Tiga puluh ribu orang lebih menandatangani petisi agar Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mundur dari jabatan. Namun, bang Ibul masih tak menghiraukannya. Padahal petisi yang digagas oleh Perhimpunan Jurnalis Rakyat di website Change.org menekankan bahwa PSSI memiliki tanggung jawab besar atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa manusia.
Iwan Bule dinilai gagal mengemban tugasnya. Sikap Ibul yang justru menyalahkan panitia penyelenggara sebagai satu-satunya pihak yang bersalah dari peristiwa tersebut juga menjadi sorotan. Padahal publik menilai bahwa Iwan Bule juga bertanggung jawab. Setidaknya secara moral atas tragedi Kanjuruhan beberapa hari lalu.
Iwan Bule sebenarnya tidak perlu risau, jikapun demikian, terhadap PSSI. Kalau ia mundur masih banyak orang yang menggantikannya. Tapi siapa kira-kira yang layak menggantikan Bang Ibul?
Daftar Isi
Ratu Tisha
Nama yang pertama kali muncul sebagai calon ketua umum PSSI yang baru adalah Ratu Tisha. Nama yang sudah tak asing di persepakbolaan Indonesia, bahkan untuk PSSI itu sendiri. Maklum wanita kelahiran 1985 ini pernah memiliki jabatan yang cukup mentereng di PSSI, yakni sebagai sekretaris jenderal pada periode 2017 hingga 2020.
Ketua umum wanita pertama PSSI! Saya siap dukung kembalinya mba Ratu Tisha ✊🏻🇮🇩 pic.twitter.com/oyaSsHCQMH
— Extra Time Indonesia (@idextratime) October 18, 2022
Dilansir Tempo.co, Keinginan warganet supaya mantan Sekjen PSSI itu kembali ke federasi sepakbola Indonesia mencuat setelah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menyelesaikan tugasnya. Mereka merekomendasikan Iwan Bule beserta jajarannya mundur dari kepengurusan PSSI.
Rekam jejak di dunia sepakbola milik Ratu Tisha tak bisa dianggap remeh. Ia pernah mengikuti seminar sepakbola di Jepang, Belgia, dan Denmark. Ia mendaftarkan diri untuk program FIFA Masters yang disponsori langsung oleh FIFA. Satu setengah tahun ia menimba ilmu di program tersebut.
Pada 2016, Ratu Tisha juga pernah menjadi Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Kompetisi tersebut digelar sebagai pengganti selama carut-marut sepak bola Indonesia karena dibekukan oleh FIFA pada tahun 2015 silam.
Dan barangkali yang paling berdampak hingga saat ini adalah mendatangkan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Tisha merupakan sosok di balik kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia. Dia dianggap sebagai orang yang berjasa mendatangkan pelatih asal Korea Selatan itu pada tahun 2020.
Mantan Punggawa Timnas
Betapa indahnya apabila sepakbola Indonesia dipimpin oleh orang yang bener-bener ngerti sepakbola, yang mana mereka juga lahir dari olahraga paling populer di dunia itu.
Beberapa mantan punggawa Timnas Indonesia macam Bambang Pamungkas hingga Kurniawan Dwi Yulianto dijagokan untuk mengambil alih kursi kepengurusan PSSI. Para legenda sepakbola tersebut diperkirakan bakal menjadi jembatan yang baik bagi para pesepakbola Indonesia. Karena mereka berangkat dari latar belakang yang sama.
Khusus Kurniawan, ia pernah mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI pada tahun 2016 lalu. Namun ia gagal karena kalah suara dari calon yang terpilih saat itu, Edy Rahmayadi. Kini ia tengah fokus menjadi asisten pelatih di klub kasta kedua Liga Italia yang juga dibela oleh Cesc Fabregas, FC COMO.
Manajer Tim Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi tim saat ini.
Selengkapnya di Facebook dan YouTube Persija Jakarta.#BelieveIn12 #PersijaJakarta pic.twitter.com/34rlf8bQeT
— Persija Jakarta (@Persija_Jkt) October 29, 2021
Bambang Pamungkas juga jadi sosok yang dijagokan sebagai Ketum PSSI bila Iwan Bule berkenan mengundurkan diri. Bepe bahkan sudah dikompori oleh mantan rekannya di Persija, Baihakki Khaizan untuk masuk kepengurusan PSSI.
Legenda Timnas Singapura itu kini menjabat sebagai Lead Special Project/Ambassador di Federasi Sepakbola Singapura. Ia tampak menikmati posisinya sekarang dan menyarankan Bepe untuk melakukan hal yang sama di Indonesia. Namun, Bepe belum merespon godaan dari Baihakki itu.
Padahal soal kiprah, Bambang Pamungkas adalah sosok ikonik di sepakbola tanah air. Kiprahnya sebagai Ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) layak diperhitungkan. Belum lagi, Bepe juga pernah mencicipi jadi manajer di Persija Jakarta.
Azrul Ananda
Nama selanjutnya yaitu Azrul Ananda, mantan CEO Persebaya Surabaya. Akhir-akhir ini, namanya jadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan untuk memimpin PSSI suatu saat nanti. Karena anak dari Dahlan Iskan ini memiliki rekam jejak yang cukup mentereng dalam mengelola industri olahraga di Indonesia.
Di sepakbola, Azrul terbilang sukses membesarkan Persebaya sejak mengambil alih sahamnya pada 2017 lalu melalui PT Jawa Pos. Di bawah komandonya, Bajul Ijo berhasil promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia dan menjadi klub yang terus melahirkan pemain-pemain muda berbakat.
Sudah cek YouTube Official Persebaya? Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda berbicara lengkap soal bisnis sepak bola. #Persebaya pic.twitter.com/XlU4kl5Ijx
— Official Persebaya (@persebayaupdate) April 8, 2017
Selain sukses mengelola Persebaya, Azrul juga memiliki segudang pengalaman di olahraga basket. Ia pernah membidani lahirnya Deteksi Basketball League (DBL), salah satu kompetisi bola basket usia muda yang kini cukup terkenal.
Setelah melepas Persebaya, tentu tanggung jawabnya sudah sedikit berkurang, dan ia tak lagi memegang salah satu klub sepakbola Indonesia. Dengan demikian, Azrul bisa berlaku adil. Wajar namanya pun muncul di jagad media sosial sebagai calon pengisi kursi Ketua Umum PSSI jika Iwan Bule mengundurkan diri.
Ignasius Jonan
Ignasius Jonan disebut-sebut jadi sosok yang pantas untuk mengisi jabatan Ketua Umum PSSI. Hal itu dilontarkan oleh beberapa warganet. Tentu bukan tanpa alasan warganet Indonesia mengajukan namanya. Beberapa dari mereka menganggap keberhasilan Ignasius Jonan saat mereformasi KAI dinilai cocok untuk memperbaiki manajemen sepakbola Indonesia.
Jonan banyak melakukan gebrakan yang inovatif saat menjadi orang nomor satu di PT Kereta Api Indonesia pada periode 2009 hingga 2014. Mulai dari pemberantasan percaloan tiket, menerapkan sistem boarding pass, tiket daring, penjualan tiket melalui toko ritel, hingga merapikan penumpang-penumpang gelap yang kerap duduk di atas kereta.
Keberhasilannya mengelola pertiketan di Kereta Api Indonesia ini selalu dikaitkan dengan buruknya manajemen pengelolaan tiket yang terjadi saat Tragedi Kanjuruhan. Atas keberhasilan yang luar biasa itu, Ignasius Jonan dipandang sebagai sosok yang mampu “merapikan” sepakbola Indonesia.
Erick Thohir
Nama terakhir yang muncul dalam bursa calon Ketum PSSI adalah Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir. Sepak terjangnya di dunia olahraga, terutama sepakbola tak diragukan lagi. Bos Mahaka Group itu pernah menjadi beberapa klub olahraga. Inter Milan dan Oxford United, hingga klub basket, Philadelphia 76ers.
Tidak hanya dalam mengelola klub olahraga, alasan lain yang membuat pria berusia 52 tahun itu layak menjadi ketum PSSI adalah keterampilannya dalam melobi. Hal tersebut disoroti setelah ia menemui Presiden FIFA baru-baru ini. Thohir menjadi perantara yang pada akhirnya menjadikan Indonesia lolos dari sanksi.
Pengalamannya cukup untuk membuat Erick Thohir naik ke kursi Ketum PSSI. Sayangnya ia masih menjabat sebagai Menteri BUMN hingga 2024. Jadi sulit bagi Erick Thohir untuk menjadi Ketum PSSI. Meskipun soal rangkap jabatan, di Indonesia bukan hal yang baru. Kalau tidak percaya, silakan tanya ke Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan. Eh btw, opung nggak mau coba jadi Ketum PSSI?
https://youtu.be/opi9dWmmTzY


