Hari Ketika Cristiano Ronaldo Berurai Air Mata Ketika Melihat Video Mendiang Ayahnya

  • Whatsapp

Selain punya banyak uang dan berprestasi, Cristiano Ronaldo juga seorang pesepakbola yang tangguh jika mengingat perjalanan hidupnya yang tak mulus. Namun, meski tampak luar sangat kokoh, Ronaldo sama seperti manusia pada umumnya yang juga bisa menangis.

Momen Ronaldo menitikkan air mata yang diketahui publik terjadi ketika ia menjadi bintang tamu dalam sesi bincang-bincang, pada acara yang dipandu presenter TV kenamaan Inggris, Piers Morgan pada tahun 2019. Saat itu, ia diperlihatkan video pendek mendiang ayahnya, Jose Dinis Aveiro.

Bacaan Lainnya

Jose Dinis Aveiro telah meninggalkan Ronaldo untuk selama-lamanya pada 5 September 2005. Ketika Ronaldo masih berusia 20 tahun. 

Dalam acara tersebut, penyerang Juventus itu menangis pilu saat menyaksikan video sang ayah. Dalam video tersebut, ayah Ronaldo ternyata sempat diwawancarai tentang anaknya menjelang Piala Eropa 2004 yang digelar di Portugal. Dalam rekaman video tersebut, Aveiro mengaku bangga pada Ronaldo.

Pada tahun 2004, ayah Ronaldo memang masih hidup dan sempat menyaksikan sang anak menjadi pesepakbola muda hebat yang direkrut oleh Manchester United dan timnas Portugal.

Ayah Ronaldo meninggal secara tragis di usia 52 tahun karena gagal hati setelah berjuang melawan alkoholisme. Jose Dinis Aveiro diketahui memang seorang pecandu berat minuman beralkohol. Insiden itu pula yang membuat Ronaldo berupaya keras menyelamatkan kakaknya, Hugo, yang memiliki aktivitas sama seperti ayah mereka.

Meskipun pernah mengaku benci terhadap sang ayah karena kebiasaannya minum alkohol, tapi disisi lain kepergian sang ayah adalah salah satu pukulan besar dalam hidup Ronaldo. Tak mengherankan jika Ronaldo menitikan air mata saat diperlihatkan video mendiang ayahnya. 

Mantan pemain Real Madrid tersebut mengaku dirinya belum pernah melihat video tersebut. CR7 mengatakan kepada Piers Morgan, “Saya tidak pernah melihat video itu. Saya tidak pernah melihat video itu. Luar biasa, sulit dipercaya” ucapnya.

Ketika Ronaldo ditanya bagaimana rasanya mendengar ayahnya berbicara tentang pencapaiannya yang luar biasa, Ronaldo mengatakan, “Saya kira wawancara dalam video itu akan lucu. Saya tidak menyangka malah menangis. Saya tidak pernah melihat gambar ini.”

“Saya tidak tahu. Saya harus punya video itu untuk menunjukkan kepada keluarga. Namun, saya tidak tahu ayah saya 100 persen. Yang saya tahu dia adalah pemabuk. Saya tidak pernah bicara dengannya, maksudnya mengobrol secara normal. Itu sangat sulit,” tutur Ronaldo.

Ronaldo memang sudah merelakan kepergian sang ayah, meski begitu ia tetap mengenang sang ayah di hari kelahirannya. Seperti yang terlihat pada tahun 2017 lalu, melalui akun Instagram pribadinya, Ronaldo mengunggah foto emosional. Dia menampilkan foto Jose Dinis Aveiro untuk menghormati hari kelahirannya. Ronaldo juga berfoto bersama ketiga anaknya, Cristiano Jr serta si kembar Eva dan Mateo.

Hal yang paling disesali seorang Ronaldo adalah ayahnya tidak bisa melihat semua kesuksesan yang ia raih saat ini.

“Semua keluarga saya melihat. Ibu saya, saudara saya, dan bahkan anak pertama saya. Tapi ayah saya tidak. Dia tidak melihat apapun karena dia meninggal terlalu muda,” kata Ronaldo. 

Seperti diketahui, dalam perjalanan karirnya sebagai pesepakbola, Ronaldo sudah meraih banyak gelar, diantaranya adalah lima trofi Ballon D’or, 5 gelar Liga Champions, dan beberapa prestasi gemilang lainnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *