Gianluigi Donnarumma: Ketika Uang Lebih Berarti Ketimbang Kesetiaan

  • Whatsapp
Gianluigi Donnarumma Ketika Uang Lebih Berarti Ketimbang Kesetiaan
Gianluigi Donnarumma Ketika Uang Lebih Berarti Ketimbang Kesetiaan

Masih berusia muda, penuh talenta, dan banyak tim besar yang sangat menginginkannya. Itulah gambaran dari seorang Gianluigi Donnarumma. Kiper muda asal Italia yang resmi lanjutkan generasi emas penjaga gawang yang dimiliki Negeri Pizza.

Masih teringat jelas dalam ingatan, ketika pelatih Sinisa Mihajlovic memberi seorang Donnarumma kesempatan tampil di tim utama AC Milan. Mihajlovic, yang merupakan sosok yang menukangi Milan dari Juni 2015 hingga April 2016, merupakan pelatih yang memang banyak orbitkan para bintang muda.

Bacaan Lainnya

Donnarumma yang jadi salah satunya diberi kesempatan oleh Mihajlovic ketika eks pelatih Sampdoria itu rela membangkucadangkan kiper Diego Lopez di laga kontra Sassuolo. Saat itu, Donnarumma masih berusia 16 tahun dan menjadi salah satu pemain termuda yang melakoni debut di kompetisi Serie A.

Sejak saat itu pula, benih seorang bintang mulai terlihat dalam dirinya. Donnarumma resmi menyegel tempat utama menyusul penampilannya yang sangat luar biasa. Bahkan, boleh dikatakan bila Milan mendapat untung besar karena bisa memiliki kiper sehebat Donnarumma di usia yang masih sangat muda.

Drama Transfer Donnarumma Sudah Terjadi Sejak 2017

Sayangnya, kisah cinta Donnarumma kepada Milan tak sampai berujung ke pelaminan. Dia memang telah memberikan banyak sekali momen penting bagi Milan. Akan tetapi, karena ada satu sosok bernama Mino Raiola, yang tak lain dan tak bukan adalah agen nya, Donnarumma menjelma menjadi sosok mata duitan.

Baru diorbitkan menjadi bintang dan sudah diberi kesempatan tampil di tim utama, Milan yang menginginkan dirinya untuk tinggal lebih lama malah terus mendapat penolakan.

Pada Juni 2017, Milan berniat memberikan Donnarumma kontrak jangka panjang. Milan sudah terlanjur senang dan berniat untuk melanjutkan petualangan cintanya bersama sang penjaga gawang. Namun apa yang terjadi sungguh berada di luar dugaan. Melalui Mino Raiola yang memang dikenal rakus dan kejam, Donnarumma sangat sulit untuk membubuhkan tanda tangan.

Ketika itu, dia bahkan sempat berniat untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Milan. Milan ketika itu tak tinggal diam, bila Donnarumma tidak segera memperpanjang kontraknya, maka klub akan memberinya jaminan bangku cadangan. Bukannya menurut, Donnarumma justru seolah melawan. Lagi-lagi, Raiola disebut sebagai dalang dari saga transfer Donnarumma.

Milan dan Raiola sempat bersitegang. Lebih gilanya lagi, sang agen yang punya banyak klien pemain bintang itu sempat ingin mengambil tindakan hukum terhadap AC Milan. Karena menyadari situasi semakin sulit, pada akhir Juni 2017, Milan ingin mengambil langkah untuk mencari kiper baru, dan meninggalkan Donnarumma dengan segala drama menyebalkan.

Puncaknya, para penggemar yang mulai terbakar amarah menumpahkan kekesalannya langsung kepada Donnarumma.

Saat sang kiper tengah melakoni laga euro U21 melawan timnas Denmark, setumpuk uang palsu dihamburkan ke arah gawang Donnarumma. Wasit bahkan sampai harus menghentikan pertandingan sejenak untuk menyingkirkan uang-uang tersebut. Hal itu bisa dikatakan sebagai salah satu momen paling kelam dan memalukan bagi Donnarumma. Namun apa mau dikata, penggemar sudah merasa kesal karena klub kecintaan nya terus dipermainkan oleh pemain yang bahkan belum pantas disebut legenda.

Setelah drama pada tahun 2017 tak kunjung temui titik terang, manajemen Milan mencoba kembali bersabar dengan berusaha keras untuk membujuk Donnarumma dan Raiola agar mau melanjutkan kerjasama. Akhirnya, Donnarumma angkat bicara dan menyatakan kesediaannya untuk bertahan.

Jadilah pada 11 Juli 2017, Donnarumma resmi menandatangani kontrak selama empat tahun bersama Milan. Namun tetap saja, dalam perjanjian itu terdapat catatan yang sebenarnya kurang disukai oleh para penggemar. Yaitu, Milan dipaksa merekrut kakaknya, Antonio Donnarumma, dari Asteras Tripoli, yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh klub.

Yang paling menggelegar tentunya, Donnarumma meminta gaji sebesar 6 juta euro per tahun, yang mana itu menjadikannya sebagai pemain dengan gaji termahal di Milan. Menurut laporan Sportek, Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer yang menjadi pemain dengan gaji termahal kedua di klub hanya menerima sebesar 4 juta euro per tahun.

Drama Baru Kembali Terjadi

Setelah empat tahun berlalu, ternyata Donnarumma masih belum juga belajar dari pengalaman. Padahal, para penggemar sudah memaafkannya. Dia juga mampu tampil gemilang di bawah mistar dan semakin pantas disebut sebagai salah satu kiper terbaik di dunia.

Namun apa daya, saat ini kontraknya sudah habis dengan Milan. Dia mengaku tidak ingin memperpanjang kontraknya di klub dan meminta pergi. Bila Milan masih menginginkannya, Donnarumma meminta gaji yang mencapai 10 juta euro per musim, sekaligus memberi komisi kepada Raiola sebagai agen sebesar 20 juta euro.

Milan tidak langsung mengiyakan permintaan tersebut. Mengingat banyak klub-klub Eropa yang tengah alami masalah finansial di masa pandemi, Milan sebetulnya sempat menawarkan gaji sebesar 8 juta euro per musim kepada Milan. Jumlah yang terbilang lebih dari cukup untuk membuat Donnarumma jadi kiper dengan gaji termahal di kompetisi Serie A.

Namun apa responnya? Donnarumma menolak seolah tidak menghargai perjuangan Milan yang memang ingin mempertahankannya.

Tak butuh waktu lama. Maldini yang kini duduk di manajemen Milan tak mau membiarkan bocah kurang ajar seperti Donnarumma mempermainkan klub yang telah banyak ciptakan sejarah. Pada titik ini, banyak penggemar yang sangat mengapresiasi kinerja Maldini karena begitu tegas dalam memberi pelajaran bagi Donnarumma.

Maldini secara terbuka mengatakan bahwa Milan akan membiarkan Donnarumma pergi, dengan status bebas transfer sekalipun. Pasalnya seperti diketahui, kontrak Donnarumma telah habis pada akhir musim ini.

“Aku pikir kami harus berterima kasih kepada semua pemain yang berkontribusi pada musim luar biasa ini,”

“Donnarumma adalah seorang pemimpin dan seringkali menjadi kapten. Namun sebagai seorang profesional, seseorang harus siap untuk menghadapi segala sesuatu. Selalu ada saja mereka yang ingin mengambil jalan yang berbeda,”

“Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya,” ucap Maldini.

Langkah tersebut memang sengaja diambil oleh Maldini, karena dia tidak ingin perkara “remeh” seperti ini mengganggu kestabilan tim.

Seperti yang sudah disinggung di awal, langkah Maldini tersebut mendapat banyak dukungan, tak terkecuali dari Alessandro Nesta, yang punya darah Milan dalam karir sepakbolanya.

“Donnarumma bisa saja menjadi legenda Milan. Menolak gaji sebesar 8 juta di usia 22 tahun merupakan sikap yang sangat tidak terpuji. Maldini telah mengambil keputusan yang tepat. Proyek Milan akan terus berjalan mengingat disana ada Maldini. Aku harap Milan kembali berjaya di Eropa,” ucap Nesta.

Selain itu, dukungan juga datang dari Costacurta yang bahkan berani mengatakan bila Donnarumma hanya peduli dengan rekening pribadinya. Padahal, ada banyak sekali pendukung dan klub itu sendiri yang sudah rela memberikan segalanya.

Sudah Datangkan Pengganti

Dalam hal ini, Paolo Maldini memang layak mendapat pujian tinggi. Di tengah kabar yang menyebut bila Donnarumma bakal hengkang, Maldini langsung bergerak cepat untuk mencari pengganti kiper asal Italia tersebut.

Maldini yang terus memantau nama Mike Maignan dari Lille, langsung membawa kiper asal Prancis tersebut ke San Siro, bahkan sebelum Donnarumma resmi mendapatkan klub barunya.

Mike yang berhasil membawa Lille memutus dominasi Paris Saint Germain di Ligue One Prancis, hanya butuh 15 juta euro saja untuk mau dibawa ke kota Milan. Selain itu, il Diavolo juga langsung mengikat sang kiper sampai lima tahun kedepan, atau sampai 2026 mendatang.

Kedatangan Mike yang dianggap cepat dari perkiraan sempat membuat Donnarumma terkejut. Dia tidak menyangka bila Milan telah menyiapkan pengganti dirinya secepat ini.

Mike sendiri bukan kiper yang bisa dipandang sebelah mata. Dia merupakan kiper dengan statistik luar biasa di lima liga top Eropa. Dia tercatat sebagai kiper dengan jumlah clean sheet terbanyak, yaitu sebanyak 21 kali, diatas Ederson, Oblak, Courtois, dan juga Mendy. Malah, dia berhasil menempati posisi ketiga dalam daftar kiper dengan persentase penyelamatan terbanyak.

Dalam sisi lainnya, Mike yang kini berusia 25 tahun juga hanya memiliki gaji sebesar 2,8 juta euro per tahun. Bandingkan dengan Donnarumma yang meminta sebesar 10 juta per musim. Lebih lanjut, Mike tidak memiliki agen super mengesalkan seperti Donnarumma.

Dengan kualitas jempolan dan gaji yang masih sangat terjangkau, Maldini telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dia mengetahui betul warisan yang diberikan para pendahulunya di Milan. Oleh karena itu wajar bila dia tidak ingin membiarkan klub yang juga telah membesarkan namanya itu dirusak oleh pemain muda yang diperalat oleh agen mengesalkan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *