Dahsyat. Unpredictable. Luar biasa. Tiga kata itu tepat kita sematkan untuk empat pertandingan pertama di babak 16 besar Liga Champions musim 2023/24. Ada banyak kejutan dan kontroversi yang, boleh jadi luput dibicarakan karena semua orang, di Indonesia terutama, sedang fokus ke Pemilu.
Kalau melihat hasil pertandingan antara Leipzig vs Real Madrid, Bayern Munchen vs Lazio, Manchester City vs Copenhagen, dan PSG vs Real Sociedad ada hal-hal menarik yang layak dibahas. Apa saja? Mari kita membahasnya bersama-sama.
Daftar Isi
Kontroversi Pertandingan Real Madrid vs RB Leipzig
Sebelum laga antara RB Leipzig vs Real Madrid berlangsung, Starting Eleven Story pernah membahas pratinjau pertandingannya. Kalau antum belum menontonnya, sila menontonnya. Di video tersebut menyebutkan bahwa Leipzig bukanlah lawan yang mudah bagi Los Galacticos.
Dan hal itu terbukti di pertandingan kemarin. Walaupun sedang tidak baik-baik saja di kompetisi domestik, tapi anak asuh Marco Rose memberi perlawanan berarti buat El Real. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Die Roten Bullen berani menekan Real Madrid lebih dulu.
Women’s Champions League: Chelsea’s Niamh Charles is flagged for offside after scoring against Real Madrid ❌⚽️
— SPORTbible (@sportbible) February 13, 2024
Men’s Champions League: RB Leipzig’s Benjamin Sesko is flagged for offside after scoring against Real Madrid ❌⚽️
Two controversial VAR decisions have favoured both… pic.twitter.com/chnG75Qxts
Bahkan sukses mencetak gol saat laga belum genap dua menit. Xavier Schlager mengirim umpan ke kotak penalti Los Merengues. Benjamin Sesko yang berada di antara pemain Leipzig dan Real Madrid menyundul bola hasil umpan Schlager. Bola masuk ke gawang, tapi papan skor tak berubah.
What??? Ya, hakim garis mengangkat bendera. Gol dianulir. Kontroversi pun muncul. Bagaimana bisa gol Sesko dianulir, padahal ia berada dalam posisi onside? Jika menonton tayangan ulang, kamu pasti berpendapat sama. Bahwa Sesko sama sekali tidak berada dalam posisi offside.
Namun, setelah dicek VAR, gol Sesko tetap tidak disahkan oleh wasit Irfan Peljto. Usai pengecekan VAR, memang ada offside yang mewarnai gol gaib itu. Tapi, siapa yang offside? Dalam video hanya Benjamin Henrichs, pemain Leipzig yang berada di barisan paling belakang.
🚨| Benjamin Sesko (Leipzig) disallowed goal against Real Madrid
— Red Card Alert (@collinabanter) February 13, 2024
Something wrong here? pic.twitter.com/FkBqIcMlbt
Henrichs berada di belakang Andriy Lunin. Ia memang berada di posisi offside, tapi bola tidak menyentuhnya sama sekali. Belakangan diketahui kalau gol Sesko dianulir VAR karena Henrichs dianggap mengganggu Lunin. Padahal Lunin sendiri yang nggak bisa menjangkau bola.
Kemenangan Real Madrid, Tapi….
Marco Rose pun kesal dengan keputusan itu. Menurutnya gol itu sah, dan dengan golnya Sesko bisa mengubah jalannya laga. Karena artinya Leipzig akan unggul lebih dulu. Tak hanya pihak Leipzig yang merasa gol tersebut harusnya sah. Toni Kroos yang juga berada di pertandingan itu juga berpikir sama.
Ya, bisa dipastikan kupingmu baik-baik saja. Toni Kroos, gelandang Real Madrid, berkata kalau gol Sesko sah. Jika dianulir karena offside, Kroos sepakat. Tapi gol Sesko tidak sah karena Henrichs dianggap mengganggu Lunin. Padahal, kata Kroos, pemain Leipzig itu sama sekali tidak mengganggu sang penjaga gawang.
Toni Kroos on Benjamin Šeško’s disallowed goal for Leipzig vs Real Madrid last night 🗣️
— Footy Accumulators (@FootyAccums) February 14, 2024
“It was a goal that should have been given. I can’t find any arguments.”
Love how Kroos always just says it how it is. 👏 pic.twitter.com/eutIXBWqOw
Sebab menurutnya, justru Lunin yang tidak berada dalam posisi untuk sanggup menggapai bola tersebut. “Menurut saya gol itu sah,” kata Toni Kroos dikutip Football Espana. Gimana? Orang pemain Real Madrid-nya sendiri bilang golnya Sesko itu sah.
Namun, yah mau bagaimana lagi. Wasit dan VAR tidak berpihak pada apa yang terjadi di lapangan. Los Galacticos pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengendalikan permainan. Di sisi lain, Die Roten Bullen tetap bermain ksatria.
Mereka terus menekan, tapi pertahanan Madrid yang digalang bek alternatif, Aurelien Tchouameni sulit ditembus. Apalagi Lunin juga bermain apik di laga itu. Sang kiper melakukan sembilan penyelamatan. Selagi Leipzig sulit mencetak gol, di awal babak kedua, Brahim Diaz yang menggantikan posisi Jude Bellingham membobol gawang Leipzig.
Advantage Real Madrid 🇪🇸
— BBC Sport (@BBCSport) February 13, 2024
Brahim Diaz's solo goal the difference in Leipzig.#BBCFootball #UCL pic.twitter.com/k9YLbjCE8Y
Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Madrid bermain bertahan setelah itu, sedangkan Leipzig terus menggempur. Tapi 10 tembakan di babak kedua tak ada satu pun yang menjebol gawang Lunin. Apalah hendak diperbuat. Leipzig harus menerima kekalahan. Mereka tidak hanya kalah melawan 11 pemain Real Madrid, tapi pemain ke-12 bernama VAR.
Bayern Munchen Gagal Bobol Lazio
Sehari sebelumnya Bayern Munchen juga sama apesnya dengan Leipzig. Kamu pasti sudah menonton pratinjau pertandingan antara Bayern Munchen vs Lazio di Starting Eleven Story sebelumnya, kan? Nah, secara matematis, Die Roten mestinya unggul jauh dari Lazio. Dan itu terbukti di laga kemarin.
Lazio-nya Sarri nggak bisa apa-apa di hadapan Bayern Munchen. Meski bermain di depan publik Olimpico. Lha gimana? Sejak menit awal, Die Roten sudah memukul pertahanan Lazio. Aquilotti juga tidak melakukan tekanan seagresif Bayer Leverkusen, sehingga memungkinkan Munchen untuk menciptakan lebih banyak ruang sekaligus mengirim bola ke jantung pertahanan Lazio.
𝑷𝑺𝑮 𝑴𝑼𝑳𝑼𝑺
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) February 14, 2024
𝑳𝑨𝒁𝑰𝑶 𝑻𝑬𝑹𝑩𝑨𝑵𝑮
PSG mengantongi modal positif di leg pertama dengan menumbangkan Real Sociedad dua gol tanpa balas
Sementara itu, Lazio dengan gemilang menumbangkan sepuluh pemain Bayern Munich di Olimpico melalui gol tunggal Ciro Immobile.#UCL… pic.twitter.com/VEVM7WRdQz
Di babak pertama; Harry Kane, Leroy Sane, Joshua Kimmich, hingga Jamal Musiala berusaha membobol gawang Ivan Provedel. Namun, dari tujuh tembakan semuanya meleset! Babak pertama dimenangkan oleh Lazio. Lewat pertahanan yang rapi dan susah ditembus, mereka menahan Bayern Munchen.
Kecemasan memakan Thomas Tuchel. Di awal babak kedua, Tuchel membenamkan wajahnya dan menggelengkan kepala melihat jalannya pertandingan. Eks pelatih Dortmund itu sudah pasrah, putus asa, dan lelah memikirkan solusi untuk menembus pertahanan Lazio yang makin rapat di babak kedua.
Pemain belakang seperti Kim Min-Jae bantu mengancam. Tapi masih belum bisa menjebol gawang Lazio. Di babak kedua, Munchen melepas setidaknya 10 tembakan. Tapi semuanya tak tepat sasaran.
Munchen Apes dan Kalah Karena Penalti
Di sisi lain, Lazio asuhan Sarri tak tinggal diam. Secara penguasaan bola dan tembakan mereka kalah. Tapi soal tembakan tepat sasaran, Lazio berada di depan Munchen. Mereka terus mengancam Manuel Neuer. Di babak kedua setidaknya ada tiga tembakan tepat sasaran dari Lazio.
Namun, Neuer bermain seperti biasa. Berani dan sulit dijebol. Akan tetapi sebagaimana keberuntungan, ketidakberuntungan juga sulit dihindari. Mendekati menit 70, saat Lazio berusaha menyerang, bek Munchen, Dayot Upamecano menginjak kaki Gustav Isaksen. Ia mencoba merebut bola tapi timing-nya salah.
Dayot Upamecano was sent off vs Lazio for this challenge on Gustav Isaksen. 🟥
— The Goalpost (@TGoalpost) February 14, 2024
Lazio have taken the lead after the foul resulted in a penalty.
Should it have been a red?#TheGoalpostNews #LAZFCB #LazioBayern #Lazio #BayernMunich #UCL #UEFAChampionsLeague #ChampionsLeague pic.twitter.com/BmyfnTgiXD
Apes, dua keputusan keras dari wasit menampar Thomas Tuchel. Penalti dan Upamecano dikartu merah. Ya, kartu merah! Ciro Immobile yang jadi algojo sukses menunaikan tugasnya. Gol menit 69 itu menjadi satu-satunya gol di laga ini. Munchen gagal membalasnya dan kalah 0-1 atas Lazio.
Meski diselimuti kontroversi karena pelanggaran Upamecano seharusnya cukup diberi kartu kuning, bukan kartu merah, ini adalah kemenangan pertama Lazio atas Bayern Munchen sepanjang sejarah.
PSG Menang Mudah
Di hari yang sama, Real Sociedad dengan gagah melawat ke Parc des Princes. Mereka mendatangi markas PSG dengan rekor belum terkalahkan di fase grup Liga Champions musim ini. Kepercayaan diri pasukan Imanol Alguacil sedang meletup-letup. Hal itulah yang jadi modal untuk meladeni pasukan Luis Enrique.
Benar saja. Di babak pertama Sociedad mengimbangi permainan PSG. Bahkan La Real bisa melepas lima tembakan, walaupun semuanya meleset. Namun, kemampuan Sociedad belum sanggup menyamai level PSG. Bermain di kandang, PSG tak mau bertekuk lutut begitu saja.
FT: PSG 2-0 Real Sociedad
— Squawka Live (@Squawka_Live) February 14, 2024
Paris Saint-Germain are the first side to beat La Real in the Champions League this season.#UCL pic.twitter.com/M9s7e5EyU1
Di babak kedua, tepatnya menit 58, Kylian Mbappe menerkam sundulan Marquinhos dengan tendangan voli. Satu gol tidak cukup. Menit 70, PSG berhasil “membunuh laga” lewat Bradley Barcola yang menyodok bola melewati kaki Alex Remiro.
Babak kedua sangat timpang. Sociedad tak bisa menguasai bola. Mereka melepas empat tembakan di babak kedua. Namun, dua di antaranya diblok pemain PSG. Kemenangan ini menjadi modal bagus bagi Les Parisiens untuk bertandang ke Spanyol nanti.
Manchester City? Nggak Usah Ditanya
Kemarin Manchester City juga bermain. Mereka bertamu ke markasnya FC Copenhagen. Dan sudah bisa ditebak. The Citizens yang bermain dengan kekuatan penuh di mana Erling Haaland, Phil Foden, hingga Kevin de Bruyne bermain sejak menit awal, memenangkan pertandingan.
Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, dan Phil Foden bergiliran menjebol gawang Copenhagen. Tiga gol City hanya dibalas oleh satu gol Magnus Mattsson. Ini merupakan kemenangan ke-10 beruntun Etihad Gengs di kompetisi Eropa. Kemenangan ini juga yang pertama bagi Manchester City di Stadion Parken.
Sumber: BFW, SkySports, ManCity, BeinSports, DetikSports, ESPN, GilaBola


