Hari Ketika Miroslav Klose Mendapat Pujian Dari Suporter Bola Sejagad Berkat Aksi Kejujurannya

spot_img

Footballovers, masih ingatkah kalian dengan Miroslave Klose.? Ya, mantan pemain tim nasional Jerman itu merupakan salah satu penyerang yang sangat berbahaya pada massanya. Torehan 16 gol di ajang empat tahunan, yakni piala dunia menjadi bukti nyata ketajaman Klose di lapangan hijau.

Bersama tim nasional Jerman, Miroslave Klose masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dengan 71 gol dari 137 pertandingan, capaian tersebut melampaui jumlah gol yang dilesakan Gerd Mueller dengan 68 gol. Gol-gol Klose juga banyak membantu klub yang dibelanya untuk meraih kemenangan.

Namun tahukah kamu footballovers, meskipun garang di kotak penalti lawan, Miroslave Klose mempunyai sisi positif lain yang membuatnya di segani dan dihormati banyak orang. Sisi positif itu adalah Kejujuran.

Tujuh tahun yang lalu, atau tepatnya tanggal 27 september 2012, Miroslave Klose yang saat itu masih memperkuat Lazio membuat seluruh penonton yang berada di stadion San Paolo memberinya tepuk tangan.

Di hari itu, Lazio bertemu dengan tuan rumah Napoli dalam laga Serie A. Ketika laga baru berjalan tiga menit, Klose menyundul bola hasil tendangan sudut rekannya untuk membuat Lazio unggul 1-0. Klose pun sempat merayakan gol tersebut.

Kubu Napoli melakukan protes keras kepada wasit karena gol Klose dihasilkan dengan tangan, beberapa pemain mengepung wasit dan asistennya untuk menyuarakan kemarahan mereka, bahkan kiper Morgan De Sanctis nyaris kehilangan kendali. Meski begitu wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Klose kemudian dipanggil mendekat ke wasit untuk memberi konfirmasi, alih-alih menolak tangannya berperan aktif dalam proses gol, ia justru menjawab bahwa tangannya memang membantu bola berbelok masuk ke gawang. Gol pun resmi dibatalkan dan Klose mendapat apresiasi dari lawannya.

Perlu diketahui bahwa dalam pertandingan tersebut, Lazio harus menelan kekalahan yang cukup menyakitkan, mereka dicukur Napoli dengan skor 3-0 berkat tiga gol dari Edinson Cavani.

Tak pelak, kejujuran yang dilakukan Klose tersebut membuatnya dibanjiri pujian termasuk dari presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter. Melalui akun Twitter-nya, Blatter menulis, “Bravo Miro Klose. Dengan tindakkan itu, Anda telah menunjukkan diri sebagai seorang juara dan pribadi pemain yang tepat.”(Dikutip dari Football Italia)

Gelandang Inter Milan saat itu, Esteban Cambiasso, berpendapat tindakan eks striker Bayern Muenchen itu pantas diteladani.

“Kita harus memuji kejujuran Klose. Kami harus menghormati sikap seperti itu. Sebuah contoh baik yang harus ditiru,” puji pria asal Argentina tersebut. (Dikutip dari laman Football Italia)

Klose bahkan mendapat pujian dari manajer Lazio, Vladimir Petkovic, yang meskipun melihat timnya kalah secara telak, ia berkata “Klose menunjukkan bahwa ia adalah pria sejati”. (Dikutip dari ForzaItalianFootball)

Apresiasi juga dilontarkan dari bek Fiorentina, Facundo Roncaglia, ia mengatakan keputusan yang dibuat Miroslave Klose tersebut merupakan sebuah tindakan yang sangat hebat.

Namun ada juga yang memandang sinis keputusan Klose diantaranya, pelatih Napoli, Walter Mazzarri, ia mengatakan bahwa Klose sudah tahu bahwa handball nya tertangkap kamera jadi tentu ia mengakuinya.

Satu bulan pasca pertandingan tersebut, Miroslav Klose menerima penghargaan “fair play” dari Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) setelah ia mengakui satu gol yang dicetaknya di Seria A adalah “handball”.

Bagi Klose, kejujuran itu ia lakukan sebagai bentuk untuk memberikan contoh positif dan sportivitas bagi yang lain, karena menurutnya ada banyak pemuda yang menonton pertandingan tersebut lewat layar televisi.

Miroslave Klose juga pernah mendapatkan penghargaan serupa di tahun 2005 saat masih bermain untuk Werder Bremen dalam pertandingan melawan Arminia Bielfield di ajang Bundesliga.

Dalam laga itu, Bremen sempat kedapatan hadiah penalti. Tapi Klose mendatangi wasit dan mengatakan bahwa kiper Arminia Bielfield sejatinya sudah lebih dulu mendapatkan bola ketika dirinya terjatuh di area penalti. Wasit pun akhirnya membatalkan keputusannya dan hanya memberi kartu kuning kepada kiper Arminia Bielefeld.

Di saat beberapa bintang papan atas dunia kerap melakukan aksi teatrikal di lapangan dan berbuah keputusan kontroversial, Miroslav Klose, dengan puluhan catatan golnya dan statusnya sebagai juara piala dunia adalah contoh manusia baik yang sempurna.

Pria kelahiran Polandia itu mengajarkan tentang kehormatan dan sikap sportif jauh lebih banyak dari pemain-pemain dengan status bintang yang mengumbar senyum di wajah tampan mereka. Klose telah menjadi model profesionalisme dalam sepak bola dan merupakan seseorang yang harus ditiru oleh semua pesepakbola muda.

Bersama Lazio, Miroslave Klose telah menorehkan 63 gol dalam 170 pertandingan di semua ajang. Pada 2016 sang pemain baik hati ini akhirnya memutuskan gantung sepatu dengan banyak catatan tinta emas dalam hidupnya.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru