Dua Sisi Koin Jeda Internasional

  • Whatsapp
Dua Sisi Koin Jeda Internasional
Dua Sisi Koin Jeda Internasional

Kompetisi sepakbola dunia khususnya Eropa, tengah menjalani masa jeda Internasional. Beberapa laga Internasional bakal ‘menghibur’ seluruh pecinta sepakbola untuk beberapa waktu ke depan. Namun begitu, meski jeda Internasional menyajikan banyak performa brilian pemain bintang dalam balutan seragam berbeda, tidak sedikit yang menyambut negatif agenda ini.

Kebanyakan pecinta sepakbola justru menganggap bila jeda Internasional merupakan hal yang sangat menyebalkan. Beberapa alasan berikut ini juga kian membuat jeda Internasional makin tak diinginkan keberadaanya oleh khalayak.

Jeda Internasional Banyak Dicibir

Pertama, jeda Internasional dianggap banyak menimbulkan cedera. Meski ada beberapa pemain yang merasa bangga dan senang karena bisa membela tim nasional di ajang Internasional, keadaan ini bisa berubah menjadi momok yang cukup menakutkan bagi mereka.

Dengan adanya jeda Internasional, pemain lebih rawan terkena cedera. Cedera yang didapat pun tak jarang berbahaya hingga membuat kesempatan mereka tampil di level klub jadi hilang sia-sia.

Dalam hal ini, sudah ada beberapa contoh pemain yang mengalami kerugian dengan terkena cedera. Diantaranya Romelu Lukaku yang sempat mengalami cedera otot akibat kelelahan bersama timnas Belgia dalam pertandingan jeda internasional.

Pada Oktober lalu, Eden Hazard juga sempat mengalami masalah berupa sempat berjalan pincang kala membela Belgia, hingga harus ditarik keluar. Kemudian ada juga nama Raphael Varane yang mengalami cedera saat Les Bleus menghadapi Spanyol di partai final UEFA Nations League.

Selain nama tersebut, ada juga Ronald Araujo, Diogo Jota, sampai Tammy Abraham yang sempat mengalami cedera usai melakoni laga di jeda Internasional pada Oktober lalu.

Alasan kedua mengapa jeda Internasional dibenci adalah karena agenda tersebut dianggap telah menghilangkan hiburan akan seru dan ketatnya liga-liga top Eropa. Tidak bisa dipungkiri memang bila pecinta sepakbola dibuat kesal karena tidak bisa menikmati permainan tim kesayangan di akhir pekan, akibat diselenggarakannya jeda Internasional.

Alasan yang tak kalah penting lainnya adalah, jeda Internasional bisa saja menghilangkan momentum performa klub yang tengah tampil impresif. Beberapa pelatih bahkan sempat mengutarakan kritikannya terhadap jeda Internasional.

Bagi Real Madrid contohnya. Jeda internasional pada bulan November ini terbilang datang di waktu yang tidak tepat. Pasalnya seperti yang kita tahu, pasukan Carlo Ancelotti tengah membangun momentum, tapi di saat yang sama liga malah terhenti.

El Real baru saja merayakan kemenangan tipis 2-1 mereka atas Rayo Vallecano. Sejak jeda Internasional terakhir, Madrid sukses tingkatkan performa tim. Marca mencatat bila Madrid berhasil menorehkan laju terbaik sejak jeda internasional terakhir dengan 5 kemenangan dan 1 hasil imbang dari 6 pertandingan.

Saat ini, berkat kemenangan yang juga didapat dari FC Barcelona dan Shakhtar Donetsk, Karim Benzema cs mampu bertengger di peringkat dua klasemen sementara La Liga dan memuncaki klasemen sementara Liga Champions.

Meski Dikritik, Jeda Internasional Juga Punya Manfaat

Kendati demikian, jeda Internasional tidak lantas bisa disalahkan begitu saja. Meski banyak dikritik hingga mendapat cibiran, Box To Box mengklaim bila terdapat sejumlah manfaat yang mungkin tidak disadari oleh kebanyakan orang dari adanya agenda semacam ini.

Pertama, jeda Internasional bisa digunakan sebagai waktu untuk menata mental. Bagi para pemain muda, jeda Internasional bisa dijadikan sebagai ajang bagi mereka untuk mengasah mental. Sebaliknya, bagi para pemain yang tidak mendapat panggilan negara dalam agenda jeda Internasional, maka waktu luang yang mereka dapat bisa digunakan untuk sekadar bersantai.

Para pemain bisa mengambil liburan singkat, atau menghabiskan waktu dengan sanak keluarga. Hal tersebut tentu akan membuat tingkat stres mereka menurun dan lebih santai dalam menghadapi tantangan berikutnya.

Melansir dari situs resmi Chelsea, pelatih the Blues Thomas Tuchel juga mengaku berencana bakal menggunakan waktu jeda Internasional ini untuk berhenti sejenak dari aktivitasnya di dunia sepakbola dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Selain itu, eks manajer Liverpool, Rafael Benitez, juga mengatakan bila libur jeda Internasional bisa membuat para pemain memulihkan mental. Maklum, para pemain tentu mengalami tekanan tersendiri ketika dihadapkan dengan pertandingan berat setiap minggunya.

Selain itu, meski sempat disinggung bahwa jeda internasional bisa bikin para pemain rentan terkena cedera, agenda ini juga secara langsung bisa membuat pemain yang tengah mengalami cedera mendapat waktu pemulihan yang cukup.

Mereka memiliki waktu untuk mendatangi ruang perawatan tanpa khawatir bakal ketinggalan banyak pertandingan di level klub. Kemudian, untuk pemain yang baru saja sembuh dari cedera, maka waktu di jeda Internasional bisa digunakan sebagai agenda untuk membuat tubuh kian prima.

Apalagi beberapa pelatih di klub tertentu tak jarang memberi menu latihan khusus kepada pemain yang tidak dipanggil ke timnas untuk lakoni laga Internasional.

Beralih ke pemain yang dipanggil ke tim nasional, maka ajang ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk unjuk gigi ketika performa yang ditunjukkan di level klub terbilang ambruk. Para pemain yang sering dicadangkan, tidak diberi banyak kesempatan tampil, atau bahkan tidak dianggap keberadaannya, bisa memanfaatkan ajang Internasional untuk buktikan kualitas.

Hal ini pernah dialami oleh sejumlah pemain, terutama oleh mereka yang timnya tengah mengalami masa-masa yang tidak diinginkan. Selain digunakan untuk membuktikan kualitas, jeda Internasional juga bisa dijadikan sebagai ajang untuk pencarian bakat-bakat yang tak terlihat sebelumnya.

Terakhir, jeda Internasional bisa menjadi hiburan untuk negara-negara semenjana. Beberapa negara yang terbilang tidak memiliki kekuatan terbaik, tentu akan sangat diuntungkan ketika mereka bisa bermain dalam satu pertandingan bersama negara-negara hebat.

Para pemain di negara tersebut tentu akan senang ketika berhadapan dengan pemain-pemain papan atas. Bahkan, ajang ini bisa membuat mereka mendapat pemasukan dari hak siar atau tiket stadion.

Kebahagiaan negara-negara kecil bahkan tak hanya sebatas bertemu dengan negara hebat nan bersejarah saja. Namun beberapa dari mereka bahkan sempat bikin kejutan dengan tampil brilian dan memenangkan pertandingan. Ini pernah dialami oleh Belarusia yang berhasil menumbangkan Belanda yang diisi oleh pemain bintang sekaliber Wesley Sneijder pada 2008 silam.

Jadi buat kamu pecinta sepakbola, berada di pihak yang tidak menyukai jeda Internasional, atau malah menikmati tontonan ketika pemain idola tampil bersama tim nasional?

Sumber referensi: Indosport, Boxtobox, Bolanet

Pos terkait