Beranda blog Halaman 273

Bukan Mudryk, Tapi Connor Gallagher Permata Tersembunyi Chelsea

Akhirnya Chelsea menang lagi. Sesuatu yang patut dibanggakan seluruh fans Chelsea di seluruh belahan dunia. Maklum, setelah sebulan penuh di bulan September mereka melaksanakan ibadah puasa kemenangan di Liga Inggris.

Namun kemenangan atas Fulham bertajuk Derby London tersebut menyisakan cerita. Bukan hanya pemain kebanggaan mereka Mykhailo Mudryk yang akhirnya pecah telor gol pertamanya. Melainkan peran yang tak terlihat dari kapten mereka, Connor Gallagher. Ya, meski tak terlalu mentereng namanya, ia diam-diam menjadi permata bagi The Blues.

Permata Asli Cobham

Siapa sangka pemain yang juga sempat diolok-olok musim lalu itu akhirnya bertahan di Stamford Bridge musim ini. Asal tahu saja ia adalah salah satu dari sedikit pemain asli kelahiran akademi Cobham yang bertahan di Chelsea.

Pasti banyak yang tak memperhatikan pemain pirang yang satu ini. Maklum karirnya sejak muda hanya dipinjamkan sana-sini oleh Chelsea. Ke Charlton Athletic pernah, ke Swansea pernah, ke West Bromwich juga pernah. Dan yang terakhir ia dipinjamkan ke Crystal Palace.

Sejak di Cobham, karirnya melesat menjadi pemain terbaik akademi Chelsea pada musim 2018/19. Nah, sejak saat itulah kemudian ia dipinjamkan ke beberapa klub untuk berkembang. Ia terbukti banyak menimba ilmu di berbagai klub yang disinggahinya.

Bersinar Bersama Patrick Vieira

Terkhusus ketika ia membela Crystal Palace di bawah asuhan Patrick Vieira. Ia menjelma menjadi salah satu gelandang box to box terbaik Liga Inggris musim 2021/22. Akurasi umpan, daya jelajah di lapangan, serta tusukan-tusukannya dari lini tengah menjadi kekuatan pemain yang mengidolai Frank Lampard tersebut.

Gallagher ini cocok bersama pendekatan taktik menyerang 4-3-3 Vieira di Palace. Ia menjadi ruh lini serang Crystal Palace dari lini tengah. Per catatan Transfermarkt, 8 gol dan 5 assist ketika menjadi pemain pinjaman Crystal Palace, menjadikan dirinya permata yang siap untuk bersaing di skuad inti Chelsea.

Sempat Mau Dijual

Ya, Gallagher akhirnya benar-benar kembali lagi ke Chelsea pada musim lalu. Manajemen Chelsea yakin performanya ketika bersama Crystal Palace menjadi tolak ukur kenapa Gallagher dipertahankan.

Tapi sayang, ia kembali di waktu timnya sedang terpuruk. Ia tak bisa sendirian menolong tim. Ia juga ikut-ikutan bapuk ketika seluruh pemain Chelsea bapuk. Gonta-ganti pelatih juga membuat menit bermainnya makin tak karuan. Per Transfermarkt, ia hanya bermain sekitar kurang lebih 1600 menit musim lalu.

Ditambah ia juga diisukan banyak media masuk dalam daftar jual Chelsea. Ya, kita tahu sendiri Todd Boehly doyan banget ngumpulin pemain bintang mahal di Chelsea. Musim lalu stok lini tengah Chelsea berlimpah setelah kedatangan Enzo Fernandez, Chukwuemeka, maupun Denis Zakaria, makin membuat kesempatan Gallagher bertahan musim lalu menipis. Terlebih masih ada Kante dan Jorginho.

Tetap Dipertahankan

Namun bagaimana nasibnya kemudian? Gallagher tetap bertahan. Begitupun juga di awal musim ini. Sayangnya, lini tengah Chelsea kembali bertambah melimpah setelah kedatangan Moises Caicedo. Praktis, kesempatan Gallagher bersaing sebagai pemain inti kembali tipis.

Dilansir Goal, Gallagher musim ini juga sudah ditawar West Ham sekitar 40 juta pounds. Namun, pihak Chelsea memilih menolak dengan maksud ingin nilai mahar yang lebih tinggi. Begitupun The Athletic mengatakan bahwa tim seperti Everton berani menebusnya hingga 45 juta pounds, tapi masih saja ditolak.

Usut punya usut, ketika Pochettino datang dan mencobanya di berbagai laga pramusim di Amerika, Gallagher ternyata masih sangat dibutuhkan. Pochettino menyukai gaya bermainnya yang tak kenal lelah di tengah lapangan. Dan terbukti kesukaan Pochettino itu dituangkan dalam kepercayaannya menempatkan Gallagher sebagai pemain inti sejak awal musim ini.

Kenapa Gallagher Ditunjuk Jadi Kapten?

Lihat saja sejak pekan pertama Liga Inggris hingga pekan ke-7, ia selalu jadi starter di Chelsea. Bahkan dalam lima laga ia bermain selama 90 menit. Bukti bahwa Pochettino benar-benar cocok dengan pemain ini.

Di laga terakhir melawan Fulham di pekan ke-7, Gallagher tetap dimainkan sebagai starter meski Enzo dan Caicedo sudah berduet bermain bersama. Trionya bersama Caicedo dan Enzo bahkan menjadi kunci keperkasaan lini tengah Chelsea di laga tersebut.

Ada pemandangan yang tak biasa ketika penampilannya disorot pada kemenangan melawan Fulham. Di lengan Gallagher tersemat ban kapten. Asal tahu saja, pemain berambut pirang ini sejak laga melawan Wimbledon di Carabao Cup menjadi kapten tim. Kalau ditotal, sudah empat laga Gallagher ditunjuk Pochettino sebagai kapten tim.

Lalu kenapa Pochettino percayakan ban kapten itu pada Gallagher? Padahal kan ada banyak pemain senior seperti Thiago Silva, Sterling, maupun Chilwell? Padahal Enzo yang notabene pemain mahal juga dapat diandalkan sebagai kapten. Memang, kapten tim utama Chelsea musim ini dipercayakan pada Reece James. Namun karena kendala cedera, Pochettino akhirnya memilih pemain lain.

Ketika ditanya dalam konferensi pers jelang laga melawan Aston Villa, Pochettino berkata bahwa ia juga memikirkan masa depan tim. Jadi, ia tak mungkin memberikan kapten kepada Thiago Silva ataupun Sterling. Meski Enzo masih muda dan dianggap baik dalam memimpin tim, tapi menurut Pochettino ia masih sulit berkomunikasi dengan bahasa dan gestur Inggris. Maka pilihan pun jatuh pada Connor Gallagher.

Statistik Menonjol Gallagher

Namun, saat ditunjuk sebagai kapten, banyak yang mempertanyakan keputusan itu. Apa untungnya menunjuk Gallagher kapten Chelsea. Lagi pula ia juga belum menciptakan gol maupun asis selama di Chelsea musim ini. Memang, peran Gallagher tak terlihat. Tapi menurut statistik Squawka, ia diam-diam menjelma bagian penting dari permainan Chelsea musim ini.

Dari total tujuh laga di Liga Inggris, Gallagher mengemas total menang duel terbanyak di klub, yakni 40 kali. Ia juga menjadi pemain yang paling sering menguasai bola di sepertiga akhir pertahanan lawan, yaitu 23. Gallagher juga mencatatkan tekel bersih terbanyak di Chelsea dengan 20 kali tekel bersih. Angka intersepnya juga unggul di antara semua pemain Chelsea, yakni 13 kali intersep.

Jadi sudah jelas, ia menjadi pemain yang paling menonjol di Chelsea namun tak banyak disorot. Bahkan perannya jadi kapten di lapangan pun tak banyak orang memperhatikannya. Di usianya yang masih 23 tahun dan sudah punya kepemimpinan yang mumpuni, Chelsea tampaknya tak perlu khawatir kekurangan stok pemimpin tim di masa depan.

Apalagi Gallagher adalah seorang Chelsea sejati, asli Cobham pula. FYI juga, keluarga besarnya Gallagher juga adalah fans Die Hard-nya Chelsea lho. Jadi, tak diragukan lagi kesetiaan dan pengorbanannya demi Chelsea.

Sumber Referensi : goal.com, theathletic, goal.com, thechelseachronicle

Belum Terkalahkan di Liga Inggris! Keganasan Arsenal dan Tottenham

0

Dua klub rival dari London Utara, Arsenal dan Tottenham Hotspur kompak belum terkalahkan sampai gameweek ketujuh selesai dimainkan. Sebetulnya hingga gameweek keenam, hanya ada empat tim yang belum terkalahkan di Liga Primer Inggris.

Selain Tottenham Hotspur dan Arsenal, Manchester City dan Liverpool juga belum terkalahkan. Sayangnya, di gameweek ketujuh kemarin, dua klub peraih Liga Champions itu kalah. Liverpool ditaklukkan Tottenham Hotspur. Meskipun lewat drama keputusan VAR.

Sementara Manchester City tak disangka kalah di markas Wolverhampton Wanderers. Ya, Wolves, tim yang beberapa hari sebelumnya kalah dari timnya Elkan Baggott, Ipswich Town. Sisanya cuma Spurs dan Arsenal yang belum terkalahkan.

Sebuah kebetulan, disamping keduanya berasal dari kota yang sama, baik Arsenal maupun Spurs adalah tim yang belum pernah mencicipi gelar Liga Champions. Pertanyaannya, kok bisa sih, Tottenham Hotspur dan Arsenal belum terkalahkan? Apakah musuh-musuh yang dihadapi masih ringan?

Musuh yang Sudah Dihadapi Arsenal dan Spurs

Kenyataannya tidak begitu. Baik Arsenal maupun Tottenham Hotspur dalam tujuh laga awal di Liga Inggris sudah bertemu tim-tim besar. Spurs saja kemarin bertemu Liverpool yang sedang on track. Namun, lihat! Pasukan Ange Postecoglou merepotkan The Reds.

Terlepas dari kontroversi yang menyelimuti hasil akhirnya, tapi Spurs bermain sangat gagah melawan Liverpool. James Maddison dan kolega unggul di segala aspek di laga tersebut. Penguasaan bola, jumlah sentuhan, tendangan, akurasi umpan, dan berusaha menahan diri melakukan pelanggaran seminimal mungkin.

Selain Liverpool, The Lilywhites juga menghajar Manchester United. Peraih gelar Liga Inggris terbanyak itu dibikin seperti klub divisi non-league berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Betapa tidak? Spurs menang meyakinkan 2-0 atas United. Arsenal juga kebagian menghabisi Manchester United.

Di tujuh laga awal Liga Inggris musim ini, Derby London Utara juga sudah dihelat. Menariknya, di laga tersebut kedua tim seolah-olah memperlihatkan bahwa merekalah penguasa Liga Inggris. Skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir yang fair bagi keduanya.

Catatan yang Sama

Arsenal dan Tottenham Hotspur sampai pekan ketujuh juga memiliki catatan yang hampir identik. Kedua tim baru menang lima kali dan menorehkan hasil seri dua kali. Namun, untuk urusan mencetak gol The Gunners masih ketinggalan dari The Lilywhites.

Spurs mencetak 17 gol dalam tujuh laga Premier League. Kalau dirata-rata 2 gol dalam satu laga. Sementara itu Arsenal baru mengemas 15 gol saja dari tujuh pertandingan Liga Inggris. Meski Tottenham unggul dalam mencetak gol, tapi kebobolan mereka lebih banyak dari Arsenal.

Delapan gol sudah bersarang ke gawang Spurs dalam tujuh laga Premier League. Pasukan Arteta sejauh ini lebih baik dengan hanya kebobolan enam gol dari tujuh laga. Hanya satu gol lebih banyak dari jumlah kebobolan Manchester City.

Kedua tim juga menaruh perwakilannya di jajaran top skor Premier League sementara. Spurs tentu saja dengan Son Heung-Min yang sampai pekan ketujuh, hanya kalah dua gol dari Erling Haaland. Di tempat lain, Bukayo Saka yang mencetak empat gol juga masuk jajaran top skor.

Mengapa Spurs Belum Terkalahkan?

Well, apa sih yang bikin kedua tim ini masih belum terkalahkan? Mari memulainya dari Tottenham Hotspur. Sumpah, tim ini telah banyak berubah di tangan Ange Postecoglou. Spurs diusungnya dengan warna yang berbeda. Mentalitas, taktik, gaya bermain, dan lain sebagainya.

Kalau dibilang Spurs bermain atraktif di tangan Ange, bisa jadi ya, tapi sebetulnya tidak atraktif-atraktif banget. Permainan Spurs di tangan Ange lebih tepat disebut efektif daripada atraktif. Para pemain The Lilywhites kini sangat bertenaga. Tak pernah gentar ketika harus menghadapi serangan demi serangan.

Micky van de Ven dan Christian Romero menjadi kolaborasi bek tengah yang solid. Lini belakang Spurs terasa sangat hidup berkat pemain seperti Destiny Udogie dan Pedro Porro. Dua bek sayap itu, oleh Ange tidak hanya digunakan untuk mengeksploitasi kelebaran, melainkan bergerak menusuk ke dalam atau istilahnya inverted full-back.

Di dunia ini hampir tidak ada pelatih yang memakai dua inverted full-back, selain Ange Postecoglou. Taktik dua inverted full-back ini bisa sukses karena lini tengah Spurs juga hidup. Dua pivot: Yves Bissouma dan Pape Matar Sarr saling topang. Jika salah satunya naik, yang lainnya akan turun.

Sementara untuk kreasi serangan, James Maddison adalah pembelian yang tepat. Eks pemain Leicester itu, menurut Fbref, melakukan 75 umpan progresif atau umpan yang menciptakan peluang dalam tujuh laga Liga Inggris. Artinya, jika dirata-rata, Maddison melakukan 10 umpan progresif tiap laga.

Maddison juga mengemas 324 umpan sukses dari 416 percobaan. Jadi, persentase umpan suksesnya menyentuh 77,9%. Ia juga sering terlibat dalam penciptaan peluang, yakni 58 sejauh ini atau 8,8 shot-creating action per 90 menit. Nah, untuk lini depan tak perlu dijelaskan lagi. Son yang jadi ujung tombak.

Ange Postecoglou Biasa Tidak Terkalahkan

Tottenham Hotspur yang belum terkalahkan ini juga segendang sepenarian dengan rekor pelatihnya sendiri, Ange Postecoglou. Tak terkalahkan seperti makanan sehari-hari bekas pelatih Timnas Australia itu. Kemenangan atas Liverpool di Tottenham Hotspur Stadium kemarin, misalnya.

Itu memperlebar rekor Ange tak terkalahkan dalam 51 laga kandang. Terhitung sejak ia menukangi Yokohama F Marinos, Celtic, dan sekarang Tottenham Hotspur. Berkat rekor mentereng itu, rasanya pas kalau Ange Postecoglou masuk jajaran pelatih-pelatih elit di Liga Primer Inggris.

Ah, tidak, mungkin lebih tepatnya jajaran pelatih underrated. Ya, siapa yang memperhitungkan Ange Postecoglou? Fans Spurs sekalipun sebelum ini pasti tak mengenal siapa Ange. Btw, Spurs kok bisa dapat pelatih jago kayak Ange, sih?

Arsenal yang Memang Sudah Hebat

Nah, kalau Arsenal memang sudah hebat sejak musim lalu. Kegagalan juara di Liga Inggris karena mereka kurang beruntung saja. Musim ini dengan raihan belum terkalahkan dalam tujuh laga, bukan tidak mungkin kalau Arsenal juara Liga Inggris di akhir musim nanti.

Kebetulan formasi Mikel Arteta sama dengan Ange. Dengan 4-2-3-1, Arteta juga kerap mengandalkan peran inverted full-back. Tapi tidak dua. Biasanya yang mengambil peran itu adalah Oleksandr Zinchenko. Para pemain Arsenal nyaman saat menguasai bola.

Bahkan saat ditekan. Di laga kontra Bournemouth misalnya. Para pemain The Cherries menekan, tapi para pemain Arsenal punya ketenangan dan kecerdasan untuk keluar dari tekanan. The Gunners selalu bisa menguasai sektor tengah. Misal saat mengalahkan United.

Arteta juga mengandalkan kreasi dari lini tengah. Declan Rice dan Martin Odegaard adalah aktornya. Sejauh ini, Rice telah melakukan 42 umpan progresif, sedangkan pemain Norwegia 41 umpan progresif. Khusus Odegaard, ia adalah otak kreasi serangan Arsenal.

Rekan senegara Haaland itu selalu terlibat dalam penciptaan gol dan peluang. Angkanya, menurut Fbref mencapai 36 shot-creating action, dengan rata-rata 5,23 per 90 menit. Catatan itu mirip dengan Bukayo Saka yang juga sering terlibat dalam penciptaan peluang.

Pertahanan Arsenal yang diisi Gabriel, Ben White, sampai Saliba juga solid. Saliba bahkan melakukan tujuh intersep. Pertahanan The Gunners makin kokoh berkat keberadaan Rice. Ya, selain bantu serangan, pemain yang dibeli dari West Ham itu juga membantu bertahan. Menurut Fbref, Rice mengemas 10 intersep dan 15 tekel.

Terakhir Kali Tak Terkalahkan

Omong-omong, sebagai pengingat saja, terakhir kali Spurs tak terkalahkan dalam tujuh laga awal adalah musim lalu. Dan di akhir musim The Lilywhites justru terlempar dari lima besar. Bahkan tidak lolos ke kompetisi Eropa mana pun.

Sementara itu, ini adalah pertama kalinya Arsenal tidak terkalahkan dalam tujuh laga awal Premier League sejak musim 2004/05. Terakhir kali The Gunners tidak kalah dalam tujuh pertandingan awal, mereka berhasil menjadi runner-up di akhir musim.

Jadi, apakah kedua tim akan tetap konsisten? Konsisten memang perkara yang sulit. Tapi melihat jadwal, di pekan berikutnya Arsenal sudah ditunggu Manchester City. The Citizens tim tangguh, tapi mereka sedang gontai tanpa Rodrigo. Namun, masalahnya Arsenal tak pernah menang menghadapi City di Liga Inggris musim lalu. Sekalipun itu di markasnya sendiri.

Akan tetapi, mengingat mereka sudah mengalahkan City di Community Shield, rasanya masih ada harapan. Sementara, pasukan Ange Postecoglou yang tidak bermain di Eropa akan melawat ke markas Luton Town. Tak perlu dijelaskan, memenangkan laga itu mutlak bagi Spurs.

Sumber: Sportsbrief, BBC, DailyMail, Arsenal, SkyNews, Fbref

Berita Bola Terbaru 2 Oktober 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Partai Nottingham Forest vs Brentford di City Ground, Minggu (1/10/2023) dalam lanjutan Liga Inggris, berujung imbang 1-1 usai gol Christian Norgaard (58′) dibalas Nicolas Dominguez (65′). 

Di Negeri Pizza, AS Roma vs Frosinone berlangsung di Olimpico, Senin (2/10) dini hari WIB dalam giornata ketujuh Liga Italia. Hasil pertandingannya Roma menang 2-0 lewat gol Romelu Lukaku di menit ke-21 dan Pellegrini di menit ke-83.

Di laga lain, Atalanta dan Juventus harus puas berbagi poin usai bermain imbang 0-0 dalam laga Serie A 2023/24 giornata 7 yang digelar di Gewiss Stadium, Minggu (1/10/2023) malam WIB.

Di Spanyol, Atletico Madrid menang tipis 3-2 atas Cadiz dalam lanjutan Liga Spanyol di Wanda Metropolitano, Senin (2/10) dini hari. Tertinggal dua gol dari Cadiz melalui Lucas Pires dan Roger Marti, Atletico Madrid membalikkan kedudukan via brace dari Angel Correa, dan Nahuel Molina.

KONDISI MISTERIUS LIONEL MESSI DI INTER MIAMI

Lionel Messi mengalami cedera cukup parah. Yang menariknya, pelatih Inter Miami, Gerardo Martino tidak membeberkan secara detail masalah apa yang dialami mantan pemain PSG itu. Martino hanya menyebut kondisi La Pulga bakal dievaluasi lagi jelang laga Inter Miami kontra Chicago pada 4 Oktober. “Saya akan mengulangi apa yang telah saya katakan sebelumnya. Kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan. Kami akan mengevaluasi kondisi Lionel Messi saat menghadapi Chicago,” ujar Martino.

PERNYATAAN RESMI LIVERPOOL USAI DIRUGIKAN WASIT

Liverpool akhirnya merilis pernyataan resmi pasca dirugikan oleh keputusan wasit di laga lawan Tottenham, Sabtu (30/9). Sebelumnya Liverpool dikalahkan oleh Spurs di laga pekan ke tujuh Premier League 2023/24 di Tottenham Hotspur Stadium. Dalam rilisnya di laman resmi, Liverpool mengaku paham bahwa wasit diberi tekanan untuk bisa membuat keputusan secepat mungkin. Namun mereka menegaskan tak puas dengan kinerja wasit VAR, dalam hal ini Darren England dan Dan Cook. Liverpool kemudian menuntut agar wasit bersikap transparan dalam membuat keputusan. 

