Beranda blog Halaman 119

Kangkangi Australia, Skenario Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

0

Laiknya pro player yang sedang bermain Mobile Legend, Timnas Indonesia tuh masih sibuk farming di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bedanya, jika di Mobile Legend player farming sumber daya dan experience points, Indonesia mengumpulkan poin demi poin agar bisa lolos ke Piala Dunia 2026.

Di ronde ketiga kali ini, Skuad Garuda akan melakoni sepuluh pertandingan yang terdiri dari lima laga tandang dan lima laga kandang. Sejauh ini, Indonesia sudah menjalani dua pertandingan. Dari dua pertandingan itu, Nadeo Argawinata cs sudah mengoleksi dua poin.

Tapi perjalanan Indonesia masih panjang. Masih ada delapan pertandingan lagi. Lantas, bagaimana skenario Indonesia agar bisa lolos ke Piala Dunia 2026? Sebelum kita simak hitung-hitungannya, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.

Sudah Koleksi 2 Poin

Skuad racikan Shin Tae-yong kini sudah mengumpulkan dua poin dari poin maksimal yang bisa diraih, yakni enam. Mungkin masih sedikit, tapi pencapaian ini terbilang cukup oke. Mengingat dua poin itu didapat berkat menahan imbang dua negara besar, Arab Saudi dan Australia.

Dengan torehan dua poin, Indonesia berada di urutan keempat klasemen sementara Grup C. Indonesia berhasil mengungguli Australia yang masih mengoleksi satu poin dan China yang cuma dapat hikmahnya di dua pertandingan awal. Sejauh ini, urutan keempat tentunya jadi posisi yang cukup baik bagi Indonesia.

Karena menurut regulasi yang ada, setelah keenam tim melakoni sepuluh pertandingan, hanya dua peringkat teratas yang akan langsung mengunci slot di Piala Dunia 2026. Sementara peringkat ketiga dan keempat akan berlanjut ke ronde keempat yang nantinya akan kembali dibagi menjadi dua grup yang berisikan tiga tim.

Berkaca Pada Edisi Sebelumnya

Meski begitu, posisi Indonesia masih belum aman. Kemungkinan untuk terjadinya perubahan peringkat sangat besar, mengingat masih ada delapan laga tersisa. Tapi ada nggak sih jumlah poin minimal atau checkpoint aman yang bisa dicapai Indonesia agar bisa mengamankan satu tiket ke Piala Dunia yang akan diselenggarakan di tiga negara itu?

Jawaban pastinya sih tidak ada, karena apa pun bisa terjadi dalam proses kualifikasi. Tapi jika berkaca pada edisi-edisi sebelumnya, kita bisa mengira-ngira berapa poin aman yang harus dikumpulkan oleh Bang Jay dan kolega. Dilansir CNN Indonesia, jika mengacu pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018, poin minimal untuk lolos langsung ke putaran final adalah 15 poin.ย 

Poin segitu diperoleh Korea Selatan saat jadi runner up Grup A ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Menariknya, kala itu Shin Tae-yong lah yang meloloskan Korsel. Pelatih Timnas Indonesia itu setidaknya memimpin dua pertandingan Korsel di ronde ketiga. Sedangkan di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022, poin terendah untuk langsung lolos ke Piala Dunia Qatar adalah 22 poin. Itu diperoleh Jepang saat menjadi runner up Grup B di bawah Arab Saudi.

Mengapa hanya mengambil sampel dari dua edisi itu? Karena di edisi 2018 dan 2022 jumlah peserta di setiap grup ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia, sama dengan edisi yang sedang diikuti oleh Indonesia, yakni enam tim. Dari data yang sudah ditampilkan, kita jadi bisa berasumsi bahwa Indonesia bisa lolos secara otomatis sebagai runner-up jika mengoleksi lebih dari 15 poin. Atau setidaknya menyamai.ย 

Peluang Indonesiaย 

Tapi apakah finis di urutan kedua di Grup C yang berisikan negara-negara macam Jepang, Arab Saudi, dan Australia, adalah sebuah mimpi yang realistis? Sepertinya tidak. Karena untuk mencapai 15 poin, Indonesia butuh 13 poin tambahan, itu berarti Indonesia butuh empat kemenangan dan satu hasil imbang lagi.

Kalau bisa sih bersyukur banget. Tapiย  jika lolos langsung dinilai berlebihan, melaju ke fase keempat kualifikasi dengan menempati posisi ketiga atau keempat klasemen akhir Grup C akan lebih realistis untuk digapai Indonesia. Lantas, berapa batas aman untuk finis di urutan empat besar?

Kita bisa pakai metode yang sama, yakni berkaca pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Untuk melaju ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, batas minimum poinnya lebih rendah lagi. Jika melihat ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018, poin minimumnya adalah 13 poin. Kala itu, diperoleh Uzbekistan yang menempati peringkat keempat Grup A.ย 

Sedangkan di edisi 2022, Irak hanya perlu mengoleksi sembilan poin untuk finis di urutan keempat Grup A ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Jika batas minimumnya hanya sembilan, maka Indonesia hanya perlu mengumpulkan tujuh poin lagi. Dengan meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang atau satu kemenangan dan empat hasil imbang, target sembilan poin akan tercapai.

Farming di Sisa Laga

Mau bagaimanapun skemanya, Indonesia harus meraih beberapa kemenangan untuk mengamankan kedudukan di empat besar. Lantas, negara mana saja yang bisa jadi lumbung poin bagi Indonesia? Dari delapan laga yang tersisa, Indonesia masih mengantongi empat laga kandang dan empat laga tandang.ย 

Apabila melihat hasil di dua laga awal, China bisa kita jadikan batu pijakan untuk mendongkrak poin. Dari dua laga yang sudah dimainkan, Tim Naga babak belur dihajar 7-0 oleh Jepang dan dikalahkan 2-1 oleh calon tuan rumah Piala Dunia 2034, Arab Saudi. Dengan performa carut marut itu, menyapu bersih dua pertemuan melawan China adalah target mutlak.ย 

Selain China, laga melawan Bahrain bisa kita jadikan tambahan poin. Target realistis tentunya memperoleh tiga poin dari dua pertemuan. Tapi agak pesimis King Indo bisa menang di kandang kalau rumput GBK masih gembradak gitu. Indonesia justru terlihat lebih meyakinkan jika bermain di kandang lawan, yang mana rumputnya lebih hijau dan rata.

Tapi para punggawa Timnas Indonesia harus berhati-hati jika bertandang ke Bahrain. Fans sepakbola di sana kadang norak. Masih suka menembakan laser ke mata pemain lawan. Tapi jika berhasil menang, Indonesia akan mendulang sembilan poin. Dengan tambahan sembilan poin, Indonesia akan mengoleksi 11 poin. Itu sudah aman jika berkaca pada hitung-hitungan di edisi 2022.

Lantas bagaimana dengan lawan-lawan Indonesia yang lain? Seperti yang sudah disampaikan, bermain kandang pun akan terasa sulit jika rumput GBK masih buruk. Paling, kita hanya bisa tahan imbang Arab Saudi di kandang. Sisanya? Tidak bisa diharapkan. Apalagi ketika menghadapi Jepang. Fans Indonesia dilarang muluk-muluk.

Caranya?

Soal bagaimana cara mewujudkannya, Shin Tae-yong punya siasat jitu. Untuk memaksimalkan torehan poin di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, tim kepelatihan akan memainkan sepakbola bertahan. Skema permainan ini terbilang ampuh saat menghadapi Australia dan Arab Saudi.

Shin Tae-yong menumpuk setidaknya lima sampai enam pemain yang bertipikal bertahan di starting line up. Contohnya saja saat menjamu Australia di Gelora Bung Karno. Di laga tersebut, STY memainkan enam pemain dengan tipikal bertahan. Selain lima bek, STY menaruh Nathan Tjoe-A-On di lini tengah sebagai partner dari Ivar Jenner.

Di luar itu, dengan adanya Maarten Paes di bawah mistar gawang Timnas Indonesia, kualitas bertahan tim jadi makin baik. Kemampuannya dalam menghentikan tembakan dan pembacaan arah bola yang baik membuat bek-bek tim nasional Indonesia jadi bisa bermain lebih lepas dan percaya diri.

Belum lagi, pada jeda internasional Oktober mendatang, kualitas lini bertahan Timnas Indonesia diprediksi bakal meningkat setelah kedatangan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Soal kualitas, tak usah diragukan lagi. Kalau penasaran sehebat apa mereka, kalian bisa mengintip konten-konten Starting Eleven Story sebelumnya. Gimana? Optimis lolos Piala Dunia?

Sumber: CNN Indonesia, Jawa Pos, CNBC, Bola.net

Rugi Besar! Manchester United Otw Kena Kasus?

0

Jika kalian mencari โ€œApa tujuan mendirikan perusahaan?โ€ di Google, maka kalian akan menemukan jawaban bahwa perusahaan memiliki tujuan utama untuk mendapat keuntungan atau laba semaksimal mungkin. Dengan begitu, sebuah perusahaan akan selalu berorientasi pada uang. Tapi kita harus lihat dulu, perusahaan itu bergerak di bidang apa?

Jika perusahaan tersebut bergerak di bidang olahraga khususnya sepakbola, maka penjelasan sebelumnya tidak berlaku mutlak. Karena industri sepakbola adalah bisnis yang siap rugi. Dan baru-baru ini, sepakbola Inggris digemparkan dengan kabar bahwa Manchester United, salah satu klub terpopuler di dunia justru mengalami kerugian besar.

Melihat laporan keuangan Setan Merah, Premier League langsung menangkap sinyal buruk. Mereka mengendus kemungkinan United melanggar Profitability and Sustainability Rules atau PSR. Lantas, bagaimana sikap MU kedepannya?ย 

Laporan Keuangan MU

Ngomong-ngomong soal kerugian, dalam sepakbola itu suatu hal yang wajar. Sekelas Raffi Ahmad pun pusing tujuh keliling saat mengurus Rans Nusantara, apalagi klub-klub Liga Inggris yang melibatkan dana lebih besar. Bahkan bisa dibilang hampir semua klub Inggris mengalami kerugian.

Hanya saja, angkanya beragam. Kadang besar, kadang ya besar banget. Contohnya saja kerugian di sektor transfer pemain. Saat ini Arsenal mengantongi kerugian di angka 25 juta euro. Sementara tim London lain, yakni Chelsea mengalami kerugian lebih dari 40 juta euro per musim panas tahun 2024 ini.ย 

Itu baru di sektor transfer saja ya, belum secara keseluruhan. Untuk selengkapnya, bisa kita bahas lain kali. Karena topik utama kita bukan tentang klub asal London itu, melainkan klub yang gagal menciptakan tsunami, Manchester United. Dilansir BBC, United telah melaporkan kerugian bersih sekitar 113,2 juta pound selama musim 2023/24 per 30 Juni kemarin.

Tapi bukan kerugian musim ini saja yang jadi masalah. United telah mengalami kerugian yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada musim 2022/23, Setan Merah dilaporkan mengalami kerugian di angka 28,7 juta pound. Sedangkan di musim 2021/22, United merugi 115,5 juta pound, yang mana lebih tinggi dari musim 2023/24. Dengan begitu, United mengantongi kerugian sekitar 370 juta pound dalam tiga tahun terakhir.

Batas Minimum

Di sisi lain, Premier League punya aturan sendiri yang membahas soal batas minimum kerugian. Namanya PSR, atau Profitability and Sustainability Rules. Sejauh ini, fungsi PSR mirip-mirip sama Financial Fair Play yang dimiliki oleh UEFA, yakni untuk mengawasi berapa banyak kerugian yang dicapai klub selama periode waktu tertentu.

Dilansir The Athletic, aturan PSR Premier League menuliskan bahwa setiap klub Inggris diberi batas kerugian di angka 105 juta pound selama tiga musim. Dengan catatan setiap klub boleh tidak mencantumkan biaya-biaya lain seperti pembangunan infrastruktur, biaya operasional sepakbola wanita, dan investasi pada pemain-pemain muda.

Namun, atas dasar apa Premier League menyepakati angka tersebut? Jawaban singkatnya sih, Premier League mengadopsi sistem FFP yang digunakan oleh UEFA. Dengan angka segitu, berarti Premier League hanya memperbolehkan sebuah klub merugi di angka 35 juta pound per musimnya. Bedanya, Premier League lebih lunak pada klub yang tidak berpartisipasi di kompetisi Eropa.

Meski demikian, masih saja ada klub yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan. Everton menjadi tim pertama yang terkena sanksi akibat pelanggaran aturan ini. The Toffees dihukum pengurangan poin sebanyak 10 poin, namun sanksi ini berkurang menjadi enam poin saja setelah Everton menyatakan banding.

Nottingham Forest jadi klub kedua yang mengalami pengurangan poin. Namun, sanksi yang diterima Forest tidak sebesar Everton. Mereka hanya mendapatkan pengurangan empat poin saja. Nah yang terbaru, ada Manchester City yang kabarnya juga berurusan dengan pihak Premier League. Tapi bukan soal kerugian, yang di-highlight justru langkah City dalam memalsukan laporan keuangannya.ย 

MU Pede

Lantas, apakah United akan bernasib sama dengan klub-klub tersebut? Kembali jor-joran di musim 2023/24 seakan berseberangan dengan kampanye yang dikemukakan oleh pemilik baru, yakni Sir Jim Ratcliffe. Saat pengakuisisian saham, pengusaha asal Inggris itu berjanji akan mengubah sudut pandang bisnis United agar lebih bijaksana dalam mengelola keuangan.

Meski begitu, angka kerugian yang keluar bukan sepenuhnya salah Sir Jim. Karena dirinya baru menjabat selama setengah musim. Tentu akan sulit jika langsung mengurangi pengeluaran klub. Di sisi lain, setiap pengeluaran Manchester United yang tercatat selama paruh pertama musim 2023/24, termasuk transfer pemain belum menjadi tanggung jawabnya.ย 

Omar Berrada selaku CEO Manchester United yang baru justru menyampaikan hal yang positif tentang kerugian yang didapat. Dilansir BBC, Berrada yakin bahwa pengeluaran United masih berada di koridor aman “Klub tetap berkomitmen pada, dan mematuhi, aturan laba dan keberlanjutan Liga Premier dan peraturan keuangan adil UEFA,” tegas mantan karyawan Barcelona itu.

Berrada juga menambahkan bahwa dirinya telah bekerjasama dengan Direktur Manchester United, Sir Dave Brailsford untuk meninjau secara luas tentang operasi keuangan yang telah dilancarkan bersama INEOS. Dan hasilnya, mereka percaya diri bahwa Setan Merah jauh dari kata menyalahi aturan.

Oh ya, penebusan sebagian saham Manchester United oleh INEOS juga termasuk dalam pemasukan yang cukup besar bagi perusahaan Manchester United. Setan Merah mengumumkan bahwa Sir Jim Ratcliffe telah membeli 27,7% saham klub tersebut seharga 1,3 miliar dolar. Selain itu, Sir Jim juga telah menggelontorkan dana sekitar 300 juta dolar untuk pengembangan di berbagai sektor.

Penjualan Pemainย 

Di bawah INEOS, penjualan pemain diperkirakan bakal jadi sumber penghasilan Manchester United. Hal tersebut mulai terlihat di musim panas tahun 2024 di mana United sangat rajin melepas pemain yang dinilai tidak berkontribusi banyak untuk klub. Ini di luar kebiasaan klub. Karena di musim-musim sebelumnya, United selalu kesulitan menjual pemain.

Nah, di musim ini United sudah menjual banyak pemain. Dari penjualan pemain-pemain macam Scott McTominay, Aaron Wan Bissaka, hingga Mason Greenwood, United total meraup pemasukan sekitar 103 juta euro. Keuntungan terbesar tentu saja didapat dari penjualan pemain-pemain akademi seperti Greenwood yang dijual ke Marseille dengan bandrol 26 juta euro dan McTominay dengan bandrol 30 juta euro ke Napoli.

Misi perampingan skuad belum berhenti di situ. Manchester United kabarnya masih ingin menjual beberapa pemainnya lagi pada Januari mendatang atau musim panas tahun depan. Pemain-pemain yang diperkirakan bakal jadi tumbal adalah Casemiro, Victor Lindelof, Antony, dan Harry Maguire.

Target Pendapatan

Selain itu, dalam satu tahun ke depan Manchester United telah mengatur siasat agar tak melebihi batas kerugian yang telah ditentukan. Salah satunya memangkas karyawan yang bekerja di balik layar. Pada bulan Juli kemarin, pihak klub telah mengumumkan bahwa akan ada pengurangan tenaga kerja sebanyak 250 orang.ย 

Itu angka yang sangat besar. Tapi dinilai efektif untuk mengurangi biaya gaji, akomodasi, dan lain-lain. Dilansir The Guardian, dengan memberhentikan karyawan sebanyak itu, perwakilan Manchester United berharap dapat menghemat antara 35 juta pound selama dua tahun ke depan.ย 

Omar Berrada dan Sir Dave Brailsford juga telah menyusun strategi untuk mendongkrak pendapatan klub. Selain pengiritan dan penjualan pemain, United berniat untuk mengumpulkan pundi-pundi dari penjualan tiket, pertandingan di Liga Eropa, hak siar, dan tentunya penjualan merchandise.ย 

Klub berharap bisa menghasilkan pendapatan hingga 670 juta pound pada akhir musim depan. Itu akan sedikit lebih tinggi dari 661,8 juta pound yang dicatatkan pada musim lalu. Dengan angka segitu, manajemen yakin bisa menyeimbangkan neraca keuangan klub.ย 

Enak ya jadi MU. Dengan fans yang setara seperempat penduduk bumi, mereka nggak bingung buat cari duit. Nggak kayak yang onoh saking mumetnya sampai memalsukan laporan keuangan.

Sumber: BBC, The Guardian, The Athletic, Football London

Timnas Indonesia Imbangi Langganan Pildun, Tim Asia Tenggara Lain Apa Kabar?

0

Meski cuma dapat dua poin dari dua laga awal ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, publik Indonesia patut bersyukur. Karena dua poin itu bisa berhasil kita curi dari dua negara langganan Piala Dunia, yakni Arab Saudi dan Australia. Pertandingan melawan Australia kemarin sekaligus mengakhiri agenda FIFA Matchday Indonesia edisi September.

Tapi karena keasyikan bahas Timnas Indonesia dan sirkel barunya, kita sampai lupa untuk menengok sirkel lama kita, yakni tim-tim Asia Tenggara. Jika Indonesia tak terkalahkan di jeda internasional Bulan September, lantas bagaimana nasib rival-rival terdahulu kita di jeda internasional kali ini? Semakin membaik atau masih gitu gitu aja?

Vietnam dan Thailand

Negara Asia Tenggara pertama yang kita bahas adalah Vietnam. Setelah gagal lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam mengadakan turnamen bernama LPBank Cup 2024 untuk mengisi pertandingan di kalender FIFA September ini. Selain Thailand, Vietnam juga menghadapi tim dari luar Asia, yakni Rusia.

Vietnam dan Thailand menjadikan LPBank Cup 2024 sebagai salah satu persiapan jelang AFF 2024. The Golden Star dan The War Elephant terus berupaya menjaga performa tim, sebelum Piala AFF dan Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 2025 mendatang. Namun, hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Sebagai tuan rumah, Vietnam justru dipermalukan oleh dua kontestan lain. Yang pertama, pasukan Kim Sang-sik dikalahkan oleh Rusia dengan skor 3-0. Sementara di pertandingan kedua, Vietnam belum bisa menandingi ketangguhan Thailand.

Bermain di My Dinh National Stadium, Nguyen FC kena comeback 1-2. Padahal Tim Gajah Perang tidak diperkuat pemain-pemain andalannya seperti Chanathip Songkrasin dan Teerasil Dangda. Bahkan tak diperkuat sang kapten Theerathon Bunmathan.

Lalu, bagaimana hasil tanding antara Thailand dan Rusia? Jangan ditanya. Gimana mau dilihat hasilnya, wong main aja enggak. Kabarnya, pertandingan tersebut dibatalkan lantaran cuaca buruk. Hujan deras diimbangi angin kencang yang menyelimuti Hanoi, membuat pertandingan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

Tidak ada opsi lain selain dibatalkan. Karena jika diundur besoknya, maka akan mengganggu jadwal kepulangan punggawa Timnas Rusia. Kita semua tahu, tidak mudah untuk mengubah jadwal penerbangan menuju Rusia secara tiba-tiba karena adanya alasan politik. Tapi keputusan ini akhirnya berdampak ke turnamen yang mana berakhir tanpa pemenang.

Keputusan untuk menghentikan turnamen pun menimbulkan kontroversi. Kabarnya Vietnam berpotensi mendapat sanksi dari FIFA berupa larangan mengikuti turnamen internasional lagi. Namun, menurut media Vietnam TheThao247, federasi Vietnam tak akan mendapat sanksi tersebut karena kesepakatan membatalkan pertandingan diambil dengan alasan force majeure atau pembatalan dengan alasan yang tak terduga.

Malaysia dan Filipina

Sama halnya dengan Vietnam, Malaysia juga mengadakan turnamen sendiri. Namanya Pestabola Merdeka 2024. Turnamen ini diikuti oleh empat tim. Selain Malaysia yang tentunya bertindak sebagai tuan rumah, turnamen ini juga mengundang Filipina, Tajikistan, dan Lebanon untuk berpartisipasi.

Pestabola Merdeka merupakan turnamen rutin yang digelar untuk merayakan Hari Kemerdekaan Malaysia. Turnamen ini telah diadakan sebanyak 43 kali sejak 1957. Tapi sistem turnamen ini tuh gimana sih? Sederhananya, format turnamen ini adalah knock out system alias sistem gugur.ย 

Di babak semifinal, Malaysia bertemu Filipina, sedangkan Tajikistan melawan Lebanon. Nah, Malaysia menang 2-1 atas Filipina dan berhak menantang Lebanon yang menang 1-0 dari Tajikistan di final. Pada pertandingan final, Harimau Malaya menang 1-0 atas Lebanon berkat gol semata wayang yang dicetak Romel Morales pada menit ke-33. Kemenangan itu mengantarkan Malaysia menjadi juara Pestabola Merdeka edisi kali ini.

Fyi aja nih, Malaysia menjadi pemegang gelar juara Pesta Bola Merdeka terbanyak, yakni dengan 13 gelar. Itu berarti turnamen ini menggunakan konsep asik sendiri. Karena merupakan turnamen bikinan Malaysia, pialanya pun dibikin oleh Malaysia, terus didominasi oleh Malaysia, dan dirayakan oleh publik Malaysia sendiri. Jadi ya, suka-suka mereka aja.

Sementara itu, Filipina harus menelan dua kekalahan beruntun setelah kalah adu penalti dari Tajikistan dalam laga perebutan juara ketiga. Tampaknya, Filipina belum bisa bangkit dari keterpurukan pasca dihajar 2-0 oleh Indonesia Juni lalu. Meski sudah memecat Tom Saintfiet, Filipina masih tak kunjung menuai hasil positif.

Kamboja

Jika negara-negara sebelumnya disibukkan dengan turnamen-turnamen nggak jelas, Kamboja justru lebih bermartabat dengan melakoni pertandingan play off Kualifikasi Piala Asia 2027. Kamboja gagal di putaran pertama Kualifikasi Piala Asia 2027, sehingga mereka harus mengikuti play off supaya bisa tampil di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027.

Di fase ini, Kamboja harus menghadapi Sri Lanka. Pertandingan play off dimainkan dengan sistem dua leg. Di leg pertama, Kamboja bermain imbang kala melawat ke kandang Sri Lanka dengan skor 0-0. Hasil ini sempat disambut baik oleh publik Kamboja. Dengan begitu, mereka bisa tampil habis-habisan di leg kedua yang diadakan di Phnom Penh.

Sialnya, di leg kedua Kamboja justru gagal menuai kemenangan usai kalah melalui adu penalti. Sempat menahan imbang Sri Lanka dengan skor 2-2 di waktu normal, Pasukan Angkor gagal memaksimalkan peluang di babak adu penalti. Nick Taylor dan Chanpolin Orn jadi pemain yang gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Ambisi Kamboja untuk mengejar Indonesia yang sudah lebih dulu lolos ke putaran final pun pupus.

Brunei & Timor Lesteย 

Masih dari ajang yang sama, nasib jauh lebih baik dialami oleh tim yang sedang dirindukan oleh fans sepakbola Indonesia, Brunei Darussalam dan Timor Leste. Keduanya berhasil lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027. Brunei yang dibesut pelatih asal Skotlandia, Jamie McAllister melaju ke ronde ketiga usai menang 1-0 atas tuan rumah, Macau lewat gol Muhammad Azwan Ali Rahman.

Brunei lolos dengan agregat 4-0 setelah sebelumnya menang 3-0 di leg pertama. Sedangkan Timor Leste termasuknya beruntung karena tetap lolos meski kalah 2-0 atas Mongolia di leg kedua. Karena sebelumnya Mongolia kalah telak dengan skor 4-1 di leg pertama.

Dengan begitu, Brunei Darussalam dan Timor Leste akan bertarung dengan 22 negara lainnya di ronde ketiga kualifikasi Piala Asia 2027. Undian pembagian grup akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember mendatang. Nantinya akan dibagi menjadi enam grup yang terdiri dari empat negara.

Singapura

Kebijakan yang agak beda justru diambil oleh Singapura. Bukannya mengatur agenda pertandingan melawan negara-negara lain, Singapura justru mengisi agenda FIFA Matchday dengan laga uji coba melawan klub. Dua klub yang dipilih adalah klub lokal, BG Tampines Rovers dan raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim.

Bukan melawan negara melainkan klub, Timnas Singapura justru menuai hasil buruk. Saat melawan Johor Darul Taโ€™zim misalnya. Awalnya pertandingan berjalan cukup seru. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun, skuad asuhan Tsutomu Ogura gagal menahan keperkasaan sang juara Liga Malaysia dalam sepuluh tahun terakhir itu.ย 

Bermain di kandang sendiri, Singapura takluk 3-0 dari JDT. Padahal di laga tersebut, Raksasa Malaysia tersebut tidak menurunkan skuad terbaiknya. Bahkan bek Timnas Indonesia, yakni Jordi Amat pun tidak dimainkan karena masih menjalani tahap pemulihan cedera.ย 

Begitulah rekap hasil FIFA Matchday negara-negara Asia Tenggara. Jika kalian bertanya bagaimana nasib Myanmar, mimin pun ikut penasaran. Kabarnya, mereka memang tidak memainkan satu pertandingan pun di jeda internasional kali ini.

Sumber: Jawa Pos, CNN Indonesia, Tirto, Kompasiana

Berita Bola Terbaru 11 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil UEFA Nations League Liga A Grup 3, tuan rumah Belanda harus berbagi poin dengan tamunya Jerman setelah laga berakhir sama kuat 2-2. Gol dari De Oranje dicetak oleh Tijani Reijnders di menit ke-2, dan Dumfries di menit 50. Sementara itu Der Panzer berhasil mencetak gol lewat Denis Undav di menit 38, dan Joshua Kimmich di menit 45+3. Hasil ini membuat Jerman dan Belanda masing-masing berada di posisi 1 dan 2 klasemen sememtara Grup 3 Liga A UEFA Nations League dengan 4 poin.

Sementara itu dari hasil UEFA Nations League Liga B Grup 1, Inggris sukses menang dua gol tanpa balas atas Finlandia di Wembley. Dua gol The Three Lions diborong oleh Harry Kane di menit 57 dan 76. Hasil tersebut membuat pasukan Lee Carsley sementara berada di posisi 2 klasemen Grup 1 Liga B UEFA Nations League dengan 6 poin.

Sementara itu dari laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol, Kolombia menghajar Argentina di markas sendiri dengan skor 2-1. Gol dari Kolombia dicetak oleh Mosquera di menit 28, dan James Rodriguez di menit 60. Sementara itu, gol dari La Albiceleste dicetak oleh Nico Gonzalez di menit 48. Kemenangan ini membawa Kolombia berada di posisi kedua klasemen kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL dengan koleksi 16 poin.

Di tempat lain, Brasil keok 0-1 atas Paraguay di Defensores del Chaco. Satu-satunya gol di laga itu dicetak oleh Diego Gomez menit ke-20. Brasil yang tak mampu membalikkan keadaan harus puas pulang tanpa poin. Atas hasil ini Selecao tertahan di peringkat lima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL.

Beralih ke hasil dari Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Indonesia menahan imbang 0-0 Australia di Gelora Bung Karno. Hasil ini membuat pasukan Shin-Tae yong sementara berada di posisi 4 klasemen sementara Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan raihan 2 poin. Puncak klasemen Grup C, ditempati oleh Jepang yang mengoleksi 6 poin setelah membantai Bahrain 5-0. Lalu di posisi kedua ditempati Arab Saudi dengan 4 poin setelah mengalahkan China 2-1. Disusul Bahrain di posisi ketiga dengan 3 poin.

INDONESIA KANGKANGI POIN FIFA MALAYSIA

Dari hasil imbang melawan Australia, poin FIFA Timnas Indonesia akhirnya bertambah. Kesuksesan timnas Indonesia menahan imbang Australia berbuah tambahan 8,5 poin FIFA. Berkat tambahan poin tersebut, kini Timnas Garuda tercatat mengoleksi 1.124,17 poin. Hal ini sekaligus membuat timnas Indonesia kembali mengangkangi poin FIFA Malaysia. Timnas Malaysia yang sebelumnya sombong menyalip poin FIFA Timnas Indonesia pasca menang atas Lebanon di Piala Merdeka, kini hanya mengoleksi poin FIFA sebanyak 1.117,64.

RAISA PUKAU GBK

Pasca laga Indonesia vs Australia di GBK, Raisa yang ditunjuk menyanyikan lagu-lagu beraroma kebangsaan sukses pukau 70 ribu lebih penonton. Raisa menyanyikan dua lagu kebangsaan berjudul Indonesia Pusaka dan Berkibarlah Benderaku. Para penonton yang hadir pun antusias dan ikut bernyanyi bersama. Lagu tersebut dinyanyikan Raisa setelah momen sakral fans menyanyikan lagu tanah airku. Dua lagu yang dibawakan Raisa tersebut sekaligus mengiringi momen para punggawa Timnas mengelilingi lapangan untuk menyapa fans. Penampilan Raisa tersebut mendapat apresiasi publik, berbeda dengan Anang and Friends di laga melawan Filipina yang justru mendapat cibiran.

KOREO PENONTON BIKIN JIPER AUSTRALIA

Tak hanya Raisa yang mampu pukau fans di GBK. Koreo super besar yang dibuat di tribun GBK juga mampu membuat kagum fans. Karya Koreo megah tersebut sengaja dihadirkan oleh salah satu kelompok fans Timnas Indonesia, La Grande Indonesia. Hasil Koreo itu membentang dari sebagian sisi barat tribun GBK menuju sisi selatan, dan berakhir di sebagian sisi utara tribun.”Let’s’ Fight for Our Dream,” adalah tulisan besar yang terpampang di atas koreo indah tersebut. La Grande Indonesia tampak menyiapkan koreo itu dengan matang. Bahkan, persiapan mereka sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

INDONESIA BUNGKAM PREDIKSI MEDIA ASING

Sementara itu dari kabar lainnya, hasil imbang Indonesia melawan Australia, berhasil menjungkirbalikkan prediksi media-media asing. Sebelumnya media asing banyak memprediksi Indonesia bakal keok dari Australia. Sportskeeda, sebelumnya memprediksi anak asuh Shin Tae-yong akan kalah dengan skor 0-2 dari Australia. Sementara itu, Sportsmole membuat prediksi yang lebih meremehkan Indonesia. Media asal Inggris itu menyebut Indonesia akan dicukur Australia tiga gol tanpa balas. Namun kenyataannya, semua prediksi tersebut meleset. Artinya, Timnas Garuda sekarang tak bisa dianggap remeh.

NETIZEN AUSTRALIA MARAH-MARAH

Masih dari laga Indonesia vs Australia. Melihat hasil imbang yang diraih, netizen Australia marah-marah. Dua laga tanpa kemenangan daa hanya mengumpulkan 1 poin saja, mendapat reaksi keras dari fans The Socceroos. Berbagai kemarahan tersebut diluapkan oleh fans Australia di postingan akun X, @Socceroos. Banyak dari mereka yang kembali menuntut sang pelatih, Graham Arnold untuk segera dipecat. Fans menganggap performa Timnas Australia banyak kekurangan. Ada juga yang berani mengatakan bahwa performa Timnas Australia memalukan.

PRESIDEN TEKEN PERMOHONAN NATURALISASI HILGERS DAN REIJNDERS

Beralih ke kabar berikutnya. Pasca laga melawan Australia, Ketum PSSI mengatakan bahwa proses naturalisasi Mees Hilgers sudah memasuki tahap akhir. Menurut Erick Thohir, dokumen tersebut sudah ditandatangani oleh Menpora dan Mensesneg. Lalu pada hari Rabu 11 September 2024, dokumen tersebut akan ditandatangani Presiden. Setelah mendapat tanda tangan Presiden, lalu dokumen tersebut tinggal diproses di DPR RI. Menurut Erick Thohir, jika semuanya berjalan lancar, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers akan gabung Timnas Indonesia pada Oktober mendatang saat melawan Bahrain dan China.

VIETNAM TERANCAM HUKUMAN FIFA

Sementara itu kabar lainnya datang dari rival Timnas Indonesia, Vietnam. Dilansir dari Indozone, Vietnam dilaporkan terancam hukuman dari FIFA akibat penyelenggaraan turnamen LPBank Cup 2024 yang berakhir tanpa pemenang. Dalam turnamen yang diadakan oleh Vietnam tersebut, ada satu laga yang batal yakni Thailand vs Rusia karena alasan cuaca. Akibatnya, Federasi Sepakbola Vietnam mengubah format turnamen tersebut menjadi laga persahabatan biasa. Perubahan format tersebut dinilai banyak pihak akan mendapat sanksi dari FIFA. FIFA kini masih mengkaji laporan resmi dari pihak Federasi Sepakbola Vietnam mengenai situasi yang terjadi.

NATHAN AKE MENANGIS

Lanjut ke kabar dari sepakbola Eropa. Dilansir dari Goal, bek Manchester City, Nathan Ake terlihat menangis saat ia ditandu keluar lapangan setelah menderita cedera hamstring parah. Ake mengalami cedera di laga UEFA Nations League antara Belanda dan Jerman. Bek Manchester City itu tampak kesakitan. Ake kini sedang jalani tes medis lanjutan untuk menentukan seberapa parah cederanya. Pihak Manchester City juga masih menanti kabar terbaru cedera Ake.

BIKIN KESALAHAN, DE LIGT DIGANTI

Masih dari laga Belanda vs Jerman di UEFA Nations League. Dilansir dari Sportbible, Matthijs De Ligt diganti langsung oleh pelatih Ronald Koeman di babak pertama pasca melakukan kesalahan fatal di laga tersebut. Koeman dikritik oleh beberapa media pasca ia menarik De Ligt di babak pertama. Namun, pasca laga usai Ronald Koeman angkat bicara soal keputusannya menarik keluar Matthijs de Ligt. Koeman seakan membela De Ligt dengan mengatakan bahwa, ia mengganti De Ligt bukan semata-mata karena melakukan kesalahan. Melainkan ingin mencoba pemain Brighton, Paul Van Hecke.

KANE DAPAT TROFI SPESIAL

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari Goal, Harry Kane mendapatkan penghargaan setelah mencatatkan penampilan ke-100 untuk Three Lions saat melawan Finlandia di laga UEFA Nations League. Kane dihadiahi trofi khusus dan karangan bunga oleh legenda Chelsea dan Inggris, Frank Lampard. Harry Kane menerima penghargaan spesial tersebut dengan ditemani oleh istri beserta anak-anaknya di lapangan.

FANS CHELSEA TOLAK STADION BARU

Berita selanjutnya datang dari Chelsea. Dilansir dari Goal, fans Chelsea merasa kecewa dengan rencana pembangunan stadion baru setelah kehilangan kepercayaan terhadap pemilik bersama Todd Boehly dan Clearlake. Fans Chelsea lebih mementingkan peningkatan performa dari pada membangun stadion baru. Sebelumnya muncul kabar bahwa The Blues ingin bangun stadion di daerah Earlโ€™s Court dengan kapasitas yang lebih banyak dari Stamford Bridge.

BAUMGARTNER MINTA MAAF PADA ODEGAARD

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari Daily Mail, pemain yang mencederai Martin Odegaard di laga Norwegia vs Austria, Christian Baumgartner telah meminta maaf. Permintaan maaf itu langsung ia tunjukan kepada Odegaard yang kini harus berjalan dengan kruk berkat tekel kerasnya. Baumgartner mengunggah permintaan maafnya tersebut lewat Instagram Storynya di akun @Baumi_14. Ia berkata tidak sengaja melukai pemain Arsenal tersebut, dan berharap Odegaard pulih dengan cepat.

LAWAN SPURS, ARSENAL TAK BOLEH PAKAI JERSEY MERAH

Kabar berikutnya datang dari Arsenal. Dilansir dari The Sun, jelang lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris Arsenal tidak diperbolehkan mengenakan jersey merah kebanggannya untuk pertama kalinya dalam sejarah Derby London Utara. The Gunners akhirnya mengalah akan menggunakan jersey tandang warna hitam saat melawan The Lilywhites. PGMOL memutuskan bahwa Arsenal tidak dapat mengenakan warna merah karena dikhawatirkan menyamai jersey putih milik Spurs. Menurut PGMOL jersey kandang Arsenal musim ini warnanya dominan putih. Meski Arsenal sudah mengajukan celana dan kaos kakinya memakai warna merah, namun tetap saja tidak diperbolehkan oleh PGMOL.

TONI KROOS LUNCURKAN KLUB SEPAKBOLA DI MADRID

Dari kabar lainnya, mantan pemain Real Madrid Toni Kroos baru-baru ini dikabarkan telah membentuk klub sepakbola di kawasan Kota Madrid. Dilansir dari Football Espana, dalam membentuk sebuah klub di Kota Madrid, Toni Kroos bekerja sama dengan Federasi Sepak Bola Kerajaan Madrid. Klub bernama Encinas de Boadilla yang terletak di tepi barat Kota Madrid telah resmi menjadi klub akademi Toni Kroos. Ia berharap klub itu mampu jadi wadah anak-anak yang ingin mengembangkan talenta sepak bolanya.

WEGHORST DAN TIMBER BERTENGKAR, KOEMAN ANGKAT BICARA

Dilansir dari Daily Mail, Ronald Koeman angkat bicara soal pertengkaran yang terjadi di internal Timnas Belanda antara Jurrien Timber dan Wout Weghorst. Sebelumnya, Weghorst sampai keluar lapangan berkat pertengkarannya dengan Timber. Koeman mengaku pertengkaran tersebut merupakan hal yang lumrah. Menurut Koeman, media tak boleh membesar-besarkan hal tersebut. Internal De Oranje pun kini dalam keadaan baik-baik saja setelah Koeman meminta kedua pemain saling memaafkan.

DESCHAMPS DICEMOOH FANS SENDIRI

Sementara dari Timnas Prancis. Dilansir get football news france, pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps terlihat dicemooh oleh fansnya sendiri saat laga melawan Belgia di stadion Groupama, Lyon. Cemoohan tersebut terjadi saat pengumuman skuad dari kedua tim sebelum laga. Tak hanya Deschamps yang disoraki, pemain Prancis seperti Barcola, Mbappe, maupun Guendouzi juga mengalami nasib yang sama. Menurut laporan, cemoohan tersebut datang dari fans yang kesal terhadap performa Les Bleus saat kalah dari Italia.

LA LIGA LIBUR, HANSI FLICK TETAP KERJA

Beralih ke kabar dari La Liga. Dilansir dari Tribuna, meski La Liga sedang libur, namun pelatih Barcelona, Hansi Flick tetap bekerja. Flick bersama stafnya, Bojan Krkic terlihat memantau laga Barcelona Juvenil A. Flick mengaku ingin mengisi waktu luangnya tersebut dengan tetap bekerja untuk perkembangan Barcelona. Pelatih asal Jerman tersebut mengaku senang mempelajari sistem pembinaan pemain muda di Barcelona. Dirinya ingin menemukan banyak pemain dari tim muda Barcelona.

HAMBURG PUTUS KONTRAK PEMAINNYA YANG KENA DOPING

Kabar berikutnya datang dari negara Hansi Flick, Jerman. Dilansir dari get football news germany, klub divisi dua Liga Jerman Hamburg telah resmi memutus kontrak bek tengahnya, Mario Vukcevic. Langkah tersebut sudah disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Vukcevic sendiri sedang terjerat kasus doping yang telah terbukti di persidangan. Berkat hal itu, Vukcevic harus menjalani hukuman tidak boleh bermain sepakbola hingga tahun 2026.

BEN YEDDER AKAN DIADILI KASUS SEKSUAL

Dilansir get football news france, mantan pemain AS Monaco, yakni Wissam Ben Yedder dilaporkan akan segera menjalani sidang atas dugaan kasus pelecehan seksual. Kabarnya, sidang akan dilaksanakan pada 15 September 2024. Ben Yedder ditahan akhir pekan lalu karena dituduh mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di dalam mobilnya. Ia saat ini berada di bawah pengawasan kepolisian dan harus jalani wajib lapor ke kantor polisi hingga ia diadili nanti.

INTER PANTAU TERUS JONATHAN TAH

Kabar berikutnya datang dari Serie A. Dilansir dari get football news italy, Inter Milan ternyata kepincut untuk mendatangkan bek Leverkusen, Jonathan Tah. Nerazzurri yang hobi angkut pemain gratisan, mengaku siap untuk menampung Tah yang kontraknya akan habis 2025 mendatang. Bek tengah Leverkusen tersebut disiapkan sebagai pengganti dari De Vrij dan Acerbi yang umurnya makin menua. Profil bek yang sering bermain dengan pola tiga bek seperti Tah, sangat disukai oleh Simone Inzaghi yang notabene pecandu taktik tiga bek.

AC MILAN LUNCURKAN PRODUK FASHION

Sementara itu tim Kota Milan lainnya, AC Milan kini sedang sibuk memamerkan produk fashion terbarunya. Dilansir Goal, Rossoneri telah meluncurkan koleksi fashion terbaru bekerjasama dengan klub Major League Baseball, New York Yankees. Dua klub yang dimiliki Red Bird Capital tersebut meluncurkan berbagai produk fashion eksklusif dari mulai jaket varsity, hoodie, kaos, hingga topi. Semua produk yang diluncurkan dilengkapi dengan unsur dari kedua klub. CEO Milan, Giorgio Furlani mengaku alasan mereka meluncurkan produk ini adalah sebagai penghargaan kedua kota, baik Milan maupun New York sebagai kota mode dunia.

TRANSFER MARTIAL KE FLAMENGO GAGAL

Dilansir dari Tribal Football, Anthony Martial dilaporkan gagal menyelesaikan kesepakatan transfer untuk pindah ke klub Brasil, Flamengo. Kegagalan tersebut disebabkan oleh tuntutan gaji yang tinggi dari sang pemain. Pemain yang berstatus sebagai agen bebas tersebut, meminta gaji tinggi plus kontrak selama tiga tahun yang kemudian ditolak oleh Flamengo. Mantan klub Ronaldinho itu mengaku bahwa syarat yang diminta Martial tidak masuk akal.

MARSELINO FERDINAN TERLEMPAR DARI SKUAD OXFORD UNITED

Kabar selanjutnya datang dari Marselino Ferdinan. Dilansir dari Goal, impian masyarakat sepakbola tanah air melihat Marceng tampil di ajang Championship 2024/25 pupus sudah. Pasalnya mantan pemain KMSK Deinze tersebut telah terlempar dari daftar 25 pemain yang didaftarkan oleh Oxford United untuk mengarungi ajang Championship musim ini. Nama Marselino Ferdinan hanya dimasukan dalam skuad Oxford United U-21.

CALVIN VERDONK CAPAI 1 JUTA FOLLOWERS

Dilansir dari Bola.net, akun instagram pribadi punggawa timnas Indonesia, Calvin Verdonk yakni @c.verdonk, telah menembus 1 juta followers. Verdonk pun mengucapkan terima kasih kepada para fans. Menariknya, pemain NEC Nijmegen tersebut menulis kalimat ucapan terima kasih dengan bahasa Indonesia di postingannya. โ€œSungguh pencapaian yang luar biasa. Terima kasih kepada semua yang telah bergabung dengan saya dalam perjalanan iniโ€ tulis Verdonk.

Sandy Walsh Pemain Paling Penting Bagi Timnas Indonesia, Titik!

0

Ada momen lucu yang terjadi di laga melawan Australia kemarin. Saat mendapat tekel keras yang menghantam lututnya, Sandy Walsh seketika mengerang kesakitan. Dirinya mengangkat tangan tanda bahwa lututnya tidak baik-baik saja. Situasi ini sempat membuat para penonton khawatir dengan kondisinya. Kalau sampai cedera ACL, duh, bahaya.

Tapi setelah melakukan sedikit perawatan, Sandy justru kembali berdiri di pinggir lapangan. Dirinya bahkan sampai jingkrak-jingkrak nggak jelas karena meminta wasit untuk segera memasukkannya ke lapangan. Sontak, kekhawatiran pun berubah menjadi gelak tawa setelah melihat tingkah lucu Sandy Walsh.

Bek KV Mechelen itu memang dikenal memiliki pribadi yang gemar melakukan aksi-aksi konyol. Meski terkesan nyeleneh dan kurang serius, Sandy tetap jadi pemain paling penting di skuad racikan Shin Tae-yong. Mengapa bisa begitu? Sebelum mimin jawab, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng terlebih dahulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.ย 

Tampil Apik di Dua Kesempatan

Tidak seperti biasanya, di dua laga melawan Arab Saudi dan Australia Sandy Walsh menjadi pilihan utama di skuad asuhan Shin Tae-yong. Padahal kita semua tahu kalau biasanya yang menempati posisi bek kanan adalah Asnawi Mangkualam. Apalagi mantan pemain PSM Makassar itu sedang moncer-moncernya bersama Port FC.

Mendapat kepercayaan lebih dari Shin Tae-yong tidak disia-siakan oleh pemain kelahiran Brussel, Belgia itu. Dirinya membangun koneksi yang sangat baik dengan pemain-pemain lain. Sandy bahkan nyaris mencatatkan namanya di papan skor jika bola yang dibelokkan ke gawang Green Falcon tidak dianulir FIFA.

Tapi penampilan paling heroik tercipta di pertandingan melawan Australia. Dirinya bahu membahu bersama Maarten Paes, Jay Idzes, Justin Hubner, dan Calvin Verdonk untuk menjaga gawang Indonesia dari serbuan pemain The Socceroos. Sandy naik turun dan lari ke sana kemari untuk mengcover area pertahanan Indonesia.

Selama pertandingan, dirinya juga mencatatkan statistik yang apik. Tampil selama 86 menit, Sandy mengantongi 75% umpan sukses, memenangkan 80% duel, dan melakukan beberapa sapuan menggunakan kaki dan kepalanya. Performa apik yang telah ditunjukan membuat media-media langsung memuji kinerja Sandy.

Perjuangan Sandy Untuk Jadi WNI

Performa apik di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 laiknya buah yang sudah dinantikan kematangannya. Analogi itu muncul karena Sandy Walsh harus melewati penantian panjang untuk mencapai titik ini. Sandy sudah lebih dulu diuji kesabarannya saat memperjuangkan status kewarganegaraannya.

Pemain keturunan Surabaya itu harus menanti setidaknya selama empat tahun untuk mewujudkan impiannya bermain di Timnas Indonesia. Ketertarikan Sandy untuk membela Skuad Garuda muncul pada akhir tahun 2018. Ya, jauh sebelum kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia dan jauh sebelum sepakbola Indonesia berada di puncak ketenaran seperti sekarang.

Kala itu, Simon McMenemy jadi orang pertama yang menghubungi Sandy. Langkah itu diambil setelah dirinya ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Bima Sakti. Simon yang kurang paham bagaimana alurnya hanya mengirim pesan melalui DM Instagram. Isi pesannya cukup singkat. Simon langsung menawarkan kesempatan untuk bermain di Timnas Indonesia.ย 

Sandy pun tertarik dengan tawaran Simon. Pada awal tahun 2019 pun dirinya langsung menjadwalkan penerbangan menuju Jakarta. Proses awalnya berjalan baik. Dirinya bisa membuktikan garis keturunan dan diizinkan untuk mengumpulkan berkas penunjang proses naturalisasi. Namun, dari sini kesabaran Sandy diuji.

Sedang asik-asiknya mengumpulkan berkas, Simon McMenemy justru dipecat. Sandy pun kehilangan koneksi. Situasi diperparah dengan meledaknya Covid-19 dan pergantian kepengurusan PSSI pada tahun 2020. PSSI langsung menghentikan proses naturalisasi Sandy. Merasa dicampakkan, Sandy pun sempat putus asa.

Komunikasi Sandy dengn PSSI mulai membaik kala Shin Tae-yong menduduki kursi kepelatihan Timnas Indonesia. Alhasil, proses naturalisasi Sandy pun dilanjutkan. Setidaknya memakan waktu satu tahun, hingga akhirnya Sandy bisa mengucap sumpah WNI pada November 2022.

Genap empat tahun sudah Sandy menanti kesempatan untuk membela Timnas Indonesia. Dari sini, kita sudah bisa melihat bagaimana dedikasi dan kecintaan Sandy yang teramat besar untuk tanah kelahiran nenek moyangnya. Memiliki cinta yang tulus membuat Sandy semangat untuk mempelajari budaya dan bahasa Indonesia.

Cepat Beradaptasiย 

Untuk mempercepat masa adaptasinya, Sandy Walsh bahkan tak sungkan untuk meminta bantuan dari pemain-pemain Indonesia yang lain. Salah satu yang membantunya adalah Marc Klok yang memang berdarah Belanda tapi sudah lama tinggal di Indonesia.

Dirinya berterima kasih kepada bintang Persib Bandung tersebut yang telah membantunya untuk beradaptasi. Klok membantu Sandy untuk melafalkan beberapa kalimat penting dalam bahasa Indonesia. Sang gelandang juga membantu Sandy ketika sedang berkomunikasi dengan pemain-pemain lain di Timnas Indonesia.

Setelah dibukakan jalan oleh Marc Klok, Sandy pun melanjutkan proses pembelajarannya sendiri. Entah dari membaca buku atau mulai berani bersosialisasi dengan pemain-pemain lokal lainnya.

Sandy bahkan berinisiatif untuk memahami kultur-kultur slang orang Indonesia. Selain mengenal kosakata โ€œMenyala Abangkuโ€ dan โ€œKasih Keras!โ€ Sandy juga mulai mengerti bahwa orang Indonesia itu doyan joget. Alhasil, Sandy pun sampai meluangkan waktu untuk mempelajari beberapa tarian dari Yakob dan Yance Sayuri. Sejauh ini, โ€œDaboy Danceโ€ jadi jogetan favorit Sandy.

Membangun Kedekatan

Ketika sudah hafal gerakannya, kita jadi makin sering disuguhkan dengan video-video singkat yang menampilkan Sandy yang sedang asik melakukan Daboy Dance di mana pun berada. Mau itu abis latihan kek, di kamar hotel kek, pokoknya joget terus. Tapi proses pembelajaran Sandy tak hanya berhenti disitu.

Selain dengan Sayuri bersaudara, Sandy juga berusaha membangun kedekatan dengan pemain-pemain lainnya, seperti Egy Maulana Vikri, Asnawi Mangkualam, dan tentunya Marselino Ferdinan. Dari Marselino lah Sandy akhirnya mengenal kosakata โ€œJancokโ€, kata yang begitu identik dengan tanah kelahirannya, Jawa Timur.ย 

Semua itu dilakukan dengan tujuan agar Sandy bisa memangkas jarak dengan masyarakat Indonesia. Dirinya ingin menghilangkan stigma orang-orang yang masih membeda-bedakan mana pemain naturalisasi dan mana pemain lokal. Dengan mempelajari budaya Indonesia, Sandy ingin menunjukan bahwa dirinya, pemain keturunan lain, dan Indonesia adalah satu kesatuan

Jadi Jembatan

Usai mengantongi banyak ilmu dan informasi tentang Indonesia, budaya, dan kebiasaan orang-orang Indonesia, Sandy mulai menyalurkan ilmunya kepada pemain-pemain keturunan yang baru bergabung. Ya, macam abang-abangan gitu lah. Bantu pemain keturunan lain agar bisa beradaptasi dengan skuad dan budaya Timnas Indonesia.

Apalagi setelah hilangnya Marc Klok dari skuad Timnas Indonesia, Sandy praktis jadi satu-satunya pemain yang bisa jadi jembatan antara pemain keturunan dan pemain Indonesia. Maka dari itu pemain keturunan yang baru datang, seperti Maarten Paes langsung ditempatkan satu kamar dengan Sandy.

Paes pun merasa sangat terbantu dengan kehadiran Sandy sebagai teman satu kamarnya. Kiper FC Dallas itu merasa bahwa Sandy merupakan sosok yang hangat, lucu, dan menyenangkan. Sandy bisa mencairkan suasana yang canggung. Itu membuat Paes jadi bisa langsung menyesuaikan diri tanpa harus jaim.

Dilansir Jawa Pos, Paes juga menyebut Sandy sebagai perangkul para pemain-pemain keturunan. Sandy banyak membantu Paes untuk mengerti banyak kosa kata Indonesia, termasuk lagu kebangsaan Indonesia. Tak heran Paes langsung hafal lagu Indonesia Raya di laga debutnya kemarin melawan Arab Saudi.ย 

Thomas Muller-nya Timnas Indonesia

Sandy juga merekomendasikan beberapa buku yang pernah dibacanya untuk mempermudah Paes dalam belajar bahasa Indonesia. Di luar itu, Sandy dengan senang hati jadi penghubung saat Paes ingin berinteraksi dengan pemain-pemain lain. โ€œSaya belajar bahasa dari Sandy dan beberapa pemain lain. Mungkin bulan depan saya bisa diwawancarai dengan bahasa Indonesia,” ujarnya saat kepada wartawan Antara News.

Begitulah Sandy Walsh. Tingkah dan kekonyolannya mengingatkan kita pada Thomas Muller di Timnas Jerman. Meski bukan seorang kapten, keberadaannya dan aura positifnya sangat penting untuk keseimbangan ruang ganti. Coba saja Sandy Walsh dulu nggak mau sabar menunggu pinangan PSSI, mungkin Timnas Indonesia tak akan serahat ini.

Sumber: Jawa Pos, Bolasport, Suara, Bola.com

Man City vs Inter: Misi Balas Dendam Inzaghi

Baru pekan pertama, Champions League langsung menyajikan sebuah laga seru yang mempertemukan dua klub juara. Inter sebagai capolista Serie A musim lalu akan bertamu ke Etihad Stadium untuk menantang juara bertahan Premier League, Manchester City.

Laga ini juga tergolong sebagai final ulangan karena keduanya saling bertemu di laga puncak edisi 2022/23. Ini akan menjadi sebuah pertandingan seru, yang paling seru di pekan pertama malah. Sebab, performa keduanya di kancah domestik juga sedang naik. Lantas, bagaimana kesiapan keduanya menjelang 18 September 2024 nanti?

 

Head to Head: Manchester City Unggul

Pertemuan pada pekan pertama Champions League 2024/25 nanti ternyata akan menjadi pertemuan keduanya di laga resmi. Seperti yang sudah kita ketahui, terakhir kali mereka bertemu adalah pada final Champions League 2022/23 yang digelar di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul pada 10 Juni 2023.

Pada laga tersebut, Manchester City keluar sebagai juara lewat gol semata wayang Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut berhasil memanfaatkan ruang kosong di depan kotak penalti Inter. Alhasil, Rodri yang tak terkawal akhirnya bisa menjebol gawang Andre Onana lewat sepakan kerasnya.

Pada laga ini, Inter bukannya tampil pasif. Mereka juga tak kalah merepotkan dari anak asuh Pep Guardiola. Il Biscione memiliki beberapa peluang emas termasuk aksi Federico Dimarco yang hampir membuat anak asuh Simone Inzaghi menyamakan kedudukan. Sayangnya, sundulan Dimarco tadi malah diblok oleh rekannya sendiri, tak lain dan tak bukan: Romelu Lukaku.ย 

Kemenangan Manchester City atas Inter ini berhasil mencetakkan banyak catatan apik. Pertama, kemenangan ini berhasil melengkapi torehan trofi Manchester City kala itu sehingga membuat mereka merengkuh treble. Predikat treble ini juga tak hanya membuat mereka menyamai prestasi Inter, tapi juga sang tetangga Manchester United.

Selain itu, kemenangan The Citizens ini juga membuat derajat Kota Manchester setara dengan Kota Milan. Karena Manchester akhirnya menyamai catatan Milan sebagai kota dengan dua klub yang punya koleksi trofi Si Kuping Besar. Nah, boleh banget ditiru nih aksi Manchester City, kalo dihina nggak punya sejarah, ya bikin sejarah sendiri lah!

 

Sesama Juara Liga

Pada ajang kali ini, keduanya juga sama-sama datang sebagai juara. Pada edisi kala keduanya bertemu di final, meski Manchester City datang sebagai juara liga pada musim sebelumnya, Inter hanya berstatus sebagai runner up. Fakta bahwa keduanya merupakan juara bertahan liga masing-masing menjadi daya tarik lain untuk laga ini.

Laga ini tak hanya menjadi misi balas dendam Simone Inzaghi kepada Pep Guardiola, namun juga pertarungan gengsi antara Premier League dan Serie A. Yang satu lekat dengan anak muda, yang satunya kena cap liga kesukaannya orang tua.

Namun, kedua liga ini sebenarnya memiliki nilai lebih masing-masing. Premier League digadang sebagai liga terbaik di dunia. Laga-laga mereka selalu dinanti, meski hanya tim menengah ke bawah yang bermain. Maka wajar saja apabila The Citizens bisa berbangga hati punya predikat juara liga. Ini liga gengsinya tinggi, Bos!

Sementara untuk Serie A, meski remang-remang, mereka juga punya kelebihannya tersendiri. Adalah kebohongan menyebut Serie A liga petani. Coba tengok liga ini selama 5 tahun ke belakang, juaranya selalu berbeda dan perebutan zona Eropa juga selalu seru.

Tak cuma itu, klub-klub dari liga ini juga tergolong yang paling kompetitif di Eropa. Klub-klub Italia bisa tampil hingga babak-babak terakhir sehingga koefisien mereka lebih tinggi dari Premier League. Makanya jangan kaget jika kalian akan melihat ada 8 wakil dari Serie A di kompetisi Eropa musim ini. Sementara Inggris hanya punya 7 wakil.

 

Performa Keduanya di Liga Sama Bagusnya

Secara performa, City dan Inter bisa dibilang sama. Kedua tim belum terkalahkan dalam 3 laga pertamanya di masing-masing liga. Manchester City tampil lebih sempurna dengan menyapu 3 laga pertamanya dengan kemenangan.

Lini depan mereka pun tetap tajam meskipun kehilangan Julian Alvarez di bursa transfer. Total 9 gol telah mereka masukkan dalam 3 laga. Artinya, setiap laga rata-rata mencetak 3 gol. Ngeri gak tuh? Yann Sommer harus benar-benar mempersiapkan dirinya sebelum laga nih berarti.

Di sisi lain, anak asuh Simone Inzaghi gagal menang pada laga perdana setelah imbang 2-2 melawan Genoa. Pada laga ini, Inter banyak mendapat ujian dari VAR. Hadiah penalti mereka dibatalkan gara-gara VAR, kemudian gol kedua Marcus Thuram pun hampir dibatalkan juga oleh VAR. Namun, setelah kontroversi tersebut, Nerazzurri tetap bermain stabil.

Pada dua laga setelahnya, Inter selalu menang dan selalu mencetak clean sheet. Tak cukup menjaga gawangnya tak tersentuh, La Beneamata pun mencetak total 6 gol dalam 2 laga tersebut. Artinya, dalam 2 laga tadi Inter juga memiliki rataan 3 gol per pertandingan, sama seperti The Blue Sky. Udah kebayangkan laga ini bakal berjalan seseru apa?

 

Pemain Kunci Kedua Tim

Mau tak mau, suka tak suka, Erling Haaland akan menjadi pilar penting Manchester City pada laga ini. Bagaimana tidak? 7 dari 9 gol The Blue Moon di liga domestik merupakan hasil dari ketajamannya. Apabila Haaland mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter yang sering overlap bukan tak mungkin ia akan membuat publik Etihad Stadium bersorak.

Sementara di sisi tim tamu, meskipun Marcus Thuram sedang menggila di lini depan, Hakan Calhanoglu tetaplah pemain paling penting di skuad Inter. Dia adalah kreator serangan, sekalipun harus bermain dari lini belakang. Inilah yang disebut sebagai regista, peran khas sepak bola Italia. Umpan-umpan akurat Hakan bisa Inzaghi pakai untuk menusuk ruang-ruang kosong yang dibuat oleh Manchester City

 

Prediksi Pertandingan

Laga final ulangan Champions League 2022/23 ini sepertinya akan berjalan mirip laga final sebelumnya. Manchester City akan mencoba mendobrak 5 bek Inter kala bertahan melalui kombinasi lini tengah. Entah itu Rodri, Ilkay Gundogan, Bernardo Silva, atau bahkan mantan pemain inter, Mateo Kovacic akan diuji kecerdasannya untuk membaca permainan dan memancing pemain Inter untuk keluar.

Ditambah, skema baru Pep Guardiola memakai dua winger lincah, bisa dipakai sebagai senjata rahasia untuk menghukum kelengahan lini belakang Inter. Sebab, ini merupakan skema yang baru dipakai Manchester City musim ini.

Sementara bagi Inter, serangan balik cepat masih akan menjadi bahaya yang akan membayang-bayangi lini belakang Manchester City. Terlebih, anak asuh Simone Inzaghi dikenal sebagai tim yang sangat cair. Siapa pun bisa tiba-tiba berada di depan, sekalipun itu bek tengah macam Francesco Acerbi.

Ditopang dengan umpan akurat Hakan Calhanoglu dan winger pintar seperti Federico Dimarco dan Matteo Darmian, kelengahan flank Manchester City untuk turun ke belakang adalah makanan nikmat bagi keduanya.

Satu lagi yang perlu diingat, striker yang akan The Blue Moon hadapi bukan lagi pemain lambat seperti Edin Dzeko, melainkan penyerang liat bernama Marcus Thuram. Itu pun masih ada striker sejenis dalam diri Mehdi Taremi di bangku pengganti. Kalau sampai keduanya dimainkan, duh, ngeri.

Secara ideal, laga ini harusnya berjalan sangat ketat, akan sangat wajar jika keduanya hanya berbagi poin di akhir laga. Kesalahan-kesalahan kecil bisa jadi akan kembali keluar sebagai pembeda. Layaknya Rodri yang tiba-tiba muncul ketika para pemain Inter terlena dengan akselerasi Bernardo Silva.

https://youtu.be/Zx2TVfFqWAQ

Sumber: Coach Voices, The Football Analyst, Soccer Eco, dan Bein Sport

Satu Poin Berharga! Aksi Bang Paes Bikin Australia Gila

0

Alhamdulillah wa syukurillah! Timnas berhasil mendulang poin lagi. Setelah Arab Saudi, Tim Garuda berhasil menahan Australia setelah bermain tanpa gol. Maarten Paes pun kembali menunjukkan kelasnya di laga ini. Banyak peluang emas yang ia tepis, sampai-sampai pelatih lawan memberinya pujian manis.

Satu poin ini jelas menjadi tambahan poin yang berharga untuk Indonesia. Sebab, poin demi poin akan menjadi krusial di fase-fase seperti ini. Terlebih, dua laga yang sudah Timnas hadapi semuanya tergolong tim kuat. Lantas, seperti apa sebenarnya performa Timnas pada laga semalam?

 

Australia Mendominasi, Tapi Tak Tajam

Meski bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, Timnas Indonesia malah bermain di bawah dominasi Australia. Meskipun di menit-menit awal, anak asuh Shin Tae-yong sempat tampil meyakinkan. Kombinasi Sandy Walsh dan Rafael Struick sempat membuat kiper AS Roma, Matthew Ryan waspada.

Selebihnya, Socceroos perlahan tapi pasti malah mendikte jalannya pertandingan. Mereka dengan mudah melewati lini tengah Indonesia yang tak bermain dengan Thom Haye sejak awal laga. Alhasil, anak asuh Graham Arnold bisa mendapatkan 63% penguasaan bola. Ini mah udah kayak anak kecil yang punya bola aja, maunya tim dia sendiri yang boleh pegang.

Sialnya lagi, mereka juga memiliki akurasi umpan yang bagus meski bermain di atas rumput yang lebih cocok buat pakan kambing daripada main bola. Ditopang dengan kemahiran membaca pertandingan para pemainnya, Australia akhirnya bisa menembus pertahanan Indonesia dan melesatkan 15 peluang. Namun, hanya 5 diantaranya yang mengenai sasaran. Pun mereka gagal memanfaatkan 15 kali kesempatan sepak pojok.

Tapi untungnya Indonesia punya Marteen Paes. Tendangan-tendangan tepat sasaran tadi tak ada artinya dihadapan kiper jago ini. Tendangan dan sundulan Harry Souttar? Tak sedikitpun bikin jala Bang Paes bergetar. Tendangan jarak dekat Craig Goodwin? Ini mah cuma angin. Ternyata, tak sia-sia usaha Timnas Indonesia memperjuangkan perpindahan paspornya, wong ternyata ngeri kali mainnya!

Meski sebenarnya punya kesempatan untuk menyerang lewat serangan balik, para penggawa Tim Garuda tak mampu memanfaatkannya. Yang terpenting, hasil pertandingan ini tak membuat Indonesia kehilangan poin.

Ini juga menjadi pertama kalinya Indonesia tak kalah lawan sang tetangga sejak 28 Januari 2009. Pada laga Kualifikasi Piala Asia 2011 tersebut, Indonesia juga berhasil menahan imbang Socceroos tanpa gol. Duh, bayangkan! Sudah 15 tahun lamanya. Cristian Gonzales aja tahun segitu masih belum punya KTP Indonesia.ย 

 

Lagi-Lagi Maarten Paes!

Seperti yang sudah disebutkan tadi, semalam adalah laganya Maarten Paes. Mungkin bagi yang tidak sempat menonton aksinya pada laga pertama melawan Arab Saudi, laga semalam adalah perkenalan yang sempurna dengan Maarten Paes. Para penonton yang sudah merinding melihat gencarnya serangan Australia, malah dibuat kagum oleh aksi-aksinya. Wajar sih, akademi FC Utrecht nih, Bos!

Penampilan menawan Bang Paes tak cuma membuat para pendukung Indonesia kagum, tapi Graham Arnold sebagai pelatih Australia pun dibikin heran oleh penampilannya. Sampai-sampai, pelatih yang membawa Australia ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 tersebut memberi Paes pujian.

“Ada perbedaan berjuang keras dengan menciptakan lima-enam peluang. Tapi kiper Indonesia, Maarten Paes, tampil baik melakukan beberapa penyelamatan gemilang,” sebut Graham Arnold yang frustasi dibuatnya, dikutip dari TVOneNews.

Alhasil, gara-gara penampilan apiknya tersebut, Maarten Paes akhirnya diberi predikat sebagai Man of the Match. Pemain FC Dallas tersebut pun mengaku puas dengan penampilannya di laga semalam.

โ€œLuar biasa dan gila. Pertandingan yang top. 0-0 hasil bagus sebab secara peringkat FIFA kita beda 100 peringkat. Saya merasa sangat baik. Kita bermain secara kolektif sampai akhir sehingga mampu meladeni tantangan Australia. Saya berharap ada gol tapi 0-0 cukup bagus. Mari kita lanjutkan,” ucap Paes riang via CNN.ย 

Selepas pertandingan, Maarten Paes tak ikut bergabung lagi dengan rombongan Jay Idzes dan kawan-kawan. Bang Paes diketahui pergi dengan kendaraan tersendiri. Ternyata, dia langsung pergi menuju ke bandara untuk langsung terbang ke Amerika Serikat. Duh, luar biasa Bang Paes ini, baru juga kelar main, udah langsung pergi membelah dunia aja.

 

Hasil Positif Lagi

Hasil imbang ini jelas tergolong sebagai hasil positif bagi Timnas Indonesia. Asa Tim Garuda untuk bisa lolos ke Piala Dunia makin terbuka. Kalau lawan Arab Saudi dan Australia aja bisa nahan imbang, harusnya bisa dapet poin juga dong lawan China dan Bahrain. Nggak apa-apa dapet poin dikit-dikit, nanti juga bakalan jadi bukit. Syukur-syukur bisa menang.

Sementara, Indonesia bertengger di posisi keempat, posisi yang jadi target Timnas agar asa lolos ke Piala Dunia tetap terjaga. Torehan dua poin Indonesia berhasil membuatnya mengungguli Australia dan China di posisi kelima dan keenam. Kapan lagi coba kita bisa duduk di atas Australia?

Tak hanya itu, peringkat Indonesia juga akan terkerek ke atas berkat hasil imbang ini. Diperkirakan Indonesia akan mendapatkan tambahan sekitar 8,57 poin. Ini akan membuat Indonesia duduk ke peringkat 130 dengan 1124,17 poin. Artinya, Indonesia masih akan berada di atas Malaysia. Saran aja nih buat Malaysia, kalo pengen nyalip, cari lawan yang bagusan dikit lah,ย  sama mainnya jangan di kompetisi hiburan terus.ย 

Namun, hasil positif ini masih meninggalkan celah yang harus ditutup oleh Shin Tae-yong. Tumpulnya lini serang Indonesia harus segera diakali agar peluang lolos ke Piala Dunia makin membesar. Shin Tae-yong tak akan bisa membawa Indonesia ke Piala Dunia jika Timnas hanya bertumpu pada hasil imbang. Yang memprihatinkan, dalam 5 laga terakhir, Indonesia hanya mampu mencetak 3 gol, pun 2 di antaranya adalah melawan Filipina.

Tak hanya itu, ketergantungan terhadap Thom Haye juga harus dipikirkan oleh STY. Pada laga semalam, Timnas terlihat kesulitan tanpa keberadaan Profesor Haye di dalam lapangan. Barulah ketika Bang Haye dimasukkan, permainan Indonesia jadi mendingan.

 

Kerugian Australia dan Nasib Graham Arnold

Sementara bagi Australia, hasil imbang ini jelas jadi kerugian bagi mereka. Sebagai tim unggulan dan langganan lolos ke Piala Dunia, mendapat 1 poin dalam 2 laga adalah tanda bahaya. Lini serang mereka juga tak kalah tumpul dari Timnas Indonesia. Bedanya, mereka punya lebih banyak opsi serangan daripada Tim Garuda, sehingga ketumpulan itu makin mudah terlihat.

Mereka harus evaluasi besar-besaran. Mengingat, dalam dua laga berikutnya mereka akan menghadapi Jepang, tim kuat Grup C yang masih tampil digdaya. Socceroos punya potensi besar di kedua sayapnya, terutama dalam diri Nestory Irankunda dan Awer Mabil. Sisanya, tinggal bagaimana mereka mencari cara untuk melesatkan gol ke gawang lawan saja.

Hasil imbang ini pastinya membuat masa depan Graham Arnold sebagai nahkoda Socceroos makin buram. Pria yang pertama kali berkecimpung dengan Socceroos pada tahun 2000 ini sudah mendapat tekanan berat sejak kekalahan atas Bahrain. Dengan kegagalannya mengambil poin penuh di Jakarta, bukan tak mungkin dalam waktu dekat kita akan mendengar kabar bahwa dirinya dipecat.

 

Sumber: Detik, CNN, Fotmob, dan TVOneNews

Jay Idzes: Jimat Penangkal Kekalahan Timnas Indonesia

0

Konon di Irlandia dan Korea Selatan, semanggi berdaun empat membawa keberuntungan. Di China, sesiapa yang meletakkan patung katak emas di pintu rumahnya, keberuntungan akan menghampiri. Personil Blackpink, Kim Ji-soo selalu menaruh secarik uang dolar di dompetnya. Ia meyakini uang itu sebagai jimat pembawa keberuntungan.

Di Indonesia, sebagian masyarakat percaya, dengan menaruh suwuk di leher anak kecil, si anak tidak akan rewel. Jimat memang mitos. Ia tidak bisa dibuktikan secara saintifik, namun melekat bagi banyak orang. Meskipun tidak bisa dibuktikan, ada jimat yang bisa dibuktikan lewat angka.

Ya, jimat itu adalah Jay Idzes. Pria bernama lengkap Jay Noah Idzes laksana jimat penangkal kekalahan bagi Timnas Indonesia. Selama Jay Idzes bermain, selama itu pula Indonesia tak dihampiri kekalahan. Lho, emangnya bener begitu? Yuk cari tahu jawabannya.

Tidak Pernah Kalah Diperkuat Bang Jay

Jay Idzes diturunkan ketika Shin Tae-yong sedang gelisah karena cederanya Jordi Amat. Sang pemain tak dapat turun di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menghadapi Vietnam. Waktu itu, pelatih asal Korea Selatan punya alternatif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Amat dalam diri Jay Idzes.

Sejak laga melawan Vietnam pada 21 Maret 2024 itu, Jay Idzes selalu turun membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kecuali ketika menghadapi Irak, karena waktu itu Bang Jay dalam kondisi tidak fit. Total, Idzes turun di lima laga: menghadapi Vietnam dua kali, Filipina, Arab Saudi, dan terakhir kala menjamu Australia.

Tak ada satu pun kekalahan yang menimpa Indonesia di lima laga tersebut. Jika dirinci, selama diperkuat Jay Idzes, Indonesia berhasil memetik tiga kemenangan menghadapi sesama tim Asia Tenggara, dan dua hasil imbang kala melawan dua negara yang langganan Piala Dunia. Di lima laga itu pula, Jay Idzes bermain 90 menit full.

Wajar saja kalau Idzes layak disebut sebagai penangkal kekalahan Timnas Indonesia. Coba bayangkan kalau Idzes turun saat menghadapi Irak. Mungkin Indonesia bisa menahan imbang Singa Mesopotamia. Karena tidak turun ketika Indonesia kalah dari Irak 2-0, rekor penampilan Idzes di Timnas Indonesia masih bersih dari kekalahan.

Solid di Lini Belakang

Sejak diturunkan, abang kita yang satu ini sudah menarik perhatian. Lha coba bayangin aja, baru di laga keduanya membela Timnas Indonesia, tandukannya sudah membuat Filip Nguyen memungut bola dari gawangnya sendiri. Gol menghadapi Vietnam itu hanya satu dari sekian poin yang bagus dari Bang Jay.

Jay Idzes juga telah banyak membantu di pertahanan Timnas Indonesia. Permainannya yang solid sebagai bek tengah memberi dampak bagi pertahanan Indonesia. Lihat saja betapa menyalanya pemain Venezia ini ketika membuat gawang Indonesia tetap bersih di dua laga melawan Vietnam dan satu laga menghadapi Filipina.

Idzes juga bukan tipe bek angin-anginan yang hanya bagus di satu-dua laga doang. Di putaran ketiga, Idzes membuktikan bahwa dia tak kalah jago dari Alessandro Bastoni. Meskipun bukan bek dengan rating tertinggi versi FotMob di laga melawan Arab Saudi, Bang Jay ikut susah payah menghentikan serangan-serangan Green Falcons.

Di laga tersebut, Idzes mencatatkan dua kali blok, lima sapuan, dan dua kali memenangkan duel darat. Hal yang sama ia teruskan di laga melawan Australia. Usai membuat Roberto Mancini gerah, giliran Graham Arnold yang dibikin berkacak pinggang sambil geleng-geleng kepala oleh Jay Idzes.

Setidaknya ada 15 aksi bertahan yang dilakukan Idzes saat menahan imbang Australia. Jumlah yang sama dengan jumlah corner yang didapatkan Socceroos di laga tersebut. Idzes juga melakukan sembilan kali sapuan, dua kali intersep, 11 kali rekoveri, dan dua kali memenangkan duel.

Penyuplai Bola

Tidak hanya solid mengawal pertahanan dan bikin para pemain depan lawan harus menenggak morfin sepulang laga. Idzes juga jawaban atas kebutuhan Shin Tae-yong akan bek yang sanggup memainkan bola. Sebagai seorang ball-playing defender, Idzes memenuhi kebutuhan itu.

Ia turut menjadi pengalir bola. Ketenangannya dan kemampuan untuk keluar dari tekanan membuat Idzes bisa dengan mudahnya mengirim umpan. Di laga melawan pasukan Roberto Mancini, menurut FotMob, Idzes berhasil mengemas persentase umpan sukses hingga 95%.

Jika menonton laga melawan Australia, kamu juga pasti melihat betapa tenangnya Jay Idzes mengirim umpan. Sekalipun dalam posisi sulit alias ditekan para pemain Socceroos. Mengutip FotMob, Idzes melakukan 18 umpan di laga tersebut. Menariknya, dua dari jumlah umpan yang dilepaskannya mengarah ke sepertiga akhir pertahanan lawan.

Gaya Kepemimpinan

Yang menarik dari Jay Idzes lainnya adalah gaya kepemimpinannya. Sudah menjadi rahasia umum kalau mantan pemain Go Ahead Eagles ini punya jiwa kepemimpinan yang bagus. Meski tidak lahir di Indonesia, keahliannya dalam berkomunikasi dengan rekan-rekannya sangat baik, terutama dengan Rizki Ridho.

Idzes bahkan tak segan memarahi bek Persija Jakarta tersebut. Di laga melawan Arab Saudi, Ridho membuang bola ke arah yang salah. Kejadian itu terjadi di babak kedua ketika Ridho membuang bola ke pinggir lapangan yang justru jatuh di kaki Salem Al-Dawsari, dan pemain yang mencetak gol ke gawang Argentina di Piala Dunia 2022 itu seketika melakukan tusukan.

Tusukannya menghasilkan peluang bagi Arab Saudi yang untungnya berhasil digagalkan Jay Idzes. Kemarahan yang bisa diartikan ketegasan itu menjadi bukti bahwa Idzes memang layak diberikan ban kapten di lengannya. Usianya memang baru 24 tahun, tapi jiwa kepemimpinan sudah membara dalam dirinya.

Tak hanya marah-marah, Idzes adalah suri tauladan yang baik bagi pemain Indonesia, terutama para bek, tak terkecuali Justin Hubner. Jujur saja, pemain muda Wolverhampton Wanderers itu masih belum klinis dan bersih dalam merebut bola. Main bareng Idzes, Hubner bisa lebih kalem.

Bek Venezia itu memang bagus dalam bertahan tanpa harus melakukan pelanggaran. Lihat saja di dua laga terakhir, Idzes tak melakukan satu pun pelanggaran yang merugikan tim. Kemampuannya mengatasi tekanan lawan juga mampu membuat bek-bek Timnas Indonesia merasa lebih nyaman.

Tidak hanya itu, Idzes juga meningkatkan kepercayaan diri bek lain. Tengok saja Rizki Ridho. Beberapa kali main bareng Jay Idzes, performanya sudah cukup untuk menggantikan Steve Cook di Queens Park Rangers.

Ehm, halo QPR, daripada memainkan bek bangkotan itu terus, lebih baik coba bawa Rizki Ridho deh. Jangan mau kalah sama Oxford United yang sudah punya Marselino Ferdinan.

Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Dunia Putaran Kedua

Penampilan yang ditunjukkan Jay Idzes, khususnya di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lalu, menjadikannya pemain terbaik untuk Matchday di Bulan Maret 2024. Idzes meraih 50% suara dari hasil polling dan menduduki posisi teratas. Bek Venezia itu bahkan mengungguli pemain-pemain hebat di Asia.

Mousa Al-Taamari (Yordania), Omar Khribin (Suriah), Sharif Muhammad (Afghanistan), dan Oday Dabbagh (Palestina) berada di belakang Jay Idzes. Untuk putaran ketiga, masih belum keluar siapa yang akan menjadi pemain terbaik versi AFC. Perjalanan toh masih panjang.

Masih ada delapan pertandingan lagi yang harus dilakoni Timnas Indonesia. Itu artinya masih ada delapan pertandingan lagi yang harus diselesaikan Idzes tanpa kekalahan, termasuk menghadapi Jepang nanti. Mungkinkah Jay Idzes sanggup mempertahankan rekor tanpa kekalahannya? Mari kita perbanyak wirid agar juga mendapat dukungan dari jalur langit.

https://youtu.be/z_R4iSRMG7Y

Sumber: Bolacom, Tribunnews, KompasBola, Okezone, NationalGeographic