Konon di Irlandia dan Korea Selatan, semanggi berdaun empat membawa keberuntungan. Di China, sesiapa yang meletakkan patung katak emas di pintu rumahnya, keberuntungan akan menghampiri. Personil Blackpink, Kim Ji-soo selalu menaruh secarik uang dolar di dompetnya. Ia meyakini uang itu sebagai jimat pembawa keberuntungan.
Di Indonesia, sebagian masyarakat percaya, dengan menaruh suwuk di leher anak kecil, si anak tidak akan rewel. Jimat memang mitos. Ia tidak bisa dibuktikan secara saintifik, namun melekat bagi banyak orang. Meskipun tidak bisa dibuktikan, ada jimat yang bisa dibuktikan lewat angka.
Ya, jimat itu adalah Jay Idzes. Pria bernama lengkap Jay Noah Idzes laksana jimat penangkal kekalahan bagi Timnas Indonesia. Selama Jay Idzes bermain, selama itu pula Indonesia tak dihampiri kekalahan. Lho, emangnya bener begitu? Yuk cari tahu jawabannya.
Daftar Isi
Tidak Pernah Kalah Diperkuat Bang Jay
Jay Idzes diturunkan ketika Shin Tae-yong sedang gelisah karena cederanya Jordi Amat. Sang pemain tak dapat turun di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menghadapi Vietnam. Waktu itu, pelatih asal Korea Selatan punya alternatif untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Amat dalam diri Jay Idzes.
Sejak laga melawan Vietnam pada 21 Maret 2024 itu, Jay Idzes selalu turun membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kecuali ketika menghadapi Irak, karena waktu itu Bang Jay dalam kondisi tidak fit. Total, Idzes turun di lima laga: menghadapi Vietnam dua kali, Filipina, Arab Saudi, dan terakhir kala menjamu Australia.
🚨FUN FACT : JAY IDZES! 🇮🇩🦅
✅ Indonesia 1-0 Vietnam
✅ Vietnam 0-3 Indonesia
✅ Indonesia 2-0 Filipina
🤝 Arab Saudi 1-1 Indonesia
🤝 Indonesia 0-0 AustraliaSelama Jay Idzes bermain untuk Timnas Indonesia, skuad Garuda belum terkalahkan hingga malam ini alias UNBEATEN! 🧱 pic.twitter.com/NG78dHCxOG
— Perspective Football Indonesia (@persfootballid) September 10, 2024
Tak ada satu pun kekalahan yang menimpa Indonesia di lima laga tersebut. Jika dirinci, selama diperkuat Jay Idzes, Indonesia berhasil memetik tiga kemenangan menghadapi sesama tim Asia Tenggara, dan dua hasil imbang kala melawan dua negara yang langganan Piala Dunia. Di lima laga itu pula, Jay Idzes bermain 90 menit full.
Wajar saja kalau Idzes layak disebut sebagai penangkal kekalahan Timnas Indonesia. Coba bayangkan kalau Idzes turun saat menghadapi Irak. Mungkin Indonesia bisa menahan imbang Singa Mesopotamia. Karena tidak turun ketika Indonesia kalah dari Irak 2-0, rekor penampilan Idzes di Timnas Indonesia masih bersih dari kekalahan.
Solid di Lini Belakang
Sejak diturunkan, abang kita yang satu ini sudah menarik perhatian. Lha coba bayangin aja, baru di laga keduanya membela Timnas Indonesia, tandukannya sudah membuat Filip Nguyen memungut bola dari gawangnya sendiri. Gol menghadapi Vietnam itu hanya satu dari sekian poin yang bagus dari Bang Jay.
Jay Idzes juga telah banyak membantu di pertahanan Timnas Indonesia. Permainannya yang solid sebagai bek tengah memberi dampak bagi pertahanan Indonesia. Lihat saja betapa menyalanya pemain Venezia ini ketika membuat gawang Indonesia tetap bersih di dua laga melawan Vietnam dan satu laga menghadapi Filipina.
Idzes juga bukan tipe bek angin-anginan yang hanya bagus di satu-dua laga doang. Di putaran ketiga, Idzes membuktikan bahwa dia tak kalah jago dari Alessandro Bastoni. Meskipun bukan bek dengan rating tertinggi versi FotMob di laga melawan Arab Saudi, Bang Jay ikut susah payah menghentikan serangan-serangan Green Falcons.
Di laga tersebut, Idzes mencatatkan dua kali blok, lima sapuan, dan dua kali memenangkan duel darat. Hal yang sama ia teruskan di laga melawan Australia. Usai membuat Roberto Mancini gerah, giliran Graham Arnold yang dibikin berkacak pinggang sambil geleng-geleng kepala oleh Jay Idzes.
Setidaknya ada 15 aksi bertahan yang dilakukan Idzes saat menahan imbang Australia. Jumlah yang sama dengan jumlah corner yang didapatkan Socceroos di laga tersebut. Idzes juga melakukan sembilan kali sapuan, dua kali intersep, 11 kali rekoveri, dan dua kali memenangkan duel.
Penyuplai Bola
Tidak hanya solid mengawal pertahanan dan bikin para pemain depan lawan harus menenggak morfin sepulang laga. Idzes juga jawaban atas kebutuhan Shin Tae-yong akan bek yang sanggup memainkan bola. Sebagai seorang ball-playing defender, Idzes memenuhi kebutuhan itu.
Ia turut menjadi pengalir bola. Ketenangannya dan kemampuan untuk keluar dari tekanan membuat Idzes bisa dengan mudahnya mengirim umpan. Di laga melawan pasukan Roberto Mancini, menurut FotMob, Idzes berhasil mengemas persentase umpan sukses hingga 95%.
Jika menonton laga melawan Australia, kamu juga pasti melihat betapa tenangnya Jay Idzes mengirim umpan. Sekalipun dalam posisi sulit alias ditekan para pemain Socceroos. Mengutip FotMob, Idzes melakukan 18 umpan di laga tersebut. Menariknya, dua dari jumlah umpan yang dilepaskannya mengarah ke sepertiga akhir pertahanan lawan.
🔍 𝐏𝐥𝐚𝐲𝐞𝐫 𝐅𝐨𝐜𝐮𝐬 ✨
Jay Idzes! ©️
👟 2x tackles
🦵 5x clearances
💪 3x interceptions‣ #KitaGaruda ‣ #GarudaMendunia pic.twitter.com/NLdfVGdn3g
— Timnas Indonesia (@TimnasIndonesia) September 9, 2024
Gaya Kepemimpinan
Yang menarik dari Jay Idzes lainnya adalah gaya kepemimpinannya. Sudah menjadi rahasia umum kalau mantan pemain Go Ahead Eagles ini punya jiwa kepemimpinan yang bagus. Meski tidak lahir di Indonesia, keahliannya dalam berkomunikasi dengan rekan-rekannya sangat baik, terutama dengan Rizki Ridho.
Idzes bahkan tak segan memarahi bek Persija Jakarta tersebut. Di laga melawan Arab Saudi, Ridho membuang bola ke arah yang salah. Kejadian itu terjadi di babak kedua ketika Ridho membuang bola ke pinggir lapangan yang justru jatuh di kaki Salem Al-Dawsari, dan pemain yang mencetak gol ke gawang Argentina di Piala Dunia 2022 itu seketika melakukan tusukan.
Tusukannya menghasilkan peluang bagi Arab Saudi yang untungnya berhasil digagalkan Jay Idzes. Kemarahan yang bisa diartikan ketegasan itu menjadi bukti bahwa Idzes memang layak diberikan ban kapten di lengannya. Usianya memang baru 24 tahun, tapi jiwa kepemimpinan sudah membara dalam dirinya.
jay idzes, lu baru 24th tapi bisa sekarismatik dan sebijaksana ini. tahun depan nyapres aja ya bang🙏🏻 pic.twitter.com/XQ5B0iebWA
— jungfood buka ½ hari (@jungjeproy) September 6, 2024
Tak hanya marah-marah, Idzes adalah suri tauladan yang baik bagi pemain Indonesia, terutama para bek, tak terkecuali Justin Hubner. Jujur saja, pemain muda Wolverhampton Wanderers itu masih belum klinis dan bersih dalam merebut bola. Main bareng Idzes, Hubner bisa lebih kalem.
Bek Venezia itu memang bagus dalam bertahan tanpa harus melakukan pelanggaran. Lihat saja di dua laga terakhir, Idzes tak melakukan satu pun pelanggaran yang merugikan tim. Kemampuannya mengatasi tekanan lawan juga mampu membuat bek-bek Timnas Indonesia merasa lebih nyaman.
Tidak hanya itu, Idzes juga meningkatkan kepercayaan diri bek lain. Tengok saja Rizki Ridho. Beberapa kali main bareng Jay Idzes, performanya sudah cukup untuk menggantikan Steve Cook di Queens Park Rangers.
Ehm, halo QPR, daripada memainkan bek bangkotan itu terus, lebih baik coba bawa Rizki Ridho deh. Jangan mau kalah sama Oxford United yang sudah punya Marselino Ferdinan.
Pemain Terbaik Kualifikasi Piala Dunia Putaran Kedua
Penampilan yang ditunjukkan Jay Idzes, khususnya di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lalu, menjadikannya pemain terbaik untuk Matchday di Bulan Maret 2024. Idzes meraih 50% suara dari hasil polling dan menduduki posisi teratas. Bek Venezia itu bahkan mengungguli pemain-pemain hebat di Asia.
Mousa Al-Taamari (Yordania), Omar Khribin (Suriah), Sharif Muhammad (Afghanistan), dan Oday Dabbagh (Palestina) berada di belakang Jay Idzes. Untuk putaran ketiga, masih belum keluar siapa yang akan menjadi pemain terbaik versi AFC. Perjalanan toh masih panjang.
✅ RESMI : Jay Idzes masuk dalam nominasi pemain terbaik Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada bulan Maret.
Pemilihan pemenang berdasarkan vote di website AFC. 😁 pic.twitter.com/8dmIpIhh4w
— Extra Time Indonesia (@idextratime) March 31, 2024
Masih ada delapan pertandingan lagi yang harus dilakoni Timnas Indonesia. Itu artinya masih ada delapan pertandingan lagi yang harus diselesaikan Idzes tanpa kekalahan, termasuk menghadapi Jepang nanti. Mungkinkah Jay Idzes sanggup mempertahankan rekor tanpa kekalahannya? Mari kita perbanyak wirid agar juga mendapat dukungan dari jalur langit.
https://youtu.be/z_R4iSRMG7Y
Sumber: Bolacom, Tribunnews, KompasBola, Okezone, NationalGeographic


