Mempermasalahkan Tinggi Lisandro Martinez Adalah Omong Kosong!

spot_img

Dalam seni berdebat ada istilah yang disebut ad hominem. Istilah ini gampangnya adalah kesesatan logika. Ketika seseorang sudah tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk membalas argumen orang lain, orang itu akan melakukan ad hominem.

Biasanya karena tidak bisa membalasnya dengan pendapat yang argumentatif, lantas menyerangnya pada kesalahan tulis, kesalahan istilah, sampai pada pembunuhan karakter. Nah, yang dilakukan sebagian orang dan media pada bek anyar Manchester United, Lisandro Martinez demikian.

Karena barangkali tak punya bahan untuk mengkritik kehadiran Lisandro di MU, maka yang diserang adalah tinggi badannya. Beberapa media bahkan terang-terangan menyebut Lisandro Martinez akan menjadi bek terpendek di Liga Premier Inggris. Padahal apa masalahnya sih?

Kedatangan Lisandro Martinez ke MU

Manchester United melalui akun resminya mengumumkan bahwa bek Ajax Amsterdam, Lisandro Martinez telah sepakat untuk merapat ke Theater of Dream. Pakar transfer Fabrizio Romano menyebut, untuk mendatangkan sang bek, United mesti merogoh kocek tak kurang dari 57 juta euro (Rp873,2 miliar).

Lisandro Martinez oleh MU diikat kontrak berdurasi lima tahun. Itu membuat pemain berpaspor Argentina akan berseragam Manchester United sampai tahun 2027. Sebagai klub yang paling sering menjadi sorotan, kedatangan Lisandro Martinez pun tak bisa luput dari komentar orang-orang, khususnya barangkali pembenci Setan Merah garis keras.

Tinggi Lisandro yang “hanya” 175 sentimeter kemudian dipersoalkan. Pemain Argentina itu dianggap tak pantas berseragam Manchester United dan bermain di Premier League. Liga Inggris bukan tempat yang pas untuk Lisandro Martinez.

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand berkomentar mengenai hal itu. Lebih tepatnya, Ferdinand khawatir terhadap Lisandro. Tubuhnya yang mungil, oleh Ferdinand disebut akan memberikan ruang bagi striker-striker jangkung Liga Inggris. Apalagi Manchester City dan Liverpool sudah memiliki Erling Haaland dan Darwin Nunez yang sekitar 10 sentimeter lebih tinggi dari Lisandro.

“Anda harus siap secara fisik untuk melawan striker-striker besar ini,” kata Ferdinand melalui Kanal Youtube-nya.

Rio Ferdinand cemas, sebagai bek tengah Lisandro Martinez akan kewalahan menangani para striker jangkung tadi. Tak hanya Haaland dan Darwin Nunez, ia juga mencontohkan striker Newcastle United, Chris Wood pun memiliki postur yang besar.

Lisandro Martinez Tak Sesepele Itu

Dari segi postur, benar bahwa Lisandro Martinez lebih pendek dari bek-bek lain. Bek Tottenham Hotspur, Japhet Tanganga misalnya, ia memiliki tinggi 184 sentimeter. Everton juga memiliki Ben Godfrey, bek yang tingginya 184 sentimeter.

Di skuad Chelsea, ada nama Malang Sarr yang tingginya 182 sentimeter. Marc Guehi dari Crystal Palace tingginya 182 senti. Thiago Silva 181 senti dan Nathan Ake 180 sentimeter. Tanpa perlu memperpanjang daftarnya, dari contoh-contoh tadi memang sebagian bek di Premier League berpostur tinggi.

Hanya saja penilaian kualitas seorang bek hanya dari tinggi badannya saja itu ad hominem. Betul ada bek tinggi yang kokoh dalam duel udara, katakanlah seperti Virgil Van Dijk. Tapi kita juga tidak bisa menampik bahwa ada sosok Harry Maguire, bek tinggi yang hanya bisa haha-hihi.

Meski mungil, faktanya Lisandro Martinez tak sesepele itu. Benar bahwa tinggi Lisandro kalah dari Erling Haaland. Namun ia bermain 90 menit di dua laga saat Ajax menghadapi Dortmund di fase grup Liga Champions. Ajax bahkan memenangi dua laga itu dengan skor yang mencolok, 3-1 dan 4-0.

Lisandro Jago Duel Udara

Jika itu belum cukup, ada fakta yang sebenarnya biasa saja, tapi untuk membuktikan bahwa tinggi bek akan berpengaruh pada kualitasnya adalah omong kosong, maka tak masalah menyebut fakta ini.

Dilansir Sportbible, Lisandro yang memiliki tinggi 175 senti musim lalu sudah memenangi 79 duel. Jumlahnya empat lebih banyak dari Harry Maguire yang tingginya 194 sentimeter. Sampai di sini barangkali ada yang masih ngotot menghardik rekrutan anyar MU tersebut.

Lho, kan persaingan Eredivisie dan Premier League berbeda? Jadi wajar saja Lisandro kerap memenangi duel udara. Bukan begitu cara berpikirnya saudara-saudara. Untuk melihat kualitas seorang Lisandro, kita melihat intensitas umpan silang dalam dua liga tersebut.

Menurut FBref, musim 2021-22 rata-rata intensitas umpan silang di Eredivisie lebih tinggi daripada di Premier League. Di divisi teratas Belanda itu, rata-rata crossing mencapai 599 kali. Sementara di Premier League yang jumlah klubnya lebih banyak, rata-rata umpan silangnya hanya 444,5 kali.

Catatan lain menunjukkan bahwa Lisandro Martinez memang sangat piawai dalam mengawal pertahanan timnya. Pada musim 2021-22, di Ajax Lisandro sudah melakukan intersep sebanyak 49 kali. Ia juga memenangi 31 tekel. Itu artinya, Lisandro Martinez memiliki atribut lengkap sebagai seorang bek.

Lisandro: Saya Seperti Cannavaro!

Dengan desas-desus yang menyebut dirinya tak bakal mudah menjadi bek di Premier League, Lisandro Martinez justru menanggapinya dengan santai. Dalam sebuah wawancara yang dikutip Mirror, Lisandro Martinez dengan santai menjelaskan tentang bek yang bertubuh kecil.

Lisandro Martinez mencontohkan Fabio Cannavaro. Bek tangguh dari Italia yang pernah meraih gelar Ballon d’Or. Lisandro mengatakan ia sangat menyukai gaya bermain seorang Cannavaro. Baginya, Cannavaro nyaman ketika menguasai bola.

“Meski tingginya kurang, dia (Cannavaro) menantang setiap bola yang datang,” kata Lisandro Martinez.

Lisandro benar, tinggi Cannavaro memang hanya satu senti lebih tinggi darinya, yaitu 176 sentimeter saat masih bermain. Tak hanya itu, Lisandro juga bilang bahwa permainannya sama seperti Cannavaro.

Pria kelahiran Gualeguay itu juga mengkritik siapa pun yang mengkritiknya soal tinggi badan. Ia yang dibanding-bandingkan dengan bek jangkung Liga Inggris lainnya justru menyindir balik. Mengutip United In Focus, Lisandro Martinez justru tak ingin menjadi seperti Virgil Van Dijk, bek yang konon idola penggemar Premier League.

Menurut Lisandro, tinggi saja tidak cukup bagi seorang bek. Maka kualitas lain juga perlu diperhitungkan. Bagi Lisandro, jika bek tinggi sekadar tinggi tapi nihil kualitas, maka itu tidak ada artinya.

Ten Hag Inginkan Lisandro, Mau Gimana?

Ketika menghadiri suatu konferensi pers, manajer anyar Manchester United yang kini sudah membawa MU meraih gelar Bangkok Century Cup, Erik ten Hag bersikeras ingin mendatangkan Lisandro Martinez dari Ajax. Ten Hag tampaknya begitu terkagum-kagum terhadap Lisandro.

Dikutip SI, Ten Hag mengatakan Lisandro memiliki agresivitas yang baik dalam permainan. Lisandro, menurut Ten Hag, juga mengerti bagaimana menghentikan bola dengan cara yang tepat dan di waktu yang pas. Keterampilan Lisandro dalam mengontrol bola juga dipuji Ten Hag.

“Dia (Lisandro) seorang pejuang. Saya pikir penggemar bakal mengaguminya. Karena ia memiliki semangat berjuang,” kata Erik ten Hag.

Secara fisik, dalam hal ini tinggi, Lisandro Martinez kalah telak. Tapi omong kosong jika kita mempermasalahkan hal itu. Karena dalam sepakbola, kualitas dan visi bermain di atas karakter dan bentuk fisik. Ewako, Lisandro!

https://youtu.be/B6kgwUg2PRs

Sumber: FootballTransfers, DailyMail, GiveMeSport

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru