Beranda blog Halaman 362

Berita Bola Terbaru 19 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Hasil buruk lainnya menghampiri Chelsea asuhan Frank Lampard. Mereka tersisih di perempat-final Liga Champions musim ini setelah kalah 2-0 dari Real Madrid dalam duel leg kedua di Stamford Bridge, Rabu (19/4) dini hari WIB. Dua gol Madrid dicetak oleh Rodrygo di menit ke-58 dan 80. Madrid pun berhak melangkah ke semifinal dengan agregat 4-0 atas Chelsea.

Di laga lain, Napoli kembali gagal mendapatkan kemenangan melawan AC Milan, Rabu (19/4) dini hari WIB. Partenopei ditahan imbang 1-1 di Stadion Diego Armando Maradona. Milan membuka skor lebih dulu lewat aksi Olivier Giroud di menit ke-43 setelah menerima umpan dari Rafael Leao. Napoli baru bisa mencetak gol penyama skor di masa injury time lewat aksi Victor Osimhen. Hasil ini membawa Milan unggul agregat 2-1 dan melaju ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2006/07. 

KEPUTUSAN KONYOL LAMPARD: KANTE JADI SECOND TRIKER

Frank Lampard mengusung strategi yang bahkan terbilang aneh, terutama soal posisi N’Golo Kante. Peran Kante di laga Chelsea vs Madrid tak ubahnya seperti second striker yang masuk dari lini kedua. Dalam beberapa momen saat Chelsea menyusun skema serangan, terlihat jelas Kante memang memasuki kotak penalti untuk menunggu umpan. Pilihan menempatkan Kante sebagai sosok second striker jelas merupakan pilihan janggal. Di saat Chelsea sedang butuh gol, Kante yang torehan golnya tidak impresif adalah pilihan yang aneh untuk dipercaya bergerak di kotak penalti.

BERIKAN SELAMAT UNTUK AC MILAN, SPALLETTI TETAP SALAHKAN WASIT

Pelatih Napoli, Luciano Spalletti memberi selamat kepada AC Milan atas keberhasilan mengamankan 1 tempat di semifinal Liga Champions. Namun seperti biasa, ia lagi-lagi merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit. Spalletti menganggap hasil akhir bisa berbeda andai wasit memberikan hadiah penalti ketika winger AC Milan Rafael Leao menekel keras Hirving Lozano di kotak terlarang pada menit ke-36. “Anda melihat dari tayangan ulang bahwa pergelangan kaki [Lozano] bergerak dan dia tidak menguasai bola. Itu hukuman penalti yang jelas, Anda tidak bisa tidak melihatnya,” tegas Spalletti.

DROGBA SERANG TODD BOEHLY

Legenda Chelsea, Didier Drogba melontarkan kritik keras usai mantan timnya disingkirkan Real Madrid dari Liga Champions 2022/3. Eks striker itu tidak senang dengan cara Todd Boehly mendepak orang-orang lama yang sudah paham visi misi dan kultur klub, termasuk Marina Granovskaia. Drogba juga secara khusus menyerang kebijakan transfer Boehly yang dinilai asal-asalan. Berbeda dengan era Roman Abramovich, Boehly dinilai berjudi dengan mendatangkan pemain-pemain mahal yang kualitasnya belum teruji.

REAL MADRID VIRALKAN BUKTI BARCELONA KLUB KESAYANGAN JENDERAL FRANCO

Real Madrid merespons ‘serangan’ Presiden Barcelona, Joan Laporta, yang menuding mereka sebagai klub yang kerap diuntungkan karena dekat dengan rezim atau pemerintah. Serangan balik dilancarkan Los Blancos melalui stasiun televisi internal mereka, Real Madrid TV, yang memublikasikan video berdurasi 4 menit lebih. Video semi-dokumenter tersebut berisi bantahan soal klaim Laporta yang menyatakan Madrid adalah klub rezim. Sebaliknya, pihak Madrid membeberkan bukti-bukti bahwa Barcelona-lah yang memiliki kedekatan dengan rezim sebagai “klub kesayangan” Jenderal Franco menurut catatan sejarah.

GUARDIOLA: PERTIKAIAN SANE DAN MANE JUSTRU BISA UNTUNGKAN BAYERN

Jelang laga leg kedua Bayern Munchen vs Manchester City, Pep Guardiola sebut pertikaian Leroy Sane dan Sadio Mane justru bisa berguna untuk Die Bavaria. Kali ini, skuad asuhan Thomas Tuchel itu akan berusaha untuk bangkit dari ketertinggalan tiga gol di depan suporternya sendiri. “Bayern (Muenchen) akan melakukan yang terbaik pada pertandingan itu, tetapi saya cukup yakin dengan apa yang terjadi di sana,” kata Guardiola. 

BARCELONA SERIUS PULANGKAN MESSI, LOBI LA LIGA DEMI TURUNKAN MARGIN GAJI

Barcelona tidak main-main untuk memulangkan Lionel Messi dari PSG. Kabarnya, Blaugrana sampai melobi La Liga demi menurunkan margin gaji. Hal tersebut dilakukan agar Barcelona bisa merekrut Messi dan menghindari sanksi Financial Fair Play (FFP). Proses lobi dengan La Liga menjadi salah satu cara yang dinilai ampuh oleh Barcelona untuk memulangkan Lionel Messi.

GUNDOGAN AKUI SEDANG JALIN NEGOSIASI KONTRAK DENGAN BARCELONA

Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan akhirnya buka suara terkait rumor kesepakatan transfernya bersama Barcelona yang tersebar beberapa waktu lalu. Rumor menyebut bahwa Gundogan telah menandatangani kontrak selama dua tahun bersama Blaugrana dan akan segera pindah musim panas mendatang. Kabar tersebut telah dibantah agen Gundogan. Pun Gundogan sendiri baru-baru ini juga menepis rumor tersebut meski sang pemain mengakui sedang menjalin negosiasi dengan pihak Barcelona.

INTER MIAMI RILIS JERSEY EKSKLUSIF RAMAH LINGKUNGAN

Klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami baru saja meluncurkan jersey terbaru mereka bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April 2023. Menariknya lagi jersey ini menggunakan material ramah lingkungan. Dalam keterangan resmi klub, Rabu (19/4/2023), Adidas selaku brand jersey tersebut mengusung tema One Planet yang mengusung kampanye penggunaan plastik yang ramah lingkungan, sekaligus bertanggung jawab kepada habitat laut.

PUTRA MARCELO OGAH PILIH BRASIL, LEBIH PILIH TIMNAS LAIN

Putra Marcelo, Enzo Alves Vieira, telah memutuskan tim nasional mana yang akan ia bela. Bukan timnas Brasil melainkan Timnas Spanyol. Pada Selasa (18/4), sang ayah Marcelo dengan rasa bangga memberi pengumuman melalui Instagram pribadinya. Pemain 13 tahun itu sekarang memperkuat akademi Real Madrid, jadi masuk akal jika dia merasakan hubungan yang kuat dengan Spanyol. Ditambah lagi, ini adalah kesempatan baginya untuk mengukir jalannya sendiri.

AL HILAL VS AL NASSR: RONALDO KEOK MALAH BANTING LAWAN

Al Hilal menang 2-0 atas Al Nassr via brace (dua gol) Odion Ighalo lewat titik putih pada menit 42 dan 62. CR7 gagal menyelamatkan Al Nassr dari kekalahan di markas Al Hilal. Ia malah menandai penampilannya dengan bantingan ala gulat ke lawan. Wasit Michael Oliver pun menghukumnya dengan kartu kuning. Selain momen itu, Ronaldo kabarnya juga menunjukkan kekesalannya dengan menendang botol di tepi lapangan.

AS ROMA INGIN REKRUT FIRMINO AGAR MOURINHO BERTAHAN

Liverpoolecho mengklaim AS Roma ingin mengontrak striker Liverpool, Roberto Firmino dengan status bebas transfer di akhir musim sebagai bagian dari upaya mereka untuk mempertahankan Jose Mourinho di klub. Mourinho terikat kontrak hingga 2024, dan AS Roma masih optimistis bisa meyakinkan The Special One untuk memperpanjang kontraknya dengan memberikan dukung penuh kepadanya di bursa transfer musim panas 2023.

MAN CITY AKAN PERLUAS KAPASITAS ETIHAD STADIUM

Manchester City telah mengajukan permohonan perencanaan untuk memperluas kapasitas Etihad Stadium menjadi lebih dari 60.000. Perluasan ini termasuk penambahan hotel, museum dan fasilitas lainnya dalam investasi senilai 300 juta Pounds. Rencana tersebut akan menambah sekitar 7.000 kursi baru di stadion serta zona penggemar baru yang tertutup, toko klub, museum, dan hotel dengan 400 tempat tidur.

OPERASI LISANDRO MARTINEZ BERJALAN LANCAR

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, yang alami cedera patah tulang metatarsal, dikabarkan telah sukses menjalani operasi, Senin (17/4) waktu setempat dan hanya menunggu waktu pemulihannya. Lisandro membagikan momen pasca operasi itu di instagram. Dalam pernyataannya, Lisandro sempat merasa kecewa atas cedera yang melandanya sebab musim ini merupakan musim yang sangat berkesan baginya.

POGBA AKUI KESEHATAN FISIK DAN MENTALNYA TERGANGGU, PENYEBABNYA…

Gelandang Juventus dan Prancis Paul Pogba bersaksi di pengadilan tentang dugaan pemerasan yang dilakukan oleh saudaranya sendiri, Mathias. Pogba pun mengungkapkan bagaimana saga tersebut telah mempengaruhi kesehatan mental dan fisiknya. “Saya menyimpan semua ini untuk waktu yang lama dan kemudian saya mengungkapkannya. Kasus ini berdampak besar pada tubuh saya, terutama pada cedera saya. Saya sudah membicarakannya dengan manajer tim nasional Prancis.” kata Pogba. 

BRASIL CARI PELATIH ALTERNATIF ANCELOTTI

Timnas Brasil sedang mencari pelatih kepala baru setelah pelatih yang telah lama menjabat, Tite keluar usai Piala Dunia 2022. Carlo Ancelotti menjadi favorit untuk menggantikannya. Akan tetapi, menurut Football Espana, Brasil dikabarkan akan menyusun daftar rencana B andai tak bisa mendatangkan pelatih asal Italia itu. Jorge Jesus merupakan pilihan berikutnya untuk Brasil. Pelatih yang sering berpetualang ini akan meninggalkan Fenerbahce pada akhir musim ini.

ARJEN ROBBEN IKUT LARI MARATON

Mantan bintang Timnas Belanda, Arjen Robben menjadi salah satu peserta lomba lari Rotterdam Marathon yang digelar di Rotterdam, Belanda, pada Minggu (16/4). Ini bukan kali pertama Robben ikut lomba lari marathon. Tahun lalu, pria yang kini berusia 39 tahun tersebut juga pernah mengikuti ajang serupa. Nah di tahun ini Robben berhasil finis dengan catatan waktu di bawah 3 jam, atau lebih spesifiknya 2 jam 58 menit, yang setara dengan 4,23 menit per kilometer. Lumayan untuk seorang pensiunan pesepakbola.

AGEN BANTAH EDUARDO CAMAVINGA INGIN TINGGALKAN REAL MADRID

Pemain internasional Prancis, Eduardo Camavinga dikabarkan tidak betah di Madrid karena tidak adanya kepastian akan perannya di tim utama di bawah bimbingan Carlo Ancelotti. Ketidakjelasan mengenai posisi reguler di lini tengah mengisyaratkan kemungkinan kepindahannya dari Bernabeu menjelang musim 2023/24. Namun, terlepas dari spekulasi tersebut, agen Camavinga, Jonathan Barnett, menepis kemungkinan kliennya akan pindah.

AS ROMA PECAT CEO PIETRO BERARDI

AS Roma mengumumkan pada Senin (17/4) telah memecat CEO mereka karena jaksa penuntut sedang menyelidiki transaksi transfer klub Serie A tersebut pada masa lalu. Dalam sebuah pernyataan singkat, Roma mengatakan Pietro Berardi telah diberhentikan dari perannya di klub dan bisnis lain di dalam perusahaan induknya, Friedkin Group dengan segera. Roma tidak menjelaskan alasan Berardi yang telah menjadi CEO sejak Oktober 2021 dicopot.

TOTTENHAM SAINGI CHELSEA UNTUK LUIS ENRIQUE

Dikutip Football Espana, Tottenham dikabarkan berencana untuk membajak rencana Chelsea untuk merekrut Luis Enrique. Spurs akan mengadakan pembicaraan paling cepat awal pekan ini. Selain Enrique, Nagelsmann juga menarik minat The Lilywhites setelah kepergian Antonio Conte, ia baru saja dipecat bulan lalu dari Bayern Munich dan digantikan oleh eks pelatih The Blues, Thomas Tuchel.

ASTON VILLA BIDIK BEK INTER DENZEL DUMFRIES

Berdasarkan kabar dari Football Italia, Klub Liga Premier Inggris, Aston Villa sedang menjalin kontak untuk Denzel Dumfries dari Inter Milan. Pelatih Villa, Unai Emery dilaporkan menginginkan pemain Belanda itu di klub. Villa menginginkan bek kanan di musim panas, dengan Matty Cash satu-satunya pilihan yang dapat diandalkan di posisi itu. Dumfries sendiri telah gagal mendapatkan kepercayaan dari klub dan dia kemungkinan besar akan meninggalkan Inter di musim panas.

OZIL CALONKAN DIRI SEBAGAI ANGGOTA PARLEMEN TURKI

Menurut laporan Sportbible, Mesut Ozil yang mundur dari sepak bola profesional bulan lalu, kini muncul sebagai kandidat potensial untuk menjabat di parlemen Turki. Ozil telah terdaftar sebagai salah satu kandidat untuk parlemen dalam pemilihan umum mendatang, berdiri sebagai wakil dari Partai AK. Pengumuman itu muncul setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengisyaratkan bahwa akan ada beberapa nama kejutan dalam daftar tetapi hanya sedikit yang berharap untuk melihat mantan Arsenal dan Real Madrid fitur favorit.

GARNACHO SEGERA COMEBACK DI SKUAD MANCHESTER UNITED?

Wonderkid Manchester United, Alejandro Garnacho mengisyaratkan bahwa ia bakal segera comeback. Sinyal comeback Garnacho itu diungkapkan olehnya melalui akun media sosialnya. Garnacho baru-baru ini mengunggah bahwa ia sudah bisa menggunakan sepatu bola. Ia juga menunjukkan bahwa ia sudah bisa berlatih di rumput. Ini merupakan sinyal yang positif, karena Garnacho kemungkinan besar tidak lama lagi akan kembali memperkuat lini serang MU.

MANCHESTER CITY TAK AKAN HALANGI KEPERGIAN AYMERIC LAPORTE

Dilansir dari Football Espana, Manchester City bersedia membiarkan Aymeric Laporte pergi di musim panas jika dia memutuskan untuk meninggalkan klub setelah kehilangan tempatnya di tim. Laporte kalah bersaing musim ini dan hanya tampil tujuh kali di Liga Primer untuk tim besutan Pep Guardiola. Sang bek dianggap frustrasi dengan peran kecilnya dan Manchester City takkan menghalangi kepergian pemain yang tidak betah di klub. Laporte bakal mengikuti jejak Raheem Sterling, Gabriel Jesus dan Oleksandr Zinchenko yang memilih keluar dari City.

KELUARGA GLAZER MEMBATALKAN RENCANA PENJUALAN

Saham Manchester United PLC turun 13% pada perdagangan Senin (17/4). Menyusul sebuah laporan yang menyebutkan keluarga Glazer yakin akan mendapatkan suntikan dana yang akan memungkinkan mereka untuk tetap sebagai pemilik klub sepak bola Inggris tersebut. Mereka memiliki bayangan untuk terus menjadi pemilik Manchester United hingga 10 tahun ke depan. Harapannya, nilai jual klub akan meningkat pesat dalam kepemilikan mereka selanjutnya.

Raksasa Eropa Bangkit Lagi! Bagaimana AC Milan bisa Lumpuhkan Dominasi Napoli?

Suara gaduh di Stadion Diego Armando Maradona menyambut malam pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara AC Milan vs Napoli. Gemuruh itu sekan memberikan sambutan atas kebangkitan sepak bola Italia di kancah Eropa. Setelah beberapa tahun sebelumnya sempat redup.

Sayang, para fans tuan rumah tidak bisa bersorak sampai akhir laga. AC Milan berhasil menahan imbang Napoli. Rossoneri pun berhak untuk jadi wakil Italia pertama yang memastikan tempat mereka di semifinal musim ini. Sekaligus ini jadi pertama kalinya il diavolo rosso melaju sampai semifinal sejak tahun 2007.

Penebusan Dosa Giroud

Kemelut asap biru dari tribun penonton tuan rumah membumbung di udara saat kick-off dimulai. Diiringi dengan gemuruh para suporter Napoli yang memberikan dukungan di musim yang penuh kejutan bagi mereka ini.

Ditambah juga dengan motivasi yang kuat berkat ketertinggalan di leg pertama. Energi dan atmosfer itulah yang digunakan Napoli untuk memulai pertandingan dengan menekan. Kvaratskhelia dan Poitr Zielinski secara bergantian melakukan tembakan ke gawang. Namun sayang, Mike Maignan masih terlalu kuat menjaga gawang Milan.

Milan justru yang punya kesempatan emas setelah Rafael Leao dijatuhkan di kotak penalti di menit ke-21. Olivier Giroud maju sebagai eksekutor, tapi sayang Alex Meret mampu menebak arah bola. Untuk pertama kalinya ia tidak bisa menyelesaikan tugas di tendangan penalti di Champions League.

Namun rasa penyesalan Giroud tidak akan berlangsung lama. Penebusan dosanya terjadi di menit ke-43, berawal dari pergerakan Rafael Leao. Pemain asal Portugal itu secara tidak egois memberikan bola ke Giroud yang tidak mungkin untuk ia sia-siakan.

Victor Oshimen sempat membuat Napoli bisa menyamai kedudukan. Tapi usahanya dianulir oleh VAR yang melihat adanya pelanggaran handball. Napoli pun harus puas mengakhiri babak pertama dengan ketertinggalan 1-0.

Masuk ke babak kedua, Napoli kembali punya kesempatan untuk menyamai kedudukan. Setelah tak bisa menembus barisan pertahanan Milan yang disiplin, Napoli akhirnya mendapatkan hadiah penalti di menit ke-82. Tapi Mike Maignan hadir jadi juruselamat Milan malam itu.

Penampilan Maignan malam itu memang membuat Napoli frustasi. Dan ketika pasukan Spaletti akhirnya bisa membalas lewat gol dari Victor Oshimen di injury time, kemenangan agregat Milan sudah tidak bisa dihindari. Tiket semifinal pun jadi milik rossoneri.

Penurunan Performa di Saat yang Tidak Tepat

Sulit memang untuk mencapai kesempurnaan dalam sepak bola. Setelah tampil sangat bagus sepanjang musim, Napoli mengalami penurunan performa di beberapa pekan terakhir. Setidaknya I Partenopei sudah hampir bisa dipastikan mendapatkan scudetto pertama sejak 33 tahun. Di Serie A mereka memimpin dengan selisih 14 poin di delapan pertandingan tersisa.

Para pendukung Napoli bisa saja puas dengan prestasi itu. Tapi kalau melihat bagaimana anak asuh Spaletti bermain sepanjang musim ini, seharusnya mereka bisa dengan mudah melaju ke final. Sayangnya penurunan performa harus terjadi di saat yang tidak tepat.

Sebagai tim yang fasih dalam menyerang, pundi-pundi gol Napoli mengering di beberapa pekan terakhir. Dalam empat pertandingan terakhir, Napoli gagal mencetak gol di tiga pertandingan. Dua diantaranya adalah ketika menghadapi AC Milan.

Penurunan kesuburan Napoli dalam mencetak gol mungkin ada kaitannya dengan Oshimen. Ada yang berbeda dengan Napoli dan Oshimen setelah penyerang itu pulih dari cedera pangkal pahanya. Jadi, meskipun Napoli bisa mendominasi permainan tapi peluang yang diciptakan tidak jelas ujungnya.

Ini ditambah dengan barisan pertahanan Milan yang sangat disiplin. Duet Fikayo Tomori dan Simon Kjaer memunculkan kembali aroma Maldini dan Nesta yuang sempat ditakuti seantero Eropa. Dua bek tengah milan itu bisa dengan nyaman menangani rentetan umpan silang di laga ini.

Dan ketika Milan siap menyerang, mereka punya Rafael Leao yang berbahaya dan Giroud yang berpengalaman. Meskipun Giroud gagal penalti, ia masih bisa tenang mencari ruang di depan gawang. Itu paket sempurna Milan untuk melumpuhkan dominasi Napoli.

Fakta Laga

Terlepas dari itu, ada fakta menarik yang bisa dibanggakan Alex Meret. Ia adalah kiper pertama yang bisa menyelamatkan tendangan penalti dari AC Milan di Liga Champions sejak Jerzy Dudek dari Liverpool menggagalkan penalti Shevchenko di tahun 2005.

Fakta lainnya adalah ini pertama kalinya ada dua hadiah penalti gagal dalam satu laga sejak pertandingan Bayern Munchen vs Atletico di tahun 2016. Ini juga jadi kali pertama Giroud gagal penalti di Champions League.

Sebelum Giroud, pemain AC Milan yang pernah gagal mengeksekusi penalti di Liga Champions adalah Shevchenko di tahun 2006 ketika melawan Bayern Munchen. Giroud juga jadi pemain tertua Milan setelah Maldini yang bisa mencetak gol di babak gugur.

Tapi fakta yang lebih menarik daripada itu semua adalah bagaimana Milan bisa mencapai semifinal pertama mereka sejak tahun 2007. Dan dengan ini, rossoneri bergabung dengan Juventus sebagai tim Italia yang paling sering masuk empat besar Champions League

Memori Indah 2007

Sebelumnya, tidak ada yang menyangka AC Milan akan melaju sejauh ini. AC Milan berada di urutan keempat Serie A, dan hanya memenangkan satu dari enam pertandingan liga terakhirnya.

Bahkan penggemar paling setia rossoneri akan ragu untuk menyebut timnya adalah tim terbaik di Eropa saat ini. Tapi di bawah asuhan Stefano Pioli Milan menghadirkan tantangan untuk bertahan dan menyerap tekanan lawan.

Bak tim Italia sejati, mereka ulung dalam bertahan dan gemar mengoleksi clean sheet. Sebelum gol Oshimen di laga ini, terakhir kali gawang Milan kebobolan di Liga Champions adalah saat kalah 2-0 lawan Chelsea pada bulan Oktober lalu.

Kini rossoneri bisa melaju ke semifinal Liga Champions. Ini adalah semifinal pertama mereka sejak tahun 2007. Dan untuk para football lovers yang masih ingat, kalian tahu AC Milan punya memori indah di Liga Champions 2007.

Saat itu Milan masih jadi raksasa Eropa. Diperkuat pemain bintang seperti Maldini, Nesta, Seedorf, Gattuso, Pirlo, Kaka, Inzaghi, dan lainnya. Mereka menyusuri Champions League musim itu dengan menghabisi para raksasa Eropa seperti Bayern Munchen dan Manchester United. Sampai akhirnya mengalahkan Liverpool di partai final. Sekaligus membayar tuntas dendam di Istanbul dua tahun sebelumnya.

Mengingat saat ini Milan berada di sisi bagan yang lebih mudah, mungkinkah rossoneri kembali mengulang memori tahun 2007 itu? Tapi sebelum itu, ada tugas berat menanti. Kemungkinan dengan Inter yang sudah memimpin 2-0 di leg pertama melawan Benfica, akan tersaji Derby Milan di semifinal untuk pertama kalinya sejak 20 tahun.

Sumber referensi: Si, Sporting, Sky, B/R, UEFA

Wow! Pemain Bintang Ini Ternyata Pernah Bela Borussia Dortmund

0

Borussia Dortmund sudah lama dikenal sebagai rumahnya para pemain berbakat. Meski prestasi yang ditorehkan Die Borussen masih kalah apabila dibandingkan dengan sang rival, Bayern Munchen, klub ini tetap menjadi salah satu yang patut diperhitungkan.

Dikenal sebagai klub yang menyuplai pemain-pemain bertalenta ke klub-klub papan atas lain membuat Dortmund sering jadi tempat keluar-masuknya pemain-pemain hebat. Dan beberapa dari mereka luput dari pengamatan kita. Berikut delapan pemain yang mungkin anda lupa pernah membela Borussia Dortmund. Penasaran siapa saja? Check this out! 

Tomas Rosicky

Pemain pertama yang mungkin anda lupa pernah bermain untuk Borussia Dortmund adalah Tomas Rosicky. Meski lebih dikenal karena tampil bersama Arsenal, Rosicky ternyata pernah berseragam kuning hitam pada awal 2000-an. Ia didatangkan oleh Dortmund dari Sparta Praha tahun 2001.

Di musim perdananya, Rosicky langsung menunjukan kualitasnya. Ia menjelma jadi pengatur irama di lini tengah Borussia Dortmund. Pemain asal Republik Ceko itu bahkan sukses memberikan gelar Bundesliga pada musim 2001/02 ke klub berjuluk Die Borussen itu.

Rosicky juga turut masuk dalam skuad Dortmund yang lolos hingga partai final UEFA Cup tahun 2002. Namun sayang, mereka harus kandas oleh perlawanan Feyenoord dengan skor 3-2. Ia hanya bertahan selama lima musim sebelum akhirnya bergabung dengan Arsenal tahun 2006. Kehebatannya di Jerman sangat diakui saat itu. Bahkan Marco Reus sampai mengidolainya dan jerseynya dipajang di museum Dortmund.

Kevin Prince-Boateng

Selanjutnya ada Kevin Prince-Boateng. Mungkin beberapa dari kalian sudah tak begitu kaget karena pemain yang satu ini emang doyan gonta-ganti warna jersey layaknya bunglon. Dari belasan tim yang pernah Boateng bela, salah satunya adalah Borussia Dortmund.

Boateng berseragam Die Borussen pada musim 2008/09. Ia hanya bertahan selama enam bulan karena datang sebagai pemain pinjaman dari Tottenham Hotspur. Apabila melihat kiprahnya di Signal Iduna Park, Boateng tak menjalani masa peminjaman yang baik. Sebagai seorang pemain bertipikal menyerang, Boateng hanya mengemas dua assist dari 11 penampilan.

Antonio Rudiger

Pemain top lainnya yang ternyata pernah berseragam Borussia Dortmund adalah Antonio Rudiger. Mantan punggawa Chelsea ini lahir di Berlin dan menghabiskan sebagian besar awal karirnya di klub-klub sekitar ibu kota Jerman. Sebelum akhirnya bergabung dengan akademi Borussia Dortmund pada tahun 2008.

Bedanya dengan pemain-pemain sebelumnya, Rudiger hanya merasakan bermain di tim muda Dortmund. Ia tak pernah bermain di skuad utama selama dua tahun berseragam Die Borussen. Secara keseluruhan, punggawa Real Madrid itu hanya membuat 42 penampilan bersama tim muda Dortmund dengan mencetak 2 gol. Ia memutuskan untuk pindah ke Stuttgart pada tahun 2011.

Ivan Perisic

Jauh sebelum berseragam Tottenham, Ivan Perisic ternyata pernah menjadi bagian dari skuad raksasa Bundesliga, Borussia Dortmund. Pemain asal Kroasia itu pernah berseragam Dortmund sejak tahun 2011 hingga 2013. Pada saat itu Perisic direkrut Die Borussen dari klub Belgia, Club Brugge. 

Dalam periode tersebut, Perisic tampil cukup baik di sektor kiri. Waktu itu, ia masih berposisi sebagai pemain sayap dan belum bertransformasi menjadi bek sayap seperti sekarang. Bermodalkan skill olah bola dan kecepatan lari, ia berhasil merepotkan barisan pertahanan lawan.

Namun memasuki musim kedua, Perisic mulai kecewa dengan pelatihnya saat itu, Jurgen Klopp. Ia kecewa karena tak mendapatkan menit bermain yang cukup. Akhirnya ia memutuskan untuk hengkang ke Wolfsburg pada Januari 2013. Total, Perisic mengemas 64 penampilan dengan 12 gol serta tujuh assist untuk Die Borussen.

Achraf Hakimi

Sama halnya dengan Ivan Perisic, jauh sebelum terkenal dan performanya meledak bersama PSG, Achraf Hakimi pernah berkarir di Borussia Dortmund. Ia merupakan jebolan akademi Real Madrid. Namun, tak pernah jadi pilihan utama di skuad utama El Real. Maka dari itu ia dipinjamkan ke Dortmund pada tahun 2018.

Bisa dibilang Borussia Dortmund lah yang memunculkan potensi maksimal dari Hakimi. Bermain di Bundesliga, Hakimi tampil meyakinkan. Ia membangun reputasi sebagai bek sayap yang cepat dan piawai membantu serangan. Ia bahkan sempat memecahkan rekor pemain tercepat dengan 36.5 km/per jam dalam laga melawan Union Berlin tahun 2020 kemarin.

Namun, kemampuannya yang terpancar bersama Dortmund tak membuat Madrid puas. Mereka justru melepas sang pemain ke Inter Milan dengan mahar 43 juta euro atau setara dengan Rp701 miliar.

Ciro Immobile

Sebelum gacor seperti sekarang bersama Lazio, karir Ciro Immobile sempat mengalami pasang surut karena keseringan berganti klub. Klub ternama macam Juventus, Torino, Sevilla, dan Genoa pernah ia bela. Namun, barangkali kalian lupa Immobile juga pernah memperkuat Borussia Dortmund periode 2014 hingga 2016. Di Signal Iduna Park lah perjalanan karir Immobile berada di titik terendah.

Awalnya, Dortmund mendatangkan Immobile dengan harapan bisa menggantikan peran Robert Lewandowski yang membelot ke rival, Bayern Munchen. Namun, kesempatan itu tak pernah berjalan baik bagi pemain berkebangsaan Italia itu.

Direkrut dari Torino, Immobile justru tampil di bawah ekspektasi. Dari 34 penampilan pemain berusia 33 tahun tersebut hanya mencetak 10 gol di semua kompetisi. Ia bahkan hanya mencetak tiga gol saja di Bundesliga. Semusim tampil melempem, Immobile sempat dipinjamkan ke Sevilla sebelum akhirnya moncer bersama Lazio.

Adnan Januzaj

Wonderkid Manchester United, Adnan Januzaj juga sempat berseragam Borussia Dortmund lho. Kehebatannya bahkan sempat membuat beberapa media menjunjung tinggi namanya sebagai titisan Cristiano Ronaldo tapi versi kaki kiri. Dengan kualitas dan skill olah bola yang ia miliki, Januzaj menjadi topik hangat pembicaraan publik sepakbola saat itu. 

Namun, sejak promosi ke skuad utama Manchester United pada musim 2013/14 lalu, Januzaj justru kesulitan menunjukan kemampuan sesungguhnya. Bahkan untuk menembus skuad utama Setan Merah saja ia seperti tak mampu. 

Melihat situasi tersebut, manajemen United meminjamkan sang pemain ke Dortmund pada musim 2015/16 agar dirinya bisa mengumpulkan jam terbang sebelum menembus skuad utama suatu saat nanti. Kebersamaannya bersama Die Borussen justru tak bertahan lama. Bermain selama enam bulan, Januzaj hanya membuat 12 penampilan di semua kompetisi.

Steven Pienaar

Last but not least, ada legenda Afrika Selatan, Steven Pienaar. Sebelum menikmati karir yang panjang di Liga Inggris, Pienaar ternyata pernah membela Borussia Dortmund selama dua musim sejak didatangkan dari Ajax pada tahun 2006 silam. Pienaar didatangkan untuk menggantikan peran Tomas Rosicky yang pada saat itu lebih dulu hijrah ke Liga Inggris bersama Arsenal. 

Namun, dirinya gagal total di Dortmund. Pienaar hanya mengantongi 27 penampilan sebelum akhirnya bergabung dengan Everton. David Moyes yang kala itu masih menukangi Everton ternyata punya sudut pandang lain. 

Manajer berkebangsaan Skotlandia itu menyelamatkan karir Pienaar. Bersama Everton, Pienaar tampil memukau. Sebagai sayap ia memiliki skill olah bola yang mumpuni. Pemain yang doyan nyekill ini membangun koneksi yang luar biasa bersama Leighton Baines di sisi kiri penyerangan The Toffees. Ia bahkan jadi salah satu ikon klub saat itu.

https://youtu.be/WRut00OQxvU

Sumber: Squawka, Transfermarkt, Bundesliga, BRfootball

Kenangan Sulitnya Menembus Pertahanan Kokoh 4 Tim Serie A

0

Jika kita memutar memori ke belakangan, kita akan melihat betapa luar biasanya sepak bola Italia. Terlebih pada era-era memasuki abad ke-21. Ketika itu Italia masih belum hilang ciri khas sepak bolanya. Yap, benar, catenaccio.

Sebuah gaya bermain yang mengandalkan pertahanan grendel alias rapat atau sulit ditembus. Pada era itu, ada empat tim Serie A yang memiliki pertahanan begitu kokoh.

Keempat tim itu adalah Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Parma. Tim-tim itu memiliki para jagoan di lini pertahanan. Jadi, seperti apa sih susahnya membobol keempat tim itu? Apa yang membuat mereka punya pertahanan yang luar biasa?

Serie A Dibangun dengan Reputasi Catenaccio

Pada awal tahun 1990-an dan sepanjang periode itu, sepak bola Italia sudah dikenal dengan sepak bola yang mengandalkan gaya bertahan. Gaya sepak bola itu sangat melekat pada Italia, tak terkecuali pada liganya. Serie A pada periode tersebut memiliki reputasi sebagai liga dengan timnya memiliki pertahanan gigih.

Dengan itu tim-tim dari Serie A kerap tampil spektakuler tak hanya di level domestik, tapi juga di skala Eropa. All Italian Final di partai puncak juga tak jarang terjadi. Gaya main seperti itulah yang justru menjadi norma tersendiri di sepak bola Eropa. Ada dua tim yang pada era tersebut mempunyai pertahanan paling kokoh, yaitu AC Milan dan Juventus.

Oleh sebab itu, Serie A juga acap kali disebut “Liga Defensif”. Klub-klub Italia begitu mengandalkan pertahanan rapat dan itu ternyata sangat efektif untuk melakoni pertandingan-pertandingan krusial. Kehadiran para maestro taktik seperti Marcello Lippi dan Fabio Capello pun tak bisa membuat Serie A lepas dari gaya Machiavellian-nya itu.

Singkatnya, sepak bola Italia merasakan masa keemasannya dengan fondasi benteng yang disemen begitu kokoh oleh para maestro di lini belakang. Kendati kita juga harus mengakui bahwa Italia juga melahirkan para penyerang hebat, seperti Alessandro Del Piero dan tentu saja, Filippo Inzaghi.

Juventus

Seperti yang sudah dikatakan tadi. Juventus adalah salah dua dari empat tim yang memiliki pertahanan paling solid. La Vecchia Signora telah beberapa kali merebut scudetto dengan gaya bermain bertahan. Misalnya pada perebutan gelar Serie A musim 1996/97.

Waktu itu Bianconeri dibesut pelatih kawakan seperti Marcello Lippi. Kekayaan taktik Lippi dipadukan dengan kualitas pertahanan adalah perpaduan yang sangat pas untuk mengantarkan Juventus meraih scudetto musim itu.

Juventus menjuarai Serie A musim itu setelah mengumpulkan 65 poin. Mereka mengalahkan Parma di peringkat kedua. Hebatnya, sebagai juara Serie A, Bianconeri hanya kebobolan 24 gol saja. Gianluca Pessotto, Ciro Ferrara, Sergio Porrini, sampai tentu saja Mark Iuliano menjadi pahlawan di lini belakang.

La Vecchia Signora juga masih diperkuat Antonio Conte yang jadi sosok penjelajah sekaligus kapten tim. Jangan lupakan pula Didier Deschamps, Christian Vieri, Zinedine Zidane, sampai Vladimir Jugovic yang begitu luar biasa di lini tengah.

Salah satu bukti betapa kokohnya pertahanan Juventus kala itu adalah di Derby d’Italia pada 20 Oktober 1996. Juventus ketika itu berhasil meredam serangan Inter dan bahkan membuat mereka harus takluk. Dua gol dari Jugovic dan Zidane tak mampu dibalas oleh Inter.

Juventus (2)

Musim itu bukan hanya memenangkan Serie A, Juventus juga sukses menyabet gelar UEFA Super Cup dan Interkontinental Cup. Kegemilangan pertahanan Juve berlanjut beberapa tahun berikutnya. Persis pada musim 2001/02, salah satu musim Serie A dengan persaingan paling ketat.

Kala itu Juventus, Inter, dan AS Roma masih mempunyai peluang yang sama sampai pertandingan terakhir. Jelang giornata ke-34, Inter memimpin di puncak dengan 69 poin. Disusul Juventus dengan 68 poin dan AS Roma dengan 67 poin.

Nasib malang harus menghampiri Inter. La Beneamata terbilang apes karena harus menghadapi tim kuat Lazio. Inter sejatinya bisa menahan imbang Lazio di babak pertama. Tapi Biancocelesti justru memastikan kemenangan 4-2 di akhir. Sementara Juventus membobol gawang Udinese dua gol tanpa balas.

Sementara Giallorossi hanya bisa menang 1-0 atas Torino. Juventus pun berpesta pora. Ketika itu Bianconeri menuntaskan Serie A dengan hanya kebobolan 23 gol saja! Lebih sedikit dari musim 1996/97. Kemenangan Juve musim itu nyaris tidak ada bedanya dengan tahun 1997.

Juve masih dilatih Lippi. Namun, yang bikin musim itu pertahanan Bianconeri lebih kokoh adalah kehadiran Gianluigi Buffon. Selain itu, Juve juga punya bek gesit seperti Lilian Thuram, Ferrara, dan Gianluca Zambrotta. Juventus juga punya Edgar Davids yang menopang Buffon di lini bertahan.

AC Milan

Setelah dari Juve kita ke AC Milan. Terdapat dua musim untuk menjelaskan betapa kokohnya pertahanan Rossoneri. Musim 1993/94 dan 2002/03. Kita mulai dengan yang pertama dulu. Pada musim 1993/94, Milan masih dikuasai mantan perdana menteri Italia, Silvio Berlusconi. Sementara Fabio Capello berada di balik kemudi.

Musim itu AC Milan diperkuat pasangan bek tengah Alessandro Costacurta dan Franco Baresi. Kedua bek itu menopang keberadaan veteran Filippo Galli. Oh, betapa kita juga tak bisa melupakan bagaimana solidnya Paolo Maldini di sisi kiri dan Mauro Tassotti di seberangnya.

Kokohnya pertahanan mengantarkan AC Milan juara musim itu. Tak hanya Serie A, tapi juga Liga Champions dan Supercoppa Italia. Dengan komposisi lini bertahan semacam itu, Milan bahkan bisa mengalahkan Barcelona asuhan Johan Cruyff di final UCL 1994 dengan skor mencolok 4-0.

Rossoneri memang tak scudetto pada musim 2002/03. Tapi anak asuh Carlo Ancelotti finis di peringkat ketiga dan hanya kebobolan 30 gol atau satu gol lebih banyak dari Juventus sang juara. Namun, musim itu menjadi musim yang luar biasa. Musim yang menandai kembalinya kejayaan Milan di pentas Eropa.

Rossoneri mengalahkan Juventus di final Liga Champions. Final yang disebut-sebut sebagai pertandingan empat bek paling berkesan sepanjang masa. Milan diperkuat Dida. Di depan kiper Brasil penampilan mengagumkan diperlihatkan Kakha Kaladze, Paolo Maldini, Nesta, dan Costacurta.

Dengan tambahan orang Georgia, pasukan Ancelotti menahan gempuran Juventus selama 120 menit. AC Milan menciptakan clean sheets hingga laga harus berakhir lewat adu penalti. Milan pun berhasil memenangkan gelar Liga Champions.

Inter

Pertahanan kokoh ada dalam skuad Inter musim 1997/98. Betul bahwa La Beneamata gagal juara musim itu. Tapi kebobolan 27 gol saja membuat Inter menahbiskan diri sebagai tim dengan kebobolan paling sedikit di Serie A musim itu. Malah lebih sedikit dari Juventus sang juara yang kebobolan 28 gol.

Masih ingat pemain berambut nyentrik, Taribo West? Pemain Nigeria itu bukan hanya cari muka lewat rambutnya, tapi ia seperti batu karang di lini pertahanan Inter. West melengkapi instrumen pertahanan Inter yang diperkuat Francesco Colonnese, Javier Zanetti, dan Salvatore Fresi.

Orang-orang tadi berhasil mengantarkan Inter juara di UEFA Cup 1998. Zanetti bertugas di sisi kiri, sedangkan Colonnese di kanan, dan Fresi adalah penyapu paling sempurna saat final di Paris menghadapi Lazio.

Aquilotti yang diperkuat penyerang Roberto Mancini dibuat tak berkutik oleh lini belakang Inter. Sebaliknya, Inter yang diasuh Luigi Simoni memberondong tiga gol ke gawang Lazio. Zamorano, Zanetti, dan El Fenomeno bergiliran membobol gawang Luca Marchegiani.

Walaupun gagal scudetto, kisah menakjubkan itu dikenang Colonnese sebagai salah satu musim terbaiknya di Inter. Menurutnya, Inter musim itu memiliki kualitas, kepribadian, dan bakat yang luar biasa. Dia juga tak menampik bahwa timnya punya pertahanan terbaik di liga.

Parma

Terakhir kita ke Parma. Pada periode ini, Parma mempunyai salah satu barisan pertahanan kuat di Serie A. Selain Gianluigi Buffon yang kelak menjadi kiper terbaik di dunia, ada bek tangguh Fabio Cannavaro, Antonio Benarrivo, dan Roberto Sensini.

Mereka seperti baja yang melindungi pertahanan Parma sepanjang musim 1998/99. Sosok Lilian Thuram juga tak bisa dilupakan. Puncak kehebatan Parma terjadi di final Piala UEFA 1999 menghadapi Marseille.

Kuatnya pertahanan Crociati dikombinasikan dengan taktik serangan balik khas Alberto Malesani mampu membobol gawang Marseille tiga kali. Lilian Thuram menjadi aktor di laga itu karena terlibat dalam dua gol Parma. Sementara pencetak golnya adalah Hernan Crespo, Paolo Vanoli, dan Enrico Chiesa.

Sebelum itu Parma juga sudah membantai juara Ligue 1 musim tersebut, Bordeaux di leg kedua perempat final 6-0. Kokohnya pertahanan Crociati membuat Bordeaux yang diperkuat Cristian Pavon, Sylvain Wiltord, sampai Ali Benarbia tak berkutik sama sekali.

Sumber: PlanetFootball, Football365, InterIt, MoreThanGame, TheseFootballTimes, GentlemanUltra

Tinta Hitam Dibalik Kejayaan PSM Makassar

0

Meski Liga Indonesia sering disebut Liga Jawa, nyatanya klub yang menjuarai kompetisi tersebut selalu datang dari luar Pulau Jawa. Setidaknya itu terjadi dalam tiga tahun terakhir. 

Musim ini yang berhak menggondol trofi BRI Liga 1 adalah PSM Makassar. Tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini mengantongi 75 poin untuk menjadi pemuncak klasemen akhir Liga Indonesia 2022/23. 

Namun, PSM tak bisa berlarut-larut dalam kegembiraan. Masih banyak masalah yang harus dihadapi klub berjuluk Juku Eja ini. Meski keluar sebagai juara, PSM masih memiliki segunung pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Apalagi mereka akan tampil di kompetisi Asia musim depan. 

Juara Liga Indonesia 

Meski jadi salah satu tim yang hampir degradasi musim lalu, PSM Makassar membuktikan diri dengan kebangkitan luar biasa di musim 2022/23. Meski di awal musim PSM terseok-seok karena masih bermain di kompetisi Asia, bersama pelatih Bernardo Tavares Juku Eja berhasil mengakhiri musim ini sebagai pemuncak klasemen BRI Liga 1 Indonesia.

Meski PSM bermain di dua kompetisi, mereka terbukti mampu konsisten di jadwal pertandingan yang terbilang cukup padat. Menariknya, PSM sudah dinobatkan sebagai juara Liga Indonesia sejak 31 Maret lalu. Pasalnya, di dua laga sisa, poin PSM sudah tak bisa dikejar.

Dahaga juara selama 23 tahun akhirnya terbayar tuntas. Kemenangan PSM Makassar disambut luar biasa oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Selebrasi juara menjadi pesta rakyat yang dirayakan bersama segala kalangan. Trofi bahkan diarak menggunakan mobil bak terbuka dari Parepare hingga Kota Makassar.

Cuma Dapet Trofi Doang? 

Jika kita melihat lebih teliti, ada yang menarik dalam arak-arakan tersebut, trofi yang diterima PSM jauh berbeda dengan yang diterima Bali United musim lalu. Trofi musim ini didesain ulang oleh PT Liga Indonesia Baru. Bahkan modelnya berubah 100% dari trofi musim lalu.

Perubahan trofi dirasa aneh karena pada dasarnya, bentuk trofi kompetisi sekelas liga utama seharusnya sama dari tahun ke tahun. Kalau Bali United sudah meraihnya tiga kali beruntun barulah perubahan trofi bisa dilakukan. PSM juga dikabarkan hanya mendapat trofi saja tanpa hadiah uang tunai. Kok bisa?

Tenang, ini bukan penggelapan atau panitia yang kelupaan mencetak papan hadiah simbolis. Namun, memang regulasinya seperti itu. Aneh? Tentu tidak, namanya juga Liga Indonesia. Seperti diketahui, PT LIB telah memastikan tak ada uang hadiah untuk juara Liga 1. Aturan tersebut ternyata sudah diterapkan sejak musim 2018 lalu. 

Bahkan Bali United yang sukses menjadi juara Liga 1 dua musim berturut-turut juga tak mendapat hadiah uang. Kendati begitu sang juara akan mendapat tambahan subsidi musim depan. Kabarnya tambahan subsidi tersebut akan didapat dari hak siar.

Jadi wajar ketika beberapa pemain melayangkan sindiran melalui media sosial seperti unggahan Safrudin Tahar. Ia menuliskan “Juara dapat apa? Hilal sampai saat ini belum kelihatan, lebaran tinggal menghitung hari”. Sindiran itu disinyalir muncul karena tim tidak mendapat hadiah uang tunai. Setiap pemain PSM hanya dapat hadiah satu unit sepeda motor. Itu pun dari Honda sebagai sponsor utama di jersey Juku Eja musim ini.

Tampil Di Kompetisi Asia dong?

Karena Indonesia terbebas dari sanksi FIFA meski gagal menyelenggarakan Piala Dunia U-20, PSM yang keluar sebagai juara Liga Indonesia masih punya hak untuk tampil di kompetisi Asia. 

Tak tanggung-tanggung, dilansir Detik, federasi sepakbola Asia telah merestui satu tiket play off Liga Champions Asia yang akan diperebutkan oleh PSM sebagai juara Liga Indonesia musim 2022/23 dan Bali United sebagai juara Liga Indonesia musim 2021/22. AFC memberikan tiga slot untuk wakil Indonesia di kompetisi Asia. Satu tiket ke play-off Liga Champions, satu babak penyisihan grup AFC Cup, dan satu untuk play-off AFC Cup.

Tim yang kalah dalam laga perebutan itu akan bermain di penyisihan grup AFC Cup musim depan. Dan satu tiket play off AFC Cup kabarnya akan jadi milik peringkat kedua liga, Persija Jakarta. Dengan begitu sudah dipastikan bahwa PSM akan tampil di kompetisi Asia apa pun levelnya. 

Nggak Punya Stadion

Mempunyai kesempatan untuk kembali tampil di kompetisi Asia, PSM justru masih punya PR menggunung yang belum diselesaikan. Salah satu yang paling parah adalah soal infrastruktur. Perlu diketahui, PSM keluar sebagai juara liga dengan status tim musafir yang tidak mempunyai homebase.

Keresahan tim sepakbola yang tak punya homebase atau stadion sendiri sebetulnya sudah jadi masalah biasa di Indonesia. Namun, masalah serupa jarang terjadi kepada tim yang berhasil menjadi juara Liga Indonesia. Terakhir terjadi tahun 2017 lalu, saat tim siluman macam Bhayangkara FC tiba-tiba juara Liga Indonesia.

PSM Makassar tak memiliki homebase karena Stadion Mattoanging sedang dalam tahap renovasi. Jadi, mau nggak mau Juku Eja harus jadi tim musafir ketika menjamu tim-tim lawan. Manajemen sempat kesulitan untuk mencari stadion sementara yang memenuhi regulasi liga, ya meskipun regulasi sebetulnya bisa diakali.

Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare, yang jaraknya 155,8 kilometer dari Kota Makassar. Jadi tak heran arak-arakan juara PSM Makassar dilaksanakan dari Parepare hingga Makassar guna menghargai masyarakat Parepare yang membolehkan stadionnya dipinjam.

Proses renovasi Stadion Mattoanging diperkirakan tak akan rampung akhir tahun ini. Karena menurut perwakilan Pemprov Sulsel, adanya gugatan kepemilikan tanah dan beberapa ganti rugi mengakibatkan pembangunan stadion mengalami kemunduran. Namun, pemprov tetap ingin melanjutkan pembangunan. Jadi, bisa dipastikan musim depan PSM akan menjadi tim musafir lagi.

Makin Ruwet Jika…

Tentu ini akan menyulitkan manajemen dan tim-tim lain. Pasalnya, stadion BJ Habibie dikabarkan tak memenuhi standar AFC. Maka dari itu harus meminjam stadion tim lain. Musim lalu, Bali United jadi tim yang berbaik hati untuk meminjamkan stadionnya pada PSM.

Situasi akan makin sulit jika Bali United yang memenangkan satu tiket play off Liga Champions Asia. Meski Bali United tak selamanya akan bermain kandang, ini tetap akan merepotkan kalau harus bergantian dengan PSM.

Jika Serdadu Tridatu yang mewakili Indonesia di Liga Champions Asia, PSM harus mencari stadion lain guna memainkan laga kandang kompetisi Asia. Mungkin manajemen klub bisa menghubungi Mas Kaesang buat pinjam Stadion Manahan Solo yang kualitasnya sudah diakui oleh FIFA.

Hanya Modal Skuad Juara? Tidak Cukup!

Jika bermain di dua kompetisi, kedalaman skuad juga harus diperbaiki oleh PSM. Mengandalkan skuad juara saja tentu tidak cukup. Strategi transfer harus segera diperbaiki, PSM tidak bisa terus-menerus hanya mengambil pemain-pemain muda dan murah dari kompetisi Liga 2 untuk melawan tim-tim kuat di kompetisi se-Asia. Apalagi kita tahu Liga 2 sudah lama mandek.

Manajemen harus pandai-pandai mengatur ulang keuangan klub untuk setidaknya memperkuat setiap lini. Setidaknya untuk mencari pelapis Wiljan Pluim di lini tengah. Pluim memang jadi yang terbaik musim ini. Tapi PSM masih butuh pelapis yang sepadan di lini tengah. Yakali PSM mau menguras habis tenaga pemain yang sudah berusia 34 tahun untuk bermain di dua kompetisi sekaligus.

https://youtu.be/QcYOOEs3M8w

Sumber: CNN, Detik, Goal, Bola

Libas Leeds, Liverpool Telat Panas! Peluang Masuk Champions Sudah Hilang?

Liverpool belum pernah menang setelah menghancurkan Manchester United 7-0 pada awal Maret kemarin. Tapi, setelah memulai laga dengan lambat, pasukan Jurgen Klopp dengan kejam membongkar tim malang Leeds United yang terancam degradasi. The Reds berhasil mengakhiri laga dengan pesta gol 6-1.

Leeds memang tidak dalam performa terbaiknya. Akhir-akhir ini mereka selalu jadi ladang gol bagi tim Premier League lainnya. Namun setidaknya di laga ini Liverpool telah menunjukan jati diri mereka sebagai tim yang mendominasi pertandingan. Akan tetapi, mereka telat panas. Kemungkinan anak asuh Jurgen Klopp untuk masuk zona Champions sudah hampir tertutup.

Liverpool Kandaskan Leeds

Di laga ini, Klopp tidak melakukan perubahan pada starting line-up yang menahan imbang Arsenal di laga sebelumnya. Sementara Luis Diaz dikembalikan ke bangku cadangan setelah cedera panjang.

Butuh waktu 35 menit bagi Liverpool untuk membobol gawang Leeds. Berawal dari pergerakan Trent Alexander-Arnold yang kontroversial karena mengontrol bola dengan tangannya, ia mengoper bola ke Coady Gakpo yang dengan mudah menyarangkan bola ke gawang.

Empat menit kemudian Mohamed Salah berhasil menggandakan keunggulan. Unggul dua gol, tim tamu semakin terlihat memegang kendali permainan. Tapi tidak ada gol tambahan sampai babak pertama usai.

Leeds sempat dapat harapan ketika Luis Sinisterra dengan cerdik mencungkil bola melewati Alisson. Namun, dengan cepat Liverpool bisa memperlebar jarak. Kali ini lewat gol dari Diogo Jota yang ia cetak di menit ke-52. Itu merupakan gol pertamanya sejak April tahun lalu.

Salah mencetak gol keduanya di laga itu ketika jam menunjukkan menit ke-64. Sebelum Jota juga ikut mencetak gol keduanya di menit ke-73. Leeds yang putus asa dipaksa kembali harus melihat gawangnya terkoyak di menit ke-90 lewat gol dari Darwin Nunez.

Kekalahan ini dan kekalahan 5-1 sebelumnya lawan Crystal Palace membuat Leeds jadi tim dengan pertahanan terburuk di Premier League. Juga dengan koleksi 29 poin dan duduk di peringkat 16, mereka harus menghadapi ancaman degradasi.

Kenapa Gol Pertama Tidak Dianulir?

Leeds sepertinya sudah legowo dengan takdir mereka. Sang pelatih, Javi Garcia juga tidak terlalu ambil pusing meski percaya gol pertama Liverpool itu handball. Baginya sama saja karena setelah itu mereka tetap kebobolan banyak gol.

“Mungkin gol pertama itu handball tapi itu tidak masalah. Karena, setelah itu kami tetap kebobolan banyak gol. Kesalahan yang kami lakukan tidak memungkinkan kami untuk bersaing dalam permainan.” Ucapnya dikutip dari the athletic.

Dalam build up untuk gol pertama, memang terlihat jelas tangan Alexander-Arnold membentur bola. VAR juga telah memeriksa itu dan terlihat jelas kalau bola menyentuh lengannya. Tapi wasit menganggap kalau kejadian itu terjadi jauh di belakang.

Jadi wasit tidak menganggap kalau itu adalah bagian dari build up yang berbuah gol. Selain itu juga, setelah bola menyentuh tangan Alexander-Arnold, ia kembali menerima bola dari Salah. Kalau saja bola yang menyentuh tangannya langsung mengarah ke Gakpo kemudian terjadi gol, mungkin keputusannya akan berbeda.

Untuk sebuah gol bisa dianulir VAR harus mempertimbangkan apakah wasit telah melakukan kesalahan ataukah Alexander-Arnold melakukannya dengan sengaja. Kedua hal itu tidak terpenuhi. Karenanya, gol tidak bisa dianulir karena handball.

Terlepas dari itu, melihat ketidak mampuan Leeds untuk bertahan membuat kita sulit membayangkan hasil akhir akan berbeda walaupun gol pertama dianulir. Belum lagi ditambah dengan Liverpool yang sudah makin ngeklik dengan permainan. Bahkan Jurgen Klopp berkata kalau ini adalah permainan terbaik mereka musim ini.

Liverpool Sudah Panas

Ya, dikutip dari the athletic Jurgen Klopp percaya bahwa mengalahkan tim yang sudah remuk dan terancam degradasi adalah bukti timnya sudah solid. Ia juga menambahkan kalau ini adalah permainan terbaiknya musim ini.

“Saya pikir ini adalah permainan terbaik yang kita mainkan di musim ini berdasarkan berbagai aspek di permainan. Leeds memang banyak melakukan kesalahan individu, itu karena kami memaksanya. Dari segi counter-pressing, ini permainan terbaik dekade ini” Ungkapnya.

Meskipun ucapan Klopp terkesan sangat berlebihan, tapi Liverpool memang bermain lebih baik di laga ini. Setengah jam awal laga the reds sebenarnya menunjukan permainan yang masam. Tapi mereka mendapatkan momentum untuk membuat hasil akhir terasa manis.

Banyak hal positif yang bisa dilihat di laga ini. Seperti Trent Alexander-Arnold yang semakin nyaman menjalani peran barunya sebagai gelandang siluman. Curtis Jones yang menampilkan permainan terbaiknya. Diogo Jota yang makin subur, Salah makin gacor, dan kembalinya Luis Diaz.

Mungkin itu menjawab rasa penasaran Klopp soal kenapa timnya tidak bisa bermain sebagus ini di pertengahan awal musim. Ia mengaku kalau permainan timnya jadi bagus setelah imbang lawan Arsenal.

“Saya tidak bisa benar-benar menjelaskan kenapa counter-pressing kami tidak sebagus ini di awal musim. Tapi malam ini, sudah ngeklik, sebenarnya sudah ngeklik sejak laga lawan Arsenal” Ungkapnya.

Pintu Zona Champions Sudah Tertutup?

Klopp boleh senang dengan perkembangan yang ditunjukkan timnya. Tapi ia juga harus sadar, kemenangan besar ini tidak membuat Liverpool bergerak dari posisi 8 klasemen. Berjarak enam poin dari Tottenham yang duduk di peringkat ke-5. Dan sembilan poin dari Newcastle yang duduk di peringkat ke-4.

Lalu, dengan situasi ini apakah masih mungkin Liverpool masuk ke zona Eropa, bahkan Liga Champions? Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola memang. Liverpool masih berpeluang masuk zona Champions, tapi itu sangat kecil.

Berdasarkan data dari situs fivethirtyeight.com, peluang the reds ke empat besar hanyalah 12%. Dengan hanya delapan pertandingan tersisa, kemungkinan terbaik yang bisa didapatkan anak asuh Jurgen Klopp musim ini adalah dengan finis di peringkat ke-6.

Liverpool talha mengejutkan publik dengan mengalahkan Manchester United 7-0 bulan lalu. Setelah itu, mereka tidak pernah merasakan kemenangan lagi. Sampai akhirnya momentum datang. Liverpool dengan perkasa menolak kalah dari Arsenal, kemudian pesta gol di kandang Leeds.

Di dua laga terakhir itu, anak asuh Klopp memang menunjukan peningkatan luar biasa. Para pemain yang sudah bisa kembali memainkan counter-press khas the reds, kebutuhan lini tengah yang bisa diatasi oleh Alexander-Arnold, dan kembalinya Diogo Jota dan Luis Diaz ke performa puncak mereka. Sayangnya mereka telat panas.

Jika ingin tetap mendapatkan hasil maksimal tentu mereka harus bisa konsisten di sisa pertandingan yang ada. Meskipun telat, ini harus jadi awal dari bangkitnya Liverpool di sisa musim ini dan musim depan nanti.

Sumber referensi: Athletic, Sporting, Sky, BBC

Manchester City vs Arsenal: Laga Hidup-Mati Perebutan Juara Liga Inggris

0

Empat poin jadi selisih yang harus dikejar oleh Manchester City apabila ingin menggusur Arsenal dari puncak klasemen Liga Inggris. Dan peluang itu akan hadir di pekan ke-33 Liga Inggris. City akan menjamu sang pemuncak klasemen di Etihad Stadium 27 April mendatang.

Laga ini diperkirakan akan menjadi laga yang sangat krusial bagi kedua tim. Apabila Arsenal kalah, City kembali membuka peluang untuk menyalip Arsenal di pekan-pekan terakhir. Pasalnya, skuad asuhan Pep Guardiola masih menyimpan satu laga lebih banyak daripada Meriam London. 

Di pertemuan pertama musim 2022/23, Arsenal kalah telak dari Manchester City dengan skor 3-1. Kemenangan itu bahkan sempat menggusur Arsenal dari puncak klasemen untuk sementara waktu. Dan di pertemuan kedua nanti, City memiliki misi yang sama, yakni memaksa Arsenal turun dari singgasananya.

Laga Penentuan Juara?

Hasil imbang 2-2 Arsenal dengan West Ham membuka kembali kesempatan Manchester City dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. The Gunners yang sedang mengejar gelar pertamanya sejak tahun 2004 kembali mendapat ancaman dari sang juara bertahan.

Arsenal hanya unggul empat poin atas City dan skuad asuhan Pep Guardiola masih menyimpan satu pertandingan. Jadi tak heran kalau laga yang akan dimainkan di Etihad Stadium itu bisa jadi laga penentu juara Liga Inggris musim 2022/23. 

Skemanya begini, jika City menang, selisih poin hanya menjadi satu sedangkan City masih berpeluang mendapat tambahan tiga poin dari satu laga yang masih mereka simpan. Begitupun sebaliknya. 

Apabila Arsenal yang memenangkan laga ini, mereka akan memperlebar jarak menjadi sepuluh poin dengan Manchester City. Meski kedua tim menyapu bersih laga sisa, City dipastikan tak akan bisa menyalip selisih poin dengan Arsenal yang kian kokoh di puncak klasemen Liga Inggris.

Di sisi lain, Arsenal memiliki rekor buruk ketika bertandang ke Etihad Stadium. Menurut situs Transfermarkt, kemenangan terakhir Arsenal di Etihad Stadium terakhir terjadi pada Januari 2015.

City On Fire, Arsenal Mulai Oleng

Jelang duel ini kedua tim sedang dalam situasi yang berbeda. Meski Manchester City masih aktif bermain di tiga kompetisi termasuk Liga Champions dan Piala FA, skuad asuhan Pep Guardiola tetap tampil prima di setiap laga.

Di Liga Inggris, City tengah on fire. Dari lima pertandingan terakhir, City tak pernah menelan satu kekalahan pun. Kevin de Bruyne cs pun tampil beringas dengan mencetak 14 gol. Bahkan saat tampil di luar Liga Inggris, City dua kali mencetak lebih dari lima gol dalam satu pertandingan. Pertama saat melibas RB Leipzig dengan skor 7-1 di Liga Champions dan ketika mengalahkan Burnley 6-0 di Piala FA.

Di sisi lain, Arsenal justru tengah berada di performa tak menentu. Skuad asuhan Mikel Arteta juga baru saja terlempar dari kompetisi Europa League. Menghadapi Sporting Lisbon di dua leg babak 16 besar, Arsenal hanya mampu menahan imbang dengan skor 2-2 dan 1-1. Mereka kalah melalui skema adu penalti di hadapan puluhan ribu fans yang memadati Emirates Stadium.

Sedangkan dalam lima pertandingan terakhir di Premier League, The Gunners hanya mengantongi tiga kemenangan dan sisanya berakhir imbang. Dua hasil imbang tersebut mereka peroleh saat bertandang ke markas Liverpool dan West Ham. Nyatanya, hanya berkonsentrasi di satu kompetisi saja tak membuat Arsenal tetap prima. 

Keunggulan dan Kelemahan City

Di atas kertas Manchester City boleh diunggulkan. Namun, kedua tim papan atas memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Soal keunggulan City, mungkin sudah dibahas berkali-kali. Dengan tim yang sudah menyiapkan skuad dengan komposisi terbaik sejak awal musim, City selalu dianggap sebagai tim paling kuat di Liga Inggris musim ini.

City merupakan tim yang mengandalkan kreativitas dari pemain yang berdiri di belakang striker. Biasanya tugas tersebut diemban oleh Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Phil Foden dan Jack Grealish.

Ketika mereka sibuk membongkar pertahanan lawan, maka Erling Haaland dengan kecerdasan memanfaatkan ruang yang terbuka untuk menerima umpan. Khusus Grealish, Arsenal harus mewaspadai pemain ini. Ia sedang dalam performa baik.

Jika ingin meredam City, Arsenal harus mematikan pergerakan Haaland. Beberapa tim seperti Brentford, Spurs dan Manchester United berhasil melakukannya. City juga bukan tim yang tak bisa dikalahkan. City sudah mengantongi empat kekalahan, itu lebih banyak dari Arsenal yang baru kalah tiga kali musim ini.

Pasukan Pep Guardiola lemah apabila menghadapi transisi cepat yang memanfaatkan lebar lapangan. Sebagai contoh di laga kontra Southampton di Piala Carabao kemarin. Pemain sayap Soto, terlihat beberapa kali mengeksploitasi area tersebut.

Dengan City yang sedang enak-enaknya nyerang, tiba-tiba bola berhasil direbut dan Soton langsung melakukan serangan cepat yang berbuah gol Sekou Mara di menit 23. Selain itu, kehilangan Joao Cancelo juga membuat kekuatan bek sayap City semakin berkurang. 

Nah, Ederson juga jadi titik kelemahan yang bisa dimanfaatkan Arsenal. Penjaga gawang asal Brazil ini kerap hilang konsentrasi sehingga mudah kebobolan jika menghadapi serangan balik.

Keunggulan dan Kelemahan Arsenal

Begitupun dengan Arsenal, mereka juga punya kelebihan dan kelemahan tersendiri. Kelebihan yang paling utama adalah soal kondisi pemain. Arsenal yang hanya bermain di Liga Inggris sudah pasti memiliki jadwal istirahat yang cukup sebelum bertandang ke Etihad Stadium.

Selain itu, kembalinya Gabriel Jesus ke skuad Mikel Arteta jadi kekuatan tambahan jelang duel panas ini. Setelah kembali dari cedera, Gabjes sudah mencetak empat gol dari lima pertandingan Liga Inggris. Kembalinya Gabjes ke Etihad Stadium bisa dipastikan akan menjadi ancaman serius bagi The Citizens.

Sama halnya dengan City, Arsenal juga memanfaatkan kreativitas yang dibangun melalui penguasaan bola. Tugas ini diserahkan oleh Martin Odegaard, Leandro Trossard, dan Bukayo Saka. Bedanya Arsenal juga bisa mengandalkan skill individu setiap pemainnya. Saka, Martinelli, dan Gabjes beberapa kali membongkar pertahanan lawan mengandalkan gocekan-gocekan patah pinggang.

Meski lebih sedikit mengantongi kekalahan, bukan berarti Arsenal tak pernah kalah. Akhir-akhir ini skuad Mikel Arteta mengalami inkonsistensi permainan. Terutama ketika memasuki babak kedua. Bak kehilangan konsentrasi, keunggulan Arsenal selalu terkejar di babak kedua. 

Itu adalah celah yang bisa dimanfaatkan City. Karena mereka terkenal lebih gahar jika memasuki babak kedua. Pep sering mengubah komposisi pemain demi meningkatkan intensitas serangan di babak kedua.

Selain itu, Arsenal juga kesulitan ketika menghadapi situasi bola mati. Kemistri antara penjaga gawang dan para pemain bertahan beberapa kali tak selaras sehingga menciptakan keraguan dalam menghadapi bola udara. Arsenal harus hati-hati, mengingat City memiliki Haaland yang piawai menyelinap di area sempit.

Peluang Kedua Tim

Dengan demikian, siapa yang layak memenangkan pertandingan kali ini? Mengingat Arsenal dan Manchester City sama-sama berambisi untuk meraih gelar Liga Inggris musim ini. Sudah dipastikan laga akan berjalan alot. Jika kedua tim datang dengan kekuatan penuh, jual beli serangan diperkirakan akan tersaji di Etihad Stadium.

Namun, apabila melihat statistik yang mana Arsenal sudah lama tak pernah menang di Etihad Stadium, Manchester City jelas diunggulkan dalam duel ini. Toh di pertemuan pertama yang dimainkan di kandang Arsenal saja, City bisa dengan mudah mengalahkan Arsenal. Apalagi nanti kandang sendiri, sepele bos!

https://youtu.be/HjJKJhK-TMM

Sumber: BBC, 90min, ESPN, The Athletic, Sportskeeda

Berita Bola Terbaru 18 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool berhasil memetik kemenangan besar 6-1 atas Leeds dalam pekan ke-31 Premier League 2022/23 di Stadion Elland Road, Selasa dini hari tadi. Enam gol kemenangan Liverpool dibukukan oleh Cody Gakpo di menit 35, Mohamed Salah di menit 39 dan 64, Diogo Jota di menit 52 dan 73, dan Darwin Nunez menit 90. Sedangkan satu-satunya gol Leeds United dikemas oleh Luis Sinisterra di menit ke-47. Hasil ini membuat Liverpool duduk di peringkat kedelapan klasemen Liga Inggris dengan raihan 47 poin dari 30 pertandingan.

Dari laga Serie A, Atalanta kehilangan kesempatan meningkatkan harapan mereka untuk finis empat besar di kompetisi Liga Italia. Sebab, La Dea hanya bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina di Artemio Franchi pada Selasa (18/4) dini hari. Atalanta memecah kebuntuan delapan menit sebelum turun minum melalui aksi Joakim Maehle. Namun, Fiorentina menyamakan skor di menit 56 lewat penalti Arthur Cabral.

KLOPP: PERMAINAN TERBAIK LIVERPOOL MUSIM INI

Jurgen Klopp puas setelah Liverpool berpesta gol 6-1 di markas Leeds United. Klopp mengatakan, Liverpool menunjukkan penampilan terbaiknya di musim ini dari semua perspektif dan aspek yang berbeda. “Saya pikir kami memaksa lawan membuat banyak kesalahan, tapi tadi adalah sebuah permainan yang sangat bagus, gol-gol yang sensasional, dan counter-pressing tadi adalah permainan terbaik dalam waktu yang lama.”

KALAH LAGI, BOEHLY “CERAMAHI” PEMAIN CHELSEA

Chelsea kalah 1-2 di hadapan publik sendiri oleh Brighton & Hove Albion, Minggu. Pasca laga itu, Pemilik Chelsea, Todd Boehly dikabarkan masuk ke ruang ganti tim dan menyebutkan timnya tampil memalukan. Boehly didampingi dua pemilik klub lain, Behdad Eghbali dan Hansjorg Wyss. Dalam ucapannya kepada para pemain, Boehly disebut-sebut menyampaikan bahwa penampilan Enzo dkk masih jauh dari ekspektasi. Di saat yang sama, Boehly juga mengingatkan bahwa Chelsea punya kesempatan membalikkan ekspektasi. Kans itu ada saat Chelsea menjamu Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stamford Bridge.

LAMPARD NYAMAN DENGAN UCAPAN BOEHLY TERHADAP PARA PEMAIN CHELSEA

Frank Lampard mengatakan dirinya nyaman dengan ucapan yang disampaikan pemilik Chelsea, Todd Boehly kepada para pemain di ruang ganti tim. Seperti diketahui, belakangan banyak yang mempertanyakan kejenakaan dan pengambilan keputusan Boehly secara keseluruhan di musim pertamanya sebagai pemilik dan ketua Chelsea. Akan tetapi, ketika ditanya tentang apa yang terjadi di ruang ganti, Lampard mendukung orang Amerika itu.

CHELSEA ADAKAN PEMBICARAAN DENGAN NAGELSMANN

Chelsea telah mengadakan pembicaraan dengan Julian Nagelsmann sebagai bagian dari pencarian mereka untuk manajer baru. BBC Sport memahami Chelsea belum memiliki opsi yang lebih disukai untuk menggantikan Graham Potter yang dipecat pada bulan April. Meskipun mengadakan pembicaraan dengan Nagelsmann, proses untuk menemukan manajer baru sedang berlangsung dengan Luis Enrique juga dikabarkan tertarik ke Chelsea.

BARCELONA SINDIR MADRID SOAL DAKWAAN SUAP WASIT

Barcelona sedang mendapatkan dakwaan menyuap wasit. Presiden Barcelona, Joan Laporta sudah memberi pembelaan mengenai kasus yang menerpa timnya. Dia bahkan melakukan tudingan balik ke rival abadi mereka, Real Madrid yang dinilai lebih banyak mempunyai kaitan dengan orang-orang yang sebelumnya menduduki posisi di Komite Wasit Spanyol.  “Real Madrid adalah klub yang secara sejarah diuntungkan oleh putusan arbitrase. Sebuah klub yang dipertimbangkan sebagai tim rezim,” kata Laporta.

KEPA: REAL MADRID ADALAH RAJA LIGA CHAMPIONS

Bintang Spanyol, Kepa akan tetap menjaga gawang tuan rumah Chelsea dan pemain 28 tahun itu tidak terpengaruh oleh tantangan yang datang. “Dalam kompetisi ini, Real Madrid adalah raja. Kami tidak bisa terkejut dengan mereka, karena semuanya diketahui tentang sejarah mereka.” Demikian laporan dari Marca. Kepa menyadari bahwa Chelsea akan sulit untuk membalikkan keadaan di Stamford Bridge. Maka dari itu, Kepa hanya berharap timnya mampu tampil setidaknya hingga babak adu penalti.

KETIMBANG LUKAKU, CHELSEA LEBIH PILIH REKRUT DUSAN VLAHOVIC

Chelsea dikabarkan tidak ingin memulangkan Romelu Lukaku dan The Blues lebih memilih untuk merekrut Dusan Vlahovic dari Juventus. Bahkan Chelsea berencana melepas Lukaku, baik dengan skema peminjaman maupun penjualan. Sementara Vlahovic dinilai memiliki performa dan atribut yang lebih baik daripada Lukaku. Tidak hanya itu, usia Vlahovic yang baru menginjak 23 tahun tersebut diperkirakan memiliki prospek yang bagus.

CIRO IMMOBILE BELUM DIBOLEHKAN PULANG DARI RUMAH SAKIT

Ciro Immobile akan tetap di rumah sakit selama satu malam lagi untuk penanganan lebih lanjut setelah alami kecelakaan saat mengendarai mobilnya di Roma bersama dua putrinya, Minggu pagi.  Menurut La Gazzetta dello Sport, Immobile disarankan oleh dokter untuk tetap di rumah sakit sampai semuanya jelas dan dilaporkan bahwa pemain 33 tahun itu ingin tetap dekat dengan putrinya. Striker Lazio itu dikabarkan alami patah tulang rusuk dan cedera tulang belakang.

ANTONY DISEBUT KIAN MIRIP ARJEN ROBBEN, SEPAKAT?

Penampilan ciamik Antony saat Manchester United mengalahkan Nottingham Forest menjadi sorotan. Antony membuat satu gol dan satu assist. Pujian setinggi langit untuk Antony pun datang dari Erik ten Hag. Ten Hag menilai penampilan Antony akan berkembang menjadi lebih bagus lagi. Ten Hag juga mengatakan ancaman yang diberikan Antony mengingatkannya pada eks pemain Belanda, Arjen Robben yang terkenal akan ‘cut inside’ dan mencetak gol dari tepi kotak penalti.

BAYERN MUNCHEN SIAP LEPAS MANE

Bayern Munchen dilaporkan telah berniat untuk melepas Sadio Mane pada akhir musim ini. Seperti dilansir This Is Anfield, Thomas Tuchel tidak memiliki rencana jangka panjang untuk Mane karena sang pemain dianggap tidak cocok dengan sistem permainannya. Tidak hanya itu. Rentetan cedera, performa tak sesuai gaji, pemukulan kepada Sane, dan tidak masuk skema Tuchel adalah pilihan mudah bagi Bayern untuk mendepak eks bintang Liverpool.

PIOLI: AC MILAN TAKKAN UBAH FORMASI DEMI REDAM OSIMHEN

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli tidak terlalu peduli dengan kembalinya Victor Osimhen ke skuad utama Napoli. Perlu diketahui, Osimhen telah pulih dari cedera dan siap membela Napoli dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions 2022/23 kontra AC Milan. Pioli mengatakan jika AC Milan takkan mengubah formasi. Rossoneri akan tetap bermain menyerang seperti leg pertama.

RESMI, FIFA TUNJUK ARGENTINA JADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA U20 2023

FIFA resmi menunjuk Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Argentina menggantikan Indonesia yang status tuan rumahnya dicabut oleh FIFA. Penunjukan Argentina sebagai tuan rumah ini juga memastikan timnas Argentina U-20 bakal berlaga di turnamen ini lewat jalur tuan rumah. Sebelumnya, Argentina gagal lolos lewat jalur kualifikasi. Sementara drawing Piala Dunia U-20 akan digelar pada Jumat (21/4) di Zurich, Swiss.

FEDERICO VALVERDE TERANCAM SANKSI 12 PERTANDINGAN

Federico Valverde terancam dikenai sanksi larangan bermain selama 4-12 pertandingan setelah memukul pemain Villarreal Alex Baena. Melansir dari Sportbible, Selasa, Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) akan bertemu dengan Komite Kekerasan Nasional Spanyol untuk meluncurkan berkas baru dalam menentukan sanksi pada Rabu depan. Berkas tersebut terdiri dari pengaduan yang diajukan oleh Alex Baena di kantor polisi Castellon dan laporan polisi.

NEGOSIASI BUNTU, MESSI DAN PSG SEPAKAT PISAH

Lionel Messi dan Paris Saint-Germain dikabarkan sepakat berpisah usai negosiasi yang digelar mengalami kebuntuan. Messi dan PSG sama-sama mengalami kebuntuan perihal perpanjangan kontrak. Pokok permasalahannya adalah soal gaji. Kabar ini tentu membuat Barcelona semringah sebab klub raksasa Liga Spanyol itu telah menunggu lama. Messi pun mempertimbangkan juga ketika kembali ke Barcelona dengan tiga syarat terpenuhi.

REAL MADRID INGIN MENGONTRAK HAALAND PADA 2024

Erling Haaland berada di puncak daftar prioritas Real Madrid untuk musim panas 2024, seperti yang dilaporkan Diario AS. Haaland memiliki opsi untuk meninggalkan City pada tahun 2024. Madrid akan melakukan semua yang diperlukan untuk menjadi klub dengan posisi terbaik untuk mengontraknya jika dia mengaktifkan klausul pelepasan yang memungkinkan dia meninggalkan City dengan potensi biaya antara 220 juta Euro dan 240 juta euro. 

XAVI MINTA PEMAINNYA TIDAK TIDUR

Barcelona kembali tertahan di La Liga. Pekan ini Raksasa Catalan kembali ditahan seri Getafe setelah pekan lalu diimbangi Girona dalam derby. Sama seperti pekan lalu, mereka lagi-lagi mandul. Pelatih Barca, Xavi Hernandez mengakui ini hasil yang kurang bagus. Makanya, meski mereka masih unggul 11 poin di atas Real Madrid, Xavi berharap pemainnya tidak tidur. “Kami tidak boleh tertidur. Mereka pertandingan penting dan serius dan gelar akan bergantung pada mereka,” kata Xavi di Marca.

LIVERPOOL GODA RYAN GRAVENBERCH

Liverpool mulai mengalihkan perhatian usai menarik minat untuk mendatangkan Jude Bellingham. Alternatif yang kini dijajaki adalah memboyong Ryan Gravenberch dari Bayern Munchen. Gelandang asal Belanda itu adalah target lama Liverpool saat masih berada di Ajax Amsterdam. Bayern sendiri dikabarkan memberi harga murah bagi klub yang meminati Gravenberch. Uang 25 juta pounds atau Rp 459 miliar setidaknya harus digelontorkan Liverpool jika ingin memboyongnya dari Allianz Arena.

TONI KROOS PERPANJANG KONTRAK DI REAL MADRID

Real Madrid dilaporkan sudah mencapai kesepakatan kontrak baru dengan Toni Kroos berdurasi satu tahun. Sebelumnya, kesepakatan Kroos dengan juara Spanyol dan Eropa itu akan berakhir pada akhir Juni tahun ini. Pemain berusia 33 tahun itu kembali menjadi pemain penting bagi Los Blancos selama musim 2022/23. Dia tampil 40 kali di semua kompetisi, menyumbang dua gol dan lima assist dalam prosesnya.

BELUM JADI MANAJER CHELSEA, ENRIQUE SUDAH MINTA GAVI

Chelsea saat ini masih mencari sosok pelatih baru. Sejumlah laporan mengklaim bahwa Luis Enrique adalah yang paling favorit untuk mengambil alih kursi kepelatihan Chelsea musim depan, dengan ia sebelumnya juga mengisyaratkan ingin melatih tim Liga Primer. Laporan dari Football Espana menyebutkan bahwa Enrique tampak frustrasi karena tidak ditunjuk sebagai bos Chelsea sebelum laga Liga Champions melawan Madrid. Selain itu, Enrique juga dikabarkan menjadi faktor kunci minat The Blues kepada gelandang muda Barcelona, Gavi yang akan berstatus agen bebas di akhir musim karena kontrak barunya ditolak oleh La Liga.

HADAPI BARCELONA, ATLETICO TAK DIPERKUAT MARCOS LLORENTE

Atletico Madrid akan menghadapi sang pemuncak klasemen La Liga, Barcelona, pada akhir pekan mendatang. Pada laga ini skuad asuhan Diego Simeone tak akan diperkuat Marcos Llorente. Pemain asal Spanyol itu akan menjalani larangan skorsing satu pertandingan. Llorente mendapatkan kartu kuning kelimanya di liga dalam kemenangan atas Almeria. Saul Niguez diperkirakan akan menggantikan posisi Llorente.

PATRICK VIEIRA MASUK RADAR NOTTINGHAM FOREST

Mantan bos Crystal Palace, Patrick Vieira tetap dalam pertimbangan di Nottingham Forest. Tribalfootball mengatakan dia berada di puncak daftar kemungkinan pengganti pelatih Forest jika Steve Cooper dipecat. Pemilik Forest, Evangelos Marinakis telah memberi Cooper mosi percaya selama seminggu terakhir. Di sisi lain, Vieira menyadari minat Forest tetapi lebih suka menunggu hingga musim panas sebelum kembali ke manajerial.

AC MILAN INGIN GUNAKAN JASA GREENWOOD

Mason Greenwood berpotensi melanjutkan karirnya di Italia pada musim depan. Penyerang muda Manchester United itu dilaporkan menarik minat AC Milan. Milan menilai sang penyerang memiliki talenta yang istimewa. Mereka yakin Greenwood bisa memberikan dampak yang besar bagi lini serang mereka. Menurut laporan Tribalfootball, AC Milan ingin terlebih dulu merekrut Greenwood dengan status pinjaman. Milan ingin pembuktian dari Greenwood dulu sebelum memutuskan mempermanenkan atau tidak. 

ASTON VILLA INCAR DIVOCK ORIGI

Aston Villa tertarik untuk mendatangkan mantan striker Liverpool yang kini bermain di AC Milan, Divock Origi menjelang musim depan. Pemain berusia 27 tahun itu tidak memiliki waktu terbaik di musim yang sedang berlangsung dan mungkin sedang mencari klub baru. Dia hanya tampil sebagai starter dalam beberapa pertandingan Serie A musim ini. Meski sudah tampil dalam 28 pertandingan di semua kompetisi, Origi baru berada di lapangan kurang dari 1.000 menit.

ISU RONALDO DAN GEORGINA RODRIGUEZ TAK AKUR

Menurut laporan El Futbolero, Cristiano Ronaldo kesal dengan sikap Georgina Rodriguez yang terkesan sombong dan egois. Penilaian itu muncul setelah CR7 melihat sejumlah pernyataan Georgina dalam film dokumenter yang dikeluarkan Netflix berjudul Soy Georgina. Dalam film dokumenter itu, Georgina Rodriguez terkesan memamerkan barang-barang mewahnya. Selain itu, perempuan berpaspor Spanyol-Argentina itu juga menyulut kontroversi karena meminjamkan sepatu boot milik desainer mahal ke salah satu temannya.