Bintang asal Belanda, Arjen Robben telah malang melintang di persepakbolaan Eropa selama bertahun-tahun. Belum lama ini, pemain yang dikenal karena kelincahannya itu resmi memutuskan pergi dari Bayern setelah bergabung dengan klub tersebut selama kurang lebih sepuluh tahun.
Bagi Robben, ada banyak kenangan indah selama berkarier di Bayern. Pemain berusia 35 tahun ini juga mengaku menikmati masa-masa indah bersama Die Roten.
“Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar. Ketika waktu terasa berjalan begitu cepat, itu merupakan sebuah pertanda bagus. Menunjukkan bahwa kalian menikmati momen selama di sini. Bersama Bayern, aku merasakan banyak kesenangan.”
Robben merupakan pemain yang telah menuai banyak kesuksesan di Allianz Arena. Total, ia telah memenangi 19 gelar di semua kompetisi, dengan rincian 8 gelar Bundesliga, 4 trofi DFB Pokal, 5 Piala Super Jerman, 1 titel Liga Champions, dan 1 Piala Super Eropa. Selain itu, selama merumput bersama Die Roten, ia memiliki catatan 143 gol dari 307 penampilan di semua ajang.
Sebelum berkarier di Jerman, Robben lebih dulu membela PSV Eindhoven, Chelsea, hingga Real Madrid. Bersama tim ibukota Spanyol, Robben punya sedikit kenangan yang membanggakan.
Finalis Piala Dunia 2010 itu berhasil menyumbangkan trofi La Liga Spanyol dan Supercopa de Espana untuk Los Galacticos. Ia juga sukses menjadi andalan dengan mencetak lebih dari 10 gol di kompetisi Li Liga.
Namun dibalik kebahagiannya itu, Robben juga punya cerita kelam. Belum lama ini, ia mengungkap alasan tragisnya pergi dari Bernabeu.
Robben mengaku dirinya terpaksa meninggalkan Real Madrid pada 2009 karena dua alasan utama, yakni karena situasi politik di Santiago Bernabeu hingga kedatangan Cristiano Ronaldo.
Pada musim panas 2009, Florentino Perez yang terpilih sebagai Presiden baru Los Blancos menjalankan proyek Los Galacticos jilid II. Saat itu bahkan bukan hanya nama Ronaldo yang didatangkan ke Bernabeu, namun juga Kaka serta Karim Benzema.
Dua faktor itulah yang membuat Robben akhirnya terpaksa hengkang. Dalam sebuah wawancara, Robben mengatakan bahwa meninggalkan Madrid merupakan pilihan yang sangat sulit. Ia sudah sangat nyaman berada disana dan masih ingin membuat sejarah bersama klub ibukota.
“Itu menjadi sulit bagiku karena pergantian presiden di Real,”
“Aku sebenarnya merasa sangat nyaman di sana dan bermain dengan sangat baik, tetapi ketika politik ikut bermain dan kalian tidak bisa tampil, kalian harus membuat keputusan apakah ingin terus berjuang atau pergi dan melanjutkan karier di tempat lain,”
“Bukan hanya Ronaldo. Perez kembali sebagai presiden klub. Dia kemudian membeli Ronaldo, juga Kaka, Benzema dan Xabi Alonso. Real Madrid menghabiskan begitu banyak uang dan kami diberitahu bahwa mereka perlu mendapatkan sedikit uang lagi dari penjualan pemain.”
“Bagiku itu sangatlah memalukan, karena aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan mantan pelatih Manuel Pellegrini. Selain itu, aku mungkin memiliki pra-musim terbaik dalam karier.”
Florentino Perez memang dikenal sebagai presiden angkuh. Setelah selama kurang lebih sembilan tahun pasca kepergian Robben, CR7 juga turut menjadi korban.
Ronaldo memutuskan hijrah dari Los Blancos menuju Juventus pada awal musim 2018/19. Selama sembilan musim di Real Madrid, Ronaldo sukses menjadi bintang utama Los Blancos dan menggenggam sejumlah rekor.
Keputusan Ronaldo untuk hijrah dari Santiago Bernabeu menimbulkan tanda tanya besar. Dalam wawancara dengan France Football, Ronaldo mengungkapkan alasan di balik keputusan besar tersebut adalah Florentino Perez.
“Florentino Perez tidak pernah melihatku di luar hubungan bisnis. Apa yang dia katakan kepadaku, dia tidak mengatakan dari dasar hatinya,”
Ronaldo merasa suasana di Real Madrid seolah sudah tak lagi mendukung dirinya untuk memiliki hasrat bertahan di klub tersebut.
“Aku merasa ada masalah internal klub, terutama dari Presiden. Mereka tak lagi mempertimbangkan dan melihatku seperti halnya yang mereka lakukan di awal. Presiden tak lagi melihatku sebagai sosok yang tak tergantikan untuk mereka.”
Setelah resmi pergi dari Allianz Stadium, Arjen Robben belum mengumumkan kemana ia akan pergi. Menurut kabar yang beredar, Inter Milan berminat untuk mendapat jasanya.
Namun, Arjen Robben malah ingin mencicipi kompetisi MLS. Ia ingin mencoba pengalaman baru dengan performa dan kualitas yang mungkin sudah menurun.
Robben kabarnya tidak ingin terbebani dengan segala tumpuan berat. Oleh sebab itu, ia mempertimbangkan untuk merumput di kompetisi Negri Paman Sam sebagai pelabuhan selanjutnya.


