Setelah menyelesaikan tugas dengan cukup baik bersama Timnas Indonesia, para pemain akhirnya kembali ke klub masing-masing. Namun, para pemain yang bermain untuk klubnya masing-masing itu malah tak mampu tampil maksimal.
Tercatat, hanya Ernando Ari dan Ramadhan Sananta saja yang berhasil mendulang tiga poin untuk timnya. Sisanya, gagal tampil maksimal dan tak mampu memberi klubnya kemenangan. Bahkan ada yang sampai dibantai tanpa ampun. Lantas, bagaimana performa para pemain Timnas setelah kembali ke klubnya masing-masing?
Daftar Isi
Asnawi Mangkualam vs Buriram United
Setelah selesai menjamu Australia di Stadion Gelora Bung Karno, Asnawi Mangkualam kembali ke Thailand dengan beban yang sangat berat. Pemain yang kini bermain di Port FC tersebut harus menjamu peringkat satu Thai League 1, Buriram United. Sementara, Port FC memulai pertandingan sebagai posisi kedua. Udah kebayangkan seperti apa tensi laga tersebut?
Meski tak diturunkan pada dua laganya bersama Timnas, Rangsan Viwatchaichok sebagai pelatih Port FC memberi Asnawi kepercayaan untuk turun dari detik pertama. Bahkan mantan pemain PSM Makassar ini dipercayakan oleh mantan pemain Timnas Thailand tersebut mengawal lini tengah.
Hasilnya? Tak buruk-buruk amat. Asnawi mampu membantu Port FC menguasai pertandingan dan berhasil mencatatkan 79% umpan akurat. Sayangnya, keunggulan dominasi ini tak mampu dimanfaatkan menjadi sebuah gol. Akhirnya, laga yang digelar dua hari pasca Indonesia melawan Australia tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Port FC v Buriram United
0-0
PAT Stadium, Bangkok. pic.twitter.com/n22IEOfik6— irza o𝕏sya (@IrzaOxsya) September 12, 2024
Shayne Pattynama vs Zulte Waregem
Apabila Shayne Pattynama dimainkan oleh Mersad Selimbegovic sejak awal, mungkin KAS Eupen tak akan kalah 1-3 di kandang atas Zulte Waregem. Pada laga yang digelar pada 14 September 2024 tersebut, Shayne hanya bermain sebanyak 12 menit saja.
Namun, dari 12 menit tersebut, Shayne mampu mencetak 100% akurasi umpan yakni 12 umpan sempurna. Shayne sendiri memang masih sering tampil dari bangku cadangan. Dari total 4 laga yang sudah KAS Eupen jalani, Shayne sudah tampil 2 kali dari sisi lapangan. Tapi yang perlu diingat, rataan umpan sukses Shayne masih sangat tinggi, yakni 91%.
1-3 (einde) | Essevee neemt de 3 punten mee uit Eupen! Vossen, Diop en Barkarson zorgden voor de doelpunten#EupZwa pic.twitter.com/4miXXlroMF
— SV Zulte Waregem (@esseveeofficial) September 15, 2024
Calvin Verdonk vs PSV Eindhoven
Tak cuma Asnawi yang balik ke klub bertemu tim berat, ternyata Calvin Verdonk pun mengalami nasib yang serupa. Calvin harus bertandang bersama NEC Nijmegen ke kandang juara bertahan, PSV Eindhoven. Hasilnya, laga yang digelar 14 September tersebut berakhir 2-0 untuk PSV.
Calvin yang bermain penuh sebenarnya menunjukkan permainan khasnya, yakni determinasi yang tinggi. Ia berhasil melakukan 5 kali sapuan dan 2 blok. Tak hanya itu, ia juga berhasil memenangi seluruh duel perebutan bola di laga ini.
Sayangnya, yang ia lawan adalah PSV, klub yang mencetak 18 gol dalam 4 laga terakhirnya di Eredivisie. Ditambah dengan satu kartu merah, kalah 2 gol tanpa balas di Stadion Philips rasanya tak buruk-buruk amat.
🚨WELL DONE, CALVIN VERDONK! 🇮🇩🔥
Calvin Verdonk main full 90 menit ketika NEC Nijmegen harus tunduk dari sang juara bertahan, PSV Eindhoven 2-0. 🙅♂️
NEC harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-9 karena Kodai Sano dapet kartu merah. 🟥 pic.twitter.com/0cUOc0ccmO
— Perspective Football Indonesia (@persfootballid) September 14, 2024
Thom Haye vs Heracles Almelo
Setelah sudah mendapat klub baru, Thom Haye tak banyak basa-basi. Ia langsung diberi debut pada laga tandang Almere City melawan Heracles Almelo. Masuknya Haye pada menit ke-64 sedikit banyak sedikit membantu Almere tak kebobolan dari serangan bertubi-tubi Heracles. Laga sengit papan bawah Eredivisie ini pada akhirnya berakhir imbang tanpa gol.
Tim tuan rumah mengunci Almere dengan penguasaan bola yang hampir mencapai 60%. Bahkan setelah Haye masuk pun, gelandang andalan Timnas Indonesia ini tak mampu berbuat banyak untuk membantu mengalirkan bola bagi Almere. Ia malah lebih banyak bekerja membantu pertahanan. Setidaknya, 6 kali aksinya di lini belakang berhasil membuat pemain lawan tak mampu mengonversi peluang.
🇳🇱 INDONESIAN ABROAD
Pasca diumumkan gabung dua hari yang lalu, 🇮🇩Thom Haye (29/MF) langsung melakoni debutnya bersama 🇳🇱Almere City (1st tier)!
Thom Haye bermain sebagai pemain pengganti saat timnya bertandang ke markas 🇳🇱Heracles Almelo pada pekan ke-5 Eredivisie musim… https://t.co/saDNrC2G6I pic.twitter.com/T9YtGGSeuz
— . (@Indostransfer) September 15, 2024
Jay Idzes vs AC Milan
Sementara itu dari Italia, Jay Idzes yang sebelumnya tampil digdaya melawan Arab Saudi dan Australia harus menundukkan muka di stadion legendaris, San Siro. Kapten Timnas Indonesia yang sedang membela Venezia tersebut harus kalah 4-0 atas AC Milan. Duh, ngeri juga skornya.
Bang Jay yang kali ini dimainkan sejak menit awal harus langsung dihantam kenyataan lewat gol cepat Theo Hernandez di menit kedua. Tak lama berselang AC Milan berhasil menggandakan kedudukannya lewat sundulan Youssouf Fofana. Sementara dua gol sisanya, AC Milan cetak lewat titik putih.
Catatan apik 88% umpan sukses Bang Jay di laga ini ternyata tak bisa banyak membantu bangun serangan Venezia. Lini tengah Venezia tak mampu mengembangkan permainannya dan mendobrak skema Paulo Fonseca. Alhasil, Venezia tak mampu memberi perlawanan dan skor 4-0 di babak pertama tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Three points in the bag! Read all about tonight’s win 👇#MilanVenezia #SempreMilan
— AC Milan (@acmilan) September 14, 2024
Ivar Jenner vs FC Den Bosch
Permainan mengecewakan Ivar Jenner pada laga Jong Utrecht melawan FC Den Bosch membuatnya harus ditarik lebih awal pada menit ke-56. Meski berhasil memenangi 6 kali duel perebutan bola, Ivar hanya mampu mencetak 61% akurasi umpan.
Pada laga ini Ivar cukup bekerja keras mengawal lini tengah Utrecht muda. Dari total 7 kali duel perebutan bola, Ivar memenangi keseluruhannya. Baik itu 6 kali duel di atas lapangan maupun sekali duel di udara. Namun, dirinya ditarik dengan tujuan untuk meningkatkan daya serang Jong Utrecht. Sayangnya, ditariknya Ivar pada laga tersebut ternyata tak mampu membuat skor pertandingan berubah. Skor 3-0 untuk tim tamu tetap bertahan hingga laga usai.
⚽️ 𝗙𝘂𝗹𝗹 𝘁𝗶𝗺𝗲.#utrdbo pic.twitter.com/ZKei7eII6V
— FC Utrecht (@fcutrecht) September 16, 2024
Hokky Caraka vs Bali United
Striker pengganti Timnas Indonesia, Hokky Caraka pun tak mampu membantu banyak kala PSS Sleman bertandang ke kandang Bali United pada laga ke-5 Liga 1. Pemain yang dimainkan selama 79 menit tersebut tak mampu mencatatkan sebuah peluang berbahaya sekali pun. Ia tak mampu membuat lini belakang tim tuan rumah bekerja keras.
Hokky Caraka pun akhirnya ditarik oleh pemain yang lebih eksplosif, Ricky Cawor. Meskipun pergantian ini juga tak bisa menghasilkan apa-apa bagi Super Elja. Untungnya, lini depan Bali United juga kurang klinis sehingga laga berakhir imbang tanpa gol.
FT: Bali United FC 0-0 PSS Sleman#PSS #COSE #BUFCvsPSS #PSSday pic.twitter.com/qgjBtFVe0b
— PSS (@PSSleman) September 16, 2024
Rizky Ridho, Muhammad Ferrari, dan Witan Sulaeman vs PSBS Biak dan Dewa United
Trio Persija: Rizky Ridho, Muhammad Ferrari, dan Witan Sulaeman, harus langsung menelan dua hasil pahit sekembalinya ke klub. Pada laga ke-4 mereka di Liga 1 melawan klub promosi PSBS Biak, Macan Kemayoran secara mengejutkan kalah 3-1. Bahkan masuknya Ridho dan Witan pada babak kedua tak mampu membantu Persija menambah keunggulan. Mereka malah terbobol 2 gol setelah babak pertama imbang 1-1.
Sementara di laga ke-5, Persija yang tampil penuh bersama Ferrari dan Ridho malah gagal menang lawan tim tamu, Dewa United. Witan Sulaeman yang dimasukan dengan niat sebagai supersub pun gagal menjalankan tugasnya. Duh, ada apa ini dengan para pemain Timnas, pada kelelahan ya?
🥲
FT: Persija 0-0 Dewa United FC#PersijaDay #BRILiga1 #Persija pic.twitter.com/9RydVU3SHH
— Persija Jakarta (@Persija_Jkt) September 16, 2024
https://youtu.be/Kd3PWL7DNZw


