Inilah Penyebab Fiorentina Wajib Diwaspadai di Musim 2022/2023

spot_img

Serie A musim 2021/2022 mungkin jadi salah satu musim terbaik Liga Italia dalam satu dekade terakhir. Scudetto ke-19 AC Milan, terpelesetnya Internazionale jelang pekan terakhir, Juventus yang hanya sanggup finish keempat, Lazio dan Roma yang kompak finish di zona Liga Europa, dan gagalnya Atalanta lolos ke kompetisi Eropa jadi beberapa buktinya.

Akan tetapi, ada satu yang luput dan jarang dibicarakan, yakni keberhasilan Fiorentina finish di peringkat ke-7. Keberhasilan La Viola itulah yang jadi penyebab Atalanta gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 5 musim terakhir.

Bagi Fiorentina, finish di peringkat 7 tak hanya sekadar menjadi pencapaian terbaik mereka sejak finish kelima pada musim 2015/2016, tetapi juga membuat mereka lolos lagi ke kompetisi Eropa setelah absen selama 5 tahun.

Finish ketujuh di Serie A musim lalu membuat La Viola berhak atas satu tiket ke babak play-off Liga Konferensi Eropa musim 2022/2023. Fiorentina masih harus menunggu calon lawannya di babak play-off dan belum tentu lolos ke fase grup. Namun, pencapaian tersebut jadi sedikit bukti dari kebangkitan Fiorentina.

Vincenzo Italiano Bikin Fiorentina Kembali Bergairah

Sang allenatore, Vincenzo Italiano adalah sosok yang bertanggung jawab atas kembalinya Fiorentina ke kompetisi Eropa. Italiano pula yang membuat La Viola kembali bertaji dengan gaya permainan menyerang yang patut diwaspadai oleh para lawannya.

Vincenzo Italiano ditunjuk sebagai pelatih anyar Fiorentina di awal musim lalu. Penunjukannya sebagai pelatih La Viola diwarnai sedikit drama. Pasalnya, La Viola lebih dulu mengontrak Gennaro Gattuso sebagai manajer baru mereka di bulan Mei 2021. Namun, 23 hari kemudian, Fiorentina mengumumkan pembatalan perjanjian dengan Gattuso.

Disinyalir ada ketegangan antara Gattuso dengan presiden Rocco Commisso dan direktur klub Giancarlo Antognoni terkait target dan bujet transfer serta komisi agen. Proposal pemain yang diinginkan Gattuso dinilai terlalu mahal oleh manajemen La Viola pimpinan Rocco Commisso yang lebih ingin berinvestasi dengan pemain yang lebih murah.

Pasca pembatalan itulah kemudian Fiorentina menunjuk Vincenzo Italiano sebagai allenatore anyar. Bersama La Viola, ia dikontrak dengan durasi 2 tahun hingga Juni 2023.

Italiano sebenarnya bukanlah pelatih berprestasi. Mantan pemain Hellas Verona dan Chievo Verona ini sebelumnya juga hanya melatih tim-tim gurem. Namun, sebelum bekerja untuk La Viola, Italiano melakukan sebuah pekerjaan hebat bersama Spezia.

Italiano mulai menukangi Spezia di musim 2019/2020. Di musim pertamanya, ia langsung membawa Spezia promosi ke Serie A untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah menang atas Frosinone di babak play-off.

Namun, Italiano tidak bisa langsung mendampingi Spezia berlaga di Serie A. Pasalnya, saat membawa Aquilotti promosi, ia belum mengantongi lisensi UEFA Pro sebagai syarat melatih klub-klub Serie A.

Beruntungnya, pada September 2020, Vincenzo Italiano berhasil menyelesaikan thesisnya dan mendapat lisensi UEFA Pro tepat di awal musim 2020/2021. Dalam thesisnya, Italiano mengatakan kalau semua pemain yang ia latih adalah seorang pemimpin yang harus bertanggung jawab membangun permainan, terlepas dari peran mereka di atas lapangan.

Hal tersebut diimplementasikan dengan sempurna oleh Italiano ke dalam taktik dan filosofi permainannya. Mengusung formasi 4-3-3, filosofi yang dipegang teguh Italiano adalah sepak bola menyerang. Ya, meski menukangi tim kecil seperti Spezia yang dihuni pemain tidak terkenal, Italiano setia pada filosofi menyerangnya yang membuat anak asuhnya bermain dengan high pressing dan mampu mendikte permainan.

Hasilnya, Spezia berhasil bertahan di Serie A dengan finish di peringkat 15 dengan torehan 39 poin, hasil dari 9 kali menang dan 12 kali imbang. Di musim tersebut, Spezia memang tampil trengginas dengan total menghasilkan 52 gol dalam 38 pertandingan. Aquilotti juga sukses mencatat beberapa penampilan mengesankan, seperti mengalahkan Napoli 2-1 di Naples, menundukkan Milan 2-0 di kandang, menahan Internazionale 1-1, dan membantai Roma 3-0 di Coppa Italia.

Catatan dan prestasi itulah yang kemudian membuat Fiorentina mantap memperkerjakan Vincenzo Italiano sebagai allenatore anyar mereka di musim panas kemarin. Singkat cerita, pelatih berusia 44 tahun itu kemudian sukses membuat permainan Fiorentina kembali bergairah dan enak ditonton dengan gaya main menyerangnya.

Di bawah asuhan Italiano, Fiorentina berhasil meningkatkan agresivitasnya. Terbukti dengan jumlah gol dalam semusim yang meningkat dari 47 gol di musim 2021 menjadi 59 gol di musim 2022.

Jumlah tersebut sebetulnya bisa saja meningkat andai saja mereka tak menjual Dusan Vlahovic ke Juventus. Sebab, setelah sang bomber hengkang, pundi-pundi gol La Viola menurun. Dalam 16 pekan terakhir, mereka hanya sanggup mencetak 18 gol.

Terlepas dari itu, peningkatan performa yang terjadi di musim lalu telah mengindikasikan adanya perubahan positif yang dibawa Vincenzo Italiano. Selain lolos ke Liga Konferensi Eropa, Fiorentina juga mencatat beberapa kemenangan krusial di musim lalu, seperti mengalahkan AC Milan 4-3, menumbangkan Napoli 3-2, melumat AS Roma 2-0, mempermalukan Juventus 2-0.

Tambal Sulam Fiorentina di Bursa Transfer 2022

Italiano bisa membuat Fiorentina makin menakutkan. Penyebabnya adalah aktivitas Fiorentina di bursa transfer musim panas 2022. Beberapa sektor yang jadi kelemahan mereka di musim lalu berhasil ditambal.

Di lini depan, Fiorentina punya striker anyar usai berhasil mendaratkan Luka Jovic dari Real Madrid. La Viola beruntung, sebab mereka berhasil mengikat mantan striker Eintracht Frankfurt itu secara cuma-cuma hingga Juni 2024. Bahkan, Madrid juga masih membayar setengah dari gaji Jovic.

Sepeninggalan Dusan Vlahovic, Fiorentina sempat merekrut Arthur Cabral dan meminjam Krzysztof Piątek. Namun, keduanya cuma mampu mencetak 8 gol, jauh dari catatan Vlahovic selama setengah musim yang mampu mencetak 20 gol.

Kedatangan Jovic jelas bertujuan untuk menutup lubang besar yang ditinggalkan Vlahovic. Jovic memang bisa dibilang gagal total di Madrid. Namun, ia bisa jadi jawaban atas striker haus gol yang sangat dibutuhkan Fiorentina.

Dalam 4 laga pramusim yang sudah dilakoni Fiorentina, Jovic tercatat telah mencetak 6 gol. Bahkan, di laga debutnya melawan Real Vicenza, stiker asal Serbia itu sukses mencetak 4 gol. Taktik menyerang dengan formasi 4-3-3 sepertinya cocok dengan karakter Luka Jovic.

Di lini tengah, Fiorentina juga kedatangan pemain anyar. Rolando Mandragora berhasil dibajak dari Juventus dengan mahar 8,2 juta euro. Gelandang bertahan 25 tahun itu sepertinya diplot sebagai pengganti Erick Pulgar yang hengkang ke Flamengo.

Sementara di lini belakang, Fiorentina sukses mendatangkan Dodo dari Shakhtar Donetsk dengan biaya 14,5 juta euro. Berposisi sebagai bek kanan, Dodo akan jadi pengganti Alvaro Odriozola yang kembali ke Real Madrid setelah masa peminjamannya habis.

La Viola juga sukses memulangkan Pierluigi Gollini ke Artemio Franchi. Sebelum sukses di Atalanta dan gagal di Tottenham Hotspur, Gollini pernah menimba ilmu di akademi Fiorentina. Kedatangan Gollini adalah upgrade paling penting yang dilakukan La Viola. Pasalnya, kiper adalah titik terlemah mereka.

Musim lalu, Pietro Terracciano dan Bartłomiej Drągowski yang tampil bergantian jadi kiper dengan penampilan terburuk di Serie A. Kiper Fiorentina jadi kiper dengan jumlah saves terendah. Dari 118 tembakan tepat sasaran, mereka hanya sanggup menghentikan 72 tembakan dengan persentase 59,3%.

Hadirnya Gollini bisa meningkatkan pertahanan Fiorentina. Pasalnya, semasa di Atalanta, ia sudah akrab dengan sepak bola menyerang dan skema high pressing, sehingga ia bisa langsung nyetel dengan gaya main menekan yang diusung Italiano.

Aktivitas transfer La Viola kabarnya belum usai. Mereka dirumorkan mengincar Giovani Lo Celso dari Tottenham Hotspur.

Akan tetapi, mengutip dari violanation.com, pendukung La Viola di Italia sana sepertinya kurang antusias jelang musim baru 2022/2023. Penyebabnya masih sama dengan musim-musim sebelumnya. Siapa lagi kalau bukan karena sang presiden menyebalkan, Rocco Commisso.

Para pendukung La Viola tak senang dengan perlakuan buruk manajemen kepada Lucas Torreira. Mereka juga geram dengan kebijakan sang presiden yang enggan membelanjakan banyak uang di bursa transfer pemain.

Commisso memang dikenal pelit. Di sisi lain, sejak dimiliki pengusaha asal Amerika itu, Fiorentina kerap menjual pemain-pemain terbaiknya ke klub rival.

Beruntungnya, ada satu kabar gembira yang membuat para pendukung Fiorentina tetap optimis. Kabar yang dimaksud adalah diperpanjangnya kontrak Vincenzo Italiano hingga Juni 2024. Di pundak sang allenatore itulah harapan dan ambisi La Viola disandarkan.

Kini, tinggal bagaimana Italiano memperbaiki kinerja lini belakangnya yang kerap rapuh di laga-laga yang seharusnya mudah dimenangkan. Fiorentina sendiri juga harus mati-matian mempertahankan bek terbaik mereka, Nikola Milenković dari godaan klub lain.

Terlepas dari itu, Fiorentina sudah punya modal yang cukup bagus untuk mengarungi musim 2022/2023. Mereka punya beberapa peluru tajam di lini depan. Selain Luka Jovic, La Viola juga punya Jonathan Ikone. Ada pula Nicolas Gonzalez yang musim lalu berhasil mencetak 7 gol dan 7 asis dalam 33 laga.

Menilik hasil di musim sebelumnya, ditambah aktivitas di bursa transfer pemain, dan keberadaan Vincenzo Italiano sebagai allenatore, rasanya sangat pantas bila menyebut Fiorentina sebagai tim kuda hitam yang wajib diwaspadai di Serie A Italia.

https://youtu.be/NZBpvbcq7r0
***
Referensi: Replubika, Breaking The Lines, Viola Nation, Football Italia, FBref, Transfermarkt, Violanation.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru