Setelah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sempat membuat jendela transfer tahun ini lebih riuh, Antoine Griezmann, yang digadang-gadang bakal jadi pemain andalan Barcelona tak kalah tebar gemuruh. Dia yang sebelumnya telah jalani tiga pertandingan bersama Barcelona, dilaporkan hengkang dengan pulang ke kampung halaman. Bukan ke Prancis, namun ke Atletico Madrid yang dulu pernah membuatnya mendapat banyak sekali pujian.
Dilaporkan oleh Marca, Barcelona secara resmi memulangkan Griezmann ke Atletico Madrid dengan status pinjaman. Lebih lanjut, kontrak yang diberikan juga berisi tentang perjanjian bahwa dia akan tinggal selama dua tahun lamanya. Jika berkenan, maka opsi pembelian bisa diaktifkan.
🆕📲 #WallpaperWednesday pic.twitter.com/VPoa6VmIqg
— Atlético de Madrid (@Atleti) September 1, 2021
Alasan Barcelona melepas Griezmann adalah karena sang pemain dianggap tampil kurang maksimal. Kontribusi yang diberikan kurang mengesankan hingga memaksa manajemen untuk ambil tindakan. Selain itu, masalah keuangan yang akhir-akhir membelit Barcelona juga jadi alasan.
Jadi, melepas Griezmann yang bisa digunakan sebagai opsi untuk mengurangi beban pun akhirnya benar-benar dilakukan.
Kepulangan Griezmann jelas menjadi salah satu yang paling mengejutkan. Pasalnya, tidak ada berita yang terus menerus mengabarkan dirinya bakal segera pulang. Malah, dia disebut bakal tampil lebih leluasa, usai pemain yang selalu jadi bahasan telah resmi hengkang ke kompetisi negeri seberang.
Akan tetapi, bagaimanapun, keputusan Griezmann tetap harus diterima. Apapun penyebabnya, selalu ada cerita dibalik sebuah kejadian.
Gagal di Barcelona Jadi Alasan Griezmann Pulang ke Wanda
Dalam hal ini, Griezmann mengajarkan kita bahwa tidak semua hal harus dipaksakan. Bergabung dengan klub sebesar Barcelona bukanlah hal sembarangan. Griezmann merasa beban yang diberikan terlalu besar. Disamping itu, kesempatan yang didapat juga tidak sesuai harapan. Maka, memilih untuk menghentikan semua perjuangan dengan kembali ke tempat yang memang seharusnya dia tinggal, disebut sebagai opsi paling ideal.
Dalam perjalanannya yang begitu krusial, Griezmann pada masa terakhirnya di Barcelona sempat memberikan sebuah pernyataan. Sebuah pengakuan yang mungkin akan sangat diterima, mengapa pada akhirnya ia putuskan hengkang.
Disamping Barcelona yang memang tampak tidak keberatan dalam melepaskannya, Griezmann yang seperti kita tahu, punya banyak masalah dalam permainan. Torehan golnya di Barcelona tak sama seperti ketika ia masih membela Atletico Madrid. Terbanyak, dia hanya mampu ciptakan 20 gol di musim keduanya. Padahal, rata-rata lebih dari 25 gol selalu berhasil dia ciptakan ketika masih membela Atletico Madrid.
Antoine Griezmann is the latest Barcelona forward to wave goodbye 👋 pic.twitter.com/SIF71uuQds
— Goal (@goal) September 1, 2021
Sebagai pembelaan, Griezmann merasa ditempatkan dalam peran yang tidak sesuai keinginan. Ketika Ernesto Valverde masih jadi pelatih, Griezmann beberapa kali ditempatkan di sayap kiri guna mengakomodasi peran Lionel Messi. Hasilnya, dia dianggap gagal dan tak mampu tunjukkan kontribusi besar
Dia yang terus berada di bawah bayang-bayang Lionel Messi pun kian merasa kesulitan untuk temui ruang bebas.
Meski benar bila performanya pada musim 2020/21 cukup menjanjikan, Griezmann tetap dianggap kurang meyakinkan. Banyak penggemar yang terus menyudutkannya. Dana 120 juta euro plus ekspektasi besar pada musim panas 2019 tak mampu dibayar lunas. Dia gagal dan tak pernah bisa penuhi tuntutan.
Ketika memasuki era pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman juga disebutnya sebagai juru taktik yang telah menempatkannya dalam peran yang salah. Dengan pelatih asal Belanda, Griezmann lebih banyak dimainkan di posisi melebar. Padahal, Griezmann merasa tampil lebih maksimal ketika ditempatkan di tengah.
Pelatihnya di timnas Prancis, Didier Deschamps, juga mengakui bila Griezmann akan lebih efektif ketika tampil di tengah. Dengan peran tersebut, Griezmann bisa membuka peluang untuk datang dan membantu lini tengah. Yang tak kalah penting, Griezmann tak punya kemampuan untuk menaklukkan pemain lawan dari sayap.
