Perang Dingin Antara FC Barcelona dan PSG

spot_img

Dua raksasa Eropa, Paris Saint Germain dan FC Barcelona, terlibat dalam sebuah perang yang tidak semuanya sadar. Melalui kekuatan yang dimiliki masing-masing, dua klub yang saat ini duduk di persaingan tertinggi terus lancarkan aksi untuk jatuhkan satu sama lain.

Uniknya, perang yang terjadi tidak diselesaikan dalam sebuah pertandingan besar, atau bahkan tawuran yang sampai melibatkan para penggemar. Namun perang ini terjadi melalui sebuah pergerakan dalam diam. FC Barcelona dan Paris Saint Germain saling memberikan serangan yang bahkan lebih mematikan dari yang sebelumnya dibayangkan.

Awal Mula Perseteruan

Lantas apa yang mengawali segala perseteruan ini, hingga sampai media tertarik untuk memberikan banyak ulasan?

Ternyata, ini adalah soal perasaan yang kurang nyaman ketika satu diantara mereka mencoba untuk menggembosi kekuatan yang lainnya. Nasser Al-Khelaifi, yang merupakan sosok dibalik terbentuknya klub dengan kekuatan terbesar seantero Eropa merasa terganggu dengan pergerakan FC Barcelona yang seolah mencoba untuk mencuri para pemainnya.

Sang presiden kaya raya itu merasa sangat kesal karena dia telah membangun tim penuh bintang melalui proses transfer yang terbilang besar. Seperti diketahui, pembangunan besar-besaran PSG dimulai ketika dua bintang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva resmi bergabung. Sejak saat itu, PSG mulai mendominasi kompetisi Ligue One dan terus kumpulkan bakat-bakat meyakinkan lainnya.

Rentetan Konflik yang Kian Memicu Permusuhan

Sikap yang tak disukai oleh PSG yang dilakukan FC Barcelona untuk pertama kalinya adalah ketika klub asal Spanyol tersebut terus menggoda salah satu bek andalan mereka, Thiago Silva. Melalui direktur olahraga saat itu, Andoni Zubizarreta, Barca yang berniat mencari bek baru menilai Thiago Silva sebagai sosok ideal untuk teruskan kejayaan.

Namun rencana itu ditolak mentah-mentah oleh Nasser Al-Khelaifi yang langsung menepis tawaran yang diajukan.

Kemudian, isu berikutnya adalah ketika Barca menaruh minat pada David Luiz, yang juga sempat jadi andalan PSG dalam beberapa tahun lamanya. Barca sejatinya sudah tertarik dengan bakat Luiz ketika masih tampil di Chelsea. Lalu ketika sang pemain sudah bergabung dengan PSG, klub asal Catalan tersebut belum berhenti dari perburuan sang pemain.

Mereka terus menggoda Luiz untuk mau bergabung. Namun apa yang terjadi? Nasser Al Khelaifi mulai menganggap bila tindakan yang dilakukan Barca adalah hal gila.

Belum puas mengganggu dua bakat hebat itu, kini pemain asal Brasil lainnya, Marquinhos, juga dilirik oleh Barca. Sadar bila Marquinhos punya potensi besar untuk dikembangkan, Barca dengan berani memberi tawaran besar untuk memboyong sang pemain belakang ke La Liga. Namun apa daya, klub asal Prancis tersebut malah merespon dengan memberi kontrak jangka panjang kepada sang pemain.

Desakan yang terus diberikan Barca kemudian mulai mengganggu kediaman sang miliarder asal Qatar. Dia menganggap bila pergerakan klub tersebut harus dihentikan. Apalagi, dia sampai harus mengeluarkan dana yang terbilang besar untuk bisa mempertahankan pemain andalan.

Bukannya jera dan menyerah, Barca justru membuat perang dingin antar keduanya kian meledak. Secara terang-terangan, melalui Presiden Josep Maria Bartomeu, Barca menginginkan jasa Marco Verratti sebagai penerus Andres Iniesta yang mulai memasuki masa senja.

Beruntung, langkah sigap yang dilakukan Paris Saint Germain melalui Nasser Al Khelaifi berhasil mengamankan jasa pemain asal Italia. Sama seperti kasus Marquinhos, PSG resmi memperpanjang kontrak sang pemain hingga membuatnya betah untuk terus membela Paris Saint Germain.

Ledakan Perang yang Sesungguhnya

Dari pergerakan Barcelona yang berani-beraninya untuk coba menggaet Verratti, Nasser Al Khelaifi tak tinggal diam. Dia yang merasa bahwa uang yang dimiliki bisa membeli segalanya, resmi menyatakan perang dengan klub Catalan!

Sebagai informasi, Al Khelaifi adalah pria dibalik Qatar Sports Investments, atau QSI, dimana salah satu afiliasinya, Qatar Investment Authority atau QIA memiliki aset senilai 300 miliar dollar Amerika, yang dirancang untuk mendiversifikasi aset negara dari kekayaan minyak dan gas.

Mengacu pada Sportspro seperti dilansir CNBC Indonesia, QSI membeli 70% saham PSG pada 30 Juni 2011 dari perusahaan investasi asal Amerika Serikat Colony Capital. Harian asal Perancis Le Monde menaksir biaya akuisisi tersebut antara 30 juta euro and 40 juta euro.

Selang setahun kemudian, QSI membeli 30% saham yang digenggam Colony Capital dengan nilai sekitar 30 juta euro.

