Habis Jota, Terbitlah Luis Palma, Idola Baru Celtic

spot_img

Ellie Dixon jelas nama yang asing dalam belantara musik internasional. Nama penyanyi muda asal Inggris itu tidaklah sebesar Adele, Anne-Marie, ataupun Dua Lipa. Namun, Ellie Dixon punya memori yang patut dibanggakan.

Pada 8 April silam, Ellie Dixon viral di media sosial setelah dirinya tampil di hadapan 60 ribu penggemar Celtic sebelum laga Old Firm Derby kontra Rangers untuk membawakan lagu “Jota on the Wing”. Sebuah lagu yang dibuat khusus untuk João Pedro Neves Filipe alias Jota, idola bagi para pendukung The Hoops.

Namun, Ellie dan ribuan pendukung Celtic mungkin tidak menyangka kalau hanya berselang 3 bulan setelah momen bersejarah tersebut, lagu “Jota on the Wing” kini hanyalah tinggal kenangan.

Seperti yang kita tahu, Jota hengkang ke salah satu peserta Liga Profesional Saudi, Al-Ittihad di bursa transfer musim panas kemarin. Sebuah kepindahan yang mengejutkan sekaligus meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi para pendukung Celtic.

Jota, Idola Lama Celtic Park

Jota mengawali kariernya di akademi Benfica. Bakatnya yang besar mengantarkannya menjadi bagian skuad Portugal U-17 yang menjuarai Kejuaraan Eropa 2016 dan Portugal U-19 yang menjuarai Kejuaraan Eropa 2018, serta Portugal U-21 yang menjadi runner-up Kejuaraan Eropa 2021.

Akan tetapi, winger kelahiran 30 Maret 1999 itu bisa dibilang gagal di tim senior Benfica. Meski masuk dalam skuad Benfica yang mengangkat trofi Liga Portugal 2019, tetapi menit bermain Jota sangat minim hingga membuatnya sempat dipinjamkan ke Real Valladolid. Nasib pemain bertinggi badan 175 cm itu baru berubah ketika pindah ke Celtic.

Jota bergabung ke Celtic di musim panas 2021 dengan kesepakatan pinjaman plus opsi beli senilai £6,5 juta. Sosoknya yang baik dan murah senyum, parasnya yang tampan, serta kemampuannya yang menawan di atas lapangan hijau membuat Jota dengan cepat menjadi idola dari para pendukung The Hoops.

Celtic akhirnya mempermanenkannya di musim panas 2022. Selama dua musim berseragam Celtic, Jota berhasil mencetak 28 gol dan 26 asis dalam 83 caps, serta mempersembahkan 2 gelar juara Liga, 2 gelar juara Piala Liga, dan 1 trofi Piala Skotlandia.

Sayangnya, ketika ketika para pendukung Celtic tengah dimabuk cinta dengan Jota, pemain berusia 24 tahun itu justru pergi meninggalkan Parkhead di musim panas kemarin. Secara mengejutkan, Jota yang sebenarnya juga diincar oleh beberapa klub besar Eropa justru lebih memilih tawaran Al-Ittihad yang menjadikannya pembelian termahal klub.

Di Saudi, Jota bakal menerima gaji £200 ribu perminggu. Sebuah tawaran yang mengubah hidupnya, sebab di Celtic ia hanya mendapat gaji £35 ribu perminggu. Jika Celtic menolak tawaran Al-Ittihad sebesar £25 juta, konon mereka harus menaikkan gaji Jota menjadi £45 ribu perminggu.

Tentu saja, sulit untuk menolak tawaran Al-Ittihad. Celtic dan para pendukungnya paham betul bahwa bintang mereka adalah pemain besar. Namun tetap saja, kepergian Jota yang begitu dicintai telah membuat pendukung The Hoops bersedih.

Namun, 4 bulan setelah hengkang dari Celtic, kini Jota sepertinya telah menyesali keputusannya. Situasinya di Al-Ittihad memang memprihatinkan. Setelah tampil 5 kali di liga, ia dicoret dari skuad.

Liga Pro Saudi hanya mengizinkan 8 pemain asing dalam setiap skuad pesertanya. Al-Ittihad punya lebih dari 8 pemain asing dan Jota pun jadi pemain yang disingkirkan.

Sebelumnya, Jota memang lebih dulu dikabarkan tidak betah di Saudi. Baru menjalani 2 bulan dari kontrak berdurasi 3 tahun, ia sudah diberitakan ingin hengkang dari Al-Ittihad.

Rumor tersebut tampak semakin nyata akhir-akhir ini dengan Al-Ittihad yang sudah memberi lampu hijau untuk melepas Jota di bulan Januari mendatang dengan skema pinjaman. Ange Postecoglou berniat membawanya ke Tottenham. Spurs tak sendiri. Newcastle yang sama-sama dimiliki PIF juga berniat membawa pulang Jota ke Eropa.

Dari rumor yang bertebaran, untuk sementara tidak ada Celtic dalam daftar klub yang tertarik dengan Jota. Celtic memang tidak membencinya, tetapi mereka kini sudah punya idola baru.

Habis Jota, Terbitlah Luis Palma

Adalah Luis Enrique Palma Oseguera atau yang lebih lazim disebut Luis Palma. Dialah sosok pemain anyar yang dalam waktu yang terbilang singkat telah berhasil memenangkan hati para pendukung Celtic.

Luis Palma merupakan winger kelahiran kota La Ceiba, Honduras, 17 Januari 2000. Mengawali kariernya di klub lokal, Club Deportivo Social Vida, Palma sudah menembus tim senior di usia 17 tahun.

Palma dianggap sebagai salah satu bakat sepak bola terbesar di Honduras. Di usia mudanya, Palma mewakili Honduras di Piala Dunia U-17 FIFA 2017, Piala Dunia U-20 FIFA 2019, dan Olimpiade Tokyo 2020.

Setelah sempat menjadi pemain pinjaman untuk Real Monarchs, tim divisi dua Amerika Serikat, karier senior Luis Palma pertama kali meledak di tahun 2021 ketika dirinya mampu mencetak 13 gol untuk Vida. Di tahun tersebut, Luis Palma juga terpilih sebagai pemain terbaik liga.

Palma kemudian menarik minat dari klub-klub Eropa. Braga dan Levante salah satunya. Namun, klub Liga Super Yunani, Aris Thessaloniki yang berhasil mendaratkan Luis Palma di Eropa dengan biaya hanya sebesar €250 ribu saja. Palma lalu menandatangi kontrak berdurasi 4 setengah tahun pada 19 Januari 2022.

Singkat cerita, Luis Palma keluar sebagai top skor Aris di musim lalu dengan torehan 13 gol. Dalam 36 penampilannya, Palma yang beroperasi sebagai sayap kiri juga menghasilkan 8 asis.

Performa itulah yang kemudian menarik minat dari Celtic. Namun, bukan perkara mudah bagi Celtic untuk mendaratkan Luis Palma, sebab bukan hanya Celtic yang mengincar winger berusia 23 tahun tersebut.

Sebelum Celtic, Watford dan Anderlecht lebih dulu menjalin kontak, tetapi yang paling serius adalah Rangers. Ya, Palma adalah target utama Rangers di musim panas kemarin. Namun, ketertarikan Celtic ternyata lebih disambut baik oleh Luis Palma.

“Agen saya mengatakan kepada saya bahwa ada kontak dari Rangers, tetapi ketika saya mengetahui ketertarikan Celtic, saya ingin datang ke sini dan saya senang berada di sini.”

Dengan biaya transfer £3,5 juta, Celtic akhirnya mengikat Luis Palma dengan kontrak berdurasi 5 tahun pada 30 Agustus lalu. Bergabung ke Celtic adalah peningkatan karier bagi Luis Palma. Di Aris, dia hanya digaji £70 ribu pertahun, kini konon ia mendapat gaji £500 ribu pertahun.

Tentu saja, kedatangan Luis Palma ke Parkhead adalah untuk menggantikan Jota. Tentu bukan PR yang mudah untuk dikerjakan. Dan tak seperti Jota yang langsung nyetel, Luis Palma butuh waktu untuk beradaptasi.

Akan tetapi, sejak debutnya pada 16 September lalu, Luis Palma secara perlahan telah berhasil menunjukkan konsistensi. Winger berbakat asal Honduras tersebut kini telah menjadi pemain andalan dalam skuad Brendan Rodgers.

Pada 12 November lalu, Palma terpilih sebagai MVP saat Celtic membantai Aberdeen 6-0. Di laga tersebut, ia mencetak 1 gol dan 3 asis. Total, Luis Palma telah menghasilkan 5 gol dan 5 asis dalam 12 penampilan. Statistik itulah yang membuat Luis Palma menjadi idola baru bagi para pendukung The Hoops.

Jota vs Luis Palma

Jika dibandingkan dengan Jota, torehan Luis Palma dalam 12 pertandingan pertamanya bersama Celtic memang masih kalah. Namun, kontribusi Luis Palma ternyata lebih efektif ketimbang pendahulunya.

Jota butuh 1.037 menit bermain untuk menghasilkan 7 gol dan 6 asis dalam 12 pertandingan. Sementara itu, Luis Palma, sang idola baru, hanya butuh 612 menit bermain saja untuk menghasilkan 5 gol dan 5 asis dalam 12 pertandingan.

Soal kecepatan, Jota juga unggul dari Luis Palma. Gaya main Jota memang lebih meledak-ledak ketimbang Luis Palma yang lebih simpel.

Satu keunggulan Palma yang tak dimiliki oleh Jota adalah kemampuan mengirim umpan silang diagonal yang kerap menciptakan asis indah. Selain itu, Palma ternyata sangat baik dalam situasi bola mati dan tendangan penalti. Palma juga punya sepakan jarak jauh yang mematikan. 3 dari 4 golnya di liga tercipta dari luar kota penalti.

Sekali lagi, para pendukung Celtic tidaklah membenci Jota. Bahkan mereka punya mimpi dan harapan yang tampak mustahil, yakni menduetkan Luis Palma dengan Jota. Namun, jikalau mimpi dan harapan tersebut tak terwujud, kami yakin para pendukung Celtic juga tidak masalah.

Pasalnya, gaya bermain Luis Palma yang elegan dan simpel, serta caranya melepas tembakan yang tampak begitu indah, telah menawarkan pertunjukan lain yang secara perlahan telah membuatnya menjadi pemain favorit di antara para pendukung Celtic. Lebih daripada itu, performa Luis Palma sejauh ini telah berhasil mengobati kesedihan para pendukung Celtic yang di musim panas kemarin begitu kehilangan Jota.

Luis Palma mungkin belum mendapat lagunya sendiri layaknya Jota di masa lalu. Namun, apabila kontribusinya makin meningkat dan dirinya berhasil membawa Celtic terbang lebih tinggi, hal tersebut hanyalah tinggal menunggu waktu saja. Bahkan, bukan sesuatu yang mustahil apabila para pendukung Celtic akan segera benar-benar melupakan Jota dan lebih memilih berbulan madu dengan Luis Palma.

“Saya tidak mengharapkan mereka merilis sebuah lagu untuk saya, saya berterima kasih kepada para penggemar klub, mereka adalah penggemar terbaik yang pernah saya miliki di klub. Saya merasa diberkati, saya berharap kepada Tuhan agar saya dapat melanjutkannya.”


Referensi: Tribal Football, Celtic Star, ArisFC, Scottish Sun, Celtic Quick News, DailyMail, Celtic Star, Celtic Bhoys.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru