Jose Mourinho dan Inter adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Hubungan cinta yang melekat antara publik Inter dan The Special One tak pernah putus sejak raihan treble yang manis pada tahun 2010 silam.
Ketika melatih AS Roma, Jose Mourinho dianggap mengkhianati janjinya terhadap Inter. Akan tetapi, anggapan itu mungkin salah. Karena jika mengetahui sambutan publik Inter terhadap Mourinho sangatlah mengesankan. Apakah karena hal itu hati Mourinho tak bisa move on dari Inter hingga sekarang?
Inter Milan's reception to José Mourinho last night:
— IM🇵🇹 (@Iconic_Mourinho) February 9, 2022
"Welcome back home, José"
Things you love to see💙 pic.twitter.com/F4Dzeoouxo
Daftar Isi
Kenangan Tak Terlupakan Mourinho Di Inter
Musim 2009/10,adalah musim yang penuh makna bagi La Beneamata. Jalanan kota Milan penuh dengan gemuruh perayaan Treble Winner Inter Milan. Juara Serie A, Coppa Italia, sekaligus gelar prestisius Liga Champions semua disikat.
Dua gol Diego Milito mampu membawa Javier Zanetti dan kawan-kawan berpesta di Santiago Bernabeu. Gelar tersebut bahkan jadi gelar ketiga Inter di Liga Champions yang kembali diraih sejak terakhir kali pada 1964 silam.
On this day, in 2010, Inter Milan won their first Champions League since 1965, beating Bayern Munich 2-0 at the Santiago Bernabéu.
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) May 22, 2021
The trophy sealed a historic treble for Inter that season, which is still, arguably, José Mourinho's greatest ever year in management. 🏆 pic.twitter.com/tR5ca6QxtT
Treble Winner itu juga sangat ikonik karena hanya Nerazzurri klub asal Negeri Pizza yang mampu melakukannya. Kesuksesan The Special One di Inter tak instan. Ia berproses sejak menangani Inter pada 2008. Sejak itu, Mourinho sudah jadi idola di publik Giuseppe Meazza. Ia membangun Nerazzurri yang bermental juara.
Tak heran jika romantisme berbagai kesuksesan Mourinho itulah yang membuat hati para fans Inter tak mau berpaling darinya. Namun sayang, romantisme itu ternyata terhenti juga. Mourinho akhirnya meninggalkan tim kesayangannya itu pada musim berikutnya. Musim 2010/11 Mourinho menerima pinangan Real Madrid.
In the last 30 years only 1 manager has coached Real Madrid for at least 3 full seasons in a row: José Mourinho [2010-2013]. pic.twitter.com/uDiGyhn7Vo
— IM🇵🇹 (@Iconic_Mourinho) April 22, 2022
Alasan Mourinho Tinggalkan Inter
Akan tetapi, The Special One meninggalkan Inter dengan penuh pesan. Ia sebenarnya mengungkap alasan bagaimana ia terpaksa meninggalkan Inter. Mourinho meminta para fans Inter juga memahaminya.
Dilansir Goal, Mourinho mengaku bisa saja ia meninggalkan Inter setelah musim pertamanya. Tapi ia memilih memperpanjang pengabdiannya di Giuseppe Meazza lebih dari setahun. Hal yang tak bisa dilepaskan oleh Mourinho tentu hubungan baiknya dengan sang presiden Massimo Moratti dan keluarganya. Bahkan keluarga Moratti sudah menganggap Mourinho bagian dari mereka.
Massimo Moratti on José Mourinho: “I think Mourinho has been dealing with teams that didn’t have the quality to match his ambition, but seeing him back in Italy is certainly going to be fun.” [@radiodeejay] pic.twitter.com/IzZfgivhIp
— Watch The Mou 🟨🟧🟥 (@watchtheMou) May 8, 2021
Mourinho jujur tentang kepergiannya terhadap Moratti. Bahkan kepergiannya sudah ia putuskan sebelum laga final Liga Champions. Terlepas dari kalah atau menang di final, ia sudah memilih untuk pergi.
FYI aja, Mourinho itu sejak setahun menangani Inter sudah dipinang oleh Real Madrid. Maka dari itu setelah tawaran kedua El Real datang pada musim keduanya, Mou tak bisa menolaknya. Sebenarnya akan lebih nyaman bagi Mourinho jika bertahan di Inter, ketimbang bersaing di La Liga melawan Barcelona yang sedang gacor.
Tapi Mourinho mengelak bahwa ia adalah juara Liga Italia sekaligus Liga Champions musim itu. Ia tak takut akan tantangan dan beban besar jadi pelatih klub seperti Real Madrid.
Mourinho Menodai Janjinya
Kepergian Jose Mourinho tentu banyak disesali oleh publik Inter. Para fans Inter juga ikut sedih melepas kepergiannya. Namun mereka mengerti posisi Mourinho. Para fans juga menitipkan pesan pada Mou agar ketika kembali lagi ke Serie A, mereka berharap bisa melatih Inter lagi.
Sejak hengkang dari MU pada 2018, ia sempat kembali dikait-kaitkan dengan beberapa klub Serie A. Mourinho pun lantas menjawab kabar tersebut. Menurut Mou, masa depannya mungkin tidak di Serie A. Karena Mou tahu bahwa ia hanya ingin melatih Inter jika kembali lagi di Serie A.
Perkataan itu awalnya benar adanya. Karena kemudian pelatih Portugal tersebut justru melatih Tottenham Hotspur. Namun perkataan tersebut ternyata berbalik kemudian. Tak disangka pada tahun 2021, Mourinho mau menerima pinangan bos Amerika Friedkin untuk menangani AS Roma. The Special One pun langsung meminta maaf pada publik Inter karena mau menerima pinangan melatih Giallorossi.
BREAKING: Roma announce Jose Mourinho as their new head coach from 2021-22 🚨 pic.twitter.com/W1SULqfpf3
— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) May 4, 2021
Mourinho Disambut Bak Pahlawan
Banyak publik menganggap kepindahan Mou ke klub selain Inter akan menjadi masalah antara dia dengan fans Inter. Namun, anggapan publik itu ternyata salah besar. Karena ketika The Special One kembali lagi ke Giuseppe Meazza dengan baju AS Roma, ia disambut bak legenda yang tak pernah dibenci.
And 12 years later, the iconic Mourinho chant by Inter fans on “Can’t Get My Eyes Off You” is sung back in San Siro, on the night Mourinho for first time in career face Inter as rival.
— Tancredi Palmeri (@tancredipalmeri) February 8, 2022
Emotional José sits on bench, then must stand up back and send kisses pic.twitter.com/iJ6mJiZ2KN
Bahkan seisi stadion menyanyikan chant Mourinho sesaat sebelum kick off Inter Milan melawan AS Roma pada ajang Coppa Italia 9 Februari 2022. Ya, hal itu menunjukan pemandangan emosional dan penuh cinta dari para fans Inter terhadap Mou.
Tonight was the first time José Mourinho had returned to San Siro since leaving Inter Milan and he got a heroes welcome.
— Football Tweet ⚽ (@Football__Tweet) February 8, 2022
They still love him for that 2010 Treble! 💙🖤 pic.twitter.com/cgwz0JDdbi
Begitupun yang terjadi pada pertemuan kedua Mou di Giuseppe Meazza di Serie A, 23 April 2022. Posisinya ketika itu Mourinho sedang dalam fase membawa Roma untuk naik peringkat, demi masuk ke zona Liga Champions.
Alih-alih ngotot dengan gaya khasnya yang sering kontroversial terhadap setiap lawannya, Mourinho benar-benar lunak dan hanya memilih diam ketika Roma kalah 3-1 atas Inter. Mourinho kembali dinyanyikan chant berupa lagu cinta dari para ultras Inter di sepanjang laga.
Mourinho pun sempat merespons dengan mengangkat tangan di pinggir lapangan. Hal itu dilakukan Mou sebagai bentuk respect-nya yang tinggi kepada fans Inter yang terus menghargainya meski jadi musuh. Mourinho di laga tersebut juga kedapatan sempat beberapa kali memandang ke arah penonton di stadion sembari fokus melihat anak asuhnya di lapangan.
Lovely moment Inter fans serenade their former treble-winning manager José Mourinho 👏
— Football on TNT Sports (@footballontnt) April 23, 2022
One of the special ones ✨ pic.twitter.com/OG6STi25UF
Mourinho Memilih Absen
Ya, kecintaan luar biasa fans Inter terhadap dirinya nampak membuat Mourinho risih kalau jadi musuh. Mourinho tak bisa menerima kenyataan bahwa ia harus melawan Inter demi pekerjaan profesionalnya sebagai pelatih AS Roma.
Maka tak heran di musim berikutnya, ada beberapa fakta yang menunjukan jika Mourinho ogah-ogahan atau sengaja memilih absen untuk mendampingi Roma ketika bertandang ke Giuseppe Meazza. Hal itu mulai ditunjukan di laga pertemuan Inter vs Roma pada 1 Oktober 2022.
Watch: Furious Jose Mourinho storms onto the pitch, punished with red card during Roma's loss to Atalantahttps://t.co/Wdj23at29C #SerieA pic.twitter.com/ZMANWiUQos
— Sports Tak (@sports_tak) September 19, 2022
Kita ingat, The Special One sebelum laga melawan Inter sudah terkena kartu merah ketika melawan Atalanta. Mourinho ketika itu protes karena wasit dianggap tak adil dalam keputusan VAR. Alhasil Mourinho dihukum larangan mendampingi Roma di laga melawan Inter. Posisi pelatih di pinggir lapangan digantikan oleh asisten pelatih Salvatore Foti. Uniknya ketika tak ada Mourinho, Giallorossi bisa menang 1-2 atas Inter.
Hal serupa kini juga terulang musim ini. Ketika jelang pertemuan Inter vs Roma di Giuseppe Meazza pada 30 Oktober 2023, Mourinho kembali absen. Mou seperti terlihat sengaja membuat ulah ketika Roma menjamu Monza. Mourinho sengaja mengejek pelatih Monza di depan bench Monza. Alhasil kartu merah dan larangan mendampingi tim di laga melawan Inter kembali berlaku.
Jose Mourinho did this to the opposition bench shortly after Roma scored a stoppage time goal to take the lead against Monza.
— ESPN FC (@ESPNFC) October 22, 2023
He received a red card and will miss Roma's next Serie A match against Inter Milan.
Never change, Jose 😆 pic.twitter.com/wEYsKP7zUU
Ini merupakan kali kedua Mou absen melawan Inter di Giuseppe Meazza dengan dua pola yang sama, yakni kartu merah. Apakah hal ini sudah direncanakan Mourinho? Entahlah. Mungkin Mou merasa risih sebagai musuh klub yang dicintainya itu. Ya, karena tak dipungkiri hubungan Mourinho dengan Inter masih sangatlah mesra, dan mungkin akan bersifat abadi.
Sumber Referensi : sempreinter, dailymail, goal, givemesport, sofascore


