Beranda blog Halaman 118

TAK DISANGKA! 8 Pemain Ini Pernah Jadi Korban HINAAN Lionel Messi

0

Banyak yang mengira, sosok Lionel Messi merupakan pemain yang pendiam, baik hati, dan tidak sombong. Namun faktanya, framing sikap Messi tersebut tak sepenuhnya benar. Messi bukan malaikat suci yang harus selalu disembah.

Ia hanyalah manusia biasa yang penuh dengan khilaf dan dosa. La Pulga sama seperti manusia lainnya yang pernah berbuat salah, termasuk menghina seseorang. Tak hanya sekali atau dua kali saja La Pulga pernah menghina orang. Berikut ada 8 pemain yang pernah menjadi korban hinaan Messi.

Sergio Ramos

Melihat pertarungan Lionel Messi dan Sergio Ramos di lapangan saat laga El Clasico, ibarat film “Tom and Jerry”. Saat mereka bermain untuk Barca dan Real Madrid, keduanya kerap adu mulut dan bertengkar di lapangan. Namun pada suatu ketika di laga Piala Super Spanyol 2017, ada satu momen bagaimana Messi sudah mencapai puncak kemarahannya terhadap Ramos.

Sepanjang laga, Messi terlihat emosi. Ia tak bisa membobol pertahanan yang digalang oleh Ramos. Kemarahan terhadap Ramos akhirnya memuncak saat Messi meminta bola yang diambil oleh Sergio Ramos.

Namun, apa yang dilakukan Ramos? Alih-alih memberikan bola itu baik-baik, ia malah melempar bola tersebut ke atas kepala Messi. Sontak, kata-kata kasar keluar dari mulut La Pulga.

Messi berteriak dalam bahasa latin, “La concha de tu madre”. Artinya kurang lebih “Ibumu bajingan”. Namun, sikap Messi tersebut tak langsung dibalas oleh Ramos. Ramos malah merasa puas sudah bisa membuat La Pulga naik pitam.

Wout Weghorst

Tak hanya Ramos yang sempat dikata-katain Messi. Masih ingat laga Perempat final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Belanda yang dijuluki “Battle of Lusail”? Ya, saking panasnya tensi laga tersebut, Messi pun kembali menghina orang.

Peristiwa tersebut terjadi pasca laga usai. Wout Weghorst sang pencetak brace ke gawang Argentina, menjadi sasaran amarah Messi. Kejadiannya berawal pada saat Weghorst menunggu Messi diwawancarai awak media di lorong stadion.

Weghorst memandang dengan sinis Messi. Messi yang melihatnya pun merasa muak, dan langsung mengeluarkan kata-kata kasar dalam bahasa Spanyol “que miras, bobo?”, yang artinya “Apa yang kamu lihat, tolol.”

Setelah dikata-katain, Weghorst malah berusaha menghampiri Messi. Ia sepertinya tak tahu apa yang dikatakan Messi, karena ia tak mengerti bahasa Spanyol. Pemain Belanda tersebut berusaha mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Messi. Namun, usaha tersebut ditolak, yang ada Weghorst malah didorong oleh rekan setim Messi, Lisandro Martinez.

Jamie Carragher

Pemain berikutnya yang jadi korban hinaan Messi adalah Jamie Carragher. Namun uniknya, mantan pemain Liverpool ini mendapat hinaan bukan di lapangan. Peristiwa tersebut berawal saat Messi baru saja menandatangani kontrak dengan PSG tahun 2021.

Jamie Carragher yang menjadi pundit di Sky Sports saat itu cukup vokal menyampaikan pendapatnya tentang Messi di program acara Monday Night Football. Mantan bek Liverpool tersebut mengatakan bahwa langkah kepindahaan La Pulga ke Paris sebagai langkah yang buruk, dan bisa berdampak negatif pada kariernya.

Ternyata oh ternyata, Lionel Messi adalah penonton setia program Monday Night Football. Messi mengaku menonton langsung saat Carragher menyatakan pendapat tentang dirinya. Lalu setelah itu, Carragher dikirimi DM oleh Messi. Messi mengirimkan pesan berbahasa Spanyol yakni “Burro”.

Carragher awalnya bingung, karena ia tak tahu apa arti pesan tersebut. Namun, setelah ia bertanya pada temannya, “burro” itu ternyata artinya keledai. Setelah dihina sebagai keledai, Carragher malah mengucapkan terimakasih kepada Messi. Carragher merasa apa yang ia ocehkan di acara tersebut diperhatikan langsung oleh Messi.

James Milner

Mantan pemain Liverpool lainnya yang pernah mendapat hinaan dari Messi adalah James Milner. Peristiwa itu terjadi saat laga leg pertama semifinal Liga Champions 2018/19 antara Barcelona vs Liverpool di Camp Nou. Meski Blaugrana menang 3-0 di laga tersebut, namun sepanjang laga La Pulga sempat frustrasi.

Pasalnya selama 90 menit, Messi terlihat terus dikasari oleh beberapa pemain Liverpool. Pada titik tertentu, Messi mulai muak. Messi merasa tak terima ketika ia terus dikasari dan dilanggar pemain Liverpool termasuk James Milner.

Setelah turun minum, Milner yang sudah menjadi sasaran amarah, kemudian dihina oleh Messi dalam bahasa Spanyol “burro”, yang artinya Keledai. Namun Milner tak membalasnya. Milner hanya tertawa saat dikatai Keledai. Milner hanya menganggap kata-kata “burro” tersebut sebagai kata yang umum untuk menghina seseorang di Spanyol.

Wellington

Jauh sebelum menghina Carragher, Milner dan Weghorst, Messi pernah menghina pemain Malaga, Wellington. Peristiwa tersebut terjadi di laga La Liga musim 2014/15 antara Malaga vs Barcelona di La Rosaleda. Laga tersebut berkesudahan 0-0.

Saking ketatnya laga, beberapa pelanggaran keras pun terjadi. Termasuk apa yang dilakukan bek Malaga Wellington kepada Messi di menit 80-an. Messi yang sulit menembus pertahanan Malaga, merasa tak terima dilanggar sampai terjatuh. Dengan penuh amarah, Messi pun kemudian coba menghampiri Wellington.

Keluarlah kata-kata “bajingan” dari mulut Messi. Dasarnya Wellington pemberani, ia tak terima dikatai bajingan oleh Messi. Ia langsung mencekik leher Messi. Cekikan Wellington tersebut akhirnya berbuah kartu kuning.

Yerry Mina

Tak hanya pemain lawan saja yang pernah dihina Messi. Pemain yang pernah menjadi bestie-nya dulu di Barcelona yakni Yerry Mina, juga sempat kena hina. Peristiwa tersebut terjadi di laga Semifinal Copa America 2021 antara Kolombia vs Argentina. Laga tersebut dimenangkan oleh Argentina lewat adu penalti.

Pada saat adu penalti, pemain Kolombia Yerry Mina gagal melakukan tugasnya. Setelah gagal mengeksekusi penalti, La Pulga di tengah lapangan tertangkap kamera mengatakan sesuatu pada Mina yakni “baila ahora”, yang artinya menarilah sekarang.

Kalimat tersebut sengaja dilontarkan Messi karena Mina sebelumnya di laga Perempat Final melawan Uruguay, melakukan selebrasi menari setelah mencetak gol. Namun, setelah mengetahui hal itu pasca laga, Yerry Mina mengaku bersikap biasa saja. Yerry Mina memilih menyikapinya dengan lapang dada. Ia mengatakan tetap respect pada Messi meski sudah menghinanya.

Cristian Tello Dan Alexis Sanchez

Tak hanya mantan rekan satu tim seperti Yerry Mina saja yang pernah dihina oleh Messi. Rekan satu timnya saja, pernah jadi sasaran hinaan Messi. Seperti apa yang pernah dilakukan La Pulga di musim 2012/13 kepada Cristian Tello dan Alexis Sanchez.

Laporan kejadian penghinaan Messi terhadap Tello dan Alexis tersebut, muncul di situs El Confidential. El Confidential mendapat laporan tersebut dari pemain muda Barcelona Gerard Deulofeu. Deulofeu mengungkapkan beberapa kejadian selama ia menjalani sesi latihan bersama Messi saat di Barcelona.

Dalam kesaksian Deulofeu tersebut, Messi sempat menghina Cristian Tello bahwa ia hanya anak baru dan bukan siapa-siapa. “Kamu disini hanya untuk melayaniku” ucap Messi. Menurut Deulofeu, pasca dihina Messi Tello lalu merasa bersalah dan sempat menangis sebentar.

Tak hanya Tello saja yang saat itu dihina oleh Messi. Pemain yang didatangkan Barca musim 2011/12, Alexis Sanchez juga jadi sasaran hinaan Messi. Setelah satu musim bermain bersama Blaugrana, Messi menghina langsung Alexis Sanchez kalau kemampuannya masih buruk.

“Saya tak habis pikir, kamu dihargai begitu mahal. Kalau kamu tak bisa ciptakan banyak gol, berhentilah banyak menendang bola dan berikan saja bolanya padaku,” ucap Messi.

Cuma Timnasnya yang Bagus, Sisanya PSSI Era Erick Thohir Sama Saja!

0

Sebagai disclaimer saja, konten ini tidak berkaitan dengan komentator yang onoh. Rasanya kurang pas saja kalau ada hal yang berseberangan dengan PSSI yang sekarang, lalu dianggap pengikut si komentator. Selain kurang pas, polarisasi membuat kita justru makin menjauh dari peradaban.

Clear, ya?

Kalau sudah jernih pikiranmu, mari kita memulai pembahasannya.

Timnas Indonesia Era Erick Thohir

Jadi, apa yang akan kita bahas? Begini. Timnas Indonesia berhasil menahan imbang dua raksasa Asia: Arab Saudi dan Australia. Hasil ini memperlihatkan bahwa Timnas Indonesia mengalami perkembangan. Berdasarkan jumhur pundit sepak bola, Timnas Indonesia grafiknya sedang naik. Negara lain di seluruh dunia mulai memperhitungkan Timnas Indonesia.

Sampai di sini cita-cita Jay Idzes dan kawan-kawan mulai tampak. Melihat Timnas Indonesia berkembang ke arah positif, sebagian warganet pun bilang sepak bola Indonesia sedang bagus. Anggapan itu makin membesar setelah salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga berpendapat bahwa sepak bola kita keren.

Pernyataan tersebut memancing berbagai tanggapan, termasuk dari akun-akun sepak bola. Salah satunya akun @indosupporter yang menanggapi begini:

Bisa jadi tanggapan itu muncul dari keresahan, bukan cuma pemilik akun tapi juga sebagian penikmat sepak bola Indonesia. Bahwa yang bagus cuma timnasnya. PSSI era Erick Thohir tak jauh berbeda dengan PSSI sebelumnya. Orangnya sih beda, kemampuannya lain, tapi apa yang ditunjukkan, termasuk kebijakannya kelihatan sama.

Fokus Erick ke Tim Nasional

Salah satunya kebijakan yang “timnas sentris”. Kebijakan semacam ini sedikit banyak membuat lini sepak bola lain kapiran. Harus dipahami dulu, ini tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak timnasnya bagus. Seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali pasti senang kalau Timnas Indonesia bagus, apalagi bila lolos ke Piala Dunia.

Hari ini saja Timnas Indonesia bisa bertarung di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia, lolos 16 besar Piala Asia, 4 besar Piala Asia U-23, dan ranking terus naik. Kalau ada yang bilang Timnas Indonesia jelek, orang itu mungkin butuh dielus ubun-ubunnya.

Prestasi tim nasional ini juga senada dengan tujuan Erick Thohir. Mantan bos Inter Milan itu punya gaya mengembangkan sepak bola yang beda, sesuai tagline-nya waktu kampanye di pemilihan ketua umum. Jika di tempat lain yang dibangun grassroot dulu, Erick memilih membangun timnasnya dulu.

Kebijakan-kebijakan yang tujuannya mendukung timnas pun direalisasikan. Jadwal liga disesuaikan agenda timnas, memburu pemain keturunan, membangun pusat latihan, hingga melengkapi fasilitas para pemain timnas. Terbaru, PSSI bisa nyarter pesawat sendiri untuk perjalanan timnas.

Di sepak bola putri juga demikian. Tidak ada Liga Sepak Bola Wanita, tapi Timnas Putri Indonesia bisa menggelar laga, bahkan ikut kompetisi seperti Piala Asia Wanita U-17. Lalu, apakah ini salah? Tentu tidak. Namun, karena fokusnya timnas, yang lain bisa saja tercecer.

Liga Indonesia Masih Tertinggal

Contohnya Liga Indonesia. Terserah kamu peduli sama Liga Indonesia atau timnasnya doang. Namun, negara yang timnasnya sustain, tidak kadang berprestasi kadang ditangisi, dipengaruhi oleh kualitas liga.

Tak usah jauh-jauh terbang ke Benua Biru. Di Asia saja banyak contohnya. Jepang dan Arab Saudi misal. Kualitas Green Falcons dan Samurai Biru bisa bertahan lama juga berkat liga dan piramida kompetisi yang tertata. Australia juga sama.

Para pemain Socceroos, baik keturunan maupun totok, kebanyakan didikan liga dalam negeri. Sekalipun sekarang banyak yang abroad, pada intinya, banyak dari pemain Timnas Australia mengemban pendidikan sepak bola usia dini di Perth, Melbourne, Brisbane, dan kota-kota Australia lain. Tidak di Utrecht.

Omong-omong, seburuk apa Liga Indonesia? Per 15 Agustus 2024, kompetisi sepak bola Indonesia berada di posisi 27 AFC. Memang naik satu peringkat dari musim sebelumnya.

Namun, berada di peringkat 27, Indonesia masih kalah dari Bangladesh, Turkmenistan, hingga Lebanon dan Kyrgyzstan. Jangan kaget kalau kita mulai jarang melihat klub Indonesia tampil di kasta tertinggi di Asia.

Sepak Bola Putri, Apa Kabar?

Itu di level putra. Di sepak bola putri liganya malah tidak jalan. Erick Thohir bilang tak ingin buru-buru menggelar Liga Putri Indonesia. Liga Putri direncanakan baru digelar pada tahun 2026, setahun sebelum jabatan Erick Thohir di PSSI habis.

Uniknya meski tanpa kompetisi domestik, Timnas Putri bisa mengikuti kompetisi selevel Piala Asia U-17. Tentu saja, hasilnya mudah ditebak. Mereka terkapar. Para pemain masih banyak kekurangan. Pelatih Satoru Mochizuki sendiri yang mengatakan itu.

Menurut pelatih asal Jepang ini, dikutip Kumparan, pemain putri Timnas Indonesia masih kurang dalam sepak bola dasar seperti umpan, tembakan, dan kontrol. “Perlu dilatih dan diasah kembali,” kata Satoru. Namun, bagaimana mau dilatih kalau liganya saja baru akan bergulir dua tahun lagi?

Liga 4 dan Pembinaan, Ada Nggak Sih?

Kembali ke sepak bola putra. Karena sudah banyak yang mengabarkan yang sudah dilakukan Erick Thohir, mari membahas yang masih sekadar janji. Pada kongres PSSI, Juni 2024 lalu, Ketum PSSI berjanji menggelar Liga 4. Namun, hingga pertengahan September 2024, tak ada tanda-tanda Liga 4 akan berjalan.

PSSI masih rutin mengklarifikasi hal-hal yang berbau timnas, ketimbang menyampaikan konsep konkret dari Liga 4. Padahal secara ide bagus. Liga 4 akan masuk piramida kompetisi dan membuat Liga 3 tidak terlalu gemuk. Yah, kita doakan saja supaya Liga 4 beneran digelar.

Selain Liga 4, yang jadi pertanyaan lain, sebenarnya pembinaan usia muda itu jalan nggak sih? Sebentar, jangan ditabrakkan dulu dengan pemain keturunan. Jika ditelusuri, kompetisi usia dini saja hampir tak ada beritanya. Bahkan hingga berakhirnya jeda internasional September 2024, belum ada kabar kalau Elite Pro Academy musim 2024/25 akan diadakan.

Di Instagram resmi @epaindonesia maupun @eliteproacademy_id tak ada informasi tentang EPA musim 2024/25. Padahal banyak tim lokal yang sudah siap untuk EPA musim ini. Karena nggak ada EPA, Persija pun sampai gandeng Le Minerale demi bikin kompetisi U-16 dan U-20.

Kendati EPA belum jelas, kita tetap perlu berprasangka baik pada PSSI dan PT LIB. Mungkin kompetisinya jalan, tapi Erick Thohir yang tawadhu bisa jadi tak mau banyak koar-koar.

Tragedi Kanjuruhan dan Kebijakan

Setahun lebih kepemimpinan Erick Thohir, kasus Kanjuruhan belum tuntas sepenuhnya. Betul bahwa Tragedi Kanjuruhan terjadi di era Iwan Bule, tapi Erick berjanji mengusutnya dan memihak ke korban. Sayang, janji sekadar janji. Baik PSSI, PT LIB, dan aparat yang berwenang tak lagi menggubris kasus Kanjuruhan.

Karena belum tuntas, para suporter pun masih terus menyuarakan kasus ini, termasuk di pertandingan Indonesia vs Australia kemarin. Rasanya menyuarakan kasus ini perlu. Terlebih kini Stadion Kanjuruhan malah direnovasi. Hal yang bikin bukti-bukti di TKP makin mudah dilenyapkan.

Kebijakan PSSI era Erick Thohir juga masih banyak yang tak jelas juntrungannya. Misal, pelarangan suporter tim tamu. Di Pandit Football, Andreas Marbun menulis, kebijakan ini tidak efektif. Kebijakan ini juga dinilai merugikan klub. 

Dengan tanpa penonton, tim tamu tak punya pendukung, pendapatan tiket pun berkurang. Jika pendapatan dari tiket saja berkurang, bagaimana mungkin kita menuntut klub agar menggratiskan biaya masuk seleksi tim muda?

Intervensi Pemerintah? Narsis?

Sejak era Erick Thohir, PSSI sangat akrab dengan pemerintah, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Padahal dalam statuta FIFA, pemerintah dilarang cawe-cawe pada organisasi sepak bola. PSSI adalah organisasi independen yang semestinya terbebas dari intervensi. Terakhir diintervensi pemerintah, PSSI dibekukan.

Namun, Bung Erick membantah kedekatan PSSI dan pemerintah adalah intervensi. Bukan intervensi, kata Erick, tapi kerja sama. Wajar beliau bilang begitu. Bukankah Menteri BUMN memang bekerja sama dengan presiden?

Kita tinggalkan soal intervensi. Sekarang perkara narsistik. Di era Ketum Iwan Bule, ia sering narsis di media sosial. Beberapa kali Bang Ibul memposting video ketika nonton Timnas Indonesia dengan riang gembira. Narsistik semacam ini juga menjangkiti PSSI era kini, tapi dengan varian yang berbeda.

Pernah menonton video Erick Thohir memberi semangat di ruang ganti? Sering lihat Arya Sinulingga ngomong ini-itu di media sosial? Silakan cek sendiri, itu termasuk narsistik atau bukan.

Hingga sekarang, kualitas wasit juga belum beres, terutama di Liga 2 dan Liga 3. Tapi udahlah, itu lagu lama. Mudah-mudahan setelah timnasnya bagus, Erick Thohir mulai memperhatikan sepak bola dalam negeri. Masyarakat yakin beliau mampu. Itu jika beliau memang mau memperbaiki sepak bola Indonesia, bukan cuma timnasnya.

https://youtu.be/0msVzZtV-8E

Sumber: PSSI, CNNIndonesia, DetikSport, Kumparan, PanditFootball

Berita Bola Terbaru 13 September 2024 – Starting Eleven News

UGARTE DEBUT LAWAN SOTON

Dilansir dari Goal, pemain baru Manchester United, Manuel Ugarte telah dipastikan akan menjalani debutnya di Liga Inggris pada saat Red Devils bertandang ke markas Southampton pada Sabtu 14 September 2024. Kepastian ini diutarakan langsung oleh Erik Ten Hag dalam konferensi pers jelang laga melawan Soton. Namun, Ten Hag mengisyaratkan bahwa pemain asal Uruguay tersebut kemungkinan baru akan diturunkan di babak kedua.

SEMUA KLUB LIGA INGGRIS INGIN CITY DIHUKUM

Selanjutnya ada kabar dari Manchester City. Dilansir dari Goal, sidang atas dugaan pelanggaran yang dilakukan City, dipastikan akan dimulai pada hari Senin 16 September 2024. Saat sidang tersebut akan dilangsungkan, Presiden La Liga Javier Tebas mengaku mendapat informasi bahwa seluruh klub di Liga Inggris sangat berharap agar The Citizens dihukum. Seluruh klub di Liga Inggris antusias melihat City akan segera disidang. Informasi tersebut didapat Tebas dari pertemuannya dengan beberapa petinggi Liga Inggris setelah keluar kabar bahwa City akan disidang mulai hari Senin mendatang.

HAALAND SEDANG BERDUKA, BAKAL ABSEN?

Masih dari kabar Manchester City. Dilansir dari Daily Mail, Erling Haaland sedang berduka setelah kehilangan pamannya, Ivar Eggja. Eggja merupakan orang kepercayaan keluarga Haaland selama ini. Mendiang Eggja juga sangat berpengaruh pada karier sepakbola Haaland. Menurut laporan, pihak City kemungkinan akan mengizinkan Haaland jika sang pemain minta libur untuk kembali ke Norwegia. Haaland sendiri posisinya sudah berlatih bersama skuad City sejak hari Kamis jelang laga Liga Inggris melawan Brentford hari Sabtu, 14 September 2024. Namun, Haaland belum memutuskan, apakah ia akan pulang sebelum laga melawan Brentford, atau pasca laga.

ARTETA HAMPIR SETARA PEP GUARDIOLA

Beralih ke kabar dari pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Dilansir dari Daily Mail, Arteta telah resmi menandatangani kontrak barunya di Arsenal hingga tahun 2027. Dalam kontrak terbarunya, Arteta akan mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan. Kontrak Arteta sebelumnya hanya berkisar 9 juta pounds per musim. Namun, kini Arteta akan memperoleh gaji mendekati kisaran angka 20 juta pounds per musim. Nilai tersebut mendekati gaji termahal pelatih di Liga Inggris yang disandang Pep Guardiola, yakni 20 juta pounds per musim.

ENZO FERNANDEZ LOLOS DARI HUKUMAN FA

Pindah ke kabar lainnya. Dilansir dari The Sun, pemain Chelsea Enzo Fernandez lolos dari hukuman FA atas kasus rasis yang dilakukannya saat Copa America 2024. FA telah mengatakan bahwa kasus rasisme yang dialami Enzo, sepenuhnya adalah ranah FIFA. Jadi, FIFA yang akan berhak mengusut dan menghukum kasus Enzo tersebut. Namun FA mengatakan bahwa mereka tetap menghormati apapun yang akan diputuskan oleh FIFA terhadap kasus pemain The Blues tersebut

BENTANCUR TERANCAM LARANGAN BERMAIN

Berbeda dengan Enzo, gelandang Tottenham Hotspur, Rodrigo Bentancur malah didakwa bersalah oleh FA atas komentarnya baru-baru ini tentang budaya orang Korea Selatan. Dilansir dari The Sun, Bentancur diduga bersalah karena pada bulan Juni lalu mengatakan ke publik bahwa semua orang Korea Selatan berpenampilan sama. Meskipun pemain asal Uruguay tersebut sudah meminta maaf atas tindakannya di media sosial, namun ia tetap dinyatakan bersalah. Menurut laporan, Bentancur telah melanggar peraturan FA E3.1, karena bertindak dengan cara yang tidak pantas, menghina, atau mencemarkan nama baik. Sebagai hukumannya, ia terancam diskors selama 12 laga.

REAL MADRID LUNCURKAN VIDEO WASIT KONTROVERSIAL

Dari kabar La Liga, Real Madrid baru-baru ini telah meluncurkan video kompilasi dari wasit Juan Martinez Munuera. Dilansir dari Football Espana, El Real sengaja meluncurkan video tersebut di Real Madrid TV karena ingin membuat jera wasit tersebut. Pasalnya, wasit Munuera ini telah banyak merugikan El Real di beberapa laga, termasuk ketidakmampuannya menghentikan laga Real Madrid melawan Osasuna musim lalu setelah Vinicius Jr jadi sasaran pelecehan rasis. Kebetulan, Munuera akan memimpin laga Los Blancos melawan Real Sociedad di La Liga, pada Sabtu 14 September 2024.

BARCELONA TUKAR FRANKIE DE JONG DENGAN FABIAN RUIZ?

Beralih ke kabar selanjutnya. Dilansir dari Psg Post, Barcelona sudah mempunyai rencana untuk segera menukar Frankie De Jong dengan gelandang PSG, Fabian Ruiz. Fabian Ruiz sendiri dilaporkan sangat antusias untuk kembali lagi ke La Liga. Barca akan memanfaatkan situasi Fabian Ruiz yang hingga saat ini belum juga mendapatkan tempat reguler di PSG. Dalam tawaran yang akan diajukan ke pihak PSG, Barca akan memasukan Frankie De Jong sebagai alat tawar.

BARCELONA BIDIK TUAN RUMAH LAGA FINALISSIMA

Masih dari Barcelona. Dilansir Football Espana, Barcelona dilaporkan telah resmi mengajukan kepada FIFA agar ditunjuk sebagai tuan rumah laga Finalissima antara Spanyol vs Argentina. Blaugrana sudah menyiapkan stadion baru Camp Nou yang akan selesai direnovasi pada tahun 2025 mendatang. FIFA sendiri sudah memastikan bahwa laga Finalissima tersebut akan dihelat di Eropa, pada tahun 2026. Jika Barcelona diterima sebagai tuan rumah, maka ini akan jadi laga kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou.

LA LIGA UMUMKAN BATAS GAJI

Masih dari Spanyol. La Liga telah resmi mengumumkan batasan gaji dari para klubnya untuk musim 2024/25. Real Madrid menjadi klub dengan batasan gaji tertinggi dengan 755 juta euro. Barcelona mengalami peningkatan berada di bawah El Real dengan nilai batasan gaji 426 juta euro. Di tempat ketiga ada Atletico Madrid dengan batasan gaji sebesar 310 juta euro. Selain itu, Leganes dan Alaves adalah dua klub yang memiliki batasan gaji terendah. Alaves dengan 38,6 juta euro, dan Leganes dengan 37 juta euro.

KETEGANGAN IBRAHIMOVIC DENGAN PEMILIK MILAN

Beralih ke kabar dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, telah terjadi ketegangan antara Zlatan Ibrahimovic dan pemilik Milan, RedBird Capital. RedBird Capital semakin tidak senang dengan sikap mantan penyerang tersebut yang dinilai egois. Menurut laporan, yang memicu ketegangan antara Ibra dan RedBird adalah sikap Ibra yang menghabiskan lebih banyak waktu di pusat latihan Vismara untuk mengawasi putra bungsunya Vincent, daripada mengurusi tim utama Milan di Milanello.

CR7 TINGGALKAN TAYLOR SWIFT

Dari kabar Ibrahimovic beralih ke kabar Cristiano Ronaldo. Dilansir dari The Sun, subscriber YouTube CR7 telah resmi melewati subscriber artis atau penyanyi kenamaan, Taylor Swift. Subscriber CR7 kini mencapai angka 60 juta lebih, melewati subscriber Taylor Swift di angka 59,9 juta hanya 23 hari setelah meluncurkan salurannya. Bahkan akun Youtube CR7 kini dinobatkan sebagai saluran YouTube terbesar ke-43 di dunia.

KLARIFIKASI PSSI SOAL PASPOR GANDA

Sementara itu, soal Peter Gontha, pihak PSSI telah mengklarifikasi kritikan tersebut. Exco PSSI Arya Sinulingga mengaku bingung, kok ada orang yang mengkritik Timnas Indonesia di saat sedang bagus-bagusnya. Arya juga membantah pernyataan yang menyebut bahwa pemain diaspora tidak melepas kewarganegaraan lamanya saat membela skuad Garuda. PSSI menjamin para pemain diaspora datang dan pulang dari tanah air hanya dengan paspor Indonesia. Selain itu, PSSI juga menjamin proses peralihan kewarganegaraan para pemain diurus dengan cara yang benar dan sesuai prosedur.

JELANG LAWAN INDONESIA, PELATIH CHINA TERANCAM PEMECATAN

Dari kabar lainnya, calon lawan Timnas Indonesia berikutnya di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, China, sedang dilanda masalah pelik di internal mereka. Jelang melawan Timnas Garuda bulan Oktober mendatang, pelatih mereka, Branko Ivanovic justru terancam dipecat. Desakan itu berasal dari mayoritas publik sepakbola China dan beberapa petinggi federasi. Mereka sudah mual dengan dua hasil buruk saat melawan Jepang dan Arab Saudi.

PSSI PILIH MAURO ZIJLSTRA, SINGKIRKAN OLE ROMENY?

Masih soal Timnas Indonesia. Beredar kabar bahwa PSSI telah menerima berkas dokumen dari Mauro Zijlstra. Striker yang kini membela FC Volendaam U-21 tersebut bahkan sudah mengatakan akan segera datang ke Indonesia untuk menjalani proses naturalisasi setelah dokumennya diperiksa oleh PSSI. Hal itu disampaikan Zijlstra di akun Youtube, Voetbal Primeur. Jika proses ini berjalan lancar, artinya Zijlstra-lah yang akan jadi striker baru Timnas Garuda, bukan Ole Romeny. Sebelumnya menurut Exco PSSI Arya Sinulingga, Ole Romeny sulit untuk dinaturalisasi.

ODEGAARD ABSEN TIGA MINGGU

Dilansir dari BBC, dokter tim Norwegia, Ole Sand mengatakan bahwa Odegaard akan absen setidaknya hingga tiga minggu. Sand mengatakan bahwa ada kemungkinan patah tulang pada pergelangan kaki Odegaard yang membutuhkan perawatan intensif. Menurutnya, tiga minggu itu adalah waktu standar penyembuhan cedera pergelangan kaki. Namun, bisa juga lebih lama lagi tergantung proses pemulihan sang pemain.

SPURS KEHILANGAN BISSOUMA

Tak hanya Arsenal yang kehilangan Odegaard jelang Derby London Utara, Tottenham Hotspur juga akan kehilangan salah satu gelandangnya, yakni Yves Bissouma. Dilansir The Sun, Bissouma mengalami cedera pasca membela negaranya, Mali. Bissouma kena tekel lawan dan tertatih-tatih saat ditarik keluar lapangan pada laga Mali vs Eswatini di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika. Meski kini Bissouma telah kembali ke London, namun ia masih menjalani rehabilitasi cederanya tersebut.

KLUB DENGAN JUMLAH PENONTON TERBANYAK DI LIGA DOMESTIK 2023/24

Kabar berikutnya datang dari MU. Dilansir BBC, Setan Merah telah ditetapkan sebagai klub dengan jumlah penonton terbanyak di liga domestik saat menggelar laga kandang. Secara total dalam semusim, kehadiran fans MU di Old Trafford mencapai 1.397.148. Angka tersebut paling tinggi di antara klub mana pun di Eropa. Jika ditotal di semua kompetisi yang diikuti MU, total kehadiran penontonnya selama semusim mencapai 1.834.291. Sementara itu, peringkat dua kehadiran fans di laga kandang pada kompetisi domestik, ditempati oleh Borussia Dortmund dengan total penonton mencapai 81.305.

MANTAN PEMAIN MU TERANCAM DIPENJARA

Masih berkaitan soal MU. Dilansir dari Goal, mantan pemain MU era Sir Alex Ferguson, Anderson terancam hukuman penjara. Gelandang asal Brasil tersebut diduga belum membayar hutang tunjangan pemeliharaan anak. Anderson telah diberitahu oleh pengadilan keluarga di daerah Porto Alegre, bahwa ia menghadapi hukuman penjara 30 hari kecuali membayar sebesar 45.000 pounds yang menjadi utangnya. Jika Anderson membayarnya, hakim akan menangguhkan surat perintah penangkapan kepadanya. Namun, kalau tidak, ia bisa ditangkap dan langsung dijebloskan ke penjara Irmao Miguel Dario di Brasil.

KEPALA PENDAPATAN PSG AKAN GABUNG MU

Kabar berikutnya datang dari Paris. Dilansir dari getfootballnewsfrance, kepala pendapatan PSG bernama Marc Armstrong, dilaporkan akan segera hijrah ke MU. Marc Armstrong dibawa langsung oleh Jean-Claude Blanc, mantan kepala eksekutif PSG yang sekarang jadi anggota dewan MU. Armstrong pernah bekerja sama dengan Blanc di PSG sampai tahun 2022. Untuk posisi atau jabatan dari Marc Armstrong di MU nantinya, sampai sekarang belum diketahui. Namun yang jelas, ia akan bekerjasama lagi dengan Jean Claude Blanc.

IDE DARI PEMILIK LYON NAIKKAN PAMOR LIGUE 1

Masih dari sepakbola Prancis. Pemilik Lyon, John Textor baru-baru ini mengemukakan ke publik tentang ide barunya untuk Ligue 1. Dilansir dari getnewsfootbalfrance, pengusaha asal Amerika Serikat tersebut mengaku sudah berdiskusi dengan presiden LFP, Vincent Labrune, tentang idenya untuk memperluas alokasi pemain Non Uni Eropa untuk tim Ligue 1. Fyi, saat ini tim di Ligue 1 dibatasi hanya boleh mendaftarkan empat pemain Non Uni Eropa dalam skuadnya. Menurut Textor dengan membebaskan klub mendatangkan banyak pemain Non Uni Eropa, diharapkan Ligue 1 bisa menjangkau lebih luas lagi pasar dunia.

PR BESAR PSSI DI LAGA KANDANG MELAWAN JEPANG

Beralih ke kabar sepakbola nasional. PSSI punya PR besar setelah terjadinya insiden para penonton yang tak punya tiket menjebol pintu GBK. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi insiden tersebut. Pihaknya mengaku kecolongan dan minta maaf atas terjadinya insiden ini. PSSI akan melakukan perubahan total untuk sistem masuk ke GBK dengan melibatkan crowd management yang lebih profesional. Perubahan total ini bakal dimulai saat Timnas Indonesia menjamu Jepang pada 15 November 2024.

MAARTEN PAES MASUK BEST XI VERSI SOFASCORE

Berkat penampilan apik saat melawan Australia di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Maarten Paes diganjar masuk Best XI Matchday 2 oleh Sofascore. Maarten Paes yang diberi nilai 7,5 mengalahkan kiper-kiper mentereng lain seperti kiper Australia Matthew Ryan, maupun kiper Jepang dan Korea Selatan sekalipun. Maarten Paes masuk Best XI tersebut bersama pemain seperti Harry Souttar, Son Heung-min, Ayase Ueda, Eldor Shomurodov, maupun Akram Afif.

SINDIR TRADISI FANS, PEMAIN AUSTRALIA MINTA MAAF

Beralih ke kabar selanjutnya. Pemain Australia yang sempat menyindir fans Indonesia, Mitchell Duke telah resmi meminta maaf. Sebelumnya Mitchell Duke pasca laga Indonesia vs Australia menyindir tradisi fans timnas yang menyanyikan lagu “Tanah Airku”. Menurut Duke, tradisi tersebut tampak berlebihan karena menurutnya Indonesia hanya meraih hasil seri. Selang beberapa hari ucapannya tersebut, ia kemudian meminta maaf lewat Instagram Story-nya. Duke minta maaf kepada seluruh publik Tanah Air dan mengaku sama sekali tak bermaksud menyindir. Dia mengaku salah, dan kemudian memberi hormat kepada seluruh fans sepakbola tanah air.

PETER GONTHA GALAU DENGAN TIMNAS INDONESIA

Lanjut ke kabar berikutnya. Mantan Duta Besar RI untuk Polandia, Peter Gontha, galau dengan situasi Timnas Indonesia saat ini. Padahal skuad Garuda tengah ciamik di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sosok yang juga merupakan politikus Partai NasDem itu menumpahkan kegalauan dalam unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ada delapan poin yang menjadi kegalauan Peter soal Timnas Indonesia dan PSSI. Jika ditarik secara garis besar, kegalauan ini bersumber dari maraknya pemain keturunan di skuad Timnas. Dalam unggahan itu, Peter menyadari pendapatnya ini tidak populer dan bakal mengundang hujatan warganet. Namun, dia juga tidak ingin masyarakat dibodohi oleh sebuah kemajuan sepak bola yang palsu.

Dicampakan Brazil Justru Bikin Jorginho Meraih Kesuksesan di Eropa

0

Dari kisah pengkhianatan Itachi kepada klan Uchiha, kita bisa belajar bahwa di balik sebuah pengkhianatan paling bersejarah di desa Konohagakure pun ternyata ada sisi alasan mulia. Itachi rela dianggap sebagai pengkhianat dan membunuh hampir seluruh kerabatnya demi masa depan desa yang lebih baik.

Dan kisah yang dialami oleh Itachi pun kurang lebih sama dengan apa yang dialami Jorginho. Sebagai pemain Italia, namanya sama sekali tak ada Italia-italianya. Itu karena ia memang bukan kelahiran Italia. Jorginho merupakan pria kelahiran Brazil. 

Mungkin bagi sebagian orang, Jorginho telah dianggap hina dan tak memiliki jiwa nasionalis karena mengkhianati Brazil. Tapi dari sudut pandang lain, ini adalah keputusan terbaik. Dengan meninggalkan Brazil, Jorginho telah berhasil mencapai mimpinya untuk sukses di dunia sepakbola. Lantas, bagaimana perjalanan Jorginho meraih kesuksesan setelah meninggalkan Brazil?

Dibawa ke Italia

Pemain bernama lengkap Jorge Luiz Frello Filho lahir di daerah bernama Imbituba. Daerah tersebut dikenal sebagai kota pelabuhan dan pesisir di negara bagian Santa Catarina, Brazil Selatan. Jorgino dibesarkan di daerah yang begitu jauh dari pusat kota. Imbituba bahkan berjarak lebih dari 1.700 kilometer dari Ibukota Brazil, Brasilia.

Seperti anak muda Brazil pada umumnya, pria yang kerap disapa Jorginho itu menggemari sepakbola. Jorginho bahkan dengan mantap ingin menekuni olahraga tersebut. Dirinya bahkan konsisten untuk terus berpartisipasi dalam turnamen-turnamen lokal yang ada di Brazil.

Namun, dari turnamen itu tak kunjung ada klub Brazil yang menawarinya kontrak. Bahkan, sebatas kesempatan trial pun tak pernah datang untuknya. Tim-tim Brazil merasa tubuh Jorginho terlalu kecil untuk menjadi seorang gelandang bertahan yang notabene sering melakukan kontak fisik dengan pemain-pemain lawan.

Jorginho justru mendapat tawaran dari seseorang yang mengaku sebagai agen pemain dari Italia. Agen itu bukan hanya memuji permainan Jorginho. Dirinya juga menawarkan sang pemain untuk menimba ilmu di sekolah sepakbola yang jauh lebih baik dari yang ada di daerah tempat tinggalnya.

Setelah dua tahun menimba ilmu di sekolah sepakbola, Jorginho dinilai cukup baik untuk dibawa ke Italia. Dan akhirnya, Jorginho dan beberapa pemainnya diberangkatkan ke Italia. Kala itu, Jorginho yang masih berusia 15 tahun diberi kesempatan trial di salah satu klub Italia, Hellas Verona.

Beratnya Hidup di Verona

Sebagai bocah yang tidak memiliki keluarga di Verona, Jorginho akhirnya hanya mendapat uang saku dari presiden klub Hellas Verona, yakni Riccardo Prisciantelli. Tidak banyak, hanya sekitar 20 euro per pekan. Dengan uang segitu, Jorginho hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti makan dan menelepon keluarga di Brazil. Dirinya tidak bisa pergi jalan-jalan atau mencari hiburan lain. 

Bahkan dirinya tak punya rumah di Verona. Menurut Goal, Jorginho dititipkan oleh Riccardo ke seorang pendeta lokal. Maka dari itu, Jorginho hanya bisa menumpang tidur di Biara. Jorginho hampir menyerah, tapi keluarga di Brazil menguatkannya.

Setelah tiga tahun menimba ilmu di Hellas Verona, Jorginho dinilai layak untuk naik level ke tim senior. Dirinya mendapat kontrak profesional pertamanya pada tahun 2010. Kemampuan Jorginho dalam membaca permainan dan kerja kerasnya di lapangan diprediksi bakal berguna untuk Verona di kemudian hari.

Namun, mendapat kontrak tidak membuatnya langsung mencatatkan debut di skuad utama. Jorginho justru lebih dulu dipinjamkan ke klub kasta ketiga Liga Italia, Sambonifacese. Di klub itulah Jorginho akhirnya mencatatkan debut di level senior. Dengan kualitas yang dimiliki, Jorginho langsung mendapat banyak kesempatan di skuad utama. Ia mencatatkan 31 penampilan dan mencatatkan satu gol musim 2010/11.

Setelah penampilan yang menjanjikan di Serie C, Jorginho akhirnya dipulangkan ke Verona pada tahun 2011. Jorginho langsung menjadi pemain inti di skuad Verona. Puncak karirnya bersama Verona terjadi pada musim 2012/13. Kala itu, Jorginho jadi bagian penting Verona yang menembus kasta tertinggi Serie A. Dirinya tampil dalam 41 penampilan dan menyumbang dua gol serta dua assist di Serie B.

Dibeli Napoli

Musim 2013/14 pun akhirnya jadi musim pertama Jorginho tampil di kasta tertinggi. Masih bersama Verona, Jorginho kembali tampil memuaskan. Bahkan ketika belum genap semusim, performanya di lini tengah Verona telah menarik perhatian klub raksasa Serie A, Napoli. Kala itu Rafael Benitez yang masih mengemban status pelatih Napoli meminta langsung kepada klub untuk segera memboyong Jorginho.

Benitez begitu terkesan dengan gaya bermain Jorginho. Berkat keberadaannya, permainan Verona terlihat begitu dinamis. Aliran bola dan sistem yang terbentuk di lini tengah Verona begitu mengagumkan. Jorginho berpengaruh besar ketika Verona menembus enam besar Serie A sebelum akhirnya ditebus Napoli pada Januari tahun 2014.

Meski berstatus pemain baru, dirinya dengan cepat beradaptasi dengan permainan yang diusung Rafael Benitez. Di bawah asuhannya, Jorginho di plot sebagai gelandang bertahan. Dirinya diduetkan dengan pemain yang kenyang pengalaman, Gokhan Inler. Eksperimen Benitez pun berhasil, keduanya jadi salah satu duet tersolid di Serie A.

Jorginho juga membantu Napoli untuk finis di urutan ketiga klasemen akhir Serie A 2013/14. Dengan begitu, Napoli bisa melaju ke Play Off Liga Champions untuk memperjuangkan satu tiket ke Liga Champions musim berikutnya. Sayangnya, mereka gagal dan akhirnya berlaga di Europa League musim 2014/15.

Tapi kegagalan itu setidaknya terobati oleh trofi Coppa Italia musim 2013/14. Jorginho bahkan mencatatkan empat penampilan serta mencetak satu gol di kompetisi itu. Napoli asuhan Rafael Benitez berhasil mengalahkan Fiorentina di pertandingan final dengan skor telak 3-1. Gelar ini sekaligus jadi gelar perdana Jorginho setelah meninggalkan Brazil.

Melejit Bersama Maurizio Sarri

Berprestasi di musim perdananya bersama Napoli, Jorginho langsung mendapat sorotan. Dia digadang-gadang bakal jadi bagian penting Napoli dalam beberapa tahun kedepan. Dan prediksi itu tak meleset sama sekali. Di musim-musim berikutnya, Jorginho memang mengemban peran vital di lini tengah Il Partenopei.

Pada musim 2015/16, saat kursi kepelatihan berganti dari tangan Rafael Benitez ke Maurizio Sarri, Jorginho melesat bak roket. Di bawah asuhan Sarri, Jorginho menjelma jadi dirijen permainan Napoli yang tak tergantikan bersama Marek Hamsik. Dirinya mencatatkan 35 pertandingan dan mencetak empat assist musim tersebut.

Media-media sepakbola pun mulai memberitakan Jorginho. Dirinya dikenal tenang ketika beraksi di lapangan dan gaya permainannya dianggap mirip dengan legenda sepakbola Italia, Andrea Pirlo. Jorginho memang taktis seperti Pirlo, tapi dirinya juga memiliki unsur samba dalam teknik permainannya.

Gaya bermain yang diterapkan Sarri membuat kualitas Jorginho terekspose. Kehebatan Jorginho bahkan berhasil membuat kedatangan Mirko Valdifiori sia-sia. Padahal Valdifiori merupakan pemain bawaan Sarri dari Empoli. Valdifiori jadi lebih sering duduk di bangku cadangan gara-gara penampilan gemilang Jorginho. 

Gaya permainan penguasaan bola ala Sarri pun membuat akurasi operan Jorginho mencapai 91% di Serie A 2015/16. Itu yang paling tinggi dibandingkan dengan pemain Napoli lain. Pemain bernomor punggung delapan itu piawai menguasai bola untuk menjembatani antara area bertahan dengan lini tengah.

Tawaran Timnas Italia

Melihat perkembangan Jorginho yang begitu signifikan di Napoli, Timnas Brazil pun mulai menghubungi sang pemain. Sosok yang menghubungi adalah direktur Timnas Brazil kala itu, Edu Gaspar. Awalnya, ini disambut baik oleh Jorginho. Karena ini adalah salah satu mimpinya untuk bisa membela tanah kelahirannya. 

Namun, tawaran Edu bukan tanpa tapi. Edu dan staf kepelatihan Timnas Brazil merasa bahwa Jorginho memiliki bakat. Dirinya bisa meningkatkan kualitas lini tengah Tim Samba yang sedang bersiap untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Tapi, Edu tak bisa menjamin menit bermain Jorginho.

Itu karena tim nasional Brazil kala itu masih memiliki pemain-pemain top di posisi yang sama dengan Jorginho. Hal itu dikonfirmasi oleh agen Jorginho, Joao Santos. “Direktur Timnas Brazil sempat menghubungi kami dan memberikan tawaran yang cukup realistis. Tapi, kehadiran pemain-pemain seperti Casemiro dan Fernandinho membuat Jorginho tak mendapat garansi bermain,” 

Mendengar hal itu, Jorginho cukup kecewa. Ia merasa Edu telah meragukan kualitasnya. Tak jauh dari itu, ketika Jorginho mulai patah hati lantaran diremehkan oleh Brazil, Federasi sepakbola Italia hadir bak seorang pahlawan kesiangan. Mereka menawari Jorginho untuk membela Timnas Italia.

Ini sebuah langkah yang sah karena Jorginho belum mencatatkan satu penampilan pun bersama Selecao dan sudah menetap di Italia sejak usianya masih remaja. Selain itu, dirinya memang memiliki darah Italia dari kakeknya, Giacomo Frello yang kabarnya berasal dari Venesia, Italia. 

Debut di Timnas Italia

Jorginho pun akhirnya menyanggupi tawaran Timnas Italia. Ia merasa telah memiliki hubungan yang baik dengan sepakbola Italia. Meski dirinya tahu bahwa ia bukan orang asli Italia, tawaran tersebut dianggap Jorginho sebagai kesempatan besar. Yaaa, itung-itung balas budi lah ya. Karena Italia telah banyak berjasa dalam hidupnya. Orang-orang Italia selalu ada di setiap jenjang karir yang ia jalani.

Jorginho mencatatkan debutnya untuk Gli Azzurri pada tahun 2016. Kala itu, Italia sedang melakoni laga uji coba melawan Spanyol. Di laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu, Jorginho hanya tampil selama satu menit sebagai pemain pengganti. Perlahan namun pasti, Jorginho mulia memantapkan namanya di skuad utama Timnas Italia beberapa tahun kemudian.

Dirinya mulai menjadi langganan Timnas Italia di era Roberto Mancini pada tahun 2018. Jorginho selalu tampil saat Italia menjalani turnamen UEFA Nations League dan Kualifikasi Piala Eropa 2020. Keberadaan Jorginho di skuad Mancini membuat pertahanan Timnas Italia seakan berlapis. Itu terbukti di babak Kualifikasi Piala Eropa 2020 pada tahun 2019.

Jika biasanya Jorginho selalu diduetkan dengan pemain lain untuk membentuk skema double pivot di lini tengah, kali ini Mancini membiarkannya bermain sendiri sebagai jangkar. Dirinya hampir selalu jadi pilihan utama Mancini untuk mengisi posisi itu di babak kualifikasi. Dari sepuluh pertandingan yang dimainkan Italia, Jorginho hanya absen sekali saat menghadapi Liechtenstein.

Statistiknya pun luar biasa. Tampil sebanyak sembilan kali, ia membuat Italia tak terkalahkan di babak kualifikasi. Ketika Jorginho bermain, Italia bahkan hanya kebobolan empat kali. Hasil sempurna itu membuat Italia lolos ke Euro 2020 dan berada di Grup A bersama Turki, Swiss, dan Wales.

Berprestasi Bersama Chelsea

Tapi Euro 2020 baru bisa terlaksana pada tahun 2021 karena adanya wabah Covid-19. Kompetisi baru bisa kembali dimulai pada akhir musim 2020. Alih-alih staminanya kendor karena imunnya menurun, Jorginho justru tancap gas bersama Chelsea ketika kompetisi kembali dimulai.

Di masa pandemi, Jorginho justru dianggap sebagai salah satu regista terbaik yang pernah dimiliki Chelsea. Ia memainkan peran sebagai deep-lying midfielder yang mempunyai daya juang tinggi serta visi bermain yang mumpuni. Jorginho hampir tak pernah absen mengisi lini tengah Chelsea. Baik di Liga Inggris maupun Champions League.

Jorginho membangun koneksi yang luar biasa dengan N’Golo Kante. Jika Kante bagian yang mengejar bola, maka Jorginho diamanahi untuk menjaga tempo dan alur permainan Chelsea. Duetnya bersama Kante pun telah melahirkan trofi Liga Champions di akhir musim 2020/21. 

Juara Euro 2020

Prestasinya bersama Chelsea membuat Roberto Mancini tak ragu untuk kembali mengandalkan Jorginho sebagai jenderal lapangan tengah Gli Azzurri di Euro 2020. Tergabung dalam Grup A, Jorginho berhasil membantu Italia menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan. Hasil itu membuat Italia menjadi juara grup dan melaju ke fase gugur.

Bersama Gianluigi Donnarumma, Jorginho menjadi pemain yang selalu tampil di tujuh laga yang telah dilalui Gli Azzurri. Kemampuannya mengatur serangan dan bertahan tak tergantikan. Jorginho bahkan membuat pemain-pemain kreatif seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Pedri, hingga Mason Mount tak berkutik di fase gugur.

Jorginho membantu Italia menyapu tujuh pertandingan dengan kemenangan. Meski pada akhirnya Jorginho jadi pemain Italia yang gagal saat adu penalti melawan Inggris, kerja keras dan pengorbanannya untuk Gli Azzurri tak bisa dipandang sepele. Sebagai mantan pelatih Maurizio Sarri bahkan memberi Jorginho pujian setinggi langit.

Sang pelatih bahkan menyebut Jorginho layak mendapatkan Ballon d’Or tahun 2021. Namun, pada akhirnya yang memenangkan penghargaan itu adalah Lionel Messi. Lantas, apakah Jorginho marah? Mungkin sedikit, tapi meraih trofi Piala Eropa bersama Italia sudah lebih dari cukup bagi Jorginho. Setidaknya, ia berhasil membuat Brazil menyesal telah meragukannya.

Sumber: Goal, Talksport, Arsenal, Punditfootball

Kuda Hitam Penjegal Tim Besar di Liga Champions Musim 2024/25

0

Tak seru namanya sebuah kompetisi sepak bola yang tak memiliki tim-tim kuda hitam. Tim-tim seperti ini adalah bumbu penyedap yang akan menambah cita rasa sebuah kompetisi dengan kejutan-kejutan yang akan dibuatnya.

Meski digelar dengan format baru, ajang Champions League kali ini tetap menghadirkan klub-klub kuda hitam. Baik dari kekuatan baru maupun kekuatan lama yang kembali lagi berlaga. Mereka semua siap menjegal dominasi tim-tim besar, atau bahkan keluar sebagai juara layaknya Porto di tahun 2004. Lantas, siapa saja klub-klub kuda hitam di Champions League kali ini?

 

Girona

Setelah musim lalu secara mengagumkan bisa mengakhiri musim di peringkat ketiga, jalan Girona untuk bermain di kompetisi tertinggi di Eropa ini tak berjalan dengan mudah. Keterkaitannya dengan Manchester City hampir menjegal asa mereka untuk bermain di Champions League. FYI aja nih, Girona dan Manchester City ini merupakan klub yang berada di bawah satu perusahaan yang sama, yakni City Football Group.

Pada akhirnya, UEFA memberikan lampu hijau kepada Girona untuk berkompetisi, namun syarat dan ketentuan berlaku. Syaratnya, kedua tim tidak boleh saling melakukan transfer pemain kecuali yang sudah disepakati sebelumnya.

Mereka pun tak boleh bertukar staf, informasi scouting pemain, hingga urusan-urusan marketing. Mau tak mau, Girona menyetujui, toh dengan kedua klubnya main di Champions League, CFG malah untung besar. 

Ini adalah pertama kalinya Girona bermain di ajang tertinggi sepak bola Eropa. Girona sendiri memang menghabiskan sebagian besar hidupnya di divisi keempat Spanyol. Namun, sekalinya masuk ke Champions League, mereka langsung dilabeli sebagai kuda hitam. Hebat bukan?

Lantas, sehebat apa mereka hingga dilabeli kuda hitam? Sini-sini tak kasih tahu. Musim lalu, mereka adalah klub terproduktif kedua di La Liga, lebih banyak dari Barcelona dan lebih sedikit dari Real Madrid. Meskipun sudah ditinggal Artem Dovbyk, Girona sadah punya pengganti dalam diri Abel Ruiz.

Pun dengan Savinho, mereka masih memiliki Viktor Tsygankov yang tak kalah kreatif. Selama pelatih mereka, Michel, masih bertahan, tampaknya permainan Girona tak akan berubah banyak. Liverpool, Paris Saint-Germain, dan Arsenal harus hati-hati dengan saudara Manchester City ini. 

 

Stuttgart

Setelah pada musim 2022/23 berada dalam kondisi sekarat harus mengikuti play off degradasi, Stuttgart secara mengejutkan berevolusi menjadi klub yang menakutkan pada musim 2023/24. Setelah merekrut Sebastian Hoeness, performa klub ini berubah drastis sehingga bisa bertengger di posisi kedua pada akhir musim.

Ini adalah pertama kalinya Die Schwaben tampil di Champions League sejak musim 2009/10. Saat itu, Sami Khedira dan kawan-kawan harus tunduk dengan agregat 5-1 dari skema tiki-taka Barcelona dengan Pep Guardiola-nya di babak 16 besar.

Tim ini sangat berbahaya ketika tidak memegang bola. High press mereka sangat intens sehingga akan sangat menyulitkan pemain lawan untuk membangun permainannya. Paris Saint-Germain dan Real Madrid harus benar-benar fokus apabila tak mau poin penuhnya dicuri oleh Stuttgart.

 

Sporting Lisbon

Ruben Amorim masih membuktikan namanya sebagai salah satu pelatih potensial di Eropa. Bagaimana tidak? Musim lalu saja, Amorim berhasil mengubah Sporting Lisbon sebagai mesin gol yang mengerikan. 96 gol telah mereka lesatkan ke gawang lawan sehingga trofi juara Liga Portugal berhak dibawa pulang.

Sayangnya, musim lalu perjalanan mereka di Europa League harus berhenti di tangan sang juara kompetisi, Atalanta. Permainan ultra menyerang Sporting dimanfaatkan dengan apik oleh Atalanta di babak 16 besar dengan agregat yang cukup tipis, 3-2.

Masalah pertahanan ini mungkin bisa menjadi poin yang bisa Amorim tingkatkan, terutama kala menghadapi klub-klub besar. Meski demikian, trio Viktor Gyokeres, Trincao, dan Pedro Goncalves akan tetap menjadi momok menakutkan. Manchester City, RB Leipzig, dan Arsenal mendingan fokus latihan sebelum bertemu trio mematikan ini.

 

PSV Eindhoven

Mirip seperti Ruben Amorim di Sporting Lisbon, Peter Bosz juga berhasil mengubah PSV Eindhoven menjadi mesin gol yang mematikan. Pengen tahu berapa gol yang mereka cetak di Eredivisie musim lalu? Mereka mencetak 111 gol, itu pun mereka hanya terbobol 21 kali. Ihh, ngeri!

Produktivitas yang nggak ketulungan ini akhirnya membuat PSV menjadi kampiun. Trio mereka: Luuk de Jong, Hirving Lozano, dan Johan Bakayoko, bertanggung jawab atas sebagian besar gawang yang PSV bobol musim lalu. Tak hanya itu, mereka pun hanya kalah sekali di liga.

Arne Slot yang musim lalu harus rela finish di bawah PSV bersama Feyenoord, harus benar-benar belajar agar lini belakang Liverpool tak remuk dihajar trio berbahaya Peter Bosz. Tak cuma Liverpool, Paris Saint-Germain juga harus benar-benar fokus sebab mereka juga dijadwalkan akan menjamu klub pabrik lampu ini. 

 

Atalanta

Juara Europa League musim lalu, Atalanta, akan tetap memegang titel kuda hitam. Anak asuh Gian Piero Gasperini masih belum terlalu kuat untuk dianggap sebagai klub besar. Pun mereka juga terlalu overpower jika dikategorikan sebagai klub biasa saja.

Bagaimana tidak? Meski musim lalu finish di posisi keempat Serie A, jumlah gol mereka masuk ke kategori 3 besar. 72 gol telah mereka masukkan ke gawang lawan, artinya hampir 2 gol per pertandingan. Pun di final Europa League, Bayer Leverkusen yang sedang mengincar rekor tak terkalahkan, mereka permalukan dengan 3 gol tanpa balas.

Tim penjegal klub besar ini akan diuji kembali kredibilitas titelnya musim ini. Duo El Clasico, Real Madrid dan Barcelona akan menjadi ujian yang datang dari Spanyol. Tak hanya keduanya, klub yang musim lalu hampir juara, Arsenal juga akan bertandang untuk mencoba kemampuan Atalanta.

 

Juventus

Meski namanya besar, agaknya terlalu berlebihan memasukkan Juventus sebagai sebuah klub besar di ajang Champions League kali ini. Bagaimana tidak? Wong musim lalu saja mereka nggak main di kompetisi Eropa. Pun performa Juventus di Eropa tak lebih baik dari duo dari Lombardia, Inter dan AC Milan.

Oleh karena itu, memasukkan La Vecchia Signora sebagai kuda hitam terasa lebih pas. Terlebih, musim ini mereka dilatih oleh pelatih yang musim lalu menggemparkan sepak bola Eropa, Thiago Motta. Bersama Motta, Juventus seharusnya bisa bermain lebih meyakinkan dan mematikan. Sebab, gaya bermainnya jauh berbeda dan lebih menjanjikan daripada skema Massimiliano Allegri yang bikin depresi.

Pep Guardiola dan Manchester City-nya dijadwalkan akan menjadi salah satu klub yang  harus bertandang ke Turin. Mereka akan berkesempatan merasakan seperti apa bertanding melawan Thiago Motta. Tak hanya itu, RB Leipzig juga harus waspada ketika Si Nyonya Tua menyambangi mereka.

 

Aston Villa

Terakhir, Aston Villa adalah kuda hitam yang performanya akan sangat dinanti musim ini. Racikan Unai Emery sudah mulai mendekati titik matangnya. Secara perlahan, Emery membuat performa juara satu kali Champions League ini meningkat.

Setelah di musim pertamanya Aston Villa berhasil finish di posisi 7, musim lalu Emery meningkatkannya ke posisi 4. Tak hanya itu, ketajaman di lini depan pun ikut menanjak. Dari 51 gol di musim perdana menjadi 76 di musim lalu. Menjanjikan bukan?

Oleh karena itu, performa The Villans patut ditunggu sebagai kuda hitam. Duo Bundesliga, Bayern Munchen dan RB Leipzig akan menjadi dua dari sekian klub yang dijadwalkan menghadapi anak asuh Unai Emery.

https://youtu.be/iglY7ngbU7g

Sumber: UEFA, Fotmob, The Football Analyst, dan Catalan News

Kamu Nggak Akan Nyangka, Klub Ini Main di Liga Champions Musim 2024/25

0

Bertambahnya slot peserta Champions League merupakan kabar gembira untuk klub-klub semenjana di seantero Eropa. Kesempatan mereka untuk bisa merasakan malam-malam paling magis di kompetisi Eropa kini makin besar. 

Benar saja, mimpi beberapa klub dengan kekuatan seadanya ini akhirnya kesampaian. Mereka akan berkesempatan bermain menghadapi klub-klub bertabur bintang. Tak hanya itu, dengan bermain di kompetisi ini, mereka juga berkesempatan menambah neraca keuangannya dari bonus yang akan didapatkan setiap pertandingan. Lantas, siapa saja klub-klub yang dimaksud?

 

Slovan Bratislava

Slovan Bratislava berhak melaju ke fase liga Champions League musim ini setelah berhasil unggul agregat 2-3 dari wakil Denmark, Midtjylland di fase play off. Alhasil, mereka berkesempatan untuk disambangi Manchester City dan bertandang ke Allianz Arena. Bersama Vladimir Weiss, tim ini akan mencoba peruntungannya di Eropa.

Sebagai juara Liga Slovakia musim lalu, Slovan Bratislava berhak mewakili negaranya di  Champions League melalui jalur kualifikasi. Sebelum bertemu dengan Midtjylland, Slovan Bratislava sudah terlebih dahulu bermain melawan Struga Trim-Lum, NK Celje, dan APOEL Nicosia pada babak kualifikasi pertama hingga ketiga. Kebayang kan perjuangan mereka?

Uniknya, klub yang musim lalu mencetak 76 gol dalam 32 pertandingan di liganya tersebut harganya sangat-sangat murah. Pengen tahu berapa? Harga total skuad mereka hanya sekitar 24,15 juta euro (Rp 419,77 miliar). Murah bukan? Saran aja nih buat Manchester United, daripada mahal-mahal beli pemain, mending beli tim ini aja. Udah murah, main di Champions League lagi. 

 

Young Boys

Setelah menjadi juara di fase reguler dan fase championship Liga Swiss dengan meyakinkan musim lalu, Young Boys berhak lolos ke fase play off Champions League. Mereka bertemu dengan juara Liga Turki, Galatasaray. Tim bertabur bintang itu pun mereka kalahkan dengan agregat 4-2. 

Klub yang musim lalu tampil impresif dengan 78 gol di liga ini akan berkesempatan menjamu jawara Italia, Inter dan bertandang ke Camp Nou untuk melawan Barcelona. Ini bisa menjadi ajang unjuk gigi pemain lincah serba bisa macam Joel Monteiro.

Uniknya, klub ini harganya hampir 2 kali lipat lebih murah dari Lamine Yamal yang dibandrol 120 juta euro (Rp 2,08 triliun). Sementara harga total skuad Young Boys hanyalah 62 juta euro (Rp 1,07 triliun).

 

Sturm Graz

Setelah berhasil juara Liga Austria dengan selisih 2 poin dari RB Salzburg, Sturm Graz berhak langsung lolos ke fase liga Champions League secara langsung dan memaksa RB Salzburg bermain ke fase play off.  Sejatinya, klub asal Austria ini tak seimpresif RB Salzburg. Total, Sturm Graz hanya mampu mencetak 56 gol, lebih sedikit dari 18 gol dari klub minuman kaleng.

Secara skuad pun, harga mereka cukup minimalis, yakni sekitar 67,9 juta euro (Rp 1,18 triliun). Uniknya, pada fase liga nanti, mereka akan bertemu saudara RB Salzburg, yakni RB Leipzig. Bersama otak serangan Timnas Georgia, Otar Kiteishvili, Sturm Graz akan benar-benar diuji kekuatannya oleh klub-klub besar Eropa.

 

Sparta Praha

Mirip seperti Sturm Graz, Sparta Praha menjadi juara Liga Ceko dengan jarak yang sangat ketat dengan rivalnya, Slavia Praha. Namun, performa Sparta Praha memang cukup impresif musim lalu. Mereka berhasil menjadi juara di fase reguler dan fase final dengan 82 gol berhasil mereka ciptakan.

Karena koefisien Liga Ceko rendah, Sparta Praha akhirnya harus memperjuangkan slotnya di fase liga Champions League melalui babak kualifikasi. Namun, mereka langsung bermain dari kualifikasi babak kedua. Sebelum menghempaskan Malmo FF dengan agregat 4-0 di fase play off, Sparta Praha terlebih dulu memulangkan Shamrock Rovers dan FC FCSB.

Dengan harga pasar sebesar 71,65 (Rp 1,72 triliun), Sparta Praha akan menghadapi lawan-lawan yang lumayan berat. Antara lain Inter, Manchester City, dan Bayer Leverkusen, yang tak lain adalah juara dari liga-liga paling top di Eropa. Namun, bersama winger Timnas Serbia, Veljko Birmancevic, Sparta akan mencoba memberikan perlawanan.

 

Dinamo Zagreb

Qarabag cukup sial bertemu Dinamo Zagreb di fase play off. Bagaimana tidak? Jawara Liga Kroasia ini berhasil membantai Qarabag dengan agregat 5 gol tanpa balas. Musim lalu, mereka tampil cukup tajam dengan mencetak 67 gol dalam 36 laga.

Dengan modal itu, mereka akan mencoba mengganggu 4 tim besar sekaligus, yakni Borussia Dortmund, Bayern Munchen, AC Milan, dan Arsenal. Apabila Paris Saint-Germain digadang sebagai klub dengan jadwal paling apes di Champions League musim ini, Dinamo Zagreb bisa jadi yang nomor dua. Namun, bermodal pemain berlabel tim nasional macam Bruno Petkovic dan Marko Pjaca, Dinamo Zagreb siap melawan. 

Sementara secara nilai skuad, total harga seluruh pemain Dinamo Zagreb diperkirakan menyentuh angka 73,35 juta euro (Rp 1,2 triliun). Uniknya, satu pemain mereka, Martin Baturina, seorang diri mendongkrak nilai pasar itu dengan 20 juta euro (Rp 347,6 miliar).

 

Crvena Zvezda

Sama seperti Young Boys, juara Liga Serbia, Crvena Zvezda, harus mengikuti fase play off sebelum bermain di fase liga. Klub yang sering disebut sebagai Red Star oleh media Inggris ini berhasil menekuk Bodo/Glimt dengan agregat 2-3 setelah kalah 2-1 di leg pertama.

Musim lalu, mereka tampil trengginas dengan mencetak 94 gol dalam 37 laga. Edan! Tak hanya itu, jarak mereka ke peringkat 2 pun sangat meyakinkan, yakni 18 poin. Kedatangan striker Bruno Duarte dan winger Timnas Serbia dari Torino, Nemanja Radonjic pastinya akan menambah kekuatan tim ini.

Uniknya lagi, 2 tim besar yang akan mereka hadapi di fase liga nanti, sama juga dengan Young Boys. Inter dan Barcelona juga akan menghadapi Crvena Zvezda dalam jadwal mereka. Sementara secara skuad, Transfermarkt menghargai Crvena Zvezda sebesar 78,2 juta euro (Rp 1,35 triliun).

 

Celtic

Mirip seperti Crvena Zvezda, Celtic tampil mengagumkan di kancah domestik musim lalu. Mereka menjadi juara dengan jarak yang meyakinkan. Tak hanya itu, 95 gol juga berhasil di Liga Skotlandia musim lalu.

Peraih satu trofi Champions League ini lolos ke fase liga secara langsung. Tim berat yang akan mereka hadapi pun relatif mendingan. Mereka akan bertemu dengan duo Bundesliga, RB Leipzig dan Borussia Dortmund. Kasper Schmeichel mungkin bisa sedikit menghela napas melihat kenyataan ini.

Secara skuad, Celtic dihargai dengan nilai 119,15 juta euro (Rp 2,07 miliar). Uniknya, pemain paling mahal Celtic merupakan pemain Asia. Dia adalah penggawa Timnas Jepang, Kyogo Furuhashi, yang dibanderol 14 juta euro (Rp 243,3 miliar).

 

Stade Brestois

Tim yang musim lalu secara mengejutkan duduk di posisi ketiga Ligue 1, Stade Brestois, berhak lolos ke fase liga secara otomatis. Ini merupakan prestasi yang mengagumkan dalam sejarah klub mereka. Kapan lagi coba bisa lolos ke Champions League dan duduk di atas tim besar macam Lille, Olympique Lyon, dan Olympique Marseille? Tangan dingin Eric Roy kali ini membuktikan kelasnya.

Dengan nilai skuad yang hanya berada di angkat 123,7 juta euro (Rp 2,15 triliun), Brest harus berhadapan dengan dua El Clasico, Real Madrid dan Barcelona. Mereka akan menjamu Kylian Mbappe di kandang dan bertandang ke Camp Nou. Tak hanya itu, mereka juga akan menjamu juara Bundesliga, Bayer Leverkusen.

 

Sumber: Transfermarkt, UEFA, Give Me Sport, dan Sky Sport

Berita Bola Terbaru 12 September 2024 – Starting Eleven News

MANCHESTER UNITED ALAMI KERUGIAN FINANSIAL

Dilansir dari BBC, per 30 Juni 2024, selama setahun terakhir Manchester United telah menderita kerugian finansial sebesar 113,2 juta pounds. Kerugian tersebut disampaikan pihak MU dalam laporan keuangan terbaru mereka. Kerugian ini bukan yang pertama kalinya, karena di musim 2021/22, Red Devils sudah mengalami kerugian sebesar 28,7 juta pounds, dan di musim 2022/23 mengalami kerugian 115,5 juta pounds. Menurut laporan, jika ditotal kerugian MU selama kurang lebih lima tahun terakhir sebesar 370 juta pounds. Terlepas dari kerugian tersebut, pihak MU tetap pede tidak akan melanggar aturan PSR. Pihak MU mengaku tidak semua pengeluaran yang mereka lakukan bertentangan dengan aturan PSR.

GARNACHO TERANCAM DIHUKUM TEN HAG

Masih kabar dari MU. Dilansir Daily Mail, Alejandro Garnacho ketahuan menyukai unggahan Instagram dari Fabrizio Romano yang berisi kritikan keras Cristiano Ronaldo terhadap Ten Hag. Fans beranggapan bahwa Garnacho secara tidak langsung mendukung CR7 mengkritik Ten Hag. Tindakan Garnacho yang notabene sebagai fans CR7 tersebut, menurut fans dapat memancing amarah Ten Hag. Menurut beberapa fans, bisa jadi dengan kelakuan Garnacho tersebut, Ten Hag akan menghukumnya.

MU LUNCURKAN MESIN PENYEMBUH CEDERA

Sementara itu dari kabar lainnya, Manchester United baru saja meluncurkan sebuah mesin canggih yang diperuntukan untuk pemulihan bagi pemainnya yang cedera. Mesin canggih tersebut dirancang secara khusus untuk meningkatkan pemulihan pemain rata-rata 25% lebih cepat dari kondisi biasanya. INEOS berharap mesin tersebut dapat membantu tim medis Red Devils merawat pemainnya saat cedera. Mesin tersebut berbentuk kapsul berwarna merah. Pemain yang cedera, nantinya akan masuk dalam kapsul tersebut dalam beberapa waktu.

GUARDIOLA IMPIAN TIMNAS INGGRIS

Beralih ke kabar selanjutnya yang datang dari Pep Guardiola. Dilansir dari Goal, pelatih Manchester City tersebut masuk daftar incaran utama pelatih Timnas Inggris selanjutnya. FA masih berharap pelatih botak itu mau menerima tawaran sebagai pelatih The Three Lions setelah kontraknya habis di Etihad. Pasalnya, FA dikabarkan tak akan menunjuk Lee Carsley sebagai pelatih tetap mereka. Menurut laporan, FA kini sedang menyiapkan daftar pendek pelatih sementara berikutnya sembari menunggu Pep. Nama-nama yang muncul adalah Eddie Howe, Graham Potter dan Frank Lampard.

LOVREN AKAN KEMBALI BERTEMU MU

Kabar berikutnya datang dari mantan pemain Liverpool, Dejan Lovren. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, klub asal Yunani, PAOK FC hampir mencapai kesepakatan untuk merekrut Lovren dari Lyon. Mantan bintang Liverpool itu dilaporkan telah menyetujui detail persyaratan kontrak dengan PAOK. PAOK ingin memperkuat lini pertahanannya jelang berlaga di Europa League musim ini. Lovren diharapkan bisa tampil saat melawan MU di Europa League pada tanggal 7 November mendatang. Sebagai mantan bek tengah Liverpool, pemain asal Kroasia tersebut sudah pernah menghadapi MU sebanyak 11 kali.

ENZO FERNANDEZ DIHUKUM ENAM BULAN

Beralih ke kabar dari Chelsea. Dilansir The Sun, pemain The Blues, Enzo Fernandez terbukti bersalah di hadapan pengadilan atas kasus lalu lintas. Gelandang Argentina itu bersalah karena mengemudi dengan laju kecepatan yang menyalahi aturan ketika berkendara di daerah Swansea. Enzo yang mangkir dari sidang tuntutan kasusnya tersebut, kini telah dihukum larangan berkendara selama enam bulan. Selain dilarang berkendara, Enzo juga dikenai denda sebesar 3000 pounds. Denda tersebut menurut pengadilan harus dibayarkan paling lambat tanggal 9 Oktober 2024.

MBAPPE TOLAK MEDIASI DENGAN PSG

Beralih ke kabar berikutnya dari Kylian Mbappe. Dilansir dari Goal, baru-baru ini Penyelenggara Sepakbola Prancis atau LFP, telah meminta Kylian Mbappe dan PSG untuk mediasi guna mengakhiri perselisihan mereka terkait upah. PSG sudah setuju dengan saran tersebut, namun tidak dengan Mbappe. Pemain Real Madrid tersebut menolak mentah-mentah saran mediasi dari LFP. Mbappe ngotot kasus ini harus diselesaikan di meja hijau. Menurut pihak Mbappe, mediasi tidak ada gunanya untuk mengatasi kasus ini.

TEMPAT LATIHAN REAL MADRID DITUTUP KARENA JAMUR

Sementara itu klub Kylian Mbappe, Real Madrid dilaporkan terpaksa menutup tempat latihan mereka karena kondisi yang buruk. Dilansir dari Football Espana, El Real menutup tempat latihan mereka karena kondisi lapangan yang dipenuhi jamur. Menurut laporan, jamur tersebut telah membuat alergi beberapa pemain. Lapangan yang menjadi homebase dari Real Madrid Castilla tersebut terlihat membutuhkan perawatan. Sebagai tindakan perawatan lapangan, tim Castilla Real Madrid dipindah ke lapangan 7 di Valdebebas.

BUFFON DIBERI PERAN BARU DI TIMNAS ITALIA

Bergeser ke sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, legenda Italia Gianluigi Buffon telah diberi peran baru di Timnas Italia. Meski posisinya sebagai Direktur Olahraga Gli Azzurri masih tetap diemban, namun Buffon mendapat tugas baru sebagai direktur referensi Timnas Italia. Buffon nantinya akan bertugas sebagai perantara Spalletti untuk memilih pemain yang akan dipanggil timnas. Ia nantinya akan berhubungan dengan para pelatih Serie A, maupun pelatih tim liga-liga lain untuk membahas performa, kebugaran, dan ketersediaan para pemain untuk dipanggil ke Timnas Italia.

RIBERY LULUS LISENSI KEPELATIHAN UEFA A

Kabar selanjutnya datang dari Franck Ribery. Dilansir Football Italia, mantan pemain Salernitana tersebut dilaporkan telah lulus lisensi kepelatihan UEFA A. Lisensi UEFA A tersebut telah dikeluarkan oleh Federasi Sepakbola Italia atau FIGC pada Rabu 11 September 2024. Tak hanya Ribery saja, mantan kiper Inter Samir Handanovic, dan putra mantan pelatih Milan Stefano Pioli juga mendapat lisensi serupa. Lisensi UEFA A ini adalah lencana kepelatihan tertinggi kedua setelah lisensi UEFA Pro. Di Italia, lisensi ini memungkinkan pemegangnya untuk menangani tim muda dan tim senior manapun hingga level Serie C.

JULIAN ALVAREZ AKAN DICORET DIEGO SIMEONE

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari Football Espana, pemain baru Atletico Madrid Julian Alvarez, dilaporkan akan dicoret dari skuad inti oleh Diego Simeone. Simeone merasa kurang puas dengan pemain yang baru dibeli dari City tersebut. Rencananya Alvarez akan diparkir di beberapa laga Los Colchoneros, termasuk saat melawan Valencia di La Liga pekan ini. Pelatih berjuluk El Cholo tersebut mengaku performa Alvarez tak sesuai ekspektasi setelah gagal cetak gol maupun assist di empat laga yang telah ia jalani.

LA LIGA RESMI DISIARKAN GRATIS DI CHINA

Masih kabar dari La Liga. Presiden La Liga Javier Tebas baru-baru ini telah mengumumkan kesepakatan kerjasama dengan China Media Group. Berdasarkan kesepakatan kerjasama tersebut, tayangan La Liga akan disiarkan secara gratis di China. Namun, belum jelas berapa lama kesepakatan itu akan berlangsung. Tebas menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan minat fans sepakbola China terhadap La Liga. Tebas yang berbicara langsung di Beijing, beralasan bahwa nilai hak siar La Liga telah turun drastis di Asia dalam beberapa tahun terakhir.

SERGIO RAMOS DITOLAK KLUB BRASIL

Kabar selanjutnya datang dari mantan pemain Real Madrid, Sergio Ramos. Menurut laporan Football Espana, Sergio Ramos yang menjadi agen bebas telah ditolak beberapa klub asal Liga Brasil. Ramos ditolak gara-gara tuntutannya yang terlalu tinggi. Botafogo yang telah menunjukkan minatnya pada Ramos, akhirnya menolak tuntutan Ramos dalam pembicaraan yang dilakukan minggu lalu. Botafogo bukanlah klub Brasil pertama yang menolak Ramos, sebelumnya klub seperti Vasco de Gama dan Flamengo juga menolak tuntutan tinggi dari Ramos. Yang terbaru, klub asal Brasil lainnya, Corinthians yang juga sedang dalam pembicaraan dengan pihak Ramos kemungkinan besar juga akan menolaknya.

HAYE DIINCAR SHEFFIELD WEDNESDAY

Beralih ke kabar dari pemain Timnas Indonesia, Thom Haye. Dilansir dari Sportcorner, Profesor Toha dilaporkan telah didekati oleh klub rival Oxford United di Divisi Championship, Sheffield Wednesday. Kabar ketertarikan tersebut muncul dari unggahan akun X, @SWFC_Media. Keseriusan Sheffield Wednesday untuk merekrut agen bebas Thom Haye tersebut, muncul setelah kepergian pemain tengah Will Vaulks ke Oxford United. Sheffield Wednesday berharap Haye dapat menjadi pengganti sepadan untuk Vaulks sebagai jenderal lapangan tengah.

IDZES SIAP HADAPI MORATA

Sementara itu rekan Thom Haye di Timnas indonesia, Jay Idzes kini sedang bersiap untuk menjamu AC Milan. Bang Jay mengaku harus bekerja keras kembali untuk mengawal kini pertahanan Venezia yang akan digempur Rossoneri akhir pekan ini. Menurut laporan, kemungkinan Jay Idzes akan head to head dengan Alvaro Morata semakin terbuka. Dilaporkan Sky Sports Italia, Morata berpeluang tampil melawan Venezia setelah pulih dari cedera. Mengetahui akan berhadapan dengan Morata, Bang Jay mengaku sama sekali tak gentar. Idzes tengah dilanda kepercayaan diri tinggi usai tampil impresif saat membela Indonesia di jeda internasional.

VICTOR MOSES BALIK KE LIGA INGGRIS

Dilansir dari BBC, mantan pemain Chelsea era Antonio Conte, Victor Moses telah kembali merumput di sepakbola Inggris. Sayap asal Nigeria tersebut diangkut oleh klub Championship, Luton Town secara gratis setelah tak diperpanjang kontraknya di Spartak Moscow. Moses dikontrak selama setahun. Pemain berusia 33 tahun tersebut diharapkan oleh pelatih Rob Edwards bisa membawa kembali Luton Town promosi ke Liga Inggris musim depan.

ARSENAL KECEWA PEMILIHAN WASIT LAWAN SPURS

Pindah ke kabar dari Arsenal. Dilansir dari The Sun, The Gunners kecewa karena mendapat wasit Jarred Gillett ketika nanti menjamu Spurs di Liga Inggris pekan ke-4. Pasalnya, Arsenal pernah dirugikan oleh wasit asal Australia tersebut musim lalu saat kalah atas Aston Villa 0-1. Arsenal saat itu tak diberikan penalti, dan gol dari Kai Havertz bahkan dianulir. Fans Arsenal juga muak ketika diumumkan bahwa Jarred Gillett yang akan memimpin laga melawan Spurs.

REKOR BARU MO SALAH DI TIMNAS MESIR

Beralih ke kabar selanjutnya. Dilansir dari Tribuna, pemain Liverpool, Mohamed Salah telah mengukir rekor baru di Timnas Mesir. Mo Salah telah mencatatkan caps-nya yang ke-100 bagi The Pharaohs saat menjamu Bostwana di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika. Salah juga menandai penampilan ke-100-nya dengan sebuah gol di laga tersebut. Namun, Salah bukanlah pemain dengan penampilan terbanyak untuk negaranya. Ia masih kalah dari Ahmed Hassan, yang sudah tampil sebanyak 184 kali bagi Timnas Mesir.

PEMILIHAN UMUM PRESIDEN BARCELONA DIMINTA MAJU

Kabar selanjutnya datang dari Barcelona. Dilansir dari tribalfootball, rival presiden Laporta, Victor Font mendesak pihak Barcelona agar segera memajukan pemilihan umum untuk memilih presiden Barcelona yang baru. Font mendesak pemilihan presiden Barcelona yang sedianya pada tahun 2026 dimajukan menjadi tahun 2025. Ia beralasan bahwa presiden yang sekarang adalah presiden dengan pemerintahan terburuk. Victor Font berharap barca punya presiden baru yang bisa membawa Blaugrana lebih baik.

INTER DITUNTUT SPORTING CP

Pindah ke kabar dari Serie A. Dilansir dari intermilan.id, Inter digugat kembali oleh Sporting CP. Sporting mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk mendapatkan dana kompensasi sebesar 30 juta Euro yang belum dibayar il Biscione terkait transfer Joao Mario ke Benfica. Fyi, saat Nerazzurri membeli Joao Mario dari Sporting CP, ada sebuah kesepakatan apabila suatu saat Joao Mario dilepas Inter ke sesama klub Portugal, maka Sporting berhak mendapatkan kompensasi 30 juta euro. Namun, sampai saat ini La Beneamata belum memenuhi perjanjian pembayaran tersebut.

MARSEILLE DIDENDA UEFA

Beralih ke kabar dari Ligue 1. Dilansir dari getfootballnewsfrance, Marseille telah resmi didenda oleh UEFA sebesar 20 ribu euro, akibat masalah laporan keuangan klub di musim 2023/24. Pihak Marseille dianggap UEFA telat dalam mengirimkan informasi keuangan mereka ke Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB). Nasib Marseille tersebut sama dengan apa yang dialami Aston Villa, yang sebelumnya juga didenda atas masalah serupa.

PRESIDEN FEDERASI SEPAKBOLA PRANCIS TERPILIH KEMBALI

Masih kabar dari sepakbola Prancis. Dilansir dari getfootballnewsfrance, Presiden Ligue de Football Professionnel (LFP), Vincent Labrune resmi terpilih kembali jadi Presiden Ligue de Football Professionnel (LFP) periode 2024 hingga 2028. Ia diharapkan membawa kemajuan bagi organisasi yang bertanggung jawab untuk menjalankan sepak bola domestik di Prancis itu. Dewan panitia telah mengesahkan hasil pemungutan suara yang dimenangkan Labrune dengan total 14 suara. Pesaingnya yakni Linette hanya memperoleh dua suara, dan sisanya satu abstain. Secara persentase, Labrune meraih total 85% suara.

FIFA IZINKAN PRANCIS UJI COBA WASIT PAKAI MIKROFON

Sementara itu dari kabar lainnya, FIFA telah mengizinkan sepakbola Prancis untuk menguji coba mikrofon yang akan digunakan oleh wasit di dalam lapangan. Uji coba tersebut rencananya akan diterapkan oleh LFP di Ligue 1 dan Ligue 2 musim ini. Sebelumnya, Prancis telah mencoba sistem mikrofon ini di ajang Olimpiade 2024 lalu. Asal tahu saja, mikrofon digunakan wasit untuk menjelaskan keputusan VAR kepada mereka yang berada di stadion, maupun mereka yang menonton melalui televisi di rumah.

PORTO LUNCURKAN PORTAL TRANSPARANSI KEUANGAN KE PUBLIK

Beralih ke kabar berikutnya. Dilansir dari cuitan @eurofootcom, ada hal menarik yang dilakukan oleh FC Porto. Klub asal Portugal tersebut baru saja meluncurkan portal transparansi publik. Portal yang bisa diakses oleh khalayak umum tersebut berisi transparansi keuangan Porto, mulai dari biaya transfer, gaji pemain, sampai biaya komisi kepada agen. Jadi, orang umum bisa melihat secara detail aktivitas keluar masuk uang FC Porto.

ERICK THOHIR OPTIMIS TIMNAS INDONESIA RAIH 15 POIN

Kabar berikutnya datang dari sepakbola nasional. Dilansir dari Okezone, Ketum PSSI Erick Thohir mengaku optimis Timnas Indonesia bisa raup 15 poin di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Menurut Pak Erick, jika Timnas Garuda ingin berada di peringkat dua klasemen dan lolos langsung ke Piala Dunia 2026, 15 poin harus sudah ada di tangan. Paling tidak timnas harus meraih 13 poin tambahan di 8 laga sisa. 13 poin tersebut bisa diraih dengan empat kali kemenangan dan satu hasil imbang.

Lama Menghilang, Apa yang Terjadi pada Lionel Messi?

0

Jika Cristiano Ronaldo sekarang mulai ramai menghiasi linimasa YouTube sepak bola, kita malah kehilangan jejak Lionel Messi. Terakhir kali, berita-berita mengenai King Leo menghiasi linimasa dunia maya adalah ketika dirinya berbahagia menyabet trofi Copa America keduanya.

Sebenarnya, apa yang terjadi dengan GOAT kita ini? Apa jangan-jangan Leo diam-diam sudah pensiun? Mengingat usianya sudah menyentuh angka 37 tahun ini. Apa malah Leo diam-diam buka usaha makanan seperti mantan klubnya? Daripada spekulasi kita makin lama makin ngawur, mendingan kita bahas aja deh.

 

Leo Messi Terkena Cedera

Lionel Andres Messi terakhir kali terlihat pada tanggal 15 Juli 2024. Kala itu Messi sedang berbahagia bersama rekan-rekannya setelah mereka berhasil melewati capaian sang tetangga, Uruguay, di ajang Copa America. Trofi yang King Leo angkat di Miami tersebut membuat Argentina memiliki satu trofi lebih banyak dari Uruguay, yakni 16 trofi.

Meskipun demikian, perayaan terhadap kemenangan ini tak segegap gempita saat mereka meraih Piala Dunia 2022. Tak ada lagi Leo Messi tidur dengan trofi dan tak ada lagi Leo Messi ikut arak-arakan trofi. King Leo tiba-tiba menghilang di kegelapan malam. Keberadaannya menguap begitu saja, seperti angin yang masih menjadi misteri di Stadion Kanjuruhan.

Tapi coba kalian ingat-ingat dulu deh, apakah Leo Messi bermain penuh di laga final lawan Kolombia lalu? Tidak, kan. Lantas, kenapa King Leo ditarik oleh Lionel Scaloni kala itu? Alasan taktikal? Duh, berani bener menarik keluar GOAT demi urusan taktikal. Ya jawabannya tak lain dan tak bukan karena King Leo mengalami cedera.

King Leo mengalami masalah di kaki kanannya setelah kakinya diganggu oleh Santiago Arias. King Leo terkapar dan mengerang kesakitan. Seakan reputasinya akan berakhir jika mereka kalah dari Kolombia. Ia pun akhirnya divonis tak bisa lagi melanjutkan pertandingan. Gimana mau lanjut main, wong buat jalan aja pincang?

Sebenarnya, sejak awal kompetisi, Leo sudah mengalami masalah dengan kakinya. Pada laga perdana, ia dihajar kapten Kanada, Moise Bambito, namun belum bereaksi apa-apa. Barulah di laga kedua, ia sampai harus menerima penanganan medis setelah dinakali pemain Chile, Gabriel Suazo.

Untungnya, ketakutan Leo Messi tadi tidak terjadi. Seluruh dunia tidak jadi menyorot kegagalannya. Gol semata wayang Lautaro Martinez di babak tambahan waktu membuat Argentina menang dan King Leo tersenyum girang. 

Setelah momen itu, Leo Messi menghilang karena harus melakukan perawatan intensif. Kaki kanannya yang membengkak tak bisa ditinggal tidur lantas sembuh dengan sendirinya. Ini bukan koreng, Bos! Pun setelah dirinya langsung terbang ke Miami untuk menjalani perawatan, anklenya tak kunjung sembuh.

Awalnya, Messi diperkirakan sudah bisa bermain pada tanggal 27 Juli 2024 di ajang League Cup. Tapi pada kenyataannya, Lionel Messi masih harus menepi lebih lama. Setidaknya hingga minggu pertama bulan September, Messi masih belum terlihat saat Inter Miami berhasil mengalahkan Chicago Fire pada pekan ke-29 MLS 2024.

 

Argentina Ketergantungan Leo Messi?

Cedera yang Leo alami ini pun tak hanya memberi dampak untuk Inter Miami, tapi juga terhadap Timnas Argentina. Karena tak kunjung sembuh, Lionel Scaloni akhirnya tak membawa Messi pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONMEBOL. Nomor 10 yang Leo warisi dari Juan Roman Riquelme akhirnya dipakai oleh Paulo Dybala. Ban kapten pun sementara berpindah ke lengan Nicolas Otamendi.

Hasilnya? Argentina kalah saat bertandang ke Kolombia. James Rodriguez dan kolega berhasil membalaskan dendamnya pada laga final dengan skor 2-1. Sebenarnya, pada laga pertama, Tim Tango berhasil menang 3-0 dari Chile. Tapi sudahlah, wong Chile memang sedang terseok-seok di papan bawah, pun Argentina main di kandang.

Kekalahan Argentina dari Kolombia ini langsung memunculkan narasi bahwa Argentina sepertinya sangat ketergantungan terhadap Messi. Wajar sih, sejak debut pada tahun 2005, Messi perlahan tapi pasti menjelma menjadi sosok sentral Argentina. Bahkan setelah Piala Dunia 2010, Leo akhirnya ditunjuk sebagai kapten.

Pengaruhnya selama hampir dua dekade di Argentina masih sulit untuk dihilangkan. Argentina seakan kecanduan dengan kehadiran Leo Messi. Ia seakan narkoba yang telah mempengaruhi tubuh Tim Tango selama dua dekade terakhir. Kebayangkan butuh berapa lama waktu rehabilitasinya?

Meskipun seharusnya Argentina mulai menyiapkan plan permainan tanpa Leo Messi, ketakutan akan pensiunnya Lionel Messi dari tim nasional tetap ada. Mengingat, usia Leo sudah tidak muda lagi. Apabila kelak dirinya masih tampil di Piala Dunia 2026, berarti usianya sudah menyentuh 39 tahun. Kasihan juga, sesepuh itu masih harus menggendong satu negara.

Namun, Scaloni masih percaya bahwa Leo Messi masih bisa bermain lebih lama lagi untuk Argentina. Ia yakin bahwa pada jeda internasional bulan Oktober nanti, Messi sudah bisa merumput kembali.

Jika memang Messi masih diproyeksikan hingga Piala Dunia 2026, tahun 2025 nanti kita berarti akan menemukan sebuah momen unik pada Finalissima 2025. Sebab, Leo Messi akan bertanding melawan bocah yang pernah dimandikannya, Lamine Yamal.

 

Alhamdulillah, Leo Messi Hampir Sembuh dan Berbahagia

Terbaru, kondisi Messi dikabarkan sudah cukup membaik. Dirinya kini sudah tak lagi pincang. Ia pun sebenarnya sudah mulai mengikuti sesi latihan Inter Miami. Namun, jajaran kepelatihan Inter Miami memilih untuk menunggunya pulih total. 

“Aku pikir Leo Messi pun memutuskan untuk menepi beberapa minggu lagi. Sebab, kali ini kami pun masih menjalani laga jeda internasional,” ujar rekan setim Leo Messi, Julian Gressel, dikutip dari Goal.

Rekan setim Messi tersebut pun meyakini bahwa kembalinya sang mega bintang ke starting line up Inter Miami akan membuat para lawannya gentar. Kembalinya peraih 8 gelar Ballon d’Or tersebut pun akan sangat berguna untuk perjuangan Inter Miami di kancah domestik.

Inter Miami memang sementara masih bertengger di posisi teratas MLS Wilayah Timur hingga jeda internasional bulan September berlangsung. Kendati begitu, perolehan poin mereka masih sangat bisa dikejar oleh Cincinnati dan Columbus Crew yang berada di posisi dua dan tiga. Oleh karena itu, kembalinya King Leo bisa membantu Inter Miami mengunci gelar sebagai jawara Wilayah Timur.

Selain itu, Leo Messi pun sedang berbahagia, sebab buah hatinya, Thiago, sedang tampil apik bersama tim junior Inter Miami. Terakhir, anak tertua Leo Messi dan Antonela Roccuzzo ini berhasil mencetak sebuah gol spektakuler kala Inter Miami U13 melumat Orlando City Youth 10-1 pada awal bulan September 2024. Sebelumnya, pada bulan Februari 2024, bocah yang konon penggemar Cristiano Ronaldo tersebut juga mencetak gol penting yang membuat Inter Miami U13 menyabet trofi.

@trimsksh_ Thiago messi!! GOAL!!!🔥⚽ start new season with a goals against Orlando FC!!!😎🔥#thiagomessi #messi #fyp ♬ Pink Lemonade (Hood Trap) – LeoStayTrill & Mr Reload It

 

Sumber: The Athletic, Marca, AS, Goal, ESPN, dan BetUS