Olivier Giroud boleh berpesta pora. Ketidakhadiran Karim Benzema di Piala Dunia, bikin Giroud terkena berkahnya. Sementara Benzema masih harus menahan diri tidak bisa bermain untuk Timnas Prancis lantaran menderita cedera. Ini menambah daftar panjang ketidakhadiran Benzema di skuad Prancis.
Sungguh menyedihkan nasib Benzema. Pria yang satu ini sebetulnya adalah pesepakbola yang luar biasa. Namun, beberapa tahun belakangan ia seolah terhalang untuk bisa bermain di Timnas Prancis. Peraih Ballon d’Or itu seolah memiliki hubungan yang rumit dengan Timnas Prancis.
Daftar Isi
Kualitas Benzema Layak Masuk Timnas Prancis
Ekspresi Karim Benzema menyala usai membawa Timnas Prancis ke Piala Dunia 2014. Satu golnya dari kemenangan 3-0 atas Ukraina membantu tim itu lolos ke Brasil 2014. Namun siapa yang menduga, Piala Dunia 2014 justru menjadi Piala Dunia terakhir Timnas Prancis yang melibatkan Karim Benzema.
Bahkan ketika kembali menghadapi Ukraina tujuh tahun berselang pada kualifikasi Piala Dunia 2022, Benzema tak lagi kelihatan. Namanya tenggelam dan para penggemar Prancis mulai mengelu-elukan pemain lain seperti Giroud. Di mana mantan pemain Arsenal itu juga terlibat dalam kemenangan Prancis di Rusia.
Benzema memang lenyap dari Timnas Prancis. Namun, kiprahnya sebagai pesepakbola terus terlihat. Kariernya di Real Madrid kian meningkat. Wak Haji telah membuktikan dirinya sebagai striker terbaik di dunia.
Lenyap dari Timnas Prancis, Benzema masih memperlihatkan penampilan impresif selama berseragam Los Merengues. Musim 2019/20, Benzema mengemas total 27 bersama Real Madrid. Lalu pada musim berikutnya, Benzema menaikkan levelnya dengan mencetak 30 gol.
Belum sampai di situ, musim 2021/22, jumlah gol Benzema kian bertambah menjadi 44 gol. Musim ini, belum juga tuntas, Benzema sudah mencetak 6 gol. Atas kiprahnya itu, Benzema bahkan dinobatkan sebagai pemain Prancis terbaik yang bermain di luar negeri dua kali oleh Persatuan Pesepakbola Profesional Prancis. Tidak hanya itu, di Real Madrid, Benzema setidaknya mendapatkan lima trofi Liga Champions.
Kontradiktif di Timnas Prancis
Catatan-catatan apik Karim Benzema di level klub, sayangnya tak bisa ia teruskan di level tim nasional. Sejak menjalani debutnya di tangan pelatih Raymond Domenech, Benzema baru mengemas 97 kaps di Timnas Prancis dan mencetak setidaknya 37 gol. Sebuah catatan yang sebenarnya tidak terlampau buruk.
Namun, Benzema tidak banyak terlibat di kompetisi mayor. Satu-satunya trofi mayor yang bisa diraih Benzema adalah UEFA Nations League tahun 2021. Itu pun jika UEFA Nations League layak disebut sebagai trofi mayor.
𝐍𝐚𝐦𝐞: Benzema & Mbappe ✍️
𝐂𝐡𝐚𝐦𝐩𝐢𝐨𝐧𝐬𝐡𝐢𝐩: UEFA Nations League 🏆
𝐃𝐚𝐭𝐞: 10-10-2021 📆
𝐏𝐡𝐨𝐭𝐨𝐠𝐫𝐚𝐩𝐡𝐞𝐫: Florentino Perez 📸🤣#ESPFRA | #NationsLeague | #GalSportBetting | #BettingOnline pic.twitter.com/pM1G90NzMc— Gal Sport Betting-UG (@GalSportBetting) October 11, 2021
Benzema tidak terlibat saat Prancis menjadi finalis EURO 2016. Tidak hanya itu, di Piala Dunia 2018, sekali lagi, Benzema tidak terlibat. Permasalahan yang pelik menjeratnya. Masalah-masalah itulah yang, pada akhirnya membikin Benzema tak bisa bermain untuk Timnas Prancis dan menumbuhkan hubungan yang rumit antara keduanya.
Perselisihan dengan Rekan Sendiri
Karim Benzema mulai diasingkan oleh Timnas Prancis sejak 2015. Perseteruan dengan rekan setimnya di Timnas Prancis, Mathieu Valbuena jadi pemicunya. Skandal tersebut mengemuka pada Juni 2015. Saat itu Valbuena tengah dalam proses untuk bergabung ke Lyon.
Valbuena kemudian meminta seseorang dari Marseille bernama Axel Angot untuk mengunggah sebuah konten di ponsel Valbuena. Namun, yang terjadi Angot justru menemukan sebuah video seks yang pada akhirnya, bersama seorang pria lainnya, Mustapha Zouaoui mencoba memeras Valbuena.
Valbuena pun mendapat ancaman. Rekaman seks itu akan disebarkan apabila ia tidak mau membayar. Sang gelandang pun melaporkan tindakan itu ke aparat kepolisian sebagai bentuk pemerasan. Setelah didalami oleh pihak kepolisian, kasus ini ternyata menyeret rekan Benzema, Karim Zaneti.
Za a gudanar da shari’ar Karim Benzema da Mathieu Valbuena a ranar 30 ga Yuni da 1 ga Yuli. ⚖️
Inji: AFP pic.twitter.com/m7jPL57MFO
— Arewasports (@Arewasports1) March 15, 2022
Benzema pun ikutan terseret pada kasus ini. Ia dianggap telah menjadi “perantara” dari kasus pemerasan terhadap Valbuena. Jaksa penuntut menduga bahwa Benzema yang mendekati Valbuena di kamp latihan Prancis pada 2015 adalah upaya untuk mendorong Valbuena membayar ke pemeras.
Akan tetapi, Karim Benzema membantah hal itu. Ia bersikeras mengatakan sama sekali tidak mendorong Valbuena untuk membayar ke pemeras. Meskipun polisi juga berusaha menyadap ponsel sang pemain.
Diskors Prancis
Urusan soal rekaman seks tidak selesai begitu saja. Berlanjut beberapa bulan setelahnya. Pada November 2015, Benzema akhirnya mendapat panggilan kepolisian. Bintang Real Madrid itu sempat bermalam di tahanan di Versailles. Benzema saat itu berada dalam tinjauan yudisial formal.
Perkaranya tidak selesai di kepolisian saja. Federasi Sepakbola Prancis (FFF), pada Bulan Desember di tahun yang sama, justru memberikan skorsing buat Karim Benzema. Presiden FFF, Noel Le Graet menegaskan, Benzema tidak akan terlibat dalam Timnas Prancis yang melakoni EURO 2016.
When Karim Benzema was watching EURO 2016 from his living room… 🇫🇷 pic.twitter.com/DEwi5QSaNP
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) May 18, 2021
Sejak saat itu, Benzema menjadi pembicaraan nasional. Bukan hanya Noel Le Graet yang menyayangkan keterlibatan Benzema dalam kasus ini. Perdana Menteri saat itu, Manuel Valls juga tegas mengatakan bahwa Benzema tidak boleh bermain untuk Prancis.
Mantan Presiden Prancis, Francois Hollande turut mengomentari tindakan Benzema tidak layak dicontoh secara moral. Dilansir CBS Soccer, Benzema ujungnya dinyatakan bersalah. Pemain Real Madrid itu mendapat percobaan tahanan selama satu tahun. Tidak hanya itu, Benzema juga harus membayar denda 84 ribu dolar atau sekitar Rp1,3 miliar kurs sekarang.
Berkonflik dengan Didier Deschamps
Masalah Benzema di Timnas Prancis masih berlanjut. Benzema juga menandur perselisihan dengan sang pelatih, Didier Deschamps. Benzy yang juga keturunan Aljazair diputuskan tidak bermain di EURO 2016. Keputusan sang pelatih itu bikin Benzema geram.
Ia mengatakan bahwa Didier Deschamps “tunduk pada tekanan dari kelompok rasis di Prancis”. Sebelumnya, rumah Deschamps diduga diserang dan dicoret-coret oleh seseorang. Serangan itu disinyalir agar Deschamps mau untuk tidak memasukkan Benzema di skuad Prancis untuk EURO 2016.
In 2016 Karim Benzema accused Didier Deschamps of “bowing to pressure from a racist part of France” by excluding him 🇫🇷
Now, 🆕 conditions have been met. pic.twitter.com/pNYCQWNgKB
— GOAL (@goal) May 23, 2021
Dan iya, sejak saat itu Benzema tidak lagi berseragam Prancis. Sampai ia dipanggil kembali oleh Deschamps pada tahun 2021. Sementara Valbuena, sejak kasus rekaman seks itu terungkap, sudah tidak lagi berseragam Les Bleus.
Benzema Pernah Memohon untuk Kembali Berseragam Prancis
Barangkali karena kecintaannya kepada Prancis, Benzema memohon untuk bisa kembali membela Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2018. Namun, tanggapan Noel Le Graet justru menyesakkan dada. NBC Sports melaporkan, Noel Le Graet dengan tegas mengatakan Benzema tidak akan lagi bermain untuk Timnas Prancis.
Noël je croyais que vous n’interfériez pas dans les décisions du sélectionneur!Sachez que c’est moi et moi seul qui mettrait un terme à ma carrière internationale.
Si vous pensez que je suis terminé, laissez moi jouer pour un des pays pour lequel je suis éligible et nous verrons.— Karim Benzema (@Benzema) November 16, 2019
Tentu ini adalah keputusan yang aneh. Penggemar Les Bleus saat itu padahal sudah menekan agar Benzema kembali dipanggil. Apalagi performa Giroud dan Antoine Griezmann tidak meyakinkan. Zinedine Zidane, pada 2019 juga mendukung agar Benzema kembali masuk Timnas Prancis.
“Bagaimana kita bisa memahami mengapa Karim tidak pergi dengan tim nasional? Ada banyak yang tidak memahaminya,” kata Zinedine Zidane dikutip Goal.
Benzema Akhirnya Dipanggil Lagi
Konflik antara Benzema dan Timnas Prancis lambat laun mulai mereda. Ia yang membantu Real Madrid meraih trofi Liga Champions tiga musim berturut-turut sejak 2015/16 hingga 2017/18 akhirnya kembali dipanggil Didier Deschamps untuk Timnas Prancis.
Pada Mei 2021, Benzema kembali masuk ke skuad Prancis untuk EURO 2020. Tepat di saat itu pula, ia kembali cari gara-gara. Hadirnya Benzema di Timnas Prancis menimbulkan gesekan soal siapa yang akan dipakai Deschamps di lini depan: Benzema atau Giroud? Benzema dengan gagah memberikan ledekan untuk Giroud.
Karim Benzema VS Olivier Giroud 😂😂 pic.twitter.com/3nf9cWmki9
— La Minute Football (@minutefootball) March 29, 2020
“Tidak usah bingung, memilih Formula 1 atau gokart,” kata Benzema untuk membandingkan bahwa ialah Formula 1, sedangkan Giroud adalah gokart.
Kembalinya Benzema ke Prancis terbilang luar biasa. Ia mencetak 9 gol dari 13 penampilan internasionalnya. Sayangnya, Benzema gagal membawa Prancis juara EURO 2020. Meski ia mengantarkan Les Bleus juara UEFA Nations League.
Tidak Jadi Membela Prancis di Piala Dunia 2022
Hubungan Benzema dengan Prancis benar-benar sudah pulih. Citranya pun sudah diperbaiki. Benzema bahkan mendapat empat kali penghargaan pemain terbaik Prancis. Tekadnya kemudian adalah tampil di Piala Dunia 2022. Syukur-syukur membawa Prancis juara.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Benzema memang masuk ke dalam skuad Prancis yang berangkat ke Qatar. Namun, belum juga sepak mula, Benzema harus diterpa cedera. Peraih Ballon d’Or itu mengalami cedera rektrus femoralis dan akhirnya tidak bisa tampil di Piala Dunia 2022.
https://youtu.be/_WmBPPq8Lsk
Sumber: NBCSports, ESPN, GOAL, SportingNews, Marca, TheAthletic, CBSSports, Transfermarkt, Real Madrid


