga tersebut Kelleher kembali mampu menciptakan clean sheet.

Di Liverpool, uniknya Kelleher dikenal sebagai masternya tendangan penalti. Lihat saja, di Liga Champions ketika melawan Midtjylland pada tahun 2020 lalu, ia sudah bisa menepis tendangan penalti. Namun yang paling memorable bagi dirinya adalah saat jadi salah satu penentu kemenangan di babak tos-tosan Final Carabao Cup 2022 melawan Chelsea. Bukan soal tepisan, namun tendangannya berhasil menjebol gawang Kepa. Alisson yang absen di laga itu terlihat tersenyum di pinggir lapangan.

Musim ini, Kelleher masih saja jadi pelapis Alisson. Namun berkah bagi Kelleher ketika Alisson beberapa kali absen musim ini. Ia jadi punya kesempatan lebih memperlihatkan kualitasnya yang makin matang.

Seperti yang baru saja ia perlihatkan di Final Carabao Cup melawan Chelsea. Kelleher tampil brilian dengan mencatatkan sembilan penyelamatan. Ia juga menjaga gawangnya tidak kebobolan selama 120 menit, dan membawa The Reds meraih trofi pertamanya musim ini.

Martin Dubravka

Datangnya Nick Pope di Newcastle membuat posisi Martin Dubravka tersingkir. Kiper Slovakia itu padahal sudah sejak 2018 menjadi kiper utama Toon Army. Maka dari itu, akhirnya pemain berpostur 1,91 meter tersebut memilih untuk hengkang dari St James Park.

Awal musim lalu, ia dipinjamkan ke MU. Ten Hag menginginkan kualitas Dubravka sebagai pelapis De Gea. Namun nasib apes kembali dialami Dubravka. Ia hanya tampil dua kali saja ketika berseragam MU. Berhubung Newcastle butuh kiper pelapis di pertengahan musim karena Pope cedera, kiper Slovakia itu akhirnya disuruh pulang lebih cepat ke St James Park.

Namun yang menarik, meski sudah jadi pemain Newcastle lagi, ia masih berhak mendapat medali juara Carabao Cup ketika MU juara. Hal itu terjadi karena namanya masih terdaftar sebagai pemain MU di ajang tersebut. Ya..bisa dikatakan itu rejeki nomplok baginya.

Musim ini, ketika Pope kembali cedera Dubravka kembali mengambil alih posisi kiper utama The Magpies. Penampilannya tak buruk-buruk amat. Penyelamatan penting dan tepisan penalti-nya masih bisa diandalkan.

Termasuk ketika laga melawan Liverpool di Liga Inggris awal tahun 2024 lalu. Meski kalah, Dubravka catatkan beberapa penyelamatan penting termasuk tendangan penalti Mohamed Salah.

Tak hanya di laga itu saja Dubravka tampil apik musim ini. Di laga Piala FA melawan Blackburn Rovers, The Magpies kalau tak ada Dubravka mungkin sudah K.O. Laga yang ditentukan lewat adu tendangan penalti tersebut akhirnya dimenangkan oleh Newcastle berkat penyelamatannya. Dubravka menjadi pahlawan dengan menyelamatkan dua tendangan penalti pemain Blackburn.

Andriy Lunin

Real Madrid memang tak pernah kekurangan kiper hebat. Termasuk musim ini ketika mereka kehilangan Thibaut Courtois akibat cedera lama. Mereka masih punya Andriy Lunin. Kiper nomor dua Real Madrid asal Ukraina itu bahkan beberapa kali sempat menggantikan kiper baru El Real musim ini, Kepa Arrizabalaga.

Kepa dan Lunin memang sama baiknya. Sampai-sampai Carlo Ancelotti pusing tujuh keliling memilih siapa yang akan jadi kiper nomor satu El Real musim ini. Namun saat Lunin beberapa kali coba diturunkan, ia membuat penampilan yang tak kalah memukau dari Kepa.

Don Carletto mulai menurunkan Lunin di laga fase grup Liga Champions menghadapi Braga. Lunin tampil baik di laga itu. Turun sejak menit awal, Lunin melakukan empat kali penyelamatan di laga tersebut.

Bahkan ia menggagalkan satu penalti dari Braga. Lunin juga membantu dalam banyak distribusi bola di laga tersebut. Menurut catatan FotMob, di laga itu setidaknya akurasi umpan Lunin mencapai 89%.

Sejak itulah Ancelotti makin percaya pada Lunin. Hingga bulan Maret 2024, meski Kepa sehat wal afiat Lunin tetap menjadi kiper utama Los Blancos. Bahkan penampilannya saat melawan Leipzig di babak 16 besar Liga Champions, banyak dipuji. Sembilan tembakan tepat sasaran Die Roten Bullen mampu digagalkan oleh Lunin. Ya, El Real kalau tidak ada Lunin di laga tersebut, duh..kasihan deh.

Permainan apik Lunin di laga tersebut juga menunjukkan bahwa ia sudah layak disetarakan dengan Thibaut Courtois. Psalanya, catatan rekor sembilan penyelamatan Thibaut Courtois di satu laga Liga Champions sudah mampu Lunin samai.

Aaron Ramsdale

Di Arsenal, musim ini ada fenomena baru yakni persaingan kiper. Musim lalu praktis Aaron Ramsdale adalah kiper utama Arsenal dengan penampilan spektakuler. Hampir saja gelar Liga Inggris didapat Meriam London musim lalu. Kiper muda Inggris tersebut andil cukup besar bagi performa ciamik The Gunners musim lalu. Total 14 clean sheet-nya jadi bukti.

Namun tiba-tiba musim ini Ramsdale punya saingan, yakni David Raya. Kiper Spanyol itu didatangkan dari Brentford oleh Arteta sebagai pesaing Ramsdale. Lalu kenapa sih Arteta mendatangkan Raya? Padahal kan Ramsdale sudah bagus. Ya, ternyata alasan arteta murni kesesuaian taktik. Raya lebih dianggap Arteta baik dalam mendukung taktik dan gaya permainannya di Arsenal musim ini.

Namun apakah Ramsdale lebih buruk dari Raya? Tidak juga kok. Di awal musim ini, Ramsdale sudah membuktikan Arsenal empat laga tak pernah kalah. Namun seketika tempatnya diambil alih oleh Raya hingga saat ini.

Namun ketika Ramsdale kembali dimainkan sebagai kiper utama di laga melawan Brentford di bulan November 2023 lalu, ia tetap menunjukkan kualitasnya. Ramsdale berhasil menciptakan clean sheet dengan kemenangan 1-0 untuk Arsenal.

Beberapa penyelamatan penting pun ia lakukan. Di akhir laga, ia mendapat berbagai pujian dari rekan satu timnya. termasuk Declan Rice yang memeluk erat Ramsdale. Arteta yang secara tak langsung adalah biang kerok yang menyingkirkannya pun ikut memuji mantan kiper Sheffield tersebut sebagai.

Sumber Referensi : anfieldwatch, transfermarkt, managingmadrid, squawka, transfermarkt, talksports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru