Lepas dari Investor Toxic, Hertha Berlin Sambut Era Baru

spot_img

Pemandangan memilukan tersaji di Olympiastadion, Minggu 20 Mei 2023. Ketika rekan setimnya sudah kembali ke ruang ganti, salah satu penggawa Hertha Berlin, Kevin-Prince Boateng masih tengah berada di tengah lapangan. Sambil meneteskan air mata, ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk merenung.

Boateng yang di hari itu mengenakan ban kapten Hertha Berlin baru saja gagal menyelamatkan nyawa klub masa kecilnya di Bundesliga. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh VfL Bochum di hari itu, Die Alte Dame finish sebagai juru kunci dan resmi dinyatakan terdegradasi dari Bundesliga Jerman.

“Saya belum bisa menerimanya. Ini sangat pahit, saya mencintai klub ini. Saya datang ke sini dan saya tahu bahwa tidak semuanya akan baik-baik saja. Para penggemar marah, kecewa dan sedih, itu sangat normal. Saya bisa memahami mereka, saya sendiri adalah penggemar Hertha.” kata Kevin-Prince Boateng, dikutip dari Sports Brief.

Hertha Berlin Terdegradasi, Union Berlin Lolos Liga Champions

Tangis Boateng adalah gambaran betapa sedih dan kecewanya pendukung Hertha Berlin. Bagaimana tidak sedih, di saat yang bersamaan, rival sekota mereka, Union Berlin tengah berpesta dan bersuka cita.

Dulu, orang-orang hanya mengenal Hertha sebagai perwakilan kota Berlin. Nama Union Berlin terdengar asing, maklum mereka baru promosi ke Bundesliga di musim 2019/2020. Namun, sejak promosi bersejarah tersebut, Union berhasil menggeser pamor Hertha.

Sang saudara muda itu kini menjadi penguasa “Berliner Derby”. Dalam 5 pertemuan terakhirnya di Berlin Derby, Union Berlin selalu menang atas Hertha Berlin. Hanya dalam waktu sekejap, kesuksesan Hertha Berlin dalam beberapa tahun terakhir juga telah sukses dilampaui Union Berlin.

Dalam 3 musim terakhir, Union Berlin sukses menembus 3 kompetisi Eropa, mulai dari Liga Konferensi Eropa, Liga Europa, dan Liga Champions Eropa. Ironisnya, di saat yang sama, sang saudara tua Hertha Berlin tengah jadi tim pesakitan yang hanya berusaha menghindari degradasi.

Puncaknya ya di musim 2022/2023. Di saat pendukung “Die Eisernen” berpesta merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka lolos ke Liga Champions, pendukung “Die Alte Dame” tengah terpuruk setelah tim kesayangan mereka terdegradasi dari Bundesliga.

Investasi Gagal Lars Windhorst di Hertha Berlin

Ini adalah kali pertama Hertha Berlin terdegradasi ke 2.Bundesliga sejak musim 2009/2010. Lebih menyakitkan lagi, degradasi tersebut terjadi setelah klub menerima investasi sebesar €374 juta.

Empat tahun lalu, angin segar berhembus ke markas Hertha Berlin tatkala saham mereka dibeli pebisnis asal Jerman, Lars Windhorst. Kedatangan Windhorst sontak membuat Hertha Berlin mendadak kaya dan jadi salah satu tim terkaya di Jerman.

Harapan juga muncul tatkala Windhorst punya mimpi besar untuk menjadikan Hertha Berlin sebagai “Big City Club” yang mampu bersaing di Liga Champions. Pendukung Si Nyonya Tua percaya-percaya saja. Sebab, sejak 2019 Lars Windhorst telah menginvestasikan dana tak kurang dari €374 juta.

Sejak kedatangan Windhorst, pengeluaran Hertha di lantai bursa transfer pemain juga meningkat tajam. Dana lebih dari €177 juta sudah mereka belanjakan untuk membeli banyak pemain anyar dalam 4 musim terakhir.

Sayangnya, dana besar yang telah disuntikkan Lars Windhorst nyatanya berakhir menjadi investasi bodong. Alih-alih menjadi “Big City Club”, Hertha justru makin sering bolak-balik zona degradasi. Hingga akhirnya, mereka benar-benar turun kasta ke 2.Bundesliga di akhir musim 2022/2023.

Masalah tak sampai di situ saja. Setelah turun kasta ke divisi 2, Hertha Berlin bisa menerima nasib yang lebih sial. Gara-gara Lars Windhorst, salah satu klub legendaris Jerman itu terancam turun kasta ke divisi 4 Liga Jerman.

Gara-Gara Lars Windhorst, Hertha Berlin Terancam Turun ke Divisi 4

Windhorst ternyata seorang investor toxic. Semenjak kedatangannya, laporan keuangan Hertha menunjukkan bahwa klub terus memiliki utang dan tak punya cukup uang untuk melunasinya.

Mismanajemen yang terjadi di dalam internal klub juga membuat pendapatan Hertha Berlin tidak cukup untuk menutupi pengeluaran. Bayangkan saja, lebih dari tiga perempat pendapatan klub habis hanya untuk membayar gaji saja. Tak hanya gaji pemain yang tinggi, tetapi juga gaji karyawan dan manajemen.

Semua bencana tersebut adalah konsekuensi dari transfer mahal di masa lalu dan persyaratan kontrak pemain yang membebani keuangan klub. Jumlah tenaga kerja yang bertambah di bawah mantan direktur olahraga Fredi Bobic juga ikut berpengaruh.

Hertha sudah berjuang untuk menurunkan beban gaji. Penjualan pemain untuk mengurangi beban biaya juga sudah mereka tempuh. Namun, kondisi keuangan klub tak kunjung membaik. Tak bisa dipungkiri kalau Hertha Berlin tengah menuju ke arah bencana keuangan.

Melansir dari Football Finance, laporan konsolidasi yang terbit akhir tahun lalu menunjukkan kalau Hertha memiliki kewajiban utang sebesar €90,8 juta. Dari jumlah tersebut, lebih dari €88 juta akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan. Hertha juga diperkiran akan merugi hingga €64 juta di akhir musim 2022/2023.

Selain itu, mengutip dari Forbes, Die Alte Dame tak memiliki dana untuk membayar obligasi sebesar €40 juta yang akan jatuh tempo pada bulan November mendatang. Masalah inilah yang membuat mereka terancam tidak mendapat lisensi Bundesliga musim depan. Tanpa lisensi dari Liga Sepakbola Jerman (DFL), Hertha harus turun kasta ke divisi 4.

Di situasi tersebut, Lars Windhorst bisa dibilang sudah tak sanggup membiayai klub. Ia bahkan ingin investasinya kembali. Akhirnya, jalan satu-satunya adalah menjual saham kepemilikannya. Singkat cerita, pada bulan Maret kemarin, Hertha Berlin mengumumkan 777 Partners sebagai mitra strategis baru mereka usai membeli 64,7% saham Tennor Holding milik Lars Windhorst.

Kabarnya, Hertha bakal menerima suntikan dana segar sebesar €100 juta yang akan diterima dalam 2 tahun. Kesepakatan tersebut sekaligus membuat Hertha Berlin lepas dari sang investor toxic, Lars Windhorst.

Kesepakatan tersebut untuk sementara membuat Hertha selamat. 777 Partners tak hanya mengambil alih klub, tetapi juga utang mereka. Sayangnya, kesepakatan Hertha Berlin dengan 777 Partners mendapat pengawasan dari DFL.

Liga Sepakbola Jerman khawatir dengan kedatangan investor asal Amerika Serikat tersebut. DFL khawatir kedatangan 777 Partners ke Hertha Berlin bakal melanggar aturan 50+1.

