Beranda blog Halaman 322

Membangun Skuad Impian Arteta! Proyek Gila Arsenal Yang Habiskan 200 Juta Pounds

Arsenal tidak mau setengah-setengah menantang Manchester City sebagai kandidat kuat juara Premier League musim 2023/24. Alhasil mereka tidak mau main-main di bursa transfer musim panas ini. Dana tak kurang dari 200 juta pounds pun rela dihamburkan Arsenal demi membangun skuad impian Arteta.

Arsenal adalah kejutan di musim 2022/23 kemarin. Sebab di musim 2021/22, Arteta hanya mampu membawa Arsenal di peringkat ke-5. Tidak ada yang menyangka the gunners bakal jadi penantang serius Premier League musim selanjutnya.

Tapi Arteta mampu membuat kejutan di awal musim 2022/23. Ia mampu membimbing meriam London memuncaki klasemen Liga Inggris. Namun di saat-saat genting, Arsenal tumbang dan Man City datang untuk mempertahankan gelar Premier League mereka.

Arteta Masih Sakit Hati

Arsenal menghabiskan waktu selama 248 hari di puncak klasemen. Sebelum akhirnya direbut kembali oleh Manchester City. Itu adalah rekor terlama pemuncak klasemen gagal mengangkat trofi Premier League.

Kenyataan itu masih menghantui Arteta sampai sekarang. Ia mengaku kalau dirinya masih sakit hati atas hasil yang ia dapat di musim lalu. Tapi ia sadar kalau skuad yang ia miliki saat itu diisi dengan para pemain muda. Jadi ia tetap bersyukur masih bisa jadi runner up.

“Hingga hari ini, itu masih sangat menyakiti hati saya. Tidak juara Premier League setelah berada di puncak klasemen selama 10 bulan bertarung dengan Manchester City. Tapi itulah permainan. Meskipun begitu, apa yang telah dicapai tim muda seperti itu adalah hal yang berharga. Itu jelas bagi saya.” Ucap Arteta dikutip dari Marca.

Sikap positif dari pelatih asal Spanyol itu adalah sikap yang benar. Meriam London telah mengalami peningkatan yang begitu terasa dan besar hanya dalam beberapa musim. Dan jika Arteta bisa terus menjaga dan meningkatkan tren di musim-musim setelahnya, maka masa depan Arsenal akan cerah.

Musim 2022/23 kemarin bukanlah akhir. Melainkan awal dari kita melihat Arsenal yang terlahir kembali. Arsenal yang siap jadi penantang juara Premier League. Arsenal yang merusak tatanan kekuasaan di Inggris.

Untuk itu, musim depan adalah musim yang penting untuk Arteta. Musim depan adalah saatnya Arteta memberikan hasil dan pembuktian atas proses yang ia jalani. Apalagi setelah ia menghabiskan anggaran yang tak sedikit di bursa transfer musim panas ini.

Belanja Gila Arsenal

Arteta bergerilya di bursa transfer musim panas ini. Tujuan utamanya jelas, memperkuat skuadnya. Langkah pertama yang ia ambil adalah dengan membeli Kai Havertz dari Chelsea. Arsenal membeli Havertz dari Chelsea dengan harga 65 juta pounds.

Kai Havertz adalah pemain berharga Chelsea. meskipun ia tidak pernah bisa konsisten, tapi ia selalu hadir sebagai pembeda di saat-saat penting. Seperti saat ia mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 2021 dan final Piala Dunia Antar Klub 2022.

Arteta percaya kalau Havertz adalah pemain yang dibutuhkan Arsenal. Ia menyoroti keserbagunaan pemain jerman itu di banyak posisi.

“Kai adalah pemain hebat yang berkualitas. Ia bisa bermain di banyak posisi dan ia punya kecerdasan. Ia akan memberikan kekuatan ekstra di lini tengah kami dan keberagaman dalam permainan kami” Ucapnya dikutip dari Goal.com.

Sisi lini tengah memang posisi yang ingin diperkuat Arteta. Havertz diperkirakan akan menggantikan peran Granit Xhaka yang siap dilepas. Itu tentu akan jadi peningkatan buat Arsenal.

Arteta juga semakin dekat untuk dapatkan jasa Declan Rice. Arsenal sudah mempersiapkan dana sebesar 105 juta pounds untuk memboyong kapten West Ham itu ke Emirates. Itu akan memecahkan rekor transfer Grealish sebagai pemain Inggris termahal dalam sejarah.

Rice akan jadi peningkatan yang signifikan untuk lini gelandang bertahan Arsenal. Terlebih lagi Arteta yang sudah siap melepas Thomas Partey. Artinya Rice juga akan langsung masuk sebagai starting line up Arteta.

Tidak sampai disitu, Arteta jug semakin dekat untuk dapatkan tanda tangan Jurrien Timber dari Ajax. Kabarnya Arsenal dan Timber sudah mencapai kesepakatan pribadi. Bek berusia 22 tahun itu akan dibeli Arsenal dengan harga 40 juta pounds. Dengan begitu, Arsenal sudah menembus angka 200 juta poundsterling untuk belanja pemain di musim panas ini.

Tetap Pertahankan Pemain Kunci

Arteta terbukti sudah terbukti mendapatkan kepercayaan dari klub. Menyodorkan dana 200 juta dalam satu kali jendela transfer itu bukan Arsenal banget. Apalagi kabarnya anggaran Arsenal sebenarnya adalah 185 juta poundsterling di musim panas ini.

Tapi tiga pemain yang disebutkan tadi bakal jadi pembelian penting untuk Arsenal. Bukan hanya karena harga mereka mahal. Tapi pemain-pemain tersebut adalah pemain impian Arteta. Mereka punya kecocokan dengan sistem Arteta di Arsenal.

Arteta juga tidak lupa untuk mempertahankan pemain kunci yang sudah ia punya. Gabriel Magalhães sudah memperpanjang kontraknya di bulan Oktober lalu. Kontrak baru itu membuatnya tetap bertahan di Emirates sampai tahun 2027.

Gabriel Martinelli juga menandatangani perpanjangan kontrak yang sama di bulan Februari kemarin. Begitu juga dengan Ramsdale yang menandatangani kontrak sepanjang tiga tahun. Sedangkan Bukayo Saka telah memperpanjang kontraknya selama empat tahun. Tinggal William Saliba yang sedang melakukan negosiasi. Sumber dari Talksport menyebutkan kedua pihak telah setuju untuk perpanjangan kontrak.

Masih Punya Pemain Incaran

Arteta pernah mengeluhkan masalah utama timnya adalah konsistensi. Ia berkata kalau ia sudah memiliki tim yang penuh tapi konsistensi para pemainnya masih buruk. Dan itu membuat mereka masih belum bisa mengalahkan Manchester City.

“Ketika kami memiliki tim penuh, kami tidak konsisten. Begitu ada masalah datang, kami tidak bisa tetap konsisten. Lalu rival kami adalah tim terbaik di dunia. Mereka punya skuad terbaik dan dilatih oleh pelatih terbaik. Jadi kami tak punya pilihan selain menerima kekalahan.”

Musim depan tantangan Arsenal untuk konsistensi akan lebih berat. Mereka tidak hanya bertarung di kompetisi domestik tapi juga Champions League. Yang mana memiliki level yang jauh berbeda dengan Europa League. Jadi tidak heran jika setelah mendatangkan Kai Havertz, dan nantinya Rice dan Timber, Arteta masih mengincar pemain baru.

Gelandang Southampton Romeo Laiva adalah salah satunya. Pemain berusia 19 tahun itu kabarnya ingin hengkang setelah Southampton terdegradasi. Masalahnya adalah pemain asal Belgia itu dibanderol dengan harga 50 juta pounds. Laiva juga diincar Liverpool dan Chelsea.

Selain itu juga ada Moussa Diaby dari Bayer Leverkusen yang masuk radar Arteta. Rumor lain yang buat fans Arsenal bersemangat adalah kabar kalau Arteta ingin membeli Joao Cancelo. Musim lalu ia ditendang oleh Pep ke Bayern Munchen. Mendatangkan Cancelo tidak hanya memperkuat skuad Arteta. Tapi juga memperkuat mental juara Arsenal.

Melihat langkah Arteta di bursa transfer musim panas ini memunculkan indikasi bahwa Arsenal sedang memasuki era baru. Tapi itu juga membawa ekspektasi berat yang tak bisa dihindari.

Sumber referensi: Talk, GOAL, Marca

Wonderkid Chelsea Yang Menukar Ketenarannya Demi Uang

Pada bursa transfer musim panas 2012, Chelsea yang baru saja mendapatkan Liga Champions pertama mereka mendatangkan dua playmaker muda ke Stamford Bridge. Mereka adalah Oscar dan Kevin De Bruyne. Kita tentu sangat familiar dengan salah satu nama itu, Kevin De Bruyne.

Tapi saat itu tidak ada yang peduli dengan De Bruyne. Ia hanya bocah ingusan dari Belgia yang dibawa ke Chelsea. Saat itu bahkan the blues memutuskan kalau De Bruyne belum cukup bagus untuk Premier League. Chelsea langsung membuangnya untuk dipinjamkan ke klub Jerman, Wolfsburg.

Lain cerita dengan Oscar. Ia adalah sensasi baru saat itu. Chelsea membelinya dari klub Brasil, Internacional dan ia sudah digadang-gadang sebagai the next Kaka. Di Chelsea Oscar menikmati perannya jadi pemain bintang. Kejayaan dan kesuksesan ia dapatkan selama masanya di Premier League. Tapi itu tak berlangsung lama.

Di tengah kepopulerannya, ia mendapat tawaran menggiurkan untuk pindah ke Liga China. Meskipun Oscar tahu resikonya, ia tetap tak bisa menolak tawaran tersebut. Tak lama setelah itu, namanya menghilang dan terlupakan dari dunia sepak bola.