WASIT VAR LIVERPOOL VS TOTTENHAM DIISTIRAHATKAN

Badan Wasit Inggris (PGMOL) langsung mengambil tindakan cepat usai error yang dilakukan wasit pada laga Spurs vs Liverpool. Darren England dan Dan Cook untuk sementara bakal diistirahatkan. Mereka akan melewatkan laga putaran berikutnya setelah ‘kesalahan manusia yang signifikan’ menyebabkan gol Liverpool dari Luis Diaz pada menit ke-34 dianulir saat Tottenham Hotspur menang 2-1 atas Liverpool pada Sabtu (30/9) malam WIB.

ANGE POSTECOGLOU: VAR TIDAK SELAMANYA SEMPURNA

Drama di laga Tottenham Hotspur kontra Liverpool kemarin malam membuat pelatih Spurs, Ange Postecoglou, ikut bicara. Baginya, keputusan wasit dan VAR tak bisa selamanya sempurna. Postecoglou mengungkapkan bahwa ia sejak awal tidak pernah menyukai penggunaan VAR. Baginya, teknologi ini tidak akan bisa mengurangi tingkat kesalahan sampai ke angka nol. “Kita semua dulu terbiasa menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari permainan. Orang-orang salah paham, mengira VAR tak akan membuat kesalahan,” katanya.

JOSE MOURINHO DAN PEMAIN AS ROMA BERSETERU?

Performa AS Roma amat menurun drastis dibanding musim lalu. Alhasil muncul berbagai isu, salah satunya adalah perseteruan Jose Mourinho dan anak asuhnya yang berdampak ke penampilan. Hubungan The Special One dengan para pemain di ruang ganti baru-baru ini memang dipertanyakan karena hasil buruk di lapangan. Pada sesi konferensi pers jelang laga kontra Frosinone, Jose Mourinho secara tidak langsung membantah anggapan tersebut.

SURAT CINTA OSIMHEN UNTUK NAPOLI

Victor Osimhen akhirnya buka suara usai kontroversi postingan TikTok Napoli. Dia menulis surat terbuka untuk meredam gejolak yang terjadi. Pemain asal Nigeria itu menegaskan rasa cintanya yang besar kepada Il Partenopei. “Hasrat orang-orang Naples selalu menyemangati saya untuk bermain dengan hati dan jiwa. Cinta saya kepada Napoli tidak pernah padam karena saya selalu bangga mengenakan jersey ini.”

KLUB ARAB SAUDI BELUM LELAH KEJAR LEWANDOWSKI

Menurut football espana, sebanyak empat klub Liga Pro Saudi termasuk Abha FC tetap tertarik untuk mendatangkan Robert Lewandowski dari Barcelona. Para kontestan tersebut berusaha memikat bomber Polandia itu dengan tawaran menggiurkan pada musim panas ini, namun ia menolak meninggalkan Spanyol setelah baru semusim. Klub-klub tersebut tetap mempertahankan minatnya kepada Lewandowski dan akan kembali mengejarnya pada Juni 2024.

MESSI DAN MODRIC BAKAL BERSATU DI INTER MIAMI

Media Kroasia, The Dubrovnik Times, mengklaim bahwa Luca Modric bersedia menerima pinangan Inter Miami setelah masa kerjanya bersama Real Madrid habis. Pemilik The Herons, David Beckham, merupakan penggemar kapten timnas Kroasia itu. Dengan munculnya lampu hijau dari Modric, Inter Miami tinggal memikirkan soal anggaran gaji. Andai transfer ini terealisasikan, Modric akan menjadi teman baru Messi di Inter Miami.

BUKAN NIAT NACHO SAKITI PORTU DENGAN TEKEL HORORNYA

Bek veteran Real Madrid, Nacho Fernandez, mengutarakan permintaan maafnya kepada pemain Girona, Portu, setelah mendapatkan kartu merah ketika kedua tim bersua di Estadio Montilivi. Nacho sama sekali tidak berniat menyakiti siapa pun. “Saya ingin meminta maaf kepada Portu atas tindakan yang tidak disengaja dalam pertandingan. Hari ini dan sepanjang karier saya, saya tidak pernah berniat menyakiti siapapun. Semoga Anda bisa segera pulih dan dengan segera kembali ke lapangan,” kata Nacho.

SANCHO BERADA DI TEMPAT LATIHAN MU USAI BERSITEGANG DENGAN TEN HAG

Jadon Sancho terlihat di tempat latihan Manchester United untuk pertama kalinya sejak Erik ten Hag mendepaknya dari tim utama. Sancho menyaksikan Manchester United U-18 pada hari Sabtu dan berfoto dengan seorang suporter bersama rekan setimnya Kobbie Mainoo. Sancho sendiri tidak tampil untuk Setan Merah sejak 26 Agustus, dengan ia lantas dicoret dari skuad saat United kalah 3-1 melawan Arsenal pada 3 September.

LISANDRO MARTINEZ ABSEN HINGGA TAHUN DEPAN

Kabar buruk menimpa Manchester United setelah bek andalannya, Lisandro Martinez, harus kembali naik meja operasi untuk memulihkan cedera patah kaki. Manchester United mengumumkan Martinez akan absen tiga bulan lantaran mengalami masalah yang membuatnya menepi pada akhir musim lalu. Meski Martinez kembali beraksi melawan Brighton di Liga Primer dan Bayern Munich di Liga Champions, masalah metatarsal masih tetap ada

LIVERPOOL KETAR-KETIR, CEDERA GAKPO MUNGKIN PARAH

Cody Gakpo alami cedera saat Liverpool takluk dari Tottenham. Gakpo mendapat cedera usai mencetak gol penyama kedudukan. Ia akhirnya ditarik keluar di jeda babak pertama. Ketika ditanya apakah cedera yang dialami Gakpo tergolong parah, Jurgen Klopp mengatakan, “Mungkin, saya tidak tahu. Dia mengenakan kruk. Dia mencetak gol namun setelah itu, setelah tembakan itu, dia semakin merasakannya. Itu adalah cedera yang dialami Gakpo dari pelanggaran sebelumnya.”

NEYMAR KAGET LIHAT KONDISI LAPANGAN STADION AZADI

Jelang laga Al-Hilal menghadapi Nassaji Mazandaran di Liga Champions AFC, Neymar mengomentari kondisi lapangan yang ada di Iran. Video yang dibagikan di X menunjukkan kondisi lapangan stadion Azadi begitu memprihatinkan, sebagaimana perawat lapangan terlihat sedang merapikan rumput di atas area beton terbuka yang luas. Neymar kurang terkesan dan bereaksi terhadap rekaman yang ada di media sosial. “Ini tidak mungkin”, sembari menambahkan emoji facepalm dan tertawa menangis.

AREMANIA PERINGATI SATU TAHUN TRAGEDI KANJURUHAN

Satu Tahun Tragedi Kanjuruhan, ratusan Aremania, Arek Malang, hingga keluarga korban menggelar aksi untuk menuntut keadilan. Aksi dilakukan dengan berkendara dari Stadion Gajayana, Kota Malang menuju Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Sesampainya di Stadion Kanjuruhan, mereka menggelar doa bersama, mimbar dan rilis satu tahun perjuangan. Salah seorang keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang ikut dalam aksi, Devi Athok mengatakan sampai saat ini belum ditemukan keadilan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

PIERS MORGAN EJEK TEN HAG

Terkait keterpurukan MU saat ini, salah satu jurnalis ternama yang pernah mewawancarai CR7, Piers Morgan mengungkapkan sindirannya kepada Ten Hag. Hal itu ditunjukan dalam dua tweetnya. Yang pertama ia memposting CR7 ketika sedang berada di bangku cadangan bersama Ten Hag. Dan yang kedua, ia memposting fotonya bersama CR7 dengan caption, “Hi Erik”.

KRISIS BEK, MU KEMBALI BIDIK INCARAN LAMA

Ditengah ketersediaan bek MU yang semakin menipis karena badai cedera, mereka kembali mengincar tanda tangan incaran lama mereka Jean-Clair Todibo. Bek Prancis itu kembali moncer bersama Nice musim ini. Ten Hag kini sangat butuh bek tambahan di Januari nanti. Dikatakan Todibo adalah solusi cepatnya. 

DE ZERBI KE REAL MADRID?

Dilansir media Spanyol Cadena Ser, teka-teki siapa pengganti Ancelotti di Real Madrid musim depan belumlah pasti. Menguat isu Xabi Alonso yang dikabarkan secara resmi diinginkan petinggi EL Real. Namun nama tersebut dikatakan belum pasti. Ada nama lain yang tak kalah mencuatnya di kalangan petinggi EL Real, yakni Roberto De Zerbi. Pelatih yang bersinar di Brighton tersebut menurut Cedena Ser terus dibicarakan di internal petinggi EL Real.  

BISAKAH JOAO FELIX MAIN JIKA LAWAN ATLETICO MADRID?

Penampilan Joao Felix yang semakin membaik bersama Barcelona, makin ditakutkan oleh sang mantan Atletico Madrid. Pasalnya jika bertemu Atletico Madrid nanti di La Liga, Felix dipastikan bisa bermain meski statusnya sebagai pemain pinjaman. Tak ada klausul pengecualian untuk Felix jika bermain dengan mantan klubnya. Meski, laga tersebut masih dihelat cukup lama yakni pada 3 Desember 2023 mendatang.

REAL MADRID PUNYA INCARAN STRIKER LAIN SELAIN MBAPPE

Selain Mbappe yang terus dikejar sebagai incaran utama striker Real Madrid musim depan, ternyata ada nama lain yang tak kalah menyita perhatian. Dia adalah striker muda Athletic Bilbao, Nico Williams. Menurut Football Espana, kemungkinan Williams jadi striker tambahan EL Real musim depan terbuka lebar. Pasalnya kontrak Williams di Bilbao akan berakhir musim panas mendatang. 

CITY GAGAL BAJAK BINTANG MUDA ATLETICO MADRID

Dikatakan Football Espana, pemain muda Atletico Madrid bernama Rodrigo Riquelme sempat menjadi komoditi panas transfer musim panas lalu, setelah penampilan apiknya ketika dipinjamkan ke Girona. Dan kabarnya, peraih treble winner musim lalu Manchester City pernah menawarnya langsung. Akan tetapi, pihak Atletico dengan tegas menolaknya. Bukan karena harga, tapi menurut Atletico Riquelme adalah aset penting masa depan bagi mereka.

TERUNGKAP! KENAPA VLAHOVIC TAK JADI KE CHELSEA

Direktur sepak bola Juventus Cristiano Giuntoli buka-bukaan mengapa transfer Dusan Vlahovic ke Chelsea tidak terwujud di musim panas lalu. Berbicara kepada La Repubblica, Giuntoli mengatakan, “Ada tawaran dari Chelsea untuk Vlahovic. Jika dihadapkan pada angka tertentu, kami sebenarnya rela untuk melepasnya. Sayangnya, Chelsea tidak pernah mencapai angka tersebut. Dan otomatis pula transfer itu batal terwujud.”.

SPALLETTI MONITOR PEMAIN UNTUK TIMNAS ITALIA, SIAPA SAJA?

Dilansir Football Italia, pelatih baru Timnas Italia Luciano Spalletti terlihat menonton dan mengamati laga AC Milan vs Lazio di San Siro pada lanjutan Serie A. Ia mengamati pemain yang akan dipanggil di laga kualifikasi Piala Eropa 2024 pada pertengahan Oktober mendatang melawan Malta dan Inggris. Beberapa diantaranya adalah pemain AC Milan seperti Calabria, maupun pemain Lazio seperti Ivan Provedel, Nicolo Casale, Rovella, maupun Mattia Zaccagni. 

JUVENTUS SIAPKAN PERPANJANGAN KONTRAK RABIOT

Juventus telah meyakinkan Adrien Rabiot untuk menandatangani kontrak baru daripada pergi sebagai agen bebas. Menurut Tuttosport, pertemuan telah direncanakan pada bulan November mendatang antara direktur Juventus dan agen sekaligus ibu Rabiot, Veronique. Juventus berharap bisa mengikat Rabiot dengan kontrak berdurasi tiga tahun dan berharap bisa menyelesaikannya sebelum Januari nanti.

MENGHENINGKAN CIPTA 1 TAHUN TRAGEDI KANJURUHAN DIANGGAP TERLALU CEPAT

Pelatih Dewa united Jan Olde Riekerink, menyesalkan durasi mengheningkan cipta 1 tahun Tragedi Kanjuruhan yang terkesan terlalu singkat pada pekan ke-14 Liga 1. Menurut Riekerink, seharusnya momen mengheningkan cipta ini bisa berlangsung lebih lama, bukan hanya sepuluh detik. Menurutnya, tak hanya mengheningkan cipta saja, tapi tindakan nyata usut tuntas tragedi ini bisa dibuktikan keadilannya. 

Start Terburuk MU, Apa Perlu Memecat Ten Hag?

0

Ketika tagar #TenHagOut sudah bertebaran di seluruh media sosial, itu tandanya kondisi Manchester United sedang tidak baik-baik saja. Ya, klub yang bermarkas di Old Trafford itu sedang terperosok di peringkat sepuluh klasemen sementara Liga Inggris. Setan Merah tercatat hanya kumpulkan sembilan poin dari 21 poin maksimal yang bisa didapat.

Terakhir, MU baru saja kalah 1-0 dari Crystal Palace yang sudah lebih dulu dikalahkan di Carabao Cup. Kekalahan ini membuat United mencatatkan rekor start terburuk sepanjang keikutsertaannya di Premier League. United baru mengantongi tiga kemenangan dari tujuh penampilan. Sisanya berakhir dengan kekalahan.

Situasi ini jadi mengherankan. Beli pemain sesuai kemauan Ten Hag? Udah. Membuang pemain-pemain yang tak masuk dalam skemanya? Udah. Ia bahkan diberikan kebebasan untuk membangun kembali tim. Tapi kok ya masih aja struggle. Padahal musim lalu udah lumayan. Lantas apa yang salah dari skuad Manchester United musim 2023/24?

Banyak Pemain Andalan Absen

Permasalahan Manchester United sudah terlihat sejak pra-musim. Salah satu yang paling menonjol adalah banyaknya pemain United yang mengalami cedera. Dimulai dengan sang rising star, Kobbie Mainoo yang digadang-gadang bakal jadi tandem Casemiro di lini tengah justru alami cedera engkel. 

Bak penyakit menular, setelah itu banyak pemain lain yang ikut tumbang karena cedera. Tercatat pemain penting macam Luke Shaw dan Lisandro Martinez juga dikabarkan harus absen dalam waktu lama. Sebelumnya, pemain-pemain macam Raphael Varane, Rasmus Hojlund, Sofyan Amrabat hingga Mason Mount juga sempat cedera di pekan-pekan awal. 

Meski beberapa sudah kembali bermain, masih ada enam pemain yang belum bisa diturunkan dan mayoritas adalah pemain belakang. Itu sudah pasti membuat Erik Ten Hag kesulitan dalam menyusun skuad utamanya di tengah jadwal pertandingan yang padat.

United bahkan beberapa kali harus memasang Sofyan Amrabat sebagai bek kiri karena Luke Shaw, Tyrell Malacia, dan Sergio Reguilon masih harus menjalani tahap pemulihan. Belum lagi Ten Hag juga belum bisa memainkan dua pemain sayapnya, yakni Jadon Sancho dan Antony yang harus keluar dari skuad karena permasalahan di luar lapangan. 

Mempengaruhi Pola Permainan

Cedera dan tak tersedianya beberapa pemain menimbulkan efek domino yang mempengaruhi pola permainan Manchester United. Tidak adanya Luke Shaw dan bek tengah yang piawai memainkan bola seperti Lisandro Martinez membuat Ten Hag tak bisa menampilkan Ten Hag Ball dengan maksimal. Opsi umpan saat build up jadi berkurang.

Build up Manchester United yang dimulai dari Andre Onana mulai terbaca. Dengan tak adanya pemain bertahan yang pandai memainkan bola ketika menghadapi high press, Onana cenderung akan melepaskan umpan ke sisi lain atau membuang bola jauh ke depan. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Arsenal dan Tottenham. 

Meski dalam keadaan tak menguasai bola, Spurs dan Arsenal bisa mengarahkan Onana untuk mengumpan ke mana. Mereka kerap mengarahkan Onana untuk mengumpan bola ke Aaron Wan-Bissaka. Pemain asal Inggris itu jadi titik lemah di sektor pertahanan MU. Meski jago soal satu lawan satu, gerakannya acap kali masih kaku dan umpan-umpannya masih kerap salah. Jika sudah tertekan, bola akan lebih mudah dicuri darinya.

Permainan MU juga sering dibangun melalui sayap kanan. Tapi karena beberapa pemain sayap andalan tak bisa diturunkan, kualitas serangan MU jadi berpengaruh. Setidaknya ada tiga pemain sayap kanan yang mesti absen. Selain Sancho dan Antony, Amad Diallo juga belum bisa diturunkan karena cedera. Sedangkan Facundo Pallestri terlihat masih butuh waktu untuk menyesuaikan skema permainan.

Lini Tengah yang Belum Solid

Lini tengah jadi sektor vital bagi Manchester United musim lalu. Tapi musim ini lini tengah justru mengalami kemunduran yang signifikan. Hingga pekan ketujuh, Erik Ten Hag belum menemukan susunan pemain yang paten untuk mengisi lini tengah United.

Casemiro sudah jelas berperan sebagai gelandang bertahan, tapi yang jadi gelandang tengah dan serang masih belum jelas. Mason Mount, Christian Eriksen, dan Bruno Fernandes masih saling bergantian untuk mengisi posisi tersebut. 

Musim lalu, ketika melawan tim-tim besar, lini tengah United memang tak banyak menguasai bola, tapi mereka bisa mendikte tempo permainan. Musim ini hal itu belum terlihat lagi. Menariknya, dengan tambahan Mount, lini tengah MU justru terlihat canggung satu sama lain. 

Untuk memberikan ruang lebih kepada Bruno, Ten Hag memaksakan Mount untuk bermain sedikit lebih ke dalam. Namun, keputusan itu justru membuat penampilan Mount kurang mengesankan. Dirinya jadi jarang terlibat dalam permainan. Di pertandingan kontra Spurs kemarin saja, Mount hanya mencatatkan 27 sentuhan. Itu jadi yang terburuk dibandingkan pemain-pemain MU lain.

Mount yang tak terbiasa dengan peran barunya itu kerap out position. Casemiro yang sendirian pun dibuat kewalahan untuk menutup ruang. Tampaknya Casemiro cukup merindukan kehadiran Fred yang musim lalu banyak membantunya mengover ruang di lini tengah saat menghadapi serangan balik. 

Ini jadi masalah penting yang harus diperbaiki Ten Hag. Sebetulnya, mendatangkan Sofyan Amrabat merupakan solusi dari masalah ini. Tapi sejauh ini, kita belum melihat Amrabat memainkan peran itu secara utuh karena masih dipakai sebagai seorang bek kiri.

Kesulitan Mencetak Gol

Bukan hanya soal bertahan dan kekompakan saja, United juga buruk saat menyerang. United baru mencetak tujuh gol dari tujuh pertandingan. Itu berarti, United hanya bisa menciptakan satu gol tiap pertandingan. Musim lalu, urusan mencetak gol tugas Marcus Rashford, tapi di musim ini sang pemain justru tampil mengecewakan.

Musim lalu, pemain United yang paling berbahaya saat melakukan transisi ofensif adalah Marcus Rashford. Tapi, etos kerja dan pengambilan keputusannya musim ini terbilang buruk. Ia bahkan sesekali tersorot kamera enggan mengejar bola saat Manchester United kehilangan penguasaan bola.

Performa buruknya diperkuat oleh sifat egoisnya. Rashford dicap sebagai pemain yang egois karena nggak mau ngumpan ke Hojlund. Momen yang paling ketara terjadi di laga melawan Brighton kemarin. 

Pemain asal Inggris tersebut bisa saja mengarahkan bola ke arah Hojlund yang sudah dalam posisi siap mencetak gol. Namun Rashford justru melakukan sebaliknya. Dia memilih menyelesaikan sendiri bola tersebut, tetapi tendangannya malah membentur tiang gawang.

Lini depan United tampaknya belum terbiasa dengan skema permainan menggunakan striker murni di tengah. Ini harus jadi perhatian Ten Hag selanjutnya. Kalau tidak, maka pembelian Hojlund dirasa percuma karena pada akhirnya nggak kepakai.

Permasalahan di Luar Lapangan

Sebagian besar permasalahan United adalah soal kekompakan dan kemistri yang belum terbentuk. Tapi masalah di luar lapangan juga jadi perhatian akhir-akhir ini. Masalah di ruang ganti memang sudah jadi bahaya laten di tubuh Manchester United. Baru di awal musim saja, United sudah memiliki dua pemain yang problematik.

Yang pertama tentu kasus Antony dan kekasihnya yang membuat beberapa pemain trauma dan berwisata masa lalu dengan kasus rekannya terdahulu, Mason Greenwood. Kasus Antony belum kelar giliran Jadon Sancho yang tidak terima dengan alasan Erik ten Hag tidak memainkannya dalam pertandingan melawan Arsenal.

Keputusan Sancho mengungkap isi hatinya lewat media sosial membuat Erik ten Hag malah makin tak pernah memainkannya. Situasi ini juga membuat konsentrasi pelatih hingga pemain terpecah. Jadi tak heran kalau Manchester United mengalami start yang buruk. Wong diawali dengan berbagai permasalahan.

Sumber: Goal, Sky Sport, Premier League, BTL

Mulai Dicerca Publik Old Trafford! Seruan Ten Hag Out Makin Menggema?

