Inilah Cara Menentukan Man of The Match di Tiap Pertandingan Sepak bola

  • Whatsapp

Tatkala sebuah pertandingan sepak bola usai, selain siapa pemenang, para penikmat sepak bola akan menanti pengumuman siapa bintang laga atau man of the match. Kadang kala bahkan ketika pertandingan belum usai, kita sering kali menebak-nebak. Kira-kira siapa ya, yang bakal jadi man of the match pada pertandingan yang sedang kita tonton?

Sayangnya, tebakan kita acap kali meleset. Meskipun juga tidak menutup kemungkinan bisa tepat. Btw, sebenarnya, kamu penasaran nggak sih bagaimana caranya menentukan man of the match setiap pertandingan?

Nah, kali ini starting eleven akan membahas cara menentukan man of the match atau player of the match. Bagaimana caranya? Mari kita mulai.

Tidak Hanya di Sepak bola

Terlebih dahulu kita harus tahu, bahwa penyematan penghargaan man of the match bukan hanya ada di sepak bola. Di olahraga lain, di belahan dunia juga dipakai. Entah itu olahraga individu atau beregu. Bahkan selain man of the match juga ada woman of the match, tentu saja itu untuk perempuan.

Misalnya saja pada olahraga kriket. Penghargaan man of the match di olahraga kriket sendiri dimulai sejak tahun 1980-an. Biasanya akan diberikan pada pemain yang dianggap paling memiliki kontribusi atau kontribusinya paling penting di antara para pemain lainnya.

Khusus olahraga kriket, pernah ada waktu di mana satu tim mendapat penghargaan man of the match semuanya. Tim itu adalah tim kriket Selandia Baru yang keseluruhan tim mendapat anugerah man of the match. Lalu disusul tim Afrika Selatan saat uji coba menghadapi Hindia Barat di 15-18 Januari 1999.

Sementara di olahraga hoki es di Amerika Utara istilahnya jadi “pemain paling berharga” atau MVP. Sedangkan di Amerika Serikat sendiri man of the match juga ada di olahraga bola basket. Namun dari semua itu, yang sedang kita bahas adalah man of the match di sepak bola.

Man of The Match Sepak bola

Pada umumnya, man of the match di setiap pertandingan sepak bola diambil dari tim pemenang. Meskipun mungkin saja bisa diambil dari tim yang kalah. Namun, biasanya untuk hal itu ada faktor lain, seperti saat laga Denmark vs Finlandia di Euro 2020. Waktu itu Denmark kalah, tapi Christian Eriksen yang terpilih jadi man of the match.

Nah, penghargaan man of the match biasanya akan diberikan kepada pemain yang mencetak hattrick. Kiper yang mencatatkan clean sheet di setiap pertandingan juga punya kesempatan menjadi man of the match. Asalkan, pada pertandingan tersebut si kiper mendapat tekanan bertubi-tubi, atau keras dari kubu lawan. Lalu, siapa yang memilih?

Man of the match biasanya dipilih oleh penyelenggara pertandingan. Kalau Premier League ya, dari Premier League-nya; La Liga dari La Liga; Bundesliga dari Bundesliga; Serie A dari Serie A; dan seterusnya. Tidak bisa lintas penyelenggara, misalnya pihak Premier League memberikan man of the match buat Lewandowski yang main di Bundesliga.

Penghargaan man of the match juga bisa datang dari komentator televisi atau sponsor. Namun terkadang, pihak penyelenggara maupun sponsor males buat ngasih penghargaan man of the match. Maka, biasanya website-website kenamaan dan surat kabar lah yang memberikan penghargaan man of the match.

Selain itu, rating pemain di setiap pertandingan juga boleh jadi faktor penentu apakah si pemain layak menjadi man of the match atau tidak. Selanjutnya, para pemain yang menjadi man of the match secara umum bakal mendapatkan semacam piala mini, entah berwarna hitam atau emas. Di Premier League trofi man of the match bahkan hanya seperti kotak shampoo.

EURO 2020

Namun begitu, khusus untuk EURO 2020 kemarin penentuan man of the match agak sedikit berbeda. Seperti yang sudah disinggung di atas soal Eriksen yang jadi man of the match, meski timnya kalah dari Finlandia. Nah, sebetulnya di EURO 2020 kemarin, dalam menentukan man of the match, tak jauh berbeda dengan kompetisi lainnya.

Pemain dengan performa terbaik juga akan mendapat kesempatan menjadi man of the match yang di EURO disebut star of the match. Romelu Lukaku yang mencetak dua gol saat laga Belgia vs Rusia mendapat penghargaan ini. Begitu pula Cristiano Ronaldo yang memborong dua gol saat Portugal menghadapi Hongaria.

Tapi, di sisi lain Leonardo Spinazzola mendapat star of the match saat laga antara Italia vs Wales. Padahal ia tak mencetak gol. Belum lagi Christian Eriksen yang meraih penghargaan ini, walau Denmark kalah 0-1 dari Finlandia. Bagaimana menjelaskan hal ini?

Pada EURO 2020, UEFA telah membentuk Tim Technical Observes yang tugasnya memilih star of the match. Anggota Technical Observes kala itu adalah David Moyes, Fabio Capello, Esteban Cambiasso, Aitor Karanka, sampai Robbie Keane. Merekalah yang menentukan star of the match. Sementara, pihak media juga terkadang memilih man of the match versi mereka sendiri.

Dilansir kompas.com, pilihan UEFA dan media ini bisa jadi berbeda. Seperti saat laga Inggris kontra Kroasia. Di mana UEFA memilih Raheem Sterling sebagai star of the match berkat gol kemenangannya. Sementara BBC memilih Kelvin Philips untuk dijadikan player of the match.

Partisipasi Penggemar

Pemilihan man of the match juga pernah melibatkan penggemar atau penikmat sepak bola. Kita bisa melihat contohnya di Piala Dunia 2014. Selain FIFA dan sponsor, man of the match juga ditentukan oleh para penggemar.

FIFA dan salah satu sponsor pada Piala Dunia 2014 mempersilakan penggemar sepak bola untuk melakukan voting di media sosial. Hal itu dilakukan agar penggemar merasa dekat dan dilibatkan dengan olahraga yang mereka nikmati. Oh iya, voting ini hanya dilakukan melalui media sosial Twitter.

Nah, itulah tadi mengenai cara menentukan man of the match. Sampai di sini tentu sudah tidak bingung lagi bukan? Jadi jangan kaget kalau man of the match bukanlah pemain yang kita anggap pantas. Karena ya, memang seperti itu.

Sumber referensi: uefa.com, wikipedia.org, kompas.com

Pos terkait