Masa Kecil yang Sulit

Mudah untuk menyimpulkan motivasi Oscar saat itu. Mudah pula untuk mengasumsikan keputusan Oscar dilandasi atas dasar keserakahan. Dan berasumsi kalau Oscar tidak bersyukur dengan gaji jutaan euro di Chelsea, sehingga ia memilih gaji yang lebih besar meskipun bermain di liga China.

Tapi kisahnya tidak sesederhana itu. Ia tumbuh dari lingkungan yang keras. Oscar sudah harus berjuang sejak dirinya masih kecil. Ayah Oscar meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat ia masih berusia 3 tahun. Ibunya, harus menghidupi Oscar bersama dengan dua saudara perempuannya seorang diri.

Dikutip dari Bleacher Reports, Oscar pernah bercerita bagaimana ibunya susah payah membesarkannya seorang diri. Ia berkata meskipun sendirian, ibunya merawat Oscar dan saudara-saudaranya dengan sangat baik.

“Saya kehilangan ayah saat berusia tiga tahun. Itu berat untuk saya. Meskipun saya tidak bisa mengingatnya tapi saya ingin ia berada di sini, melihat saya bermain. Tapi, Ibu saya merawat saya dan adik-adik dengan sangat baik. Di tempat saya tinggal sulit untuk sepasang suami istri menghidupi keluarga. Bayangkan ibu saya menghidupi tiga anak seorang diri”

Meskipun hidup serba kesusahan, ibu Oscar tidak pernah menghalanginya untuk bermain bola. Bakat Oscar sudah terlihat sejak usianya masih 12 tahun. Sampai usianya menginjak 17, ia direkrut oleh klub raksasa Brasil, Sao Paulo. Tapi bakatnya baru terlihat jelas saat ia pindah ke Internacional di tahun 2010, saat usianya 19 tahun.

Disitu bakat Oscar berkembang pesat. Kepopulerannya di sepak bola Brasil mulai menanjak. Ia dikenal sebagai gelandang yang sangat lihai bermain di belakang striker. Di musim pertamanya yaitu 2010/11, ia mencetak 10 gol dan 7 asis dari 26 penampilan di Liga. Di musim itu ia juga membawa Internacional menjuarai Copa Libertadores. Kemudian jadi juara Recopa Sudamericana musim 2011/12.

Kiprah Di Chelsea

Ketenarannya terus memuncak di 2012. Saat itu Oscar mengambil alih jersey nomor 10 timnas U-23 Brasil di Olimpiade London. Padahal saat itu ada bintang lain seperti Alexandre Pato, Hulk, bahkan Neymar yang bisa memakai nomor legendaris tersebut. Tapi Oscar lah yang jadi sorotan utama Brasil.

Setelah Olimpiade 2012, tepatnya awal musim 2012/13 ia tiba di Chelsea dengan harga 25 juta pounds. Chelsea juga membeli pemain muda potensial lainnya, Kevin De Bruyne dari klub Belgia KRC Genk. Tapi tidak ada yang peduli dengan pemain berambut merah itu. Semua mata tertuju pada Oscar yang masih berusia 20 tahun.

Oscar tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Ia langsung jadi pemain penting di skuad the blues asuhan Roberto Di Matteo. Ia bahkan mencetak dua gol di pertandingan Liga Champions pertamanya melawan Juventus.

Roberto Di Matteo akhirnya di pecat pada akhir November 2012 karena performa yang buruk. Posisinya digantikan oleh Rafael Benitez. Tapi itu tidak terlalu berpengaruh pada Oscar. Gaya bermainnya yang elegan, inventif, gesit dan cerdik secara teknis membuatnya tetap jadi pilihan utama siapapun pelatihnya.

Di akhir musim debutnya bersama Chelsea itu Oscar mencatatkan 64 pertandingan di semua kompetisi. Ia mencetak 12 gol dan 11 assist termasuk lima gol di Champions League. Sayangnya Chelsea tidak bisa lolos fase grup. Tapi mereka bisa menjuarai Europa League di akhir musim. Oh iya, Oscar juga masuk ke timnas senior Brasil. Mereka dapat Confederation Cup tahun 2013.

Deretan prestasi itu membuatnya berada di puncak ketenaran. Tapi tidak berhenti dari situ, Oscar melanjutkan tren positifnya itu di musim 2013/14. Di musim itu Oscar mengambil peran lebih sentral setelah Juan Mata pergi ke Manchester United di pertengahan musim.

Di bulan November 2014, ia memperpanjang kontraknya di Chelsea selama lima tahun. “Saya senang bisa bermain untuk Chelsea dan hidup di Inggris. Saya menikmati dua tahun saya disini, dan sekarang saya akan bermain untuk lima tahun lagi. Jadi saya sangat senang” Ungkap Oscar saat itu.

Ekspansi Liga China

Oscar menikmati kejayaan di Chelsea. Bersama dengan kembalinya Jose Mourinho di tahun 2013, mereka merebut kembali gelar Premier League di musim 2014/15. Chelsea juga menjuarai EFL Capital One Cup musim itu.

Mou memang punya skuad yang luar biasa di Chelsea. Tapi ia tidak memuji kreativitas Cesc Fabregas, kemampuan mencetak gol Diego Costa, atau kehebatan Thibaut Courtois dalam menghalau bola. Mou malah memberi semua pujian kepada Oscar.

“Oscar adalah pemain terbaik kami. Bukan untuk gol-golnya, tapi kedinamisan dan transisi. Dia selalu tajam dalam melakukan pressing saat kehilangan bola.”

Disaat Oscar dapat semua pujian dari para pecinta sepak bola dunia itulah keputusan berat harus ia ambil. Tepatnya di tahun 2016, tahun dimana China mengekspansi sepak bola mereka. Sebagai perbandingan, yang dilakukan Liga China saat itu persis seperti Arab Saudi yang membeli Cristiano Ronaldo dan bintang Eropa lainnya.

Liga China menyerbu pasar Eropa untuk mencari pemain-pemain terbaik mereka. China menawarkan gaji yang sangat besar agar pemain top Eropa mau bermain di Liga mereka. Di satu saat, Liga Super China bahkan memecahkan tiga rekor transfer dalam 10 hari. Pertama Ramires dari Chelsea, Jackson Martinez dari Atletico Madrid, dan Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk.

Untuk Oscar, mereka tidak main-main. Klub Liga China, Shanghai SIPG siap membuatnya jadi pemain dengan gaji tertinggi di dunia saat itu dengan bayaran 400 ribu pounds per minggu. Lebih tinggi dari gaji Cristiano Ronaldo di Real Madrid yang menerima 365 ribu per minggu.

Dicemooh Karena Pilih Uang

Jadi pemain dengan gaji termahal di dunia adalah pilihan yang sulit untuk ditolak. Tapi ia juga tahu apa konsekuensinya jika pindah ke Liga China. Meskipun begitu, Oscar akhirnya membuat keputusan untuk pindah ke Liga China di bulan Januari 2017. Sebuah langkah yang sangat menggemparkan saat itu.

Manajer Chelsea, Antonio Conte bahkan tidak ragu mengkritik kepergian anak asuhnya itu. Ia berkata kalau Oscar sudah tidak punya gairah bermain bola. Gairahnya sudah tertutupi dengan godaan gaji yang tinggi.

“Yang terpenting bagi kamu adalah semangat untuk sepak bola. Gairah untuk bermain harus jadi yang terdepan dibandingkan uang. Jika anda tidak memiliki gairah maka ini tidak baik” Ucap Conte dikutip dari GOAL.

Pundit dan legenda Liverpool, Jamie Carragher juga tidak mau ketinggalan memberikan kritik. Carragher bahkan berkata kalau pilihan Oscar adalah langkah yang memalukan. Apalagi di usia Oscar yang masih 25 tahun saat itu.

“Ini bukan langkah untuk meningkatkan karirnya. Dia akan berkata kalau Liga China berkembang pesat dan lain-lain. Tapi itu semua omong kosong. Dia hanya pergi karena gajinya besar di sana. Sangat memalukan. Orang-orang biasanya mulai bermain untuk uang di usia pertengahan 30 tahun. Saya bisa mengerti itu. Tapi membuang karir demi uang sangat memalukan.” Ucap Carragher dikutip dari Mirror.

Ingin Bantu Keluarga

Oscar memang tidak pernah menyembunyikan alasan sebenarnya mengapa ia pindah ke Liga China. Oscar secara blak-blakan selalu berkata kalau ini memang tentang gaji yang lebih besar. Selain itu, Oscar memandang kalau dirinya sudah tidak memiliki tempat di skuad Chelsea asuhan Antonio Conte.

Oscar tidak bisa bermain seperti dulu dengan sistem 3-4-3 Conte. Sampai pertengahan musim 2016/17 ia hanya bermain enam kali di semua kompetisi. Lima diantaranya adalah lima laga pertama Premier League

Saat itu memang bukan Shanghai SIPG saja yang tertarik dengan Oscar. Atletico Madrid, Juventus, Inter Milan, dan klub top Eropa lainnya juga ingin memboyong Oscar. Tapi hanya Shanghai lah yang berani menjadikannya sebagai pemain dengan bayaran termahal di dunia.

“China menawarkan kekuatan finansial yang luar biasa. Mereka memberikan tawaran yang tidak mungkin ditolak oleh para pemain” Ungkap Oscar dikutip dari GOAL.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Oscar tumbuh dari masa kecil yang berat. Tapi ia tidak pernah mencari simpati atas masa kecilnya itu. Masa kecil yang serba kekurangan membuat Oscar ingin selalu memprioritaskan keluarganya.

“Setiap orang yang bekerja, Ingin mendapat uang untuk membantu keluarga mereka. Saya berasal dari latar belakang sosial Brasil yang miskin. Kami tidak punya apa-apa. Ini hasil dari kerja keras saya”

Nasib di China

Satu-satunya alasan Oscar memilih pindah ke Liga China memanglah karena uang. Tapi satu-satunya alasan Oscar memilih uang adalah untuk keluarganya. Ia ingin memastikan keluarganya tidak pernah jatuh miskin lagi. Meskipun itu artinya ia harus mengorbankan karirnya. Tapi alasan itu terlalu hina dan memalukan untuk dimengerti banyak orang.

Selain itu, alasan Oscar yakin pindah ke China adalah karena ia tidak berencana menetap di China sampai akhir karirnya. Oscar yakin begitu ia sudah cukup mengumpulkan uang di sana, akan ada banyak klub Eropa yang menginginkannya kembali. Seperti yang dialami Yannick Carrasco dan Paulinho. Mereka bermain di China selama beberapa musim sebelum akhirnya kembali ke Eropa.

Sebenarnya Oscar cukup sukses di China. Ia membawa Shanghai SIPG menjuarai Liga China di musim 2017/18. Kemudian meraih juara Chinese Super Cup di tahun setelahnya. Tapi booming sepak bola China cepat memudar. Apalagi saat pandemi Covid menyerang. Banyak klub di China yang mengalami masalah finansial.

Itu keadaan yang tentu diluar ekspektasi. Tapi hal lain yang tidak Oscar sadari adalah sepak bola Eropa cepat melupakan pemain bintangnya. Di Eropa, pemain-pemain bintang datang dan pergi. Hingga akhirnya keberadaannya sendiri terlupakan. Di musim panas 2023, ia masih berharap ada kesempatan untuk kembali ke Chelsea. Tapi ia sadar usianya sudah lebih dari 30 tahun dan sepertinya impan Oscar mustahil terwujud. Setidaknya Oscar mendapatkan apa yang jadi prioritasnya sejak awal. Nafkah yang cukup untuk keluarganya.

Sumber referensi: Times, B/R, B/R 2, GOAL, 442, Mirror, Talk

Ditawar Manchester City, Pemain Ini Malah Gabung Klub Lain

Gelimangan trofi Manchester City ternyata tak serta-merta membuat para pemain tersihir untuk gabung. Juga tak serta-merta dapat mendatangkan pemain yang diharapkannya.

Ada kalanya tawaran mereka ditolak mentah-mentah oleh sang pemain maupun klubnya. Dalam beberapa musim terakhir bersama Pep Guardiola, The Citizens kerap ditikung oleh klub lain kalau soal transfer. Berikut beberapa pemain yang ditawar City, namun nyatanya berbelok arah ke klub lain.

Fred

Sejak awal bergabung ke Etihad, Guardiola atas usul Fernandinho memantau bakat Fred yang masih membela Shakhtar Donetsk. Pada pertengahan musim 2017/18, Pep langsung meminta manajemen untuk menawar Fred dengan mahar 45 juta pounds. Nilai itu melebihi harga pasaran Fred yang hanya berkisar 25 juta pounds saja.

Namun, Shakhtar menolak tawaran itu. Dengan alasan Fred baru akan dilepas setelah musim 2017/18 berakhir. Rival City, MU tak ingin ketinggalan kesempatan emas mendapatkan bidikan Pep tersebut.

MU masuk dengan tawaran lebih tinggi dari City yakni sekitar 52 juta pounds setelah musim 2017/18 berakhir. Tak butuh waktu lama bagi Shakhtar untuk menerima tawaran tinggi yang melebihi tawaran CIty tersebut.

Pasalnya di sisi lain, City hanya memilih diam dan tak mengejarnya lagi dengan tawaran yang lebih tinggi. City malah membeli Riyad Mahrez yang notabene sebagai pemain sayap.

Alexis Sanchez

Pemain kedua adalah mantan anak asuh Pep di Barcelona, Alexis Sanchez. Alexis pada awal musim 2017/18 ingin segera direkrut oleh Pep. City awalnya menawar harga 20 juta pounds. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Arsenal.

Tak berhenti sampai di situ, menurut Sky Sports tawaran City pun naik hingga 50 juta pounds. Tapi tetap saja The Gunners menolaknya. Nampaknya penolakan itu ditengarai bagian dari aji mumpung bagi Arsenal untuk memainkan harga pasar Alexis Sanchez.

Lama tak ada kabar lagi dari City, pada Januari 2018 MU tiba-tiba masuk dengan penawaran melebihi City yakni 60 juta pounds. Dengan rincian, 35 juta pounds untuk biaya transfer, 10 juta untuk uang kesepakatan, dan 15 juta untuk sang agen. Belum lagi ditambah Henrikh Mkhitaryan sebagai alat tukar.

Nggak pake lama, Arsenal langsung menyetujui rincian nilai transfer tersebut dan akhirnya kejadian Alexis Sanchez mendarat di Old Trafford. Terungkap gajinya pun terbilang fantastis yakni sekitar 560 ribu pounds per pekan.

Harry Maguire

Pemain berikutnya adalah Harry Maguire. Pep terkesan dengan penampilan Maguire yang ciamik bersama Leicester. The Citizens bahkan klub pertama yang menunjukan minat merekrut Maguire pada bursa transfer musim 2019/20. City bahkan sempat menawarnya dengan harga 65 juta pounds plus gaji yang mewah yakni sekitar 278 ribu pounds per pekan.

Tapi apa boleh buat, The Foxes malah menolaknya. Namun, tiba-tiba MU kembali merecoki City dengan menawarnya lebih tinggi yakni sekitar 75 juta pounds. Tapi sayang tetap saja ditolak The Foxes.

Pasalnya, The Foxes hanya ingin melepas bek terbaiknya itu melebihi angka 75 juta pounds dan berniat menjadikannya bek termahal di Inggris. Melihat hal itu, City yang awalnya tertarik berbalik mengungkapkan bahwa harga yang diinginkan Leicester itu kemahalan. City akhirnya keluar dari perburuan. Faktanya City di musim itu ternyata tak membeli bek tengah satu pun. Mereka malah membeli Joao Cancelo dan Rodri.

Namun tidak bagi MU. Di bawah arahan Ole, manajemen MU setuju memenuhi permintaan Leicester dengan menawarnya 80 juta pounds. Tapi secara gaji, lebih rendah dari tawaran City yakni 190 ribu pounds per pekan. Dan akhirnya kejadian, bek tangguh itu hijrah ke Old Trafford.

Cristiano Ronaldo

Setelah Maguire terbitlah Cristiano Ronaldo. Ingin cabut dari Juventus pada musim 2020/21, CR7 santer diisukan telah ditawar dengan cukup meyakinkan oleh Manchester City. Kita tahu ketika itu Pep masih butuh sosok striker haus gol pengganti Aguero.

Menurut Direktur Teknik Juventus, Cherubini, pada saat bursa transfer musim 2020/21 ditutup, kontak antara agen CR7, Jorge Mendes dengan pihak City memang benar adanya. Tapi City masih belum mengajukan tawaran resmi pada Juve.

Melihat kabar itu, kemudian MU kepanasan. Mantan klub CR7 itu ketar-ketir melihat kabar legendanya itu akan gabung ke klub rival. Segala cara pun dilakukan oleh MU. Termasuk memanfaatkan pawangnya, Sir Alex Ferguson untuk menelepon langsung CR7.

Bukan cuma itu, Cherubini ternyata lebih tertarik dengan sikap jelas dari MU ketimbang City soal biaya. Ternyata City itu mau mendapatkan CR7 hanya dengan gratis dan hanya menggaji saja.

Beda dengan MU yang bersedia membayar fee sebesar 15 juta euro yang diminta Juventus. Melihat penawaran MU itu, City pun legowo mundur. Dan akhirnya, drama reuni CR7 kembali ke Old Trafford menjadi kenyataan.

Marc Cucurella

Tak hanya MU, Chelsea juga pernah kena getahnya dipermainkan oleh penawaran yang dilakukan oleh Manchester City. Seperti apa yang terjadi pada bek Marc Cucurella dari Brighton.

Cucurella yang merupakan mantan La Masia sangat diinginkan Pep untuk menggantikan peran Zinchenko yang memilih hengkang. Cucurella kemudian ditawar langsung oleh City dengan mahar 30 juta pounds. Padahal harganya ketika dibeli Brighton hanya senilai 15 juta pounds saja.

Kemudian Chelsea tiba-tiba masuk dengan penawaran yang lebih tinggi dari City yakni 50 juta pounds. Brighton pun sepakat dengan nilai itu sambil menunggu apakah City masih mau menawarnya lebih tinggi dari Chelsea. Eh ternyata, City malah mundur teratur dengan mengatakan bahwa nilai yang diminta Brighton itu kemahalan.

City akhirnya hanya mendapatkan bek murah seperti Akanji dan Sergio Gomez, yang nilainya tak sampai 50 juta pounds. The Blues akhirnya sendirian dalam perburuan Cucurella. Nilai itu disepakati dan akhirnya “Si Kribo” itu mendarat di Stamford Bridge.

Declan Rice

Yang terakhir kini ada Declan Rice. Pemain yang akhirnya dibeli oleh Arsenal dengan mahar selangit 105 juta pounds. Awalnya, Manchester City merupakan pesaing Arsenal dalam perburuan Rice.

Arsenal awalnya sempat menawar Rice dengan harga 90 juta pounds, tapi dicicil selama lima tahun. Tawaran itu ditolak karena West Ham hanya mau fresh money 100 juta pounds dari Rice. Diam-diam City tertarik dan masuk dengan tawaran yang sama dengan The Gunners. Bedanya, City hanya mencicilnya selama dua tahun saja. Eh, tetap saja masih ditolak The Hammers.

Arsenal yang tak mau ditikung oleh City, akhirnya berani menaikan tawarannya menjadi 100 juta pounds plus add ons 5 juta pounds. Artinya, tawaran itu sudah memenuhi persyaratan dari The Hammers. Tinggal menunggu saja tawaran berikutnya dari City, jika memang minat. Namun, City ternyata malah mundur teratur dari perburuan.

Rice akhirnya benar-benar hijrah ke Emirates dengan nilai fantastis. Sedangkan City malah mendapat Mateo Kovacic dengan mahar 30 juta pounds saja. Melihat fenomena penawaran City dalam perburuan pemain yang sudah-sudah, akankah Rice bernasib sama dengan pemain-pemain lain yang justru tak jadi pindah ke City?

https://youtu.be/jfu_2t0JZcE

Sumber Referensi : bleacherreport, talksport, skysports, eurosport, skysports, talksport

Marcus Thuram dan Timothy Weah: Dua Titisan Legenda Ikuti Jejak Ayahnya ke Serie A

0

Memang yang namanya buah kalau jatuh pasti tidak akan jauh dari pohonnya. Seorang anak cepat atau lambat pasti akan meniru orang tuanya. Timothy Weah dan Marcus Thuram adalah dua dari sekian banyak contohnya di ranah sepak bola. Kedua pemain ini mengikuti jejak ayahnya ke Serie A.

Marcus Thuram direkrut Inter Milan, sedangkan Timothy Weah dipersilakan masuk ke skuad Juventus. Memang, rumor transfer kedua pemain ini tidak banyak dibicarakan. Berita kedatangan keduanya ke Liga Italia tertutup oleh rumor-rumor yang lebih panas. Juga oleh kepindahan para bintang Eropa ke Saudi Arabia.

Kedatangan Marcus dan Timothy menarik bukan hanya karena mereka mengikuti jejak ayahnya. Namun, juga lantaran kedua pemain ini bergabung dengan klub yang berbeda dengan ayahnya dulu. Bisakah Timothy Weah dan Marcus Thuram menjadikan Serie A asyik lagi, seperti dulu ketika ayahnya bermain di sana?

Marcus Thuram ke Inter

Dilaporkan surat kabar La Gazzetta dello Sport seperti dikutip Sempre Inter, Marcus Thuram memastikan kedatangannya ke Inter Milan. Ia kabarnya juga sudah menyelesaikan tes medis. Melalui situs Transfermarkt, Marcus juga telah berlabel pemain Nerazzurri.

Kendati demikian, kedatangannya ke Inter boleh dikata terlambat. La Beneamata sebenarnya sudah lama mengincar pemain ini. Kira-kira sejak 2021. Pada waktu itu, Inter sudah mengajukan tawaran ke Borussia Monchengladbach, tapi cederanya Marcus Thuram membatalkan transfer itu.

Marcus mengalami cedera lutut. Inter pun mengalihkan perhatiannya ke pemain lain. Joaquin Correa dari Lazio yang akhirnya dikontrak. Namun, musim ini, ketika Inter mengetahui Marcus Thuram berstatus bebas transfer, ia pun diboyong ke Giuseppe Meazza.

Marcus Thuram adalah penggemar taktik Inter. Ia sangat menyukai skema 3-5-2 Simone Inzaghi. Jadilah, ia tidak terlalu banyak fafifu untuk menandatangani kontrak yang disodorkan La Beneamata. Apakah Marcus Thuram akan sangat membantu Inter? Kita bahas nanti.

Berbeda dengan Ayahnya

Marcus Thuram memang mengikuti jejak ayahnya. Namun, ia tidak membela klub ayahnya dulu. Ia juga punya posisi yang berbeda dengan sang bapak. Lilian Thuram dalam langgam sepak bola Eropa, masyhur sebagai seorang bek tangguh dan pekerja keras milik Juventus.

Namun, ia ditempa lebih dulu oleh Carlo Ancelotti di Parma. Sebelum ia bareng Gianluigi Buffon hijrah ke Juventus. Bek berkepala licin ini memberikan dua trofi untuk Juventus. Dua di antaranya adalah trofi Serie A tahun 2002 dan 2003.

Saat Juventus diterpa kasus Calciopoli, Thuram adalah satu dari sekian pemain yang memutuskan untuk berhenti membela Si Nyonya Tua. Tawaran dari Barcelona tak kuasa ia tolak. Meski pada akhirnya, juara dunia 1998 ini hanya memperoleh satu trofi saja di Barcelona.

Striker yang Hebat

Nah, Marcus Thuram bukan bek tangguh seperti Lilian. Ia justru striker yang sangat berbahaya di lini depan. Musim lalu, pemain internasional Prancis tersebut mencetak 16 gol dari 32 laganya bersama Gladbach. Dengan begitu wajar saja kalau Inter kepincut betul mendatangkan pemuda yang satu ini.

Pemain bertinggi 192 cm itu adalah penyerang sempurna dalam skema Inzaghi. Ia pengganti sepadan untuk Edin Dzeko. Marcus juga alternatif bagi Romelu Lukaku, terlepas pemain Belgia ini bertahan atau tidak. Ia juga sosok yang tepat untuk mendampingi Lautaro Martinez yang sulit tergoyahkan di posisinya.

Di Prancis, Marcus Thuram turun jadi striker tunggal seperti Giroud. Namun, bukan berarti ia tak bisa bermain dengan partner. Atributnya sebagai penyerang serba bisa akan menopang strategi Inzaghi. Meskipun ia bukan sosok penyerang yang aktif dalam menjemput bola.

Permainan Marcus sangat sederhana. Ia mencari celah. Itu saja. Namun, ia hafal di luar kepala celah mana yang harus dieksploitasi. Mengerti betul ke mana arah bola. Marcus jarang menyentuh bola. Akan tetapi, sekalinya mendapat bola, ia bakal mengontrol dan menggiringnya ke kotak gawat di lini pertahanan lawan.

Para bek Bundesliga kerap kesulitan mengawasi pergerakannya. Kemampuan itu tidak jauh berbeda dengan Lautaro. Dan ini akan membuat lini depan Inter kian tajam. Coba bayangkan saja, dua penyerang setipe bermain bersama, sudah barang tentu akan membuat bek-bek lawan kelimpungan.

Timothy Weah ke Juventus

Lain Marcus Thuram, lain pula Timothy Weah. Tidak gratis Juventus mendatangkan Timothy. Bianconeri perlu mengeluarkan 12 juta euro (Rp196 miliar) untuk memboyong buah hati George Weah itu dari Lille. Timothy Weah diikat Juventus sampai 2028. Ia menjadi opsi bagus bagi lini serang Juventus yang, kita tahu, musim lalu hanya bisa melakukan senam kesehatan jasmani.

Timothy adalah seorang penyerang, mirip dengan ayahnya. Kendati ia memilih Juventus daripada AC Milan. Meskipun Timothy memilih kewarganegaraan Amerika Serikat, tempat kelahirannya, alih-alih Liberia. Padahal ayahnya adalah Presiden Liberia.

Jauh sekali sebelum Timothy bergabung ke Juventus, George Weah sudah lebih dulu menjahit reputasinya di sepak bola Italia. Weah bergabung ke AC Milan. Ia menjadi tonggak kesuksesan pemain Afrika sekitar tahun 1990-an. Mengapa? Tentu saja berkat raihan Ballon d’Or-nya itu.

Weah adalah satu-satunya pemain Afrika yang pernah menyabet penghargaan tersebut pada tahun 1995. Selain itu, selama berseragam Rossoneri, George Weah juga memberikan dua trofi Serie A pada tahun 1996 dan 1999.

Timothy Weah Si Striker Modern

Bukan cuma kebangsaan dan klub, Timothy dan George Weah, walaupun sama-sama seorang striker, tapi berbeda gaya bermain. George Weah adalah penyerang yang bisa mencetak gol bebas. Sementara itu sang anak adalah tipikal penyerang modern. Timothy bukan penyerang yang memburu gol.

Pemain internasional Amerika Serikat itu justru dikenal dengan kualitasnya dalam memberikan asis. Empat musim berseragam Lille, Timothy Weah sudah mengemas 8 gol dan 8 asis. Sedikit ya? Betul. Tapi sebagai penyerang modern, statistik semacam itu tidak menjadi patokan.

Apalagi Timothy merupakan pemain versatile. Oleh Juventus, ia akan mengisi pos penyerang sayap yang ditinggalkan Juan Cuadrado, alih-alih pemain nomor sembilan. Itu artinya, pergerakan, umpan, dan visi bermain adalah kunci. Timothy Weah punya itu, walaupun mesti perlu ditempa lagi.

Musim lalu, di Lille, Timothy sudah menunjukkan determinasinya. Sedikitnya, Timothy melakukan 1003 percobaan umpan dan 824 di antaranya sukses. Dengan kata lain, Timothy punya persentase umpan sukses 82,2%. Menurut Fbref, Timothy juga mengemas 34 umpan yang langsung membuahkan tembakan.

Jumlah take-ons atau giringan melewati lawannya juga lumayan. Dari 37 percobaan take-ons, 20 di antaranya berhasil dan tiga di antaranya membuahkan tendangan ke arah gawang. Intinya, Timothy Weah bisa menjadi pemain jangka panjang yang menarik buat Juventus.

Dua darah legenda Serie A, Lilian Thuram dan George Weah mengalir kembali di Serie A. Terburu-buru jika kita menganggap Marcus Thuram dan Timothy Weah akan berhasil melanjutkan legasi sang ayah.

Kepagian juga kalau kita menganggap kedua pemain itu akan sulit mengikuti jejak keberhasilan ayahnya. Namun, dengan hadirnya talenta muda yang memiliki darah pemain legenda, bisa jadi membuat Serie A akan menarik lagi. Sebagai penikmat sepak bola, kita hanya perlu menunggunya. Ya, menunggu.

Sumber: SempreInter, EuroSport, TheseFootballTimes, Mirror, Goal, Flashscore, Fbref

Manchester Kota Yang Buruk? Kesan Pemain Yang Pernah Tinggal di Manchester

Manchester bukan hanya tentang sepakbola. Sejarah, budaya, ekonomi, sampai sosial, sangat mempengaruhi perkembangan kota itu. Kota “Industri”, begitu julukan yang melekat bagi kota ini.

Kehidupan kota kelahiran band Oasis ini erat hubungannya dengan sepak bola. Kehidupan di Manchester, mau tidak mau jadi suatu yang harus dinikmati tiap hari oleh pemain maupun pelatih yang membela klub asal Kota Manchester. Banyak sudah cerita yang terkuak dari para pemain dan pelatih kala tinggal di kota ini.

Mengenal Kondisi Kota Manchester

Untuk gambaran saja, kota Manchester menurut letak geografisnya terletak di barat laut Inggris, tepatnya di Borough atau kecamatan Manchester Raya. Nah, dalam Manchester Raya tersebut, terdapat beberapa kota bagian lagi, di antaranya Salford, Stockport, Trafford, Oldham, Tameside, dan Manchester itu sendiri.

Jika ditarik dari sejarahnya, kota ini memang rajanya industri. Revolusi Inggris yang menggegerkan dunia itu pertama kali berawal dari kota ini. Memang, kota ini sebagian besar dihuni oleh kelas pekerja.

Wajar apabila seabrek pabrik dari berbagai macam industri menghiasi pemandangan pinggiran Kota Manchester. Kalau diibaratkan di ibu kota Jakarta, Manchester ini adalah kawasan industri penyangganya seperti halnya Bekasi atau Depok.

Biasanya, kelas pekerja di Manchester ini selalu meluangkan waktunya di hari libur atau weekend untuk berbondong-bondong ke stadion menonton sepakbola sambil menghabiskan uang mereka dengan mabuk di pub.

Kehidupan Kota Manchester

Sekarang perlahan kota ini berkembang mengikuti zaman dengan gedung-gedung pencakar langit yang memenuhi kota. Namun hakikatnya, roh sebagai kota yang nyaman bagi para pendatang tetap tak sebaik kota di bagian Inggris lainnya. Seperti London yang lebih elite.

Kalau dibandingkan London sangat jauh perbedaannya. Dari segi gaya hidup, cuaca, kuliner, kenyamanan akses, dan sebagainya. Maka dari itu, para pendatang lebih suka untuk tinggal atau bervakansi lebih lama di London, meski di sana serba mahal biayanya.

Hidup di Manchester jangan dibayangkan seperti di televisi yang hanya menyorot keindahannya saja. Jika mengalaminya secara langsung, ternyata banyak yang tidak kerasan dengan berbagai alasan, termasuk pesepakbola.

Masalah Cuaca

Yang pertama cuaca. Hujan yang kerap turun bahkan di musim panas, serta udara dingin menusuk, begitulah sifat kota Manchester. Sudah begitu, Manchester bukanlah London yang hidup 24 jam dan penuh gemerlap. Di Manchester, toko-toko dan mall saat weekend saja sudah mulai pada tutup pukul 5 atau 6 sore.

Mantan pemain Manchester City, Nolito pernah mengungkapkannya. Dilansir fourfourtwo Nolito mengatakan bahwa ia resah dengan cuaca kelabu Manchester tiap harinya.

Sampai-sampai minimnya sinar matahari di Manchester membuat warna kulit putri Nolito yang tinggal bersamanya berubah tidak sehat. Nolito mengatakan, putrinya itu seperti hidup di goa. Dokter keluarga Nolito bahkan sampai menyarankannya untuk mengkonsumsi vitamin D secara rutin.

Nolito juga sempat berkata bahwa selain cuaca yang tak bersahabat, ia juga merasa sepi. Karena jelang petang sekitar jam 5 atau 6 sore, keadaannya seperti jam 10 atau 11 malam ketika di Spanyol. Kota sudah mulai kelabu dan mencekam. Hiruk-pikuk kebisingan kota perlahan tak terdengar lagi.

Masalah Kuliner

Bukan cuma cuaca, soal kuliner, Manchester juga ternyata kurang bersahabat bagi pendatang. Menurut Manchester Evening News, istri Gundogan, Sara Arfaoui mengatakan bahwa makanan yang ada di Manchester “sangat mengerikan”.

“Bertahun-tahun saya berusaha mencari makanan terenak di beberapa restoran di Manchester. Tapi, makanan disini semuanya beku dan tak enak. Mungkin di London banyak, tapi kalau di Manchester, maaf saja tidak ada,” kata Sara Arfaoui.

Tak hanya istri Gundogan, pacar De Gea yang juga terkadang ikut tinggal di Manchester, Edurne Garcia, juga mengucapkan hal yang sama. Ia malah membandingkannya dengan makanan yang ada di Spanyol. Edurne mengatakan bahwa makanan terenak yang ada di Manchester tak seenak makanan biasa di Spanyol.

Masalah Keamanan

Selain cuaca, kuliner, masalah keamanan juga menyertai. Dengan cuaca yang kelabu dan kondisi kehidupan yang sepi, membuat ladang kriminal di kota ini makin menjadi-jadi.

Contohnya saja apa yang terjadi pada Di Maria dan keluarganya. Ketika itu rumahnya sempat dibobol perampok dan banyak mengalami kerugian. Menurut Dailymail, istri Di Maria Jorgelina Cardoso, adalah orang yang sangat muak dengan kehidupan Kota Manchester berkat kejadian itu

Ia juga sempat melabeli makanan yang ada di Manchester “menjijikan”. Menurutnya kota ini sangat meresahkan bagi pendatang. Kota ini menurutnya juga mengerikan. Ia bahkan tak tahu apakah akan aman ketika berjalan menyusuri kota tiap saat.

Aguero, Tevez, dan Mourinho

Kehidupan yang tak menjamin kenyamanan bagi pendatang juga dialami oleh beberapa pemain lainnya. Misal Aguero. Legenda The Citizens itu bahkan dalam film dokumenter All Or Nothing yang dirilis 2018 lalu, mengaku bahwa ia sering hidup menyendiri ketika tinggal di Manchester.

Menurutnya, daripada harus merasakan kondisi kota yang tak bersahabat, ia lebih memilih aman di rumah saja. Aguero punya fasilitas lengkap di dalam rumahnya, sehingga membuat dirinya tak usah keluar rumah tiap harinya kalau tak terlalu penting.

Istri dan anak Aguero pun tak tinggal serumah dengannya. Anak dan istrinya tinggal di Argentina dan rutin mengunjunginya setiap dua bulan sekali.

Lain pula bagi Jose Mourinho. Dikutip Marca, ketika menangani MU, The Special One sempat berkata bahwa hidup di kota Manchester adalah “bencana”. Ia tak nyaman bahkan untuk berjalan menyusuri kota hanya untuk sekadar makan ke restoran atau mengunjungi mall.

Maka dari itu Mou tak mau membeli rumah di sekitar Manchester dan lebih memilih tinggal menyendiri di hotel mewah selama melatih Red Devils. Istri dan anaknya pun lebih memilih untuk tinggal di London.

Berbeda dengan Carlos Tevez. Mantan striker Manchester City itu bahkan sangat frontal dengan mengatakan kota ini “tak punya apa-apa”. Ia juga mengaku tak akan lagi kembali ke kota “mati” itu, bahkan untuk liburan sekalipun.

Manchester Kota Yang Unik

Tak selamanya kesan buruk yang terkuak dari para pesepakbola. Ada juga kisah berkesan, salah satunya adalah Juan Mata.

Menurut Juan Mata, kota ini unik. Kota yang dianggap buruk oleh sebagian orang itu, justru punya sisi lain yang sebenarnya menarik untuk dinikmati, termasuk keseniannya.

Mata sering menulis dalam blognya tentang keindahan seni, khususnya skena musik di Kota Manchester. Bahkan pasca pindah dari MU ke Galatasaray, ia tak sungkan kembali lagi ke Manchester. Seperti apa yang terjadi ketika ia meresmikan pameran seni bertajuk The Trequartista: The Art and Football United.

Menariknya, meskipun terbilang kota yang buruk, aneh, gersang, dan mencekam, namun Kota Manchester justru dilirik oleh taipan Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour. Ia bahkan bukan hanya membangun Manchester City, tapi juga menaikkan martabat Kota Manchester.

Kota Manchester memang tak segemerlap yang dibayangkan. Seiring berkembangnya zaman kota ini pasti akan berubah. Tapi seberapa besar perubahannya, ruh kota ini akan tetap sama, yakni sebagai kota industri. Ya, begitulah adanya Kota Manchester.

Sumber Referensi : dailymail, manchestereveningnews, goal, fourfourtwo, marca, theguardian

Berita Bola Terbaru 3 Juli 2023 – Starting Eleven News

0

OZIL LARANG ARDA GULER GABUNG ARSENAL

Wonderkid asal Turki, Arda Guler dikabarkan jadi target beberapa klub papan atas Eropa, termasuk Arsenal. Namun, transfer ini kabarnya bakal sulit terjadi karena ada campur tangan dari sang mantan, Mesut Ozil. Dilansir Football London, Ozil memberi saran kepada Guler untuk mempertimbangkan tawaran klub mana pun kecuali Arsenal. Menurut Ozil, Guler lebih baik menghabiskan satu tahun lagi di Turki. Jika pindah ke Arsenal musim panas ini, ia belum tentu bisa berkembang maksimal dan mendapat menit bermain yang cukup.

FANS SPURS KESAL DENGAN INTERVIEW POCHETTINO DI CHELSEA

Kedatangan Mauricio Pochettino ke kamp latihan Chelsea tampaknya bukan kabar baik bagi semua orang. Fans Spurs jadi salah satu pihak yang dibuat sebel karena momen ini. Dilansir Sportbible, mereka merasa tersinggung dengan kata-kata mantan pelatihnya itu. Dalam sesi wawancara pertama Pochettino, ia menyebut kalau Chelsea adalah tim terbaik di Inggris. Ucapan itu dinilai tak sopan dan tidak menghargai perasaan fans Spurs.

ROY HODGSON JADI PELATIH CRYSTAL PALACE MUSIM DEPAN

Crystal Palace dikabarkan resmi menunjuk Roy Hodgson sebagai manajer baru musim depan. Dilansir BBC, Hodgson sebetulnya sudah ditunjuk sebagai pelatih Palace pada Maret lalu untuk menggantikan Patrick Vieira. Dirasa puas dengan kinerjanya, manajemen Palace akhirnya mempermanenkan pelatih berusia 75 tahun tersebut. Kabarnya, Hodgson menargetkan Palace akan bersaing di 10 besar musim depan. Ia bakal jadi pelatih tertua di Liga Inggris musim 2023/24.

BROZOVIC RESMI GABUNG AL-NASSR

Setelah melewati negosiasi panjang, Marcelo Brozovic dikabarkan resmi berseragam Al-Nassr musim depan. Ia akan menyusul Cristiano Ronaldo dan David Ospina sebagai alumni Serie A yang sudah lebih dulu bergabung dengan Al-Nassr. Dilansir BBC, Inter Milan mendapat fee 18 juta euro atau setara Rp295 miliar untuk sang pemain. Brozovic sendiri dikontrak tiga tahun oleh Al-Nassr.

GERRARD RESMI LATIH TIM ARAB SAUDI

Dilansir Al Jazeera, legenda Liverpool, Steven Gerrard ditunjuk sebagai pelatih baru salah satu klub Arab Saudi, Al-Ettifaq. Tidak disebutkan berapa besaran dan durasi kontrak Gerrard. Tapi, Gerrard disebut dijanjikan dana transfer besar untuk membuat Al-Ettifaq bersaing di papan atas dengan klub-klub top seperti Al-Nassr, Al-Hilal, dan Al-Ittihad.

COUTINHO JADI TARGET AL-ETTIFAQ

Dijanjikan dana melimpah untuk memperkuat tim, Steven Gerrard meminta manajemen Al-Ettifaq untuk mendatangkan mantan rekannya di Liverpool, Philippe Coutinho. Dilansir Daily Mail, transfer besar-besaran adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh klub agar Gerrard mau menangani tim. Pemain pertama yang diinginkan Gerrard adalah Coutinho. Sang pemain masih terikat kontrak dengan Aston Villa sampai 2026. Tapi jika Al-Ettifaq menawarkan uang yang menarik, pasti Villa mau melepas sang pemain.

AL-NASSR SAINGI MU UNTUK DAPATKAN ONANA

Setelah mendekati David De Gea, Al-Nassr kembali mengganggu transfer Manchester United dengan menggoda kiper Inter Milan, Andre Onana. Dilansir CBSSport, Onana jadi target utama Manchester United musim panas ini, tapi Al-Nassr dikabarkan siap bersaing untuk mendapatkan sang pemain. Bahkan klub dari Cristiano Ronaldo itu siap layangkan tawaran resmi dalam beberapa hari kedepan.

SOFYAN AMRABAT SEPAKAT GABUNG MU?

Kabar mengejutkan justru datang dari bintang Timnas Maroko yang tampil apik di Piala Dunia 2022 kemarin, Sofyan Amrabat. Sang gelandang dikabarkan telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Manchester United. Dilansir The Sun, masa depan Amrabat di Fiorentina masih abu-abu. United sangat terbuka terbuka untuk menggaet sang pemain. Namun menurut CEO Fiorentina, Joe Barone, klub belum menerima tawaran apa pun dari MU. Tapi mereka terbuka dengan negosiasi ini.

AC MILAN PANTAU SITUASI TIJJANI REIJNDERS

Setelah kehilangan Sandro Tonali, AC Milan berusaha mencari pengganti yang sepadan. Kabarnya, Rossoneri berminat untuk mendatangkan pemain berdarah Indonesia yang kini bermain di AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders. Dilansir Football Italia, Milan sedang berada dalam tahap negosiasi dengan AZ Alkmaar soal kemungkinan transfer Tijjani musim panas ini. Milan bahkan sudah menawarkan 19 juta euro (Rp311 miliar) kepada AZ Alkmaar. Tawaran itu dinilai menarik dan sedang dipelajari oleh klub Eredivisie tersebut. Tijjani sendiri sempat ditawari warga negara Indonesia oleh PSSI, tapi ia menolak karena merasa masih bisa menembus skuad Timnas Belanda.

NAPOLI CARI PENGGANTI KIM MIN-JAE

Kepindahan Kim Min-jae ke Bayern Munchen akan segera terealisasi dan Napoli pun bergegas mencari penggantinya. Dilansir Get Italian Football News, Rudi Garcia ingin mencari pemain belakang yang kualitasnya tidak jauh dengan Kim. Ia pun menunjuk pemain Atalanta, Giorgio Scalvini sebagai opsi yang tepat. Kabarnya, Atalanta meminta 40 juta euro atau sekitar Rp655 miliar untuk sang pemain.

CARA BARU KEPOLISIAN SPANYOL CEGAH RASISME DI LA LIGA

Kasus rasisme yang semakin merajalela di La Liga mengundang pihak kepolisian Spanyol untuk lebih terlibat di gelaran kompetisi sepakbola tersebut. Dilansir Football Espana, mulai musim depan, pihak kepolisian setempat akan berpengaruh terhadap pelaksanaan pertandingan. Jadi, pihak berwajib bisa membatalkan pertandingan apabila terdapat potensi tindakan rasisme di pertandingan tersebut.

LA LIGA GANDENG EA SPORT MUSIM DEPAN

La Liga dikabarkan gandeng EA Sport sebagai sponsor baru mereka. Itu diungkapkan langsung oleh Presiden La Liga, Javier Tebas. Dilansir AS, mulai musim depan La Liga akan berganti nama dari La Liga Santander menjadi La Liga EA Sport. Kabarnya EA Sport akan menyediakan grafik baru dan metrik lanjutan untuk meningkatkan pengalaman menonton bagi pemirsa global.

TERNYATA BARCA MASIH PUNYA HUTANG KE MESSI HINGGA 2025

AS melaporkan jika Barcelona ternyata masih memiliki hutang kepada mantan pemainnya, Lionel Messi. Presiden Barcelona, Joan Laporta telah mengkonfirmasi bahwa klub masih harus membayar sisa bonus dan beberapa tunjangan lain kepada Lionel Messi meski sang pemain sudah meninggalkan Camp Nou dua tahun lalu. Jumlahnya hingga 138 juta euro (Rp2,2 triliun) dan Barca akan menyicilnya hingga tahun 2025 mendatang.

TERUNGKAP SEBERAPA KAYA BOS WREXHAM FC

Selain Ryan Reynolds, salah satu orang penting dibalik Wrexham FC adalah Rob McElhenney. Media Goal mengungkap seberapa kaya podcaster tersebut sehingga bisa menyulap klub amatir seperti Wrexham menjadi klub yang mengentertain sepakbola seperti sekarang. Menurut laporan, jumlah kekayaan McElhenney di angka 39 juta pounds (Rp744 miliar) yang didapat dari kontrak film, podcast, dan tim olahraga. Meski tak sekaya Todd Boehly atau Sheikh Mansour, Rob McElhenney punya caranya sendiri untuk mempopulerkan klubnya itu.

ERICK THOHIR UNGKAP KENAPA JIS TAK LAYAK JADI VENUE PIALA DUNIA U-17

Jakarta International Stadium kembali menuai kontroversi. Setelah Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17, JIS dirasa sempurna untuk menyelenggarakan kompetisi tersebut. Tapi PSSI tak berpikir demikian. Hal itu diungkapkan langsung oleh Erick Thohir. Dilansir Tempo, menurut Erick, JIS memiliki kekurangan, yakni keterbatasan akses keluar-masuk untuk penonton sehingga dapat mempengaruhi keselamatan dan keamanan penonton. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar. Buat apa bangun stadion megah kalau akhirnya tak terpakai?

EKS KAPTEN TIMNAS BELANDA DIINCAR PSSI?

Eks Kapten Timnas Belanda U-17, Jhordy Wehrmann, memang tengah dirumorkan menjadi incaran pihak PSSI. Pemain berposisi gelandang tengah itu dapat menjadi pemain pengganti bagi Marc klok ke depannya di Timnas Indonesia. Isu naturalisasi untuk Jhordy Wehrmann pun semakin kuat setelah dirinya telah dihubungi oleh pihak PSSI. Bahkan, dirinya sudah melakukan panggilan video call dengan pelatih timnas Indonesia Shin Tae Yong.

SIAP PERPANJANG KONTRAK, KJAER BUKA PELUANG PENSIUN DI MILAN

Simon Kjaer buka peluang untuk memperbarui kontraknya dengan AC Milan. Di musim mendatang, Kjaer akan masih berharap bisa dimainkan sebagai starter, bersaing dengan Malick Thiaw, Pierre Kalulu dan Fikayo Tomori. Tentu tidak akan mudah, namun Kjaer masih akan tetap jadi elemen penting di lini belakang Milan, meski usianya sudah mencapai 34 tahun. Kjaer bahkan sudah menyatakan minatnya untuk pensiun di Milan dan mengikuti jejak Zlatan Ibrahimovic yang pensiun sebagai pemain rossoneri.

AC MILAN DAN SALERNITANA BUKA NEGOSIASI UNTUK BOULAYE DIA

AC Milan dan Salernitana buka negosiasi untuk Boulaye Dia dan Pasquale Mazzocchi. Khusus Dia, pemain asal Senegal tersebut tampil baik di musim lalu dengan mencetak 16 gol di musim pertamanya di Serie A. Dia baru saja dibeli secara permanen oleh Salernitana dengan harga 12 juta Euro, namun dia memiliki klausul pelepasan 25 juta Euro dalam kontraknya, yang membuatnya menarik bagi beberapa klub peminat, termasuk Rossoneri. Demi datangkan Dia, Milan siap korbankan Daniel Maldini, Marco Brescianini dan Yacine Adli.

JESSE LINGARD BERLATIH DI INTER MIAMI

Mantan playmaker Manchester United, Jesse Lingard, tengah berlatih di fasilitas milik klub David Beckham, Inter Miami, di Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari unggahan pemain yang terakhir membela Nottingham Forest itu di Instagram. Lingard memang tengah berada di Amerika Serikat bersama beberapa rekannya. Sebelum ini, ia mengunggah foto tengah berada di Los Angeles bersama bek MU, Brandon Williams. Sebelumnya lagi Lingard berada di Barbados di Kepulauan Karibia.

BELLINGHAM PUN MAIN DATING APPS! BEGINI PROFILNYA

Jude Bellingham mungkin memang baru saja resmi hijrah ke Real Madrid, tetapi gelandang muda timnas Inggris ini sudah mencari cinta di ibu kota Spanyol. Bintang berusia 20 tahun ini disebut-sebut memacari selebriti Instagram Asantewa Chitty, tetapi kini profilnya muncul di aplikasi kencan khusus selebriti, Raya. Profil Bellingham bertuliskan: “Sedang mengunjungi London dari Madrid.”

NEWCASTLE UNITED SIAP SAINGI AC MILAN JESPER LINDSTROM

Usaha AC Milan mendatangkan Jesper Lindstrom di bursa transfer musim panas 2023 makin sulit usai Newcastle United masuk dalam persaingan. Lindstrom sendiri akan menjadi salah satu rekrutan Newcastle di bursa transfer musim panas 2023 dan bisa direkrut dengan harga 28 juta euro. Milan juga masih punya peluang untuk merekrut Lindstrom, mengingat mereka masih punya dana 70 juta euro hasil penjualan Tonali. Milan sendiri membutuhkan pemain sayap kanan dan kiri untuk memperbaiki performa di musim 2023/24 nanti.

YUNUS MUSAH JADI REBUTAN AC MILAN DAN FULHAM

Yunus Musah secara luas diperkirakan akan meninggalkan Estadio Mestalla musim panas ini. Dikabarkan, raksasa Italia AC Milan sedang mengerjakan kesepakatan untuk mendatangkan pemain internasional AS tersebut. Akan tetapi, Milan mendapat pesaing dari klub EPL Fulham. Fulham masuk perburuan dan kemungkinan memblokir kepindahan Musah ke Milan, karena Marco Silva, pelatih Fulham, merencanakan perombakan skuad.

SARAN OZIL UNTUK GULER: JANGAN BURU-BURU KE BARCELONA

Eks pemain Timnas Jerman, Mesut Ozil dikabarkan telah menelepon bintang Fenerbahce, Arda Guler agar menunda bergabung dengan Barcelona. Ozil meminta Guler untuk bertahan satu musim lagi di Fenerbahce. Sebagaimana kita ketahui, Barcelona telah mengonfirmasi ketertarikannya untuk merekrut Guler. Gelandang serang berusia 18 tahun itu dihargai 17,5 juta euro atau setara Rp 286 miliar. Selain Barcelona, Guler dikabarkan juga diminati oleh AC Milan hingga Newcastle United.

REAL MADRID TERBUKA UNTUK JUAL MENDY KE ARAB SAUDI

Real Madrid bersiap menerima tawaran dari klub Arab Saudi untuk bek Ferland Mendy. Mendy telah kehilangan peran awalnya di starting XI Carlo Ancelotti dalam 12 bulan terakhir dan klub terbuka untuk melepasnya ke klub lain. Kembalinya Fran Garcia ke Real Madrid juga akan memberikan tekanan lebih besar pada peran Mendy dengan David Alaba mampu menjadi bek kiri dalam beberapa bulan mendatang.

MAN CITY PINJAMKAN PEMAIN MUDANYA KE HULL CITY

Pemain muda Manchester City, Liam Delap, kembali ‘disekolahkan’ untuk musim depan. Liam Delap, belum lama ini, telah bergabung dengan Hull City dengan status pinjaman selama satu musim. Musim lalu, sang striker mencetak tiga gol dalam 22 penampilan untuk Stoke sebelum bergabung dengan Preston North End untuk sementara hingga akhir 2022/23 – di mana dia tampil 15 kali untuk klub Lancashire. Sejak gabung City pada 2020, Liam Delap tercatat baru mengemas enam penampilan di tim senior.

Para Legenda Manchester United Merapat ke Arab Saudi! Mengapa Ten Hag Ingin Buang David De Gea ke Al Nassr?

Saat Ronaldo membuat langkah menggemparkan dengan pindah ke Liga Arab pertengahan musim lalu, ia menegaskan suatu hal. Ronaldo sangat yakin kalau akan ada banyak bintang Eropa lainnya yang akan menyusul dirinya ke Arab Saudi.

Ronaldo tidak salah. Banyak bintang Eropa akhirnya menyusul Ronaldo ke Liga Arab. Contohnya saja N’golo Kante, Ruben Neves, bahkan Karim Benzema. Sebentar lagi, De Gea dipercaya juga bakal menyusul Ronaldo ke Al Nassr.

Kontrak De Gea Sudah Habis

Kontrak De Gea di Manchester United resmi kadaluarsa di akhir bulan Juni kemarin. Ia akhirnya resmi tak jadi pemain setan merah setelah 12 tahun mengabdi di bawah mistar gawang Old Trafford. Kini De Gea sedang berstatus bebas transfer tanpa klub.

David De Gea bergabung bersama Manchester United di tahun 2011 dari Atletico Madrid dengan harga 18,9 juta pounds. Saat itu Sir Alex Ferguson sendiri yang menghendaki United membeli De Gea sebagai pengganti Van Der Sar.

Kontrak De Gea habis di bulan Juni 2023 kemarin. Ia sebenarnya masih ingin mengabdi lebih lama di Old Trafford. Tapi ketidak cocokan gaya bermainnya dengan sistem yang diinginkan Erik Ten Hag membuat situasi menjadi sulit.

Peraih penghargaan Golden Glove 2022/23 itu bahkan bersedia gajinya yang sebesar 375 ribu pounds per minggu itu dipotong. Tapi pembaruan kontrak itu kembali dibatalkan oleh United. Keraguan Ten Hag akan De Gea di musim depan membuat United menawarkan kontrak yang lebih rendah lagi.

Kiper asal Spanyol itu masih belum menyetujui kontrak baru yang ditawarkan United. Kesepakatan pun tak kunjung tercapai. sampai akhirnya kontrak De Gea selama 4 tahun yang ia tandatangani di tahun 2019 kini telah benar-benar habis.

Dikutip dari Daily Mail, Manchester United memberikan pernyataan yang berbunyi: “Kontrak David De Gea telah habis tapi diskusi masih dibuka dengannya”

Kemampuan De Gea yang Menurun

Mungkin terasa kejam bagi fans United melihat situasi ini. Apalagi De Gea adalah pemain yang sudah mengabdi selama 12 tahun di Old Trafford. Tapi bukan tanpa alasan Ten Hag dan United ingin memotong gaji De Gea.

Kiper berusia 32 tahun itu menerima gaji sebesar 375 ribu pounds di United. Itu menjadikannya sebagai penjaga gawang dengan bayaran tertinggi di dunia. Gaji De Gea itu juga membuatnya jadi pemain asal Spanyol dengan gaji tertinggi.

De Gea memanglah kiper yang hebat. Ia bahkan memenangkan penghargaan Premier League Golden Glove musim kemarin. Tapi tak bisa dipungkiri performanya sudah menurun drastis. De Gea yang sekarang bukan De Gea saat ia dapat Golden Glove pertamanya, di musim 2017/18.

Terlebih lagi, Golden Glove adalah penghargaan yang menghitung clean sheet seorang kiper. Meskipun clean sheet adalah sesuatu yang utama bagi seorang penjaga gawang, tapi itu bukan indikator yang menentukan kualitas kiper.

De Gea sangat lemah dalam berkontribusi pada penguasaan bola timnya. Ditambah, De Gea juga enggan keluar dari zonanya untuk melakukan penyelamatan atau memotong umpan dari lawan. Kelemahan-kelemahan ini membuat sedikit penggemar yang yakin kalau De Gea adalah penjaga gawang terbaik di liga.

Erik Ten Hag mungkin tidak ingin membicarakan ini di depan publik. Tapi ia sadar kelemahan De Gea dalam melakukan build up merugikan skema permainannya. Ten Hag juga sering menugaskan De Gea untuk menendang bola jauh-jauh ke depan lapangan, saat menghadapi lawan yang melakukan pressing bagus.

Potensi Reuni Dengan Ronaldo

Terlepas dari itu, Manchester United diyakini akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan De Gea. Tapi saat ini De Gea sedang menikmati waktu pribadinya untuk melaksanakan pernikahan di Spanyol. Pembicaraan akan dilakukan setelahnya.

Manchester United bisa saja membeli ulang De Gea. Dengan begitu MU dan De Gea akan memiliki kontrak dengan nilai gaji yang disesuaikan kedua belah pihak. Itu adalah pilihan yang ingin diusahakan setan merah saat ini.

Tapi itu bukan berarti jadi satu-satunya pilihan De Gea. David De Gea rumornya telah menjalin komunikasi dengan klub liga Arab, Al Nassr. Musim kemarin Al Nassr gagal jadi juara Saudi Pro League. Mereka ingin memperkuat skuadnya untuk menambah peluang jadi juara liga musim depan. Penjaga gawang adalah salah satu posisi yang jadi PR Al Nassr

Itulah mengapa Al Nassr tidak akan injak rem dalam kesempatan dapatkan De Gea. Apalagi dengan status bebas transfer. Jika ini terjadi, maka De Gea akan bisa reunian dengan mantan pemain Manchester United lainnya, Cristiano Ronaldo.

Kalau ada yang sudah lupa, Ronaldo meninggalkan United dalam kondisi tak bersahabat di bulan November kemarin. Ronaldo dan United memutuskan untuk mengakhiri kontrak dalam keputusan bersama. Ronaldo kemudian melakukan langkah yang menggemparkan publik dengan bergabung dengan Al Nassr.

Arab Saudi memang bukan yang dikenal dengan sepak bolanya. Tapi Ronaldo menikmati waktunya disana. Ia mencetak 14 gol dan 2 assist dalam 16 laga. Terlebih lagi, Ronaldo menerima bayaran fantastis di sana. Jadi mungkin pilihan gabung dengan Al Nassr bukan pilihan yang terlalu buruk untuk De Gea.

Kiper Idaman Ten Hag

Meskipun United sedang berusaha melakukan diskusi lebih lanjut dengan De Gea, ia tidak akan jadi kiper nomor 1 lagi di United. De Gea bukanlah kiper idaman Erik Ten Hag. Pelatih asal Belanda itu sudah tahu hal tersebut sejak Manchester United mengalami kekalahan memalukan 4-0 di awal musim kemarin.

Sejak saat itu De Gea selalu berusaha untuk bermain sesuai dengan sistem Ten Hag tapi itu adalah hal yang sulit. Ten Hag tidak memiliki pilihan lain selain mencari penjaga gawang baru yang sesuai dengan keinginannya.

United telah melakukan kontak dengan Inter Milan terkait minatnya membeli Andre Onana. Inter masih belum ingin menyampaikan tanggapan sebelum menerima tawaran resmi dari United.

Andre Onana adalah kiper paling ideal untuk Ten Hag. Belum lagi mengingat jika Manchester United ingin menyaingi gaya permainan Manchester City. Rival sekotanya itu punya kiper yang pandai memainkan bola dari belakang dan melakukan build up.

Kiper yang bisa jadi alternatif Onana adalah David Raya dari Brentford dan Diogo Costa dari Porto. United juga dikabarkan sudah melakukan kontak dan menyampaikan ketertarikan pada masing-masing klub pemain.

United juga punya kesempatan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Dean Henderson. Kiper berusia 26 tahun itu akan pulang dari masa peminjamannya di Nottingham Forest. Untuk waktu yang lama Henderson selalu dipinjamkan karena kalah saing dengan De Gea.

Sumber referensi: Daily, GOAL, Athletic, PL, Sky

Rencana Sinting Thomas Tuchel Usai Bayern Munchen Nyaris Gagal Juara Bundesliga

0

Thomas Tuchel lega timnya menuntaskan laga musim lalu dengan kemenangan tipis atas Cologne. Tidak hanya itu, Tuchel juga merasa plong usai keluar dari tekanan. Ia hampir saja gagal mempertahankan gelar juara Bundesliga yang sekaligus bisa merusak reputasinya sendiri. 

Musim lalu memang menjadi musim paling menegangkan di Bundesliga, setidaknya dalam kurun 10 tahun terakhir. Di mana juaranya baru bisa diumumkan usai laga pamungkas. Untungnya, Tuhan masih menghendaki Bayern Munchen yang menjadi juaranya.

Selepas melakoni musim yang sebentar dan boleh jadi membuatnya sulit tidur nyenyak, Thomas Tuchel bergegas untuk berbenah. Tuchel sepertinya tak mau lagi kejadian di musim lalu terulang. Ia telah menyiapkan banyak rencana untuk Bayern Munchen musim depan. Bagaimana rencana tersebut?

Pergantian Pelatih ke Tuchel yang Buruk

Thomas Tuchel datang sebagai manajer baru Bayern Munchen adalah sebuah kejutan. Ia sendiri bahkan tidak pernah berpikir akan menggantikan juniornya, Julian Nagelsmann di sana. Nagelsmann juga sebetulnya bukan pelatih yang layak didepak saat itu.

Di tangan Nagelsmann, Bayern tak terkalahkan di Liga Champions hingga perempat final. Rekor mentereng lainnya juga menyertai. Dan yang paling penting, Bayern di tangan Nagelsmann juga masih menjaga kemungkinan untuk mempertahankan gelar Bundesliga.

Namun, apalah hendak diperbuat, Nagelsmann dipecat saat sedang berlibur. Pemecatan yang bahkan seorang juara dunia seperti Lothar Matthaus merasa itu hanya sebuah lelucon. Tuchel masuk. Bayern Munchen menjadi sangat gugup. Mantan anak didik Ralf Rangnick itu tak punya waktu untuk mengintegrasikan taktiknya.

Sembilan laga yang harusnya disapu bersih dengan kemenangan atau minimal imbang, Bayern Munchen justru kalah dua kali. Tuchel terpaksa tepok jidat menyaksikan Bayern kalah dari RB Leipzig dan mantan timnya sendiri, FC Mainz. Itu belum termasuk kekalahan dari Freiburg di DFB Pokal.

Rekor Terburuk Tuchel

Itu juga belum termasuk kekalahan menyakitkan atas Manchester City di perempat final Liga Champions. Kekalahan yang tak akan mau diingat lagi oleh Tuchel itu sendiri. Total, 12 match Tuchel lakoni bersama Bayern Munchen. Ia hanya berhasil memetik enam kemenangan.

Selama melatih Bayern Munchen, Tuchel hanya punya rata-rata 1,67 poin per game. Ini menjadi yang terburuk selama perjalanan kariernya di tiga tim sebelumnya. Di Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Dortmund, rata-rata poin per game-nya tidak pernah kurang dari dua.

Benar. Tuchel memang butuh waktu. Pelatih sehebat dirinya masih perlu adaptasi, bahkan di klub sebesar Bayern Munchen sekalipun. Dan musim depan adalah waktu yang tepat untuk membuktikannya. Mumpung sudah tidak ada Hasan Salihamidzic dan Oliver Kahn.

Tak Ada Salihamidzic dan Kahn

Dua nama itu adalah batu sandungan Tuchel. Ia tak leluasa bergerak kala dua orang tersebut masih berada di Allianz Arena. Dikutip ESPN, Tuchel tidak suka dengan cara Salihamidzic yang menunjuknya di ujung musim. Ia butuh ruang longgar untuk menyelaraskan idenya. Bukan kerja cepat seperti memasak mie instan.

Hari ini, Tuchel tak perlu khawatir karena Salihamidzic dan Kahn sudah dicopot dari jabatannya. Jan-Christian Dreesen, kepala finansial Bayern menggantikan posisi Oliver Kahn sebagai kepala eksekutif. Tuchel yang sebelumnya cuma menuruti kemauan Salihamidzic, kini punya peran besar dalam bisnis transfer.

Ia diberi keleluasaan soal siapa pemain yang akan diangkut dan siapa yang bakal disingkirkan. Uli Hoenes dan Rummenigge juga siap membantu Tuchel. Rummenigge menduduki kursi dewan pengawas, sedangkan Uli seorang penasehat.

Sudah Bertemu 

Thomas Tuchel pun sudah bertemu dengan para dewan klub. Pertemuan berlangsung dalam enam minggu hanya untuk membahas rencana klub musim depan. Tuchel tampak senang karena bisa memberikan pendapatnya di pertemuan itu. Klub dan Tuchel masih saling mengenal untuk melebur ide.

Pertemuan itu pun tidak berakhir seperti obrolan di warung kopi. Setidaknya ada sekitar delapan poin yang bisa dipetik dari pertemuan tersebut. Pertama, soal kurangnya striker. Setelah ditinggal Lewandowski, posisi striker utama kosong. Eric Choupo-Moting cuma bikin kepala pusing.

Bayern butuh striker baru. Awalnya Harry Kane, tapi mereka kini mengincar Victor Osimhen. Munchen juga akan mengambil keputusan soal Sadio Mane dan Gnabry. Tuchel dan tim juga mempertimbangkan Noussair Mazraoui dan Ryan Gravenberch yang terlihat kurang senang dengan peran mereka.

Lalu, keputusan apakah Tuchel akan memakai Goretzka. Posisi Thomas Muller juga akan diperhatikan. Di posisi mana ia bermain musim depan. Keputusan memperpanjang kontrak Alphonso Davies dan Lucas Hernandez pun tiba-tiba tidak jadi.

Memilih mana di antara Yann Sommer, Neuer, Alexander Nubel, dan Sven Ulreich yang akan jadi kiper utama. Dan keputusan apakah akan mempermanenkan Joao Cancelo atau tidak. Tuchel memilih opsi yang kedua.

Skema Tiga Bek

Bayern Munchen sejauh ini akrab dengan formasi seperti 4-2-3-1. Susunan itu teruji dari masa ke masa. Hanya Pep Guardiola yang pernah mencoba variasi dari skema itu menjadi 4-3-3. Tuchel pun di awal melatih Die Roten memakai skema tersebut. Dan tentu saja, itu bukan Tuchel sekali.

Ia adalah penganut mazhab tiga bek yang konservatif dengan taktiknya. Tuchel terkenal kepala batu dan tak mau menggeser taktiknya. Jadi, tidak aneh kalau ketika memakai 4-2-3-1 hasilnya kurang memuaskan. Tuchel berencana akan memakai kembali format tiga bek musim depan.

Itu sama sekali bukan masalah bagi Bayern Munchen karena Nagelsmann juga pernah memainkan tiga bek. Tuchel punya dua opsi musim depan: 3-4-3 atau 3-4-2-1. Demi mendukung skemanya itu, Tuchel membutuhkan dua bek sayap yang mengerti cara bermain dengan tiga bek.

Pemain yang Akan Mendukung Skema Tuchel

Raphael Guerreiro adalah sosok yang tepat. Ia bisa menjadi Ben Chilwell di tangan Tuchel. Konrad Laimer yang baru dibeli adalah N’Golo Kante dari Austria. Laimer intens menekan lawan, ahli melindungi bola, sanggup mendaur ulang penguasaan bola, serta, yang paling penting, mampu memfasilitasi serangan balik.

Kim Min-Jae yang sedang menjalani wajib militer adalah bek tengah yang bukan hanya cocok dengan skema, tapi serasi dengan permainan Tuchel. Min-Jae tangguh dalam duel, terutama duel udara. Pemain berjuluk “The Monster” itu juga punya agresivitas yang bagus. Dan ia juga bisa terlibat dalam build-up.

PR-nya Tuchel mesti mencari sosok Reece James yang lain. Joao Cancelo sebenarnya bisa menjadi alternatif. Tapi Tuchel tidak klik dengan pemain Portugal itu. Ia lebih suka mencari opsi lain. Dan itu adalah Kyle Walker. Tuchel menginginkan tujuh pemain baru. Walker masuk dalam rencana tersebut.

Walker adalah bek sayap kanan dengan kekuatan kaki kanan. Ia cakap dalam menyerang dan menjadi salah satu bek sayap tercepat di dunia. Meskipun tidak seperti Reece James, ia kurang dalam bertahan. Well, dengan rencana sintingnya itu, mungkinkah Tuchel bisa mempertahankan gelar liga dan menambah pundi-pundi trofi buat FC Hollywood, terutama di kancah Eropa?

Sumber: OneFootball, Sportbible, BFW, Bundesliga1, Bundesliga2, Khelnow, ESPN