Awal buruk Manchester United musim ini berlanjut setelah setan merah dikalahkan oleh Crystal Palace 1-0. Pasukan Erik Ten Hag sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Tapi malah Andersen yang mencetak gol pembuka di menit ke-25.

United berusaha sekuat tenaga untuk bisa membalas. Tapi semuanya sia-sia. Sampai wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan tercipta. Setan merah harus menelan kekalahan lagi. Dengan kekalahan ini, mereka sekarang duduk di peringkat 10. Terpaut 9 poin dari Manchester City yang memuncaki klasemen.

Lalu, apa artinya ini untuk Erik Ten Hag? Apakah sudah saatnya untuk mempertimbangkan pemecatan sang pelatih? Mengingat dia juga sudah dicerca oleh publik sendiri. Mari simak ulasannya berikut ini.

Inkonsistensi Yang Terus Berlanjut

Menyusul kemenangan berturut-turut atas Burnley dan Palace di Piala Carabao, banyak penggemar United berpikir hal itu bisa memulai musim yang beragam sejauh ini. Namun Setan Merah tidak mampu melanjutkan laju kemenangannya karena menderita kekalahan keempat dalam tujuh pertandingan Liga Inggris.

Pasukan Ten Hag hanya meraih sembilan poin dari kemungkinan 21 poin. Itu adalah awal terburuk mereka dalam satu musim selama 34 tahun terakhir. Di laga ini United bukannya tanpa usaha. mereka melepaskan 19 tembakan. Tapi hanya 4 diantaranya yang termasuk tembakan tepat sasaran. Ini menunjukkan bagaimana tidak efektifnya lini serang United.

Namun United tidak punya banyak waktu untuk menyesali kekalahan ini, karena mereka akan kembali beraksi di Liga Champions pada hari Selasa. Galatasaray bertandang ke Old Trafford, sebelum pertandingan kandang lainnya ketika mereka menjamu Brentford akhir pekan depan dalam pertandingan terakhir mereka sebelum jeda internasional.

Tapi kekalahan ini tetap saja akan membuat suasana ruang ganti semakin memanas. Erik Ten Hag tentu akan semakin risau tentang kepastian masa depannya. Setiap pertandingan pun bakal jadi pertandingan penentu apakah ia akan bertahan atau tidak.

Ten Hag Mulai Kena Cercaan Publik Old Trafford

Saat peluit panjang dibunyikan, para pemain setan merah tertunduk lesu kembali ke ruang ganti. Tapi ada bunyi suara ejekan yang menggema di sekitar Old Trafford. Publik Old Trafford pun mencerca penampilan buruk tim kesayangannya itu.

Ten Hag sadar kalau cercaan itu ditujukan kepadanya. Ia sadar itu adalah ungkapan kekecewaan yang dirasakan para penggemar. Wajar saja, ia telah membawa United ke kampanye terburuk selama 34 tahun terakhir.

Setelah pertandingan, Ten Hag mengaku mendengar suara cercaan yang dikumandangkan publik Old Trafford itu. Ia pun berkata kalau ia mengerti kekecewaan yang dirasakan para penggemar.

Dikutip dari daily mail, ia berkata: “Saya paham. Kami bermain di rumah dan kami melawan Crystal Palace. Seharusnya kami menang, dengan segala hormat. Saya tahu setiap pertandingan di Premier League adalah pertandingan yang sulit. Ini adalah awal yang buruk dan kami harus melakukan yang lebih baik”

Ditanya soal alasan mengapa kalah, Ten Hag malah mengaku ia tidak punya alasan lagi. Baginya ada beberapa penyebab, tapi ia tidak ingin mengatakan alasannya mengapa kalah di laga ini.

“Saya bisa memasukan beberapa penyebab. Tetapi anda malah akan memasukkannya sebagai alasan. Jadi, kali ini tidak ada alasan. Kami perlu menang. Ini bukan masalah keberuntungan. Anda tidak bisa menjelaskannya seperti itu.”

Ten Hag Kritik Pemain Lagi?

Meskipun Ten hag bilang kalau dia tidak mau memberikan alasan, tapi ia masih sempat untuk memberikan kritik kepada para pemainnya sendiri. Di laga itu, korbanya adalah Marcus Rashford. Ia memang masih menjalani masa yang buruk setelah hanya mencetak sebiji gol dari delapan pertandingan terakhir.

Pencetak gol terbanyak di United musim lalu itu kesulitan menjaga performanya musim ini. Padahal musim kemarin ia bisa mencetak 30 gol untuk United. Tapi Ten Hag percaya kalau ia harus bisa berkembang lagi.

“Saya pikir dia tahu dia bisa melakukan lebih baik daripada yang dia lakukan sekarang. Saya yakin itu akan datang. Dia adalah pemain yang suka bekerja keras. Dia akan menyelesaikannya dan itu akan terjadi. Tapi itu masih butuh proses”

Tidak hanya Rashford, kritik Ten Hag pun berlaku ke para pemain United lainnya. Ia juga mengkritik kualitas pemain yang ia miliki sekarang. Ia pun hanya berharap para pemainnya bisa meningkatkan kualitasnya lagi.

“Saya pikir setiap kesempatan berbeda. Terkadang soal ketenangan, kemudian soal penyelesaian yang klinis. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, ini masalah pengambilan keputusan, kualitas, dan keahlian yang dimiliki para pemain” Ucapnya dikutip dari express.uk.

Perkataan Ten Hag mungkin benar. Rashford harus meningkatkan performanya lagi musim ini. Begitu juga para punggawa lainnya. Tapi Ten Hag harus lebih hati-hati. Mengkritik pemain sendiri di depan media sudah terbukti jadi dampak buruk. Lihat saja kasus Jadon Sancho.

Dilansir dari express.uk, para pemain mulai bosan dengan kritik terus-menerus dari bosnya itu. Lebih jauh lagi, ada rumor kalau Ten Hag punya anak emas favorit yang bakal selalu terhindar dari kritikan pedas.

Ini akan menimbulkan situasi yang semakin tidak nyaman di ruang ganti. Dan seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya, situasi ruang ganti sangat berpengaruh dalam prestasi tim di lapangan. Jika memang benar Ten Hag punya pemain favorit, dan pemain lainnya semakin tidak percaya dengan pelatihnya sendiri, maka lupakan peningkatan performa setan merah. Manchester United akan terus jadi klub medioker.

Apakah Sudah Saatnya Pertimbangkan Pemecatan?

Setelah kekalahan memalukan dari Crystal Palace, tagar TenHagOut sempat jadi trending di twitter. Publik Old Trafford juga secara terang-terangan mencerca penampilan setan merah. Ini mengisyaratkan dengan jelas, ketidakpuasan para pendukung dengan Ten Hag.

United memang terasa lebih punya banyak masalah di luar lapangan semenjak Ten Hag datang. Tapi bagaimanapun juga, memecat Ten Hag tidak akan menyelesaikan masalah United begitu saja. Toh saat ini klub memang masih menghadapi banyak masalah.

Pertama pengambilalihan kepemilikan klub dari tangan Glazer. Para pendukung Manchester United pasti tahu kalau siapapun pelatihnya, siklus awan gelap di Old Trafford akan terus berlanjut selama Glazer masih jadi pemilik. Sekarang sudah satu tahun sejak Glazer mengumumkan kalau mereka ingin menjual United. Tapi sampai sekarang pun kepastiannya masih belum jelas.

Lalu ada krisis badai cedera. Di pertandingan ini, Ten Hag sampai harus memainkan Amrabat sebagai bek kiri. Itu karena tiga pemain bek kiri United semuanya cedera. Hojlund yang baru datang pun datang dengan keadaan cedera. Jadi bisa dibilang Ten Hag sampai sekarang belum pernah memainkan skuad terbaik yang bisa dimainkan musim ini.

Dan yang terakhir, Manchester United sekarang adalah klub dengan segudang masalah. Dan semua masalah itu tidak bisa dilimpahkan semuanya ke Ten Hag. Tapi bagaimanapun juga Ten Hag tidak bisa mengabaikan keluhan para fans. Apalagi mengetahui fakta kalau ia telah menghabiskan uang 400 juta pounds untuk membangun tim. Harus ada hasil yang bisa dinikmati para penggemar.

Sumber referensi: Express, Express 2, Daily, Mirror, Mirror 2, Mertro

Dominik Szoboszlai: Gerrard Baru yang Dinantikan Liverpool

0

Wataru Endo melihat Dominik Szoboszlai tak terkawal pemain Leicester. Dengan sedikit gerakan, pertahanan Leicester merenggang. Ia melihat celah untuk mengirim bola ke Szoboszlai. Sang pemain menerima bola. Mengontrolnya sedikit dan boom! Tendangannya menghujam keras gawang Jakub Stolarczyk.

Adegan itu tak lebih dari 15 detik. Tapi sudah membuat nama Szoboszlai seketika naik. Sampai-sampai ia disejajarkan dengan legenda Liverpool, Steven Gerrard. Maklum, gelandang bagus seperti Gerrard adalah barang antik di Liverpool.

Penggemar Liverpool lama tak melihat pemain seperti Gerrard. Makanya ketika melihat Szoboszlai, para penggemar seakan menyaksikan “Gerrard Baru”. Barangkali inilah waktunya melihat sosok yang bisa disebut “Gerrard Baru” itu lahir.

Pencarian Sosok Gerrard

Memang, terlalu pagi menyebut Dominik Szoboszlai adalah penerus Gerrard. Itu adalah klaim yang sangat berani. Namun, melihat kerinduan penggemar Liverpool akan sosok seperti Gerrard terlanjur tak terperi. Sejak Gerrard meninggalkan Anfield, tak ada lagi gelandang sepertinya di Liverpool.

Kemampuan para gelandang Liverpool setelah Gerrard, sangat jauh berbeda dengan apa yang diperlihatkan Gerrard selama merumput. Sebelum Szoboszlai, Liverpool mendapatkan nomor “8” baru.

Adalah Naby Keita yang akhirnya menjadi pewaris nomor keramat itu. Keita, yang dibeli dari RB Leipzig digadang-gadang akan meneruskan kesuksesan Gerrard di Liverpool. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Memakai nomor keramat, Keita justru mengalami nasib yang kurang menyenangkan semasa di Anfield. Memang, tidak semuanya kurang. Di musim pertamanya, Keita diandalkan Jurgen Klopp di lini tengah. Ia bermain di segala kompetisi, tak terkecuali Liga Champions saat Liverpool memenangkannya.

Pemain Guinea itu turun di 25 laga Premier League musim 2018/19. Tapi Keita hanya bisa mencetak satu asis dan dua gol saja. Persoalannya permainan Keita di lapangan juga tak cukup hidup. Terbukti, menurut catatan Fbref, di musim itu pula Keita hanya melakukan 103 umpan progresif dan 27 tembakan.

Itu angka yang lebih sedikit dari musim terakhirnya di RB Leipzig. Menurut data yang sama, musim terakhir Keita di Leipzig, yakni musim 2017/18, ia menorehkan 43 tembakan dan 148 umpan progresif. Catatan di musim pertama itu sebenarnya tak buruk-buruk amat.

Sayangnya, Keita tak bisa mempertahankan tempatnya. Menit bermainnya menurun seiring cedera yang dideritanya. Pelan namun pasti, petualangan Keita di Anfield harus terhenti. Impian untuk melanjutkan kecemerlangan Gerrard pun karam seketika.

Kedatangan Szoboszlai

Nomor “8” warisan Gerrard membusuk bersamaan dengan jarang dimainkannya Naby Keita. Daripada tak dipakai, Liverpool akhirnya melepas Keita gratis ke Werder Bremen awal musim 2023/24. Sebagai gantinya, Liverpool mendatangkan pemain tengah baru. Orang itu adalah Dominik Szoboszlai.

Szoboszlai juga datang dari RB Leipzig, sama seperti Keita. Liverpool menjadikannya salah satu pembelian termahal klub. Tak kurang dari 70 juta euro (Rp1,1 triliun) digelontorkan untuk menerbangkan Szoboszlai ke Merseyside. Setibanya di Liverpool, pemain Hungaria itu memilih nomor “8”.

Nomor yang meningkatkan pamor Emile Heskey. Jersey yang paling laris setelah Steven Gerrard memakainya. Dan nomor yang dipakai Naby Keita saat masa terburuknya di Anfield. Saat ditanya, mengapa Szoboszlai mengambil nomor keramat itu ia berdalih bahwa Gerrard inspirasinya. 

Szoboszlai diketahui punya tato di lengan kirinya. Dan tato itu semacam petuah dalam Bahasa Hungaria. Tato itu terinspirasi dari kata-kata yang pernah diucapkan oleh Steven Gerrard. “Bakat adalah anugerah Tuhan, tetapi tanpa kemauan dan kerendahan hati yang luar biasa, itu tidak ada gunanya.”

Modal Szoboszlai

Szoboszlai meresapi betul apa yang ditulis di lengan kirinya itu. Pemain Hungaria tersebut mewarisi bakat sang ayah, Zsolt. Ayah Szoboszlai adalah mantan pesepakbola profesional Hungaria. Maka dari itu sepak bola sudah merasuki Szoboszlai. Ia punya kemauan untuk berkembang. Menjadi pesepakbola profesional adalah cita-citanya.

Sudah sejak lama Hungaria tak punya pemain bagus. Orang mungkin hanya mengenal Ferenc Puskas. Kemunculan Szoboszlai pun akhirnya bagaikan oase di ladang tandus. Sayangnya, di skena sepak bola, Szoboszlai terlambat dibicarakan. Namanya baru naik saat mengantarkan Hungaria ke putaran final EURO 2020. Golnya ke gawang Islandia menjadi kunci lolosnya Hungaria.

Padahal sebelum itu, Szoboszlai sudah membawa timnya, RB Salzburg juara di Bundesliga Austria. Tapi memang, selama bermain di Salzburg, namanya tak sering jadi perbincangan hangat. Padahal di tim yang juga melahirkan pemain bintang seperti Sadio Mane dan Erling Haaland itu, tiga kali beruntun Szoboszlai juara Bundesliga Austria.

Wajar kalau Szoboszlai akhirnya naik level ke Bundesliga Jerman. Dibeli oleh tim dari perusahaan yang sama, RB Leipzig, Szoboszlai tampil kian mengkilap. Tak kurang dari 4000 menit ia bermain untuk tim Jerman tersebut. Ia sempat terlena dan lupa pada semboyan di lengan kirinya. Namun, untungnya Marco Rose, sang pelatih, mengingatkannya kembali untuk tak cepat berpuas diri.

Kemampuannya Mirip Gerrard

Dua musim bersama Die Roten Bullen, Szoboszlai mencatatkan 12 gol dan 16 asis dalam 62 pertandingan di Bundesliga. Ya, statistik itu dirasa cukup bagi Jurgen Klopp untuk memboyongnya ke Anfield. Pilihan Klopp tepat. Kurang dari setengah musim, Szoboszlai sudah memperlihatkan kapabilitasnya di atas lapangan.

Turun ke lapangan memakai seragam Liverpool, permainan Szoboszlai disebut-sebut mirip Gerrard. Saat masih berseragam The Reds, Gerrard sering melepaskan tembakan dari luar kotak penalti dan Szoboszlai tampaknya memiliki kemampuan yang mirip. Teknik dan kekuatannya saat menembak mengingatkan pada Gerrard.

Dulu Gerrard sering memberi umpan dengan total 145 asis di seluruh kompetisi, juga punya kreativitas yang sulit dirumuskan di lini tengah. Szoboszlai juga punya itu. Walaupun belum mengemas asis pertamanya, setidaknya sampai gameweek ketujuh Premier League, tapi hanya Salah (14) pemain Liverpool yang sudah menciptakan peluang lebih banyak darinya (7).

Menurut Fbref, Szoboszlai juga sudah mencatatkan 33 aksi penciptaan tembakan, di mana dua di antaranya mengarah langsung ke sebuah tembakan ke arah gawang. Angka itu sama dengan Bukayo Saka dan Rodrigo. Namun, kalah dari pemain Tottenham Hotspur, James Maddison (44). Szoboszlai juga jago dalam melakukan tendangan jarak jauh dan tendangan bebas.

Sejauh ini sudah lima gol tercipta melalui direct free kick yang dilakukan Szoboszlai di semua tim dan di semua kompetisi. Kemampuannya dalam melakukan tendangan jarak jauh tidak hadir seperti mukjizat, melainkan dilatih. Setiap harinya Szoboszlai akan melatih lebih dari 200 tendangan bebas untuk menemukan teknik terbaik dan yang cocok untuknya.

Kepemimpinan Seperti Gerrard

Di eranya, Gerrard bukan hanya sosok yang terampil dengan bola di kakinya, tapi juga pemimpin di atas lapangan. Sebagai kapten, Gerrard selalu memberi contoh, mengatur tempo pertandingan, dan mengatur suasana. Szoboszlai juga mempunyai kemampuan itu.

Szoboszlai menjadi kapten Timnas Hungaria sejak 2022, dipilih oleh rekan satu timnya dan manajer Marco Rossi. Padahal saat itu usianya baru 21 tahun. Namun, ia sudah memberikan dampak positif. Szoboszlai juga memasang standar sendiri ketika latihan.

Trent-Alexander Arnold, rekan setimnya, bahkan dibuat kagum oleh kebugaran Szoboszlai ketika latihan di pra-musim lalu. Selain kebugaran, kecepatannya juga meningkat. Szoboszlai sanggup mengambil alih kontrol permainan saat bermain. Di laga kontra West Ham (101) dan Wolves (118) ia menjadi pemain dengan sentuhan terbanyak dari seluruh pemain Liverpool.

Sekali lagi, memang terlalu jauh untuk menyamakan Szoboszlai dengan Gerrard. Tapi sah-sah saja menaruh harapan padanya. Lagi pula Szoboszlai juga sudah merebut hati para kopites dan liverpudlian.

Selain wajahnya yang tampan seperti Gerrard, kemampuan Szoboszlai mendukung untuk menjadi sosok baru, yang di kemudian hari akan dikenang sebagai salah satu pemain nomor punggung “8” terbaik di Liverpool.

Sumber: GiveMeSport, TheAthletic, LiverpoolFC, BBC, Goal, Statbunker, SI

Berlanjut di Roma? Bukti Kutukan Musim Ketiga Jose Mourinho

0

Ketakutan akan kutukan musim ketiga Jose Mourinho mulai menggerayangi AS Roma. Hingga pekan keenam, Roma masih terseok-seok di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Italia musim 2023/24. Mourinho pun mengakui kalau start Roma memang buruk musim ini.

Penyakit kambuhan ini bak siklus kehidupan bagi Mourinho. Siklus yang mengacu pada performa sang manajer yang anjlok dengan cara yang sensasional setelah sukses di musim kedua. Dan ini adalah bukti yang menegaskan kalau kutukan musim ketiga Jose Mourinho sungguh-sungguh terjadi.

Pertama di Chelsea 2006/07

Dongeng soal kutukan musim ketiga Jose Mourinho berawal dari Chelsea pada musim 2006/07. Mengapa tak ada Porto? Ya, karena Mourinho tak pernah menjalani musim ketiga di klub asal Portugal itu. Setelah memenangkan Liga Champions di musim keduanya bersama Porto, Mourinho langsung diangkut Roman Abramovich untuk menangani Chelsea tahun 2004.

Musim perdananya di Liga Inggris sangat luar biasa. Mourinho membawa Chelsea meraih double winner dengan memenangkan Premier League dan Piala Liga musim 2004/05. Ini menjadi lonjakan performa yang luar biasa karena Chelsea, pada musim-musim sebelumnya bukanlah penantang gelar macam Arsenal maupun Manchester United.

Di musim keduanya, Mourinho mengulangi prestasi yang sama dengan mengantarkan The Blues back to back juara Premier League musim 2005/06. Bencana mulai terjadi di musim ketiga. Gagal di Liga Champions tiga musim beruntun dan ketidakmampuan Mourinho mempertahankan gelar Liga Inggris untuk ketiga kalinya jadi awal permasalahan.

Manajemen Chelsea tak puas dengan kinerja Mourinho yang tak mampu membawa Chelsea berjaya di Eropa selayaknya Porto dulu. Tekanan yang mulai menggunung mengakibatkan emosional Mourinho terganggu. Perselisihan dengan Abramovich dan pemain pun tak terhindarkan.

Meski musim 2006/07 bukanlah musim terburuk Chelsea, karena di musim itu The Special One masih bisa mengantarkan The Blues menjuarai dua piala domestik, yakni Piala Liga dan Piala FA. Namun, situasi yang sudah tak kondusif jadi alasan yang cukup bagi Chelsea mendepak Mourinho di awal musim 2007/08.

Real Madrid 2012/13

Sempat nganggur hampir setahun, Mourinho berlabuh ke Inter Milan tahun 2008. Klub yang satu ini juga tak masuk kategori, karena Mourinho hanya bertahan dua musim saja di Inter. Setelah mengantarkan Inter menjuarai Liga Champions musim 2009/10, Real Madrid datang untuk merekrutnya. 

Di sinilah perpisahan emosional yang ikonik antara Mourinho dan Marco Materazzi terjadi. Mourinho yang langsung dijemput oleh perwakilan Madrid usai laga final Liga Champions hanya bisa memeluk sang pemain karena tak ada waktu untuk merayakan kemenangan bersama tim.

Sayangnya, alih-alih meraih trofi, di musim pertamanya menukangi Los Galacticos tak ada satu pun trofi yang mampir. Barulah di musim keduanya Mourinho memberi kejutan. Pelatih asal Portugal itu membawa El Real menjuarai Liga Spanyol musim 2011/12 dengan mengalahkan sepakbola indah Barcelona khas Pep Guardiola.

Kemenangan ini makin memorable karena Madrid memuncaki klasemen dengan raihan 100 poin yang luar biasa. Setelah musim yang luar biasa itu, Real Madrid justru anjlok di musim 2012/13. Di musim ketiga Mourinho, Madrid turun ke peringkat kedua dengan selisih 15 poin dari Barcelona yang gantian meraih 100 poin di liga. 

Musim ketiga Mourinho di Madrid sebagian besar diwarnai masalah di luar lapangan dan perselisihan dengan para pemain pilar seperti Sergio Ramos dan Iker Casillas. Perlakuannya terhadap kiper veteran tersebut menyebabkan perpecahan serius di antara para pemain dan fans.

Keadaan kian memburuk saat Mourinho berselisih dengan sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. Mourinho menuduh rekan senegaranya itu tidak mau menerima kritik yang membangun. Pokoknya banyak deh permasalahan di luar lapangan yang dihadapi Mourinho di musim ketiganya di Madrid. Dengan mengakui kalau musim 2012/13 jadi musim terburuknya, ia angkat kaki dengan meninggalkan banyak kebencian di Madrid.

Chelsea 2015/16 

Setelah bermasalah di Madrid, Chelsea memulangkan Jose Mourinho awal musim 2013/14. Meski sering bermasalah, manajemen Chelsea paham betul dengan kemampuannya. Mereka ingin mengulangi kejayaan bersama Mourinho karena klub hanya mampu memenangkan satu trofi Liga Inggris dalam kurun delapan musim terakhir.

Keputusan Chelsea untuk membawa pulang Mourinho awalnya berjalan baik. Mourinho memperbaiki kesalahan-kesalahan Chelsea di musim-musim sebelumnya dan mengembalikan status Chelsea sebagai tim penantang gelar di Liga Inggris. Musim 2013/14, Chelsea memang minim gelar, tapi musim 2014/15 mutlak jadi milik klub London tersebut.

Mourinho membawa The Blues kembali meraih gelar Premier League dan Piala Liga sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Dengan kembali jadi tim yang superior di liga, Chelsea asuhan Mourinho jadi favorit untuk mempertahankan gelar di musim berikutnya.

Tapi kenyataan jauh dari perkiraan. Performa The Blues merosot tepat di musim ketiga Mourinho menangani klub. Mourinho hanya mampu memberikan satu kemenangan dalam lima pertandingan awal di Liga Inggris 2015/16. Situasi pun terus memburuk setiap pekannya. 

Chelsea hanya mengantongi empat kemenangan dalam 16 pertandingan. Mourinho jadi sosok yang tak disukai setelah lagi-lagi menimbulkan perpecahan di ruang ganti. Mourinho selalu menggerutu dan menyalahkan keadaan.

Roman Abramovich akhirnya memecat Mourinho untuk kedua kalinya pada bulan Desember tahun 2015 setelah hanya bertengger di urutan ke-16 dengan selisih satu poin dari zona degradasi. Ia digantikan Guus Hiddink yang bisa menyelamatkan Chelsea dari kehancuran.

Manchester United 2018/19

Enam bulan menganggur, dengan mengejutkan Jose Mourinho menerima pinangan Manchester United tahun 2016. Musim pertama Mourinho di Old Trafford bisa dibilang cukup sukses. Performa liga yang buruk bisa diimbangi dengan tiga trofi, yakni Piala Liga, Community Shield dan Europa League musim 2016/17. 

Yang terpenting, Mourinho berhasil membawa United kembali ke Liga Champions setelah beberapa tahun absen. Tahun kedua tanpa trofi tetapi Setan Merah membuat kemajuan dengan finis di urutan ke-2 di bawah Manchester City. Itu capaian terbaik klub sejak kepergian Sir Alex Ferguson.

Mourinho juga menyebut finis di urutan kedua bersama Manchester United adalah pencapaian terbaik dalam karirnya. Ia bangga bisa melakukannya di tengah kondisi tim yang tak sesuai keinginannya. Mourinho selalu mengeluhkan komposisi skuad karena anggarannya dibatasi oleh mantan wakil ketua eksekutif klub, Ed Woodward.

Tak diduga, pada musim 2018/19 Mourinho justru naik pitam karena permasalahannya di musim sebelumnya tak digubris manajemen United. Ia mengakui iri pada Manchester City dan Liverpool yang sukses dengan pembeliannya. Sementara Mourinho kesal karena Paul Pogba dan Alexis Sanchez yang dibeli MU justru tampil buruk. 

Harapan untuk menggusur Manchester City dari puncak klasemen pupus. Mourinho yang terlihat putus asa lagi-lagi mengeluh di hadapan media. Masalah tak sampai di situ. Sang pelatih juga berselisih dengan beberapa pemain, seperti Pogba dan Luke Shaw. 

Perselisihan itu bahkan sempat jadi bahan pembicaraan di media sosial. Hanya mengantongi tujuh kemenangan dalam 17 pertandingan, Mourinho pun dipecat pada akhir tahun 2018.

Sumber: Planet Football, Goal, Daily Mail, Talksport

Berita Bola Terbaru 30 September 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Barcelona mengamankan poin penuh saat meladeni Sevilla dalam laga pekan ke-8 La Liga 2023/24, Sabtu (30/9) dini hari WIB. Barca menang dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol Barcelona dicetak lewat gol bunuh diri Sergio Ramos (76′).  Kemenangan ini mendorong Barca kembali naik ke puncak klasemen Liga Spanyol 2023/24 sementara.

Di Jerman, Borussia Dortmund melanjutkan start positifnya pada ajang Bundesliga musim ini. Tampil sebagai tim tamu, Die Borussen menang 3-1 di markas Hoffenheim. Tiga gol Dortmund dibuat oleh Niclas Fullkrug, Marco Reus, dan Julian Ryerson. Sedangkan satu-satunya gol Hoffenheim tercipta berkat penalti Andrej Kramaric.

LISANDRO MARTINEZ ABSEN TIGA BULAN

Kabar kurang sedap mendatangi Manchester United. Sang bek tengah, Lisandro Martinez akan absen cukup lama sampai tiga bulan karena cederanya yang belum pulih betul. Diketahui, cedera retak tulang metatarsal kaki kanan yang menimpanya di akhir musim 2022/23 lalu pada bulan April, belum pulih betul alias masih kambuhan. Selanjutnya di awal September kontra Arsenal, Martinez ditarik keluar di awal babak kedua. Bintang asal Argentina itu tidak kuat menahan rasa sakit.

BARCELONA DIDAKWA SUAP WASIT

Hakim Spanyol Joaquin Aguirre mendakwa Barcelona terkait kasus suap wasit Jose Maria Enriquez Negreira. Blaugrana dinilai bersalah atas kejahatan tersebut. Barcelona dituduh menyuap wasit Negreira, yang pernah menjadi wakil Presiden Komite Wasit. Periodenya terjadi pada tahun 2000 sampai 2018, selama 18 tahun. Dakwaan juga ditujukan kepada bekas Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu dan Sandro Rosell, serta anak Negreira yaitu Javier Enriquez Romero.  Sementara itu, Barca terancam sanksi denda, skorsing, hingga pembubaran klub. UEFA juga terus memantau perkembangan kasus ini.

XAVI PUJI PENAMPILAN SERGIO RAMOS

Sergio Ramos membuat gol bunuh diri, sehingga Barcelona menang 1-0 atas Sevilla. Pelatih Blaugrana, Xavi Hernandez, memuji performa apik mantan rival bebuyutannya itu. Xavi mengakui jika Barcelona diuntungkan dengan gol bunuh diri Ramos. Padahal dia menganggap permainan Ramos sudah begitu baik, walau usia mantan pemain Real Madrid tersebut sudah tak lagi muda.

NEWCASTLE UNITED KEHILANGAN HARVEY BARNES

Pemain sayap Newcastle, Harvey Barnes tidak akan bermain lagi sampai tahun baru setelah hasil scan menunjukkan tingkat cedera kakinya. Barnes mengalami masalah dalam kemenangan 8-0 Newcastle atas Sheffield United di Liga Premier pada hari Minggu. Ia tertatih-tatih dari lapangan Bramall Lane setelah 12 menit. Meski tidak mengalami patah kaki, pemain internasional Inggris itu akan absen selama tiga bulan untuk masa pemulihan.

MU UMUMKAN ANTONY MERAPAT LAGI KE CARRINGTON

Manchester United mengumumkan bahwa mereka telah menyambut lagi kehadiran Antony di Carrington, Jumat (29/9). Usai menjalani pemeriksaan terkait kasus KDRT yang menimpanya, winger asal Brasil itu akhirnya bisa merapat ke Carrington dan berlatih bersama rekan-rekannya lagi. “Sebagai majikan Antony, Manchester United telah memutuskan bahwa ia akan melanjutkan pelatihan di Carrington, dan bersedia untuk diseleksi, sementara penyelidikan polisi dilanjutkan,” kata MU.

PAPU GOMEZ RESMI JOIN MONZA

AC Monza resmi mendatangkan Papu Gomez dengan status bebas transfer. Penyerang Argentina itu telah menandatangani kontrak dengan I Biancorossi hingga 30 Juni 2024. Perekrutan Papu disebut-sebut sebagai langkah darurat untuk menambal lubang di lini tengah. Pasalnya, Gianluca Caprari mengalami cedera lutut saat Monza melawan Lecce 17 September lalu dan diperkirakan baru bisa kembali pada April tahun depan.

DAVIDE FRATTESI PERPANJANG DAFTAR CEDERA INTER MILAN

Inter Milan kian krisis pemain di lanjutan Liga Italia musim 2023/24, kini giliran Davide Frattesi yang harus absen jelang lawan Salernitana akhir pekan ini. Frattesi mengalami cedera otot.  Inter Milan mengklaim bahwa Davide Frattesi menunjukkan adanya sedikit ketegangan pada fleksor paha kanan. Kondisi sang gelandang akan dievaluasi kembali dalam beberapa hari ke depan dan dipastikan harus absen membela Inter Milan pekan ini untuk proses pemulihan.

KUTUKAN MUSIM KETIGA JOSE MOURINHO

Jose Mourinho seperti kena kutukan ketika memasuki musim ketiga kepelatihannya. Kini, AS Roma-nya Mourinho sedang kesulitan. I Lupi sementara ada di peringkat ke-16 Klasemen Liga Italia, dengan lima poin dari enam laga. Roma berjarak dua poin saja dari zona degradasi. Situasi sulit seperti ini pernah dialami Mourinho di musim ketiganya melatih Chelsea selama dua periode. Mourinho juga pernah dihentikan kontraknya oleh Real Madrid, ketika sang pelatih masuki musim ketiga, tahun 2013..

BEN CHILWELL HARUS ABSEN SEBULAN

Ben Chilwell tertatih-tatih di akhir kemenangan 1-0 Chelsea atas Brighton & Hove Albion di Carabao Cup pada hari Rabu. Dia lalu melakukan pemeriksaan pada Jumat (29/9). Dan hasilnya, Ben Chilwell diperkirakan akan absen selama empat minggu karena masalah hamstring. Chilwell diprediksi tidak akan merumput membela The Blues pada dua laga tim asuhan Mauricio Pochettino berikutnya, melawan Fulham dan Burnley, sebelum jeda internasional bulan Oktober.

JELANG SPURS VS LIVERPOOL, PUJIAN KLOPP UNTUK ANGE

Jelang laga Tottenham Hotspurs vs Liverpool di Liga Inggris, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, melemparkan pujian untuk pelatih The Lilywhites, Ange Postecoglou yang telah berhasil mengubah Spurs menjadi lebih baik. Di bawah kepemimpinan Postecoglou, Spurs menjadi tim yang lebih atraktif dan total dalam menyerang. “Tottenham bekerja dengan sangat baik. Ange Postecoglou nampaknya merupakan pelatih papan atas, saya tak sabar untuk bertemu dengannya,” ujarnya.

PEMAIN NICE COBA BUNUH DIRI, MAU TERJUN DARI JEMBATAN

Gelandang klub OGC Nice, Alexis Beka Beka, sempat membuat geger Perancis usai dirinya, pada Jumat (29/9), melakukan percobaan bunuh diri dengan berupaya terjun dari jembatan. Ia berniat terjun dari Viaduk Magnan yang kurang lebih berketinggian 100 meter. Ada dugaan, percobaan bunuh diri dilakukan oleh Alexis Beka Beka karena masalah asmara. Pada akhirnya, gelandang asal Perancis berumur 22 tahun tersebut berhasil diselamatkan. Ia kemudian menjalani perawatan medis. Lantaran peristiwa ini, Nice membatalkan konferensi pers jelang laga pekan ketujuh Liga Prancis 2023/24.

DIRUMORKAN KE REAL MADRID, BEGINI REAKSI XABI ALONSO

Pelatih Bayer Leverkusen, Xabi Alonso, mendapat pertanyaan selama konferensi pers pra-pertandingan menjelang laga melawan Mainz tentang rumor seputar dirinya dan Real Madrid. Mantan pemain internasional Spanyol itu tidak tertarik untuk mengatakan apakah dia akan menyelesaikan kontraknya – yang akan berlaku hingga 2026 – di Jerman, dan lebih memilih untuk menghindari pertanyaan tersebut, dengan mengatakan bahwa ini bukan saat yang tepat.

BEDA NASIB RONALDO DAN NEYMAR DI LIGA ARAB SAUDI

Ronaldo dan Neymar memiliki nasib yang berbeda di laga teranyar Liga Arab Saudi. Ronaldo sukses jadi penentu kemenangan Al Nassr berkat gol penaltinya di menit ke-87. Al Nassr menang 2-1 atas Al Tai, Jumat (29/9) malam WIB. Sementara itu di laga lain, Al Hilal, klub yang dibela Neymar, juga menang 2-0 atas Al Shabab. Tripoin Al Hilal dipastikan via gol Kalidou Koulibaly (68′) dan Aleksandar Mitrovic (76′). Neymar sendiri gagal mencetak gol melalui penalti pada pertandingan tersebut.

MANAJER TIMNAS INDONESIA U24 MINTA FANS DUKUNG HUGO SAMIR

Manajer Timnas Indonesia U-24, Endri Erawan memberikan permintaan kepada suporter. Ia ingin supaya fans Skuad Garuda Muda mendukung Hugo Samir untuk lebih dewasa. Sebelumnya, Hugo Samir melakukan tindakan konyol yang berujung kartu merah pada laga kontra Uzbekistan. Anak kandung Jacksen F Tiago ini pun mendapatkan cercaan dan hinaan dari suporter Timnas Indonesia di media sosial. Endri Erawan juga mengungkapkan permintaan lain kepada pendukung Timnas Indonesia. Ia ingin penggemar untuk tetap bersatu dan tidak terpecah-belah.

DEBUT MANIS COUTINHO DI AL-DUHAIL

Philippe Coutinho mencatatkan debut manis bersama Al-Duhail. Dilansir AS, mantan punggawa Barcelona itu berhasil mencetak gol di laga debutnya saat mengalahkan Al-Markhiya dengan skor 2-1. Gol itu makin berkesan karena ia cetak melalui tendangan bebas langsung. Kemenangan ini mengantarkan Al-Duhail ke peringkat ketiga klasemen Liga Qatar.

FLAMENGO PECAT SAMPAOLI

Flamengo dikabarkan resmi memecat pelatihnya, Jorge Sampaoli. Kabarnya, manajemen tak bisa menerima kegagalan Flamengo dalam menjuarai Liga Brazil. Dilansir ESPN, kontrak Sampaoli sebetulnya baru berakhir pada tahun 2024 mendatang. Tapi manajemen menganggap mantan pelatih Timnas Argentina itu gagal mengantarkan tim ke jalur kesuksesan. Kini, manajemen Flamengo tengah menargetkan mantan pelatih Timnas Brazil, Tite sebagai suksesor Sampaoli.

ASTON VILLA SEPAKAT AKHIRI KERJASAMA DENGAN CASTORE LEBIH AWAL

Usai mendapat banyak keluhan dari para pemain, Aston Villa dikabarkan telah sepakat untuk mengakhiri kerjasama dengan apparel Castore lebih cepat dari kesepakatan awal. Dilansir Talksport, Aston Villa dan Castore akan menyetujui pemutusan kontrak mereka lebih awal di tengah kehebohan atas kaos yang dianggap mengganggu performa pemain. Kabarnya, pemutusan kerjasama bukan opsi satu-satunya. Villa menawarkan Castore untuk mengganti bahan dasar jersey agar tak menambah beban ketika keadaan basah oleh keringat.

CHELSEA SIAP LEPAS CUCURELLA JANUARI NANTI

Chelsea dikabarkan bersedia untuk melepas Marc Cucurella. Dilansir ESPN, meski sang pemain masih ingin bertahan di Chelsea dan bersaing dengan Ben Chilwell, pintu keluar tetap terbuka untuknya. Kabarnya, beberapa klub berminat untuk opsi pinjaman. Salah satunya adalah Real Madrid. Jika Madrid serius, ini jadi kesepakatan yang bagus bagi Cucurella karena ia bisa kembali bermain di kampung halamannya, Spanyol.

KLOPP INGIN THIAGO BERTAHAN LEBIH LAMA DI ANFIELD

Meski Thiago Alcantara bukan lagi pilihan utama Jurgen Klopp lantaran sering diganggu cedera, sang pelatih dikabarkan belum mau melepas sang pemain. Dilansir 90min, menurut Klopp, Thiago merupakan pemain yang langka. Tak banyak pemain tengah yang memiliki kualitas sama sepertinya. Klopp yakin saat Thiago sembuh, ia bisa berguna di lini tengah Liverpool. Kabarnya, Klopp juga mendesak klub untuk memperpanjang kontrak Thiago, mengingat kontraknya akan habis akhir musim ini.

LIVERPOOL PANTAU PENYERANG DORTMUND

Empat gol dari tujuh pertandingan membuat Donyell Malen jadi incaran Liverpool musim ini. Dilansir Bild, Jurgen Klopp begitu menggemari sang pemain. Ia ingin menambahkan Malen ke skuadnya pada musim dingin mendatang. Menurut Klopp, Malen akan jadi pelapis yang sempurna bagi Mo Salah. Jika kesepakatan ini benar terjadi, aroma Belanda di skuad Liverpool makin kental.

KATA XAVI SIMONS SOAL PELUANG BERTAHAN DI LEIPZIG

Xavi Simons menunjukan perkembangan yang luar biasa di RB Leipzig. Itu menimbulkan persepsi kalau sang pemain akan memilih bertahan di Leipzig ketimbang harus mempertaruhkan karirnya lagi di PSG. Untuk meredam rumor itu, ia merespons dengan diplomatis. Seperti yang ditulis Fabrizio Romano, Simons berbicara kalau dirinya tak bisa memprediksi masa depan. Untuk saat ini, meski hanya berstatus pemain pinjaman ia merasa nyaman di Leipzig. Simons hanya ingin melakukan yang terbaik untuk klubnya saat ini. Jadi ia belum bisa memastikan apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang. 

PAVARD BAHAGIA DI INTER MILAN

Baru-baru ini, Benjamin Pavard membeberkan mengapa ia begitu ngotot untuk meninggalkan Bayern Munchen dan bergabung ke Inter Milan. Dilansir Football Italia, menurutnya, ia bisa belajar banyak di Serie A. Pavard merasa kalau Inter memiliki impian yang sama dengannya. Apalagi Inter menggunakan skema tiga bek. Itu adalah skema favorit Pavard. Perlu diketahui, peran favoritnya adalah bek tengah dalam skema tiga bek. Jadi, Pavard sangat bahagia bisa menemukan jati dirinya lagi di Inter.

JUVE MULAI CARI PENGGANTI POGBA

Kasus Paul Pogba yang tak kunjung usai membuat manajemen Juventus mulai mencari opsi gelandang baru untuk menggantikannya. Dilansir Goal, Juve telah memunculkan nama Pierre-Emile Hojbjerg sebagai calon pengganti Pogba. Kabarnya, pihak La Vecchia Signora sudah menghubungi agen sang pemain untuk membicarakan soal peluang transfer pada Januari nanti. Dengan menit bermain yang kian menurun di Tottenham, transfer ini akan jadi pintu keluar yang sempurna bagi Hojbjerg. Negosiasi baru berjalan dengan sang agen, jadi belum tahu berapa angka yang diinginkan Spurs untuk sang pemain.

JESSE LINGARD MULAI LATIHAN BERSAMA AL-ETTIFAQ

Mantan punggawa Manchester United, Jesse Lingard sudah terlihat berlatih bersama skuad Al-Ettifaq di Arab Saudi. Dilansir Daily Mail, sang pemain berminat untuk bermain di Arab Saudi. Oleh karena itu, saat kesulitan mencari klub baru ia menawarkan training selama satu bulan di Al-Ettifaq. Jika kinerjanya membuat Steven Gerrard terpukau, klub akan memberikan kontrak kepadanya. Tapi Lingard tak akan mendapat gaji selangit seperti rekan-rekannya di klub Arab Saudi lain. Mengingat anggaran Al-Ettifaq cukup terbatas.