⚽️🇫🇷 Antoine Griezmann & Didier Deschamps. pic.twitter.com/5qbthu0AbW
— goalg0ys (@goalg0ys) August 31, 2021
Dengan permasalahan yang selama ini didapat, Griezmann juga mendapat cemoohan dari para penggemar belum lama ini. Dia disebut tampil mengecewakan di laga melawan Getafe, meski di akhir laga Barcelona berhasil memetik kemenangan. Banyak yang memandang kalau Griezmann tak benar-benar mampu memainkan perannya.
Menanggapi performanya yang kurang maksimal, Griezmann yang sebelumnya sempat mengeluhkan peran yang didapat, juga sedikit banyak menyalahkan menit bermain yang diberikan. Dia kecewa dengan klub yang seolah tidak menganggapnya penting.
“Di awal musim lalu, karena aku tidak bermain, aku tidak merasa penting. Aku terbiasa bermain di setiap pertandingan, bahkan pertandingan besar,”
“Aku dipaksa duduk di bangku cadangan dan melihat rekan setim melakukan pemanasan. Tapi bagaimana, itu adalah pilihan pelatih. Aku harus menerimanya,” ucap Griezmann.
Griezmann, yang kini telah berusia 30 tahun hanya mampu mencetak 30 gol dalam 102 pertandingan untuk Blaugrana, dimana 21 di antaranya diciptakan di La Liga. Satu-satunya piala yang didapat, adalah ketika dirinya membantu klub memenangkan trofi Copa Del Rey ke-31 mereka pada 2020/21.
Pulang ke Atletico Sebagai Keputusan Terbaik
Di tengah keterpurukannya, Atletico datang memberi tawaran. Griezmann yang meski tampil kurang menjanjikan di Barcelona, diberi tawaran langsung oleh Diego Simeone. Pelatih asal Argentina itu mengaku masih sangat menginginkan Griezmann dalam skuadnya. Di hadapannya, Griezmann adalah pemain besar. Dia tidak ingin lagi melihat pemain yang dulu jadi andalannya, hanya tampil sebagai pengganti di ujung pertandingan.
Five seasons and three major trophies later…
Antoine Griezmann and Diego Simeone are ready to create more memories together 👊
🔴 #Griezback ⚪️ pic.twitter.com/NXdyHCpLWs
— Football on BT Sport (@btsportfootball) September 1, 2021
Tawaran yang datang kemudian diterima Griezmann dengan penuh kebahagiaan. Meski ada banyak klub, seperti Chelsea, Juventus, sampai Real Madrid, yang juga menginginkannya, dia tahu kemana harus tentukan pilihan.
Pemain asal Prancis yang sangat mempercayai Diego Simeone pun yakin bila sang pelatih bakal mampu membantunya kembali ke performa terbaik.
Di klub yang bermarkas di Wanda Metropolitano, Griezmann datang sebagai pengganti Saul yang sudah lebih dulu meminta hengkang. Disana, dia juga bakal bertemu dengan Joao Felix dan tentunya Luis Suarez, penyerang asal Uruguay yang pernah menjadi partner nya di FC Barcelona.
Pulang ke Atletico Madrid diprediksi bakal jadi momen krusial Griezmann untuk kembalikan performa terbaiknya. Selain sudah tak asing lagi dengan atmosfer klub tersebut, pernyataan Diego Simeone yang memang menginginkannya kembali bisa membuatnya tampil tanpa beban.
Di periode pertama, sejak didatangkan dari Real Sociedad, Griezmann mampu mencetak 94 gol dari 180 pertandingan di kompetisi La Liga. Selain itu, memenangkan trofi Liga Europa dan Piala Super Eropa, serta nyaris torehkan trofi Liga Champions Eropa, juga membuat Griezmann percaya diri dalam menyambut kepulangannya.
🔄 (GRIEZMANN-FÉLIX): The agreement was total between all parties. Koeman and Simeone also approved it.
• Atlético Madrid stepped back at the last minute because they feared João Félix would do well at Barcelona.
Via (🟢): @rsalmurri [cat radio] pic.twitter.com/QBHl5D1c5C
— Barça Buzz (@Barca_Buzz) September 1, 2021
Nantinya, Griezmann bisa dimanfaatkan sebagai penyokong lini serang yang diemban Luis Suarez. Perannya tersebut juga bisa dimudahkan dengan keberadaan Koke dan De Paul atau Yannick Carrasco yang ditempatkan di lini tengah.
Dengan skuad yang ada, termasuk tambahan Antoine Griezmann, Atletico Madrid diklaim tak akan sulit untuk mempertahankan gelar.