Untuk mematuhi aturan 50+1, klub, setidaknya di atas kertas, tetap memegang kendali dengan memegang 51% saham voting. DFL khawatir bahwa nantinya 777 Partners bakal memiliki pengaruh yang signifikan atas pengambilan keputusan klub yang dapat melanggar aturan 50+1.

Era Baru Hertha Berlin Bersama 777 Partners

Namun pada akhirnya, 777 Partners berhasil meyakinkan DFL. Hertha juga berhasil mengajukan permohonan untuk menunda pembayaran obligasi sebesar €40 juta yang harusnya jatuh tempo pada November 2023, kini bisa mereka lunasi selama 2 tahun hingga 2025.

Keberhasilan tersebut membuat DFB batal mencabut lisensi Herth Berlin. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya era baru Hertha Berlin bersama investor anyar mereka, 777 Partners.

Investor asal Amerika tersebut bukanlah pemain baru dalam industri sepak bola. Sebelumnya, 777 Partners telah memiliki portofolio sebagai multi-club ownership. Sebelum mengambil alih saham Hertha Berlin, 777 Partners lebih dulu menanam sahamnya di Genoa, Standard Liège, Red Star FC, Vasco da Gama, dan Melbourne Victory FC. Mereka juga menjadi pemegang saham minoritas di Sevilla.

Dari rekam jejaknya sebagai multi-club ownership, kita bakal tahu seperti apa masa depan Hertha Berlin. Setahun setelah dimiliki 777 Partners, Genoa terdegradasi ke Serie B dan baru musim ini meraih promosi kembali.

Standard Liège yang diambil alih 777 Partners pada Maret tahun lalu hanya finish di peringkat 7 Liga Pro Belgia. Red Star, klub divisi 3 Liga Prancis juga gagal promosi ke Ligue 2 di musim pertama kepemilikan 777 Partners.

Kondisi lebih parah dialami Melbourne Victory. Sejak 70% saham mereka diakusisi oleh 777 Partners, Melbourne Victory menjalani musim terburuk mereka di A-League. Di musim 2022/2023, Victory finish di urutan 11 alias duduk di urutan terbawah kedua.

Hanya Vasco da Gama yang meraih hasil lumayan. Di musim pertama kepemilikan 777 Partners, mereka berhasil kembali ke Serie A Brasil setelah absen 2 tahun.

Hasil-hasil yang diraih klub milik 777 Partners ini seharusnya membuat pendukung Hertha Berlin sadar bahwa klub mereka masih harus menjalani jalan yang panjang untuk kembali meraih kesuksesan. Dan memang, Hertha juga telah sadar akan hal tersebut.

Meski telah memiliki investor baru, tetapi klub masih harus menyelesaikan masalah yang ditinggalkan investor lama. Pemain-pemain seperti Dodi Lukebakio, Lucas Tousart, Suat Serdar, Wilfried Kanga, dan pemain mahal lainnya kemungkinan besar akan dijual. Sementara pemain seperti Marvin Plattenhardt dan Stevan Jovetic tak diperpanjang kontraknya. Semua ini dilakukan demi menyeimbangkan neraca keuangan.

Dengan kata lain, Hertha Berlin mesti me-restart ulang kekuatan mereka di 2.Bundesliga. Sebuah awal era baru yang tidak menyenangkan. Dengan kekuatan Hertha yang sekarang dan kondisi finansial mereka yang belum sehat, rasanya tidak masalah jika mereka tidak langsung promosi ke Bundesliga. Rasanya, tidak menjadi “Hamburg kedua” di 2.Bundesliga saja sudah merupakan harapan yang realistis.

Semoga saja, investor baru Hertha Berlin tak seperti Lars Windhorst yang toxic dan bisa mengembalikan kejayaan “Die Alte Dame” yang lama tertidur.


Referensi: Sports Brief, Football Finance, DW, Forbes, The Score.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru