Kalau dilihat-lihat lagi, Real Madrid kayaknya lebih fokus mengejar target pemain incarannya, dibanding menampilkan permainan yang terbaik di sisa kompetisi musim 2024/25.
Sejak musim ini belum selesai saja, El Real sudah menggemparkan dengan mem-booking talenta incarannya. Berawal dari Trent Alexander-Arnold yang dipindahkan dari rumah masa kecilnya di Liverpool, sampai yang terbaru, Dean Huijsen yang kabarnya mau dicicil dengan nilai klausul yang mencapai 1 triliun rupiah lebih.
Tanda tanya besar seolah muncul di angan, mengapa kedua pemain itu masih saja mengiyakan tawaran yang disodorkan Madrid? Padahal peraih juara lima belas kali UCL, mimin ulangi lagi, juara lima belas kali UCL itu gagal menyabet gelar itu lagi dan harus melihat rivalnya mengangkat trofi di level domestik.
Lagi pula, Los Blancos juga akan direset ulang. Carlo Ancelotti pergi dan digantikan Xabi Alonso. Real Madrid akan beralih dari pelatih kaya trofi seperti Don Carlo, ke pelatih yang notabene masih bau kencur di dunia kepelatihan.
Apakah mungkin justru karena itu, Real Madrid makin mempesona, alih-alih kehilangan pesonanya? Atau, mungkin nggak sih, ini justru menjadi waktu yang tepat bagi seorang pemain, dari mana pun itu, bergabung ke Real Madrid?
Era Xabi Alonso: Awal Baru Yang Segar
Setidaknya ada tiga faktor yang menjadi alasan kenapa sekarang waktu yang tepat bagi seorang pemain untuk bergabung dengan keluarga besar Real Madrid. Pertama, datangnya Xabi Alonso sebagai pelatih baru menggantikan Carlo Ancelotti. Meski bau kencur, tapi banyak pihak yang menggambarkan kembalinya pria kelahiran Basque ke ibukota Spanyol akan menghadirkan suasana yang jauh lebih segar bagi Real Madrid.
Aura kebangkitan bahkan sudah terpancar jelas saat hari pertama Xabi muncul di hadapan kamera sebagai pelatih Madrid, 26 Mei kemarin. Ketika momen konferensi pers, pelatih 43 tahun tanpa ragu mendeklarasikan dimulainya era baru bagi Los Merengues di bawah rezim kepelatihannya. Lebih lanjut, Xabi begitu yakin kalau Madrid akan kembali meraih hal-hal besar selanjutnya sebentar lagi. Boleh jadi, hal besar terdekat yang dimaksud Xabi adalah Piala Dunia Antarklub yang dihelat Juni.
🚨 OFFICIAL: Xabi Alonso joins Real Madrid. pic.twitter.com/QprbaAuXE0
— Madrid Xtra (@MadridXtra) May 25, 2025
Percaya dirinya menunjukkan bahwa Xabi Alonso sudah sangat siap lahir batin menghadirkan perubahan yang besar dari pendahulunya. Kalau sudah seperti itu, pesona Xabi jelas menjadi magnet yang menarik bagi para pemain yang sudah dihubungi atau masih dipantau oleh tim Real Madrid. Kesempatan yang belum tentu datang dua kali untuk bergabung dengan era kepemimpinan Xabi Alonso.
Secara, Xabi bukan sekadar eks pemain yang kembali pulang kampung dengan bertukar posisi sebagai juru taktik. Lebih dari itu, Xabi adalah sudah paham betul dengan DNA klub seutuhnya. Bergabung dari Liverpool pada 2009, Xabi sudah meraih sejumlah trofi bergengsi hingga 2014.
Belum lagi ia pernah digembleng oleh sistem dari pelatih kelas dunia, seperti Jose Mourinho, Vicente del Bosque, Pep Guardiola, dan tak terkecuali oleh Carlo Ancelotti waktu di Valdebebas. Itu semua sudah cukup membuat Xabi punya pancaran wibawa tersendiri saat memimpin Madrid musim depan. Wibawa yang bisa membuatnya setara dengan Zinedine Zidane sebagai mantan pemain yang sukses besar saat menukangi Los Galacticos.
🚨🤍 Xabi Alonso: “I want to build a great team, we’ve top players. We can achieve great things”.
“I want people to say: this is my Real Madrid, when they watch us”. pic.twitter.com/YDVNc7gFxX
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 26, 2025
Urusan taktikal, Xabi adalah contoh pelatih muda yang taktis, kreatif mengembangkan strategi sepak bola modern, dan punya visi permainan yang jelas. Model kepelatihan seperti itu diserapnya dengan baik dari sekian banyak pelatih yang pernah membesutnya saat masih merumput. Hasilnya, apa lagi kalau bukan treble domestik bersama Bayer Leverkusen musim 2023/24.
Bersama era baru Madrid, Xabi Alonso, pemain yang baru masuk tak hanya berperan menambal lubang, atau mempertebal kekuatan tiap lini. Namun, juga termasuk dalam pembangunan proyek masa depan yang cerah dan bergelimang kejayaan.
Proyek Galacticos 3.0 Sedang Dimulai
Faktor kedua adalah proyek Galacticos Jilid 3 yang tengah dirintis oleh Real Madrid. Madrid memang perlahan mulai menunjukkan gelagat membangun Galacticos Jilid 3, namun dengan pendekatan yang lebih cerdas kali ini: kombinasi antara pemain muda berbakat dan para bintang yang sudah matang.
Demi memuluskan hasrat melanjutkan series Galacticos, Florentino Perez memberi kebebasan kepada Xabi untuk mendatangkan pemain baru yang sesuai dengan kriteria membangun tim Galacticos selanjutnya. Tentu saja, dengan sokongan finansial yang tak pelit. Maka, berselancarlah Xabi memburu pemain-pemain muda yang menurutnya berpotensi mendukung keberhasilan Galacticos.
Sesuai dengan rencana besar yang sudah dibuat, Xabi tak hanya merekrut darah muda saja, tapi juga membujuk deretan pemain andalan di skuad sebelumnya untuk tetap bertahan. Salah satunya adalah saat Xabi secara tegas tak akan melepas Rodrygo Goes, sekalipun duo London: Arsenal dan Chelsea kompak telah menyatakan minatnya.
🚨❕ Xabi Alonso: “Rodrygo is a Real Madrid player. He is a spectacular player and we will need him”. pic.twitter.com/vdEPslHqeK
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 26, 2025
Kendati sempat hiatus beberapa laga dari formasi Los Merengues akibat ketegangan dengan Ancelotti, Xabi tetap memandang winger kanan asal Brazil sebagai pemain yang masuk dalam pembangunan Galacticos-nya. Rodrygo tetap bergabung bersama sejumlah pemain kunci lain macam Jude Bellingham, Vinicius Jr, dan Kylian Mbappe.
Proyek Galacticos yang sedang digarap Xabi juga memakan korban pada pemain-pemain afkir yang dianggap sudah tak cocok membersamai tim musim depan. Beberapa yang sudah mengumumkan angkat kaki adalah Luka Modric dan Lucas Vazquez. Nah, dengan perginya mereka, terbuka lebar peluang bagi pemain-pemain muda mengisi pos yang ditinggalkan.
🚨 Real Madrid Summer 2025:
✅ Trent Alexander-Arnold
✅ Xabi Alonso
✅ Dean Huijsen👀 Who is next? pic.twitter.com/zNQXjAmOEh
— Madrid Zone (@theMadridZone) May 30, 2025
Ambil contoh, Trent Alexander-Arnold yang diplot menjadi pengganti Vazquez di sisi kanan belakang. Dean Huijsen akan membersamai Antonio Rudiger di tengah menggusur Eder Militao atau David Alaba. Alvaro Carreras yang tengah disiapkan menghuni sektor bek kiri. Sampai Angelo Stiller yang digadang-gadang menjadi The Next Toni Kroos di areal tengah.
Dengan road map Galacticos Jilid 3 yang sangat berpotensi menjadi kekuatan dahsyat yang segera meledak, bagaimana tak membuat pemain yang dilirik kepincut untuk berseragam putih khas Madrid? Sudah pasti, harga pasar mereka akan melejit dan nama mereka dikenal secara luas. Plus, gaji yang mereka dapat bisa berkali-kali lipat lebih besar jika menjadi bagian Galacticos seri terbaru.
Jaminan Keuntungan Komersial yang Tinggi
Faktor terakhir adalah, jaminan menerima keuntungan komersial yang nilainya fantastis dari sponsor klub. Ya, sekalipun Madrid lagi terpuruk seperti musim ini, mereka tetaplah klub yang sangat seksi di mata sponsor mana pun. Bagaimana tidak? Real Madrid punya basis fans yang tersebar di seluruh sudut dunia ini. Fakta itu sudah cukup membuat sponsor tak ragu berinvestasi lebih berani kepada El Real.
Saat ini saja, Madrid sudah menjalin kerjasama erat dengan sejumlah sponsor besar yang nominal kesepakatannya besar juga. Seperti Adidas yang menjadi penyedia apparel Madrid hingga 2028, dengan nilai kontrak mencapai 120 juta euro per musim atau sekitar 1,92 triliun triliun. Atau Fly Emirates, maskapai penerbangan kelas atas yang menjadi sponsor di jersey hingga 2026 dengan nilai deal 70 juta euro per musim atau 1,29 triliun rupiah.
Real Madrid players with new BMW cars. 🤍🔙 pic.twitter.com/JAW6Qz5zIW
— TC (@totalcristiano) December 20, 2024
Sudah tentu para pemain Madrid ikut kecipratan dari keuntungan komersial yang terjalin antara klub dengan sponsor. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari uang tunai hingga mobil mewah seperti yang diberikan BMW kepada pemain Madrid musim ini. Belum lagi kesempatan mejeng menjadi brand ambassador dari sponsor yang bekerjasama dengan Los Blancos.
Jadi, selucu-lucunya Madrid saat ini, mereka tetaplah klub yang menawarkan berjibun keuntungan komersial yang memanjakan pemainnya. Tak salah kalau pemain yang diincar ngebet bergabung, salah satunya ya karena benefit sponsor ini. Kalau menurut football lovers, apa faktor yang membuat seorang pemain mengambil keputusan yang tepat dengan datang ke Madrid?
bbc.com, marca.com, tempo.co, goal.com, realmadridconfidencial.com, forbes.com, emirates.com


