Dalam sejarah partisipasi Liverpool di Premier League, terdapat dua musim ketika mereka begitu dekat dengan gelar juara. Mereka memuncaki klasemen pada Natal, pada tahun 2009 dan 2014.
Baik pada 2009 ketika dilatih Rafael Benitez maupun pada 2014 ketika diarsiteki Brendan Rodgers, performa di musim itu identik dengan tajamnya striker bintang, peragaan sepak bola menyerang, dan kemenangan dengan skor telak. Akan tetapi, pada 2009, mereka terlalu sering bermain seri dengan klub-klub receh. Giliran pada 2014, mereka kebobolan 50 gol, terlalu banyak bahkan untuk penantang Liga Champions.
Jadilah, pada dua musim tersebut, trofi Liga Inggris tak jadi mampir.