Melalui kekayaan yang akan habis entah pada keturunan ke berapa, Nasser Al Khelaifi mulai melancarkan serangan kepada FC Barcelona. Tak tanggung-tanggung, mereka memboyong sosok pemain yang disebut sebagai penerus Lionel Messi, Neymar Jr, pada tahun 2017 silam. Melalui biaya senilai 222 juta euro, Neymar resmi berseragam Paris Saint Germain dan menjadi pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola.

Kepindahan Neymar Jr menuju PSG saat itu jelas menjadi sebuah guncangan dalam dunia sepakbola. Betapa tidak, bintang asal Brasil itu merupakan pemain andalan FC Barcelona dan telah memberikan sejumlah gelar bergengsi untuk klub Catalan. Mengetahui PSG berani membayar klausul rilis sang pemain yang sejatinya merupakan balasan dari segala perlakukan Barcelona, benar-benar telah membuat dunia tercengang!

Merasa terhujam dengan satu tembakan mematikan, FC Barcelona mengakui bila hubungannya dengan Paris Saint Germain memang telah temui puncaknya. Sempat mencari cara untuk gulingkan eksistensi Paris Saint Germain, Barca lalu melaporkan PSG kepada UEFA untuk menyelidiki keuangan Les Parisiens dalam jangka waktu dua tahun, yaitu dari 2015 sampai 2017.

Namun setelah sempat diduga melanggar aturan Financial Fair Play, Paris Saint Germain berhasil memenangkan banding dengan UEFA dan terbebas dari pelanggaran aturan tersebut.

Merasa kesal karena gagal menyerang PSG, Barcelona lalu kembali melakukan cara lama, yaitu mencoba menggaet bintang andalan tim lawan. Ketika itu, Adrien Rabiot yang memang menolak untuk perpanjang kontrak dengan PSG ditawari untuk gabung Barcelona. Dalam hal ini, PSG merasa kalau Barcelona sudah bermain di luar jalur pertempuran.

Barca dianggap melakukan kesepakatan sepihak untuk bisa mendorong Rabiot ke Camp Nou. PSG kian terdesak usai sang pemain memang sudah ingin hengkang. Akhirnya, PSG mengeluarkan pernyataan bila mereka resmi merelakan Rabiot pergi, namun dengan satu syarat, yaitu tidak bergabung dengan FC Barcelona!

Akhirnya saat kontraknya habis, Rabiot yang sempat kebingungan untuk bergabung dengan klub mana, memilih Juventus sebagai pelabuhan barunya.

Merasa kehilangan satu sosok gelandang andalan, PSG lalu arahkan pandangan kepada nama Frenkie de Jong yang saat itu menjadi salah satu komoditi terpanas di persepakbolaan Eropa. Saingannya? Manchester City dan tentu saja FC Barcelona! Sayangnya, kecintaan sang pemain yang kadung terhampar ke Barcelona tak mampu ditepis oleh Paris Saint Germain. PSG kalah, dengan bintang asal Belanda resmi bertolak ke Barcelona.

Namun bukan PSG namanya bila memilih diam dan meratapi segala kekecewaan.

Pada kesempatan berikutnya, mereka datang dengan rencana yang lebih gila, yaitu niat memboyong Lionel Messi dari Catalan pada musim panas tahun 2020. Rencana tersebut muncul setelah PSG mencoba untuk memanfaatkan situasi panas yang terjadi antara sang pemain dengan klub kesayangan. Akan tetapi, takdir belum mempertemukan keduanya. Segala upaya yang dilancarkan gagal dan malah membuat presiden PSG, Nasser Al Khelaifi mendapat hinaan.

Tepat pada Februari 2021 lalu, Al Khelaifi mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari suporter tuan rumah, ketika dia menemani PSG bertandang ke markas Barcelona untuk lakoni laga pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa.

Seperti dilaporkan L’Equipe, berdasarkan laporan televisi Spanyol Esports Cope, Al Khelaifi dan Direktur Olahraga PSG Leonardo dicemooh pendukung Barcelona terkait rumor Les Parisien ingin merekrut La Pulga.

“Bajingan, pencuri. Tinggalkan Messi, pencuri. Beri aku satu juta euro,” ujar suporter Barcelona.

Menurut banyak pihak, para penggemar FC Barcelona telah melakukan kesalahan besar. Mereka disebut melempar hinaan kepada orang yang salah.

Benar saja, pada bursa transfer musim panas tahun ini, PSG berhasil membajak Georginio Wijnaldum dari Barcelona, saat keduanya sudah menemui kata sepakat meski hanya secara lisan. Wijnaldum yang digadang-gadang bakal teruskan perjalanan bersama pelatih Ronald Koeman, nyatanya malah menjadi salah satu bahan yang semakin membuat perseteruan dua tim raksasa tak terhindarkan.

Puncak Dari Segalanya: Transfer Lionel Messi!

Untuk saat ini, Barcelona sepertinya harus mengakui kekalahan dari PSG. Setelah segala gesekan terus terjadi, termasuk yang paling membuat ngeri adalah perekrutan Neymar dengan nilai transfer tertinggi, PSG kian jadi tim tak tertandingi usai berhasil mendatangkan Lionel Messi!

Memang benar bila Messi tak pernah berniat untuk tinggalkan FC Barcelona. Namun siapa sangka bila pada akhirnya sang pemain terbaik sepanjang masa akan bergabung dengan klub yang presidennya dulu mereka hina!

Semua tentu harus menerima, termasuk para penggemar FC Barcelona. Bila nantinya kedua tim bertemu di ajang yang sama, sebaiknya kubu el Barca fokus pada pertandingan saja, sebelum seluruh pemain andalan habis diambil oleh Paris Saint Germain.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru