Tidak terbayang bagaimana nasib para kopites di seluruh dunia. Tim mereka sedang tidak baik-baik saja. Ibarat orang, Liverpool sedang meriang. Walau patut diakui pasukan Jurgen Klopp baru saja menang atas Rangers di Liga Champions 2-0.
Namun, penampilan buruk tetap menghantui pasukan The Kop. Apalagi di Liga Primer Inggris. Belum kering tangis kegagalan memenangi laga kontra Brighton, di laga berikutnya Liverpool harus menghadapi Arsenal. Klub yang kini sedang kedinginan di puncak klasemen.
Anak asuh Mikel Arteta sedang berada di atas angin. Jika Liverpool gagal meraih poin penuh atas Brighton yang bahkan baru saja ditinggal Graham Potter, Arsenal tampil paripurna menghadapi Tottenham Hotspur. Tim yang konon sedang ranum-ranumnya bersama Antonio Conte.
Bukan sembarangan. Arsenal melumat Spurs dengan skor 3-1. Meski harus diakui juga bahwa Liverpool dan Arsenal punya satu garis nasib yang sama. Keduanya sama-sama dikalahkan Manchester United.
Akan tetapi, dengan catatan mentereng di Liga Inggris musim ini, Arsenal tentu saja unggul daripada Liverpool. Jadi ketika menghadapi Arsenal sudah patutkah kalau The Reds lebih baik WO saja? Daripada nasibnya seperti Tottenham Hotspur atau Brentford.
Daftar Isi
Head to Head
Baiklah sebelum fans Liverpool meradang, ada beberapa fakta yang memang perlu disampaikan. Bahwa sesungguhnya terkait head to head, Liverpool unggul di atas Arsenal. Keduanya sudah 203 kali bertemu. Maknanya laga pada 9 Oktober nanti adalah perjumpaan yang ke 204.
Dari 203 kali pertemuan, Liverpool unggul dengan 78 kali meraih kemenangan. Sementara The Gunners hanya mampu memetik 71 kemenangan. Baik Arsenal maupun Liverpool lebih sering menang ketika bermain di kandang.
🗣Jurgen Klopp ahead of next weeks #Arsenal vs Liverpool game: “I know that Arsenal is coming and we saw glimpses of their game against Tottenham, they are outstanding in the moment so that is obviously not an easy game. But we will give it a proper try.” 👍🔴 pic.twitter.com/VQ6wnp4Yse
— Arsenal News Channel (@Arsenalnewschan) October 2, 2022
Arsenal dengan 44 kali menang di kandang, sedangkan Liverpool berhasil memenangi 55 laga di Anfield. Keduanya sudah 54 kali bermain imbang. Soal gol Liverpool juga ternyata lebih unggul daripada Arsenal. Mereka berhasil membobol gawang The Gunners 305 kali. Sedangkan Arsenal hanya bisa membalas membobol gawang The Reds sebanyak 275 kali.
Kalau ngeliat head to head, Liverpool jelas unggul. Tapi itu hanya angka-angka lampau yang sudah kadaluwarsa. Melihat bagaimana penampilan The Gunners musim ini, untuk sekadar mengalahkan Liverpool dengan lebih dari satu digit gol bukanlah perkara rumit.
Arsenal Main di Kandang Bos!
Kenyataannya laga yang akan digelar pada 9 Oktober nati bakal terjadi di Emirates Stadium. Markasnya Arsenal. Jelas ini sangat diuntungkan publik Arsenal. Apalagi The Gunners tidak pernah mengecewakan ketika bermain di kandang sendiri. Nggak percaya?
Dari catatan Footy Stats, sebuah website statistik, Arsenal selalu menang di empat laga kandang terakhir mereka di Liga Inggris. Persentase kemenangan mereka 100 persen. Ingat itu sekali lagi, 100 persen! Sementara Liverpool punya catatan buruk ketika jadi tamu.
🗣️ Mikel Arteta on the confidence gained from beating a top-six team: “100% needed. Because when you play such a big game, you want to win, and those opinions are correct because when you look at the stats and if you just put it in that context, you can do it. [via Arsenal] #afc pic.twitter.com/wsb06PMxNl
— Arsenal Buzz (@ArsenalBuzzCom) October 1, 2022
Pasukan Jurgen Klopp nggak pernah menang di pertandingan away Liga Inggris belakangan ini. Dari tiga laga away, dua kali The Kops imbang dan sekali kalah. Tentu kamu tahu The Reds kalah dari siapa, ya kan? Well, persentase kemenangan Liverpool di partai tandang hanya 29 persen.
Masih dari website yang sama. Footy Stats menunjukkan pada laga nanti, Arsenal 175 persen lebih diunggulkan soal mencetak gol. Sebab rata-rata Arsenal mencetak gol ketika bermain di kandang mencapai 2,75, sedangkan rataan Liverpool mencetak gol di laga tandang hanya 1. Walau harus mengakui juga bahwa Arsenal dan Liverpool nggak jauh beda peluang kebobolannya.
Arsenal dengan rata-rata 1,25 kebobolan di kandang, sedangkan rata-rata Liverpool kebobolan di tandang 1,33. Ya, Liverpool lebih banyak. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi tingkat kebobolan mereka tidak bisa berimbang dengan jumlah kemungkinan memasukkan gol.
Pertahanan Liverpool Rentan
Catatan tadi baru statistik kedua tim. Kalau kita membahas Liverpool saja, sungguh kamu akan merasa, Liverpool kok gini? Musim ini pertahanan Liverpool sangatlah rentan. Bentuk pertahanan mereka sangat mudah dibongkar lawan.
Lihat bagaimana Roberto De Zerbi yang anak baru di Liga Primer Inggris saja bisa membongkar pertahanan Liverpool. Karena rentan itulah, Liverpool sudah kebobolan 9 gol. Jumlah itu kelewat banyak bagi klub sekelas Liverpool di awal musim. Terlebih Liverpool juga paceklik kemenangan.
FT: LIVERPOOL 3 VS 3 Brighton
Lagi lagi kehilangan point
Ancur
Ampas
Pertahanan terburuk musim ini3 gol Brighton semua dari posisi trent.
Padahal ada Joe gomez tapi masih aja mempertahankan trent.Sebulan nungguin liverpool, malah disajikan permainan ancur kek gini. pic.twitter.com/NLaLjqWdHk
— TRIBUN LIVERPOOL INDONESIA (@LFCindonesia97) October 1, 2022
Sejauh ini Liverpool bermain sangat terbuka, terutama ketika melakoni laga di Liga Inggris. Permainan terbuka semacam ini yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh lawan. Dengan bermain terbuka, begitu banyak lubang yang menganga. Lubang itulah yang bakal dieksploitasi lawan.
“Kami biasanya memiliki cara bertahan yang sangat berani dan ketika waktu dalam pertahanan kami tidak sempurna, maka kami membiarkan celah terbuka,” kata Jurgen Klopp seperti dikutip The Athletic.
Tumpul di Lini Depan
Pertahanan Liverpool yang keropos mesti ditutupi. Tapi mau ditutupi pakai apa lagi? Toh serangan Liverpool juga tumpul. Coba bayangkan saja, rata-rata gol mereka di Liga Inggris cuma 2,57 per 90 menit! Tumpulnya lini depan Liverpool karena beberapa pemain tidak sedang tampil oke.
Mohamed Salah yang bermain terlalu melebar. Ia yang sulit untuk mendekat ke jantung pertahanan lawan. Ruang tembak yang dibatasi. Membuat Salah harus mengantongi catatan terburuknya di Liga Inggris. Lalu, bek sayap seperti Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson juga sedang inkonsisten.
Belum lagi kalau kita bicara soal Darwin Nunez yang menggemaskan. Sebagai seorang striker yang didatangkan dengan harga yang tidak murah, Nunez harusnya jadi jawaban. Tapi yang terjadi ia justru menambah soal. Dari 16 tendangannya di Liga Inggris, hanya 4 yang on target, dan golnya satu doang.
Ketika Darwin Nunez bangun pagi ini, dia pasti bermimpi mengikuti jejak Luis Suarez, Sadio Mane dan Fernando Torres. pic.twitter.com/lQBpOkRLNw
— Rizal (@AskingDamn) August 16, 2022
Arsenal Beringas!
Sementara itu lawan Liverpool, Arsenal tampil beringas, trengginas, dan paripurna. Kekalahan atas United tidak ada gunanya, karena toh armada Mikel Arteta bisa melunasi semua laga dengan kemenangan. Ketika Liverpool sering bermain imbang di Liga Inggris, Arsenal malah belum imbang sama sekali.
Arsenal sepertinya mulai memetik hasil dari proses yang dijanjikan Arteta. Mikel Arteta telah mengubah Arsenal menjadi tim yang gahar lagi. Permainan kolektif, umpan-umpan dari bawah, dan intensitas tekanan yang memadai jadi kunci permainan The Gunners.
Jangan lupa, Arsenal masih mempunyai pemain yang bisa membuat pertahanan Liverpool seperti Shrewsbury. Ada Gabriel Jesus yang sudah mengemas 5 gol dan 3 asis dari 8 penampilannya di Liga Inggris. Belum di sisi bek sayap, Arsenal punya Oleksandr Zinchenko. Pria Ukraina itu punya persentase kemenangan yang tinggi, yaitu 82,3 persen.
🏅 Xhaka wins Arsenal Player of the Month for September!
100% deserved. He’s turned into one of our most influential players this season. The improvement is immense and we can’t wait to see more. He hasn’t had a bad start to October either 😉.
Keep it up, Granit! pic.twitter.com/VxOb850Ko3
— Arsenal Editor (@Arsenal_Editor) October 3, 2022
Masih kurang? Granit Xhaka akan membuat lini tengah Liverpool minder. Ia yang sering diolok-olok mampu tampil apik di Arsenal belakangan ini. Bahkan ia terlibat dalam kemenangan Arsenal atas Tottenham Hotspur berkat gol killing the game-nya.
Xhaka juga sudah lima kali terlibat dalam gol Arsenal sejauh ini. Sebagai seorang pivot, Xhaka telah menunjukkan bakatnya. Ia bahkan menjadi sosok penting dalam tubuh The Gunners. Pemain Switzerland itu seperti baut menyembunyikan titik lemah pertahanan dalam skema Arteta.
Walaupun begitu, Liverpool sejatinya masih punya peluang untuk bisa mengatasi Arsenal. Jika taktiknya yang semula mudah dieksploitasi, ya Klopp mesti bisa mengubahnya. Apalagi Liverpool juga kesusahan ketika menghadapi tim elit. Kalau itu tak dilakukan, ya sudah, mungkin lebih baik Liverpool WO sajalah!
Sumber: Optus, TheAthletic, FootyStats, TheScore, PlanetFootball, Soccerway, NBCSports


