Hasil UCL: Leipzig Kalah Lawan Pemain Ke-12 Real Madrid, Hingga Apesnya Bayern Munchen

spot_img

Dahsyat. Unpredictable. Luar biasa. Tiga kata itu tepat kita sematkan untuk empat pertandingan pertama di babak 16 besar Liga Champions musim 2023/24. Ada banyak kejutan dan kontroversi yang, boleh jadi luput dibicarakan karena semua orang, di Indonesia terutama, sedang fokus ke Pemilu.

Kalau melihat hasil pertandingan antara Leipzig vs Real Madrid, Bayern Munchen vs Lazio, Manchester City vs Copenhagen, dan PSG vs Real Sociedad ada hal-hal menarik yang layak dibahas. Apa saja? Mari kita membahasnya bersama-sama.

Kontroversi Pertandingan Real Madrid vs RB Leipzig

Sebelum laga antara RB Leipzig vs Real Madrid berlangsung, Starting Eleven Story pernah membahas pratinjau pertandingannya. Kalau antum belum menontonnya, sila menontonnya. Di video tersebut menyebutkan bahwa Leipzig bukanlah lawan yang mudah bagi Los Galacticos.

Dan hal itu terbukti di pertandingan kemarin. Walaupun sedang tidak baik-baik saja di kompetisi domestik, tapi anak asuh Marco Rose memberi perlawanan berarti buat El Real. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Die Roten Bullen berani menekan Real Madrid lebih dulu.

Bahkan sukses mencetak gol saat laga belum genap dua menit. Xavier Schlager mengirim umpan ke kotak penalti Los Merengues. Benjamin Sesko yang berada di antara pemain Leipzig dan Real Madrid menyundul bola hasil umpan Schlager. Bola masuk ke gawang, tapi papan skor tak berubah.

What??? Ya, hakim garis mengangkat bendera. Gol dianulir. Kontroversi pun muncul. Bagaimana bisa gol Sesko dianulir, padahal ia berada dalam posisi onside? Jika menonton tayangan ulang, kamu pasti berpendapat sama. Bahwa Sesko sama sekali tidak berada dalam posisi offside.

Namun, setelah dicek VAR, gol Sesko tetap tidak disahkan oleh wasit Irfan Peljto. Usai pengecekan VAR, memang ada offside yang mewarnai gol gaib itu. Tapi, siapa yang offside? Dalam video hanya Benjamin Henrichs, pemain Leipzig yang berada di barisan paling belakang.

Henrichs berada di belakang Andriy Lunin. Ia memang berada di posisi offside, tapi bola tidak menyentuhnya sama sekali. Belakangan diketahui kalau gol Sesko dianulir VAR karena Henrichs dianggap mengganggu Lunin. Padahal Lunin sendiri yang nggak bisa menjangkau bola.

Kemenangan Real Madrid, Tapi….

Marco Rose pun kesal dengan keputusan itu. Menurutnya gol itu sah, dan dengan golnya Sesko bisa mengubah jalannya laga. Karena artinya Leipzig akan unggul lebih dulu. Tak hanya pihak Leipzig yang merasa gol tersebut harusnya sah. Toni Kroos yang juga berada di pertandingan itu juga berpikir sama.

Ya, bisa dipastikan kupingmu baik-baik saja. Toni Kroos, gelandang Real Madrid, berkata kalau gol Sesko sah. Jika dianulir karena offside, Kroos sepakat. Tapi gol Sesko tidak sah karena Henrichs dianggap mengganggu Lunin. Padahal, kata Kroos, pemain Leipzig itu sama sekali tidak mengganggu sang penjaga gawang.

Sebab menurutnya, justru Lunin yang tidak berada dalam posisi untuk sanggup menggapai bola tersebut. “Menurut saya gol itu sah,” kata Toni Kroos dikutip Football Espana. Gimana? Orang pemain Real Madrid-nya sendiri bilang golnya Sesko itu sah.

Namun, yah mau bagaimana lagi. Wasit dan VAR tidak berpihak pada apa yang terjadi di lapangan. Los Galacticos pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengendalikan permainan. Di sisi lain, Die Roten Bullen tetap bermain ksatria.

Mereka terus menekan, tapi pertahanan Madrid yang digalang bek alternatif, Aurelien Tchouameni sulit ditembus. Apalagi Lunin juga bermain apik di laga itu. Sang kiper melakukan sembilan penyelamatan. Selagi Leipzig sulit mencetak gol, di awal babak kedua, Brahim Diaz yang menggantikan posisi Jude Bellingham membobol gawang Leipzig.

Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Madrid bermain bertahan setelah itu, sedangkan Leipzig terus menggempur. Tapi 10 tembakan di babak kedua tak ada satu pun yang menjebol gawang Lunin. Apalah hendak diperbuat. Leipzig harus menerima kekalahan. Mereka tidak hanya kalah melawan 11 pemain Real Madrid, tapi pemain ke-12 bernama VAR.

Bayern Munchen Gagal Bobol Lazio

Sehari sebelumnya Bayern Munchen juga sama apesnya dengan Leipzig. Kamu pasti sudah menonton pratinjau pertandingan antara Bayern Munchen vs Lazio di Starting Eleven Story sebelumnya, kan? Nah, secara matematis, Die Roten mestinya unggul jauh dari Lazio. Dan itu terbukti di laga kemarin.

Lazio-nya Sarri nggak bisa apa-apa di hadapan Bayern Munchen. Meski bermain di depan publik Olimpico. Lha gimana? Sejak menit awal, Die Roten sudah memukul pertahanan Lazio. Aquilotti juga tidak melakukan tekanan seagresif Bayer Leverkusen, sehingga memungkinkan Munchen untuk menciptakan lebih banyak ruang sekaligus mengirim bola ke jantung pertahanan Lazio.

Di babak pertama; Harry Kane, Leroy Sane, Joshua Kimmich, hingga Jamal Musiala berusaha membobol gawang Ivan Provedel. Namun, dari tujuh tembakan semuanya meleset! Babak pertama dimenangkan oleh Lazio. Lewat pertahanan yang rapi dan susah ditembus, mereka menahan Bayern Munchen.

Kecemasan memakan Thomas Tuchel. Di awal babak kedua, Tuchel membenamkan wajahnya dan menggelengkan kepala melihat jalannya pertandingan. Eks pelatih Dortmund itu sudah pasrah, putus asa, dan lelah memikirkan solusi untuk menembus pertahanan Lazio yang makin rapat di babak kedua.

Pemain belakang seperti Kim Min-Jae bantu mengancam. Tapi masih belum bisa menjebol gawang Lazio. Di babak kedua, Munchen melepas setidaknya 10 tembakan. Tapi semuanya tak tepat sasaran.

Munchen Apes dan Kalah Karena Penalti

Di sisi lain, Lazio asuhan Sarri tak tinggal diam. Secara penguasaan bola dan tembakan mereka kalah. Tapi soal tembakan tepat sasaran, Lazio berada di depan Munchen. Mereka terus mengancam Manuel Neuer. Di babak kedua setidaknya ada tiga tembakan tepat sasaran dari Lazio.

Namun, Neuer bermain seperti biasa. Berani dan sulit dijebol. Akan tetapi sebagaimana keberuntungan, ketidakberuntungan juga sulit dihindari. Mendekati menit 70, saat Lazio berusaha menyerang, bek Munchen, Dayot Upamecano menginjak kaki Gustav Isaksen. Ia mencoba merebut bola tapi timing-nya salah.

Apes, dua keputusan keras dari wasit menampar Thomas Tuchel. Penalti dan Upamecano dikartu merah. Ya, kartu merah! Ciro Immobile yang jadi algojo sukses menunaikan tugasnya. Gol menit 69 itu menjadi satu-satunya gol di laga ini. Munchen gagal membalasnya dan kalah 0-1 atas Lazio.

Meski diselimuti kontroversi karena pelanggaran Upamecano seharusnya cukup diberi kartu kuning, bukan kartu merah, ini adalah kemenangan pertama Lazio atas Bayern Munchen sepanjang sejarah. 

PSG Menang Mudah

Di hari yang sama, Real Sociedad dengan gagah melawat ke Parc des Princes. Mereka mendatangi markas PSG dengan rekor belum terkalahkan di fase grup Liga Champions musim ini. Kepercayaan diri pasukan Imanol Alguacil sedang meletup-letup. Hal itulah yang jadi modal untuk meladeni pasukan Luis Enrique.

Benar saja. Di babak pertama Sociedad mengimbangi permainan PSG. Bahkan La Real bisa melepas lima tembakan, walaupun semuanya meleset. Namun, kemampuan Sociedad belum sanggup menyamai level PSG. Bermain di kandang, PSG tak mau bertekuk lutut begitu saja.

Di babak kedua, tepatnya menit 58, Kylian Mbappe menerkam sundulan Marquinhos dengan tendangan voli. Satu gol tidak cukup. Menit 70, PSG berhasil “membunuh laga” lewat Bradley Barcola yang menyodok bola melewati kaki Alex Remiro.

Babak kedua sangat timpang. Sociedad tak bisa menguasai bola. Mereka melepas empat tembakan di babak kedua. Namun, dua di antaranya diblok pemain PSG. Kemenangan ini menjadi modal bagus bagi Les Parisiens untuk bertandang ke Spanyol nanti.

Manchester City? Nggak Usah Ditanya

Kemarin Manchester City juga bermain. Mereka bertamu ke markasnya FC Copenhagen. Dan sudah bisa ditebak. The Citizens yang bermain dengan kekuatan penuh di mana Erling Haaland, Phil Foden, hingga Kevin de Bruyne bermain sejak menit awal, memenangkan pertandingan.

Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, dan Phil Foden bergiliran menjebol gawang Copenhagen. Tiga gol City hanya dibalas oleh satu gol Magnus Mattsson. Ini merupakan kemenangan ke-10 beruntun Etihad Gengs di kompetisi Eropa. Kemenangan ini juga yang pertama bagi Manchester City di Stadion Parken.

Sumber: BFW, SkySports, ManCity, BeinSports, DetikSports, ESPN, GilaBola

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru