Untuk Kedua Kalinya, Kenapa Zidane Tinggalkan Real Madrid?

  • Whatsapp
Untuk Kedua Kalinya, Kenapa Zidane Tinggalkan Real Madrid
Untuk Kedua Kalinya, Kenapa Zidane Tinggalkan Real Madrid

Apa yang terjadi dengan Zinedine Zidane? Raihan tiga trofi Liga Champions Eropa plus mengembalikan kejayaan el Real di kala berada di posisi tak diinginkan, tampak tidak menjadi sesuatu hal yang istimewa bagi manajemen klub asal ibukota.

Banyak yang sangat menyayangkan kepergian sang juru taktik, meski memang, pada musim ini dia gagal persembahkan trofi apapun untuk Los Blancos.

Bacaan Lainnya

Ya, belum lama ini Real Madrid mengumumkan bahwa mereka telah resmi memutus kerja sama dengan pelatih Zinedine Zidane. Tidak ada pemecatan, apalagi pengusiran bernada hinaan. Perpisahan antara kedua belah pihak murni terjadi karena Zidane dan Real Madrid memang sepakat untuk tidak ingin lagi menjalin kerja sama.

Sempat Pergi Sebelum Akhirnya Kembali

Permasalahan yang terjadi antara Real Madrid dan Zinedine Zidane sejatinya tidak hanya muncul kali ini saja. Eks asisten pelatih Carlo Ancelotti itu sebelumnya sempat mengundurkan diri dari kursi kepelatihan el Real pada 2018 silam. Padahal ketika itu Zidane telah banyak berikan gelar dan membuat Real Madrid mengukir sejarah dengan menjadi tim terkuat seantero Eropa.

Saat itu, Zidane yang mulai menjabat sebagai pelatih Real Madrid pada tahun 2016 memang telah berhasil membuat klub ciptakan banyak cerita. Dalam dua setengah musim nya, Zizou berhasil memberikan sebanyak sembilan gelar untuk Los Blancos, diantaranya tiga trofi Liga Champions, masing-masing dua gelar Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub, serta satu trofi Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

Melihat trofi yang diberikan tersebut pantas bila pada akhirnya banyak pihak yang terkejut dengan keputusan Zidane yang memilih pergi. Setelah beberapa waktu diberitakan hengkang dari Madrid, akhirnya terkuak alasan mengapa Zidane pergi, yaitu karena dia menganggap manajemen klub tidak menghargai keputusannya sebagai pelatih. Zidane sejatinya telah membuat sejumlah rencana, akan tetapi itu kerap ditentang hingga membuatnya memilih untuk pergi meninggalkan klub.

Sempat tidak memiliki pekerjaan dan sibuk menikmati masa sendirinya, pada Maret 2019 Zidane akhirnya putuskan kembali. Zidane kembali resmi ditunjuk sebagai pelatih Madrid untuk menggantikan peran Santiago Solari. Disitu, Zidane yang memang punya kejeniusan luar biasa berhasil mengembalikan kejayaan klub dengan mempersembahkan gelar La Liga untuk Real Madrid.

Alasan Zidane Pergi Untuk Kedua Kali

Namun kini, segala perjuangan yang ditumpahkannya untuk Real Madrid tampak sirna begitu saja. Setelah sempat berbicara sedikit di depan media untuk kemudian terdiam, Zidane akhirnya angkat bicara. Zidane yang kita kenal sebagai sosok elegan menyatakan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari jabatan pelatih Real Madrid. Selanjutnya, juru taktik asal Prancis tersebut menjelaskan alasan mengapa pada akhirnya dia tidak ingin lagi menemani para pemain Real Madrid dari pinggir lapangan.

Meski dia tidak lupa untuk berterima kasih kepada klub dan khususnya penggemar yang selama ini telah menemaninya di Madrid, Zidane mengaku dongkol dengan manajemen Los Blancos. Dia benar-benar pergi meninggalkan Madrid dengan perasaan kesal. Melalui sebuah surat terbuka yang ditulisnya, Zidane buka-bukaan soal alasan mengapa dia pergi. Zidane mengatakan bila klub sudah tidak lagi memiliki kepercayaan padanya. Selain itu, dia juga menganggap nilai-nilai yang dijunjung tinggi Real Madrid telah mengalami pergeseran.

Zidane mundur lantaran dia terlalu lelah menanggung beban mental akibat sikap dari manajemen Madrid. Permasalahan ini menurutnya bukan soal tekanan, melainkan lebih kepada sikap manajemen el Real yang seolah terus memujinya ketika menang, namun seketika akan pergi meninggalkannya saat tengah terpuruk.

“Aku paham, dalam sepak bola, klub seperti Real Madrid punya tekanan tertentu. Tapi, ada yang dilupakan orang ketika aku membangun tim ini dari hari ke hari, menciptakan hubungan dan ekosistem baik dengan pemain, serta 150 orang di dalam tim,” ujar Zidane.

Lebih dari itu, dia juga merasa dikucilkan oleh klub. Ketika pada musim ini dia melewati perjalanan yang memang tidak selalu mulus, kerap muncul berita yang menyatakan bahwa dirinya akan dipecat bila tidak memenangkan pertandingan tertentu. Dalam hal ini, Zidane merasa menjadi satu-satunya sosok yang disalahkan ketika klub alami pasang surut.

Pencapaian Zidane pada musim ini memang terbilang tidak terlalu memuaskan. Real Madrid kehilangan sejumlah poin penting di kompetisi La Liga, hingga harus rela dikalahkan rival sekota dalam perburuan gelar juara. Serta yang paling memalukan adalah, Zidane hanya mampu membawa Real Madrid melaju hingga ke babak 32 besar Copa del Rey, setelah disingkirkan oleh Alcoyano dengan skor 2-1. Selain itu, klub juga tersingkir dari kompetisi Liga Champions Eropa usai kalah dari Chelsea.

Zidane yang gagal membawa Madrid tampil di panggung juara lantas membuat raksasa La Liga itu menutup musim tanpa meraih gelar apapun untuk pertama kalinya sejak 11 tahun silam.

Sekali lagi, harus diakui bila pada musim ini Zidane gagal persembahkan gelar. Namun apakah lantas manajemen tidak ingin memberinya dukungan atau hal semacamnya, untuk membuat sang pelatih bertahan dan bisa menampilkan performa yang lebih baik pada musim depan?

Rasa-rasanya, semua sudah terjawab dengan salam perpisahan Zidane.

Zidane mengaku sangat sedih ketika presiden Florentino Perez memberikan gesture yang seolah tidak menghargai dirinya. Malah, Zidane berani menyebut bila sang presiden acuh kepadanya, disaat dirinya tengah butuh dukungan.

“Aku tak menuntut hak istimewa. Hubungan ku dengan Presiden mendadak jadi aneh. Ini soal hubungan antar manusia. Itulah yang membuatku sakit hati. Ketika membaca surat kabar, setelah kami kalah, aku bisa saja dipecat. Kabar itu membuatku sakit hati karena ada yang menyebarkan aura negatif di tim.” ucap Zidane.

Respon Kepergian Zidane Dari Real Madrid

Setelah kabar tentang salam perpisahan Zidane diungkap ke publik, langsung muncul sejumlah respon, dimana salah satunya datang dari mantan pelatih Real Madrid, Jorge Valdano.

Valdano mengaku suka dengan pernyataan yang diucapkan Zidane. Dia merasakan betul rasa sakit yang diterima Zidane kala masih menjabat sebagai pelatih Real Madrid. Lebih dari itu, Valdano menyebut bila kekecewaan Zidane tidak hanya ditujukan kepada presiden Florentino Perez saja, melainkan juga ke beberapa sosok yang terlibat di balik layar klub.

“Aku paham bahwa dia belum berkonsultasi dengan cukup bersama klub soal arah yang harus diambil, dan ini membuat dirinya merasa dikesampingkan dari keputusan besar,”

“Aku pikir, dalam surat ini, dia telah memberikan lebih dari apa yang biasa orang-orang dengar dari Zizou,” kata Valdano.

Sudah Temukan Pengganti

Usai kursi kepelatihan tim kosong, Real Madrid langsung bergerak cepat. Setelah ada beberapa kandidat yang diprediksi bakal duduki kursi kepelatihan Madrid, klub dengan koleksi 13 gelar Liga Champions Eropa itu akhirnya resmi memulangkan sosok Carlo Ancelotti.

Ancelotti yang sebelumnya pernah menjabat sebagai pelatih Real Madrid kembali menduduki tugas yang sama pada tahun ini. Dikabarkan, dia telah menandatangani kontrak selama tiga tahun lamanya. Artinya, allenatore asal Italia itu bakal menemani Karim Benzema dan kawan-kawan sampai 2024 mendatang.

Sumber referensi: republicworld, edition, espn, bbc

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *