Tak banyak yang tahu kalau kedua orang tua Sancho adalah warga Trinidad and Tobago. Namun Jadon Sancho besar di London Selatan, sebuah daerah di ibukota dengan tingkat kriminalitas tinggi. Sejak kecil bakat Sancho mulai muncul. Karyawan Frederick’s Adventure Playground, Norman Dawkins mengatakan kalau sejak kecil Sancho sudah menjadi semacam magnet. Kemanapun Sancho bergerak semua akan mengikutinya.
Hal itu seolah menjadi semacam nubuat. Buktinya, Sancho adalah seorang pemain yang leluasa bergerak. Pergerakannya selalu diikuti oleh pemain lawan. Meski pada akhirnya lawan lah yang dibikin repot sendiri oleh Sancho.
Jadon Sancho nyaris saja menjadi pemain seharga 100 juta poundsterling atau Rp 1,98 triliun seandainya Manchester United terburu-buru untuk mendatangkan sang pemain. Namun MU begitu cerdik menunggu Borussia Dortmund melunak. Harga Sancho pun turun. Manchester United membayar 73 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,44 triliun untuk jasa Sancho.
Menjadi Pemain Manchester City
Jauh sebelum bermain untuk United, jejak awal perjalanan Sancho di dunia sepak bola justru mulai mentereng kala bermain buat Manchester City. Namun begitu, awal mula Sancho menginjakkan kaki ke lapangan adalah saat masuk ke Watford pada usia tujuh tahun. The Citizen merekrut Sancho saat usianya 15 tahun.
Bermain bersama skuad Manchester City muda, Jadon Sancho mulai menjadi sorotan media. Ia mengumpulkan 12 gol dan 4 asisst dalam 14 pertandingan bersama The Citizen. Sancho juga menyumbangkan dua gol pada ajang UEFA Youth League (kompetisi UEFA Champions League untuk usia muda).
Performa Sancho semakin paripurna saat dia bersama Phil Foden memperkuat Timnas Inggris U-17 pada ajang UEFA Euro U-17 di Kroasia pada 2017. Kendati tak mampu membawa The Three Lion juara, tapi Sancho mengemas lima gol dan lima asisst. Karena hal itu Sancho diganjar pemain terbaik turnamen itu. Gelar yang juga pernah dikoleksi superstar seperti Cesc Fabregas, Mario Gotze, Toni Kroos, dan Wayne Rooney.
Pada 2017, Sancho sebenarnya mendapat kesempatan untuk bermain di tim utama Manchester City. Ia bersama Phil Foden dan Brahim Diaz dipanggil ke skuad utama Manchester City pada Mei 2017. Namun hanya Foden yang bertahan.
Jadon Sancho is ruled out of the second leg of Dortmund vs. Manchester City tomorrow.
The reunion is off 😢 pic.twitter.com/fIaKAGBpP7
— B/R Football (@brfootball) April 13, 2021
Tak diberi kesempatan bermain secara reguler dan hanya menghiasi bangku cadangan skuad Pep Guardiola bikin Sancho tak betah. Ia yang kala itu berusia 17 tahun berpikir ulang untuk memperpanjang nasibnya di Manchester City. Sancho pun memilih hengkang ke Jerman.
Pep Guardiola sebetulnya telah berkali-kali membujuk Sancho agar bertahan. Namun karena Sancho sendiri merasa tak bisa berkembang di tim utama Manchester City, ia menunjukkan ketidakbetahannya dengan tidak hadir dalam sesi latihan. City pun menjual Jadon Sancho ke Dortmund dengan banderol ekonomis, yaitu 7,84 juta euro atau sekitar Rp 132,8 miliar kurs sekarang.
OFFICIAL: Jadon Sancho is not in the Borussia Dortmund squad to face Manchester City.
Injury ruins an Etihad return. #UCL pic.twitter.com/2qielFUtAn
— Squawka News (@SquawkaNews) April 6, 2021
Makin Menjadi Bersama Dortmund
Performa Sancho makin paripurna ketika bergabung dengan Borussia Dortmund. Ia termasuk pemain yang mampu melakukan dribel dan mengubah kecepatan lari secara mendadak. Sancho bisa berhenti, berbelok, atau bahkan berputar arah.
Berkat kemampuannya itu Sancho menjadi penyumbang gol sekaligus assist di skuad Borussia Dortmund. Catatan teranyar pemain yang satu ini adalah pada musim 2020/21, ia mengkreasikan 2,89 key passes per 90 menit di Bundesliga. Totalnya Sancho mengoleksi sebanyak 8 gol dan 11 assist.
Gol yang dicetak Sancho bahkan melebihi xG (expected goal) yang mencapai 6,75. Begitu pula catatan assist-nya yang melebihi xA (expected assist) yang mencapai 8,24. Menurut WhoScored, selama bermain di Bundesliga, Sancho justru beroperasi di sektor kanan memegang peran gelandang serang. Ia juga sesekali bermain di gelandang tengah.
Akibatnya, Sancho mempersembahkan gelar untuk Borussia Dortmund. Tim itu meraih gelar DFB Pokal musim lalu setelah mengalahkan RB Leipzig 4-1 di Stadion Olimpiade Berlin. Sancho andil mencetak dua gol di laga tersebut.
Words can’t describe this feeling! 🏆 @DFB_Pokal WINNERS! This is for you guys @BVB pic.twitter.com/j8ujmcMQpm
— Jadon Sancho (@Sanchooo10) May 14, 2021
Kegemilangan pria 21 tahun itu terdengar ke seantero Eropa dan bikin tim-tim besar kepincut, salah satunya Manchester United. Bersama United, Sancho mengisi pos gelandang serang sebelah kanan dalam skema 4-2-3-1, atau menjadi penyerang sayap dalam formasi 4-3-3 yang kemungkinan bakal dipakai Ole Gunnar Solskjaer.
Apakah City Menyesal?
Ketika Sancho resmi bergabung dengan Manchester United, tentu kita tak bisa menampik kalau tim ini adalah bekas pemain sang rival, Manchester City. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana perasaan seluruh penghuni Etihad Stadium melihat Sancho bermain untuk sang rival?
Namun sebelum itu, harusnya City sadar diri. Mereka punya kesempatan untuk memanfaatkan jasa Sancho, tapi malah disia-siakan. Sancho yang masuk ke skuad utama City pada 2017, justru belum pernah tampil. Saat tur pra-musim City ke Amerika pada 2017, Sancho bahkan tidak dibawa saat kedua rekannya Phil Foden dan Brahim Diaz ikut.
Ruled out through injury… There’ll be no reunion for Jadon Sancho and Pep Guardiola tomorrow #UCL pic.twitter.com/y6KIT45dZ8
— DAZN Canada (@DAZN_CA) April 13, 2021
Wajar kalau Sancho gusar. Pemain yang menyumbang gol yang tidak sedikit untuk skuad muda City, malah seolah diabaikan di skuad utama. Ia pun pergi ke Dortmund dan kini kembali ke Premier League, rumahnya, tapi sebagai pemain Manchester United.
Meski begitu, City tak rugi-rugi amat. Secara finansial, The Citizen justru untung berlipat-lipat dari hasil penjualan Sancho. Mereka hanya bermodal 76 ribu euro atau Rp 1,2 miliar saat membeli Jadon Sancho dari Watford. Jika dihitung-hitung keseluruhan, City sudah meraup 19,6 juta euro atau Rp 3,3 miliar berkat kepergian Sancho.
Dalam klausul kepindahan Jadon Sancho dari City ke Dortmund, City menyelipkan kesepakatan bahwa apabila Dortmund menjual Sancho pihak City akan mendapat 15 persen dari hasil penjualan. Itu berarti Manchester City akan menerima 10,95 juta poundsterling atau Rp 216,5 miliar dari hasil penjualan Sancho ke Manchester United.
Ya begitulah industri sepak bola. Kendati boleh jadi fans Manchester City merasa ngenes melihat didikan akademinya bermain untuk sang rival, tapi klub masih diuntungkan secara finansial. Membeli Grealish yang harganya fantastis saja nggak merasa rugi, masa menjual pemain sehebat Sancho, City harus merugi?
https://youtu.be/AxZkfxNdQSQ
Sumber referensi: goal.com, twenty3.sport, bundesliga.com, acefootball.com, theflanker.id, bola.net


