Griezmann Si Aktor Senyap Prancis di Piala Dunia 2022

spot_img

Fenomena menarik terlihat di skuad Prancis pada Piala Dunia 2022. Di saat jutaan pasang mata tertuju pada sinar kebintangan Mbappe maupun kecemerlangan Giroud menggantikan peran Benzema yang cedera, di sisi lain orang lupa bahwa ada satu nama pemain yang perannya bak hantu. Senyap, namun mematikan.

Ya, dia adalah Antoine Griezmann. Lantas apa yang membuat Griezmann jadi aktor senyap di balik kejayaan Prancis di Piala Dunia 2022 kali ini? Berikut kisahnya.

Jadi Aktor Penting Di Euro 2016, Dan Piala Dunia 2018.

Kita tahu pemain Atletico Madrid yang kini berusia 31 tahun tersebut, sudah lama menjadi juru gedor lini penyerangan Prancis. Dicoba oleh Deschamps di EURO 2016. Perannya sebagai sang perusak lini pertahanan lawan menjadi kunci Les Blues melaju hingga partai puncak.

Griezmann ketika itu dijadikan Deschamps menjadi second striker di belakang Olivier Giroud yang menjadi salah satu sumber gol. Peran tersebut terbukti cocok dengan apa yang ia lakukan juga di klubnya, baik dulu di Real Sociedad maupun di Atletico Madrid.

Ia terlihat sangat nyaman untuk fokus dalam menyerang dan menciptakan gol. Sebab, ia sudah dilindungi oleh beberapa gelandang jangkar di belakangnya yakni Kante, Pogba, Matuidi, maupun Sissoko.

Terbukti dari hasilnya. Meskipun tak mampu memberikan gelar bagi Les Bleus karena kalah di partai final oleh Portugal, ia memperoleh gelar pribadi Golden Boot dengan raihan enam gol dan dua assist.

Begitupun di Piala Dunia 2018. Yang berbeda di tahun itu adalah Griezmann mampu membawa Les Bleus menjadi juara dunia. Peran yang sama pun masih diinstruksikan oleh Deschamps. Ia masih menjadi tumpuan gol Prancis bersama Giroud dan Mbappe. Orang yang membuat nyaman dia di belakang juga masih sama kuatnya. Baik itu Kante, Pogba maupun Matuidi.

Hasilnya meskipun ia tak lagi meraih Golden Boot, minimal sumbangsihnya bisa mencatatkan sejarah bagi tanah kelahirannya di Piala Dunia. Ketika itu hanya empat gol dan dan tiga assist yang ia torehkan.

Sempat Meredup Karirnya Setelah Di Barcelona Maupun Setelah Kembali Ke Atletico

Dua edisi kompetisi yang cemerlang bersama Timnas Prancis, seketika ia menjadi komoditas panas bursa transfer. Barcelona menjadi klub yang berani membayar talenta Prancis tersebut dari Atletico Madrid dengan rekor fantastis senilai 120 juta euro atau sekitar dua triliun rupiah di musim 2019/20.

Namun justru di Barcelona ia meredup sinarnya. Griezmann berada di bawah bayang-bayang sosok dua bintang Barca, Messi dan Suarez. Begitupun kasusnya ketika ia kembali lagi ke Atletico sebagai pemain pinjaman di musim 2021/22. Sistem Simeone yang sudah mulai usang, membuat performanya dianggap masih meredup.

Kisah redupnya Griezmann di level klub pun sampai menular ke level timnas. Seperti apa yang terjadi ketika di EURO 2020. Prancis ketika itu terhenti di babak 16 besar oleh Swiss. Peran Griezmann kurang dapat dimanfaatkan Deschamps dalam pola barunya 3-4-1-2 ketika melawan Swiss. Ternyata dengan sistem tersebut, peran Griezmann dianggap kurang cocok dengan kualitasnya.

Peran Baru Griezmann yang Diemban Di Piala Dunia 2022

Sebuah perubahan besar bagi seorang Griezmann baru tiba di tahun 2022. Piala Dunia 2022 menjadi ajang baginya untuk membuktikan bahwa ia belum habis. Alih-alih akan fokus dalam menyerang dan menjadi aktor utama Prancis bersama Mbappe, Timnas Prancis tiba-tiba dijatuhi musibah cedera bertubi-tubi.

Para pemain tengah Prancis macam Kante dan Pogba dipastikan absen di Qatar. Kita tahu bahwa merekalah yang dulu memberikan jaminan kestabilan Prancis serta kenyamanan bagi Griezmann dalam menyerang. Lantas, dengan keadaan genting tersebut, mau tidak mau Deschamps harus kerja keras memutar otak mencari solusi.

Salah satu solusinya pun ekstrem, yakni mengorbankan seorang Griezmann menjadi gelandang box to box yang lebih menjaga kedalaman. Karena kita tahu dobel pivot Prancis yang ditinggalkan Kante dan Pogba perlu diberi bantuan tambahan. Tchouameni, Rabiot maupun Fofana bagaimanapun masih butuh support dan bimbingan.

Deschamp pun sudah bicara empat mata dengan Griezmann sebelum Piala Dunia. “Dia (Griezmann) pasti akan mencetak lebih sedikit gol, tapi dia suka melakukan tekel dan memulihkan bola. Dengan kaki kirinya, dia mampu melakukan hal-hal indah dan bisa menembak bola mati dengan cukup baik,” kata Deschamps.

Bos Prancis itu pun juga mengatakan bahwa Griezmann memiliki segalanya untuk bermain lebih ke dalam. Visi, etos kerja, sentuhan, energi, dan kecerdasannya dianggap mampu melakukan peran itu. Dan nampaknya, Griezmann pun menerima dengan penuh tanggung jawab dan tantangan untuk peran baru tersebut.

“Saya sangat menikmati peran ini. Saya cukup bebas dalam peran baru ini untuk menjadi penghubung antara penyerangan dan pertahanan. Saya akan memberikan lebih apa yang saya bisa, agar saya tetap dipercaya.” kata Griezmann.

Di sisi lain, Griezmann juga mengatakan bahwa ia sangat berhutang budi pada Deschamps. Ia berusaha memberikan yang terbaik bagi negaranya, maupun secara pribadi bagi Deschamps.

Pujian pun banyak mengucur untuk peran senyap Griezmann tersebut. Salah satunya Pogba yang memposting dalam laman Instagram pribadinya dengan tulisan “Griezmannkante”. Pogba seakan percaya bahwa perannya sukses menggantikan peran yang ditinggalkan Kante.

Pujian lain pun terucap dari legenda mereka Christophe Dugarry. Menurutnya peran Griezmann kali ini seperti sebuah gabungan antara gaya bermain Platini dan Zidane.

Dari beberapa pujian tersebut, yang lebih penting sebenarnya adalah ego Griezmann yang mampu diredam. Pasalnya, jarang-jarang pemain bintang sekelas Griezmann yang sudah terbukti mampu menjadi aktor utama, kini rela menjadi aktor pembantu di balik layar.

Di sini tampaknya kredit plus harus didapatkan oleh Deschamps. Sentuhannya yang mampu meramu tim ini di tengah badai cedera patut diacungi jempol. Beberapa media Prancis pun memberikan kredit tersendiri untuk Deschamps atas riset penemuan baru peran Griezmann.

Rekor Sebagai Pemain Yang Berkontribusi Paling Banyak Bagi Tim Selama Piala Dunia

Di Piala Dunia 2022, Griezmann meskipun sampai fase semifinal belum menceploskan satu gol pun, ia sudah banyak mencatatkan rekor. Ia kini menjadi pemain paling banyak menciptakan peluang selama perhelatan Piala Dunia. Ia melewati rekor Messi yang masih menciptakan 18 peluang. Sementara Griezmann sudah unggul dengan 21 peluang.

Griezmann pun juga menjadi orang Prancis pertama yang menciptakan 21 peluang di satu Piala Dunia sejak Youri Djorkaeff menciptakan hanya 20 peluang pada Piala Dunia 1998. Beberapa rekor tersebut menjadikannya sangat pantas diganjar sebagai pemain terbaik, minimal untuk publik Prancis.

Peran bak hantu, serta kerja kasarnya untuk tim, terbukti mampu dilakukan oleh seorang bintang bernama Griezmann yang rela meredam ego tingginya.

https://youtu.be/BAG0ynELQ7E

Sumber Referensi : bbc, skysports, espn, eurosport, dailymail, goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru