Harapan di Pundak Matthew Hoppe

Amerika Serikat lagi-lagi tak bercanda dalam telurkan bakat sepakbola. Beberapa nama seperti Christian Pulisic sampai Giovanni Reyna sudah kita lihat sebagai talenta tak terbantahkan asal Negeri Adidaya. Belum lama ini, dunia juga kembali dikagetkan dengan seorang pemain muda berbakat asal Amerika bernama Matthew Hoppe.

Hoppe tak ubahnya menjadi harapan masa depan Amerika. Dia tampak disiapkan untuk kian menguatkan barisan serangan tim yang dinahkodai Gregg Berhalter.

Perjalanan Karir Matthew Hoppe

Sebetulnya, tak banyak yang bisa diceritakan dari sosok Matthew Hoppe. Itu terjadi setelah usianya baru menginjak 20 tahun. Usia yang tergolong sangat muda bagi seorang pemain. Akan tetapi, akan sangat disayangkan pula ketika gebrakannya di atas lapangan tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Lahir di California pada 13 Maret tahun 2001 silam, Matthew Hoppe pernah bermain di tim muda Los Angeles Galaxy serta Striker FC. Dalam kurun waktu 2014 sampai 2017, dia lalu putuskan menerima tawaran Barca Residency Academy USA.

Bermain di Barca Residency Academy USA kemudian memberikan sesuatu yang pada akhirnya membuatnya jadi pemain yang lebih tajam. Hoppe mengaku bila posisi aslinya adalah pemain tengah, atau setidaknya lebih maju dengan berperan sebagai pemain nomor 10.

Namun pelatihnya dulu menyuruh Hoppe untuk bermain sebagai penyerang. Dia sempat menolak, tapi sang pelatih keukeuh untuk memintanya tampil sebagai striker karena dengan bentuk tubuh ideal, Hoppe dianggap punya potensi untuk menyulitkan lini pertahanan lawan dan mencetak banyak gol.

“Ketika aku pergi ke akademi Barca dengan Sean McCafferty, aku sebenarnya bermain di lini tengah, seperti posisi No.8 atau No.10, dan kemudian dia memintaku masuk sebagai striker.”

“Aku sempat menolak, tapi dia lalu mengatakan kalau aku punya naluri mencetak gol alami. Aku bermain dua musim sebagai striker dan mencetak banyak gol. Sejak saat itu aku terus berkembang sebagai penyerang.”

Bermain untuk Barca Residency Academy USA, Hoppe berhasil ciptakan sebanyak 29 gol dalam 23 pertandingan di musim 2018/19. Lebih dari itu, dia sukses membawa timnya finish di puncak liga dengan selisih 36 gol. Dari seluruh gol yang diciptakan, Hoppe berhasil mencetak dua hattrick selama tampil sebagai penyerang.

Dengan catatan yang tentunya tidak biasa itu, tim asal Jerman, Schalke 04 langsung datang untuk memberinya tawaran. Ketika itu, Hoppe langsung dimainkan bersama tim Schalke U19. Disana dia tampil dalam 36 pertandingan dan mampu mencetak sebanyak enam gol.

Torehan apiknya itu lalu membuat pelatih tim utama Schalke tak ragu untuk memberinya panggilan. Hoppe datang ke sebuah tim yang dalam delapan pertandingan terakhir di musim 2020/21 sama sekali tidak pernah merasakan kemenangan.

Bermain di tim utama, Hoppe melakoni debut di laga melawan Borussia Mönchengladbach dimana Schalke kalah dengan skor telak 1-4. Pada pertandingan berikutnya ketika tampil di laga melawan Hoffenheim, Matthew Hoppe berhasil meningkatkan kinerjanya di depan gawang lawan. Dia tampil brilian dan langsung menggebrak dengan catatan tiga gol.

Pada laga tersebut, keputusan yang dilakukan pelatih Christian Gross dalam menempatkan Hoppe di tim utama tak sia-sia, usai sang pemain menjadi bintang dalam kemenangan Schalke dengan skor telak 4-0. Dia yang belum genap berusia 20 tahun ketika itu pun mengaku tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun.

“Aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Aku senang tim mendapatkan kemenangan dan aku bisa berkontribusi untuk itu. Hasil ini benar-benar memberiku kepercayaan diri, sekaligus memberi momentum terbaik,”pungkas nya.

“Mudah-mudahan kami bisa terus meraih kemenangan dan kami bisa tetap bersaing di divisi pertama.”

Sementara pelatih Christian Gross juga memuji pemainnya itu sebagai pemuda yang mau bekerja keras dan memiliki talenta yang bisa terus dikembangkan.

Menyusul tiga gol yang dicetaknya itu, Hoppe kembali berhasil menjebol gawang lawan pada laga Schalke yang berhadapan dengan Eintracht Frankfurt dan FC Koln. Dia mencetak masing-masing satu gol dan total memainkan sebanyak 24 pertandingan pada musim 2020/21. Torehan gol nya ketika itu juga mencapai enam biji, namun sayangnya masih gagal membawa Schalke naik ke level yang lebih tinggi.

Matthew Hoppe, bagaimanapun, merupakan pemain muda dengan potensi besar. Bisa dilihat dari semua gol yang dicetak pada laga melawan Hoffenheim ketika itu, Hoppe menunjukkan sebuah teknik tinggi dengan mencungkil bola untuk bisa menjaringkan bola ke dalam gawang. Kemudian, dia yang mencetak gol kedua berhasil melewati kiper lawan melalui drible brilian, untuk kemudian menutup laga dengan hattrick melalui chip sempurna.

Lebih dari itu, kecepatan yang dimiliki Hoppe juga layak mendapat pujian. Dia yang mencetak gol melalui situasi serangan balik berhasil memperdaya pemain bertahan lawan untuk kemudian meninggalkannya jauh di belakang.

Dengan performa yang tentunya brilian dan kemampuan hebat yang ada pada dirinya, Matthew Hoppe lantas mendapat panggilan dari pelatih timnas Amerika Gregg Berhalter untuk mengikuti ajang Piala Emas.

Berjaya Bersama USA

Matthew Hoppe, dalam pemanggilannya yang dilakukan Gregg Berhalter, diminta untuk menggantikan peran yang ditinggal Christian Pulisic dan Giovanni Reyna. Dia masuk dalam starting line-up untuk melakoni pertandingan penyisihan grup kedua melawan Martinique, dimana hal itu sekaligus membuatnya mendapatkan cap pertamanya bersama timnas Amerika Serikat.

Empat belas menit setelah dimasukkan, Hoppe berhasil mencetak gol.

Sempat hanya duduk di bangku cadangan melawan Kanada, Hoppe lalu kembali beraksi ketika Amerika harus menghadapi perlawanan Jamaika. Pada pertandingan tersebut, setidaknya sampai menit ke 83, skor kacamata masih terus bertahan. Ketika pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit lagi, Hoppe berhasil mencetak gol dan memberi kemenangan penting bagi Amerika.

Usai menciptakan gol tersebut, lagi-lagi Hoppe tak bisa berkata-kata. Dia hanya bisa berteriak dan merasakan sesuatu yang sangat membahagiakan dalam dirinya.

Di sisa pertandingan turnamen, Hoppe memang tak lagi mencetak gol. Akan tetapi, kegemilangan Amerika dalam mengalahkan Qatar dan Meksiko di pertandingan final, membuat mereka sukses dapatkan gelar Piala Emas tahun 2021.

Matthew Hoppe yang saat itu jadi bagian dari tim pun ikut merasakan kebahagiaan, yang ditandai dengan sebuah medali emas yang melingkar mulus di leher hingga menutup dada.

Berkarir di Real Mallorca

Menyusul penampilan apiknya di Piala Emas, Matthew Hoppe lalu menerima tawaran yang datang dari Real Mallorca. Dia meninggalkan Schalke dan mengucapkan banyak terima kasih karena telah menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya.

“Aku datang ke sini dua tahun lalu sebagai seorang anak berusia 18 tahun dari Amerika, dan aku telah mampu tumbuh menjadi diri sendiri dari apa yang telah banyak aku pelajari selama ini.”

“Kepada para penggemar terbaik di dunia dan orang-orang hebat Gelsenkirchen, aku mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Kalian akan selamanya ada di hati.” ucap Hoppe.

Bermain untuk Real Mallorca, dia baru catatkan sebanyak dua pertandingan saja pada musim 2021/22. Namun begitu dirinya sudah berhasil mencetak assist di laga melawan Real Madrid.

Di usia yang baru menginjak 20 tahun, Hoppe dipercaya bakal menjadi pemuda Amerika selanjutnya yang akan teruskan kegemilangan berlian Paman Sam di persepakbolaan dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru